MUJIZAT terjadi dari hari pertama hingga hari ke enam. Setelah hari ke enam, tidak ada lagi mujizat. Bila anda percaya bahwa MUJIZAT masih terjadi setelah hari ke enam, apalagi anda mengklaim mengalami atau melakukan Mujizat setelah hari keenam, itu hanya membuktikan satu hal. Anda tidak memahami arti kata MUJIZAT itu sendiri.
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2-3.
MUJIZAT adalah kejadian yang menyimpang dari hukum-hukum alam yang telah diketahui.
Miracle is a wonderful happening that is beyond the known laws of nature.
Banyak mujizat terjadi dan tercatat dalam Alkitab baik di dalam kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Mari kita mempelajari beberapa di antaranya, untuk melihat apa yang terjadi sesungguhnya?
Musa membelah laut merah.
Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Keluaran 14:16
Umumnya orang Kristen menyangka bahwa laut terbelah karena kekuatan yang keluar dari tongkat Musa, walaupun Alkitab mengajarkan hal yang berbeda.
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Keluaran 14:21-22
Air laut terbelah bukan karena kekuatan dari tongkat Musa, namun karena angin timur yang keras, yang berhembus semalam-malaman. Itulah yang diajarkan Alkitab.
Manna di Padang Gurun Sin
Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ. Bilangan 11:9
Kebanyakan pengkotbah hanya menggunakan ayat tersebut di atas sebagai referensi ketika mengotbahkan kisah mujizat MANNA di padang Gurun Sin. Itu sebabnya, umumnya orang Kristen memahami bahwa manna itu muncul sendiri seiring lenyapnya embun pagi, walaupun Alkitab menceritakan hal yang berbeda. Ternyata manna itu tidak muncul sendiri dari antah berantah karena ada pihak lain yang terlibat. Inilah kisahnya.
Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. Keluaran 16:13-15
Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi." Keluaran 16:19
Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. Keluaran 16:20
Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu. Keluaran 16:21
Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi." Keluaran 16:23
Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. Keluaran 16:31
Handai taulan yang terhormat, anda tahu apa yang disebut MANNA oleh bangsa Israel, yang warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti kue madu, yang ketika mencair, berbau busuk, namun yang setelah dibakar dan yang dimasak tahan satu hari lagi? Kita menyebutnya TELUR burung puyuh. Pagi-pagi buta telur-telur itu beku, itu sebabnya dapat langsung dimakan. Setelah mencair, berbau busuk dan berulat. Bila dibiarkan ditempatnya, dapat disimpan sampai pagi.
Burung Puyuh di Padang Kibrot-Taawa
Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi. Bilangan 11:31
Handai taulan sekalian, walaupun banyak guru sekolah minggu yang sembarangan mengajarkan kisah tersebut di atas seolah-olah burung-burung puyuh itu muncul dari antah-berantah setelah Musa berdoa, namun Alkitab mencatat bahwa burung-burung puyuh itu muncul terbawa angin.
Sungai Yordan Kering
Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan." Yosua 3:13
Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu -- sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai -- maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan. Yosua 3:15-17
Air sungai Yordan berhenti mengalir, sungai Yordan kering. Banyak orang Kristen menyangka bahwa air sugai Yordan menjadi kering karena kekuatan yang terpancar dari tabut yang diangkat oleh para imam, namun, menurut Alkitab bukan demikian kejadiannya. Alkitab mencatat bahwa aliran air sungai Yordan terputus karena: Air yang turun dari hulu terbendung, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan. Apabila air tidak terbendung di tempat yang jauh sekali, maka banjir akan melanda daerah itu. Bila banjir melanda daerah itu, maka bangsa Israel akan ikut kebanjiran pula.
Tembok Yerikho Runtuh
Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu. Yosua 6:20
Apa yang menyebabkan tembok Yerikho runtuh? Banyak pengkotbah yang mengajarkan bahwa hal itu terjadi karena Allah mengutus malaikat untuk meruntuhkannya. Alkitab sama sekali tidak mencatat tentang hal itu, bolehkah kita menafsirkan bahwa hal itulah yang terjadi, Malaikat meruntuhkan tembok kota?
Ada ilmuwan yang menduga bahwa tembok Yerikho runtuh karena getaran suara Sangkakala dan teriakan bangsa Israel, namun, penelitian menunjukkan bahwa tembok Yerikho mustahil runtuh karena getaran suara sangkakala dan teriakan bangsa Israel. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa tembok Yerikho runtuh karena gempa bumi.
Allah Bekerja Melalui ALAM
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Kejadian 1:28
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2-3.
Allah menciptakan surga dan dunia dalam enam hari. Alkitab mencatat, Allah berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya pada hari ketujuh. Kita menyebut hukum-hukum yang mengatur alam semesta itu hukum alam. Kenapa Allah berhenti mencipta? Karena Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Apabila Allah melakukan intervensi atas hukum alam, bukankah itu berarti Allah menciptakan hukum baru setiap kali Dia intervensi? Bila Allah melakukan intervensi, bukankah itu berarti segala yang diciptakan-Nya BELUM sungguh amat baik?
Mujizat-mujizat yang kita bahas di atas, tidak terjadi sekoyong-konyong, mujizat-mujizat itu terjadi secara alamiah, ketika muncul, itulah penggenapannya. Semua mujizat tersebut adalah fenomena alam, tidak menyimpang dari hukum alam. Walaupun banyak mujizat yang belum mampu dipahami secara ilmiah, namun hal itu terjadi bukan karena melanggar hukum alam namun karena keterbatasan pengetahuan manusia.
WAKTU, Itulah kuncinya. Waktu adalah misteri, dengan berlalunya waktu satu persatu dibukakan. Waktu adalah misteri yang dicoba untuk diungkapan oleh bangsa Israel dan bangsa Tiongkok kuno. Menyesuaikan waktu manusia dengan waktu Tuhan, adalah ajaran yang didengung-dengungkan oleh kedua bangsa itu selama ribuan tahun.
Kisah Penciptaan Tiongkok Kuno
Laozi, seorang nabi Tiongkok kuno yang hidup abad ke 6 sebelum masehi menulis:
Ada suatu yang sempurna. Ada sebelum langit dan bumi. Sendiri sendirian. Mandiri, tidak berubah. Sempurna, selalu ada, tak terkalahkan. Mahabisa, mahakuasa, bunda langit dan bumi. Aku tidak tahu siapa namanya, gelari saja dia Dao ?. Karena kemahakuasaannya, gelari dia Da? (sang agung). Sang Agung berkata, mati. Maut berkata, jauh. Jauh berkata, kembali. Sesungguhnya, Dao itu agung. Langit agung, bumi agung, manusia juga agung. Di Tiongkok ada empat yang agung, manusia adalah salah satunya. Manusia diperintah bumi, bumi diperintah langit, langit diperintah Dao, Dao diperintah Zi Ran ? ? (dirinya ada karena ada). Dao De Jing 25
Apabila mempelajari kisah penciptaan yang tercatat di dalam kitab Tiongkok kuno, Si Shu dan Wujing, maka inilah yang dapat kita pahami.
Bangsa Tiongkok kuno menggunakan kata Tian (langit) dan Di (bumi) untuk nama Tuhan pencipta langit dan bumi serta Shangdi (Raja Pertama) untuk Tuhan yang menopang segala ciptaan. Unik, namun tidak ada yang salah dengan hal itu. Tian yang empunya peta, Di yang mewujudkan peta itu sementara Shang Di (raja pertama) menopang agar semua ciptaan bertumbuh kembang sesuai dengan kodratnya, sesuai dengan tujuan ketika diciptakan. Tian, Di dan Shangdi adalah Dayi (Yang Mahaesa).
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Yohanes 1:1-3
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Yohanes 5:30
Aku dan Bapa adalah satu." Yohanes 10:30
Alkitab mencatat bahwa Yesus Kristuslah yang menciptakan segala sesuatu, namun Alkitab juga mencatat bahwa Kristus mengaku bahwa Dia tidak menuruti kehendak-Nya sendiri melainkan kehendak Allah Bapa.
Ini sebuah MISTERI. Kenapa kisah penciptaan bangsa Tiongkok kuno, pada hakekatnya, sama dengan kisah penciptaan yang tercatat di dalam Alkitab?
Masih penasaran tentang Mujizat? Silahkan klik di sini
Ingin mempelajari mujizat Perjanjian Baru? Silahkan klik di sini
Ingin tahu apa itu mujizat kesembuhan Ilahi? Silahkan klik di sini
Lanjutkan Membaca Aku Tidak Percaya Mujizat II? Silahkan klik di sini
hai hai bin YHWH - Komunitas Blogger Kristen SABDASpace.
Tujuan 'Mujizat'
Quoted:
"Semua mujizat tersebut adalah fenomena alam, tidak menyimpang dari hukum alam. Banyak mujizat yang belum mampu dijelaskan secara ilmiah, hal itu terjadi hanya karena keterbatasan kemampuan akal manusia"
Hmmm... menurut saya, mencoba untuk menjelaskan 'mujizat' ini secara 'ilmiah' akanlah sangat sulit dan mungkin tidak membantu. Dari 10 tulah untuk bangsa mesir (Keluaran 7-12), matahari (waktu) dihentikan (Yosua 10), Yesus merubah air menjadi anggur (Yohanes 2) dan terlalu banyak lainnya.
Saya percaya, semua kejadian-kejadian 'ajaib' (menyimpang dari hukum alam) karena pekerjaan Tuhan, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang aktif bekerja, hingga detik ini:
"(Yesus berkata)Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga" Yohanes 5:17
Karena ini, konteks di Kejadian 2:2 akanlah lebih tepat jika Ia berhenti dari pekerjaan 'menciptakan', tapi tidak berarti Dia berhenti bekerja.
Menurut saya, akanlah sangat membantu jika kita memandang 'mujizat-mujizat' ini dari sudut pandang tujuan:
1. Bertujuan untuk 'memperkenalkan' diriNya. Melalui 'mujizat', Tuhan telah membuktikan bahwa Dialah Tuhan penguasa alam dan isinya, termasuk manusia (Contoh: Keluaran 7:5)
2. Tiada Tuhan lain lebih berkuasa di dunia ini selain Dia sendiri (Contoh: 1 Samuel 5-6)
3. Yesus mengadakan 'mujizat-mujizat' membuktikan bahwa Dia mempunyai kuasa Tuhan.
Sekarang pertanyannya, apakah kita sebagai pengikut Tuhan di abad-21 ini harus mengalami atau mengadakan 'mujizat'?
Perlu diingat, Alkitab tidak pernah menjanjikan kita bisa mengadakan mujizat (karena ini bukan tujuanNya), dan pada saat yang sama, juga tidak mengatakan 'mujizat' tidak bisa terjadi (saya sendiri sangat sering mendengar kesaksian tentang 'mujizat' penyembuhan yang luar biasa).
Tapi, Dia menjanjikan mujizat yang jauh lebih hebat dari 10 tulah mesir, pembelahan laut merah, matahari dihentikan, penyembuhan, dan lainnya, yaitu:
"Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus" 2 Korintus 4:6
Betapa hebatnya mujizat setiap ada orang yang diselamatkan! Setiap ada orang yang diselamatkan, kita melihat mujizat penciptaan terang (Kejadian 1:3) terulang kembali!
Tujuannya?
"supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" Filipi 2:10-11
In reply to Tujuan 'Mujizat' by garamdunia
PermalinkJawaban hai “Tujuan Mujizat”
Garamdunia, anda berkata:
Hmmm... menurut saya, mencoba untuk menjelaskan 'mujizat' ini secara 'ilmiah' akanlah sangat sulit dan mungkin tidak membantu. Dari 10 tulah untuk bangsa mesir (Keluaran 7-12), matahari (waktu) dihentikan (Yosua 10), Yesus merubah air menjadi anggur (Yohanes 2) dan terlalu banyak lainnya.
Memang sulit untuk menjelaskan "mujizat" secara ilmiah, di samping itu, walaupun ilmu pengetahuan maju pesat, namun hingga saat ini, masih belum mampu untuk menjelaskan semua "hal yang disebut mujizat" dalam Alkitab. Namun sulit bukan berarti tidak bisa, belum mampu menjelaskan bukan berarti tidak bisa menjelaskan. Yang terpenting adalah prinsip dasarnya harus benar-benar dipahami.
Saya percaya, semua kejadian-kejadian 'ajaib' (menyimpang dari hukum alam) karena pekerjaan Tuhan, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang aktif bekerja, hingga detik ini:
"(Yesus berkata)Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga" Yohanes 5:17
MENYIMPANG DARI HUKUM ALAM BERARTI CIPTAAN BARU
Thomas Alfa Edison adalah penemu lampu pijar. Apakah lampu pijar adalah mujizat? Bukan! Apakah lampu pijar menyimpang dari hukum alam? Tidak! Thomas Alfa Edison hanya menemukan, tidak menciptakan. Kenapa kita tidak mengatakan dia "menciptakan" lampu pijar, penemuannya adalah "mujizat?" Karena dia hanya menemukan, semuanya sudah tersedia di alam.
Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Yosua 10:12-13
Berdasarkan ayat-ayat tersebut di atas, anda menulis, "matahari (waktu) dihentikan (Yosua 10)". Apakah anda benar-benar menyimpulkan bahwa pada saat itu, matahari benar-benar berhenti di atas Gibeon dan bulan berhenti di atas lembah Ayalon? Agar anda dapat mempertimbangkannya kembali, maka berikut ini saya sampaikan sedikit informasi bagi anda.
Ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa: Bulan melakukan empat pergerakan. Pertama, berputar pada porosnya, kedua, berputar mengelilingi bumi, ketiga, bersama-sama dengan bumi mengelilingi matahari, keempat, bersama dengan bumi dan matahari mengelilingi jagad raya.
Bumi melakukan tiga pergerakan. Pertama, berputar pada porosnya, kedua, berputar mengelilingi matahari, ketiga, bersama dengan matahari mengelilingi jagad raya.
Matahari melakukan dua pergerakan. Pertama, berputar pada porosnya, kedua, berputar mengelilingi jagad raya.
Dalam peristiwa Yosua 10 tersebut di atas, apakah anda termasuk orang-orang yang ngotot mengatakan bahwa karena Alkitab mencatat "matahari dan bulan berhenti," itu berarti keduanya benar-benar berhenti, sebab bila tidak, maka Alkitab pasti mencatatnya menggunakan kata-kata lain?
Secara pribadi saya menyimpulkan bahwa pada peristiwa Yosua 10; Hari itu, siang lebih panjang dari biasanya, atau malam terang benderang.
Bulan dan bumi berhenti bergerak tanpa menimbulkan bencana alam adalah penyimpangan hukum alam. Apakah anda percaya dalam peristiwa tersebut matahari, bumi dan bulan benar-benar berhenti bergerak, tanpa menimbulkan bencana? Atau anda percaya bahwa pada saat itu, baik matahari, bumi maupun bulan tetap bergerak, namun di Gibeon dan lembah Ayalon siang lebih panjang atau malam terang benderang pada saat itu.
MENYIMPANG DARI HUKUM ALAM BERARTI CIPTAAN BARU
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2-3
Saya percaya, karena Alkitab mencatatnya demikian (saya sudah mencek ke bahasa Ibrani) setelah hari keenam, tidak ada ciptaan baru, baik ciptaan baru berupa "WUJUD" maupun "HUKUM."
Tidak ada mujizat, karena semuanya sudah ada di alam semesta ini. Mujizat sudah terjadi selama 6 hari penciptaan. Tidak ada mujizat karena Allah menciptakan dengan lengkap dan sempurna. Adanya mujizat (penyimpangan hukum alam), berarti ada ketidak sempurnaan di dalam ciptaan, sehingga diperlukan koreksi.
Garamdunia, anda bertanya, "Sekarang pertanyannya, apakah kita sebagai pengikut Tuhan di abad-21 ini harus mengalami atau mengadakan 'mujizat'?" Lebih lanjut anda menulis:
Perlu diingat, Alkitab tidak pernah menjanjikan kita bisa mengadakan mujizat (karena ini bukan tujuanNya), dan pada saat yang sama, juga tidak mengatakan 'mujizat' tidak bisa terjadi (saya sendiri sangat sering mendengar kesaksian tentang 'mujizat' penyembuhan yang luar biasa).
Tapi, Dia menjanjikan mujizat yang jauh lebih hebat dari 10 tulah mesir, pembelahan laut merah, matahari dihentikan, penyembuhan, dan lainnya, yaitu:
Anda pernah membaca ayat-ayat berikut ini?
dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Efesus 5:10
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. I Tesalonika 5:21
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. I Yohanes 4:1
Pernahkan anda menguji kebenaran kesaksian-kesaksian tersebut? Orang lumpuh berjalan, orang pincang sembuh, orang buta celik, orang tuli mendengar, orang bisu memuji Tuhan, roh-roh jahat diusir, kutuk dipatahkan, orang miskin diberkati menjadi kaya. Pernahkah anda menelusuri kehidupan orang-orang yang bersaksi bahwa mereka telah mengalami mujizat penyembuhan ilahi, pengusiran setan dan pematahan kutuk? Sebaiknya anda menyediakan waktu luang untuk melakukannya. Awalnya, anda akan terkagum-kagum, kemudian anda menjadi muak dan akhirnya tertawa terbahak-bahak ketika menemukan fakta-fakta yang ada.
Anda pernah mendengar tentang hormon Endorphin? Sekelompok hormon di dalam otak manusia yang menimbulkan perasaan nikmat dan menangkal rasa sakit. Banyak mujizat penyembuhan yang selama ini diakui sebenarnya terjadi karena pengaruh hormon endhorphin. Itu bukan mujizat, itu hanya penemuan, hormon endhorphin sendiri sudah ada sejak penciptaan.
Salam
In reply to Jawaban hai “Tujuan Mujizat” by hai hai
PermalinkMujizat tuh apa ?
hehehe... lucu karena anda benar2 hebat dlm mengulas secara ilmiah ttg mujizat. Tapi terperangkap dalam alur pikiran kemanusiaan yg membuat logika menjadi Tuhan. Mujizat secara sederhana saya artikan begini, saya bekerja dgn gaji yg hanya rp 1 jt per bulan. Dgn kondisi itu saya tidak mungkin dapat membeli sebuah rumah layak huni buat keluarga. Tapi mendadak saya menangkan sebuah hadiah rumah mewah. Suatu peristiwa yg terjadi dan menjawab keinginan saya diluar kemampuan saya sendiri. Itulah MUJIZAT, Allah melayakkan saya untuk mengalami peristiwa2 besar dalam hidup saya, itulah MUJIZAT... bahkan Yesus mati ganti saya, itulah MUJIZAT MAHA BESAR. pertanyaannya siapakah saya, sehingga berani berdiri dihadapan hadirat ALLAH YANG MAHA KUDUS dan melayakkan diri sendiri untuk peristiwa2 besar tsb ???.... Anda dapat menjawabnya, sehingga dpt bersyukur dengan semua pengetahuan anda.... ALLAH MENCIPTAKAN BATU POHON, BAHKAN NAFAS, dapatkah anda menciptakannya dengan pengetahuan anda, syukurilah.... supaya anda tdk menjadi sombong dan angkuh dengan pengetahuan yang anda miliki. Kehancuran Salomo karena terlalu angkuh dengan hikmat yg dikaruniakan kepadanya tapi lupa untuk minta kepada Tuhan sebuah kerendahan hati yang selalu menyukakan Tuhan. Semoga, anda dpt merenungkannya....
In reply to Mujizat tuh apa ? by Marcel
PermalinkMujizat = Pasrah
Bung Marcel, tulisan saya dengan judul "Aku Tidak Percaya Mujizat" ini dimuat pada anggal 25 Mey 2007, komentar terakhir diberikan oleh saudara narno pada tanggal 05 Juni 2007, komentar-komentar selanjutnya menyimpang ke topik lain dan berakhir dengan kesepakatan untuk temu blogger sabdasapce. Walau diskusi telah berakhir, namun secara rutin saya masih memantau, berapa orang yang membaca tulisan saya ini? Hal itu saya lakukan bukan untuk membanggakan diri karena tulisannya dibaca orang, tetapi karena saya harus mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan dan pembacanya.
Terima kasih sudah mengingatkan agar saya tidak sombong dan menjadikan akal sebagai Tuhan. Keinginan saya adalah "Mengasihi Tuhan Dengan Segenap Akal Budi," bukan menjadikan akal sebagai Tuhan. Terima kasih juga untuk pujian anda, bahwa saya sudah mengulas dengan hebat secara ilmiah tentang mujizat. Sayang sekali, saya merasa tidak layak untuk menerima pujian tersebut, sebab saya tidak sehebat yang anda sangka. Menurut saya, pujian anda itu harus diberikan kepada Tuhan yang memberi anugerah kepada umat manusia untuk dapat mengasihiNya dengan segenap akal budi.
Maaf, mungkin tulisan saya kurang komprehensif sehingga anda tidak dapat memahaminya dengan baik. Saya setuju dengan anda, alam semesta adalah mujizat, manusia bernafas juga mujizat. Semua mujizat itu telah tercipta ketika Allah selesai menciptakan alam semesta pada hari keenam. Semua mujizat yang di akui oleh umat manusia sebagai mujizat telah diciptakan oleh Allah selama menciptakan alam semesta. Ketika Allah selesai menciptakan alam semesta, maka tidak ada lagi ciptaan baru, baik dalam bentuk wujud maupun hukum alam.
Alasan saya menulis thema ini adalah untuk membuktikan bahwa para pengkotbah dan orang Kristen yang menyatakan dirinya memiliki anugerah "melakukan mujizat" itu salah. Apalagi mengklaim, bahwa dirinya telah melakukan mujizat terhadap ribuan, belasan ribu, bahkan ratusan ribu orang. Saat ini, banyak pengkotbah yang mengajarkan dan banyak orang Kristen yang mempercayainya, bahwa "Bila anda memiliki iman yang cukup, maka anda mampu melakukan mujizat, atau dengan kata lain, bila anda memiliki iman yang cukup, maka anda mampu menggerakkan Allah untuk melakukan mujizat." Dalam hal ini, mujizat terjadi bukan karena kehendak dan anugerah Allah, tetapi karena kehendak manusia. Kalimat "Bila anda beriman, maka mujizat akan terjadi," berarti anda yang menentukan mujizat terjadi atau tidak. Ajaran demikian jelas bertentangan dengan ajaran sejati Alkitab. Saya pernah menuliskannya, dan saya menulisnya lagi, mengutip tulisan Khalil Gibran,
Di negeri anda, mujizat adalah ketika Tuhan melakukan kehendak manusia, di negeriku, mujizat adalah ketika manusia melakukan kehendak Tuhan."
Dalam kisah anda dengan gaji Rp. 1 juta sebulan akhirnya mendapat anugerah sebuah rumah mewah dari undian yang diikuti, itu terjadi bukan karena Iman anda, namun semata-mata hanya anugerah. Anda tidak berhak untuk bersaksi,
"Saya mengikuti undian dan beriman bahwa Tuhan pasti memberi saya rumah dari undian ini, maka saya memilikinya sekarang."
Bila anda bersaksi demikian, itu berarti anda membanggakan diri, bahwa di antara para perserta undian tersebut andalah yang paling beriman (yakin), itu sebabnya Tuhan memberikan rumah tersebut kepada anda. Anda membanggakan diri, bahwa rumah tersebut adalah hasil iman (keyakinan) anda, bukan anugerah Allah (walaupun anda menyebut itu anugerah agar dianggap rendah hati). Itu bukan ajaran sejati Alkitab, tetapi ajaran para Motivator, yang mengajarkan, bahwa manusia memiliki kekuatan untuk mempengaruhi alam semesta, siapa yang paling kuat pengaruhnya, dialah yang menang.
Bung Marcel, saat ini, banyak sekali pengkotbah dan orang Kristen yang hidup dengan keyakinan seperti itu. Bila anda beriman, maka anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan. Bila anda ngotot, maka anda akan akan jadi pemenang.
Ketika almarhum adik saya yang menderita penyakit LSE hamil dan sekarat di rumah sakit, dokter menyatakan, bahwa janin yang dikandungnya akan mati bila dia mengkonsumi obat-obat dosis tinggi, namun tanpa obat-obat tersebut, dia akan mati. Suami adik saya pendeta, mertuanya pun pendeta, namun dalam situasi demikian mereka menolak mengambil keputusan. Saya dan kelima adik yang lain serta mama berdoa, sebagai anak sulung saya yang mengambil keputusan, sebab saat itu papa sudah meninggalkan kami demi wanitanya.
Pemikiran saya sangat sederhana, kalau adik saya mati, maka janinnya yang baru berumur 5 bulan pasti mati, kalau adik saya hidup, maka janinnya memiliki kesempatan untuk hidup, kalaupun harus hidup sebagai orang cacat, dia tetap harus diberi kesempatan. Saya yakin, Tuhan pasti memahami cara berpikir saya tersebut, saya menyebutnya cara berpikir anak kecil. Karena suami dan mertuanya menolak maka saya yang menandatangi surat pernyataan bagi rumah sakit. Adik saya mengalahkan maut untuk pertama kalinya (adik saya mengalahkan maut 6 kali, mementahkan pendapat semua dokter yang merawatnya, kali ke 7, Tuhan membawanya ke negeri seberang langit biru), anaknya lahir dan sehat walafiat sampai sekarang. Bolehkah saya berbangga diri dengan kejadian itu? Tidak! Saat itu, saya berkata kepada mama dan adik-adik saya, "Tidak perlu menjadi pemenang, asal mampu bertahan hingga akhir pertandingan. " Saya dapat menjelaskan proses kesembuhan adik saya tersebut secara ilmiah, tetapi semuanya akan berujung pada kenyataaan, bahwa mujizat sudah dilakukan Allah selama 6 hari penciptaan alam semesta. Itu bukan kemenangan IMAN, tetapi hasil dari PASRAH. Pasrah bukan menyerah, pasrah adalah berjuang sekuat mungkin mungkin dan yakin, hasilnya terserah Tuhan.
Suatu saat saya ikut perkemahan acara fakultas menyambut mahasiswa baru. Ketika acara api unggun, langit mendung tebal, geledek menggelegar dan gerimis turun semakin membesar. Koordinator acara menantang teman-teman kuliahku, orang Kristen, pengurus persekutuan yang selama 3 hari sebelumnya melakukan persekutuan di tenda dan petantang petenteng berdoa dalam bahasa yang tidak ada dalam kamus dengan suara keras yang amat sangat mengganggu. Semua teman-temanku yang mampu berbahasa yang tidak ada dalam kamus tersebut, mengaku memiliki anugerah melakukan mujizat namun menolak untuk memimpin doa dan ngacir satu persatu. Saya menawarkan diri untuk memimpin doa.
"Bapa kami yang di surga, Raja segenap alam, pada saat ini kami berdoa kepadaMu. Kami sedang melaksanakan acara api unggun, halilintar menggelegar dan gerimis mulai turun. Kami mohon, hentikanlah hujan ini dan berilah kami udara yang cerah. Kami tahu, bagiMu menghentikan hujan semudah membalikkan telapak tangan, namun kami sadar, mungkin banyak orang lain yang berdoa untuk hujan ini, namun sekali lagi kami mohon, hentikanlah hujan ini, namun biarlah kehendakMu yang jadi ya Tuhan! Bila Engkau tidak menghentikan hujan ini, berilah kami hati yang suci untuk menerima kenyataan tersebut "
Ketika selesai berdoa, teman-teman persekutuan doa menarikku pergi dan meny