Submitted by Adrina on

Bagian kedua: Adam dan iblis


Dibagian kedua ini, saya akan menanggapi ajaran Hai hai tentang hubungan antara Adam dan iblis. Hai hai mengajarkan bahwa iblis tidak sama dengan setan, setan berasal dari malaikat yang berdosa, tetapi iblis tidak, iblis adalah seorang manusia yang bernama Adam !


Saat diskusi dengannya, saya sempat berpikir kalau iblis itu tidak sama dengan setan dan iblis itu bukan malaikat, lalu dari mana iblis berasal ? apakah dia di ciptakan secara langsung oleh Tuhan ? Saat tahu iblis adalah Adam, saya hanya bisa tertawa . Saya tak mengerti bagaimana cara berpikir orang ini. Apakah dia mendapat wahyu baru ? atau dia sedang bermimpi ? atau mungkin dia mendapatnya secara langsung dari si  iblis ?

Tetapi Hai hai yakin bahwa pandangannya itu ada / sesuai dengan Kitab Suci. Apakah memang demikian ? Mari kita buktikan !

Berikut adalah tulisan hai hai yang berjudul “Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM”, yang kemudian langsung saya tanggapi. Namun saya tidak akan menanggapi seluruh tulisannya, tetapi hanya menyoroti bagian yang merupakan inti dari pandangannya yaitu Adam adalah iblis.

Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM
By hai hai - Posted on November 9th, 2009

Kepada orang-orang Yahudi Kristus berkata, "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." Benarkah bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis? Yesus Kristus adalah Allah. Tiada dusta di dalam diri-Nya. Apabila Dia menyatakan bangsa Yahudi keturunan Iblis, maka itu berarti bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis.

Tanggapan Adina:

Ya, orang-orang Yahudi yang disebut dalam ayat itu, adalah ‘anak iblis’.

Iblislah Bapamu

Di dalam Yohanes 8:44 Yesus menyatakan dengan gamblang bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis. Karena yakin Iblis adalah malaikat maka para teolog pun mengajarkan bahwa ucapan Kristus dalam ayat itu tidak boleh dipahami secara hurufiah namun harus ditafsirkan.

Tanggapan Adrina:

Memang itu harus ditafsirkan, tapi bagi saya, saya tak mau menjadikan ”iblis adalah malaikat” sebagai dasarnya.

Sebagian teolog mengajarkan bahwa saat itu Yesus sedang melampiaskan kekesalan-Nya dengan memaki bangsa Yahudi anak Iblis, itu sebabnya ucapan-Nya harus dipahami sebagai makian belaka.

Tanggapan Adrina:

Itu memang salah satu perkataan Yesus yang keras ! karena orang Yahudi saat itu akan melakukan suatu dosa. Bandingkan dengan zaman sekarang, kalau ada pengkotbah yang melakukan hal yang sama, pasti si pengkotbah itu akan di kecam habis-habisan !

Yohanes 8:20 mencatat bahwa Yesus sedang mengajar di dalam Bait Allah sementara Yohanes 8:31 mengajarkan bahwa Dia menyatakan hal itu kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya. Teori Yesus hanya memaki sama sekali tidak masuk akal. Yesus Kristus adalah Allah. Apa yang dikatakan-Nya adalah kebenaran karena di dalam Dia tidak ada dusta. Baik ketika sedih, gembira, marah bahkan ketika putus asa, semua yang diucapkan-Nya adalah benar.  Dia menyatakan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa orang Yahudi adalah ANAK IBLIS. Mustahil menyangkal ucapan-Nya.

Tanggapan Adrina:

Ajaran anda yang mengatakan bahwa pengajaran yang Yesus sampaikan itu hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi yang percaya adalah salah ! Saat itu, pengajaran yang Yesus sampaikan tidak hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi yang percaya, tetapi juga bagi semua orang Yahudi yang ada disana / yang mendengarkan-Nya saat itu (ayat 12 dan 21). Jadi kalau itu merupakan suatu makian, itu memang benar.

Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Matius 12:47

Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Matius 12:48

Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Matius 12:49

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Matius 12:50

Karena yakin Iblis adalah malaikat yang memberontak sementara malaikat tidak bisa mengawini manusia itu sebabnya bangsa Yahudi mustahil keturunan Iblis secara jasmani maka para teolog mengajarkan bahwa yang dimaksudkan oleh Kristus adalah keturunan Iblis secara rohani. Mereka lalu menggunakan kisah Yesus menyangkal Maria sebagai Ibu dan anak-anak Maria sebagai saudara-saudara-Nya untuk mendukung ajaran bangsa Yahudi adalah keturunan rohani Iblis. Mereka mengajarkan bahwa Yesus menyebut orang-orang Yahudi anak Iblis karena mereka melakukan keinginan-keinginan Iblis sama seperti Dia menyebut murid-murid-Nya saudara karena mereka melakukan kehendak Allah Bapa di sorga. Ajaran demikian walaupun nampak seolah-olah alkitabiah namun sesungguhnya sangat menyesatkan karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.

Tanggapan Adrina:

Menyesatkan ke Hongkong ? yang sesat, justru anda !

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Yohanes 8:23

Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." Yohanes 8:24

Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." Yohanes 8:26

Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Yohanes 8:28

Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Yohanes 8:29

Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Yohanes 8:33

"Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Yohanes 8:37

Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." Yohanes 8:38

Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Yohanes 8:39

Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 8:42

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44

Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. Yohanes 8:45

Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Yohanes 8:46
 
Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah." Yohanes 8:47

Yesus menamai diri-Nya Anak Allah dengan menyebutkan alasan-alasannya:

  1. Aku dari atas
  2. Aku bukan dari dunia ini
  3. Dia yang mengutus Aku
  4. Apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia
  5. Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri
  6. Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku
  7. Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya
  8. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan
  9. Aku keluar dan datang dari Allah
  10. Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku

Yesus menyatakan bangsa Yahudi bukan anak-anak Allah dengan alasan-alasan:

  1. Kamu berasal dari bawah
  2. Kamu dari dunia ini
  3. Kamu berusaha untuk membunuh Aku
  4. Firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu
  5. Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham
  6. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri
  7. Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku
  8. Kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu
  9. Kamu tidak dapat menangkap firman-Ku
  10. Iblislah yang menjadi bapamu
  11. Karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku
  12. Kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah

Silahkan pelajari Yohanes 8:23-47 dengan teliti lalu jawablah petanyaan-pertanyaan di bawah ini.

Apakah Yesus Kristus menjadi Anak Allah karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia Anak Allah?

Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia Anak Allah!

Apakah Yesus Kristus keluar dan datang dari Allah karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah?

Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah!

Apakah Allah mengutus karena Yesus Kristus melakukan semua kehendak-Nya atau Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia utusan Allah?

Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena utusan Allah!

Apakah Yesus Kristus bukan dari dunia ini karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia bukan dari dunia ini?

Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia bukan dari dunia ini!

Handai taulan sekalian, setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, bukankah nampak gamblang sekali bahwa ajaran bangsa Yahudi anak rohani Iblis bertentangan dengan ajaran Alkitab?

Tanggapan Adrina:

Anda Cuma ngomong seenaknya saja, saya tidak melihat, bahwa dengan menjawab semua pertanyaan itu pada akhirnya bisa membuktikan bahwa orang Yahudi adalah anak jasmani dari iblis. Kalau memang demikian, berarti hal yang sama juga harus diterapkan pada Yesus, jadi istilah ‘Anak Allah’ yang ditujukan pada Yesus, itu sama dengan anak jasmani dari Allah ? Omong kosong ! 

Yesus menyangkal Maria sebagai ibu-Nya dan anak-anak Maria sebagai saudara-saudara-Nya karena Dia bukan keturunan jasmani Maria. Walaupun dikandung dan dilahirkan oleh Maria namun Dia tidak berasal dari Maria. Rahim Maria hanyalah WADAH yang digunakan oleh Allah untuk membesarkan janin Kristus. Itu sebabnya Kristus menyatakan dengan tegas dan gamblang bahwa Dia berasal dari Atas, keluar dan datang dari Allah, bukan dari dunia ini.

Tanggapan Adrina:

Anda pernah mengatakan: “Alkitab tidak boleh ditafsirkan tapi harus dipahami” (secara literal). Lalu bagaimana dengan ayat dibawah ini:

"Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! (Matius 12:49)

Kalau mau dipahami secara hurufiah, berarti ibu dan saudara Yesus adalah para murid-Nya ? Jelas, ayat itu HARUS ditafsirkan ! dan penafsiran itu harus sesuai dengan konteks, bukan dipahami secara sembarangan !

"Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (Matius 12:50)

‘Ibu’ dan ‘saudara’ Yesus pada ayat tersebut jelas adalah mereka yang taat / melakukan kehendak Allah, bukan di hubungkan dengan persoalan “keturunan jasmani Maria”, “rahim Maria”, dsb.

Untuk disebut anak Iblis bangsa Yahudi harus keluar dan datang dari Iblis. Iblis mustahil malaikat karena malaikat tidak beranakpinak apalagi menciptakan manusia. Iblis mustahil Allah. Iblis adalah manusia. Selain Allah hanya manusia yang darinya keluar dan datang manusia.

Tanggapan Adrina:

Lalu bagaimana dengan orang Yahudi yang sudah percaya dengan sungguh-sungguh pada Yesus ? apakah juga disebut anak iblis ? Dengan memukul rata bahwa semua orang Yahudi adalah anak iblis, adalah tindakan yang bodoh.

Yang mengatakan “iblis mustahil malaikat karena tidak bisa beranak” itu khan anda ? Dan itu lalu dicocokkan dengan pandangan sesatnya yang lain, bahwa iblis adalah Adam. Saya tidak merasa heran dengan 2 pandangan itu, karena itu merupakan pandangan anda.

Jadi tidak heran juga, kalau anda menganggap bahwa iblis memperanakkan orang Yahudi.

Mengapa saya tidak heran ? karena anda memang anak iblis, jadi tidaklah mengherankan kalau seorang anak, membela bapanya dengan mati-matian.

Yesus menyatakan bahwa Iblis adalah pembunuh dan pendusta sejak semula, tidak ada kebenaran di dalamnya.

Tanggapan Adrina:

Saya mau Tanya, siapa yang pernah dibunuh oleh Adam ? siapa yang pernah di dustai oleh Adam ? Apakah sebelum memakan buah pengetahuan baik dan jahat, di dalam Adam sama sekali tidak ada kebenaran ? 

Di dunia ini ada dua jenis makluk yang bisa dibunuh yaitu manusia dan binatang. Alkitab mencatat bahwa pembunuh binatang pertama di dunia adalah TUHAN Allah. Mustahil Iblis adalah TUHAN Allah. Pembunuh manusia pertama di dunia adalah Kain. Mungkinkah Iblis adalah Kain? Tidak mungkin! Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa orang Yahudi bukan keturunan Kain namun keturunan Set.

Tanggapan Adrina:

Kenapa tidak mungkin ? lihat baik-baik ayatnya:

"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yoh 8:44).

Di ayat itu ada kata ‘sejak semula’, itu bisa diartikan sejak awal atau sejak pertama. Menurut saya lebih masuk akal kalau Kain adalah iblis, ketimbang Adam.

Kain mustahil Iblis karena penipu pertama di dunia adalah ular dan ketika ular menipu Hawa Kain belum lahir. Iblis adalah ular.

Tanggapan Adrina:

Memang Kain tidak sama dengan iblis, tapi kalau Yoh 8:44 mau ditafsirkan secara hurufiah, maka kata ‘pembunuh’ itu lebih cocok untuk Kain dan bukan Adam !

Dia menipu Hawa untuk membunuhnya karena dia tahu, apabila TUHAN Allah tidak membual maka Hawa akan mati pada hari dia makan buah pengetahuan. Namun, bila Allah membual, maka dia menjadi seperti Allah.

Tanggapan Adrina:

Ini adalah kata-kata yang tidak konsisten dari seorang ‘bunglon’! Yang mana yang benar: iblis tahu bahwa Allah seorang pembual atau bukan pembual?

Saya yakin bahkan iblispun tahu bahwa Allah bukanlah seorang pendusta !

Jadi siapa yang membual ? ANDALAH PEMBUAL ITU !

 

Si Ular Tua Bukan Ular Sejati

Selain kisah ular menggoda Hawa, di dalam Alkitab tercatat kisah Keledai berbicara kepada Bileam tuannya (Bilangan 22:20-35). TUHAN membuka mulut keledai itu sehingga ia berkata-kata kepada Bileam. Selain kedua kisah tersebut tidak ada lagi kisah tentang manusia ngobrol dengan binatang.

Tanggapan Adrina:

Ada ! dalam kitab yang berjudul ‘Mimpi disiang bolong’, disitu tercatat hai hai sedang ngobrol dengan ular (iblis), dimana hai hai mendapat wahyu baru bahwa Adam adalah iblis.

Ada ular jantan ada ular betina. Untuk berkembangbiak ular jantan harus mengawini ular betina. Walaupun tidak tahu ular jantan atau betina yang menggoda Hawa, namun kita tahu hanya satu ular yang menggoda Hawa.

Tanggapan Adrina:

Kalau ular itu Cuma satu, lalu bagaimana mungkin dari satu ular itu bisa beranak orang-orang Yahudi ? Apakah si ular itu kawin dengan Hawa ?

Dari mana kita tahu hal demikian? Dari cara Allah mengutuknya. TUHAN Allah menciptakan sepasang ular berkaki. Salah satu ular menggoda Hawa. TUHAN Allah hanya mengutuk satu ekor. Ada dua ekor ular, yang satu berjalan dengan kaki yang lainnya melata karena tidak punya kaki. Apa yang terjadi dengan pasangan ular tersebut ketika berkembang biak? Semua ular menjadi tidak berkaki.

Tanggapan Adrina:

Jangan Cuma asal ngomong, berikan dasar Kitab sucinya !

 Ha ha ha ha ha …. Untuk meyakini hal demikian, anda harus berkata, "Tidak ada yang mustahil bagi Allah." Namun sayang, untuk hidup dengan keyakinan demikian anda harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dulu.  Bukankah yang dikutuk itu hanya si ular tua, bukan keturunannya? Walau tidak dikutuk, kenapa dari generasi ke generasi semua ular melata? Yang berkaki tidak pernah disebut ular.

Tanggapan Adrina:

Salah ! bukan “Tidak ada yang mustahil bagi Allah”, tetapi “Tidak ada yang mustahil bagi Hai hai”. Anda sendiri menertawakan pandangannya, apalagi saya, ha ha ha ha …

Bukankah keturunan ular HANYA dikutuk bermusuhan dengan keturunan perempuan? Kenapa kutukan itu tidak menjadi kenyataan? Bukankah seharusnya manusia dan ular saling menyerang untuk saling memusnahkan? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati maka ular pasti sudah musnah dari dunia ini karena dibunuh oleh manusia untuk menggenapi kutukan Allah. Apabila ular sejati yang menggoda Hawa, bukankah tugas pertama keturunan Hawa adalah memusnahkan ular untuk menggenapi kutukan Allah? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati, bukankah yang pertama dilakukan oleh bangsa Yahudi adalah memusnahkan seluruh ular di muka bumi ini untuk menggenapi kutukan Allah? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati, bukankah orang Kristen seharusnya memusnahkan seluruh ular di muka bumi ini untuk menggenapi kutukan Allah? Kenapa manusia dan ular tidak saling memusnahkan dari generasi ke generasi untuk menggenapi kutukan Allah? Mustahil kutukan Allah tidak menjadi kenyataan bukan?

Tanggapan Adrina:

Siapa bilang tidak menjadi kenyataan ? itu memang terjadi karena keturunan iblis selalu memusuhi keturunan Hawa (Yesus). Bahkan Nubuat tentang kekalahan iblis, sudah tergenapi dengan kedatangan,  kematian dan kebangkitan Kristus yang telah mengalahkannya.

Ular hanya melahirkan anak ular, mustahil ular melahirkan manusia. Karena ular mustahil melahirkan manusia, maka mustahil bangsa Yahudi keturunan ular. Karena bangsa Yahudi mustahil keturunan ular, itu berarti bukan ular sejati yang menggoda Hawa.

Tanggapan Adrina:

Kalau bukan ular sejati, lalu siapa ? apakah ular yang bernama hai hai ?

Hawa menamai penggodanya Ular. Apabila bukan ular yang menggodanya, kenapa Hawa menamainya ular? Mungkin karena dia selalu merasa jijik setiap kali berhadapan dengan ular, itu sebabnya ketika merasa sebal setengah mati karena setelah menipunya Adam justru menjadikannya kambing hitam, dia merasa jijik dengan perilaku Adam sehingga menjulukinya Ular. Mungkin juga karena Hawa melihat seekor ular sedang merayap diam-diam ketika dia mencari kambing hitam, itu sebabnya dia menyebut kambing hitam itu Ular. Alkitab sama sekali tidak menjelaskan kenapa Hawa menyebut penggodanya ular.

Tanggapan Adrina:

Kalau Alkitab tidak menjelaskan, lalu mengapa berani menjelaskan ?

TUHAN Allah tahu siapa yang menggoda Hawa. Apabila yang menggoda Hawa bukan ular, kenapa TUHAN Allah menyebut penggoda itu Ular? TUHAN Allah menyebut penggoda itu Ular karena Hawa menamainya Ular. Bukankah ada tertulis, "… dan seperti nama yang diberikan Adam kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu."? Apakah Hawa memiliki kuasa memberi nama? Hawa memiliki kuasa demikian. Setelah menamai perempuan itu Hawa maka Adam diam seribu bahasa. Hawalah yang menamai anak-anak mereka.

Tanggapan Adrina:

Lagi lagi ini merupakan omong kosong dari seorang pembual ulung ! Yang memberi nama kepada segala binatang / mahluk hidup adalah Adam bukan Hawa (Kej 2:18-20).

Si Ular Tua Bukan Malaikat

Apabila yang menggoda Hawa adalah malaikat, itu berarti malaikat punya kemampuan untuk mencipta dan mengubah wujudnya menjadi ular. Apabila malaikat punya kesaktian demikian, kenapa dia tidak tampil dalam wujud manusia atau binatang lain yang lebih indah? Apabila malaikat punya kesaktian demikian, kenapa tidak ada catatan lain di dalam Alkitab tentang Iblis menggoda manusia dalam wujud manusia atau binatang? Satu-satunya binatang yang berbicara dalam bahasa manusia yang tercatat di dalam Alkitab adalah keledai Bileam dan kita tahu TUHAN Allahlah yang membuatnya berbicara.

Tanggapan Adrina:

Bukan setan mengubah wujudnya menjadi ular, tetapi setan memakai ular sebagai alatnya.

Sebagian teolog mengajarkan bahwa yang menggoda Hawa adalah malaikat sementara ular hanya alat belaka. Malaikat itu merasuki ular dan berbicara kepada Hawa. Satu-satunya catatan roh jahat merasuki binatang di dalam Alkitab adalah kisah Legion merasuki babi. Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa untuk merasuki babi yang binatang haram Legion minta izin atau perintah dari Kristus alias Allah. Dan ketika merasuki babi, Legi