Bagian kedua: Adam dan iblis
Dibagian kedua ini, saya akan menanggapi ajaran Hai hai tentang hubungan antara Adam dan iblis. Hai hai mengajarkan bahwa iblis tidak sama dengan setan, setan berasal dari malaikat yang berdosa, tetapi iblis tidak, iblis adalah seorang manusia yang bernama Adam !
Saat diskusi dengannya, saya sempat berpikir kalau iblis itu tidak sama dengan setan dan iblis itu bukan malaikat, lalu dari mana iblis berasal ? apakah dia di ciptakan secara langsung oleh Tuhan ? Saat tahu iblis adalah Adam, saya hanya bisa tertawa
. Saya tak mengerti bagaimana cara berpikir orang ini. Apakah dia mendapat wahyu baru ? atau dia sedang bermimpi ? atau mungkin dia mendapatnya secara langsung dari si iblis ?
Tetapi Hai hai yakin bahwa pandangannya itu ada / sesuai dengan Kitab Suci. Apakah memang demikian ? Mari kita buktikan !
Berikut adalah tulisan hai hai yang berjudul “Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM”, yang kemudian langsung saya tanggapi. Namun saya tidak akan menanggapi seluruh tulisannya, tetapi hanya menyoroti bagian yang merupakan inti dari pandangannya yaitu Adam adalah iblis.
Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM
By hai hai - Posted on November 9th, 2009
Kepada orang-orang Yahudi Kristus berkata, "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." Benarkah bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis? Yesus Kristus adalah Allah. Tiada dusta di dalam diri-Nya. Apabila Dia menyatakan bangsa Yahudi keturunan Iblis, maka itu berarti bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis.
Tanggapan Adina:
Ya, orang-orang Yahudi yang disebut dalam ayat itu, adalah ‘anak iblis’.
Iblislah Bapamu
Di dalam Yohanes 8:44 Yesus menyatakan dengan gamblang bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis. Karena yakin Iblis adalah malaikat maka para teolog pun mengajarkan bahwa ucapan Kristus dalam ayat itu tidak boleh dipahami secara hurufiah namun harus ditafsirkan.
Tanggapan Adrina:
Memang itu harus ditafsirkan, tapi bagi saya, saya tak mau menjadikan ”iblis adalah malaikat” sebagai dasarnya.
Sebagian teolog mengajarkan bahwa saat itu Yesus sedang melampiaskan kekesalan-Nya dengan memaki bangsa Yahudi anak Iblis, itu sebabnya ucapan-Nya harus dipahami sebagai makian belaka.
Tanggapan Adrina:
Itu memang salah satu perkataan Yesus yang keras ! karena orang Yahudi saat itu akan melakukan suatu dosa. Bandingkan dengan zaman sekarang, kalau ada pengkotbah yang melakukan hal yang sama, pasti si pengkotbah itu akan di kecam habis-habisan !
Yohanes 8:20 mencatat bahwa Yesus sedang mengajar di dalam Bait Allah sementara Yohanes 8:31 mengajarkan bahwa Dia menyatakan hal itu kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya. Teori Yesus hanya memaki sama sekali tidak masuk akal. Yesus Kristus adalah Allah. Apa yang dikatakan-Nya adalah kebenaran karena di dalam Dia tidak ada dusta. Baik ketika sedih, gembira, marah bahkan ketika putus asa, semua yang diucapkan-Nya adalah benar. Dia menyatakan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa orang Yahudi adalah ANAK IBLIS. Mustahil menyangkal ucapan-Nya.
Tanggapan Adrina:
Ajaran anda yang mengatakan bahwa pengajaran yang Yesus sampaikan itu hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi yang percaya adalah salah ! Saat itu, pengajaran yang Yesus sampaikan tidak hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi yang percaya, tetapi juga bagi semua orang Yahudi yang ada disana / yang mendengarkan-Nya saat itu (ayat 12 dan 21). Jadi kalau itu merupakan suatu makian, itu memang benar.
Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Matius 12:47
Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Matius 12:48
Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Matius 12:49
Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Matius 12:50
Karena yakin Iblis adalah malaikat yang memberontak sementara malaikat tidak bisa mengawini manusia itu sebabnya bangsa Yahudi mustahil keturunan Iblis secara jasmani maka para teolog mengajarkan bahwa yang dimaksudkan oleh Kristus adalah keturunan Iblis secara rohani. Mereka lalu menggunakan kisah Yesus menyangkal Maria sebagai Ibu dan anak-anak Maria sebagai saudara-saudara-Nya untuk mendukung ajaran bangsa Yahudi adalah keturunan rohani Iblis. Mereka mengajarkan bahwa Yesus menyebut orang-orang Yahudi anak Iblis karena mereka melakukan keinginan-keinginan Iblis sama seperti Dia menyebut murid-murid-Nya saudara karena mereka melakukan kehendak Allah Bapa di sorga. Ajaran demikian walaupun nampak seolah-olah alkitabiah namun sesungguhnya sangat menyesatkan karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Tanggapan Adrina:
Menyesatkan ke Hongkong ? yang sesat, justru anda !
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Yohanes 8:23
Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." Yohanes 8:24
Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." Yohanes 8:26
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Yohanes 8:28
Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Yohanes 8:29
Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Yohanes 8:33
"Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Yohanes 8:37
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." Yohanes 8:38
Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Yohanes 8:39
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 8:42
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44
Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. Yohanes 8:45
Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Yohanes 8:46
Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah." Yohanes 8:47
Yesus menamai diri-Nya Anak Allah dengan menyebutkan alasan-alasannya:
- Aku dari atas
- Aku bukan dari dunia ini
- Dia yang mengutus Aku
- Apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia
- Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri
- Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku
- Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya
- Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan
- Aku keluar dan datang dari Allah
- Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku
Yesus menyatakan bangsa Yahudi bukan anak-anak Allah dengan alasan-alasan:
- Kamu berasal dari bawah
- Kamu dari dunia ini
- Kamu berusaha untuk membunuh Aku
- Firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu
- Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham
- Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri
- Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku
- Kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu
- Kamu tidak dapat menangkap firman-Ku
- Iblislah yang menjadi bapamu
- Karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku
- Kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah
Silahkan pelajari Yohanes 8:23-47 dengan teliti lalu jawablah petanyaan-pertanyaan di bawah ini.
Apakah Yesus Kristus menjadi Anak Allah karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia Anak Allah?
Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia Anak Allah!
Apakah Yesus Kristus keluar dan datang dari Allah karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah?
Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah!
Apakah Allah mengutus karena Yesus Kristus melakukan semua kehendak-Nya atau Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia utusan Allah?
Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena utusan Allah!
Apakah Yesus Kristus bukan dari dunia ini karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia bukan dari dunia ini?
Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia bukan dari dunia ini!
Handai taulan sekalian, setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, bukankah nampak gamblang sekali bahwa ajaran bangsa Yahudi anak rohani Iblis bertentangan dengan ajaran Alkitab?
Tanggapan Adrina:
Anda Cuma ngomong seenaknya saja, saya tidak melihat, bahwa dengan menjawab semua pertanyaan itu pada akhirnya bisa membuktikan bahwa orang Yahudi adalah anak jasmani dari iblis. Kalau memang demikian, berarti hal yang sama juga harus diterapkan pada Yesus, jadi istilah ‘Anak Allah’ yang ditujukan pada Yesus, itu sama dengan anak jasmani dari Allah ? Omong kosong !
Yesus menyangkal Maria sebagai ibu-Nya dan anak-anak Maria sebagai saudara-saudara-Nya karena Dia bukan keturunan jasmani Maria. Walaupun dikandung dan dilahirkan oleh Maria namun Dia tidak berasal dari Maria. Rahim Maria hanyalah WADAH yang digunakan oleh Allah untuk membesarkan janin Kristus. Itu sebabnya Kristus menyatakan dengan tegas dan gamblang bahwa Dia berasal dari Atas, keluar dan datang dari Allah, bukan dari dunia ini.
Tanggapan Adrina:
Anda pernah mengatakan: “Alkitab tidak boleh ditafsirkan tapi harus dipahami” (secara literal). Lalu bagaimana dengan ayat dibawah ini:
"Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! (Matius 12:49)
Kalau mau dipahami secara hurufiah, berarti ibu dan saudara Yesus adalah para murid-Nya ? Jelas, ayat itu HARUS ditafsirkan ! dan penafsiran itu harus sesuai dengan konteks, bukan dipahami secara sembarangan !
"Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (Matius 12:50)
‘Ibu’ dan ‘saudara’ Yesus pada ayat tersebut jelas adalah mereka yang taat / melakukan kehendak Allah, bukan di hubungkan dengan persoalan “keturunan jasmani Maria”, “rahim Maria”, dsb.
Untuk disebut anak Iblis bangsa Yahudi harus keluar dan datang dari Iblis. Iblis mustahil malaikat karena malaikat tidak beranakpinak apalagi menciptakan manusia. Iblis mustahil Allah. Iblis adalah manusia. Selain Allah hanya manusia yang darinya keluar dan datang manusia.
Tanggapan Adrina:
Lalu bagaimana dengan orang Yahudi yang sudah percaya dengan sungguh-sungguh pada Yesus ? apakah juga disebut anak iblis ? Dengan memukul rata bahwa semua orang Yahudi adalah anak iblis, adalah tindakan yang bodoh.
Yang mengatakan “iblis mustahil malaikat karena tidak bisa beranak” itu khan anda ? Dan itu lalu dicocokkan dengan pandangan sesatnya yang lain, bahwa iblis adalah Adam. Saya tidak merasa heran dengan 2 pandangan itu, karena itu merupakan pandangan anda.
Jadi tidak heran juga, kalau anda menganggap bahwa iblis memperanakkan orang Yahudi.
Mengapa saya tidak heran ? karena anda memang anak iblis, jadi tidaklah mengherankan kalau seorang anak, membela bapanya dengan mati-matian.
Yesus menyatakan bahwa Iblis adalah pembunuh dan pendusta sejak semula, tidak ada kebenaran di dalamnya.
Tanggapan Adrina:
Saya mau Tanya, siapa yang pernah dibunuh oleh Adam ? siapa yang pernah di dustai oleh Adam ? Apakah sebelum memakan buah pengetahuan baik dan jahat, di dalam Adam sama sekali tidak ada kebenaran ?
Di dunia ini ada dua jenis makluk yang bisa dibunuh yaitu manusia dan binatang. Alkitab mencatat bahwa pembunuh binatang pertama di dunia adalah TUHAN Allah. Mustahil Iblis adalah TUHAN Allah. Pembunuh manusia pertama di dunia adalah Kain. Mungkinkah Iblis adalah Kain? Tidak mungkin! Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa orang Yahudi bukan keturunan Kain namun keturunan Set.
Tanggapan Adrina:
Kenapa tidak mungkin ? lihat baik-baik ayatnya:
"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yoh 8:44).
Di ayat itu ada kata ‘sejak semula’, itu bisa diartikan sejak awal atau sejak pertama. Menurut saya lebih masuk akal kalau Kain adalah iblis, ketimbang Adam.
Kain mustahil Iblis karena penipu pertama di dunia adalah ular dan ketika ular menipu Hawa Kain belum lahir. Iblis adalah ular.
Tanggapan Adrina:
Memang Kain tidak sama dengan iblis, tapi kalau Yoh 8:44 mau ditafsirkan secara hurufiah, maka kata ‘pembunuh’ itu lebih cocok untuk Kain dan bukan Adam !
Dia menipu Hawa untuk membunuhnya karena dia tahu, apabila TUHAN Allah tidak membual maka Hawa akan mati pada hari dia makan buah pengetahuan. Namun, bila Allah membual, maka dia menjadi seperti Allah.
Tanggapan Adrina:
Ini adalah kata-kata yang tidak konsisten dari seorang ‘bunglon’! Yang mana yang benar: iblis tahu bahwa Allah seorang pembual atau bukan pembual?
Saya yakin bahkan iblispun tahu bahwa Allah bukanlah seorang pendusta !
Jadi siapa yang membual ? ANDALAH PEMBUAL ITU !
Si Ular Tua Bukan Ular Sejati
Selain kisah ular menggoda Hawa, di dalam Alkitab tercatat kisah Keledai berbicara kepada Bileam tuannya (Bilangan 22:20-35). TUHAN membuka mulut keledai itu sehingga ia berkata-kata kepada Bileam. Selain kedua kisah tersebut tidak ada lagi kisah tentang manusia ngobrol dengan binatang.
Tanggapan Adrina:
Ada ! dalam kitab yang berjudul ‘Mimpi disiang bolong’, disitu tercatat hai hai sedang ngobrol dengan ular (iblis), dimana hai hai mendapat wahyu baru bahwa Adam adalah iblis.
Ada ular jantan ada ular betina. Untuk berkembangbiak ular jantan harus mengawini ular betina. Walaupun tidak tahu ular jantan atau betina yang menggoda Hawa, namun kita tahu hanya satu ular yang menggoda Hawa.
Tanggapan Adrina:
Kalau ular itu Cuma satu, lalu bagaimana mungkin dari satu ular itu bisa beranak orang-orang Yahudi ? Apakah si ular itu kawin dengan Hawa ?
Dari mana kita tahu hal demikian? Dari cara Allah mengutuknya. TUHAN Allah menciptakan sepasang ular berkaki. Salah satu ular menggoda Hawa. TUHAN Allah hanya mengutuk satu ekor. Ada dua ekor ular, yang satu berjalan dengan kaki yang lainnya melata karena tidak punya kaki. Apa yang terjadi dengan pasangan ular tersebut ketika berkembang biak? Semua ular menjadi tidak berkaki.
Tanggapan Adrina:
Jangan Cuma asal ngomong, berikan dasar Kitab sucinya !
Ha ha ha ha ha …. Untuk meyakini hal demikian, anda harus berkata, "Tidak ada yang mustahil bagi Allah." Namun sayang, untuk hidup dengan keyakinan demikian anda harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dulu. Bukankah yang dikutuk itu hanya si ular tua, bukan keturunannya? Walau tidak dikutuk, kenapa dari generasi ke generasi semua ular melata? Yang berkaki tidak pernah disebut ular.
Tanggapan Adrina:
Salah ! bukan “Tidak ada yang mustahil bagi Allah”, tetapi “Tidak ada yang mustahil bagi Hai hai”. Anda sendiri menertawakan pandangannya, apalagi saya, ha ha ha ha …
Bukankah keturunan ular HANYA dikutuk bermusuhan dengan keturunan perempuan? Kenapa kutukan itu tidak menjadi kenyataan? Bukankah seharusnya manusia dan ular saling menyerang untuk saling memusnahkan? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati maka ular pasti sudah musnah dari dunia ini karena dibunuh oleh manusia untuk menggenapi kutukan Allah. Apabila ular sejati yang menggoda Hawa, bukankah tugas pertama keturunan Hawa adalah memusnahkan ular untuk menggenapi kutukan Allah? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati, bukankah yang pertama dilakukan oleh bangsa Yahudi adalah memusnahkan seluruh ular di muka bumi ini untuk menggenapi kutukan Allah? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati, bukankah orang Kristen seharusnya memusnahkan seluruh ular di muka bumi ini untuk menggenapi kutukan Allah? Kenapa manusia dan ular tidak saling memusnahkan dari generasi ke generasi untuk menggenapi kutukan Allah? Mustahil kutukan Allah tidak menjadi kenyataan bukan?
Tanggapan Adrina:
Siapa bilang tidak menjadi kenyataan ? itu memang terjadi karena keturunan iblis selalu memusuhi keturunan Hawa (Yesus). Bahkan Nubuat tentang kekalahan iblis, sudah tergenapi dengan kedatangan, kematian dan kebangkitan Kristus yang telah mengalahkannya.
Ular hanya melahirkan anak ular, mustahil ular melahirkan manusia. Karena ular mustahil melahirkan manusia, maka mustahil bangsa Yahudi keturunan ular. Karena bangsa Yahudi mustahil keturunan ular, itu berarti bukan ular sejati yang menggoda Hawa.
Tanggapan Adrina:
Kalau bukan ular sejati, lalu siapa ? apakah ular yang bernama hai hai ?
Hawa menamai penggodanya Ular. Apabila bukan ular yang menggodanya, kenapa Hawa menamainya ular? Mungkin karena dia selalu merasa jijik setiap kali berhadapan dengan ular, itu sebabnya ketika merasa sebal setengah mati karena setelah menipunya Adam justru menjadikannya kambing hitam, dia merasa jijik dengan perilaku Adam sehingga menjulukinya Ular. Mungkin juga karena Hawa melihat seekor ular sedang merayap diam-diam ketika dia mencari kambing hitam, itu sebabnya dia menyebut kambing hitam itu Ular. Alkitab sama sekali tidak menjelaskan kenapa Hawa menyebut penggodanya ular.
Tanggapan Adrina:
Kalau Alkitab tidak menjelaskan, lalu mengapa berani menjelaskan ?
TUHAN Allah tahu siapa yang menggoda Hawa. Apabila yang menggoda Hawa bukan ular, kenapa TUHAN Allah menyebut penggoda itu Ular? TUHAN Allah menyebut penggoda itu Ular karena Hawa menamainya Ular. Bukankah ada tertulis, "… dan seperti nama yang diberikan Adam kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu."? Apakah Hawa memiliki kuasa memberi nama? Hawa memiliki kuasa demikian. Setelah menamai perempuan itu Hawa maka Adam diam seribu bahasa. Hawalah yang menamai anak-anak mereka.
Tanggapan Adrina:
Lagi lagi ini merupakan omong kosong dari seorang pembual ulung ! Yang memberi nama kepada segala binatang / mahluk hidup adalah Adam bukan Hawa (Kej 2:18-20).
Si Ular Tua Bukan Malaikat
Apabila yang menggoda Hawa adalah malaikat, itu berarti malaikat punya kemampuan untuk mencipta dan mengubah wujudnya menjadi ular. Apabila malaikat punya kesaktian demikian, kenapa dia tidak tampil dalam wujud manusia atau binatang lain yang lebih indah? Apabila malaikat punya kesaktian demikian, kenapa tidak ada catatan lain di dalam Alkitab tentang Iblis menggoda manusia dalam wujud manusia atau binatang? Satu-satunya binatang yang berbicara dalam bahasa manusia yang tercatat di dalam Alkitab adalah keledai Bileam dan kita tahu TUHAN Allahlah yang membuatnya berbicara.
Tanggapan Adrina:
Bukan setan mengubah wujudnya menjadi ular, tetapi setan memakai ular sebagai alatnya.
Sebagian teolog mengajarkan bahwa yang menggoda Hawa adalah malaikat sementara ular hanya alat belaka. Malaikat itu merasuki ular dan berbicara kepada Hawa. Satu-satunya catatan roh jahat merasuki binatang di dalam Alkitab adalah kisah Legion merasuki babi. Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa untuk merasuki babi yang binatang haram Legion minta izin atau perintah dari Kristus alias Allah. Dan ketika merasuki babi, Legion tidak berkuasa untuk mengendalikan mereka.
Tanggapan Adrina:
Kalau Alkitab ada mencatat setan bisa merasuki binatang, lalu mengapa dalam persoalan ular , anda tidak mau mengakuinya ? Apakah karena ular itu adalah bapamu ? Sehingga anda tidak tega melihat bapamu dipermalukan ?
Banyak teolog yang mengajarkan bahwa babi-babi yang haram itu terjun ke air karena Legionlah yang mengendalikan mereka. Apabila Legionlah yang mengendalikan babi-babi itu bunuh diri, kenapa mereka tidak mengendalikan orang Gerasa itu bunuh diri sehingga bisa merasuki orang lainnya? Apabila roh jahat boleh merasuki manusia dan binatang seenak jidatnya, kenapa Legion yang jumlahnya 2000-an roh jahat hanya merasuki satu tubuh? Bukankah dengan menyebar lebih efektif dan efisien untuk memusnahkan manusia? Kenapa Legion tidak membuat orang Gerasa itu sakti mandraguna, bukankah cara demikian lebih efektif dan efisien untuk menyesatkan manusia? Kenapa Legion tidak membuat babi-babi haram itu berbicara bahasa manusia? Bukankah dengan demikian, akan banyak manusia yang disesatkan? Handai taulan sekalian, bukankah kisah Legion dan orang Gerasa adalah bukti tak terbantah bahwa malaikat mustahil merasuki ular lalu menggoda Hawa?
Tanggapan Adrina:
Omong kosong ! Setan yang merasuki orang Gerasa itu, justru menyebabkan orang itu ingin bunuh diri (Mrk 5:5). Kalau Yesus tidak datang disana, dia pasti sudah mati.
Iblis bukan malaikat karena malaikat tidak memiliki keturunan. Yesus Kristus mengajarkan bahwa bangsa Yahudi ingin melakukan kehendak Iblis karena mereka adalah anak Iblis, bukan keinginan melakukan kehendak Iblis yang menjadikan bangsa Yahudi anak Iblis. Yesus menyatakan dengan gamblang bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan jasmani Iblis.
Tanggapan Adrina:
Yesus menyatakan dengan gamblang ? gamblang dari hongkong ?
Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 2 Petrus 2:4
Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, Yudas 1:6
Kedua ayat tersebut di atas mengajarkan bahwa malaikat-malaikat yang berbuat dosa dikurung di dalam neraka atau gua-gua yang gelap atau dunia kekelaman sampai hari penghakiman. Ajaran malaikat berdosa diberi kuasa untuk petantang petenteng di dunia mengganggu manusia bukan ajaran Alkitab. Bukankah kedua ayat tersebut adalah jaminan 100% bahwa Iblis bukan malaikat? Sebab, bila Iblis adalah malaikat maka dia pasti dikurung dalam neraka begitu memberontak.
Tanggapan Adrina:
Anda sendiri percaya bahwa setan itu adalah malaikat dan bisa mengganggu / merasuki orang, lalu mengapa anda justru mengkontradiksinya dengan pernyataan di atas ?
Si Ular Tua Pasti Manusia
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22
Kejadian 3:22 adalah JAMINAN 100% bahwa Iblis MUSTAHIL malaikat. Para teolog boleh menggunakan jurus tafsir 1001 mimpi sampai kuda gigit jari namun mustahil menyangkal kebenaran di dalam ayat tersebut.
Tanggapan Adrina:
Apa hubungannya ayat itu dengan iblis dan malaikat ? Lagi-lagi ini hanya omong kosong dari seorang pembual !
Inilah skenario Iblis adalah malaikat yang diajarkan oleh para teolog. Malaikat diciptakan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Dia tinggal di sorga bersama Allah. Salah satu malaikat memberontak sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Karena pemberontakannya maka Iblis pun menjadi musuh Allah. Setelah menciptakan sorga dan dunia, Allah lalu membuang Iblis dan malaikat-malaikatnya ke bumi.
Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa Iblis pun luntang-lantung di taman Eden. Iblis lalu menggoda Hawa melalui ular. Dia menggoda Hawa karena tahu Hawa lebih mudah tergoda dibandingkan Adam. Hawa lebih mudah tergoda karena Dia tidak mendengar perintah langsung dari Allah. Adam lebih hebat, itu sebabnya Iblis tidak menggodanya. Adam yang lebih hebat itu makan buah pengetahuan karena mendengarkan Hawa bukan karena godaan Iblis. Adam lebih tahan godaan, itu sebabnya Iblis menggoda Hawa. Karena tergoda maka Hawa pun menjadi anak Iblis. Allah kehilangan hak cipta-Nya atas manusia ketika Adam dan Hawa berdosa. Iblis mendapatkan hak cipta atas manusia ketika Adam dan Hawa berdosa. Allah ngamuk karena perintah-Nya dilanggar. Allah lalu mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden.
Karena manusia berdosa, maka Allah menjatuhkan hukuman yaitu Adam dan Hawa serta seluruh umat manusia mustahil tidak berbuat dosa. Artinya Adam dan seluruh keturunannya HANYA bisa berdosa dan tidak bisa tidak berdosa. Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan. Itu sebabnya walaupun tahu umat manusia HANYA bisa berdosa dan tidak bisa tidak berdosa karena hukuman-Nya namun Allah tetap menuntut kekudusan dari umat manusia. Kudus berarti tidak berbuat jahat. Tidak berbuat jahat berarti tidak berdosa. Tidak berdosa berarti tidak melanggar perintah Allah. tidak melanggar perintah Allah berarti TAAT. Mustahil Allah memerintah Allah. Mustahil Allah tidak menaati Allah. Itu sebabnya para teolog reformed mengajarkan bahwa Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan.
Adrina: Lalu ?
Apabila yang diajarkan para teolog itu benar, bagaimana dengan masalah ini? Allah memberi sepuluh hukum kepada bangsa Israel untuk ditaati. Salah satu hukumnya berbunyi, "Jangan membunuh!" Semua yang melanggar perintah itu harus dihukum mati. Allah lalu memerintahkan bangsa Israel memusnahkan bangsa-bangsa yang tinggal di tanah Kanaan. Bangsa Israel bingung bukan alang kepalang! Membunuh berarti melanggar perintah Allah. tidak membunuh berarti tidak menaati perintah Allah. Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan itu sebabnya yang melanggar perintah jangan membunuh harus dibunuh dan yang tidak menaati perintah untuk membunuh juga harus dibunuh. Bukankah itu berarti Allah melanggar perintah-Nya sendiri? Bukan! Itu namanya paradok. Apa itu paradok? Paradok artinya walaupun nampak bertolak belakang namun sesungguhnya saling mendukung. Membunuh berarti melanggar perintah, tidak membunuh berarti tidak taat. Bukankah itu yang disebut maju kena mundur kena? Bukankah itu yang disebut makan buah si malakama? Bukan! Itu namanya paradok! Kalau begitu mustahil tidak berdosa dong? Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Itu sebabnya para teolog reformed mengajarkan bahwa Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan. Ha ha ha ha ha …
Tanggapan Adrina:
Aneh, anda yang melemparkan sebuah contoh kasus, tetapi justru anda sendiri yang menjawabnya dan bahkan menertawakannya sendiri … ??? (hemm… Apakah orang ini sedang di rasuk setan, hingga mengakibatkan gila? ).
Apabila yang diajarkan oleh para teolog itu benar, Iblis adalah malaikat yang memimpin sepertiga malaikat memberontak sebelum Adam dan Hawa berdosa, maka itu berarti sebelum Adam dan Hawa berdosa, sudah ada sepertiga lebih satu malaikat yang TAHU hal yang baik dan yang jahat.
Setelah Adam dan Hawa berdosa, inilah yang tercatat di dalam Alkitab, "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Apabila ajaran para teolog itu benar, bukankah itu berarti TUHAN Allah membual ketika mengucapkan kalimat tersebut di atas karena sesungguhnya ada sepertiga lebih satu malaikat yang sudah tahu apa itu yang baik dan yang jahat? Karena TUHAN Allah mustahil membual, bukankah itu berarti sebelum Adam dan Hawa berdosa tidak ada malaikat yang tahu hal yang baik dan yang jahat? Karena tidak ada malaikat yang tahu hal yang baik dan yang jahat, bukankah itu berarti tidak ada malaikat yang memberontak? Karena tidak ada malaikat yang memberontak, bukankah itu berarti Iblis mustahil malaikat? Karena Iblis mustahil malaikat, bukankah itu berarti Iblis adalah manusia?
Tanggapan Adrina:
Kej 1:26 dan Kej 3:22, menceritakan ada semacam perundingan ilahi. Kata ‘kita’ pada ayat itu merupakan kata ganti orang bentuk jamak dan tidak menunjuk pada malaikat, namun pada pribadi-pribadi Allah.
Saat perundingan itu terjadi, malaikat tidak terlibat didalamnya atau Allah tidak sedang berbicara pada malaikat, mengapa? Karena malaikat adalah mahluk ciptaannya, sehingga Dia tidak mungkin berdiskusi / meminta pendapat dari ciptaan-Nya.
Jadi, kalimat hai hai yang saya garis bawahi itu, cuma omong kosong ! tidak ada gunanya.
Hawa Yang Tergoda Namun Adam Yang Berdosa
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Kejadian 3:6
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 3:12
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Kejadian 3:13
Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. 1 Timotius 2:14
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Roma 5:14
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Roma 5:15
Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Roma 5:16
Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Roma 5:17
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Roma 5:18
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Roma 5:19
Paulus dengan tegas dan gamblang serta berulang-ulang mengajarkan bahwa dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman. Oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu. Oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman. Oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa.
Dari generasi ke generasi para teolog mengajarkan bahwa Adam dan Hawa berdosa karena godaan Iblis. Kejadian 3:1-6 dengan gamblang mencatat bahwa Hawalah yang tergoda. Di dalam 1 Timotius 2:14 Paulus menyatakan dengan tegas bahwa Hawalah yang tergoda. Hawa yang tergoda, namun kenapa Adam yang disalahkan? Hawa yang makan buah pengetahuan duluan kenapa dosa Adamlah yang menyebabkan maut menjalar kepada semua orang?
Tanggapan Adrina:
Yang tergoda memang adalah Hawa, tetapi itu karena siapa ? Kej 1:1-5, menjelaskan itu karena ‘ular’. Dan karena godaan / serangan dari iblis itulah, sehingga menyebabkan Hawa memakan buah tersebut.
Sebagian teolog mengajarkan bahwa Adam yang disalahkan walaupun Hawa yang tergoda karena dialah kepala PERJANJIAN. Walaupuan nampak seolah logis namun ajaran demikian sama sekali tidak masuk akal. Abraham adalah kepala perjanjian bangsa Israel dengan Allah. Kenapa Abraham tidak pernah disalahkan atas dosa-dosa bangsa Israel? Apabila ajaran demikian benar, bukankah seharusnya Musa yang disalahkan ketika bangsa Israel berdosa? Bukankah seharusnya para hakim, raja dan nabi serta imam yang disalahkan ketika bangsa Israel berdosa karena merekalah kepala perjanjian dalam generasi masing-masing?
Sebagian teolog mengajarkan bahwa Adam yang disalahkan walaupun Hawa yang tergoda karena larangan makan buah pengetahuan hanya berlaku bagi Adam itu sebabnya TUHAN Allah hanya memberi perintah kepada Adam namun tidak kepada Hawa. Itu sebabnya, di Taman Eden, TUHAN Allah menyalahkan ular dan Adam namun sama sekali tidak menyalahkan Hawa. Di taman Eden Tuhan Allah hanya memberitahu Hawa kesulitan yang akan dia hadapi karena ular menggodanya dan Adam melanggar perintah makan buah pengetahuan. Ajaran ini walaupun nampak masuk akal namun sesungguhnya sangat menyesatkan. Hawa memahami larangan makan buah pengetahuan dengan baik dan dia menganggap larangan itu juga berlaku bagi dirinya. Apabila larangan tersebut tidak berlaku bagi Hawa, bukankah seharusnya TUHAN Allah memberitahu dia? Bukankah seharusnya Adam juga diberitahu sehingga dia tidak menyangka TUHAN Allah membual karena Hawa tidak mati walaupun telah makan buah pengetahuan?
Tanggapan Adrina:
Semuanya (Adam, Hawa dan ular) salah. Tetapi mengapa Alkitab mencatat dosa asal itu dari Adam ? menurut saya itu karena larangan memakan buah tersebut, hanya di berikan Tuhan secara langsung kepada Adam (saat itu Hawa belum diciptakan) Kej 2:16-17. Hawa hanya mendengar larangan tersebut dari Adam.
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Kejadian 3:4-5
Adam memang makan buah pengetahuan namun dia sama sekali tidak tergoda. Berbeda dengan Hawa yang menyatakan dirinya tertipu, Adam sama sekali tidak menyatakan bahwa dia tertipu atau tergoda. Tidak tergoda namun makan, itu berarti dia makan dengan penuh kesadaran. Walaupun tahu perintahnya dan tahu akibatnya serta sama sekali tidak tergoda, namun, kenapa Adam melanggar perintah? Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah karena dia melihat Hawa yang makan duluan tidak mati. Karena Hawa tidak mati, itu berarti TUHAN Allah membual karena takut manusia menjadi seperti Allah.
Tanggapan Adrina:
Memang yang diserang setan adalah Hawa, karena kalau dibanding dengan Adam, Hawa berada dalam posisi yang lemah. Namun bukan berarti Adam tidak terpengaruh sama sekali, karena kalau tidak terpengaruh, lalu mengapa Adam bisa memakannya ?
Mengapa Hawa tergoda / jatuh dalam dosa?
Kej 3:6 "Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya."
Menurut ayat ini, Hawa jatuh dalam dosa, karena melihat buah itu baik untuk dimakan, sedap/menyenangkan dan menarik hati. Lalu Hawa memakannya dan memberikan pada Adam. Tidak benar kalau dikatakan Adam memakannya karena Allah telah berdusta / membual. Adam memakannya karena pengaruh dari Hawa (Kej 3:12,17).
Mustahil menyangkal kebenaran yang diajarkan oleh Paulus dengan tegas dan gamblang serta berulang-ulang. Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Orang itu adalah Adam. Itu berarti Adam adalah manusia pertama yang BERBUAT dosa atau Adamlah yang MENYEBABKAN manusia berdosa. Makan buah pengetahuan adalah dosa. Hawalah yang makan buah pengetahuan duluan. Hawa makan buah pengetahuan karena tertipu oleh ULAR. ULAR yang MENIPU Hawa adalah Adam. Adam manusia pertama yang berdosa. Adam juga manusia pertama yang menyebabkan manusia lain berdosa. Dosa masuk ke dalam dunia OLEH Adam lalu menjalar ke Hawa kemudian ke semua manusia yang dilahirkan perempuan. Itu sebabnya tertulis: Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Orang itu adalah Adam.
Tanggapan Adrina:
Benar-benar pembual ! bagaimana mungkin menyamakan antara Adam dengan ular ?
Kej 3:1 mencatat ular adalah seekor binatang, sedang Adam adalah seorang manusia (Kej 2:15,16,18-23,25). Ular adalah binatang yang cerdik / licik (Kej 3:1), tetapi Adam, sebelum ia memakan buah pengetahuan, dia jelas belum tahu apa-apa (Kej 3:6-7).
Bagaimana mungkin ular adalah Adam, sedangkan Adam sendiri jatuh dalam dosa karena pengaruh dari Hawa (Kej 3:12,17).
Adam Adalah Iblis
Berapa banyak pengetahuan Adam dan Hawa sebelum keduanya makan buah pohon pengetahuan? Saya tidak tahu! Apakah keduanya menyadari bahwa mereka adalah nenek moyang umat manusia yang jumlahnya seperti bintang di langit? Saya tidak tahu! Namun saya tahu, di dalam kehidupan sehari-hari jarang sekali seseorang menjadikan kesadaran beranakcucu sebagai alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Apakah Adam dan Hawa memahami arti kematian? Apabila mereka tidak memahami kematian, itu berarti ancaman kematian tidak berbobot sama sekali. Itu berarti keduanya sama sekali tidak memahami betapa pentingnya larangan makan buah pohon pengetahuan. Saya percaya, Adam dan Hawa memahami arti kematian. Mereka memang tidak memahaminya dengan melihat kematian manusia namun mereka memahaminya dengan melihat kematian binatang.
Tanggapan Adrina:
Sebelum Adam makan buah pengetahuan itu, dia pasti belum memiliki pengetahuan. Itu adalah konsekwensi yang logis. Jadi adalah omong kosong kalau dikatakan Adam menganggap Allah pendusta / pembual.
Saya rasa Adam belum memahami arti dari kematian itu. Karena kalau dia paham betul, dia tentunya akan berpikir 1000 x untuk memakan buah tersebut.
Beda dengan manusia di zaman sekarang, mereka pasti paham betul, apa itu kematian. Setelah mati, hanya ada 2 tempat yang tersedia; SURGA atau NERAKA ! karena mengerti tentang hal itu, maka manusia pasti akan berusaha mencapai surga. Dan untuk bisa ke surga, tidak ada cara lain, selain HARUS PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS KRISTUS ! Kristus adalah satu-satunya jalan, tidak ada jalan lain, tidak ada tempat lain, bahkan tidak ada satu agama / aliran manapun didunia ini (termasuk agama Kristen), yang bisa membawa seseorang ke surga. Selain HARUS LEWAT YESUS !!!
Apakah Adam mengerti semua itu ? tidak ! pemberitaan / nubuat tentang Kristus, justru baru muncul pada Kej 3:15, setelah Adam memakan buah tersebut.
Apabila memahami arti kematian, kenapa Hawa tidak takut mati? Karena dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ular dan tergoda oleh rupa buah pengetahuan. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Bukankah berpengetahuan itu baik? Bukankah makan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat akan mendatangkan pengetahuan? Kenapa Allah justru memberi perintah jangan makan? Kenapa buah yang mendatangkan pengetahuan justru membawa kematian? Mungkinkah Allah tidak mau disaingi, itu sebabnya Dia menakut-nakuti? Mati atau seperti Allah. Bagaimana membuktikan kebenarannya? Nampaknya itulah pikiran yang bergolak di benak Adam.
Tanggapan Adrina:
Saya yakin itu bukan pikiran Adam, tetapi pikiran seorang pembual yang bernama hai hai. Semua itu bisa terjadi karena rencana Allah. Dari sejak kekekalan Dia sudah merencanakannya dan Dia juga yang melaksanakannya dengan tepat !
Adam ingin menjadi seperti Allah. Dia menyangka Allah melarangnya makan buah pengetahuan karena tidak mau disaingi. Mati atau seperti Allah. Dia takut mati namun ingin seperti Allah. Bila buah pengetahuan memang membawa kematian, maka yang mati adalah Hawa. Bila buah pengetahuan tidak mematikan namun memberi pengetahuan maka yang disalahkan adalah Hawa karena dialah yang memetik dan memakannya lalu memberikannya kepada Adam. Itu sebabnya Adam menipu Hawa untuk makan buah pengetahuan. Ketika Hawa tidak mati setelah makan buah itu, Adam pun memakannya. Itu sebabnya Alkitab mencatat bahwa Hawalah yang tergoda, bukan Adam sebab Adamlah yang menggodanya. Itu pula sebabnya ada tertulis, bahwa dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Orang itu adalah Adam.
Tanggapan Adrina:
Saya sudah katakan yang menggoda itu adalah seekor binatang (ular) yang di pakai oleh setan untuk menyerang Hawa. Adam sendiri juga ikut memakannya karena pengaruh dari Hawa. Disini ada 3 pribadi yang berbeda; ular, Adam dan Hawa. Kalau Adam = ular, berarti Adam merubah wujudnya menjadi binatang, ketika menggoda Hawa, lalu mengubah wujudnya kembali menjadi manusia ketika memakan buah yang diberikan Hawa, begitu ? sebegitu saktinyakah Adam ? Benar-benar o’on !
Apa yang dilakukan Adam sangat kejam, licik dan tidak berperikemanusiaan.
Tanggapan Adrina:
Apa yang dilakukan hai hai sangat licik, selicik ‘bapanya’ iblis.
Pembahasan Yohanes 8:44
“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” Joh 8:44.
Ini adalah ayat yang digunakan hai hai sebagai dasar untuk mengatakan iblis = Adam dan Adam pasti masuk neraka ! dia juga mengatakan bahwa orang Yahudi adalah keturunan jasmani dari iblis.
Hai hai berkata: Adrina, di dalam blog ini saya menunjukkan bahwa ucapan Kristus itu harus dipahami dengan akal budi. Saya tunjukkan bahwa bangsa Yahudi adalah KETURUNAN jasmani IBLIS bukan KETURUNAN rohani.
Tanggapan Adrina:
“Iblislah yang menjadi bapamu…” Menurut hai hai, kalimat ini adalah dasar untuk mengklaim bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan jasmani dari iblis.
Saya melihat disini letak ketidakkonsistenan dari hai hai. Pada bagian ini, dia memahaminya secara hurufiah, namun anehnya di bagian yang lain pada ayat yang sama (“ia adalah pembunuh manusia sejak semula”), tidak dipahaminya secara hurufiah, tapi mencari-cari alasan bahwa orang Yahudi bukan keturunan Kain namun keturunan Set.
Yesus memang mengatakan bahwa orang Yahudi adalah ‘anak iblis’. Namun persoalannya adalah, hal tersebut harus dipahami secara hurufiah atau tidak ?
Sebenarnya sangat gampang untuk memecahkannya, lihat saja kalimat selanjutnya: “dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu”. Disini jelas terlihat, mengapa orang Yahudi disebut ‘anak iblis’ ? karena apa yang akan mereka lakukan, sama dengan keinginan / prilaku dari iblis. Apa yang mereka lakukan? Mereka Ingin membunuh Yesus (Yoh 8:37,40). Yesus sepertinya mengidentikkan antara orang Yahudi dengan iblis karena keduanya adalah pembunuh ! Ini cocok dengan identitas iblis sebagai pembunuh manusia sejak semula (“ia adalah pembunuh manusia sejak semula”). Jadi kalau dilihat dari konteks, maka kalimat “Iblislah yang menjadi bapamu…” tidak boleh dipahami secara hurufiah tapi secara simbolis / rohani. Kalau memang harus ditafsirkan secara hurufiah, maka itu akan bertentangan dengan ayat 37 “Aku tahu bahwa kamu adalah keturunan Abraham..” Ayat ini mencatat bahwa orang Yahudi adalah keturunan jasmani dari Abraham.
Ini juga sekaligus membuktikan bahwa teori hai hai yang mengatakan Alkitab tak boleh ditafsirkan tetapi harus dipahami adalah SALAH !
Hai hai berkata: Nona, apakah ucapan Kristus di dalam Yohanes 8:44 kurang TUNTAS menyatakan bahwa ADAM alias IBLIS pasti masuk neraka? Apakah ajaran tentang Iblis alias ADAM di dalam Alkitab kurang tuntas mengajarkan bahwa Adam alias Iblis pasti masuk neraka? Inilah jaminan 100% bahwa Adam pasti masuk neraka.
Tanggapan Adrina:
Bukan hanya kurang tuntas, tetapi tidak berdasar sama sekali !
Coba tunjukkan dalam ayat itu, mana kata ‘Adam’ ?, tunjukkan mana kalimat yang mengatakan “Adam pasti masuk neraka” ? Bahkan di ayat itupun tidak disebutkan bahwa iblis pasti masuk neraka.
Mungkin Hai hai berkata: “kita harus menghubungkannya dengan ayat-ayat yang lain misalnya Kejadian 3”. Ok, silahkan dihubung-hubungkan dan dicari-cari sampai sapi gigit jari, pasti tidak akan ketemu !!!
(Saya juga sudah mencari-cari ayat yang mengatakan hai hai pasti masuk neraka, juga tidak ketemu).
“ia adalah pembunuh manusia sejak semula”, kata ‘sejak semula’ itu menunjuk saat iblis mulai menjadi pembunuh. Adam adalah manusia pertama, tentunya iblis tidak bisa menjadi pembunuh manusia sebelum ada manusia yang dapat dibunuh. Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, saat itulah manusia ‘mati’. Manusia menjadi terpisah dari Allah, hubungannya menjadi terputus dan di hukum. Namun Alkitab sama sekali tidak menjelaskan dengan pasti bahwa Adam pasti masuk neraka !
Hai hai berkata: iblis adalah Adam
Tanggapan Adrina:
Lihat identitas iblis menurut Yohanes 8:44
- Ia adalah pembunuh
- Pembunuh manusia sejak semula
- Tidak hidup dalam kebenaran
- Dalam dia tidak ada kebenaran
- Ia adalah pendusta
- Ia adalah bapa segala dusta
Apakah semua kriteria itu ada dalam seorang manusia Adam ?
Arwah Adam gentayangan 
Hai hai berkata: Nona, jangan tolol, Adam tidak dibangkitkan, ARWAHNYA yang gentayangan.
Tanggapan Adrina:
Disini saya melihat bahwa pandangan hai hai ini sama dengan Andreas Samudra:
Andereas Samudera: “Orang mati dapat memasuki tubuh orang hidup dengan banyak cara. Praktek seorang medium yang mengundang arwah untuk memasuki dirinya, tentu menyebabkan arwah itu tinggal dalam jiwanya. Menyembahyangi orang mati juga mengakibatkan arwah itu tinggal dalam tubuh si penyembah. Seringkali orang mati masuk tubuh seseorang lewat mimpi” - ‘Dunia Orang Mati’, hal 78.
Menurutnya arwah orang mati bisa bergentayangan dan merasuki orang hidup.
Meskipun hai hai tidak mengakuinya, tapi saya tetap mengatakan hai hai adalah ‘murid’ dari Andreas Samudera, mengapa ? karena ajarannya sama !
Ini jelas bukan ajaran dari Kitab Suci ! orang yang sudah mati, arwahnya tidak bisa bergentayangan !
Ayub 7:9-10 - “Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya”.
Pengkhotbah 9:5-6 - “Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari”.
Orang yang sungguh-sungguh percaya pada Yesus, tidak mungkin dirasuk setan / roh orang mati !
1Kor 6:19 - “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”
2Kor 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Lihat tulisan / diskusi saya disini:
Apakah orang percaya bisa di rasuk setan ?
Hai hai berkata: Nona, jangan YAK-YAK-O. Allah tidak mengubah Adam menjadi Iblis namun Adam sendiri yang menjadikan dirinya IBLIS.
Tanggapan Adrina:
Apa tujuan Allah mengijinkan Adam untuk menjadi iblis ?
Apakah malaikat yang memberontak (setan), kurang hebat / sakti untuk menggoda manusia ?
Apakah setan kurang banyak, sehingga perlu ditambah dengan iblis ?
Berarti Tuhan jahat, karena telah ijinkan iblis hadir di dunia setelah adanya setan, karena akan semakin besar kemungkinan untuk manusia jatuh dalam dosa sehingga neraka bisa semakin terang benderang ?
Tidak ada satupun ayat dalam Kitab suci yang mengatakan Adam setelah mati, arwahnya gentayangan dan menjadi iblis !.
Hai hai berkata: Alkitab mengajarkan bahwa manusia dan malaikat adalah dua jenis makluk yang berbeda. Walaupun Alkitab tidak mengajarkannya, namun nampaknya perbedaan JENIS itulah yang membuat Setan nggak mampu mengendalikan manusia. Walaupun Alkitab tidak mengajarkannya dengan gamblang, nampaknya Setan merasuki manusia karena dia INGIN menjadi manusia. Selama di dunia Iblis menggoda manusia, namun selama di sorga Iblis menggoda malaikat berbuat dosa.
Tanggapan Adrina:
Berarti iblis bisa keluar masuk sorga dengan tujuan untuk menggoda malaikat berbuat dosa ? Benar-benar O’ON, silahkan digodain sampai sapi gigit jari, malaikat tak bakalan tergoda !
Kesimpulan :
Apa kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan hai hai ini ?
Cukup satu kata saja: Hai hai YAK-YAK-O !!!
Ajarannya bahwa Adam adalah iblis, dan setelah mati arwahnya bisa bergentayangan untuk menggoda bahkan merasuk manusia hanyalah isapan jempol belaka !
@ADRINA : plok plok plok
luarrr biasaaa...
thank's ya adrina, udah mau repot-repot...
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
In reply to @ADRINA : plok plok plok by jesusfreaks
Permalinkikutan..
thanks ya bu adrina..tapi aku sih males banget nanggepin haihai, sayang waktuku ngurusin mahkluk gak jelas ini.adrina, mau nambahin dikit buat kamu aja nih..kalau memang iblis itu adam atau ular itu adam seperti kata haihai, kenapa juga alkitab mencatat: Tuhan mengutuk ular itu berjalan dengan tubuhnya, dan Tuhan mengadakan permusuhan antara keturunan Hawa dan keturunan ular itu.terus pikir deh, Tuhan Yesus juga gak mengutuk Yahudi itu: hai keturunan Adam!tapi Tuhan Yesus mengutuk: hai keturunan ular beludak.terus liat lagi deh di silsilah Injil: Yesus itu Anak Adam, Anak Allah.So, Yesus sendiri gak malu disebut Anak Adam.Jika iblis itu Adam, pasti Yesus gak mau disebut Anak Adam.Ayo semangat Adrina, senang kenal dengan kamu yang berkobar2 bagi Injil.Dari dulu saya sangat ''terganggu'' dengan hadirnya haihai menghina orang2, sekarang saya baru tahu bahwa ajarannya memang ngaco belo, sehingga mungkin saja dia ini memang saudara palsu atau penyusup, sehingga tidak heran bila perkataannya demikian.dia yang menghina ionaes rakhmat, mungkin tanpa sadar dia sekarang menjadi penerus ioanes rakhmat.. weleh weleh weleh.. bablas..salam kasih, adrina...
@adrina ANDA ABU-ABU !!!
Blogger abu-abu seperti KAMI ha ha ha ha nol kuntul
Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.
In reply to @adrina ANDA ABU-ABU !!! by sandman
Permalink@ Sandman, jelaskan.
Bisa dijelaskan di mana letak keabu-abuan saya / KAMI ?
@Adrina, Dagelan Kamu Lucu
Adrina, congratulation! Dagelan kamu lucu!
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
In reply to @Adrina, Dagelan Kamu Lucu by hai hai
Permalink@ hai hai, omong besar tapi OMPONG !
hai hai MENANTANG
Adrina, saya tunggu unjuk kemampuan anda menguliti blog ini. Bila anda tidak mampu, undang handai taulan anda beramai ramai juga guru-guru anda untuk menguliti blog ini bahkan semua blog saya yang anda anggap SESAT. Biar kita bisa sama sama melihat, mana yang ajajan sejati Alkitab dan mana yang ajaran hikmat manusia.
Anda YAKIN bahwa IBLIS adalah MALAIKAT sementara Alkitab mengajarkan bahwa IBLIS bukan MALAIKAT karena IBLIS adalah ADAM. Bila anda hendak menentang blog ini maka seharusnya yang anda lakukan adalah menunjukkan kepada para blogger bahwa ayat-ayat yang saya gunakan untuk mendukung ajaran IBLIS adalah ADAM sama sekali tidak mengajarkan hal demikian.
Bila anda HEBAT dan SANGGUP bertarung, bukankah seharusnya anda MENGULITI apa yang saya ajarkan tersebut di atas? Tunjukkan bahwa ketika mengucapkan Yohanes 8:44 Yesus sama sekali tidak mengajarkan bahwa bangsaIsrael adalah keturunan JASMANI Iblis
Kelihatannya anda suka OMONG BESAR tapi sayang gigimu OMPONG !
Saya sudah membuktikan bahwa iblis bukanlah Adam, sekarang giliranmu untuk menanggapinya, jangan Cuma OMONG BESAR.
Monggo mas…
In reply to @ hai hai, omong besar tapi OMPONG ! by Adrina
PermalinkIni Blog ...
Blog ini intisarinya apa?? copy paste BLOG hai-hai terus di beri koment? jadi bagaimana si IBLIS bisa punya keturunan? bagaimana IBLIS menjadi BAPA israel? gak jelas, tong kosong doang...
Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.
In reply to Ini Blog ... by sandman
Permalink@ sandman...
Intisarinya: ADAM BUKAN IBLIS.
jadi bagaimana si IBLIS bisa punya keturunan? bagaimana IBLIS menjadi BAPA israel? gak jelas,
Orang Yahudi bukan keturunan jasmani iblis, mereka yang berperilaku seperti iblis disebut sebagai 'anak iblis'.
Gimana sudah jelas ? khan sudah dijelaskan...
Tong kosong doang...
Ya, anda benar, hai hai memang suka omong besar, tapi isinya nol besar. Dia memang layak di juluki tong kosong doang...
gimana ?
@ Adrina, Hai2, SF soal Adam gentayangan
Saya memberikan ucapan selamat dan salut, bahwa Adrina mau sibuk meladeni tulisan Hai2 soal Adam=Iblis dan Iblis=Adam, soal Adam gentayangan, soal Adam merasuk Yudas, dll, (orang mati kok gentayangan, ini satu lagi ajaran SESAT).
Saya pikir cukuplah sudah bagi Hai2 dan rekan2nya yg sepandangan dg beliau untuk introspeksi dengan pernyataan2 mereka yg jelas-jelas tidak Alkitabiah, sampai2 saya menyuruh mereka kembali ke SM Tingkat Kanak-Kanak, atau kalo mereka punya anak, keponakan, tanya saja sama anak2 mereka yg Sekolah Minggu, bisa jadi mereka lebih jago soal Adam, dan Iblis, dll.
Selamat berkarya, semoga kita semua menulis blog yg bermutu dan bermanfaat. GBU all
1 korintus 15:58
In reply to @ Adrina, Hai2, SF soal Adam gentayangan by Adam Kurniawan
Permalink@ JF, @ Adam
Thank's...
Semoga bisa bermanfaat bukan hanya bagi Hai hai, tapi bagi setiap orang yang membacanya.
GBU.
In reply to @ JF, @ Adam by Adrina
PermalinkADAM= Iblis?
Hai Adrina,
Salam kenal..Terima kasih atas tulisan anda mengkomentari tulisan hai2..
Sangat bermanfaat bagi saya..
JBU
In reply to ADAM= Iblis? by vlad
Permalink@Vlad, Thanks
Ini adalah sebagian kecil dari tanggapan saya terhadap tulisan Hai hai, di kesempatan lain, jika ada tulisan siapa saja yang menurut saya keliru / salah, akan terus saya tanggapi. Tetapi yang menjadi prioritas saya adalah masalah-masalah yang mendasar (mengenai iman Kristen, keilahian Yesus, Allah Tritunggal, dsb).
Thanks.
Adrina: Yesus tidak pernah...never
Adrina :Sebagian teolog mengajarkan bahwa saat itu Yesus sedang melampiaskan kekesalan-Nya dengan memaki bangsa Yahudi anak Iblis, itu sebabnya ucapan-Nya harus dipahami sebagai makian belaka.
Maaf Adrina yang masih balita,...baru 5 tahun yah,.....Mungkin teolog itu hanya teolog Palsu, dan teolog jadi jadian, bukan teolog sungguhan..
KArena TIDAK PERNAH YESUS MENGATAKAN DAN BERKATA
SESUATU DENGAN TIDAK MEMPUNYAI MAKNA DAN SIA SIA....NEVER......
smile
In reply to Adrina: Yesus tidak pernah...never by smile
Permalink@ Smile, anda benar !
Ya, saya setuju, Yesus memang tidak pernah mengatakan sesuatu yang tanpa makna !
sebutan 'anak iblis', memang merupakan makian / perkataan yang keras bagi orang Yahudi.
Yang menjadi kesalahan para teolog yang disebut hai hai itu adalah mereka HANYA MENGANGGAP SEBAGAI MAKIAN BELAKA.
Sebetulnya Yesus sedang memaksudkan bahwa prilaku mereka (orang Yahudi) sama dengan iblis.
Tetapi anehnya, jaman sekarang ada pengkotbah yang melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan, namun justru pengkotbah itu di kecam habis-habisan !
In reply to @ Smile, anda benar ! by Adrina
PermalinkAdrina : just love 2 shaRe
Adrina....
Tetapi anehnya, jaman sekarang ada pengkotbah yang melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan, namun justru pengkotbah itu di kecam habis-habisan !
Boleh nanya ga, bisakah anda memberi contoh seperti apa pengkotbah itu berkata, dikecamnya juga seperti apa?
Adrina,...saya sudah hampir 2 bulan ini membaca kitab suci agama lain...hanya ingin mengetahui apa yang ada didalamnya, karena jika kita ingin mengetahui secara jelas, maka kita harus membaca dulu sumbernya, sehingga kita tidak salah persepsi dengan apa yang tidak kita imani.
Dan ternyata dari awal saya membacanya, yang ada terlihat OTORITAS itu hanya milik ALLAH dan tak ada sama sekali pada nya. Yesus berbeda, DIA memegang OTORITAS penuh....dan bisa mengatakan,...agar kita mengikutiNYA.
Yang saya bicarakan disini, teolog yang berkata itu apakah mempunyai pemikiran sama dengan Yesus? kalau sama kenapa diprotes.
Memang penyesat itu harus ada,....tapi dimana dan bagimanakah hal itu terjadi.
Disatu sisi yang sebelah selalu mengajarkan semuanya "REAL SECARA DUNIAWI" dan yang satu "REAL SECARA SURGAWI"
Bicara tentang Yahudi.... kenapa Yesus marah kepada umat pilihanNya sendiri? Untuk itu saya selalu berpikir, Yahudi yang dimaksud tentulah secara Rohani dan bukan secara harafiah....
Adrina :Sebetulnya Yesus sedang memaksudkan bahwa prilaku mereka (orang Yahudi) sama dengan iblis.
Jadi jika perilaku mereka sama dengan iblis, kenapa Yesus memilih iblis sebagai umat pilihanNya?
Dulu ada yang mengatakan, untuk mengetahui orang Yahudi itu seperti apa, untuk mengetahui Yesus itu seperti apa,.kita harus belajar bahasa Yahudi, dan mengetahui secara jelas tentang ke Yahudi an itu sendiri...tapi apakah yang dimaksud itu Yahudi yang Yahudi itu?
Kenapa selalu Yahudi dan Yahudi yang diributkan, sedangkan orang Yahudi sendiri lebih percaya kepada Hukum Taurat?
Ada "kepercayaan" lain yang juga sangat benci dengan orang Yahudi....kenapa yah?
Ketika saya membaca kitab yang lain dari keprcayaan yang lain, yang ada hanya jika kamu A maka kamu akan B.
jika kamu C maka kamu akan D.
Semua itu diajarkan sudah baku. dan tidak bisa ditolak lagi.Tak ada pengkotbahnya yang menentang dan berseberangan,....semuanya hanya punya "CIRI KHAS" karena sumber nya itu sudah jelas....
Ada sisi bagus yang bisa ditiru..."BERSATU"
Smile...yang lagi bingung...smile yang berharap.....
In reply to Adrina : just love 2 shaRe by smile
Permalink@smile, gimana ?
Adrina....
Tetapi anehnya, jaman sekarang ada pengkotbah yang melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan, namun justru pengkotbah itu di kecam habis-habisan !
Boleh nanya ga, bisakah anda memberi contoh seperti apa pengkotbah itu berkata, dikecamnya juga seperti apa?
Tak usah jauh-jauh, ketika saya mengatakan hai hai "anak iblis", tolol, bidat (penyesat), dsb, ada beberapa yang menuduh saya kasar, arogan, dan justru ada yang memfitnah saya dengan mengatakan bahwa yang saya katakan itu tak punya bukti.
Saya juga tahu, ada seorang pendeta yang ketika menghajar para bidat, dengan kata-kata; tolol, dsb, eh..... pendeta itu malah di cap sebagai sombong, arogan, tidak punya kasih, dsb.
Lalu saat Yesus melakukan hal yang sama, mengapa mereka tak berani MEMPROTESNYA ?
Adrina,...saya sudah hampir 2 bulan ini membaca kitab suci agama lain...hanya ingin mengetahui apa yang ada didalamnya, karena jika kita ingin mengetahui secara jelas, maka kita harus membaca dulu sumbernya, sehingga kita tidak salah persepsi dengan apa yang tidak kita imani.
Dan ternyata dari awal saya membacanya, yang ada terlihat OTORITAS itu hanya milik ALLAH dan tak ada sama sekali pada nya. Yesus berbeda, DIA memegang OTORITAS penuh....dan bisa mengatakan,...agar kita mengikutiNYA.
Apa yang anda maksud dengan OTORITAS itu hanya milik Allah, adalah otoritas untuk memaki seseorang ?
Saya kira tidaklah demikian, karena para rasul juga melakukan hal yang sama. Kitapun bisa melakukannya asal PUNYA BUKTI YANG JELAS DAN BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN.
Yang saya bicarakan disini, teolog yang berkata itu apakah mempunyai pemikiran sama dengan Yesus? kalau sama kenapa diprotes.
Menurut hai hai teolog itu hanya memahaminya sebagai makian belaka, makanya saya protes.
Memang penyesat itu harus ada,....tapi dimana dan bagimanakah hal itu terjadi.
Saya telah melihatnya dengan jelas penyesat itu ada di SS ini !
Disatu sisi yang sebelah selalu mengajarkan semuanya "REAL SECARA DUNIAWI" dan yang satu "REAL SECARA SURGAWI"
Bicara tentang Yahudi.... kenapa Yesus marah kepada umat pilihanNya sendiri? Untuk itu saya selalu berpikir, Yahudi yang dimaksud tentulah secara Rohani dan bukan secara harafiah....
Mengenai Yahudi sebagai umat pilihan saya punya pendapat yang lain, tapi itu sudah tak cocok lagi dengan topik.
Saat Yesus marah pada orang Yahudi, itu tidak berarti Yahudi secara simbolis, tapi secara literal, karena mereka benar-benar membunuh dan menyalibkan Yesus. Itulah sebabnya mengapa Yesus menyebut mereka anak iblis.
Adrina :Sebetulnya Yesus sedang memaksudkan bahwa prilaku mereka (orang Yahudi) sama dengan iblis.
Jadi jika perilaku mereka sama dengan iblis, kenapa Yesus memilih iblis sebagai umat pilihanNya?
Yang sama adalah perilakunya / tindakannya, bukan pribadinya. Orang Yahudi dan iblis, jelas berbeda secara pribadi.
Dulu ada yang mengatakan, untuk mengetahui orang Yahudi itu seperti apa, untuk mengetahui Yesus itu seperti apa,.kita harus belajar bahasa Yahudi, dan mengetahui secara jelas tentang ke Yahudi an itu sendiri...tapi apakah yang dimaksud itu Yahudi yang Yahudi itu?
Saya tak mengerti maksud anda.
Kenapa selalu Yahudi dan Yahudi yang diributkan, sedangkan orang Yahudi sendiri lebih percaya kepada Hukum Taurat?
Orang Yahudi sendiri / ahli Taurat, dsb, ada tercatat dalam Alkitab. Jadi kalau saya dan hai hai "meributkannya", menurut saya itu wajar saja.
Ada "kepercayaan" lain yang juga sangat benci dengan orang Yahudi....kenapa yah?
Ya, mereka memang sangat membencinya. Tak tahu apa motifnya, mungkin mereka menganggap Yahudi itu identik dengan kekristenan, padahal menurut saya justru sangat bertolak belakang.
Ketika saya membaca kitab yang lain dari keprcayaan yang lain, yang ada hanya jika kamu A maka kamu akan B.
jika kamu C maka kamu akan D.
Semua itu diajarkan sudah baku. dan tidak bisa ditolak lagi.Tak ada pengkotbahnya yang menentang dan berseberangan,....semuanya hanya punya "CIRI KHAS" karena sumber nya itu sudah jelas....
Sebagai sesama kristen, saya hanya bisa memberi masukan kepada anda; membaca kitab agama lain boleh saja, tetapi menurut saya yang harus diutamakan adalah Kitab Suci kita sendiri, itu yang harus dipelajari dengan mati-matian. Sehingga saat di tanya oleh orang yang belum percaya, kita bisa mempertanggung jawabkannya.
Ada sisi bagus yang bisa ditiru..."BERSATU"
Ya, sekalipun kita berbeda-beda dalam pemahaman KS, namun saya yakin; semua orang yang sungguh-sungguh percaya pada Yesus, adalah SATU didalam Tuhan, kita bersaudara, MARILAH BERSATU !!!
Smile...yang lagi bingung...smile yang berharap.....
Gimana Smile ?
In reply to @smile, gimana ? by Adrina
PermalinkAdrina.last chapter....
smile :Dan ternyata dari awal saya membacanya, yang ada terlihat OTORITAS itu hanya milik ALLAH dan tak ada sama sekali pada nya. Yesus berbeda, DIA memegang OTORITAS penuh....dan bisa mengatakan,...agar kita mengikutiNYA.
adrina :Apa yang anda maksud dengan OTORITAS itu hanya milik Allah, adalah otoritas untuk memaki seseorang ? Saya kira tidaklah demikian, karena para rasul juga melakukan hal yang sama. Kitapun bisa melakukannya asal PUNYA BUKTI YANG JELAS DAN BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN.
smile: adrina, sangat tampak emosi anda yang meluap luap terhadap Hai Hai...cuaca boleh panas tapi pikiran harus tetap dingin yah..Saya tidak menyalahkan anda, walaupun sebenarnya anda tidak menjawab apa yang saya tanyakan sebenarnya,.....
Coba anda simak sekali lagi makna dan tujuan saya,....saya hanya mengkompare kepercayaan kita dengan kepercayaan "sepupu" kita,....Sebenarnya melenceng dari hanya membahas Hai Hai dan Hai Hai.
Tapi sampai disini, terimakasih atas penjelasannya,...semoga imanmu menyelamatkanmu, dan semoga kasihmu mengalahkan bencimu....kepada orang yang harus anda kasihi, dan bukan hanya bisa anda maki.
Karena dari sinilah saya menemukan sebuah ajaran yang membuat saya akhirnya berani mengatakan :
JANGAN MENGATAKAN ORANG BODOH KALAU KITA TIDAK PINTAR
JANGAN MENGATAKAN ORANG SESAT KALAU KITA SENDIRI TIDAK HIDUP DALAM KEBENARAN...
JANGAN PELAJARI ALKITAB DAN FIRMAN TUHAN HANYA UNTUK SEBUAH PERDEBATAN TANPA AKHIR, TAPI PERGUNAKANLAH ITU UNTUK MENJADIKANMU LEBIH BAIK DAN BENAR DARIPADA HARI INI DIHADAPAN SANG ILLAHI
Thank u, nice to share with u
In reply to Adrina.last chapter.... by smile
Permalink@smile, "kemarahan" merupakan bukti kasih
smile: adrina, sangat tampak emosi anda yang meluap luap terhadap Hai Hai...cuaca boleh panas tapi pikiran harus tetap dingin yah..Saya tidak menyalahkan anda, walaupun sebenarnya anda tidak menjawab apa yang saya tanyakan sebenarnya,.....
Anda tahu dari mana emosi saya meluap-luap terhadap Hai hai ?
Anda perlu tahu, saat debat dengannya, saya justru tertawa terpingkal-pingkal melihat makiannya terhadap saya (misalnya saat dia bilang saya bibir sumbing, kambing bandot, dsb). Kalau anda tak percaya, itu terserah anda.
Jadi saya tidak membencinya mati-matian, justru sebaliknya !
Coba anda simak sekali lagi makna dan tujuan saya,....saya hanya mengkompare kepercayaan kita dengan kepercayaan "sepupu" kita,....Sebenarnya melenceng dari hanya membahas Hai Hai dan Hai Hai.
Tapi sampai disini, terimakasih atas penjelasannya,...semoga imanmu menyelamatkanmu, dan semoga kasihmu mengalahkan bencimu....kepada orang yang harus anda kasihi, dan bukan hanya bisa anda maki.
Saat saya memaki Hai hai, saya tidak asal-asalan. Saya punya tujuan yang jelas. Tujuan saya adalah seperti tulisan anda yang saya beri warna biru tebal itu.
Karena dari sinilah saya menemukan sebuah ajaran yang membuat saya akhirnya berani mengatakan :
JANGAN MENGATAKAN ORANG BODOH KALAU KITA TIDAK PINTAR
JANGAN MENGATAKAN ORANG SESAT KALAU KITA SENDIRI TIDAK HIDUP DALAM KEBENARAN...
Saat memarahi Hai hai, saya tidak merasa diri saya lebih pintar atau lebih benar dalam hidup. Itu saya lakukan sebagai tanggung jawab saya sebagai pengikut Kristus.