Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Purnawan Kristanto's blog

Purnawan Kristanto's picture

Pemimpin itu Gedibal

Siapa bilang Amerika itu negara makmur? Tahun ini, utang negeri paman Sam ini mencapai 14,3 triliun dollar AS.  Utang itu sudah setara dengan 100 persen dari produksi domestik bruto (PDB) AS selama setahun. Supaya lebih mudah membayangkannya ilustrasinya begini: utang Amerika itu baru bisa dilunasi jika selama setahun rakyat Amerika tidak melakukan konsumsi (termasuk makan dan minum), tidak berinvestasi, para pegawai tidak digaji dan belanja pemerintah distop. Semua uangnya dikumpulkan untuk membayar utang. Barulah utang mereka lunas.

Purnawan Kristanto's picture

Pangkas Rapat dengan SMS Grup viaTwitter

Saya pernah menulis tentang sistem informasi SMS massal. Dengan alat dan program tertentu, kita dapat mengirimkan SMS ke ribuan nomor dengan waktu yang [hampir] bersamaan.  Akan tetapi sistem ini masih ada kekurangannya. SMS ini bersifat satu arah. Satu orang mengirimkan ke banyak. Jika ada pihak yang merespon, maka SMS itu hanya diterima oleh operator sistem tersebut. Penerima yang lain tidak bisa membacanya kecuali si operator mengirim ulang ke semua penerima.

Purnawan Kristanto's picture

Undangan Rapat Via SMS Gratis

Jika sebuah gereja memiliki aktivitas dan program yang banyak, maka wajar jika frekuensi acara rapat cukup tinggi. Hal ini berkait dengan undangan yang disebar. Undangan biasanya menggunakan kertas, digandakan dengan mesin fotokopi dan diedarkan ke alamat calon peserta rapat.  Semuanya itu membutuhkan ongkos. Untuk satu lembar kertas fotokopi, dikenai biaya Rp. 150-200/lembar. Kemudian untuk mengedarkannya juga membutuhkan bahan bakar atau membayar ongkos kurir. Lalu bila dilihat dari sisi lingkungan hidup, kertas undangan juga ikut andil dalam penggundulan hutan. Untuk penggandaannya, undangan membutuhkan tenaga listrik yang pasokannya mulai terbatas. Lalu untuk mengantarkan undangan juga dibutuhkan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan.

 

Demi penghematan dan kelestarian lingkungan, maka gereja perlu mengurangi penggunaan kertas undangan. Sebagai penggantinya, gereja dapat memanfaatkan layanan SMS gratis yang disediakan oleh google mail dan yahoomail. Gratis? Sebenarnya tidak murni gratis karena dibutuhkan sambungan internet. Namun mengingat hampir semua gereja di kota sudah memiliki sambungan internet, maka tak ada kendala untuk menggunakan aplikasi ini. Mulai bulan Agustus ini, GKI Klaten mulai meninggalkan undangan kertas dan menggantinya dengan SMS. Jika gereja Anda juga berminat melakukan hal yang serupa, berikut caranya.

Purnawan Kristanto's picture

Persembahan karena Takut

upeti

Pada karnaval di Klaten, saat peserta sampai di panggung kehormatan, beberapa kontingen menyerahkan bingkisan kepada bupati Klaten. Bentuknya bermacam-macam. Ada berupa keranjang buah, satu bakul jajanan pasar, hasil kerajinan tangan bahkan ada yang menyerahkan seikat besar pete. Yang menyerahkan bingkisan ini kebanyakan berasal dari instansi pemerintah, sekolah dan camat.

Purnawan Kristanto's picture

Tour de Cangkem at Puerto Qerto [Day Two]

Hari kedua di Purwokerto, kami disambut selimut kabut. Mas Arie sudah lebih dulu bangun dan asyik bersaat-teduh di depan laptopnya. Sebelum sarapan, aku menyambar kamera untuk sarapan mata lebih dulu. Pukul 6, jalan mulai dipadati kendaraan. Aku putuskan untuk mengunjungi Taman Makam Pahlawan "Tanjung Nirwana," yang hanya berjarak 500 meter dari hotel. Gerbang utamanya digembok. Mustahil untuk masuk ke dalam.

Makam ini dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan lagi oleh tembok. Bagian depan adalah tanah kosong dengan tugu serupa menhir di bagian tengah. Barangkali di sini sering dipakai untuk upacara. Sedangkan di bagian belakang adalah wilayah pemakaman, namun sayangnya tidak terlihat karena tertutup pagar tembok. Di sekeliling pemakaman ini, terdapat perkampungan yang cukup padat.

13111830951604664398

Purnawan Kristanto's picture

Tour de Cangkem at Puerto Qerto [Day One]

Dalam bahasa Jawa, “cangkem” itu artinya mulut. Dalam konteks tertentu, “cangkem” itu berkonotasi negatif. Untuk ungkapan yang lebih halus, biasanya dipakai kata “Tutuk.” Selama dua hari, 15 dan 16 Juli, aku dan teman-temanku mengadakan aktivitas yang berkaitan dengan mulut. Pertama, wisata kuliner yaitu aktivitas mencicipi makanan. Kedua, menjadi fasilitator di tiga pelatihan. Aktivitas ini juga melibatkan mulut. Inilah ceritanya:

Saat turun dari bus Trans Jogja, aku sudah terlambat 20 menit dari waktu yang disepakati.  “Saya menunggu di shelter Bumiputera di seberang hotel Santika.” Itulah bunyi SMSku pada mas Agus dan mbak Tina. Sepuluh menit berlalu, tidak ada respons dari mereka. Aku memutuskan menunggu saja sambil membaca berita Ruhut Sitompul yang menikah lagi. Gereja jelas mengharamkan poligami. Anehnya, pendeta gereja itu mau melayani pemberkatan permikahan. Alasannya karena mendapat tekanan dari ketua sinodenya. “Berarti ketua sinode lebih berkuasa dari Yesus,” gumamku sendirian. Tiba-tiba dari sudut mata, terlihat mobil Xenia merah hati yang menepi. Jemputanku sudah datang.

Purnawan Kristanto's picture

Foto-foto Inspiratif

Akhir-akhir ini  saya sedang kesengsem dengan hobi fotografi. Bulan Agustus 2010, saya memutuskan untuk membeli kamera DSLR jenis entry level (bahasa lugasnya: "Yang paling murah"). Ini adalah mimpi puluhan tahun yang menjadi nyata.

Tahun 1993, saya mengambil mata kuliah Fotografi yang diajar oleh Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Udoro. Sejak itu, saya kesengsem dengan dunia potrek-memotrek. Sayangnya, karena perekonomian saya berada sedikit di atas garis kemiskinan, saya tidak tega menuntut dibelikan kamera oleh orangtua. Lagipula biaya pembelian film dan cetak masih terbilang mahal bagi saya. Biaya beli film, cuci dan cetak satu rol saja setara dengan uang jadup (jatah hidup) selama sebulan. Untuk menyiasatinya, maka saya selalu menawarkan diri menjadi seksi dokumentasi di berbagai kepantiaan. Salah satunya saya pernah jadi fotografer Kejuaraan Catur Mahasiswa tingkat Asean.

Purnawan Kristanto's picture

Si Pungguk Merekam Gerhana Bulan Total

1308286745451587548

 

Gerhana bulan total yang terjadi pada Kamis (16/6/2011) memang mendapat perhatian besar dari kalangan pengamat astronomi di seluruh dunia. Sebab, peristiwa gerhana ini termasuk yang terlama dalam sejarah karena mencapai masa total sekitar dua jam. Peristiwa ini dapat disaksikan langsung di sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang dini hari hingga subuh.

Purnawan Kristanto's picture

Kamu Mirip [si]Apa?

Pernahkah Anda melihat gambar sesuatu tapi Anda lupa dimana gambar itu diambil atau bahkan lupa itu gambar apa Google memperkenalkan fitur-fitur baru di mesin pencarian miliknya yaitu Search by Images. Apa fungsi fitur ini? Fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah foto ke Google Image Search dan 'bertanya' kepada Google, gambar apakah itu. Caranya cukup mudah.

Purnawan Kristanto's picture

Pisungsung Unduh-unduh

KambingCerita tersisa dari gempa bulan Mei 2006. Rumah milik seorang kakek di Gantiwarno, Klaten, ambruk rata dengan tanah. Penghuninya selamat. Kandang kambingnya ambruk, tapi ternaknya kalis dari bencana. Bulan Juni, tepatnya hari Pentakosta, Gereja Kristen Jawa punya tradisi riyoyo unduh-unduh. Jemaat datang ke gereja sambil membawa pisungsung (persembahan) panenan hasil bumi atau ternak. Meski hidupnya terpuruk ke titik nol, kakek ini tetap punya kerinduan untuk pisungsung. Hartanya yang tersisa hanya 3 ekor kambing. Minggu itu, dia menuntun kambingnya yang paling gemuk ke gereja.  

Purnawan Kristanto's picture

Timeline Twitter Yesus pada Pentakosta

Jika pada hari Pentakosta sudah ada Twitter, maka kira-kira Timeline akun Twitter milik Tuhan Yesus akan seperti ini:

 

Purnawan Kristanto's picture

Easyworship VS Powerpoint untuk Dukung Ibadah Gereja

 

LCD

Pemakaian LCD projector sebagai penunjang ibadah sudah diterima luas di kalangan. Ada banyak gereja, baik itu gereja besar maupun gereja kecil, yang memanfaatkan layar proyeksi ini untuk menayangkan syair lagu, garis besar khotbah maupun tayangan video.

Meski ada banyak manfaatnya, namun ada juga mudharatnya. Pemasangan layar putih yang sembarangan, tanpa memperhatikan estetika kadang merusak arsitektur interior gereja. Pada gereja-gereja lama, perancang gedung gereja tidak mengantisipasi pemakaian layar untuk proyeksi LCD ini. Akibatnya ketika layar "dipaksakan" ditanam di bagian gereja, ada "harga" yang harus dibayar, yaitu keindahan arsitektur gereja.

Dampak buruk yang lain berkaitan dengan "periuk" nasi penerbit buku nyanyian jemaat. Karena suair lagu sudah disorotkan ke layar, maka buku-buku nyanyian jemaat tertumpuk berdebu di lemari gereja. Jemaat juga sudah tidak membawa buku nyanyian lagi kecuali jemaat yang memiliki gangguan penglihatan. Dampak ini tentu saja mempengaruhi pendapatan penerbit buku nyanyian seperti YAMUGER, Yayasan Musik Gerejawi. Angka penjualannya melorot drastis.

Tapi apa hendak dikata. Itulah perubahan zaman. Jika mereka tidak ikut berubah haluan, maka mereka akan dilindas deru perubahan zaman. Yamuger dan lembaga sejenis seharusnya segera masuk ke dunia pelayanan digital. Misalnya menciptakan software penayang syair-syair lagu, lemgkap dengan teks dan background yang pas.

Purnawan Kristanto's picture

Back to Dongeng [Preview]

 

13072101931124083822

Sudah lama saya muak dengan tayangan hiburan televisi di Indonesia. Sinetronnya menjual mimpi dan penuh dengan intrik. Aktingnya lebay dan jalan ceritanya tidak masuk akal. Acara variety show dipandu oleh host pria yang kemayu. Acara reality show juga memprihatinkan. Ada banyak kesaksian yang menunjukkan bahwa tayangan itu sudah diskenario. Jadi tidak murni realitas lagi.  Heuduh, bagaimana jika semua ditonton anak saya?

Secara kebetulan, ada penawaran berlangganan televisi lewat satelit. Dalam menu yang paling murah ada kanal Disney dan Cartoon Network.  Klop, kami pun berlangganan. Syukurlah Kirana (5 tahun), anak kami, menyukai kanal anak-anak. Sedangkan saya menikmati kanal Fox dan Netgeo. Sedangkan isteri menyukai kanal kuliner.

Purnawan Kristanto's picture

Kelayapan ke Kopi Klotok

Photobucket

Mengapa disebut kopi Klotok? Itu yang membuat kami penasaran saat pulang dari Semarang menuju Yogya. Saya bersama dengan mas Agus dan mbak Tina. Pada awalnya tidak ada rencana untuk mampir, tapi iklan yang tertempel di pinggir jalan itu efektif menggoda kami. "5 Km lagi Kopi Klotok. Ada juga jangan kluwih." Demikian bunyi iklan yang tertancap di pohon pinggir jalan.

Purnawan Kristanto's picture

Bianglala..la..la..la

Photobucket

Sumber: http://byebyebeautifool.deviantart.com

 

Kirana menarik tanganku masuk ke dalam pagar pembatas besi. Tenaganya tak seberapa besar, tapi antusiasmenya tak kuasa kutahan. Sejenak aku termangu menatap kerangka besi itu. "Amankah?" batinku. Tapi tak sempat berlama-lama termangu karena pintu sangkar besi dalam jentera raksasa itu sudah menunggu. Dengan antusias Kirana menerobos masuk, sementara aku meringis karena kepalaku membentur palang besi akibat kurang merunduk.

Roda besi itu berotasi pada porosnya diiringi dengus mesin diesel. Terdengar suara besi berderak-derak dari sambungan-sambungan besi.  Sangkar besi yang kami tumpangi perlahan-lahan mengayun ke atas. Pengunjung tampak mengecil saat kami sampai di puncak putaran.

"Papa takut, nggak?" tanya Kirana.

"Nggak," jawabku dusta.

Purnawan Kristanto's picture

Papa Takut Tua, Nggak?

Malam ini, Sabtu(13 Mei), aku mendapat pertanyaan aneh dari Kirana (5 tahun).  "Papa takut tua, nggak?" tanya Kirana.

"Nggak tuh," jawabku singkat.

Purnawan Kristanto's picture

Breaking News: Aksi Massa

Breaking News

Breaking News pukul 11 malam

"Pemirsa, baru saja terjadi aksi penyerbuan massa terhadap sekelompok orang yang sedang berdoa," ucap penyiar berita seksi berbedak menor. "Untuk lebih jelasnya, kami akan menghubungi reporter kami Bambang yang melaporkan langsung dari tempat kejadian. Bambang, bagaimana kejadiannya." Layar televisi menampilkan wajah reporter dalam kotak kecil. Istilah penyiarannya picture in picture.

"Ya, Talita. Pukul sembilan tadi terjadi gerakan massa yang mendatangi beberapa orang yang sedang ada di taman," seru Bambang dengan bersemangat. Ada raut gugup di wajahnya karena ini pengalaman pertamanya membuat liputan langsung. "Berikut gambar eksklusif yang didapatkan oleh kameramen kita."

Purnawan Kristanto's picture

Ngebrik itu Nggak Ada Matinya

Ngebrik

Saat erupsi, Merapi menyemburkan lava pijar dan menimbulkan awan panas. Jatuh banyak korban di antara warga yang bermukim di lereng tertinggi Merapi. Para relawan bergegas menolong para penyintas. Lalu terjadilah situasi chaos. Penyebabnya karena ada gangguan komunikasi. Relawan kesulitan berkoordinasi melalui komunikasi radio karena ada orang yang melakukan interferensi gelombang radio. Para relawan sering menyebutnya ngejam.

Purnawan Kristanto's picture

Haru Biru "Kebo Biru"

Photobucket

Ada perasaan haru di kalangan relawan saat harus melepas kepergian "Kebo Biru."  Selama lebih dari empat bulan, Kebo Biru ini setia menggendong relawan menyusuri punggung Merapi, menuruni sungai berlahar dingin, menerobos pohon tumbang, dan berkubang lumpur untuk menemani para penyintas erupsi Merapi.