Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Paskah

Josua Manurung's picture

AKU mencintaimu sebesar ini...

Aku mencintaimu...
sebesar ini...
DIA tunjukkan
mahkota duri Nya...
jalinan ranting berduri
tajam...
yang menghujam kepala Nya...
tertusuk dalam
dan darah segar
mengalir...
pusing
karena kekurangan darah...
sakit
di seluruh
ubun-ubun...

Aku mencintaimu
sebesar ini

Purnawan Kristanto's picture

Pencarian Terakhir

Setelah Passion of Christ, kira-kira film apa lagi yang cocok ditonton untuk membantu menghayati penderitaan Kristus pada masa pra Paskah ini? Meski tidak menceritakan Yesus di dalam plot utama, namun film "The Final Inquiry" ini perlu Anda pertimbangkan untuk ditonton.

Film ini mengambil setting tiga tahun setelah kematian Yesus. Pada saat itu beredar rumor bahwa pengikut Guru yang bangkit dari kematian itu sedang menyiapkan pemberontakan terhadap kekaisaran Romawi.

arie_saptaji's picture

Karena Dia Bangkit

"Sebelum aku melihat... sekali-kali aku tidak akan percaya."

Itu memang perkataan Thomas. Itu memang keraguan Thomas. Namun, ternyata tak cuma Thomas yang dihinggapi keraguan, dan tak mau percaya sebelum melihat.

Bahkan ketika perempuan-perempuan itu memberi tahu murid-murid yang lain tentang kebangkitan Yesus, para murid menganggap "perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong"? Yesus pun mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka.

Referensi Bahan Paskah untuk Anda

Untuk menyambut dan merayakan Paskah, YLSA meluncurkan sebuah situs baru, paskah.sabda.org. Situs ini berisi berbagai bahan tulisan, audio khotbah, maupun gambar seputar Paskah yang dapat Anda manfaatkan sebagai ide mempersiapkan dan merayakan Paskah.

Purnawan Kristanto's picture

Rabu Abu

Umat kristiani di Indonesia menandai awal penghayatan masa pra paskah dengan mengadakan ibadah Rabu Abu, 25 Februari. Di GKI Klaten, ibadah dilayani oleh Bono Wiratmo, dosen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan dihadiri sekitar 250 jemaat.

clara_anita's picture

Kala Tuhan Merestui Pembantaian

Kala Tuhan merestui Kekerasan

Siapa yang lebih mungkin membunuh? Seorang beriman ataukah seorang ateis? Saat saya dihadapkan pada pertanyaan ini, langsung saya jawab orang ateislah yang lebih mungkin membunuh. Nalarnya, sejauh pengetahuan saya, tidak ada satu agamapun di dunia ini yang mentolerir kekerasan. Namun sejurus kemudian saya tercengang. Ternyata pendapat saya salah . . .

anakpatirsa's picture

Pak Tiwon dan Makamnya

Biasanya persiapan paskah identik dengan acara bersih-bersih kuburan serta menyiapkan kembang tabur. Lalu Tante menginap di rumah kakek yang kami tempati, meninggalkan paman sendirian menunggu sawah yang agak jauh dari kampung. Sehari sebelum Jum'at Agung, kami pergi membersihkan kuburan nenek. Kakek pasti ikut, bahkan ia yang paling keras bekerja, kami hanya menemani ia dan putrinya, tante kami.

Puput Manis's picture

Adakah Pengorbanan Yang Lebih Besar Dari Ini?

Suatu hari..
Menjelang hari Sabat seperti ini..

Purnawan Kristanto's picture

Hanas: Tangan yang Tak Kelihatan

Dalam panggung politik, kita mengenal istilah “tangan-tangan yang tak kelihatan” yaitu sebuah kondisi yang menunjukkan sosok yang sangat berpengaruh besar, tapi bermain di belakang layar. Orang ini memiliki pengaruh dan kekuasaan yang sangat besar, sehingga mampu menekan penguasa yang sedang menjabat untuk memenuhi keinginnya.

y-control's picture

Para Juruselamat Kecil

Para juruselamat kecil berjalan merangkak, hingga sampai di satu titik tangan mereka mulai menggapai dan merambati dinding untuk berdiri di salah satu sudut jalanan paling ramai di kota. Mereka memang tidak selalu berjalan sendiri-sendiri, namun mereka jelas tidak ingin berada di satu titik yang sama dengan juruselamat kecil lainnya. "Aku adalah juruselamat", pikir mereka. Tidak mungkin ada dua juruselamat dalam satu tempat. Seorang juruselamat selalu bekerja sendiri. Jika ada dua juruselamat dalam satu tempat, pasti salah satunya adalah juruselamat sesat. Meski mereka tahu bahwa mereka hanya juruselamat kecil namun jangan kaget dengan tingkah mereka yang bahkan jauh lebih penuh gaya dibandingkan Juruselamat Besar.
Inge Triastuti's picture

MBA – Marginal But Accountable

Ia aktivis gereja. Dulu. Sekarang tidak lagi karena harus memakai kursi
roda. Stroke. Dulu ia melayani, sekarang ia harus dilayani. Jangan
kata melakukan pelayanan, datang ke gereja saja perlu ditolong orang.
Hidup terasa makin sepi. Makin jarang saudara-saudara seimannya
Yenti's picture

SMS Paskah

Biasanya aku termasuk orang yang rajin sekali mengirimkan SMS pada saat Paskah, Natal dan Tahun baru. Tapi tahun ini, aku malah benar-benar tidak ingat sedikitpun mengirimkan SMS ucapan Paskah kepada yang lain.

Tapi Puji Tuhan,ternyata aku mendapatkan beberapa SMS dan ada yang dari teman kantor, teman gereja dan teman kuliah.

Indonesia-saram's picture

Baca "Kompas" Minggu Besok

Tajuk tersebut terdapat di harian Kompas, Sabtu, 7 April 2007 yang lalu di sebelah kiri halaman utama. Kala itu isinya mengenai ringkasan artikel lembar Kehidupan yang menjadi sajian Kompas edisi Minggu, 8 April 2007. Tak lupa pula disajikan nama tokoh yang akan ditampilkan lewat kolom Sosialita.

Purnawan Kristanto's picture

Monolog Ayam Jago

Ayam jagoHari ini rasanya aneh sekali. Entah mengapa, rasanya malam lebih cepat menjelang daripada biasanya. Matahari memang sudah bergulir ke Barat, tapi masih tinggi. Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap.

Josua Manurung's picture

KAPAN KITA MAU MEMAAFKAN?

KAPAN KITA MAU MEMAAFKAN?

 

kapan?

kataku...

kapan-kapan lah

katamu...

dia dulu lah yang minta maaf...

dia sudah bersalah...

dia mengkhianatiku...

Purnawan Kristanto's picture

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta bertepuk sebelah tangan, siapa yang mau? Semua orang ingin cinta kita mendapat tanggapan yang positif. Tanggapan yang kita harapkan adalah orang itu menyambut cinta kita. Kalau tidak, dunia ini akan runtuh.

John Adisubrata's picture

Refleksi Paskah: 'Secarik Tissue Berbercak Merah' (2)

Oleh: John Adisubrata

SALIBKAN DIA!”

“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” (Kolose 1:19-20) 

Seperti saya, pernahkah Anda membayangkan: Andaikan saja aku seorang Yahudi yang hidup di zaman Tuhan Yesus, ... pasti aku tidak mau terlibat dengan bangsaku yang telah menolak Dia sebagai Mesias kami. Apalagi ikut mengambil bagian di dalam penyaliban-Nya!”   

Tetapi, … apakah ‘fair’ untuk mengutarakannya tanpa mempelajari terlebih dahulu keadaan zaman pada waktu itu? Bukankah para ‘pejabat’ agama Yahudi yang mempunyai kuasa untuk mengancam kehidupan orang-orang yang berani menjadi simpatisan-simpatisan Tuhan Yesus ... cukup menakutkan! Kekuasaan mereka tidak berbeda jauh dengan orang-orang yang pada saat ini memegang kedudukan di tempat-tempat ‘maha tinggi’, baik di dalam masyarakat maupun di dalam gereja Tuhan, yang dapat mempengaruhi ‘nasib’ ekonomi rumah tangga kita?

Josua Manurung's picture

KAPAN KITA MAU BERTOBAT?

KAPAN KITA MAU BERTOBAT?

 

kataku...

Kita sudah lama kenal Tuhan Yesus...

Kita sudah lama jadi umat Kristen...

Kita sudah sering pergi ke Gereja...

Kita sudah sering menyaksikan

John Adisubrata's picture

Refleksi Paskah: 'Secarik Tissue Berbercak Merah' (1)

Oleh: John Adisubrata

PEMBERONTAK YANG MUNAFIK 

“Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” (Kisah Para Rasul 2:23)

Membaca dan menjelajahi keempat Injil Tuhan Yesus Kristus dengan seksama di atas meja ruang belajar rumah, sering kali menyebabkan saya secara refleks meraih sebuah kotak kecil yang terletak di atasnya, tepatnya di ujung sebelah kiri meja, untuk berkali-kali mencabut secarik ‘tissue’ putih dari dalamnya.

Ketika membaca beberapa kisah di dalam Injil-Injil tersebut, saya menyadari secara tidak langsung keselarasan tindakan-tindakan mereka yang tercantum di sana sebagai orang-orang yang hidup di sekitar Tuhan Yesus, dengan perbuatan-perbuatan saya sendiri selama ini. Isi firman Allah tampak begitu relevan dengan perjalanan hidup yang saya lalui.