Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

kaum muda

Arion Batara's picture

Aku seorang pengecut yang memuji-Mu ya Tuhan dan seorang manja yang terus mengeluh padamu, oh Ibu Pertiwi.

Aku adalah seorang mahasiswa, seorang muda yang sedang belajar untuk mempersiapkan diri agar kelak dapat berguna bagi semua orang di sekitarku, dan bangsaku Indonesia.

clara_anita's picture

Ada Cinta di Sepotong Tank Top

Kendaraan yang dikemudikan Pak Paulus itu terus meluncur selancar percakapan kami tentang berburu bule dan kelirumologi yang melingkupi ritual satu sura di kebudayaan Jawa hingga tiba di sebuah bangunan gereja mungil nan cantik; GKI Sorogenen (semoga saya tidak salah sebut).  Dua orang pria yang ramah dan bersahabat sudah menungg

kristono's picture

PianistGirl@SundaKelapa

Aku menyimpan fotonya di dompet, seorang yang kukagumi karena talented dan cantik. Tapi alasan sebenarnya adalah aku ingin terus bisa mendoakannya!

crucifianode's picture

Jodoh, Siapa yang menentukan?

Jodoh di tangan Tuhan, aku sering mendengar kalimat ini namun seringkali aku menjadi risih dibuatnya. Apalagi jika kita sedang menjalani hubungan dengan seseorang dan berharap nantinya kita akan menjalani kehidupan bersama-sama, untuk membentuk sebuah keluarga baru dengannya. Bukankah hal yang wajar jika kita mempunyai harapan seperti itu apalagi jika kita benar-benar dan terlanjur sayang dengan kekasih kita sekarang ini. Tanpa berpikiran bahwa kita sedang mendahului rencana-Nya.

Dedy Yanuar's picture

Mana yang lebih kita sukai, melayani atau dilayani?

Mana yang lebih kita sukai, melayani atau dilayani? Secara pribadi saya suka dilayani, tetapi terlebih lagi melayani. Saya lebih suka melayani karena ketika kita melayani ada suatu perasaan senang. Kenapa kita bisa senang? Karena kita dapat membalas sedikit dari apa yang Tuhan berikan kepada kita. Sebab Yesus datang ke dunia untuk melayani, bukan untuk dilayani. Ayat itu ada di (Matius 20:28). Dan perlu kita ingat Tuhan Yesus menghargai setiap usaha kita. Mari kita lihat dan pelajari ayat yang berhubungan dengan hal melayani, di 1 Petrus 4:10.

erick's picture

N.E.M.B.A.K

SMS

 

08—86—49    : Kok ga cari aku?

John Adisubrata's picture

Tribute: Darlin' Darlene (3)

THE DARLENE ZSCHECH STORY

Oleh: John Adisubrata

THANK YOU FOR THE CROSS

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.” (Mazmur 25:9)

Menjelang akhir tahun 2004 Ps Darlene Zschech bersama timnya menghadiri upacara pemberian penghargaan kepada para artis musik nasional yang diadakan oleh Australian Recording Industry Association (ARIA).

Di antara mereka yang mempunyai albums atau singles yang berhasil mencapai puncak tangga lagu-lagu di Australia (No 1) sepanjang tahun itu, Darlene mewakili gereja Tuhan dan Hillsong Church untuk menerima penghargaan bagi album CD praise and worship mereka, For All You’ve Done, yang sudah terjual paling laris di awal bulan Juli 2004.

John Adisubrata's picture

Tribute: Darlin' Darlene (2)

THE DARLENE ZSCHECH STORY

Oleh: John Adisubrata

SHOUT TO THE LORD

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!” (Mazmur 100:1)

Ternyata gereja lokal KECIL di kota Sydney yang mempunyai visi dan misi AMAT BESAR tersebut adalah Gereja Hillsong yang terletak di sebuah ‘suburb’ bernama Baulkham Hills. Gereja yang baru saja beberapa tahun sebelumnya dirintis oleh Ps Brian Houston (Gembala Sidang) dan isterinya, Bobbie, mempunyai sebuah visi yang amat pasti dan terarah, yaitu: Memproklamirkan kebesaran nama Tuhan melalui lagu-lagu puji dan sembah kontemporer yang akan diproduksi di dalam gereja mereka untuk memperkenalkan Kristus dan kasih karunia-Nya kepada masyarakat dunia, terutama generasi-generasi yang masih muda belia.

John Adisubrata's picture

Tribute: Darlin' Darlene (1)

THE DARLENE ZSCHECH STORY

Oleh: John Adisubrata  

A HUMBLE BEGINNING 

“Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; …” (Galatia 1:15-16)

Paskah 2005 yang lalu gereja kami, Garden City Christian Church di kota Brisbane, Australia, merayakan tahun Jubilee. Hari jadi ke-50 itu diperingati tepat pada hari Paskah dengan mengundang Ps Darlene Zschech dari Hillsong Church di Sydney, sebagai seorang tamu pembicara di sana.

John Adisubrata's picture

Relevan: Mazmur, Kidung, Puji dan Sembah (3)

Oleh: John Adisubrata

KESEIMBANGAN YANG SEHAT 

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2) 

Ps Darlene Zschech, penggubah lagu klasik Shout to the Lord, adalah seorang hamba Tuhan yang bermukim di kota Sydney, Australia, yang semenjak awal dasawarsa ke-90 telah menjadi salah seorang dari tokoh-tokoh pemusik kristiani yang paling menonjol di seluruh dunia masakini.

John Adisubrata's picture

Relevan: Mazmur, Kidung, Puji dan Sembah (2)

Oleh: John Adisubrata

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI 

“Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” (Kisah Para Rasul 13:22)

Sepanjang hidupnya, raja Daud dicatat di dalam Alkitab sebagai seorang yang mempunyai hubungan sangat akrab dengan Tuhan. Kendatipun ia memiliki kelemahan-kelemahan seperti umumnya orang-orang berdosa lainnya, dinyatakan di sana, bahwa ia amat berkenan di hati Tuhan, karena ia bersedia melakukan segala kehendak-Nya.

John Adisubrata's picture

Relevan: Mazmur, Kidung, Puji dan Sembah (1)

Oleh: John Adisubrata

MUSIK ‘DUNIA’? 

TUHAN-lah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” (Mazmur 24:1)

Sering kali penyajian-penyajian musik ibadah menjadi salah satu penyebab utama bentrokan-bentrokan budaya antar-generasi yang terjadi di dalam gereja Tuhan.

Sejujurnya saja secara langsung atau tidak, hampir semua pengikut-pengikut Kristus pernah mengalaminya, karena tidak semua orang menyukai setiap lagu yang harus mereka ikuti di dalam ibadah-ibadah gereja. Bukankah kita dilahirkan sebagai pribadi-pribadi yang unik, yang mempunyai selera-selera tersendiri sesuai dengan zaman-zaman ‘pertumbuhan’ atau masa remaja kita?

John Adisubrata's picture

Relevan: Kemarin, Hari Ini dan Besok (4)

Oleh: John Adisubrata

GENERATION Y 

“Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.” (Zakharia 3:10) 

Ketiga kisah sejati sebagai ilustrasi-ilustrasi, dan juga kisah penyesuaian optimal yang telah dilalui oleh Tuhan Yesus melalui analogi yang diceriterakan oleh Ev Billy Graham, melukiskan pentingnya tindakan-tindakan relevan disertai pengorbanan yang harus dilakukan setiap pengikut Kristus untuk bisa mendekati dan meraih mereka yang perlu diselamatkan hidupnya. Syarat yang terutama untuk bisa mengerjakannya, adalah sikap hati yang taat kepada Allah Bapa di sorga.

St Francis dari Assisi, seorang hamba Tuhan yang termasyhur di dunia, tokoh gereja Roma Katholik abad yang ke-12, pernah memberikan suatu teladan penyesuaian hidup yang sangat mengagumkan. Ia meninggalkan status kedudukannya yang tinggi di dalam masyarakat, bahkan rela mengorbankan seluruh warisan harta kekayaan orang tuanya, agar bisa mendekati dan meraih orang-orang miskin yang hidup terlantar di sekitarnya … bagi Tuhan, sesuai panggilan hidupnya.

John Adisubrata's picture

Relevan: Kemarin, Hari Ini dan Besok (3)

Oleh: John Adisubrata

TELADAN OPTIMAL

“Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.” (Ibrani 2:9)

Rasul Paulus menganjurkan jemaat di Korintus untuk selalu meneladani beberapa tindakan penyesuaian yang dilakukan olehnya, pada saat ia mengabarkan Injil kepada orang-orang yang memerlukannya. Salah satu teladan yang ia tulis: “Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.” (1 Korintus 9:20)

Dan ia mengakhiri tema yang sama dengan sebuah nasihat sangat penting: “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” (1Korintus 11:1)

John Adisubrata's picture

Relevan: Kemarin, Hari Ini dan Besok (2)

Oleh: John Adisubrata

TIGA PENYESUAIAN 

“Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.” (1 Korintus 9:22)

ILUSTRASI PERTAMA: Sari, seorang gadis remaja yang bermukim di kota Surabaya, merasa yakin sekali, bahwa panggilan hidupnya adalah untuk selalu bekerja bersama anak-anak kecil yang masih ingusan. Selain ia belajar di salah satu perguruan tinggi di kotanya untuk menjadi seorang guru taman kanak-kanak (atau sekolah dasar), ia juga mengambil bagian pelayanan sekolah minggu di gerejanya. Di sana Sari mengerti akan kedudukannya sebagai seorang pengasuh dan sekaligus pendidik anak-anak yang berusia muda sekali. Oleh karena itu, penuh pengertian dan kesabaran yang amat mengagumkan, ia terus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan mereka.

John Adisubrata's picture

Relevan: Kemarin, Hari Ini dan Besok (1)

Oleh: John Adisubrata

BENTROKAN BUDAYA

“tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.” (Mazmur 102:28)

Sesuatu yang relevan bagi seseorang sering kali menjadi salah satu penyebab orang itu merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut. Perasaan tersangkut-paut di dalamnya juga bisa merangsang hasrat hati orang-orang untuk mempelajari sesuatu yang tidak pernah menarik perhatian mereka sebelumnya.

Tetapi sesuatu yang relevan bagi seseorang belum tentu menarik atau relevan bagi orang-orang lain, terutama jika kedua hal tersebut dipandang dari dua sisi generasi-generasi yang mempunyai perbedaan umur yang amat kontras. Oleh karena itu, relevan adalah sesuatu hal yang amat relatif!

Yang pasti, Alkitab mengatakan, bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. (Ibrani 13:8) Dengan kata lain, isi Alkitab tidak akan pernah menjadi usang, melainkan akan selalu mengikuti perubahan dan perkembangan zaman yang sedang dilalui olehnya. Karena isi firman Tuhan selalu relevan dengan kehidupan umat manusia setiap dan sepanjang masa!

Daniel Thomas Chandra's picture

Mari ikuti Iblis

Kita ngakunya Anak Tuhan tapi tau ngga, Iblis itu ternyata diluar dugaan kita banyak yang perlu kita ikuti dari si Iblis itu.

Iblis baca Alkitab

Iblis itu tahu banget Firman Tuhan lho. Kalo ngga percaya ayo buka Alkitab dan baca perikop tentang Yesus dicobai Iblis di padang gurun.

Sadar nggak kalau Yesus dicobai pakai ayat-ayat dari Firtu? Kata si Iblis : Ada tertulis.. bla bla bla...
Kita ini ngakunya anak Tuhan tapi ternyata.. banyak yang nggak baca Alkitab. Hayooo.. coba kapan terakhir kita baca alkitab? Kayaknya waktu hari minggu yang lalu deh, waktu pendeta suruh buka pasal sekian ayat sekian… tapi udah lupa tuh apa isinya soalnya ngantuk sih. Hehehe

erick's picture

Sebuah Persoalan Pengambilan Keputusan

Aku teringat ketika kuliah dalu, sambil menunggu pacar, aku membaca bukunya. Ia sedang membaca buku Sufi entah siapa pengarangnya.

John Adisubrata's picture

Fenomena Australia: 'Hillsong Church' (5)

Oleh: John Adisubrata

TAHUKAH ANDA?  

1.        Kebaktian perdana Gereja Hillsong dengan nama mula-mula: Hills Christian Life Centre diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus 1983 di dalam ruangan sebuah sekolah menengah negeri, yang dihadiri hanya oleh 45 orang jemaat. 

2.        Perusahaan musik Gereja Hillsong dibentuk untuk pertama kalinya di dalam sebuah ruangan kantor kecil, yang disebut: Power Ministries International. Nama tambahan embel-embel ‘International’ yang tertera di belakangnya telah menjadikan mereka bahan tertawaan orang-orang, yang pada waktu itu menolak untuk mempercayai visi Tuhan melalui gereja lokal kecil tidak berarti di negara ‘Down Under’ tersebut.

John Adisubrata's picture

Fenomena Australia: 'Hillsong Church' (4)

Oleh: John Adisubrata

NUBUATAN DIGENAPI

Jumlah pengunjung ibadah Gereja Hillsong di hari Minggu yang terus meningkat secara luar biasa, memaksa mereka untuk mengubah jadwal kebaktian, agar bisa menawarkan alternatif-alternatif waktu ibadah kepada seluruh anggota jemaat mereka. Dengan tujuan agar bisa melayani seluruh anggota jemaat, mereka menawarkannya di hari Jumat malam, Sabtu dan Minggu.

Pertengahan bulan July 2004, Ps Brian Houston mengatakan di dalam acara ‘Current Affair’ - 7.30 Report di ABC TV (Australian Broadcasting Corporation), bahwa jumlah pengunjung kebaktian-kebaktian yang mereka adakan setiap minggu berjumlah kurang-lebih 17 500 orang.