Dalam sebuah ruang pameran seni rupa, ada sebuah kotak kayu dipajang. Di sisi depan tergambar salib, dan di sisi atas ada lobang memajang seperti mulut celengan. Setiap orang Kristen pasti tahu barang itu adalah kotak persembahan yang biasa diletakkan di pintu masuk ruang kebaktian. Tetapi yang membuat kening berkerut adalah di atas kotak itu diletakkan lampu darurat seperti yang biasa menempel di atas mobil ambulan. Dalam sunyi cahaya merah yang berkelebatan menghadirkan suasana mencekam.
Purnomo's blog
Tangan kiri tak tahu
- Login or register to post comments
- baca selanjutnya
- 8 kali dibaca
Kirim halaman ini
Berebut kantong kolekte
Waktu saya tinggal di Medan, gereja tetangga mengadakan serial malam pembinaan iman bagi jemaat yang dipimpin oleh pendeta barunya. Pendeta ini pindahan dari Padang, di mana saya pernah menjadi jemaatnya sewaktu saya tinggal setahun di Padang. Karena itu saya menghadiri acara ini, sekalian temu kangen. Tidak disangka di sini saya kena semprot seorang ibu penatua.
- 9 Komentar
- baca selanjutnya
- 248 kali dibaca
Kirim halaman ini
Mengebiri Kitab Maleakhi
Berapa ayat Alkitab yang Anda hafal? Masih ingat yang ini, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya …….” ? Ayat ini ada di Yohanes 3:16 yang mendasari pelajaran katekisasi. Masih ada satu lagi favorit orang beriman. “Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku. . . . .” dalam Mazmur 23 yang selalu terngiang bila kita sedang digulung masalah. Those verses are the most precious ones for us.
- 4 Komentar
- baca selanjutnya
- 213 kali dibaca
Kirim halaman ini
KAU lah segalanya bagiku.
Sebenarnya apa sih perlunya Tuhan menyuruh kita memberi persembahan persepuluhan (selanjutnya disingkat ppsp)? Tuhan itu Mahakaya. Tidak benar seorang konglomerat minta uang dari pemulung sampah yang miskin.
- 3 Komentar
- baca selanjutnya
- 227 kali dibaca
Kirim halaman ini
Titah Kadaluwarsa
Pernah, sebelum “badai” meluluh-lantakkan gereja-gereja di daerah tapal kuda Jawa Timur, saya menghadiri kebaktian Minggu di sebuah gereja di Situbondo. Kebetulan hari itu ada baptis dewasa. Gereja itu termasuk kelompok gereja lama, atau biasa disebut main stream. Saya tidak bisa melupakan acara itu karena para baptisan diminta mengucapkan 2 janji yang belum pernah saya dengar di gereja lain.
- 3 Komentar
- baca selanjutnya
- 223 kali dibaca
Kirim halaman ini
Derma untuk Gereja
Memberi itu tidak gampang (bgn ke-1)
Ia mahasiswa baru, berasal dari desa. Setelah sebulan tinggal di kota ini, baru ia berhasil memutuskan gereja mana yang akan dikunjunginya. Hari ini adalah hari pertamanya berkunjung ke gereja pilihannya itu. Tiba di pintu gereja, ia dihadang dua gadis remaja. Yang seorang setelah mengucapkan kata “selamat pagi”, menyematkan pita biru mungil ke bajunya. Temannya kemudian menyodorkan sebuah kotak karton yang bertuliskan “Aksi Pita – Natal Sekolah Minggu”.
- 6 Komentar
- baca selanjutnya
- 291 kali dibaca
Kirim halaman ini
JAGA IMAGE - bag.2
- 5 Komentar
- baca selanjutnya
- 204 kali dibaca
Kirim halaman ini
JAGA IMAGE
- 2 Komentar
- baca selanjutnya
- 176 kali dibaca
Kirim halaman ini
Tergusur, tetapi tidak terkubur - bag.2
- 6 Komentar
- baca selanjutnya
- 208 kali dibaca
Kirim halaman ini
Tergusur, tetapi tidak terkubur.
- 35 Komentar
- baca selanjutnya
- 633 kali dibaca
Kirim halaman ini
Operet Natal Anak - bag.3
- 1 komentar
- baca selanjutnya
- 900 kali dibaca
Kirim halaman ini
Operet Natal Anak - bag.2
- Login or register to post comments
- baca selanjutnya
- 1031 kali dibaca
Kirim halaman ini
Operet Natal Anak - bag.1
Sekolah Minggu dalam merayakan Natal sering mementaskan kisah kelahiran Tuhan Yesus. Ada yang disajikan dalam bentuk sandiwara, ada yang dalam bentuk gerak dan lagu. Bagi anak-anak yang saat itu baru pertama kalinya datang ke gereja karena diajak temannya, mata acara ini sangat menarik. Tetapi bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menjadi anak Sekolah Minggu, mereka kurang memperhatikannya karena sudah hafal jalan ceritanya. Solusinya? Bagaimana bila kisah itu disajikan dalam bentuk baru yang belum pernah mereka lihat? Misalnya, operet – opera kecil – di mana semua narasi dan dialoknya dinyanyikan dengan iringan musik.
- 7 Komentar
- baca selanjutnya
- 1917 kali dibaca
Kirim halaman ini
THE WAR OF THE WARoengS - bag.4
Be creative
- 3 Komentar
- baca selanjutnya
- 295 kali dibaca
Kirim halaman ini
THE WAR OF THE WARoengS - bag.3
Skandal talenta 521
- 6 Komentar
- baca selanjutnya
- 289 kali dibaca
Kirim halaman ini
THE WAR OF THE WARoengS - bag.2
- 2 Komentar
- baca selanjutnya
- 238 kali dibaca
Kirim halaman ini
THE WAR OF THE WARoengS
- 1 komentar
- baca selanjutnya
- 256 kali dibaca
Kirim halaman ini
CINTA tanpa KEBERSAMAAN
Putri sulung saya, yang masih kelas 1 SD, minta jajan KFC bersama saya. Pagi itu saya bilang ya. Memang kami punya acara makan bersama di luar 1 bulan sekali. Ternyata kesibukan kerja membuat saya lupa akan janji saya. Saya juga tidak ditelepon karena ibunya tidak mau mengganggu saya. Saya tiba di rumah hampir pukul 8 malam. Anak ini sudah makan tetapi tidak mau tidur karena menunggu saya. Ia sudah siap dalam pakaian bepergian dan berdiri, entah sudah berapa lama, di pintu rumah.
- 1 komentar
- baca selanjutnya
- 340 kali dibaca
Kirim halaman ini
Biar buta kedua mataku
“Saudara-saudara tentu sudah tahu bagaimana Andi (bukan nama sebenarnya) anak saya. Baru setahun ia kuliah, ia terjerat narkoba. Syukur ia bisa sembuh. Tetapi ia malu sehingga tak mau kuliah dan ke gereja lagi. Pergi ke rumah teman pun tidak. Setiap malam saya menangis ketika menyebut namanya dalam doa selama hampir 2 tahun ini. Sering saya bertanya mengapa Tuhan tidak mendengar doa saya. Saya menolak anjuran orang untuk membawanya ke orang pintar, karena saya tetap berharap kepada Tuhan kita. Hari Minggu lalu sesuatu terjadi pada dirinya, ia . . . . .” ibu itu tak bisa meneruskan perkataannya karena berusaha menahan tangisnya.
- 3 Komentar
- baca selanjutnya
- 310 kali dibaca
Kirim halaman ini
Pantaskah menerima uang dalam pelayanan?
Ketika saya menjadi anggota pengurus sebuah organisasi Sekolah Minggu yang besar, untuk menangani kekosongan guru SM yang bisa mendadak terjadi di pos-pos, saya membentuk tim darurat yang anggota-anggotanya secara mandiri siap bergerak cepat menangani keadaan itu. Suatu hari seorang teman menegur saya. “Seorang anak buahmu hutang uang kepadaku untuk menambal ban motornya yang bocor. Apa mereka tidak kamu bekali uang untuk beli bensin atau menambal ban motornya?” Tidak, jawab saya.
- 5 Komentar
- baca selanjutnya
- 396 kali dibaca
Kirim halaman ini
>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |