Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

teman

tilestian's picture

Proses Hidup

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang teman kerjaku bercerita tentang temannya sewaktu sekolah dulu yang sekarang sudah menjadi orang sukses. Cerita yang tidak panjang lebar, tetapi mengingatkan aku juga tentang pengalaman masa lampau ketika aku masih sekolah.

Intinya, seorang teman yang dulu selalu minta diberi jawaban kalau pas tes atau ujian sekolah. Seorang teman yang sepertinya tidak ada niat untuk belajar dan bersekolah. Kerjaannya cuma menyontek, nakalin teman, dan nongkrong tak karuan. Kalau cewek sih biasanya ngrumpi ... sambil lirik sana lirik sini. Yah, kurang lebih seperti itu.

Pak Tee's picture

Teman

                Pagi itu seusai mandi, istriku berteriak, “Dicari teman,,,,,! Dari Lampung…..!”

                “Dari Lampung? Siapa?”

                “Tidak tahu. Temui saja!”

                Aku tidak bisa menebak. Rasanya temanku yang berdomisili di Lampung tidak ada. Apakah dia Adityawarman, adiknya Bang Sutradara Ginting? Rasanya bukan. Adi dari Kabanjahe, lebih dekat ke Medan daripada ke Lampung. Lalu siapa?

Jeanet's picture

Sepi

Aku ga tau apa yang sedang aku rasakan pagi ni..

hampa, sedih, luka... rasanya memenuhi rongga hatiku.

aku ga tau harus berbagi perasaanku dengan siapa. aku sedang membenci diriku saat ini!

 

Terkadang aku kecewa dengan diriku sendiri. aku ga tau mengapa aku harus menjadi orang yang minder, introvert, pendiam, dan pesimis...

sweetyimel's picture

Kok aku ga diundang sih?!

keseul klo ingeut lagi kejadian yg kmrn itu, bnr bnr kecele abis.

well mungkin dia punya alasan buat ga ngundang g dan tmn2 yg lain, setelah dipikir2 emang ga rugi sih ga diundang juga coz kantong lagi seret :p

tp yg bikin gondok bin keseul tu ladenin org2 yg nanya terus: masa sih lu gak diundang!!! lu ma dia kan ...arghhhh

kocak humor's picture

Puisi untuk Kawan VS Teman

antowi's picture

Sahabat

Ketika hati mulai berbicara...
ketika tiada suatu tempat
berteduh, mengeluh dan berbagi
tak bisakah kau sekedar menghampiriku?

Tak perlu ragu menemuiku
dalam kata - kata ku ungkap semua
diam namun berkata
tenang namun bicara

Cinta, hati, luka
suka ataupun duka ku ingin bersama
walau tiada waktu menemuiku

lanskip's picture

Lancip Menghilangkan Emas

Saat itu masa SMA, dan sekolah Lancip sedang libur. Lancip dan mantan temannya (baca: pacar) diajak teman mantan teman Lancip dan mantan teman temannya mantan teman Lancip serta kedua teman temannya mantan teman temannya mantan teman Lancip. Nah, bagaimana itu? Sudah begini saja. Jadi Lancip punya pacar, nah pacarnya Lancip itu punya teman. Lalu, teman pacarnya Lancip itu punya pacar juga. Nah, pacarnya teman pacar Lancip itu punya dua orang teman. Begitu bagaimana? Lebih baik ya, tapi masih agak membingungkan. Susah deh …!:p. Begini aja, jadi ada enam oknum, siapa saja? Ini dia:

lanskip's picture

Lancip Ditembak

Saat itu Lancip masih duduk di bangku SMP. Ia belum pernah berpacaran. Hanya naksir sana naksir sini. Meski begitu, tidak ada niatan dalam hatinya untuk mencari pacar. Yang ia pikirkan setiap hari hanya basket, basket, dan basket. Ya, Lancip memang saat itu tidak waras, ia lebih memilih bola daripada wanita. (Klik sini untuk menyimak sepenggal kisah hidup Lancip saat waras.) Selain itu, ia juga pemalu dan pendiam. Mungkin sikapnya itulah yang membuat ia akhirnya "ditembak" oleh seorang gadis teman sekelasnya.

lanskip's picture

Temen SMA

Waktu SMA, aku punya teman dekat. Aku yang semula selalu jarum (jaga rumah) diajaknya bepergian dengan motor gedenya yang bewarna perak. Hampir setiap hari, aku pergi bersamanya mengelilingi kota Solo. Hampir setiap hari pula aku diajaknya ngebut di jalan yang seharusnya bukan untuk ngebut. Ya, urusan ngebut, dia memang jagonya. Ngga jarang ia mengalami kecelakaan.