
Kejadian yang saya maksud, yang pertama berlangsung di Balai Pemuda Surabaya, tanggal 12 Desember 2006. Segerombolan orang (atau preman yang ironisnya dipelihara oleh pihak yang konon punya tugas menjaga 'keamanan' negara kita) mendatangi sebuah acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari HAM dan anti-trafficking sedunia. Mereka bukan hendak mendukung atau ikut merenungi betapa kekerasan dan keadilan hukum untuk warga negara di Indonesia ini masih sangat amburadul. Mereka datang, karena salah satu agenda acara itu adalah acara pemutaran film. Ada film tentang buruh perempuan Marsinah, tentang aktivis Munir, serta puncaknya film tentang genosida mengerikan yang terjadi pada pertengahan tahun 65-66, dll. Bubar! Begitulah tuntutan mereka. Menamakan diri sebagai Forum Anti Komunis, mereka menyatakan bahwa kegiatan memutar film "Shadow Play" yang berkisah tentang pembantaian jutaan orang yang dituduh PKI (tanpa perlu pembuktian apalagi persidangan) pada tahun 65 yang dilakukan oleh sesama bangsa sendiri (meski secara global dapat mudah dilihat, hal itu diperintahkan oleh siapa) serta satu film lagi berjudul "Batas Panggung" adalah upaya menyebarkan paham komunisme. Polisi yang lagi-lagi datang terlambat, lagi-lagi juga tak melakukan apa-apa, selain menyuruh panitia acara untuk menuruti saja perintah para preman yang tak memiliki legalitas apa-apa terhadap tugas menjaga keamanan tersebut. Kepingan film yang dipermasalahkan diserahkan kepada polisi, namun kepingan film yang lain tetap akan diputar sambil panitia menjelaskan apa isi film yang tersisa kepada para preman yang kompak berseragam jubah putih-putih seakan ingin menunjukkan kesucian mereka. Entah apakah mereka paham atau tidak saya tak tahu. Yang jelas kelompok itu sempat tetap tinggal di tempat, katanya untuk menjaga apakah film tersebut masih akan diputar atau tidak. "Jangan salahkan kami kalau film tetap diputar, kami akan mengambil tindakan keras!" ancam mereka. Pernyataan yang entah apa maksudnya, kenapa mereka yang tidak punya dan tidak pernah diberi mandat apapun untuk melakukan tugas publik apapun tidak boleh disalahkan jika melakukan kekerasan?

Saya tidak memaksudkan tulisan ini untuk mengajak Anda mengikuti salah satu pihak. Kalau untuk mengecam salah satu pihak, mungkin. Namun toh Anda semua bisa dan punya penilaian sendiri. Perbedaan cara seharusnya bukanlah masalah. Bahkan saya mengimpikan adanya kerjasama saling melengkapi untuk tujuan yang saya kira didambakan seluruh umat manusia, yakni keadilan, kedamaian dan kesejahteraan. Bayangkan jika makin banyak orang yang suka membaca, suka berdiskusi, makin banyak ilmu, berani kritis, menaruh kasih dan perhatian besar terhadap sesamanya manusia tanpa terkecuali dan mau bertindak dengan maksimal demi mewujudkan cita-citanya tersebut. Dua kejadian di atas mungkin bukan apa-apa, mungkin hanya salah satu dari berbagai contoh lainnya. Perjalanan memang masih akan panjang. Jadi, sangat tidak bijaksana jika hanya berpangku tangan.
photos from:rumahkiri.net

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |
Kalau ada anak muda yg lebih
Kalau ada anak muda yg lebih senang bicara ttg hp baru atau kisah cinta mereka, tidak berarti narsis (soalnya saya salah satu dari mereka
). sama seperti kasus org2 yg lagi pada nonton dan dituduh komunis padahal mereka bkn komunis. Bkn berarti juga mereka itu (yg doyan omong ttg hape & love) org2 yg nggak peduli ttg lingkungan mereka. Kadang emang kasus2 kayak yg kmu tulis itu bikin org yg denger atau ngalami bikin keki ama org yg kelihatannya cuek (atau bener2 cuek?), tapi kita juga mesti sadar klo kita nggak bisa memaksakan keinginan/hati kita ke org. Sama semisal saya punya impian tertentu, nggak mungkin semua org saya giring ke dalam impian saya krn tiap org punya porsi/peran masing2. Selamat mewujudkan impian yang baik ...(btw, ...kagak pernah jatuh cinta ya???)
selamat bertemu otoritas
Syalom,
saya dulu pernah aktif di salah satu LSM di daerah salemba... Munir itu adalah favorit saya.... Beserta Baharuddin Lopa... lalu setelah dua orang itu tiada... harapan saya seperti pupus akan tegaknya keadilan di Indonesia... Memang dari dulu kita ini diatur oleh invinsible hand sebagai buah peninggalan 32 tahun rezim orang itu... dan sampai sekarang mereka benar-benar memastikan bahwa jangan sampai dosa-dosa masa lalu mereka terkuak dan diketahui oleh masyarakat banyak... sama seperti dengan bertanya siapakah pembunuh J.F Kennedy... sampai sekarang masih misteri.... siapakah penculik aktivis-aktivis mahasiswa di tahun 1990-an.... siapakah dalang kerusuhan Mei .... semuanya misteri ... dan sebagian orang membiarkan saja hal itu menjadi rahasia publik.... sebagian orang tidak peduli dan masa bodo amat...... sebagian orang lagi dibodohi oleh media massa......hanya Tuhan yang tahu kapan itu akan terkuak dan semoga saja bangsa kita adalah bangsa yang besar hati untuk mengakui kesalahannya.... May LORD GOD JESUS Bless Indonesia...
TUHAN Memberkati.
Sampai Harinya Kelak
Jujur saja, saya mungkin termasuk orang yang diutarakan Sdr. Josua, yang ... masa bodo. Di satu sisi, saya bisa mengecam tindakan-tindakan serupa. Tapi di sisi lain, saya juga tidak melakukan apa-apa. Untuk berdoa pun terkadang jarang. Syukurlah dalam beberapa waktu terakhir saya cukup sensitif akan hal-hal begitu.
Akhirnya, kalau mau mengetahui kebenaran yang, sebut saja, dimisterikan itu, mari kita hidup benar sampai harinya kelak, Kristus kembali dan memaparkan kebenaran dari segala sesuatunya.
Oh, ya. Selamat menyambut Natal semuanya \(^0^)/ .
"Karena bahasa Indonesia dahulunya adalah lingua franca"
menunggu?
lah, kok cuma nunggu ntar kiamat? waduh mati gua! yah, tapi tulisan di atas toh cuma info aja kok, soalnya geregetan sih..
tapi sudah lumayanlah ada tanggapan..
selamat natal ya, moga-moga perayaannya sukses berat...
hei Y Control kenapa kamu
hei Y Control
kenapa kamu gak berani menatap kita ? tampilkan wajahmu.
Jangan tahut...selama kamu ada di jalan benar...
ayoo maju terus.
Met Natal TUHAN YESUS besertamu
Dia rendah hati...
Syalom... Selamat tahun baru untuk semua pengunjung ... ayo dong daftarkan diri anda... tambahkan foto... biar kita semua dapat merasakan kasih persaudaraan Kristen di sini.... Selamat Datang di keluarga kami.... yah... terkadang ada sedikit berdebatnya.... tapi namanya juga keluarga... pasti rukun lagi... Y-control itu rendah hati jadi dia ingin menunjukkan bahwa potongan rambutnya bagus juga dari belakang...Lho... ini gimana seh... :p tapi... bukankah itu adalah seni... it's an art of living ....jadi seni itu harus diartikan sendiri oleh pengunjung.... TUHAN Memberkati.