Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Allah Mustahil Bapa Karena Yesus Kristus Anak Tunggal Bapa

hai hai's picture

Benarkah doktrin Tritunggal paling sulit untuk dipahami bahkan mustahil dipahami dengan sempurna manusia? SALAH! Kenapa doktrin Tritunggal jarang sekali dikotbahkan dari atas mimbar-mimbar gereja? Karena banyak pengkotbah yang tidak memahaminya dengan benar! Kenapa Yohanes perlu memberi nama baru Firman (Logos) kepada Yesus Kristus? Apakah nama-nama di dalam Perjanjian Lama dan yang digunakan oleh Yesus selama Dia di dunia tidak cukup untuk menjelaskan kepada manusia tentang Tuhan yang disembah orang Kristen? Bila cukup, mustahil Yohanes memberi-Nya nama baru. Apa yang ingin diajarkan oleh Yohanes kepada kita di dalam Yohanes 1:1-34? Mari kita mencari tahu.

Membaca Alkitab Seolah Membaca Novel

Godaan terbesar ketika hendak mulai mempelajari Alkitab adalah tawaran untuk membaca buku-buku teologi dan mendengarkan rekaman-rekaman kotbah dari para teolog top. Sekali melakukannya kita akan kecanduan karena dengan cara demikian pengetahuan kita akan maju pesat dalam waktu yang singkat. Godaan terbesar ketika menyelidiki ayat-ayat Alkitab adalah mencari sumber pustaka yaitu tulisan-tulisan dan rekaman-rekaman kotbah yang berisi pemahaman teolog-teolog top tentang ayat-ayat tersebut. Kita melakukannya dengan alasan agar tidak tersesat. Godaan terbesar ketika tidak memahami ayat-ayat Alkitab yang sedang dibaca adalah segera mencari ayat-ayat lain yang telah kita pahami untuk menjelaskan ayat-ayat tersebut. Alasannya adalah menggunakan Alkitab untuk memahami Alkitab.

Apakah Alkitab sudah selesai dipahami? Apakah pemahaman yang ada selama ini sudah benar? Apakah teologi-teologi yang ada saat ini adalah ajaran sejati Alkitab? Apakah Alkitab sudah selesai dipahami oleh para teolog Reformed? Apakah para Teolog Reformed benar-benar memahami Alkitab dengan benar sehingga Teologi Reformed adalah ajaran sejati Alkitab sehingga ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Teologi Reformed adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab? Alkitab belum tentu telah selesai dipahami bahkan Alkitab belum tentu telah dipahami dengan benar. Itu sebabnya kita harus menguji alias mengaudit  semua ajaran yang ada dengan Alkitab sebagai standard kebenaran hari lepas hari.

Umumnya kita meyakini suatu ajaran sebagai ajaran yang benar bukan karena telah mengujinya dengan Alkitab sebagai standard kebenaran namun karena meyakini reputasi para pengkotbah dan penulis ajaran-ajaran tersebut. Kenapa kita tidak mengujinya? Karena kita merasa nyaman dan cocok dengan ajaran tersebut. Itu sebabnya kita meyakini ajaran-ajaran tersebut sebagai ajaran sejati Alkitab.

Sacra Scriptura sui ipsius interprres. Scriptura sacra sui ipsius interpres. Kitab suci menafsirkan atau menjelaskan dirinya sendiri. Metode pemahaman Alkitab Eksegesis adalah metode memahami Alkitab dengan membiarkan ayat-ayat Alkitab menjelaskan dirinya sendiri. Memahami, bukan menafsirkan. Kedua hal tersebut di atas digembar-gemborkan oleh para Teolog dari generasi ke generasi. Namun, pertanyaannya adalah: Apakah kedua hal tersebut benar-benar menjadi jalan hidup (way of life) atau hanya SLOGAN kosong belaka?

Saya percaya, para penulis Alkitab menulis Alkitab seperti seorang penulis novel. Semua kata-kata yang digunakannya dipilih secara hati-hati dan digunakan secara konsisten, disusun menjadi kalimat-kalimat menurut tatabahasa yang benar. Mereka menulis secara sistematis, terperinci, akurat, logis dan konsisten di bawah pimpinan Roh Kudus dengan tujuan agar yang membacanya dapat memahami apa yang ditulisnya dengan mudah dan gamblang serta benar. Menurut saya, seharusnya kita membaca Alkitab seperti para penulis ketika menulisnya yaitu: Sistematis, terperinci, akurat, logis dan konsisten di bawah pimpinan Roh Kudus. Dengan keyakinan demikianlah saya berkata bahwa saya belajar untuk membaca Alkitab seolah membaca novel. Tidak menafsirkan namun berusaha memahami yang tertulis apa adanya dengan benar.

Firman dan Allah

Yohanes 1:1-34 adalah Pendahuluan kitab Yohanes. Sebagai Pendahuluan ayat-ayat tersebut adalah ringkasan dari kitab Yohanes. Juga sebagai pengantar agar bisa memahami keseluruhan kitab Yohanes dengan benar. Sesungguhnya apa yang diajarkan oleh Yohanes dalam ayat-ayat tersebut sangat sederhana dan gamblang. Sayangnya banyak yang tidak percaya bahwa itulah yang ingin diajarkan oleh Yohanes, itu sebabnya mereka lalu mengerahkan jurus tafsir 1001 mimpi guna mencari arti-arti tersirat di dalam ayat-ayat tesebut sehingga muncullah ekposisi Yohanes 1:1-34 versi tafsir 1001 mimpi. Silahkan klik di sini untuk membca salah satunya.

Masalah lain ketika hendak memahami ayat-ayat tersebut disebabkan karena memahami nama-nama dengan cara yang salah. Misalnya: Segala keberadaan dibagi menjadi dua kasta yaitu: Pencipta dan Ciptaan. Ketika menemukan kata Allah, kita langsung menganggapnya sebagai nama kasta, bukan nama pribadi, padahal ketika menggunakan kata "Allah" Yohanes maksudkan itu sebagai nama Pribadi. Ketika menemukan kata "gelap" kita langsung menyimpulkan bahwa itu adalah hal yang jahat mustahil nama pribadi. Salah satu kunci utama untuk memahami Yohanes 1:1-34 adalah mendeteksi nama-nama pribadi.

Mari kita tanggalkan semua prasangka dan menaklukkan akal budi di bawah pimpinan Roh Kudus guna memahami Yohanes 1:1-34 apa adanya dengan benar.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah  dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:1

Pada mulanya adalah Firman (Logos), artinya Kisah ini dimulai dari Firman. Firman ada bersama-sama dengan Allah (Theos), artinya ada dua pribadi, yang satu nama-Nya firman sedangkan yang lain nama-Nya Allah, kedua pribadi itu ada bersama-sama. Artinya pribadi bernama Firman itu bukan pribadi yang bernama Allah. Firman itu adalah Allah, artinya pribadi bernama Firman itu adalah pribadi yang bernama Allah. Firman itu bukan Allah namun Firman itu adalah Allah. Bila Firman bukan Allah, kenapa Dia adalah Allah?

Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Yohanes 1:2


Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Yohanes 1:3

Siapakah yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah? Firman. Firman adalah pencipta segala ciptaan. Tidak ada ciptaan yang tidak diciptakan oleh Firman. Karena Firman adalah pencipta segala ciptaan itu berarti Allah sama sekali tidak mencipta.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Yohanes 1:4


Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Yohanes 1:5


Di dalam Firman ada Hidup (Zoe – lafal: Dzo-ay'). Hidup adalah Terang Manusia (Phos anthropos - lafal: Foce anth'-ro-pos). Terang di dalam Yohanes 1:5 adalah Terang Manusia alias Hidup. Terang itu bercahaya di dalam Gelap (Skotia - lafal: Skot-ee'-ah) dan Gelap tidak menguasai-Nya. Walaupun ada di dalam Gelap namun Terang alias Hidup bukan bagian dari Gelap. Walaupun ada di dalam Gelap namun Terang alias Hidup bercahaya. Walaupun Terang bercahaya di dalam Gelap namun sama sekali tidak meniadakan Gelap itu. Itu berarti Terang dan Gelap adalah dua pribadi yang berbeda namun esa.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; Yohanes 1:6


ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Yohanes 1:7

 
Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Yohanes 1:8

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Yohanes 1:9


Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Yohanes 1:10

Terang alias Terang Manusia bukan cahaya yang diciptakan karena terang atau cahaya yang diciptakan adalah benda mati. Terang juga bukan kondisi yang terjadi karena adanya cahaya, karena kondisi terang tidak hidup. Terang adalah Hidup. Terang alias Terang Manusia alias Hidup adalah pribadi, bahkan Dia adalah Sang Pencipta segala ciptaan

Apakah Gelap di dalam Yohanes 1:5 adalah ciptaan atau kondisi gelap yang disebabkan oleh ciptaan? Terang adalah Sang Pencipta. Karena Terang di dalam Yohanes 1:5 adalah Sang Pencipta, maka itu berarti Gelap juga adalah Sang Pencipta.

Ada dua Pencipta, yang satu nama-Nya Terang yang lain nama-Nya Gelap. Terang ada di dalam Gelap. Kedua Yohanes menamakan Dwitunggal Terang di dalam Gelap itu Firman.

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Yohanes 1:11

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah,  yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Yohanes 1:12
 
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Yohanes 1:13

Ia di dalam Yohanes 1:11 adalah Terang alias Hidup. Terang datang ke dunia namun orang-orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Kata "Menerima-Nya" dalam ayat itu bukan berarti menyambut-Nya seolah menyambut tamu. Kata "menerima-Nya" diterjemahkan dari kata Yunani "paralambano" (lafal: par-al-am-ban'-o) yang artinya menerima sesuatu yang diberikan untuk dimiliki. Menerima-Nya berarti menerima-Nya sebagai milik.

Namun, semua orang yang menerima-Nya akan diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Kata "Menerima-Nya" dalam Yohanes 1:12 diterjemahkan dari kata Yunani "lambano"(lafal: lam-ban'-o) yang artinya menerima sesuatu untuk dimiliki. Kata "Menerima-Nya" dalam ayat itu berarti mendapat Dia (Terang) atau memiliki Dia.

Mereka yang diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah,  yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Saya percaya dalam nama Terang sama sekali tidak berarti saya mempercayai Terang atau saya percaya kepada Terang. Saya percaya dalam nama Terang berarti saya dipercayakan kepada Terang atau saya percaya karena Terang mempercayai hal itu atau saya mempercayai apa yang dipercayai Terang. Di dalam kondisi demikian, rasa percaya saya sama sekali tidak memiliki arti karena yang diperhitungkan adalah apa yang dipercayai oleh Terang. Itulah yang disebut percaya dalam nama Terang.

Mereka yang diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, bukan orang-orang yang diperanakkan dari darah atau dari daging. Mereka yang diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, bukan orang-orang yang diperanakkan secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki. yang diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, adalah orang-orang yang diperanakkan dari Allah.

Memiliki Terang dan Percaya di dalam Terang serta dilahirkan dari Allah bukan tiga kejadian yang berbeda apalagi tiga kejadian berbeda yang terjadi pada waktu yang berbeda. Memiliki Terang dan Percaya di dalam Terang serta dilahirkan dari Allah adalah satu kejadian dalam tiga nama. Kejadian itu adalah "diberi kuasa menjadi anak Allah oleh Terang alias Allah"

Anak domba dilahirkan oleh domba, anak kambing dilahirkan oleh kambing, anak manusia dilahirkan oleh manusia dan anak Allah dilahirkan oleh Allah. Dilahirkan oleh Allah berarti diberi kuasa oleh Terang untuk menjadi anak Allah. Dengan demikian, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Terang adalah Allah.

Sekarang kita tahu kenapa dalam Yohanes 1:1 rasul Yohanes mengajarkan bahwa Firman adalah Allah namun Firman bukan Allah. Hal itu terjadi karena Allah memiliki nama lain yaitu Terang. Ketika ada di dalam Gelap, Dia disebut Terang, ketika ada di luar Gelap Dia disebut Allah. Mari kita membuat persamaan untuk membantu kita memahami kebenaran ini.

Terang = Allah
Terang di dalam Gelap = Firman
Firman = Terang namun bukan Allah

Allah Bukan Bapa

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14

Yohanes 1:14 mengajarkan bahwa Firman adalah Anak Tunggal Bapa (Pater - lafal: pat-ayr'). Dwitunggal Terang di dalam Gelap nama-Nya Firman. Karena Terang adalah Allah itu berarti Dwitunggal Allah dan Gelap adalah Firman. Karena Firman adalah Anak Tunggal Bapa, itu berarti Anak Tunggal Bapa sesungguhnya ada dua pribadi yaitu Gelap dan Allah. Karena Allah dan Gelap adalah Anak Tunggal Bapa, itu berarti Allah mustahil Bapa. Sebab, apabila Allah adalah Bapa itu berarti Dia menjadi Bapa dari diri-Nya sendiri.

Terang = Allah
Terang di dalam Gelap = Firman
Allah dan Gelap = Firman
Firman = Anak Tunggal BAPA
Anak Tunggal BAPA = Allah dan Gelap
Allah mustahil BAPA karena Allah adalah salah satu Anak BAPA

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Yohanes 1:15

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; Yohanes 1:16
 
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Yohanes 1:17
 
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Yohanes 1:18

Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Firman yang telah menjadi manusia. Yohanes memberi Firman nama baru yaitu: Yesus Kristus. Itu berarti Yesus Kristus adalah Dwitunggal Allah dan Gelap. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah alias Terang alias Hidup. Yohanes mengajarkan bahwa yang menyatakan Allah kepada manusia adalah Anak Tunggal Allah yang duduk di pangkuan Bapa. Anak Tunggal Bapa adalah Dwitunggal Allah dan Gelap. Siapakah Anak Tunggal Allah yang duduk di pangkuan Bapa? Kita belum tahu. Kita baru tahu bahwa Anak Tunggal Allah dan Anak Tunggal Bapa adalah dua istilah yang berbeda. Anak Tunggal Bapa adalah Firman yaitu Dwitunggal Allah dan  Gelap. Di samping itu kita juga tahu bahwa tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah.

Yohanes Pembaptis Bukan Mesias
 
Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Yohanes 1:19

Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Yohanes 1:20

Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Yohanes 1:21

Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Yohanes 1:22

Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan!  seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Yohanes 1:23

Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Yohanes 1:24

Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Yohanes 1:25

Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, Yohanes 1:26

yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." Yohanes 1:27

Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis. Yohanes 1:28

Yohanes Pembaptis dengan tegas dan gamblang menyatakan bahwa dia bukan Mesias. Dia juga bukan Elia, seorang nabi Perjanjian Lama yang tidak mengalami kematian namun Moksa, naik ke sorga dalam tubuh Jasmani dengan menumpang kereta kuda berapi dalam angin badai (2 Raja-Raja 2:1-18). Setelah menyangkal dirinya Mesias, Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Mesias itu sudah datang. Untuk menyatakan betapa agungnya Mesias itu, Yohanes menyatakan bahwa dirinya bahkan tidak layak untuk membuka tali kasut-Nya. Siapakah Mesias itu? Siapakah Elia itu?

Anak Tunggal Allah BUKAN Anak Tunggal Bapa

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Yohanes 1:29
 
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Yohanes 1:30

Yohanes Pembaptis memberi Yesus nama baru yaitu Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Melalui pernyataannya tersebut Yohanes Pembaptis memproklamirkan bahwa Yesus adalah Mesias yang tentang-Nya tertulis di dalam kitab Perjanjian Lama.

Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Yohanes 1:31

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Yohanes 1:32

Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air,  telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes 1:33

Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah." Yohanes 1:34

Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Dia melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan tinggal di atas Yesus. Lebih lanjut dia bersaksi bahwa Dia yang mengutus-Nya bersaksi bahwa manusia yang ke atasnya Roh turun dan tinggal akan membaptis dengan Roh Kudus. Siapakah yang mengutus Yohanes Pempabtis?

Akhirnya Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Karena Yesus adalah Anak Allah, itu berarti Yesus adalah Anak Tunggal Allah yang duduk di pangkuan Bapa dalam Yohanes 1:18.


Handai taulan sekalian, setelah mempelajari Yohanes 1:1-34 kita dapat menarik kesimpulan:

1.    Terang di dalam Gelap = Firman
2.    Terang tanpa Gelap = Allah
3.    Gelap jadi manusia; Gelap = Yesus
4.    Terang turun ke dunia; Terang = Roh
5.    Hidup = Terang = Roh = Allah
6.    Gelap = Yesus = Anak Tunggal Allah
7.    Yesus di dalam Roh = Yesus Kristus = Anak Domba Allah
8.    Yesus Kristus = Anak Tunggal Bapa
9.    Allah mustahil Bapa karena Allah adalah salah satu Anak Bapa

Handai taulan sekalian, kita sudah mempelajari Yohanes 1:1-34. Kita mendapatkan beberapa pemahaman baru yang cukup mengejutkan yang memicu kita untuk bertanya-tanya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut anda harus mempelajari seluruh kitab yang ditulis oleh Yohanes bahkan juga surat-surat Yohanes dan Wahyu.

Anda Bertanya? Inilah Jawabannya

1.    Kenapa Yesus dinamai Gelap?


Yesus dinamai Gelap untuk membedakan-Nya dari Allah yang dinamai Terang.

2.    Apa perbedaan Firman (Logos) dan Yesus Kristus?

Firman (Logos) adalah Dwitunggal Roh di dalam Yesus. Yesus Kristus adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh.

3.    Kenapa Yesus dinamai Anak Allah?

Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 8:42

Dia dinamai Anak Allah alias Anak Tunggal Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah.

4.    Apa perbedaan Yesus Kristus dan Kristus Yesus?

Yesus adalah nama Gelap setelah Dia menjadi manusia.  Yesus Kristus adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh.

Tetapi di antara orang banyak itu ada banyak yang percaya kepada-Nya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia ini?" Yohanes 7:31

Kristus adalah nama yang diberikan kepada Yesus Kristus ketika melakukan mujizat.

Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Roma 6:9

Kristus adalah nama Yesus Kristus setelah Dia dibangkitkan dari kematian.

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Roma 8:11

Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 1 Yohanes 1:5

Yesus Kristus adalah Yesus di dalam Roh. Kristus Yesus adalah Roh di dalam Yesus.

5.    Apakah Gelap hanya digunakan untuk nama Yesus sebelum Dia menjadi manusia?


Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 1 Yohanes 1:5

Setelah Yesus naik ke Sorga Yohanes kembali menggunakan kata Gelap untuk nama-Nya. Saat itu Yohanes mengajarkan bahwa setelah naik ke sorga, Yesus tidak ada di dalam Allah alias Roh.

6.    Kenapa Allah dinamai Terang?

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Yohanes 1:4


Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Yohanes 1:5

tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah." Yohanes 3:21

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Yohanes 5:30

Allah dinamai Terang Manusia karena Dialah yang menerangi manusia. Dia dinamai Terang karena selain menerangi manusia Dia juga menerangi Yesus. Menerangi artinya memimpin dan membimbing melakukan yang benar.

7.    Kenapa Allah dinamai Hidup?


Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Roma 8:11

Allah Dinamai hidup karena Dialah yang membangkitkan Yesus dari kematian dan akan membangkitkan orang pilihan pada akhir zaman.

8.    Kenapa Roh tidak dinamai Roh Kudus sejak awal?

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Yohanes 14:26

Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. Ibrani 2:4

Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 1 Tesalonika 4:8


Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Efesus 4:30

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. 2 Korintus 13:14

Setiap nama memiliki makna dan mengajarkan sesuatu yang berbeda. Allah alias Terang Manusia alias Terang alias Hidup yang turun ke dunia dinamai Roh. Roh yang dibagi-bagikan oleh Allah dan tinggal di dalam manusia dinamai Roh Allah alias Roh Kudus. Roh alias Allah hanya ada satu namun Roh Kudus ada banyak karena setiap anak Allah memiliki satu Roh Kudus.

9.    Allah adalah Terang alias Hidup alias Terang Manusia. Kenapa Yesus menyatakan diri-Nya adalah Terang?

Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Yohanes 9:5


Selama di dunia, Yesus adalah Terang karena selama itu Dia Tinggal di dalam Terang dan manusia melihat Terang melalui penyataan-Nya.

10.    Kenapa Terang dinamai Allah?


Ada dua hal yang sangat penting ketika hendak mempelajari Perjanjian Baru. Pertama, ajaran Yesus adalah standard dan sumber utama ajaran Perjanjian Baru. Semua yang diajarkan oleh para rasul bersumber dari ajaran Yesus Kristus. Itu sebabnya, bila memahami ajaran Yesus Kristus dengan benar, maka kita akan mudah sekali menarik kesimpulan, berdasarkan ajaran Yesus yang manakah sang rasul mendasarkan suatu ajarannya?

Kedua, Nama-nama Tuhan sangat penting. Kita harus memahami semua nama-nama Tuhan dengan benar dan menggunakannya dengan konsisten karena hanya dengan cara demikianlah maka kita akan mampu memahami doktrin Tritunggal dengan benar. Memahami doktrin Tritunggal dengan benar akan memimpin kita untuk memahami Ajaran Alkitab lainnya dengan benar. Ketika mempelajari Perjanjian Baru, ada tiga nama utama yang menunjukkan TIGA pribadi Tuhan yang kita sembah. Ketiga nama tiga pribadi itu adalah: Yesus, Roh dan Bapa. Berdasarkan ketiga nama tersebutlah muncul nama-nama lainnya.

Firman (Logos) adalah nama untuk Dwitunggal Roh di dalam Yesus. Yesus Kristus adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh. Kristus Yesus adalah Dwitunggal Roh di dalam Yesus. Ketika Yesus mengajar, kadang-kadang Dia berkata-kata sebagai Yesus, namun tidak jarang Dia berkata-kata sebagai Roh di lain waktu Dia berkata-kata sebagai Dwitunggal Yesus dan Roh.

Kapan Roh dinamai Allah? Roh dinamai Allah ketika Dia tidak berpadu dengan Yesus. Coba perhatikan beberapa ayat berikut ini:

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Yohanes 14:10


Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Yohanes 14:11

Handai taulan sekalian, yang berbicara di dalam kedua ayat tersebut di atas adalah Yesus yang telah dibaptis. Setelah Roh turun dan tinggal di atas-Nya, Yesus adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh Kudus. Yesus adalah Anak Tunggal Allah namun yang dinamai Anak Tunggal Bapa adalah Yesus Kristus. Artinya, Anak Tunggal Bapa adalah Dwitunggal Yesus dan Roh.

Apabila Yesus berbicara tentang Bapa-Nya maka yang Dia maksudkan adalah Allah. Namun di dalam kedua ayat tersebut mustahil Yesus sedang berbicara tentang Allah karena pada saat itu Allah tidak ada di dalam Yesus sebab Yesuslah yang ada di dalam Allah alias Roh. Dengan demikian, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang berbicara dalam kedua ayat tersebut adalah Allah alias Roh dan yang menjadi obyek pembicaraan adalah Bapa-Nya.

Roh ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Roh, itulah yang dinamai Allah. Kenapa Roh dinamai Allah? Karena pada saat itu Roh ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Roh. Dwitunggal Roh di dalam Bapa dan Bapa di dalam Roh nama-Nya Allah (Theos).

11.    Apakah Allah adalah Allah Bapa?

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Yohanes 6:27

Nama Allah Bapa tidak pernah digunakan di dalam keempat kitab Injil. Apakah frasa "Bapa Allah" di dalam Yohanes 6:27 berarti sapaan hormat seperti saya menyapa "Bapak Paijo"? Mungkinkah itu adalah nama baru yang diberikan kepada Allah, sebanding dengan "Allah Bapa"? Atau yang dimaksudkan adalah Bapa-Nya Allah?

Anak Manusia adalah nama baru yang diberikan kepada Yesus. Apabila membaca kitab Yohanes dengan seksama maka dapat disimpulkan bahwa Anak Manusia adalah nama Yesus sebagai Juruselamat dunia dan Hakim dunia. Meterai yang dikenakan kepada Anak Manusia adalah Roh. Yang memeteraikan adalah Bapa-Nya Allah. Bapa-Nya Allah adalah Bapa-Nya Firman (Logos) alias Bapa-Nya Yesus Kristus. Frasa Bapa Allah di dalam Yohanes 6:27 berarti Bapa-Nya Allah.

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Yohanes 15:26

Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita. 1 Yohanes 3:24


Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih. 2 Yohanes 1:3

dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya,--bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Wahyu 1:6

Yohanes jarang sekali menggunakan nama Allah Bapa. Dia hanya menggunakan nama tersebut dua kali. Dengan membandingkan keempat ayat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa Allah adalah Roh yang keluar dari Bapa dan turun ke dunia. Di dunia Dia diberi nama baru yaitu Allah Bapa. Dia juga disebut Roh Kebenaran karena keluar dari Tuhan Yesus.

Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. Ibrani 2:4

Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus. Roma 1:7

Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 1 Tesalonika 4:8

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Efesus 4:30

Apakah Allah Bapa adalah Allah? Allah Bapa adalah Allah namun Allah Bapa bukan Allah. Allah adalah Dwitunggal Allah di dalam Bapa dan Bapa di dalam Allah. Allah Bapa adalah Dwitunggal Allah di dalam Bapa. Tuhan Yesus adalah nama Yesus setelah Dia dipermuliakan oleh Allah dan Bapa.

Yang paling banyak menggunakan nama Allah Bapa adalah rasul Paulus. Allah Bapa adalah nama baru yang dia berikan kepada Allah karena Dia memperanakkan manusia menjadi anak-anak Allah alias anak-Nya. Itu sebabnya kita menyapa-Nya Allah Bapa.

12.    Karena Yesus adalah Anak Allah bukankah itu berarti Allah adalah Bapa-Nya? Apabila Allah adalah Bapa-Nya, kenapa dikatakan bahwa Allah bukan Bapa?


Dari generasi ke generasi para teolog Kristen meyakini bahwa di dalam Perjanjian Baru hanya Yesus satu-satunya nama salah satu Pencipta. Yang lainnya bukan nama namun sebutan atau gelar belaka. Itu sebabnya Kaum Namais meyakini bahwa BAPA dan Anak dan Roh Kudus bukan nama-nama Tuhan. Itu sebabnya mereka mengajarkan bahwa BAPA nama-Nya YHWH dan Anak nama-Nya Yeshua Hamashiach. Itu sebabnya pula sebagian kaum Namais DIAM-DIAM meyakini bahwa Roh Kudus bukan Tuhan namun energi atau kuasa dari YHWH dan Yeshua Hamashiach karena Roh Kudus tidak memiliki nama.  

Tentang Tritunggal umumnya para teolog mengajarkan: Ada tiga Tuhan yaitu: BAPA, Anak alias Yesus dan Roh Kudus. Karena Ketiga-Nya sehakekat maka di sebut Tunggal atau Esa. Itu sebabnya dikatakan bahwa orang Kristen menyembah Tuhan Tritunggal atau Allah Tritunggal. Ketika tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan, para teolog menghibur dan melindungi diri dengan mengatakan, "Doktrin Titunggal adalah yang paling sulit bahkan mustahil dipahami dengan sempurna karena itu adalah misteri Tuhan yang hanya bisa kita imani." Karena merasa aman dan terhibur maka para teolog dari generasi ke generasi BERHENTI menggali Alkitab baik untuk menguji maupun menyempurnakan pemahaman yang sudah ada. Yang dilakukan hanya mencari perumpamaan baru untuk mengajarkannya dan mencari jurus-jurus baru untuk menangkal serangan-serangan atas doktrin Tritunggal.

Handai taulan sekalian, karena tidak berusaha memahami nama-nama Tuhan di dalam Alkitab dengan benarlah maka umat Kristen dari generasi ke generasi kehilangan kesempatan untuk memahami doktrin Tritunggal dengan benar. Tidak memahami doktrin Tritunggal dengan benar, berarti tidak mengenal Tritunggal dengan benar. Tidak mengenal Tritunggal dengan benar, berarti tidak menyembah-Nya dengan benar. Selama ini kita belajar tentang Tritunggal namun tidak pernah memahami korelasi dan interaksi Ketiga-Nya dengan benar. Inilah ajaran tentang Tritunggal menurut kitab Yohanes, Surat-surat Yohanes dan Wahyu.

a.    Sebelum Yesus Jadi Manusia

Tritunggal = Firman dan Allah
Firman = Terang di dalam Gelap
Allah = Terang di dalam BAPA dan BAPA di dalam Terang
Firman dan Allah sama-sama bertahta di sorga

b.    Yesus Dikandung Sampai Berumur 30 Tahun

Tritunggal = Yesus dan Allah
Yesus = Gelap
Allah = Terang di dalam BAPA dan BAPA di dalam Terang
Yesus tinggal di dunia dan Allah bertahta di sorga

c.    Yesus Dibaptis

Tritunggal = Yesus Kristus dan Allah
Terang = Roh
Yesus di dalam Roh = Yesus Kristus = Anak Domba Allah
Allah = Terang di dalam BAPA dan BAPA di dalam Terang
Yesus Kristus tinggal di dunia dan Allah bertahta di sorga

d.    Yesus Mati dan Dikubur

Tritunggal = Mayat Yesus dan Arwah Yesus dan Allah
Mayat Yesus = Tubuh Yesus di dalam Roh
Allah = Terang di dalam BAPA dan BAPA di dalam Terang
Mayat Yesus di kuburan, Arwah Yesus di Firdaus, Allah bertahta di sorga

e.    Kristus Bangkit Namun Belum Dimuliakan

Tritunggal = Kristus dan Arwah Yesus dan Allah
Kristus = Roh di dalam tubuh Yesus
Allah = Terang di dalam BAPA dan BAPA di dalam Terang
Kristus Yesus di dunia, Arwah Yesus di Firdaus, Allah bertahta di sorga

f.    Kristus Bangkit Dan Telah Dimuliakan

Tritunggal = Kristus Yesus dan Allah
Kristus Yesus = Allah di dalam Yesus
Allah = Terang di dalam BAPA dan BAPA di dalam Terang
Kristus Yesus bertahta di dunia Allah bertahta di sorga

g.    Yesus Naik Ke Sorga Namun Roh Kudus Belum Turun Ke Dunia

"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Wahyu 1:8

Tritunggal = Alfa dan Omega serta Roh Kudus
Alfa dan Omega = Tuhan Allah
Tuhan = Yesus di dalam BAPA dan BAPA di dalam Yesus
Allah = Roh di dalam BAPA dan BAPA di dalam Roh
Roh Kudus = Roh Yesus di dalam para rasul
Tritunggal Bertahta di sorga

h.    Yesus Di Sorga Dan Roh Kudus Turun Ke Dunia

Tritunggal = Tuhan Yesus Kristus dan Allah Bapa dan Roh Kudus
Tuhan Yesus Kristus = Kristus Yesus di dalam BAPA dan BAPA di dalam Kristus Yesus
Kristus Yesus = Roh di dalam Yesus
Allah Bapa = Roh di dalam Bapa
Roh Kudus = Roh di dalam anak-anak Allah
Allah Bapa dan Roh Kudus tinggal di dunia, Tuhan Yesus Kristus bertahta di sorga.

i.    Yesus Menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 1 Korintus 15:24


Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Wahyu 21:6

Tritunggal = Alfa dan Omega serta Roh Kudus
Alfa dan Omega = Tuhan Allah
Tuhan = Yesus di dalam BAPA dan BAPA di dalam Yesus
Allah = Roh di dalam BAPA dan BAPA di dalam Roh
Roh Kudus = Roh Yesus di dalam anak-anak Allah
Tritunggal Bertahta di sorga, manusia ada di sorga

Menurut kitab Wahyu, inilah yang terjadi di sorga pada saat itu:
Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Wahyu 21:22


Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Wahyu 22:1

Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalam-Nya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Wahyu 22:3-4

Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." Wahyu 22:13

Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Kalimat itu adalah kegenapan dari nubuatan Yesus Kristus berikut ini:

Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, s  bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Yohanes 4:21 

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Yohanes 4:23


Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."Yohanes 4:23

Di dunia baru manusia akan menyembah BAPA di dalam Anak-Nya yaitu Tuhan Allah. Manusia akan memandang wajah-Nya di dalam Tuhan Allah. Itulah yang dimaksudkan dengan menyembah dalam Roh dan Kebenaran.

13.    Bukankah Tritunggal itu adalah Bapa dan Anak dan Roh Kudus?


Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Matius 28:19

Walaupun Matius 28:19 selama ini digunakan sebagai dasar ajaran Tritunggal namun sesungguhnya tidak dipahami dengan benar. Bapa adalah nama, bukan gelar. Yesus Kristus yang menamai-Nya Bapa. Yesus adalah Anak Allah, bukan Anak Tunggal Bapa. Anak Tunggal Bapa adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh dan Roh adalah Allah. Roh Kudus adalah Roh Allah yang dibagi-bagikan kepada anak-anak Allah.

Tritunggal = Bapa dan Anak dan Roh Kudus
Anak = Tuhan Allah
Tuhan = Yesus di dalam BAPA dan BAPA di dalam Yesus
Allah = Roh di dalam BAPA dan BAPA di dalam Roh
Roh Kudus = Roh di dalam Manusia

NB.
Atas masukan dari teman-teman, baik leat komentar maupun lewat chating, maka saya mengedit blog ini bebrapa kali agar lebih mudah untuk dipahami.

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

joli's picture

Hai-hai, Novel Detektif

Hai-hai : Saya percaya, para penulis Alkitab menulis Alkitab seperti seorang penulis novel. Semua kata-kata yang digunakannya dipilih secara hati-hati dan digunakan secara konsisten, disusun menjadi kalimat-kalimat menurut tatabahasa yang benar. Mereka menulis secara sistematis, terperinci, akurat, logis dan konsisten di bawah pimpinan Roh Kudus dengan tujuan agar yang membacanya dapat memahami apa yang ditulisnya dengan mudah dan gamblang serta benar. Menurut saya, seharusnya kita membaca Alkitab seperti para penulis ketika menulisnya yaitu: Sistematis, terperinci, akurat, logis dan konsisten di bawah pimpinan Roh Kudus. Dengan keyakinan demikianlah saya berkata bahwa saya belajar untuk membaca Alkitab seolah membaca novel. Tidak menafsirkan namun berusaha memahami yang tertulis apa adanya dengan benar.

Membaca Alkitab Seolah Membaca Novel
Membaca Alkitab Seolah Membaca Samkok

"Membaca Samkok harus sampai selesai, nggak boleh berhenti setengah jalan"
"Kenapa?"
"Kamu akan menjadi jahat, bila nggak selesai"

Joli pernah mendengar hal seperti diatas, tentang membaca Samkok, walah jadi teringat ni, baca Samkok-nya masih kurang dikit

Membaca Alkitab, seolah membaca Samkok, itulah yang sekarang Joli lakukan, harus sampai selesai, bila tidak akan menjadi jahat, sesat he..he..
Asik sekali ternyata, bahkan ketika membaca bilangan yang dulunya membosankan-pun bisa tetap asik. Sekarang baru sampai Raja-raja, nah sampai di sini bener-bener kayak membaca Samkok beneran, ada Cao-cao-nya juga..

Saya percaya, para penulis Alkitab menulis Alkitab seperti seorang penulis novel. Semua kata-kata yang digunakannya dipilih secara hati-hati dan digunakan secara konsisten, disusun menjadi kalimat-kalimat menurut tatabahasa yang benar. Mereka menulis secara sistematis, terperinci, akurat, logis dan konsisten di bawah pimpinan Roh Kudus dengan tujuan agar yang membacanya dapat memahami apa yang ditulisnya dengan mudah dan gamblang serta benar. Menurut saya, BUKAN BEGITU Hai, Ketika para penulis menulis, mereka tidak tahu akan dibukukan menjadi kitab seperti ini. Mereka menulis yang mereka lihat, mereka alami, dengan latar belakang mereka masing2. Seperti Petrus, mungkin nggak akan kepikir untuk sistematis, terperinci, akurat dan logis. Bukan Penulisnya, yang sistematis, akurat dan logis, tetapi KEJADIAN dan NYATA-nya yang konsisten..

Hai-hai membaca Alkitab seolah membaca Novel, setelah membaca blog Hai ini, Joli tahu bagaimana cara Hai membacanya, seolah membaca NOVEL DETEKTIF, ha..ha..

Sekarang ke materi, ada beberapa hal yang masih belum mudeng

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Yohanes 1:11

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah,  yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Yohanes 1:12
 
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Yohanes 1:13

Ia di dalam Yohanes 1:11 adalah Terang alias Hidup. Terang datang ke dunia namun orang-orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Tidak menerima-Nya artinya tidak memiliki-Nya. Namun, semua orang yang menerima-Nya akan diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Menerima-Nya bukan berarti menyambut-Nya seolah menyambut tamu namun memiliki-Nya. Mereka yang memiliki-Nya adalah mereka yang percaya dalam nama Terang. Percaya dalam nama Terang bukan diri sendiri mempercayai Terang atau percaya kepada Terang atau percaya bahwa dirinya ada di dalam Terang. Percaya dalam nama Terang berarti dipercayakan kepada Terang atau menjadi percaya karena Terang atau percaya karena Terang mempercayai hal itu atau mempercayai apa yang dipercayai oleh Terang.

Yohanes 1:13 menyatakan bahwa anak-anak Allah adalah mereka yang diperanakkan oleh Allah. Itu berarti untuk memiliki Terang dan percaya di dalam Terang seseorang harus diperanakkan oleh Allah. itu berarti Terang adalah Allah. Sekarang kita tahu kenapa Yohanes mengajarkan bahwa Firman adalah Allah namun firman bukan Allah. Firman adalah Allah karena Allah ada di dalam Firman. Firman bukan Allah karena Allah ada di luar Firman. Ketika Allah ada di dalam Firman, Ia dinamai Terang. Ketika Allah ada di luar Firman Ia dinamai Allah.

Tidak menerima-Nya artinya tidak memiliki-Nya, yang ini Joli tidak sependapat Hai, tidak menerima bukan berarti tidak memiliki. Manusia adalah milik DIA/TERANG (Ia datang kepada milik kepunyaanNYA), bukan terbalik, manusia memiliki DIA. Tidak menerima artinya tidak mengakui bahwa diri manusia kepunyaan/milik TERANG.

Yang menerima/mengakui faktanya, di beri kuasa menjadi anak-anak Allah.
Itu berarti untuk memiliki Terang dan percaya di dalam Terang seseorang harus diperanakkan oleh Allah. Kebalik lagi Hai, bukan untuk memiliki dan percaya Terang, seseorang HARUS diperanakkan Allah, tetapi justru karena SUDAH menerima dan percaya dalam Terang, maka seseorang diperanakan Allah..
Soo... "Firman bukan Allah karena Allah ada di luar Firman. Ketika Allah ada di dalam Firman, Ia dinamai Terang. Ketika Allah ada di luar Firman Ia dinamai Allah."  kalimat ini jadi nggak mudeng-ke.

Meski Firman itu bersama-sama Allah BUKAN berarti Firman itu bukan Allah..  itu yang mau diungkap Yoh 1:1 bila baca-nya ala SamKok, apa adanya, tanpa mengolahnya..

Itu dulu pertanyaannya, nanti sambung lagi.. Tulisan Hai-hai ini sangat menarik, menguak-kan sedikit misteri Tritunggal, Tunggaltri..

hai hai's picture

@Joli, Terang Tidak Dikenal

Saya percaya, para penulis Alkitab menulis Alkitab seperti seorang penulis novel. Semua kata-kata yang digunakannya dipilih secara hati-hati dan digunakan secara konsisten, disusun menjadi kalimat-kalimat menurut tatabahasa yang benar. Mereka menulis secara sistematis, terperinci, akurat, logis dan konsisten di bawah pimpinan Roh Kudus dengan tujuan agar yang membacanya dapat memahami apa yang ditulisnya dengan mudah dan gamblang serta benar.

Joli: Menurut saya, BUKAN BEGITU Hai, Ketika para penulis menulis, mereka tidak tahu akan dibukukan menjadi kitab seperti ini. Mereka menulis yang mereka lihat, mereka alami, dengan latar belakang mereka masing2. Seperti Petrus, mungkin nggak akan kepikir untuk sistematis, terperinci, akurat dan logis. Bukan Penulisnya, yang sistematis, akurat dan logis, tetapi KEJADIAN dan NYATA-nya yang konsisten..

Para penulis Alkitab mungkin tidak tahu bahwa tulisan-tulisannya akan dibukukan dan lestari dari generasi ke generasi. Namun ketika menulis mereka menulis agar tulisannya DIBACA oleh jemaat yang kepadanya tulisan itu ditujukan.

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Yohanes 1:10

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Yohanes 1:11

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah,  yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Yohanes 1:12
 
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Yohanes 1:13

Joli: Tidak menerima-Nya artinya tidak memiliki-Nya, yang ini Joli tidak sependapat Hai, tidak menerima bukan berarti tidak memiliki. Manusia adalah milik DIA/TERANG (Ia datang kepada milik kepunyaanNYA), bukan terbalik, manusia memiliki DIA. Tidak menerima artinya tidak mengakui bahwa diri manusia kepunyaan/milik TERANG.

Joli, dunia tidak mengenal-Nya. Bila tidak mengenal-Nya bagaimana mau menyambut-Nya? Apabila anda membaca lebih lengkapa maka akan ditemukan kenyataan bahwa dunia bahkan TIDAK penah melihat-Nya bukan hanya tidak melihat-Nya namun tidak pernah MENDETTEKSI-NYA. Sesunguhnya cara Yohanes menjelaskan sangat sistematis:

  1. Menerima-Nya
  2. Percaya dalam nama-Nya
  3. Diperanakan dari Allah

Nona, Yohanes sama sali tidak sedang menjelaskan bahwa HAL yang satu akan MENYEBABKAN hal  yang lainnya.Yang sedang dia jelaskan adalah HAL yang SATU berarti yang lain-nya.

Menerima-Nya BERARTI percaya dalam nama-Nya. Percaya dalam nama-Nya BERARTI diperanakkan dari Allah.

Nona, bila anda membca dengan seksama maka anda akan sampai pada kesimpulan bahwa Terang = Hidup = Allah = Roh Kudus.

Joli: Soo... "Firman bukan Allah karena Allah ada di luar Firman. Ketika Allah ada di dalam Firman, Ia dinamai Terang. Ketika Allah ada di luar Firman Ia dinamai Allah."  kalimat ini jadi nggak mudeng-ke.

Ada suatu Pribadi, nama-Nya Terang. Dia ada di dalam Firman (Logos). Ketika Dia tidak ada di dalam Firman, Dia memakai nama lain yaitu Allah.

Ini sama dengan analogi. Di SS namanya Joli, ketika tidak ada di SS dia memakai nama Julia. Kenapa demikian? Karena joli adalah Julia.

Joli: Meski Firman itu bersama-sama Allah BUKAN berarti Firman itu bukan Allah..  itu yang mau diungkap Yoh 1:1 bila baca-nya ala SamKok, apa adanya, tanpa mengolahnya..

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah  dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:1

Nona,Saya bisa bersama-sama Joli, bila saya BUKAN Joli. Bila saya adalah Joli, MUSTAHIL menyatakan bahwa saya bersama-sama dengan Joli. Itulah yang saya maksudkan dengan:

Firman ada bersama-sama dengan Allah (Theos), artinya Firman itu bukan Allah.

Sesungguhnya hal itu bisa dijelaskan dengan mudahnya adalah begini.

Ada tiga Tuhan. Bapa, Allah dan Yesus. Bapa memutuskan untuk BERPISAH dengan Yesus. Maka Bapa pun berpisah dengan Yesus. Allah menjadi PERANTARA di antara Bapa dan Yesus. Ketika ada di dalam Yesus Allah pakai nama Terang. Ketika bersama Bapa Allah pakai nama Allah.

Dwitunggal Allah dengan Yesus nama-Nya Firman (Logos).

Dwitunggal Allah dengan Bapa nama-Nya Allah (Theos)

Itu sebabnya Firman ada bersama-sama Allah dan Firman adalah Allah.

Nona, selama ini para teolog dan pengkotbah selalu mengajarkan bahwa Tuhan tidak pernah BERUBAH dari kekal hingga kekal. Prima Causa adalah SEBAB yang menyebabkan tanpa MENYEBABKAN dirinya berubah.

Slogan demikian memang kelihatan OK namun nggak cocok dengan ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah MAKLUK hidup. CIRI utama makluk hidup adalah BERTUMBUH kembang. Yesus pernah berubah menjadi manusia lalu menjadi mayat lalu menjadi manusia lagi lalu moksa.

Kenapa selama ini tidak ada yang melihat hal itu sehingga tetap kekeh jumekeh meneriakan slogan Tuhan tidak berubah dari kekal sampai kekal.

Bapa tidak berubah namun Allah dan Yesus berubah di dalam waktu. Saat ini Yesus bertahta di sorga sementara Allah ada dan berkarya di dunia. Bila waktunya tiba, Yesus akan turun ke dunia untuk menjemput Allah. Setelah Dia memusnahkan dunia, Dia akan memberikan Kerajaan kepada Allah, artinya Allah dipermuliakan.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

joli's picture

Hai, lebih mudah pakai simbol matematika

Hai-hai terima kasih untuk penjelasannya,

Dwitunggal Allah dengan Yesus nama-Nya Firman (Logos).

Dwitunggal Allah dengan Bapa nama-Nya Allah (Theos)

Pada mulanya Tritunggal terbagi menjadi Firman (Logos) dan Allah (Theos). Firman adalah Dwitunggal Terang di dalam Gelap. Allah adalah Dwitunggal Terang di dalam Bapa dan Bapa di dalam Terang. Baik Firman maupun Allah, kedua-Nya bertahta di sorga.

Gelap lalu lahir menjadi manusia, nama-Nya Yesus. Pada saat itu Tritunggal terbagi menjadi Yesus dan Allah. Allah adalah Dwitunggal Terang di dalam Bapa dan Bapa di dalam Terang. Yesus ada di dunia sementara Allah bertahta di sorga.

Setelah Yesus dibaptis, saat itu Tritunggal terbagi menjadi Yesus Kristus dan Allah. Yesus Kristus adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh. Allah adalah Dwitunggal Roh di dalam Bapa dan Bapa di dalam Roh. Yesus Kristus ada di dunia, Allah bertahta di sorga.

Ketika Yesus bangkit dari kematian, Tritunggal terbagi menjadi Kristus dan Yesus serta Allah. Kristus adalah Roh di dalam tubuh Yesus. Allah adalah Dwitunggal Roh di dalam Bapa dan Bapa di dalam Roh. Kristus ada di dunia, Roh Yesus ada di Firdaus dan Allah bertahta di sorga.

Ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tritunggal terbagi menjadi Kristus Yesus dan Allah. Kristus Yesus adalah Dwitunggal Roh di dalam Yesus. Allah adalah Dwitunggal Roh di dalam Bapa dan Bapa di dalam Roh. Kristus Yesus ada di dunia sementara Allah bertahta di sorga.

Ketika Yesus naik ke sorga, Tritunggal terbagi menjadi Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Tuhan Yesus Kristus adalah Tritunggal Roh di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus, Bapa di dalam Roh dan Roh di dalam Bapa. Roh Kudus adalah Roh Kudus yang Kristus Yesus hembuskan kepada muris-murid-Nya. Roh Kudus ada di dunia sementara Tuhan Yesus Kristus bertahta di sorga.

Hai, nampaknya akan lebih mudah menjelaskan hubungan Dwitunggal dan Tritunggal dengan menggunakan diagram atau paling tidak menggunakan bantuan simbol2 himpunan matematika..

\cup Operasi gabungan dua himpunan

\cap  Operasi irisan dua himpunan

Sementara ini dulu, masih banyak yang belum ngeh...

 

avianto's picture

@hai

mo tanya ni pak hai

hai  wrote :

"Pada mulanya adalah Firman (Logos), artinya Kisah ini dimulai dari Firman. Firman ada bersama-sama dengan Allah (Theos), artinya Firman itu bukan Allah. Firman itu adalah Allah, artinya Firman itu adalah Allah.  Firman itu bukan Allah namun Firman itu adalah Allah. Bila Firman bukan Allah, kenapa Dia adalah Allah?"

apakah firman itu tergolong Allah dengan strata tertentu? atau adalah bagian dari dirinya Allah(Tritunggal)? atau Allah yang berdiri sendiri tidak tergantung kepada Allah yang utamanya?

kemudian pak hai menulis:

"Siapakah yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah? Firman. Firman adalah pencipta segala ciptaan. Tidak ada ciptaan yang tidak diciptakan oleh Firman. Karena Firman adalah pencipta segala ciptaan itu berarti Allah sama sekali tidak mencipta."

apakah pertanyan saya diatas sesuai dengan tulisan yang kedua saya kutip dari pak hai ini, bahwa firman itu adalah Allah tersendiri bukan bagian dari Allah (Tritunggal yang adalah satu tertapi tiga tersebut)?

numpang tanya tulisan pak hai-hai ya

terimakasih sebelumnya atas tanggapan yang akan diberikan

hai hai's picture

@Avianto, Allah Bukan Kasta

Avianto, baiklah saya akan menjelaskan dengan kalimat lain.

Ada tiga Tuhan yaitu: Bapa dan Yesus dan Allah.

Bapa lalu berpisah dengan Yesus.

Allah menjadi perantara antara Bapa dan Yesus.

Dwitunggal Allah dan Yesus = Firman (Logos)

Dwitunggal Allah dan Bapa = Allah (Theos).

Tiga Tuhan namun TERBAGI menjadi DUA Dwitunggal.

Kesulitan kita untuk memahami hal itu karena selama ini kita hidup dengan pemahaman bahwa Allah BUKAN nama pribadi namun nama KASTA atau jenis keberadaan.

  1. alam
  2. tumbuhan
  3. binatang
  4. malaikat
  5. manusia
  6. Allah

Itu sebabnya kita memahami bahwa: Yesus KASTANYA Allah. Bapa KASTANYA Allah. Roh Kudus KASTANYA Allah. Itu sebabnya ketika menemukan kenyataan bahwa Allah adalah nama pribadi dari salah satu Tritunggal, kita sulit memahaminya.

Tiga Tuhan yaitu:  Bapa dan Yesus dan Allah namun TERBAGI menjadi DUA Dwitunggal yaitu Firman dan Allah. apa yang terjadi dala kondisi demikian?

Yang terjadi adalah Yesus dan Bapa tidak bisa KOMUNIKASI secara langsung. Komunikasi harus dilakukan melalui Allah.

Saudara Avianto, kita sulit menerima kebenaran demikian karena sejak kecil sudah dijejali pemahaman tentang Allah mahakuasa dan mahatahu sehingga mustahil tidak bisa dan tidak tahu.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

kasjim's picture

tingkat kesulitan pemahaman

ko Hai Hai, hampir semua tulisan ko Hai sudah saya baca, masing2 tulisannya berbeda tingkat kesulitan untuk memahaminya, sbg contoh, tulisan ttg Aku tidak percaya mujizat, saya baca sampai tiga kali baru mengerti dan memahaminya. Untulk tulisan kali ini, saya sudah mengulang sampai empat kali, tetapi masih tidak mengerti sepenuhnya, mungkin baru sampai 50% saya bisa memahaminya.

Mungkin saya yg kurang pandai menyimak tulisan tsb, atau memang doktrin tritunggal sangat sangat sulit utk dipahami?

 

semua sia-sia

__________________

semua sia-sia

josia_sembiring's picture

@Kasjim

Pemahaman Pak Hai-Hai mirip dengan ajaran Hindu.

http://id.wikipedia.org/wiki/Brahman

http://id.wikipedia.org/wiki/Brahma

http://id.wikipedia.org/wiki/Wisnu

http://id.wikipedia.org/wiki/Siwa

Bung Kasjim coba baca deh..seru juga tuh yang hindu..  :))

hai hai's picture

@Kasjim, Kesulitan Memahami

Kasjim, terkadang kita sulit memahami sesuatu yang kita baca karena tulisan tersebut di tulis kurang baik. Bisa juga terjadi karena isi tulisan itu bertentangan dengan pemahaman kita selama ini. 

Jangan kuatir bila kurang memahaminya. Anda boleh bertanya dan saya akan dengan senang hati menjawab pertanyaan anda.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

PlainBread's picture

Ini ya Hai blog yang anda

Ini ya Hai blog yang anda janjikan? Thanks udah dipost.

Mungkin benar kata Mr Stephen Tong soal tidak adanya teolog yang menjelaskan interaksi di antara Tritunggal.

Penjelasannya secara general cukup dimengerti, walaupun pembukaannya agak panjang. Tapi itu tidak jadi soal.

Yang masih agak saya tidak mengerti adalah cara anda memasukkan siapa di dalam siapa. Mungkin karena terngiang2 di kuping saya perkataan Yesus "Aku di dalam Bapa, Bapa di dalam Aku." atau perkataan Yesus ke murid2Nya "Aku di dalam kamu, kamu di dalam Aku." Jadi seolah2 siapa di dalam siapa itu jadi gak begitu penting lagi, mirip kaya mainan Rubik's cube.

Saya akan baca lagi untuk menjawab ketidakmengertian saya.

 

The only difference between a sarcasm and a satire is the first one is usually done with anger while the later one is done with a smile - PlainBread

hai hai's picture

@Plainbread, Siapa Di dalam Siapa

Plainbread, inilah blog yang saya janjikan.

Yang berbicara setelah Yesus dibaptis dan ketika Yesus dimuliakan di atas bukit adalah Allah, Bapa-Nya Yesus, bukan Bapa Yesus Kristus.

Kuncinya ada di dalam nama-nama. Siapa di dalam Siapa itu sangat penting karena itu menunjukkan dua hal:

  1. Yang di luar berkuasa atas yang di dalam
  2. Yang di dalam tunduk kepada yagn di luar
  3. Yang di luar mengetahui semua pikiran yang di dalam
  4. Yang di dalam hanya tahu sebatas yang diberitahu oleh yang di luar

Itulah korelasi dan interaksi dari Tritunggal. Menurut saya, sekali memahami kebenaran ini, akan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang selama ini belum terjawab akan dapat dijawab dengan mudah dan gamblang.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

PlainBread's picture

@Hai: Siapa di dalam Siapa

Hai, itu bukan 2 hal, tapi 4 hahaha *gak penting banget*

Iya, saya bisa melihat bagamana anda membedakan antara "Allah Bapa" dengan "Bapa". "Allah Bapa" adalah Allah, penghubung antara "Yesus" dengan "Bapa". Seperti juga yang anda jelaskan pada poin 11 dan 12 di blog anda.

Jadi ketika kita kemaren berdiskusi mengenai murid2 mendengar Suara Bapa, anda dan saya ternyata berbicara mengenai pribadi yang berbeda. Saya berpendapat bahwa itu Bapa Yesus Kristus, dan anda berpendapat bahwa itu "Allah Bapa", alias Allah perantara.

Bagaimana juga dengan perkataan Yesus kepada murid2Nya "Aku di dalam kamu, kamu di dalam Aku" (Yoh 14:20, Yoh 15:4), apakah itu memakai prinsip yang sama seperti yang anda jelaskan dalam 4 poin tersebut? Karena kalo iya, berarti murid2 bisa memiliki kuasa dan pengetahuan lebih daripada Yesus, alias Yesus tunduk kepada "kamu" alias murid2Nya.

Alternative point of view, di mana Yesus sering menggunakan frase "Siapa di dalam Siapa" alias "X di dalam Y, Y di dalam X", mungkinkah itu hanya gaya bahasa saja, Hai? Karena selain frase tersebut digunakan Yesus untuk menjelaskan korelasi antara Dia dengan Bapa, juga dipakai ketika menjelaskan korelasi dan interaksi Dia dengan murid2Nya. Ataukah kesatuan murid2Nya di dalam Dia akan memiliki esensi yang sama dengan satuNya Dia dengan Bapa?

 

The only difference between a sarcasm and a satire is the first one is usually done with anger while the later one is done with a smile - PlainBread

hai hai's picture

@plainbread, Pernikahan Anak Domba

Plainbread, dua hal yang saya maksudkana adalah: kuasa dan tahu.

Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Yohanes 14:20

Plainheard, ketika Allah alias Roh diutus ke dunia, Dia membagi-bagikan Roh-Nya. Roh Kudus adalah Roh Allah yang dibagi-bagikan kepada manusia.

Roh Kudus ada di dalam manusia, itu sebabnya digunakan istilah PENUH. Selama Yesus di dunia, Dia tidak pernah dipenuhi Roh, namun dikatakan, Dia bersukacita di dalam Roh.

Roh Kudus yang berasal dari Allah di dalam manusia mengakibatkan manusia tersebut Menaklukkan diri kepada Yesus.

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Yohanes 20:22

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Yohanes 20:23

Sebelum Yesus naik ke sorga, Dia mengembuskan Roh Kudus kepada 10 orang murid-Nya. Setelah itu dia berkata bahwa mereka memiliki KUASA untuk menghakimi.

Saat ini yagn kita terima adalah Roh Kudus dari Allah. Nantinya kita akan menerima Roh Kudus dari Yesus.  Sebagai meterai atau tanda sebelum kita menerima Roh Kudus itu adalah BAPTIS. 

Baptis Yohanes pembaptis adalah simbol untuk menerima Roh Kudus dari Allah. Itu sebabnya pada saat itu murid-murid Yesus juga melakukannya. Setelah Roh Kudus turun, Baptisan Yohanes pembaptis atau batpisan pertobatan tidak dilakukan lagi. Namun dimulailah Baptisan Tritunggal, Baptisan Dalam Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Penggenapan baptisan ini adalah apa yang disebut dengan perkawinan mempelai Anak domba.

Kondisi yagn dicatat di dalam yohanes 4:20 itu adalah kondisi setelah perkawinam mempelai Anak Domba

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

mama nia's picture

@Ko Hai Hai: dilahirkan dari air dan Roh

Syalom Ko,

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yoh 3:5

Saat ini yagn kita terima adalah Roh Kudus dari Allah. Nantinya kita akan menerima Roh Kudus dari Yesus.  Sebagai meterai atau tanda sebelum kita menerima Roh Kudus itu adalah BAPTIS.

Ko, apakah yg anda jelaskan di atas ada hubungannya dgn 'dilahirkan dari air dan Roh?' Apa artinya dilahirkan dari air dan Roh? Apakah kita sekarang baru dilahirkan dari Roh dan blm dilahirkan dari air? Apakah dilahirkan dari air dan Roh = ber-Iman?

Mohon penjelasannya ya Ko..

Thanks

 

hai hai's picture

@Mama Nia, Dilahirkan Dari Air dan Roh

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yohanes 3:5

Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Yohanes 4:10

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." Wahyu 7:17

Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Wahyu 22:1

Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Wayu 22:17

Mama nia, terus terang saya belum tuntas di dalam penelitian tentang air dan baptis. Namun secara garis besar dapat disimpulkan bahwa Mata Air Hidup itu adalah BAPA Yesus Kristus.

Dua frasa yang membuat saya belum berani menarik kesimpulan adalah: Barang siapa yang haus" dan "barangsiapa yang mau" 

Barangsiapa haus berarti ada yang tidak haus dan yang tidak haus tidak perlu minum. Barangsiapa mau berarti ada yang tidak mau. Yang tidak mau tidak usah minum.

Dugaan saya itu adalah bagian dari misteri DUA jalan keselamatan. Hal itu saya simpulkan dari kata frasa, Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Saya akan menelitinya dan setelah tuntas mengungkapkannya.

Namun Yesus memang menyatakan dengan gamblang bahwa CARA atau SYARAT untuk jadi anggote keerajaan Allah adalah dilahirkan dari Air dan Roh. Air = Yesus dan Roh = Allah = Roh

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

matahari's picture

@ Ko Hai: Super Berat

Wah yang ini topiknya sangat berat Ko Hai.... gak tau nantinya bakal bisa ngerti atau tdk... apakah tidak ada cara yg lebih mudah / sederhana untuk menjelaskannya Ko?

hai hai's picture

@matahari, saya akan coba

Saudara matahari, saya akan coba evaluasi lagi dan pikirkan sekali lagi untuk menemukan cara yang lebih mudah dipahami.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

smile's picture

Ko Hai, ada kalimat yang perlu ditambah....

Ko Hai : Membaca Alkitab Seolah Membaca Novel

Godaan terbesar ketika hendak mulai mempelajari Alkitab adalah tawaran untuk membaca buku-buku teologi dan mendengarkan rekaman-rekaman kotbah dari para teolog top. Sekali melakukannya kita akan kecanduan karena dengan cara demikian pengetahuan kita akan maju pesat dalam waktu yang singkat. Godaan terbesar ketika menyelidiki ayat-ayat Alkitab adalah mencari sumber pustaka yaitu tulisan-tulisan dan rekaman-rekaman kotbah yang berisi pemahaman teolog-teolog top tentang ayat-ayat tersebut. Kita melakukannya dengan alasan agar tidak tersesat. Godaan terbesar ketika tidak memahami ayat-ayat Alkitab yang sedang dibaca adalah segera mencari ayat-ayat lain yang telah kita pahami untuk menjelaskan ayat-ayat tersebut. Alasannya adalah menggunakan Alkitab untuk memahami Alkitab.

Mungkin tulisan yang saya beri warna tersebut, harus ditambah dengan kalimat "DAN MEMBACA BLOG BLOG SEPERTI YANG SAYA TULIS INI"

Benar ko Hai,...anda memang luar biasa,..saya jadi sadar,..bahwa, lebih baik membaca alkitab dan mempelajari serta memahaminya sendiri terlebih dahulu daripada langsung mendengar rekaman atau membaca buku2 teologi,..ataupun membaca blog seperti ini,...hihihiiiiii...

Yah ga jadi baca deh ko Hai,....mau belajar alkitab dulu deh,...mungkin Tuhan memberi saya teguran lewat ko Hai Hai,...

Karena dari kemaren - kemaren saya males baca alkitab, tapi lebih seneng baca blog, blog yang bikin pengetahuan super kilat jadi lebih tahu, dan jadi pusing tujuh keliling,...

Oke Ko Hai, terimakasih banyak atas blognya,..dan untungnya lagi kalimat yang saya copas dari kalimat ko Hai tidak ditaruh diujung blog,..tapi di awal, jadi cepet untuk berinisiatif menghentikan pembacaan blog,...heheheh..

Peace ...

 

smiLe LOVE JeSuS CHRisT

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

hai hai's picture

@Smile, Anda Benar

Smile, anda benar. Membaca Alkitab lalu memahaminya dengan benar, apalagi bila itu pemahaman baru. benar-benar mengasykkan.

Salah satu cara untuk memberi kesempatan para pembaca blog saya untuk belajar adalah saya mengutip ayat alkitab dengan lengkap dan menceritakan caya saya memahaminya dengan demikian, pembaca bisa mengikutinya sendiri dengan pikirannya sendiri dan menemukannya bersama-sama.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

kabarsukacita's picture

@hai...Roh Kudus ada banyak

Sekarang anda menulis juga bahwa Roh Kudus bisa banyak karena diterima oleh setiap orang percaya. Seperti pemahaman yang anda tolak waktu saya berikan pemahaman sedikit ke anda. Tapi seperti kata anda bahwa manusia adalah mahluk belajar, demikian juga anda konsisten melakukannya

Mari kita sama2 cari kebenaran yang lainnya ya, tapi blogmu ini masih pusing gue ngertinya

Kalau aku sih simple aja pemahamannya, ini versi singkat

1. Allah itu adalah Roh dan Firman

- Allah tanpa Firman --- > ya bukan Allah, masakkah Allah bisu dan powerless?

- Allah tanpa Roh -----> ya mustahil Allah, karena Roh adalah Kehidupan, jika tanpa Roh berarti ya gak kekal atau gak ada

Baik itu Roh dan Firman itu kekal, sudah ada sejak Allah ada, tidak akan pernah musnah

2. Nama Yesus itu adalah nama yang diberikan sejak Dia ada sebagai manusia yang mengambil benih daging Maria. Lha sebelum itu namanya apa? (Masih dalam riset ulang saya apakah namanya adalah YHWH?)

Yesus adalah Firman Allah (dalam kitab Wahyu juga disebut namanya adalah Firman Allah)

Bapa berkehendak dan Yesus selalu melakukan

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

__________________

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir.
Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

hai hai's picture

@kabarsukacita, Bila Pusing

Kabar sukacita, bila masih pusing sebaiknya jangan komentar dulu.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

josia_sembiring's picture

Mau komentar pak hai, boleh

Mau komentar pak hai, boleh ya...

Inilah hasil pengertian yang saya dapat dari blog ini :

Source (Sumber) dari segala sesuatu bukanlah Tritunggal.

ALAM CIPTAAN + TRITUNGGAL  ---> berasal dari satu Sumber.

Sumber itu adalah Yang Maha Esa.

TRITUNGGAL diciptakan oleh yang Maha Esa. Lalu Tritunggal melalui FIRMAN menciptakan Alam Semesta.

TRITUNGGAL adalah yang awal. TRITUNGGAL juga adalah yang akhir..

 

Aduh bener2 njelimet.... yang pasti ketika di kitab wahyu dikatakan yang awal dan yang akhir tersirat bahwa yang awal dan yang akhir bukan self existed, melainkan memiliki sumber. Sumbernya adalah "sang self existed"

Maaf pak Hai, kalau komentar ini tidak berkenan...

hai hai's picture

@josia_sembiring, Tritunggal

Saudara josia, sayang sekali yang anda pahami itu salah.

Yohanes memulai kitabnya dengan frasa, "Pada mulanya." apa yang dimaksudkan oleh yohanes dengan kalimat itu? Menurut saya yang dia maksudkan adalah SUATU waktu ketika penciptaan alam semesta dimulai. Sesungguhnya Yohanes 1:1-2 berhubungan erat dengan Kejadian 1. Silahkan klik di sini dan di sini untuk membaca tulisan saya tentang hal itu.

Sebelum ada penciptaan, Ada tiga Tuhan Yang Mahaesa yaitu: Gelap, Samudera dan Roh allah. Sebelum memulia penciptaan, Gelap menghendaki adanya Tuhan yang BISA dikenali manusia. Samudera lalu MENJADIKAN diri-Nya sebagai Allah yang BISA dikenali manusia bahkan BISA dilihat dan berinteraksi dengan manusia. Saat itu Tuhan yang benama Samudera pun menjadi Terang alias Tuhan yang bisa berinteraksi dengan manusia. Lalu Gelap memisahkan Terang dari Gelap. Gelap adalah diri-Nya yang tidak bisa dilihat dan berinteraksi dengan manusia. Terang adalah Yesus sebelum Dia menjadi manusia. Roh Allah (Ruwach Elohim) menjadi perantara antara Gelap dan Terang. Itu sebabnya selain ada di dalam Gelap Dia juga ada di dalam Terang.

Pada mulanya yang dimaksdukan oleh Yohanes adalah setelah terjadi pemisahan Terang dan Gelap itu. Gelap + Ruwach Elohim = Allah. Terang + Roh Allah = Logos.

Apa yang terjadi pada ketiga Tuhan Yang Mahaesa itu ketika memulai penciptaan? Gelap alias Malam menyatakan kehendak-Nya, Roh allah menyampaikan kehendak Gelap kepada Samudera alis Terang. Terang dan Roh Allah lalu mewujudkan kehendak itu.

Apa yang terjadi pada akhir penciptaan? Pada saat itu ada Tiga Tuhan yang mahaesa yaitu Anak Domba, Allah dan BAPA serta manusia yang dipenuhi Roh Kudus.

PAda akhir zaman, anda bisa katakan, Tritunggal adalah BAPA dan Anak dan Roh Kudus. Anda juga bisa katakan Tritunggal adalah BAPA, Anak dan manusia (dipenuhi Roh Kudus). Anda juga bisa katakan Tritunggal adalah BAPA dan Allah dan Yesus sementara manusia adalah peta teladan Tuhan. Anda juga bisa katakan bahwa pada akhir jaman Tritunggal tidak ada lagi karena yang ada adalah Emptunggal, BAPA, Allah, Yesus dan manusia.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

josia_sembiring's picture

persis seperti kata mazmur

persis seperti kata mazmur 82

Ok Pak Hai...trims...

mujizat's picture

@Hai Hai, semakin parah,...

@sdr HAI HAI,...

Engkau semakin ngawur saja,...

Kata Yesus:"Engkau katakan Aku baik? ...Hanya Allah yang baik,..."

Kalau Allah bukan Bapa, berarti Bapa tidak baik, karena hanya Allah yang baik,...

Kenapa engkau tidak mengejar tanda2 orang percaya, justru berselancar di dunia logika yang semakin ngawur?

Engkau menjadikan SS menjadi situs aneh,...

Mujizat

__________________

 Tani Desa

hai hai's picture

@Mujizat, Maaf Anda

Bang Muji, maaf ya, anda belum memahami bog ini dengan baik.

Allah adalah Bapa kita namun bukan Bapa Yesus Kristus.

Bingung kan? Ha ha ha ha ha ...

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

mujizat's picture

@Hai Hai, Penelaah dari Hongkong

Hai Hai wrote:

Bang Muji, maaf ya, anda belum memahami bog ini dengan baik.

Allah adalah Bapa kita namun bukan Bapa Yesus Kristus.

Bingung kan? Ha ha ha ha ha ...

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Muji:

Kamu salah bung,...

Allah adalah yang disebut Bapa oleh Yesus, DIA adalah Bapa-ku, Bapa-netter kristen, tetapi mungkin bukan bapa-nya HAI HAI.

"Iblislah bapamu" kata Yesus.

Hayo, mau gimana ?

Kata Yesus:" Jika engkau berdoa, berdoalah begini:

Bapa kami yang di surga,

Dikuduskanlah nama-Mu,

Datanglah Kerajaan-Mu,

Jadilah Kehendak-Mu,

........

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan, Kuasa dan Kemuliaan sampai selamanya. Amin"

Yesus juga berkata: "Bapa, permuliakanlah Anak-Mu dengan kemuliaan yang dimiliki-Nya sebelum dunia dijadikan,..."

Hayo, mau berdalih apalagi pak?

Netter yang kocak,...

Mujizat

__________________

 Tani Desa

sandman's picture

@mujizat Doa bapa Kami..

Anda malah kasih jawaban sama hai-hai.. bahwa bapanya murid2 bukan bapanya Yesus.. itu terbukti dengan "Bapa kami yang di surga" kasarnya BAPA elo-elo yang di surga ..

menjebak kok malah kasih jalan? bagaimana ini teh.. ha ha ha

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

bintang seven's picture

@hai2 benarkah?

Bang Muji, maaf ya, anda belum memahami bog ini dengan baik.

Allah adalah Bapa kita namun bukan Bapa Yesus Kristus.

Bingung kan? Ha ha ha ha ha ...

klo yg ini benar gak hai? Anak Tunggal Bapa adalah Yesus Kristus (=Yesus dan Roh Allah).

sedangkan anak Tunggal Allah adalah Yesus. lalu Allah itu adalah dwitunggal Bapa dan Roh Allah.

sedangkan manusia yg telah lahir baru/dilahirkan dari Roh adalah anak2 Allah krn itu kita menyebut Allah adalah Bapa kita/manusia sedangkan bapa dari Yesus Kristus/sang domba Allah adalah Allah Bapa/pater....

tapi ada yg aneh hai: jika begitu bukankah Yesus punya 2 Bapa? Yesus dua kali dijadikan/dilahirkan? pertama dia anak Allah krn dikandung dan dilahirkan ROh Allah dan kedua dia juga anak Bapa krn dilahirkan bersama/dwitunggal dg Roh Allah?

kedua, klo bener gelap=yesus maka dwitunggal yg lo utarain agak aneh menurut gw...yaitu dwitunggal Allah adalah bapa + roh....mana ayatnya? krn seinget gw Yesus mengatakan aku dan bapa adalah satu....klo yg mengatakan ini bukan Yesus tp Kristus maka akan tambah aneh krn ada ayat bilang Allah itu rupanya dan suaranya tidak dpt dilihat dan didengar...gimana nih hai?

 

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

hai hai's picture

@Mujizat, Anda Belum Paham

Bang Muji, anda benar benar belum paham. Bila paham, anda pasti nggak akan bingung dengan kalimat-kalimat ini:

Bapa kita adalah Allah. Bapa Yesus adalah Allah namun Allah bukan Bapa Yesus Kristus.

Yesus adalah Anak Tunggal Allah, namun Yesus Kristus bukan Anak Tunggal Allah sebab Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Bapa.

Bingung kan? Ha ha ha ha .... Belajar lagi ya mas Muji!

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

hiskia22's picture

@mujizat & @hai hai

Parah ni yeeee..............ha...ha...ha.....

Kenapa anda komentar begitu ?...karena pusing ya ?...ha...ha...ha....

saya aja pusing kok....Tapi mari kita pelajari lagi.....siapa tahu ada mutiaranya di dalam blog saudara kita ini

@hai hai....blog anda kali ini agak kurang mudeng daripada blog - blog yang lain...seharian sudah saya baca berulang - ulang.....( nggak speed reading )....mungkin baru 1/3 nya saya mengerti.....he...he...he....hari ini mau dilanjutin lagi mbacanya........tapi selesai kegiatan di tempat kerja.....

GBU 

__________________

GBU

hai hai's picture

@Hiskia, Pahami Nama-Nama

Hiskia, coba pelajari dulu pertanyaan dan jawaban No. 12, setelah itu baru mulai lagi membaca dari awal. Memang agak sulit dipahami karena banyak nama yang dilibatkan. Sekali memahami nama-nama, semuanya akan jadi mudah. Inilah ketiga Tuhan Tritunggal:

  1. BAPA
  2. Hidup = Terang = Terang Manusia = Roh = Kristus
  3. Gelap = Yesus = Anak Domba

Selanjutnya, nama-nama lain adalah kombinasi dari ketiga nama tersebut di atas:

Terang di dalam Gelap = Firman

Yesus di dalam Roh = Yesus Kristus = Anak Domba Allah

Roh di dalam Yesus = Kristus Yesus = Firman Hidup

Terang di dalam BAPA dan BAPA di dalam Terarng = Allah

Yesus di dalam BAPA dan BAPA di dalam Yesus = Tuhan Yesus

Roh di dalam BAPA = Allah Bapa

Roh di dalam manusia = Roh Kudus

Ketika Roh Bertahta di sorga = Allah

Yesus bertahta di sorga = Tuhan

Roh dan Yesus bertahta bersama di sorga = Tuhan Allah

Hiskia selamat semoga penjelasan nama-nama ini membantu anda. Mujizat memang punya penyakit yagn sama dengan Pniel CS: Mereka menyangka dirinya suci dan hebat ketika mengumpat dan menuduh orang lain membabibuta.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

mama nia's picture

@Hiskia22: kalo kayak gini mudeng gak?

Salam kenal Hiskia22,

Tadinya saya baca juga terasa sulit ngertinya, trus saya coba dgn cara spt dibawah ini, saya jd lbh ngerti, saya coba bagikan siapa tahu bs membantu...

1. Pada mulanya:

Tritunggal = Firman (Logos) + Allah (Theos)

                       Firman = Terang + Gelap ~> (Terang --> Gelap), di sorga

                       Allah (Theos) = Terang + Bapa ~> (Terang <--> Bapa), di sorga

2. Pada waktu Gelap lahir menjadi manusia, namaNya Yesus:

Tritunggal = Yesus + Allah

                       Yesus ..., di dunia

                       Allah = Terang + Bapa ~> (Terang <--> Bapa), di sorga

3. Setelah Yesus dibaptis:

Tritunggal = Yesus Kristus + Allah

                       Yesus Kristus = Yesus + Roh ~> (Yesus --> Roh), di dunia

                       Allah = Roh + Bapa ~> (Roh <--> Bapa), di sorga

4. Ketika Yesus bangkit dari kematian:

Tritunggal = Kristus + Yesus + Allah

                Kristus = Roh di dlm tubuh Yesus, di dunia; Roh Yesus di Firdaus

                Allah = Roh + Bapa ~> (Roh <--> Bapa), di sorga

5. Ketika Yesus menampakkan diri kepada murid2:

Tritunggal = Kristus Yesus + Allah

                       Kristus Yesus = Roh + Yesus ~> (Roh --> Yesus), di dunia

                       Allah = Roh + Bapa ~> (Roh <--> Bapa), di sorga

6. Ketika Yesus naik ke sorga:

Tritunggal = Tuhan Yesus Kristus + Roh Kudus

Tuhan Yesus Kristus = (Roh <-> Yesus; Yesus <-> Bapa; Bapa <-> Roh),di sorga 

Roh Kudus = Roh yang dihembuskan ke murid2Nya, di dunia

7. Ketika Roh Kudus turun ke dunia:

Tritunggal = Alfa & Omega + Allah (Allah Bapa) + Roh Kudus

              Alfa & Omega = Yesus + Bapa ~> (Yesus <--> Bapa), di sorga

              Allah (Allah Bapa)= Allah (Roh) + Bapa ~> (Allah <--> Bapa),di dunia

              Roh Kudus = Roh Allah di dlm manusia, di dunia

8. Setelah hari penghakiman:

Tritunggal = Tuhan Allah.

Tuhan Allah = (Allah <--> Yesus; Anak (Allah + Yesus) <--> Bapa; manusia <--> Sang Pencipta)

 

 Keterangan:

  1.   -->  di dalam
  2.  <--> saling di dalam
  3. di sorga, di dunia =  tempat keberadaannya
  4. Terang = Allah = Roh Kudus
  5. Firman adalah Dwitunggal Terang di dalam Gelap
  6. Yesus adalah Gelap yang menjadi manusia
  7. Yesus adalah Anak Allah adalah Anak Tunggal Allah
  8. Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Bapa
  9. Anak Tunggal Bapa adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh
  10. Allah mustahil Bapa karena Dwitunggal Yesus dan Allah adalah Anak Tunggal Bapa                                                                                         

@Ko Hai Hai, saya cuma mencoba mempermudah...mohon maaf kalo ada yg salah...

Thanks

hai hai's picture

@Mma nia, Bagus

Mama nia, menurut saya OK banget. Thanks sudah membantu.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

mencari kebenaran's picture

Kayaknya (klo begini) hanya orang pintar aj yg masuk surga nih..

saya hanya komentar dari sisi orang bodoh aja..

jangan dibikin terlalu rumit lah.. klo gitu kasihan otak standar seperti saya.. masalah trinitas jangan coba2 dijabarkan secara logika lah.. selain juga otak kita ada batas kemampuannya dan pengaruh dosa.

yang saya tahu Tuhan yg Maha Esa (artinya Tuhan yang dipersatukan) bukan Tuhan satu (jadinya Tuhan yang Maha Eka donk) dari segi bahasa saja udah jelas tidak bisa dibantah tetangga kita.

Yesus punya banyak Predikat di Alkitab, Roh kudus Juga, Allah Bapa juga. Mereka tu "pribadi" yang jauuuh berbeda dengan sifat yang sangat berbeda. contoh nih, Yesus dan Allah itu OmniPresent. klo lagi di surga ya gak bisa ada di dunia. Tetapi Roh Kudus bisa. yang bisikin saudara supaya jng berbuat jahat siapa? Roh Kudus bukan. Memangnya Allah bisa turun ke dunia..? yang ada saudara dan saya terbakar oleh kemuliaanNya, tapi melalui Yesus yang juga Allah bisa. Dosa kita ke Bapa bisa diampuni.. itupun melalui Yesus, tapi klo dosa terhadap Roh Kudus lain lagi ceritanya kan..?

Allah itu Beyond our Imagine. rencana penebusan itu sudah ada bahkan sebelum dosa itu ada. Itu termasuk fungsi Trinitas didalamnya. Kaga ada peristiwa sesempurna ini..

Bahkan Roh kudus punya tempat dan kerajaan sendiri, Allah Juga punya singgasana, tetapi mereka itu satu. Dilogikain mana bisa. klo ada yang meragukan, berarti dia sudah meragukan ke MAHA Bisaan Tuhan. simple kan..!! buat saya yg bodoh ini tinggal mengimani saja (bukan berarti iman secara buta)

contoh di alam sekitar lah.. (hanya contoh.. bukan berarti bukti otentik)

Air (H20) = ada cair, padat (es), gas (uap). apapun itu ya tetap H20. bedanya anda gak bisa matiin api pake es atau uap, tapi pakai kondisi cairnya. uap bisa kemana mana. sedangkan es disatu tempat. bukankah mereka sangat berbeda sifat dan kelakuaan secara fisika tetapi satu.

Waktu = ada waktu lampau, sekarang dan yang akan datang. beda tapi satu juga kan

Ruang = ada panjang, lebar dan tinggi.

saya rasa cara saya lebih ampuh untuk menjangkau orang2 dengan kapasitas otak seperti saya.

yang terakhir "bikin judul jngn bikin orang bingung"

Allah Mustahil Bapa Karena Yesus Kristus Anak Tunggal Bapa

Sebab, apabila Allah adalah Bapa itu berarti Dia menjadi Bapa dari diri-Nya sendiri.

(saya pikir anda harusnya terlalu pintar untuk bisa tersandung statement itu) klo diartikan secara harafiah ya gak mungkin. pa lagi dilogikain. Ugh.. Blasphemy.. udah meragukan ke MAHA BISAAN TUHAN.

pokoknya Yesus tuh ya Yesus.. beda sama Allah Bapa atau Roh kudus.. Roh Kudus ya Roh Kudus. Tapi Yesus tuh juga Allah, karena mereka itu SATU

saya jadi pengen tau apa jawaban anda sama statement saya barusan. paling paling logika anda lagi yang berbicara.

lakukanlah segala sesuatu untuk Kemuliaan Tuhan. Biarlah hanya nama Tuhan yg ditinggikan di setiap tulisan kita. jangan "Show off" pa lagi "Take Credit"..

 

hai hai's picture

@mencari kebenaran, Bodoh Bodohmu Sendiri

mencari kebenaran: saya hanya komentar dari sisi orang bodoh aja..

mencari kebenaran: saya rasa cara saya lebih ampuh untuk menjangkau orang2 dengan kapasitas otak seperti saya.

Saudara mencari kebenaran, anda memang BODOH seperti pengakuan anda. Dan anda benar-benar BODOH karena menyangka orang lain SEBODOH anda. Dan KEBODOHAN anda benar-benar tidak tertolong karena MENETAPKAN KEBODOHAN anda sebagai standard pemahaman Alkitab yang benar.

Mohon maaf, saya tidak mau melayani orang BODOH yang mengagul-agulkan kebodohannya. Jadi, BODOH-BODOHMU SENDIRI-lah yao!

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Arema's picture

Pinter tapi bikin orang binngung..

Apa kata orang..?kalau di atas di bakukan..?jabarkan..!!Kalau misalnya di lihat dari fungsinya dan tugasnya masing2, supaya ngak binggung orang.lain.Dengan fakta yang ada...contonya keseharian saja..dari fakta yang nyata dulu..Knapa Yesus menampakan diri ..dari setiap orang Yang bersaksi di nampakin Tuhan Yesus..kok bukan yang lain..?Dia merasa terlepas beban selama ini yang ia rasakan, Berarti Roh Kudus sudah bersama dia..adakah roh lain..?dan ia berdoa kepada Allah Bapa yang di Surga di akhiri..doanya dengan nama Yesus..Knapa..nama Yesus BARU ANDA JABARKAN GITU..... itu sebagai contoh, kalau anda bikin suatu makalah biasakan yang bisa di cerna secara sederhana..dan faktanya ada di keseharian...jadi ..tak bikin binggung orang yang membacanya...dan yang orang yang sehebat anda bisa ngerti bukan sebaliknya.kadang dari keserdahanaan aja orang bisa ngerti dan percaya GBU

 

(JADI ORANG KRISTEN TAK USAH NEKO2 BIAR NAMPAK KRISTENNYA)

hai hai's picture

@Arema, Si Pincang Ngomel, Jalan Nggak Rata

Arema, anda pernah tahu pepatah, "Muka jelek cermin dibelah" dan "si pincang mengomel, jalan nggak rata"? Dalam bahasa sehari-hari kedua pepatah tersebut artinya, "Nggak tahu diri!"

Bila tidak paham yang harus dilakukan adalah belajar lebih keras lagi atau bertanyalah, BUKAN mencela tulisan orang lain apalagi mengajari orang lain harus menulis bagaimana.

Orang yang nggak ngerti namun mencela tulisan orang lain bahkan sok tahu mengajari orang lain cara menulis itu benar-benar menyebalkan. ORang demikian tidak layak diajarin.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

bintang seven's picture

hai2: agak berbahaya

ada tulisan yg agak berbahaya kayaknya hai shg perlu ditambahkan keterangannya...hai2 menulis:

Sekarang kita tahu kenapa dalam Yohanes 1:1 rasul Yohanes mengajarkan bahwa Firman adalah Allah namun Firman bukan Allah. Hal itu terjadi karena Allah memiliki nama lain yaitu Terang. Ketika ada di dalam Gelap, Dia disebut Terang, ketika ada di luar Gelap Dia disebut Allah. Mari kita membuat persamaan untuk membantu kita memahami kebenaran ini.

Terang = Allah
Terang di dalam Gelap = Firman
Firman = Terang namun bukan Allah....BERBAHAYA NIH KOK TERANG BUKAN ALLAH.....PADAHAL IA ADALAH PENCIPTA JUGA...

SEHARUSNYA DIJELASKAN SBB: FIrman adalah pribadi tersendiri dan Allah jg tersendiri....Alkitab diwahyukan scr bertahap lwt byk orang dlm kurun waktu panjang terdapat istilah2 kata: pada mulanya, saat Tuhan Allah menjadikan adam dan hawa, saat menurunkan perjanjian dg nuh, musa, abraham dll, saat Yesus jadi manusia, naik kesorga, turun nya roh kudus, saat penghakiman dll...mama nia dah ngeringkesnya....

jadi jika YOH 1:1 berbicara pada mulanya adalah firman...berarti waktu yg dibicarakan adalah saat penciptaan dimulai...Firman bersama2 dg Allah (ROH/ruwach elohym)adalah  yg menciptakan dunia pada mulanya...mengapa Yesus hrs berada di dalam Roh saat penciptaan? krn ia belum turun kedunia.. jadi maksudnya firman bukan ALlah adalah Yesus berbeda dg Roh Kudus...ttp setara sbg pencipta/Allah yg harus kita sembah dan muliakan....

tp istilah2 yg tepat hrslah menjadi kunci memegang byk rahasia....gw masih belum percaya gelap=Yesus dan Bapa=samudera....krn dg demikian bukankah dari awal kejadian 1 Bapa gak ada peranannya? krn samudera=Bapa gak pernah berfirman/menciptakan didalam kitab2 lain...bapa gak ikut nimbrung di dalam ciptaan????

hai2 gw ngingetin.... lo gak bisa bikin blog2 baru tanpa mempertanggungjawabkan ajaran2 lo terdahulu itu dpt menimbulkan kekacauan BERBAHAYA.......gw bantuin utk mengujinya....bgmna mungkin dulu lo bilang Allah=Bapa dan skrg Allah=Roh, dulu gelap=Bapa sekarang=Yesus...klo gw perhatiin lo dah mo lanjut dg segera utk menjelaskan anak Tunggal Bapa dan yg naik ke sorga....gw setuju bgt anak Tunggal Bapa=Yesus Kristus (Yesus + Roh Allah) tp lo gak bisa seenaknya mengganti gelap=Yesus begitu aja...kalem aja hai...Roh kudus teratur gak kacau jgn terlalu bernafsu spt adam lah....hehehe....gw dah nanya di blog ttg penciptaan sorga dan dunia ntar klo perlu gw pindahin kesini deh biar lebih pas ama judul topiknya...gbu sahabatku....

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

bintang seven's picture

bahaya lain...

gw gak kebayang klo sampai tahun 2010 ini bapa2 gereja belum merumuskan ttg tritunggal gak bisa disangkal lah pernyataan iman mereka telah membantu kita mengerti tulisan2 maksudnya hai2....klo gak ada tritunggal mungkin ini blog akan turun dg judul kwartet tunggal ato byk allah satu tuhan dll...

yg gw bingung setelah menjabarkan siapa itu firman, YHWH, Allah, anak tunggal Bapa dll...pertanyaan simpelnya bagi orang seawam gw...lalu dg 1 kata yg tepat bgmna kah gw harus menyebut Tritunggal?? yg didalamnya ada Bapa, Anak dan Roh Kudus...

krn klo gw sebut Tritunggal=Allah bisa salah krn mungkin ALlah cm dwitunggal gelap dan terang dimana bapa gak ada disitu, klo gw sebut Tritunggal=Tuhan mungkin itu cm dwitunggal bapa dan Yesus dimana roh gak ada disitu....hal ini perlu dipikirkan jg...

hai jika orng awam tanya siapakah Tuhanmu hai2? lalu lo jwb Yesus Kristus...gw bakal nyeletuk...lo katanya Tuhannya org Kristen itu=tritunggal? Yesus Kristus kan cm dwitunggal Yesus didalam roh....duh gw awam bgt nih jd mesti nanya ini...siapakah Tuhanmu???

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

paulwekwek's picture

dwi ato tri??

mw nannya nih pak hai

 

pada poin a, b, c, f diatas itu tritunggal namun kok hanya ada 2 pribadi ?? satunya lagi siapa??

 

 

Bless all of Us..

__________________

Bless all of Us..

hai hai's picture

@paulwekwek, Definisi

paulwekwek, coba anda baca kembali dengan teliti. Perhatikan dengan seksama definisi Allah, di sana anda akan menemukan Bapa.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

bintang seven's picture

KLO KONSISTEN

klo konsisten maka yg tau hari kiamat adalah ALLAH/Roh Allah didalam bapa...ah anggap aja begini yg tau Kiamat sesungguhnya adalah ROH ALLAH/ROH KUDUS

krn Yesus bilang begini:

markus 13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa   saja."

bukankah yg berbicara adalah Yesus DAN bapanya adalah Allah?

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

bintang seven's picture

anak tunggal Allah

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Yohanes 14:10

Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Yohanes 14:11

Handai taulan sekalian, yang berbicara di dalam kedua ayat tersebut di atas adalah Yesus yang telah dibaptis. Setelah Roh turun dan tinggal di atas-Nya, Yesus adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Dwitunggal Yesus di dalam Roh Kudus. Yesus adalah Anak Tunggal Allah namun yang dinamai Anak Tunggal Bapa adalah Yesus Kristus. Artinya, Anak Tunggal Bapa adalah Dwitunggal Yesus dan Roh.

Apabila Yesus berbicara tentang Bapa-Nya maka yang Dia maksudkan adalah Allah. Namun di dalam kedua ayat tersebut mustahil Yesus sedang berbicara tentang Allah karena pada saat itu Allah tidak ada di dalam Yesus sebab Yesuslah yang ada di dalam Allah alias Roh. Dengan demikian, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang berbicara dalam kedua ayat tersebut adalah Allah alias Roh dan yang menjadi obyek pembicaraan adalah Bapa-Nya.

kayaknya hal ini salah besar deh....krn suara Allah kan gak bisa didengar dan rupanya tidak dapat dilihat!! dan diatas kayaknya dah ditulis tuh tulisan hai2

Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Yohanes 9:5

hai2: Selama di dunia, Yesus adalah Terang karena selama itu Dia Tinggal di dalam Terang dan manusia melihat Terang melalui penyataan-Nya.
 

krn tak bisa didengar suaranya dan rupanya maka Yesus adalah juru bicara Allah kan? BAGAIMANA MUNGKIN ROH ALLAH BERBICARA kalau sudah dinyatakan suaranya tidak dpt didengar, MEMBICARAKAN ALLAH BAPA LAGI? janggal bgt tuh!

tp PERTANYAAANNYA APAKAH BENAR ANAK TUNGGAL ALLAH ADALAH YESUS.....INILAH YG PERLU DIJELASKAN LEBIH LANJUT!!

Anak Tunggal Allah bukanlah Yesus spt yg dikatakan hai2 di blognya diatas: krn anak Tunggal Allah adalah adalah imanuel alias Yesus dalam bentuk daging/manusia alias anak manusia ialah domba Allah yg menghapus dosa dunia. kita lihat ayatnya

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya   kepada Dia yang mengutus Aku,   ia mempunyai hidup yang kekal   dan tidak turut dihukum , sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup  Yohanes 5

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba,  bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup   dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri  . 

Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi,  karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  dan mereka yang telah berbuat baik  akan keluar dan bangkit untuk hidup   yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat   akan bangkit untuk dihukum.  

Aku tidak dapat berbuat apa-apa  dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yangmengutus aku

gw rasa anak  Allah adalah nama Yesus atau yesus sbg  Allah dan Anak Tunggal Allah adalah Yesus sbg manusia/imanuel/anak domba Allah yg menghapus dosa dunia.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum;  barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Kuasa untuk menghakimi yg dimiliki Yesus dlm bentuk daging/imanuel diberikan oleh BapaNYA. siapakah BapaNya? Bapanya adalah Allah. krn itulah IA adalah anak Allah dan juga anak Manusia. mengapa Anak Allah bisa mati? krn Ia adalah anak manusia juga.

Yesus dikandung oleh Roh Kudus saat dalam kandungan pun IA dpt memenuhi kandungan dari elizabet ibu yohanes pembaptis. apakah artinya Yesus=Roh Kudus? mustahil! bagaimana mungkin Roh Kudus melahirkan Roh Kudus atau diriNYA sendiri? Roh Kudus mencipta daging Yesus di rahim maria bukan dari yalad/hubungan suami isteri.

apakah bayi Yesus sudah penuh dg Roh saat lahir? jika ya, mengapa Ia perlu dibabtis oleh Yohanes pembaptis dg penuh dg Roh Kudus lagi?...

ALlah didalam daging memerlukan hikmat bukan?bukan! bukan Anak  Allah tapi anak manusia.

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan,   Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung   ibu-Nya.

Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret  di Galilea.  Anak itu bertambah besar   dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya   dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

hikmat macam apa? hikmat berada didalam ciptaaan dan berinteraksi dengan ciptaan didalam ciptaan.

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.