Allah menciptakan langit dan bumi. Kata menciptakan diterjemahkan dari kata BARA yang artinya Creatio at nihilo, menciptakan dari NIHIL alias NULL. Kata bara kembali digunakan ketika Allah menciptakan binatang-binatang laut dan burung-burung serta manusia. TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit. Kata menjadikan diterjemahkan dari kata ASAH yang artinya mewujudkan suatu ide atau kehendak. TUHAN Allah membentuk Adam dari debu tanah dan membentuk binatang dari tanah. Kata membentuk diterjemahkan dari kata YATSAR yang artinya membentuk sesuatu dari bentuk lainnya. TUHAN Allah menumbuhkan tumbuhan dari tanah. Menumbuhkan diterjemahkan dari kata TSAMACH yang artinya menumbuhkan sesuatu dari sesuatu yang sudah ada. TUHAN Allah membangun Hawa dari tulang rusuk Adam. Kata membangun diterjemahkan dari kata BANAH yang artinya membangun sesuatu dari sesuatu yang sama. Bara, asah, yatsar, tsamach dan banah adalah cara-cara Allah menciptakan langit dan bumi. Di samping cara-cara tersebut Allah juga menciptakan manusia dan binatang melalui kelahiran yagn diterjemahkan dari kata YALAD.
|
Ayat
|
Allah Berfirman
|
Allah Menanggapi
|
|
Kejadian 1:3-5
|
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang."
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
|
Lalu terang itu jadi.
|
|
Kejadian 1:6-8
|
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
|
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
|
|
Kejadian 1:9-10
Kejadian 1:11-13
|
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
|
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
|
|
Kejadian 1:14-19
|
Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
|
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
|
|
Kejadian 1:20-23
|
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.
Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
|
Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
|
|
Kejadian 1:24-25
Kejadian 1:26-27
|
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas d ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
|
Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
|
Apabila mempelajari tabel kisah penciptaan langit dan bumi di atas dengan teliti, maka anda akan menemukan kenyataan bahwa ketika Allah berfirman jadilah Terang, memisahkan air dari daratan dan menumbuhkan tumbuhan, sama sekali tidak ada catatan tentang Allah yang menanggapi firman Allah. Namun, Kejadian 2:5-6 dengan gamblang menjelaskan bahwa TUHAN Allah belum menggenapi firman Allah untuk memisahkan air dari daratan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan karena Dia belum menurunkan hujan ke bumi sebab belum ada orang untuk mengusahakannya. Bagaimana dengan kisah penciptaan Terang?
Di dalam Kejadian 1:3-5 Allah berfirman, "Jadilah Terang." Maka Terangpun jadi. Setelah Terang jadi, kemudian Allah memisahkan Terang dari Gelap.
Di dalam Kejadian 1:14-18 Allah berfirman menjadikan (asah) benda-benda penerang kemudian Allah menjadikan benda-benda penerang. Benda-benda penerang itu berfungsi:
1. Memisahkan siang dari malam
2. Menjadi tanda untuk menghitung waktu
3. Menerangi bumi
4. Memisahkan terang dari gelap
ANEH! Allah sudah membentuk Terang pada hari pertama, kenapa Dia menjadikan benda-benda penerang lagi pada hari keempat? Allah secara pribadi memisahkan Terang dari Gelap pada hari pertama, kenapa salah satu fungsi benda-benda penerang ciptaan-Nya pada hari keempat untuk memisahkan terang dari gelap? Benar-benar ANEH! Mustahil Allah pikun sehingga lupa pada firman dan karya-Nya. Mungkinkah Allah menciptakan dua terang? Allah memang menciptakan dua terang! Terang pertama diciptakan-Nya pada hari pertama dan dipisahkan-Nya dari Gelap secara pribadi sementara terang kedua dari benda-benda penerang di cakrawala diciptakan pada hari keempat untuk menerangi bumi dan menguasai siang dan malam serta memisahkan terang dari gelap di bumi
Tidak ada masalah untuk memahami terang yang diciptakan pada hari keempat, karena terang itulah yang disebut cahaya. Terang itulah yang dipancarkan oleh benda-benda penerang. Terang itu kasatmata, artinya nampak oleh mata manusia. Terang itulah yang menerangi bumi. Ketika terang itu tidak ada maka bumi menjadi gelap. Bagaimana dengan Terang yang diciptakan pada hari pertama?
Kejadian 1 & 2 sama sekali tidak mencatat kisah penciptaan bola dunia, air dan gelap, itu sebabnya sebagian teolog mengajarkan bahwa bola dunia, air dan gelap adalah materi yang ada sejak kekal. Sebagian teolog lainnya menganggap gelap itu tidak ada sementara air dan bola dunia diciptakan dalam Kejadian 1:1. Tentu saja pendapat demikian sama sekali tidak benar.
supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini. Yesaya 45:6-7
Ayat di atas dengan gamblang mengajarkan bahwa TUHAN menjadikan (yatsar) terang dan menciptakan (bara) gelap. Bara berarti creatio at nihilo, menciptakan dari nihil atau null atau tidak ada. Ayat tersebut dengan gamblang menentang ajaran bahwa gelap itu tidak ada karena Allah tidak menciptakan gelap. Ayat itu juga menyangkal ajaran bahwa gelap adalah hal yang ada bersama Allah dari kekekalan.
|
Perbandingan Kejadian 1:6-10 dan Amsal 8:23-29
|
|||
|
Kejadian 1:6
Kejadian 1:7
Kejadian 1:8
|
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
|
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.
Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
|
Amsal 8:23
Amsal 8:24
Amsal 8:25
Amsal 8:26
Amsal 8:27
Amsal 8:28
|
|
Kejadian 1:9
Kejadian 1:10
|
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
|
ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
|
Amsal 8:29
|
Dengan membandingkan Amsal 8:24-28 dengan Kejadian 1:6-8 dan Amsal 28:29 dengan Kejadian 1:9 maka kita menemukan kesepadanan dan pengetahuan bahwa Allah menciptakan air dan bola dunia pada hari kedua. Kejadian 1:6-8 mencatat Allah menciptakan cakrawala pada hari kedua.
Sekarang kita dapat meyakini seyakin-yakinnya bahwa Gelap, Samudera dan Air di dalam Kejadian 1:2 bukan ciptaan Allah. Gelap, Samudera dan Air di dalam Kejadian 1:2 bukan gelap, samudera dan air yang kita lihat di dunia karena yang kita lihat adalah ciptaan Allah sementara yang dicatat dalam Kejadian 1:2 sudah ada sebelum Allah mencipta.
Allah Yang Mahagelap
Bagaimana cara manusia mengenali Sang Pencipta? Manusia mengenali Sang Pencipta melalui PENYATAAN Sang Pencipta. Apabila Pencipta tidak menyatakan diri-Nya mustahil manusia mengenali-Nya bahkan mustahil manusia mengetahui keberadaan-Nya. Bagaimana cara Sang Pencipta menyatakan diri-Nya kepada manusia? Lewat mimpi, malaikat dan menampakkan diri dalam wujud manusia. Allah pernah menyatakan diri-Nya dengan lahir dan tumbuh dewasa sebagai Anak Manusia. Hanya orang-orang tertentu yang mendapat anugerah untuk mendapat penyataan Allah demikian. Umumnya manusia mendapat penyataan Allah melalui firman yang tercatat di dalam Alkitab.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3
Kejadian 2:2-3 dengan tegas dan gamblang mengajarkan kepada kita bahwa segala pekerjaan penciptaan oleh Allah di lakukan dalam enam hari. Di luar keenam hari tersebut tidak ada pekerjaan penciptaan oleh Allah sama sekali. Sebagian teolog mengajarkan bahwa penciptaan sudah dimulai sejak Kejadian 1:1, itu sebabnya mereka mengajarkan bahwa pada hari pertama Allah menciptakan langit dan bumi serta terang (Kejadian 1:1-5). Ajaran demikian bertentangan dengan yang tercatat di dalam Alkitab karena Allah selalu memulai pekerjaan-Nya dengan kalimat, "Berfirmanlah Allah" dan mengakhirinya dengan kalimat "Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari … ". Allah baru mulai mencipta pada Kejadian 1:3.
Gelap Gulita, Samudera Raya dan Air di dalam Kejadian 1:2 bukan ciptaan Allah karena Ketiganya sudah ada sebelum Allah mencipta. Sebelum Allah mencipta tidak ada ciptaan, sebelum ada ciptaan hanya ada Allah. Sebelum ada ciptaan yang diciptakan Allah hanya ada Gelap Gulita menutupi Samudera Raya dan Roh Allah melayang-layang di atas Air. Bukankah itu berarti Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Sang Pencipta sementara Air adalah Samudera? Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Allah Tritunggal sebelum penciptaan. Dari generasi ke generasi para teolog menyangkal kebenaran demikian karena mereka tidak suka Allah menggunakan nama Gelap (choshek). Mereka yakin Allah adalah Terang sementara Gelap adalah musuh Allah. Demi hikmat manusianya mereka menyangkal kebenaran firman Allah. Hal demikian tidak boleh terjadi lagi. Allah Tritunggal menyatakan diri-Nya kepada manusia. Melalui penyataan-Nyalah manusia mengenal Allah Tritunggal. Apabila Allah menyatakan diri-Nya sebagai Gelap, maka kita harus menerima penyataan-Nya dan berusaha memahaminya, bukan menyangkalnya.
Gelap Gulita menutupi Samudera Raya dan Roh Allah melayang-layang di atas Air. Itulah penyataan Sang Pencipta tentang diri-Nya sebelum ada ciptaan yang diciptakan-Nya. Gelap Gulita, di dalam-Nya ada Samudera dan Roh Allah yang melayang-layang di atas Air. Samudera, di dalam-Nya ada Roh Allah yang melayang-layang di atas Air. Gelap Gulita adalah Allah. Samudera Raya adalah TUHAN Allah. Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Alalh Tritunggal sebelum sorga dan dunia diciptakan.
GELAP. Apa yang anda kenali di dalam gelap? Tidak ada. Mungkin ada banyak hal di dalam kegelapan namun karena gelap maka anda tidak mengenali apapun karena yang nampak hanya gelap gulita. Apa yang anda ketahui tentang gelap? Tidak ada. Manusia tahu banyak hal tentang terang namun tidak tahu banyak hal tentang gelap. Itu sebabnya manusia lalu berkata, "Gelap itu tidak ada karena gelap adalah kondisi tidak ada cahaya." Anda tahu gelap itu ada namun menyangkal keberadaannya. Manusia tidak suka gelap karena ketika dikuasai kegelapan manusia tidak berdaya. Itu sebabnya manusia menggunakan kata gelap untuk hal-hal yang jahat dan jelek serta ketidaktahuan. Itu sebabnya walaupun Kejadian 1:2 dengan gamblang mengajarkan bahwa Allah adalah Gelap namun para teolog menyangkalnya untuk mempertahankan keyakinan mereka bahwa Allah mustahil Gelap.
Allah Yang Mahagelap Membentuk Allah Yang Mahaterang
Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: "Benar demikian!" Yesaya 43:9
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN," dan Akulah Allah. Juga seterusnya Aku tetap Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?" Yesaya 43:10-13
Handai taulan sekalian, YHWH berfirman bahwa sebelum Dia tidak ada Allah yang dibentuk (yatsar) dan sesudah Dia tidak ada lagi Allah yang dibentuk. Dia adalah satu-satunya Elohim yang dibentuk. Dia adalah YHWH juruselamat manusia, Dialah Yesus Kristus Anak Manusia dan Dia adalah Elohim alias Allah. Dia ingin kita menjadi saksi-Nya. Anda dan saya adalah SAKSI bahwa YHWH adalah satu-satunya Allah yang DIBENTUK. Anda pernah bersaksi bahwa YHWH adalah satu-satunya Allah yang dibentuk? Anda pernah mendengar kesaksian dari para pengkotbah bahwa YHWH adalah satu-satunya Elohim yang dibentuk? Tidak pernah! Alih-alih bersaksi, kita dan para teolog serta pengkotbah justru mereka-reka cara untuk menyangkal kebenaran tersebut.
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. Amsal 8:12
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Amsal 8:22
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Amsal 8:23
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Amsal 8:24
Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; Amsal 8:25
sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. Amsal 8:26
Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, Amsal 8:27
ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, Amsal 8:28
ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, Amsal 8:29
aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; Amsal 8:30
aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku. Amsal 8:31
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. Amsal 8:32
Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. Amsal 8:33
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. Amsal 8:34
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Amsal 8:35
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut." Amsal 8:36
Nama-Nya Hikmat (chokmah, dilafalkan khok-maw). Dia tinggal bersama dengan ormah (dilafalkan or-maw') yang berarti kecerdasan; akal budi; bijaksana. Dia mengaku diciptakan (qanah yang juga berarti dibeli) oleh TUHAN sebagai permulaan pekerjaan-Nya dan perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Yang mendapatkan-Nya akan mendapatkan hidup sementara yang membenci-Nya mencintai maut. Tidak sulit bagi kita untuk memahami bahwa Hikmat di dalam ayat-ayat tersebut di atas adalah Allah namun bukan Allah Bapa. Hikmat adalah TUHAN Allah alias Yesus Kristus sementara Kecerdasan adalah Roh Allah alias Roh Kudus. Bagaimana kita menyimpulkan demikian? Alkitab mengajarkan bahwa TUHAN Allah adalah anak kesayangan Allah sementara anak-anak manusia adalah kesenangan TUHAN Allah.
Inilah yang dikatakan oleh Hikmat tentang dirinya, "TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air." Silahkan perhatikan kalimat-kalimat tersebut di atas dengan seksama. Hikmat alias TUHAN Allah mengaku Dia diciptakan (qanah); dibentuk (nacak); dilahirkan (chuwl) oleh TUHAN.
Qanah (dilafalkan: kaw-naw): membeli; memiliki, mencipta; membentuk.
Nacak (Dilafalkan: naw-sak'): membentuk; melantik; mencurahkan.
Chuwl (Dilafalkan: khool kheel): melahirkan
Hikmat alias TUHAN Allah diciptakan alias dibentuk alias dilahirkan oleh Allah namun Dia tidak diciptakan dari NIHIL (bara). Apabila kita membaca ayat-ayat tersebut di atas maka nampak gamblang sekali bahwa Hikmat dibentuk sebelum hari kedua. Karena segala pekerjaan penciptaan oleh Allah dilakukan dalam enam hari maka itu berarti Hikmat diciptakan pada hari pertama. Itu berarti Hikmat adalah Terang adalah TUHAN Allah.
TERANG yang dibentuk (yatsar) Allah pada hari pertama bukan terang yang dijadikan Allah pada hari keempat. Terang yang dibentuk Allah pada hari pertama adalah Hikmat, adalah TUHAN Allah. TUHAN Allah adalah Terang. Allah membentuk TUHAN Allah? BUKAN! TUHAN Allah membentuk Terang. TUHAN Allah membentuk Terang? Bukankah anda menyatakan bahwa TUHAN Allah adalah Terang? Apabila yang anda katakan benar, bukankah itu berarti TUHAN Allah membentuk diri-Nya sendiri? Bagaimana mungkin TUHAN Allah membentuk diri-Nya sendiri? Allah berfirman, "Jadilah Terang." TUHAN Allah menanggapi, Terangpun jadi.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah Terang." Lalu Terang itu jadi. tidak ada catatan tentang Allah menciptakan atau menjadikan atau membuat atau menumbuhkan atau membangun Terang. Allah tidak menciptakan Terang dari NIHIL, namun Allah berfirman, "Jadilah Terang." Terang jadilah! Allah melihat bahwa Terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah Terang itu dari Gelap. Allah adalah Gelap, ketika Terang jadilah, Terang itu masih di dalam Gelap. Terang dan Gelap itu esa. Itu sebabnya Allah memisahkan Terang itu dari diri-Nya. Bila Terang itu tidak dipisahkan dari Gelap, mustahil manusia mengenali-Nya. Terang adalah Hikmat, adalah TUHAN Allah adalah Samudera. Ketika menciptakan ciptaan-ciptaan yang lainnya, Allah tidak memisahkannya dari Gelap. Hal itu terjadi karena semua ciptaan lainnya diciptakan di dalam Terang dan oleh Terang. Itu sebabnya, tentang diri-Nya Yesus Kristus berkata:
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 8:42
Kapan Yesus Kristus keluar dan datang dari Allah? Ketika Allah berfirman, "Jadilah Terang."
TUHAN Allahlah yang menciptakan seluruh umat manusia. Pada mulanya Dia membentuk (yatsar) Adam dari debu tanah lalu membangun (banah) Hawa dari tulang rusuk Adam. Selanjutnya TUHAN Allah menciptakan manusia dengan cara dikandung dan dilahirkan oleh wanita. Yesus Kristus adalah manusia. Yesus Kristus baru dikandung dari Roh Kudus ketika malaikat Gabriel memberitahu Maria tentang kehamilannya. Yesus Kristus dikandung dan dilahirkan oleh Maria sebagai bayi lalu tumbuh dewasa sebagai manusia. Mustahil menyangkal bahwa TUHAN Allahlah yang menciptakan Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah manusia namun Dia juga TUHAN Allah. Sebelum dikandung Yesus Kristus tidak ada namun TUHAN Allah ada. Yesus Kristus adalah TUHAN Allah dalam wujud manusia. Sebelum menjadi manusia Dia adalah TUHAN Allah, bukan Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah ciptaan TUHAN Allah namun Dia tidak diciptakan dari NIHIL karena Dia adalah TUHAN Allah. Yesus Kristus adalah Ciptaan namun Dia juga Pencipta. Pencipta yang menciptakan diri-Nya sendiri itulah Yesus Kristus. Ciptaan yang mencipta diri-Nya sendiri, itulah Yesus Kristus. Sebagai Ciptaan Dia adalah Anak Manusia, sebagai Pencipta Dia adalah TUHAN Allah.
Apabila anda memahami kisah penciptaan Yesus Kristus mustahil kesulitan untuk memahami kisah penciptaan Terang oleh TUHAN Allah. Apabila memahami kisah penciptaan Terang oleh TUHAN Allah mustahil kesulitan untuk memahami bahwa pada mulanya Gelap Gulita menutupi Samudera Raya dan Roh Allah melayang-layang di atas Air. Dengan pemahaman demikian, maka yang harus kita lakukan adalah menjelaskan bagaimana Allah menciptakan Allah, bukannya mereka-reka cara untuk menyangkalnya. Allah berfirman, "Jadilah Terang." TUHAN Allah menanggapi maka Diapun menjadi Terang. Allah memisahkan Terang dari Gelap artinya Allah melahirkan TUHAN Allah, artinya Allah mengutus TUHAN Allah, artinya TUHAN Allah keluar dari Allah, artinya TUHAN Allah datang dari Allah. TUHAN Allah lalu menciptakan Yesus Kristus. TUHAN Allah tidak menciptakan Yesus Kristus dari NIHIL namun dengan membentuk-Nya dari diri TUHAN Allah sendiri. TUHAN Allah menciptakan Yesus Kristus artinya TUHAN Allah lahir sebagai manusia. Itulah yang disebut Allah membentuk Allah. Allah Yang Mahagelap Membentuk Allah Yang Mahaterang.
Misteri Enam Hari Penciptaan
Benarkah Allah menciptakan sorga dan dunia dalam enam hari? Benar! Benarkah enam hari penciptaan langit dan bumi adalah hari manusia? Salah! TUHAN Allah menciptakan DUNIA dan SORGA dalam waktu manusia namun Allah tidak menciptakan SORGA dan DUNIA di dalam waktu. Semua ciptaan diciptakan di dalam Terang setelah Allah memisahkan Terang dari diri-Nya (Gelap). Itu sebabnya saya katakan, TUHAN Allah menciptakan dunia dan sorga dalam waktu. Gelap alias Allah ada di luar Terang itu sebabnya satu-satunya cara untuk mengenal Gelap adalah melalui Terang. Itu sebabnya saya katakan bahwa Allah menciptakan sorga dan dunia diluar waktu.
Ketika belum memahami ajaran Allah Tritunggal dalam Kejadian 1 & 2, saya juga tidak memahami misteri Terang di dalam Kejadian 1:3-4. Pada saat itu saya juga tidak memahami misteri enam hari penciptaan langit dan bumi. Karena para teolog generasi sebelumnya mengajarkan bahwa Terang yang diciptakan pada hari pertama adalah terang kasatmata, artinya dapat dilihat oleh mata manusia, maka saya meyakininya. Karena para teolog generasi sebelumnya mengajarkan bahwa hari-hari dalam penciptaan langit dan bumi adalah hari manusia maka saya meyakininya. Saya bukan hanya meyakininya, namun saya juga mengajarkannya. Namun hal itu tidak boleh terjadi lagi karena sekarang saya telah memahami misteri enam hari penciptaan.
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5
Kata siang di dalam ayat tersebut di atas diterjemahkan dari kata yowm (dibaca: yome) sementara kata malam diterjemahkan dari kata layil (dibaca lah-yil). Kata petang diterjemahkan dari kata ereb (dilafalkan: eh-reb) sementara kata pagi dari kata boqer (dilafalkan: boker). Kita sudah tahu bahwa Gelap di dalam Kejadian 1:2 dan Kejadian 1:3-5 Adalah Allah, kita juga tahu bahwa Terang di dalam Kejadian 1:3-5 adalah TUHAN Allah. Ketika Allah menamai Terang itu Siang dan Gelap itu Malam bukankah itu berarti Allah sedang menamai diri-Nya Malam dan menamai TUHAN Allah Siang? Benar! Malam adalah Allah sementara Siang adalah TUHAN Allah.
Saya sering bertanya, kenapa Alkitab tidak menggunakan kalimat, "Jadilah malam dan jadilah siang" untuk menyatakan hari? Kenapa digunakan kalimat, "Jadilah petang dan jadilah pagi"? Beberapa Teolog mengajarkan bahwa hal itu terjadi karena bangsa Israel memulai hari mereka dari petang. Satu hari bangsa Israel bermula dari petang hingga petang lagi. Apabila yang diajarkan itu benar, untuk menyatakan satu hari, bukankah seharusnya yang tertulis adalah: "jadilah petang dan jadilah petang lagi" karena satu malam satu hari adalah dari petang sampai petang lagi? Jadilah pagi dan jadilah petang berarti dari pagi sampai petang. Itu baru satu hari, belum satu malam satu hari. Karena satu hari lamanya 24 jam, itu berarti hanya 12 jam, itu namanya setengah hari. Jadilah pagi dan jadilah petang bukan cara Allah untuk menyatakan sudah berlalunya satu hari.
Dalam kehidupan sehari-hari pagi dan petang adalah kondisi bertemunya siang dan malam. Pagi adalah kondisi di mana siang menyambut malam sementara petang adalah kondisi malam menyambut siang. Pagi adalah kondisi di mana malam menyerahkan kekuasaan kepada siang sementara petang adalah kondisi di mana siang menyerahkan kekuasaan kepada malam. Pagi adalah kondisi di mana malam menundukkan diri kepada siang dan petang adalah kondisi di mana siang menundukkan diri kepada malam. Pagi dan Petang adalah siang. Jadilah petang dan jadilah pagi adalah cara Allah memberitahu kita bahwa penciptaan dilakukan di dalam Siang. Hal itu juga mengajarkan kepada kita bahwa di dalam penciptaan Allah dan TUHAN Allah melakukannya bersama-sama. Jadilah petang dan jadilah pagi adalah cara Allah memberitahu kita bahwa penciptaan dimulai dengan Siang menundukkan diri kepada Malam lalu Malam menundukkan diri kepada Siang. Jadilah petang dan jadilah pagi adalah cara Allah memberitahu kita bahwa pada mulanya Siang menundukkan diri kepada Malam karena itu maka Malam lalu memuliakan Siang dengan menundukkan diri kepada-Nya. Jadilah petang dan jadilah pagi mengajarkan kepada kita bahwa ketika Siang menundukkan diri kepada Malam, maka Malam memuliakan-Nya. Ketika Siang menundukkan diri kepada Malam, maka Malam menyatakan kehendak-Nya. Ketika Malam menyatakan kehendak-Nya, Siang pun menanggapinya dengan mewujudkan firman Malam tersebut. Karena Siang menanggapi firman Malam dengan mewujudkannya maka selanjutnya Malam benar-benar menundukkan diri dan membiarkan Siang berkuasa. Itu sebabnya penciptaan dimulai dengan kalimat, "Berfirmanlah Allah" Kemudian setelah TUHAN Allah mewujudkan firman maka Allah menanggapinya dengan pujian. Anda paham sekarang? Yesus Kristus adalah yang terkecil di dalam kerajaan Allah karena Dia sangat rendah hati dan setia. Karena kerendahan hati dan kesetiaan-Nya maka Allah lalu meninggikan-Nya dan menaklukkan diri kepada-Nya, itu sebabnya yang terkecil di dalam kerajaan Allah pun menjadi yang terbesar.
Allah berhenti dari segala pekerjaan penciptaan-Nya pada hari ketujuh karena semua ketetapan-Nya sudah difirmankan, namun TUHAN Allah terus bekerja karena yang difirmankan Allah belum tergenapi. Itu sebabnya Anak Manusia menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari sabat. Jadilah petang karena karena Siang menundukkan diri, jadilah pagi karena Malam sudah menyatakan firman-Nya untuk kemuliaan Siang namun belum tergenapi.
Bangsa Israel merayakan sabat pada hari ketujuh untuk mengenang Allah berhenti dari segala pekerjaan penciptaan-Nya. Orang Kristen merayakan sabat pada hari pertama untuk mengenang Yesus Kristus berhenti dari segala pekerjaan penciptaan-Nya. Ketika Allah berhenti, Kristuslah Raja atas hari sabat, ketika Kristus berhenti manusialah raja atas hari sabat. Akan tiba waktunya nanti di mana semua hari adalah hari sabat.
Ko Hai : Bantahan atas teori anda...yg kontradiksi dgn FT
Perhatikan Kejadian 1 : 1-5:
1:1 Pada mulanya a Allah menciptakan 1 b langit c dan bumi. d
Ayat ke 1 disini menceritakan ttg keadaan mula-mula dimana ayat 1 merupakan sebuah introduction / pembukaan dimana Bumi diciptakan beserta langit.
1:2 Bumi belum berbentuk e dan kosong 2 ; f gelap gulita menutupi samudera raya, g dan Roh Allah h melayang-layang i di atas permukaan air.
Kemudian ayat ke 2 menceritakan keadaan bumi yang masih kosong dan belum berbentuk dimana tercatat juga Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air serta keadaan gelap gulita yang menutupi samudra raya.
Perhatikan !
Ayat ke 2 disini mencatat jelas samudra raya dan air telah tercipta atau telah ada di dalam Bumi meskipun tidak dijelaskan kapan samudra raya dan air diciptakan pada ayat ke 1.
bandingkan dengan kutipan Ko Hai di bawah ini :
Inilah yang dikatakan oleh Hikmat tentang dirinya, "TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air." Silahkan perhatikan kalimat-kalimat tersebut di atas dengan seksama. Hikmat alias TUHAN Allah mengaku Dia diciptakan (qanah); dibentuk (nacak); dilahirkan (chuwl) oleh TUHAN.
Kutipan yang digaris bawahi akan menjadi kuci dari sanggahan seorang penonton...
Nah....perhatikan ayat ke 3 dan 4 dan 5 !!!
1:3 Berfirmanlah j Allah: "Jadilah terang 3 ." Lalu terang k itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, l lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. m
1:5 Dan Allah menamai n terang itu siang, dan gelap itu malam. o Jadilah petang dan jadilah pagi, p itulah hari pertama 4 .
Ayat-ayat di atas tentunya menerangkan dengan jelas tentang semua proses penciptaan di hari pertama.
Betul ?
Termasuk juga proses penciptaan " Terang " yang telah ko Hai claim sebagai saat moment dimana Allah yang digambarkan sebagai gelap ( oleh ko Hai ) , kemudian menciptakan terang yang dipercaya juga sebagai TUHAN Allah .
Jika teori Ko Hai yang menerangkan bahwa Tuhan Allah tercipta di hari yang pertama....
Lantas bagaimana dengan penjelasan di ayat di bawah ini yang dengan sendirinya menggugurkan teori anda ?
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Amsal 8:22
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Amsal 8:23
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Amsal 8:24
Kalimat " sebelum bumi ada " dan " pada mula pertama " di atas tentunya menerangkan kepada keterangan waktu yang mengarah kepada sebuah saat sebelum berlangsungnya penciptaan di hari pertama.
Saya tidak tahu berapa lamanya yang dimaksud dengan sebelum bumi ada dan pada mula pertama...
Yang pasti....keterangan waktu tersebut sepertinya telah menunjukan sebuah argument yang sangat bertentangan dengan teori yang dituliskan oleh Ko Hai.
Jadi alasan mengapa teori ko Hai tidak dapat diterima adalah karena...
Ayat Amsal 8:23 itu tadi....
Yang menerangkan bahwa TUHAN telah diciptakan pada permulaan pekerjaanNYA, sebagai perbuatanNYA yang pertama-tama dahulu kala.
Sudah sejak jaman purbakala dan sebelum Bumi diciptakan....
Oleh karena itu, ketika Allah berfirman " jadilah terang " di hari pertama...
Hal tersebut tentunya bukanlah sebuah kejadian yang menerangkan tentang saat terjadinya terang yang kemudian diartikan sebagai TUHAN Allah / Hikmat oleh Sdr Hai.
nah....
Hal ini tentunya merupakan sebuah hal yang sangat penting dimana jika seseorang sampai salah menafsirkan dan mengartikan inti dari permasalahan ini, maka tidaklah mustahil jika penegertian yang telah salah tersebut berbuah kesalahan-kesalahan yang lain.
Jika perkiraan seorang penonton ternyata benar, dimana TUHAN Allah diciptakan pada mula pertama, sebagai perbuatan yang pertama-tama dilakukan olehNYA, maka....
Sekali lagi kenyataan tersebut bertabrakan dengan keyakinan Sdr Hai yang bisa kita baca di bawah ini :
Gelap Gulita, Samudera Raya dan Air di dalam Kejadian 1:2 bukan ciptaan Allah karena Ketiganya sudah ada sebelum Allah mencipta.
Sebelum Allah mencipta tidak ada ciptaan, sebelum ada ciptaan hanya ada Allah. Sebelum ada ciptaan yang diciptakan Allah hanya ada Gelap Gulita menutupi Samudera Raya dan Roh Allah melayang-layang di atas Air.
Bukankah itu berarti Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Sang Pencipta sementara Air adalah Samudera?
Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Allah Tritunggal sebelum penciptaan.
Para pembaca yang budiman....
Teori yang telah disusun oleh Sdr Hai akan bisa hancur bagaikan rumah-rumahan yang disusun dari kartu, hanya dikarenakan oleh sebuah salah tafsir terhadap asal muasal proses penciptaan.
Bermodalkan sebuah keyakinan bahwa TUHAN Allah telah diciptakan jauh sebelum Bumi ada, maka dengan sendirinya pernyataan yang menyatakan bahwa Gelap, Samudra dan Roh Allah adalah Allah Tritunggal sebelum penciptaan adalah tidak bisa diterima kebenarannya !
Plus....
Oleh karena Gelap, Samudra dan Roh Allah tentunya bukanlah merupakan sebuah persamaan yang selaras dengan kesatuan Tri Tunggal maka, pernyataan yang menyatakan bahwa Allah adalah gelap juga menjadi gugur secara otomatis.
Apalagi tentang penjelasan yang menyatakan bahwa TUHAN Allah adalah siang sementara Allah adalah malam....
Dan seterusnya....
Semua gugur !!!
Mohon tanggapannya...
From Oz far...far....away
@Penonton, Hikmat = Ciptaan Pertama
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Kejadian 2:1
Ketika Allah pada hari ketujuh m telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3
Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- Kejadian 2:4
Penonton Penciptaan SORGA dan DUNIA dan segala isinya dilakukan Allah dalam 6 hari penciptaan. Terang adalah ciptaan-Nya yang pertama. Terang adalah PERMULAAN pekerjaan Allah, perbuatan-Nya yang pertama. Terang diciptakan sebelum bumi ada, sebelum air samudera raya ada.
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Amsal 8:22
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Amsal 8:23
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Amsal 8:24
Hikmat adalah bagian dari Sorga dan Dunia. Apabila Hikmat bukan Terang dan Hikmat diciptakan sebelum Allah menciptakan Terang, maka itu berarti Allah membual tentang 6 hari penciptaan Sorga dan Dunia sebab ada yang diciptakan sebelum hari pertama.
Apabila Himat bukan Terang dan Dia diciptakan sebelum Allah menciptakan Trang, bukankah seharusnya Amsal mencatat bahwa Himat diciptakan sebelum Allah menciptakan terang, bukannya sebelum bumi ada dan samudera raya ada?
Hikmat menyatakan bahwa Dia adalah ciptaan yang pertama, permulaan pekerjaan Allah. Ciptaan pertama Allah adalah Terang. Permulaan pekerjaan Allah adalah menciptakan Terang. Itu sebabnya setelah memisahkan Terang dari Gelap tertulis, Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Ko Hai, Allah tidak pernah membual....
Dear Ko Hai,
Sudah jelas dalam kejadian 1: 1 bahwa pada mulanya Allah menciptakan bumi dan langit.
Itu merupakan langkah pertama...
Dan baru kemudian berfirman tentang " terang"...
Bukan jadi terbalik....
Saya berpendapat bahwa kisah penciptaan di kejadian hanya dalam wawasan penciptaan Bumi dan segala isinya, dan tidak sedang menjelaskan ttg penciptaan lain selain dari pada Bumi dan isinya.
Jadi berdasarkan kesimpulan tersebut, Allah tidak pernah membual...
Hanya kitalah yg salah mengerti dan berpikiran ke arah yg salah !
Terang di dalam kejadian 1: 3 merupakan terang yg sama dengan ayat 4 dan 5.
Jika keadaan Bumi ketika baru diciptakan diam tidak berputar pada orbitnya / poros dan rotasinya, maka sumber cahaya / terang yang dipancarkan oleh benda-benda penerang langit tidak akan bisa menghasilkan efek siang dan malam.
Saya berpendapat bahwa pada ayat ke 3.....terang benar-benar diciptakan dalam arti terang yang sesungguhnya...
Sedangkan ayat 4 dan 5 merupakan proses pemisahan yang bisa jadi merupakan penjelasan dari saat awal dari Bumi untuk mulai berputar di porosnya serta mengelilingi matahari di orbitnya, guna menghasilkan efek siang dan malam.
Saya menduga ko Hai mungkin telah berpikir terlalu jauh dalam mengartikan kejadian penciptaan Bumi dan isinya....
Coba mohon periksa lagi Blog tulisan di atas...
Maseh banyak kontradiksi yang saling bertabrakan di dalam isi blog tersebut.
From Oz far..far..away
@ Penonton, Kisah Penciptaan
Ada dua terang yang diciptakan oleh Allah. Terang pertama diciptakan pada hari pertama (Kejadian 1:1-5) sementara terang kedua diciptakan pada hari keempat (Kejadian 1:14-19).
Terang yang diciptakan pada hari pertama adalah permulaan penciptaan sementara terang yang kedua adalah apa yang kita sebut cahaya. Tentang perputaran planet pada porosnya dan peredaran planet pada orbitnya nampak gamblang dalam ayat-ayat berikut ini.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, Kejadian 1:14
dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:15
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Kejadian 1:16
Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, Kejadian 1:17
dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:18
Anda menganggap bahwa pada Kejadian 1:1 Allah menciptakan BOLA DUNIA dan LANGIT. Coba perhatikan apa yang Allah lakukan pada hari kedua. Dia MENAMAKAN Cakrawala itu langit.
Orang kuno menyangka BUMI ini DATAR sementara LANGIT itu berbentuk KUBAH. Pemikiran demikian muncul karena mereka melihat terbit tenggelamnya matahari dan bulan. Namun sekarang kita tahu bahwa Bumi itu BULAT. Pemahaman bumi bulat itu justru membuat GAMBLANG arti CAKRAWALA yang dinamakan LANGIT. Pada saat Allah menciptakan Cakarawala, saat itulah Dia menciptakan Langit, itu sebabnya Cakrawala itu disebut Langit. Apa batas cakrawala dan bola dunia? permukaan tanah.
Apabila anda menganggap LANGIT sudah diciptakan pada Kejadian 1:1, maka itu berarti ada dua langit yang diciptakan oleh Allah. Yang pertama diciptakan sebelum hari pertama pada Kejadian 1:1 yang kedua diciptakan pada hari kedua.
apabila Anda menganggap Kejadian 1:2 adalah kondisi yang ada setelah penciptaan pada Kejadian 1:1 maka pemahaman anda itu akan bertentangan dengan ayat Alkitab berikut ini.
belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- Kejadian 2:5-6
Sebelum TUHAN Allah menurunkan hujan, belum ada SAMUDERA dan AIR di bumi karena belum ada hujan, yang ada hanya kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu. coba anda perhatikan kata yang digunakan, kabut itu naik dari bumi, bukan dari SAMUDERA.
Penonton, coba anda perhatikan table Perbandingan Kejadian 1:6-10 dan Amsal 8:23-29 dalam blog saya. Apabila anda menganggap penciptaan sudah dimulai dari Kejadian 1:1 maka inilah susunan penciptaan menurut Amsal 8:23-29.
Kejadian 1:1-2 = Amsal 8:23-27 = Menciptakan bola dunia dan air
Kejadian 1:3-5 = Menciptakan Terang
Kejadian 1:4-8 = Amsal 8:28 = Menciptakan cakrawala = Langit
Kejadian 1:9-10 = Amsal 8:29 = Memisahkan air dan daratan
Dengan pemahaman demikian, maka anda harus percaya:
Penonton, kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati.
Mari kita lihat apa yang Allah lakukan pada hari kedua. Allah MEMISAHKAN air yang di atas dan di bawah. Kita tahu bahwa air yang di atas adalah UAP AIR atau KABUT atau AWAN. Apabila air yang diatas adalah UAP AIR bukankah itu berarti pada waktu itu air yang di bawah juga UAP AIR? Coba anda baca kembali Kejadian 2:5-6 tersebut di atas. KONSISTEN bukan?
Sebelum turun hujan di bumi belum ada AIR yang ada adalah UAP AIR. Itu sebabnya saya katakan, sebelum turun hujan belum ada samudera. Sebelum turun hujan UAP AIR masih menyatu dengan TANAH. Ketika Allah memisahkan Air dan Tanah, Allah menamakan yang kering itu daratan atau tanah dan kumpulan air itu samudera. Saat ini kita tahu bagaimana cara Allah malakukan hal demikian yaitu dengan menurunkan hujan dan membuat hukum air akan menempati tempat yang rendah, saat itu belum ada hujan namun Allah membangun kountur bumi, ada yang tinggi dan ada yang rendah.
Penonton, itulah penjelasan saya, semoga cukup dipahami.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
In reply to @ Penonton, Kisah Penciptaan by hai hai
PermalinkProses penciptaan Bumi...
Ko Hai menulis :
Penonton, kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati.
Mari kita lihat apa yang Allah lakukan pada hari kedua.
Allah MEMISAHKAN air yang di atas dan di bawah.
Kita tahu bahwa air yang di atas adalah UAP AIR atau KABUT atau AWAN. Apabila air yang diatas adalah UAP AIR bukankah itu berarti pada waktu itu air yang di bawah juga UAP AIR?
Coba anda baca kembali Kejadian 2:5-6 tersebut di atas.
KONSISTEN bukan?
Saya kurang mengerti ttg penjelasan uap air yang di atas dan di bawah...
Lagipula pendapat ko Hai yang menyatakan bahwa Bumi diciptakan pada hari ke dua merupakan sebuah pendapat yg beresiko tinggi, jika tidak diikuti dengan sebuah argument pendukung yan dapat dipertanggung jawabkan.
Saya mengerti bahwa Ko Hai sedang berusaha untuk menyajikan dasar-dasar argument guna mendukung teori penciptaan terang / Tuhan Allah di saat yang pertama-tama / hari pertama , sesuai dengan keyakinan Ko Hai....
Akan tetapi sayangnya, bukti-bukti tulisan yang ko Hai sajikan seakan-akan saling bertabrakan dan saling menyerang satu dengan yang lainnya.
Bagaimana ko Hai bisa membantah bahwa Bumi diciptakan pada hari pertama ?
Apakah dengan menyajikan argument tentang langit ?
Bisakah menjelaskan lebih lanjut tentang penciptaan Bumi di hari ke dua, secara terpisah dengan masalah langit ?
Kita berkonsentrasi HANYA kepada Bumi saja....
Bukankah saat penciptaan Bumi menjadi kuci penentu waktu, terhadap kapankah " Terang " diciptakan sesuai dengan keyakinan ko Hai.
Karena ko Hai sepertinya tidak dapat mengelak pernyataan ayat di Amsal 8 : 22-23, dan oleh karenanya kemudian berusaha meyakinkan para pembaca bahwa Bumi diciptakan pada hari yg ke dua, agar dapat menjadi cocok dengan isi dari Amsal 22-23 ....
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Amsal 8:22
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Amsal 8:23
Sepertinya hal tersebut malah membuat keadaan ko Hai menjadi lebih terdesak, ketimbang memperbaiki keadaan.
Dengan mengarahkan pembahasan kepada masalah langit...
Tentunya tidak akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar penciptaan Bumi....
Oleh karena itu, saya berharap ko Hai dapat memberikan jawaban yang jelas, terkait keyakinan ko Hai terhadap kapan waktunya Bumi diciptakan.
Apa di hari pertama, atau hari ke dua ?
Jika memilih untuk berkeyakinan kepada hari yg ke dua....
Maka kejadian 1: 1 akan membantah keyakinan Ko Hai tersebut....
Selain tentunya juga tuntutan permintaan agar Ko Hai dapat menjelaskan proses penciptaan Bumi di hari ke dua, yang tentunya berlawanan dengan isi dari kejadian 1: 5 yang menjelaskan tentang:
"Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam".
"Jadilah petang dan jadilah pagi"
Jika Allah baru menciptakan Bumi di hari ke dua seperti yang diyakini oleh ko Hai...
Mengapa Allah lantas menamai terang sebagai siang, dan gelap sebagai malam ?
Plus....petang dan pagi....
Kepada siapakah petang dan pagi ditujukan dalam penciptaannya ?
kepada siapakah siang dan malam diperuntukan dalam penciptaannya ?
Apakah oleh karena Bumi belum diciptakan, maka keadaan pagi dan petang terjadi di dalam wujud Allah yang ko Hai sebut sebagai " gelap " ?
Apakah mungkin Allah menciptakan keadaan siang dan malam tampa menciptakan dulu " objek " yang kemudian akan menjadi tempat / wadah terjadinya keadaan siang dan malam ?
Tampa adanya Bumi, dimanakah siang dan malam tersebut terjadi ?
Mohon jawabannya...
From Oz far..far..away
In reply to @ Penonton, Kisah Penciptaan by hai hai
Permalink@Penonton, Penciptaan Bumi
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5
Penonton, Di dalam Kejadian 1:1-31 Allah memulai pekerjaan penciptaan-Nya dengan kalimat "Berfirmanlah Allah" dan mengakhirinya dengan kalimat "Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari … ". Allah baru mulai mencipta pada Kejadian 1:3.
Apabila anda percaya bahwa LANGIT (cakrawala) dan BUMI (bola dunia) diciptakan pada hari pertama maka itu berarti Allah menciptakan langit dan bumi tanpa BERFIRMAN. Itu juga berarti pada hari pertama SUDAH ada LANGIT dan BUMI.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Kejadian 1:6
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Kejadian 1:7
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:8
Ada dua hal yang diciptakan Allah pada hari kedua yaitu:
Umumnya kita memahami Kejadian 1:6 bahwa yang diciptakan hanya satu yaitu cakrawala sementara air sudah ada sebelum cakrawala diciptakan. Itu sebabnya saya mengutip Amsal 8:23-28 untuk mendukung bahwa pada hari kedua Allah menciptakan Air dan Cakrawala.
CAKRAWALA = LANGIT
Air yang di atas = Awan
Air yang di bawah = BUMI + Air
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:9
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10
Penonton, coba anda perhatikan ayat 9-10. Benarkan DARATAN itu sudah ada di dalam AIR YANG DI BAWAH?
Anda bertanya kapan bumi mulai berputar pada poros? Para Ilmuwan mengajarkan bahwa pada mulanya bumi itu adalah GAS yang lalu menjadi KERAS karena berputar pada POROSNYA.
Penonton, apakah penjelasan saya cukup gamblang?
Bila anda yakin kejadian 1:1 adalah kisah penciptaan LANGIT dan BUMI, maka itu berarti ada 2 LANGIT dan BUMI yagn diciptakan Allah. Pertanyaannya adalah kita sudah melihat salah satunya, yang lainnya DI MANA?
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
@Ko Hai: tanda-tanda dimulainya gravitasi di kejadian....
Dear Ko Hai,
Saya tidak mau membahas hal-hal yang sekiranya dapat dibahas setelah kita menemukan ketetapan dan persetujuan tentang hari pertama !
Lupakan hari ke dua...lupakan hari ke 3 dan seterusnya....
Kita fokus pada hari pertama...
Apakah Ko Hai setuju bahwa di hari pertama ada penciptaan Bumi dan Langit sesuai kitab Kejadian 1 : 1 ?
Jika ya...
Bagaimana penjelasan :
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Amsal 8:22
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Amsal 8:23
Itu saja dulu....
Sebab dengan mengerti akan dasar di hari pertama, baru kita bisa melanjutkan ke hari ke dua....
Tidak mungkin kita meloncat-loncat membicarakan hal-hal yang tidak berurutan, dimana hal tersebut bisa saja membingungkan pembaca dan orang-orang yang mau memetik pelajaran dari blog tulisan ini.
So Please...
Give me your arguments...
Oleh karena di dalam tabel ko Hai, penciptaan Bumi tidak dimasukan ke dalam hari pertama...
So...kapan Bumi dijadikan ?
Anda harus menjelaskan ttg hal ini, jika mau berpendapat bahwa permulaan penciptaan dimulai dengan menciptakan terang....
From Oz far..far.away
In reply to @Ko Hai: tanda-tanda dimulainya gravitasi di kejadian.... by Penonton
Permalink@Penonton, Hari Kedua
Penonton,
Hari pertama Allah MENJADIKAN Terang. Terang yang dijadikan Allah adalah HIKMAT, adalah TUHAN Allah.
Hari kedua Allah menjadikan Cakrawala langit dan bola dunia
Karena HIKMAT diciptakan pada hari pertama maka tidak ada masalah dengan
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Amsal 8:22
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Amsal 8:23
HIKMAT diciptakan pada hari pertama, sebelum Allah menciptakan BUMI dan LANGIT. Bumi dan langit diciptakan pada hari kedua.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
In reply to @Penonton, Hari Kedua by hai hai
Permalink@ko Hai: apakah anda mengakui kesalahan anda ?
Dear ko Hai,
Anda menulis :
HIKMAT diciptakan pada hari pertama, sebelum Allah menciptakan BUMI dan LANGIT. Bumi dan langit diciptakan pada hari kedua.
Dan juga :
Gelap Gulita, Samudera Raya dan Air di dalam Kejadian 1:2 bukan ciptaan Allah karena Ketiganya sudah ada sebelum Allah mencipta.
Sebelum Allah mencipta tidak ada ciptaan, sebelum ada ciptaan hanya ada Allah.
Sebelum ada ciptaan yang diciptakan Allah hanya ada Gelap Gulita menutupi Samudera Raya dan Roh Allah melayang-layang di atas Air.
Bukankah itu berarti Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Sang Pencipta sementara Air adalah Samudera? Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Allah Tritunggal sebelum penciptaan.
Penonton menjawab :
Jadi melalui pernyataan terbaru yang tertulis di blog komentar anda, telah diakui bahwa keadaan Allah Tritunggal yang telah ada sebelum penciptaan adalah SALAH !!!
Dimana Tritunggal menurut ko Hai baru terjadi setelah Allah memisahkan TERANG dari dirinya...di hari pertama...
Apakah ini berarti ko Hai mengakui bahwa terdapat kontradiksi di dalam tulisan-tulisan ko Hai ?
Atau mungkin ko Hai maseh punya penjelasan tentang hal tersebut ?
NB :
Arti Tritunggal sebelum penciptaan di atas, apakah sama dgn Tritunggal yang kita ketahui / kenal sekarang ?
From Oz far..far..away
Ko Hai: Yesus diciptakan? mirip saksi Yehova
Saksi Yehova juga sering pake ayat tentang hikmat (Amsal 8:22) sebagai pendukung ajaran mereka bahwa Yesus Kristus adalah ciptaan pertama..
apa ko hai yakin dengan apa yang sedang ko hai ajarkan bahwa Yesus diciptakan? meurut saya itu ajaran yang sangat berbahaya...
coba lihat tulisan ko hai dibawah ini kontradiksi:
Gelap Gulita, Samudera Raya dan Air di dalam Kejadian 1:2 bukan ciptaan Allah karena Ketiganya sudah ada sebelum Allah mencipta. Sebelum Allah mencipta tidak ada ciptaan, sebelum ada ciptaan hanya ada Allah. Sebelum ada ciptaan yang diciptakan Allah hanya ada Gelap Gulita menutupi Samudera Raya dan Roh Allah melayang-layang di atas Air. Bukankah itu berarti Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Sang Pencipta sementara Air adalah Samudera? Gelap, Samudera dan Roh Allah adalah Allah Tritunggal sebelum penciptaan.
dari tulisan di atas, ko Hai mengatakan bahwa Tritunggal sudah ada sebelum Allah mencipta... tapi Ko Hai menulis juga :
Anda dan saya adalah SAKSI bahwa YHWH adalah satu-satunya Allah yang DIBENTUK. Anda pernah bersaksi bahwa YHWH adalah satu-satunya Allah yang dibentuk? Anda pernah mendengar kesaksian dari para pengkotbah bahwa YHWH adalah satu-satunya Elohim yang dibentuk? Tidak pernah! Alih-alih bersaksi, kita dan para teolog serta pengkotbah justru mereka-reka cara untuk menyangkal kebenaran tersebut.
Dari tulisan ko Hai saya menangkap, Anda menulis bahwa sebelum 6 hari penciptaan sudah ada Gelap (Allah Bapa), Samudera (Yesus), dan Air (Roh Kudus).
terus pada hari pertama Allah menciptakan Terang (Yesus).. jadi mana yang bnar? ada sebelum atau pada hari pertama?
Jesus Bless U
Akhung Berithel
Kita tidak bisa selalu memiliki apa yang kita sukai, tapi kita bisa belajar menyukai dan mensyukuri apa yang kita miliki
In reply to Ko Hai: Yesus diciptakan? mirip saksi Yehova by akhung
PermalinkYesus memang suatu kontradiksi dan paradox.
Yesus memang suatu kontradiksi dan paradox. Allah tapi juga manusia. Pencipta tapi juga ciptaan. Sebab itulah memahami dan mempercayai hal demikian hanya bisa terjadi karena wahyu Allah. Kalau kita mempercayai bahwa Yesus itu memang Allah yang menjelma jadi manusia maka sebenarnya kita mempercayai Pencipta yang menjadi Ciptaan.