Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Blog SABDA

Syndicate content
melayani dengan berbagi
Updated: 25 weeks 6 days ago

Divisi Ministry Learning Center YLSA

Mon, 2021-02-15 17:04

Shalom sahabat SABDA. Mengucap syukur kepada Tuhan karena bisa menyambut tahun 2021 dengan semangat dan sukacita. Tahun lalu, banyak hal yang tidak mudah untuk dilewati dan banyak pergumulan yang harus didoakan. Kini, pada 2021 pun, kita tentu masih akan menjumpai tantangan baru untuk terus mau beradaptasi dan mengembangkan diri. Tahun ini, YLSA mengalami restrukturisasi -- sebelumnya memiliki 4 divisi (ITS, Me+DIA, Digital Resources Ministry, Digital Learning), kini YLSA memiliki 6 divisi (ITS, Me+DIA, SABDA Content, Bible Engagement, Ministry Learning Center, Customer Engagement). Wah, bagi saya, pembagian divisi kali ini cukup banyak. Restrukturisasi ini sudah direncanakan dan terus digumulkan sejak akhir tahun 2020, tepatnya Desember. Dengan adanya restrukturisasi ini, diharapkan YLSA dapat terus melayani masyarakat kristen Indonesia dengan efektif, relevan, dan mengutamakan engagement dengan para Sahabat SABDA.

Saya bergabung di salah satu divisi baru, yaitu Ministry Learning Center atau kami sebut dengan MLC (supaya lebih ringkas). MLC memiliki misi untuk menyediakan bahan-bahan pembelajaran kristen untuk memperlengkapi gereja dan jemaat Tuhan agar bertumbuh dan melayani dengan aktif. Di MLC, saya menjadi anggota divisi. Banyak hal harus saya pelajari, mulai dari pengaturan waktu, pengaturan kerjaan, maupun hal lainnya. Divisi MLC dikoordinatori oleh Ibu Yulia, Roma sebagai asisten koordinator, Mei sebagai sekretaris, dan Evie, Melisa, Tian, Bima, Hananto, Okti, Gatot, Pio, Nikos sebagai anggota. Tujuan dari MLC adalah menyediakan akses yang mudah ke bahan-bahan pembelajaran yang ?SABDA miliki, mengolah bahan-bahan supaya pengguna bisa langsung memakainya untuk belajar, membentuk komunitas belajar, studi kasus, dan "listening tour".

Awal masuk ke divisi ini, saya masih belum mengerti apa tugas dan tanggung jawab saya di MLC. Bagaimana sistem kerjanya, sistem pembagian tugas, dan banyak hal lain yang belum saya pahami. Sebelumnya, saya belum pernah terlibat dalam kelas online ataupun diskusi online. Namun di MLC ini, saya banyak terlibat di kelas online. Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang baru. Saya harus menyesuaikan diri dengan cepat supaya bisa mengikuti alur kelas online ini. Dengan adanya banyak sekali kebijakan baru yang diterapkan, hal ini semakin membuat saya mau tidak mau harus berpikir dan bertindak cepat.

Seiring berjalannya waktu, saya bisa menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang ada. Semua bukan karena kekuatan dan kehebatan saya, tetapi karena pertolongan Tuhan dan rekan-rekan dalam divisi ini. Bersyukur rekan-rekan bisa saling membantu, menyemangati, dan melengkapi untuk mencapai tujuan dari divisi MLC. Divisi baru, beradaptasi dengan cara kerja baru, dan harus tetap mengikuti perkembangan digital, tentu itu tidak mudah. Saya percaya Tuhan yang akan menolong dan memampukan saya dan teman-teman. Satu hal yang saya ingat ketika melakukan pelayanan, yaitu apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Apa pun pekerjaan dan pelayanan yang diberikan, semua dikerjakan dengan sepenuh hati. Tuhan Yesus memberkati setiap pelayanan yang kita kerjakan. AMIN.

Divisi SABDA MEDIA? ME+DIA? MIDIA?

Wed, 2021-02-10 16:53

Shalom Sahabat SABDA. Tahun 2021 menjadi tahun yang menurut saya paling berkesan. Mengapa? Karena SABDA melakukan restrukturisasi divisi, yang sebelumnya ada 4 divisi sekarang menjadi 6 divisi. Restrukturisasi ini sudah digumulkan sejak akhir 2020. Dengan adanya restrukturisasi ini, staf YLSA juga harus menyesuaikan diri dengan divisi baru mereka. Harapan saya, dengan adanya restrukturisasi, pelayanan YLSA dapat semakin efektif dalam menolong masyarakat Kristen untuk belajar Alkitab dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Saya menjadi bagian dalam divisi SABDA Me+DIA. Saya mencoba pengalaman yang baru, untuk banyak berkutat dengan media visual maupun audio. Walaupun saya baru 1 tahun melayani di YLSA?, semoga dengan pengalaman baru ini saya dapat lebih mengembangkan kompetensi saya.

SABDA Me+DIA berfokus untuk menyediakan bahan media dalam beragam format, beragam bahasa suku, dan yang lebih utama menyediakan bahan media untuk penjangkauan dan pemuridan. Core Project divisi SABDA Me+DIA terdiri dari grafis, audio, video, dan komik. Grafis terdiri dari ilustrasi, infografik, dan quote. Untuk Audio antara lain audio Alkitab, audio Alkitab suku, dan Tafsiran. Ada juga video berupa video dari The Bible Project, Tetelestai, Lumo, King of Glory, dan video-video dari mitra SABDA. Kami juga memiliki komik-komik Alkitab, seperti: komik Kingstone, komik dengan gambar animasi khas "marvel" yang menurut saya cocok untuk generasi milenial seperti saya.

Hasil akhir yang ingin kami capai adalah bahan-bahan media dari ?SABDA dan mitra dapat dipakai oleh masyarakat Kristen di Indonesia. Bahan-bahan tersebut diharapkan dapat diakses secara offline dan online. Tentu harus ada langkah nyata untuk mencapai hal tersebut. Kami mengawalinya dengan memperkenalkan produk-produk media dari SABDA. Lalu, mengorientasi terkait bagaimana memproses bahan-bahan media SABDA. Proses selanjutnya adalah bekerja sama dengan divisi lain. Kerja sama antardivisi sangat penting dan harus dilakukan untuk mencapai hasil akhir tersebut. Selain itu, kami juga bermitra dengan gereja dan pengguna produk/bahan. Jika kami tidak memiliki relasi yang baik, akan kesulitan untuk mengenalkan produk-produk media dari SABDA. Untuk menunjang hal itu, kami melakukan kampanye dalam beragam format, seperti format grafis, audio, dan video 15 detik. Terakhir, kami melakukan riset dan mengoleksi data-data media. Riset sangat penting untuk mengembangkan setiap bahan media supaya tetap relevan dengan generasi yang ada.

Inilah penjelasan singkat mengenai divisi SABDA Me+DIA. Saya sendiri masih harus banyak belajar. Saya percaya, Tuhan akan membimbing dan memampukan saya. Saya juga sangat bersyukur memiliki tim yang kompak dan solid. Meski saya anggota baru dalam divisi ini, rekan-rekan yang lain bersedia berbagi ilmu dengan saya. Saya cepat beradaptasi di divisi SABDA Me+DIA karena ketika saya tidak mengerti beberapa hal di SABDA Me+DIA, saya selalu mendapat bimbingan dan pengarahan. Terima kasih sudah membaca tulisan saya yang panjang lebar ini. Mari terus mengabarkan Injil melalui media-media yang ada. Tuhan Yesus memberkati.

Pengalaman Bersama BaDeNo Alkitab

Mon, 2021-02-01 15:35

Halo, saya Andy dari Divisi ITS dan Biblical Engagement SABDA. Kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya dalam pembuatan situs BaDeNo. Hmm, apa itu BaDeNo? BaDeNo adalah singkatan dari BAca, DEngar, NOnton. Pastinya, BaDeNo ini adalah tentang Alkitab.

Latar belakang dari BaDeNo ini adalah adanya keresahan karena makin banyak orang percaya pada abad ke-21 tidak lagi membacaAlkitab dengan teratur. Hal ini akan sangat memengaruhi kehidupan rohaninya. Membaca firman Tuhan adalah salah satu disiplin rohani untuk berinteraksi dengan firman Tuhan. Namun, pada abad ke-21 ini, definisi membaca tidak lagi hanya membaca teks, tetapi juga dengar dan nonton Alkitab. Untuk membaca Alkitab secara teratur, diperlukan rencana baca, dan BaDeNo ini adalah rencana multimedia baca Alkitab setahun. Ini adalah revolusi membaca Alkitab abad ke-21; baca, dengar, dan nonton Alkitab secara teratur setiap hari.

Nah, teman-teman dapat mencoba BaDeNo Alkitab ini untuk berinteraksi dengan firman Tuhan ala abad ke-21. Dunia ini sudah digital dan sekarang adalah era multimedia. Mari menikmati interaksi dengan firman Tuhan pasal demi pasal dengan membaca, mendengar, dan menonton Alkitab. Saat ini, rencana multimedia baca Alkitab setahun ada dalam situs BaDeNo. Silakan segera menggunakannya untuk menikmati firman Tuhan dalam teks, audio, atau video.

Pengalaman saya ketika membuat situs BaDeNo lebih banyak dalam bidang UI dan UX desainnya, seperti pembuatan layout dan ekosistem dari BaDeNo. Awalnya cukup sulit karena perlu mengetahui dulu konsep penting, dasar, dan pengalaman apa yang hendak disajikan kepada user nanti. Hal-hal seperti itulah nantinya yang membantu menentukan layout dan ekosistem situs. Sebenarnya, pengerjaan situs ini sudah berlangsung sejak Desember 2020 yang lalu, semenjak mas Hadi mengoordinasi agar saya segera membuat layout sementara situs BaDeNo sesuai hasil "brainstorming" dengan tim ITS. Dalam pengerjaannya, saya sangat terbantu dengan bahan-bahan multimedia yang melimpah di sabda.id dan data berbagai versi Alkitab di alkitab.sabda.org. Bermodalkan itulah, layout dan ekosistem mulai dibentuk pelan-pelan dari awal konsep "Baca" beragam versi ?Alkitab, "Dengar" Alkitab dan program Alkitab, serta "Nonton" beragam program Alkitab. Dan akhirnya, terbentuklah dua layout dan ekosistem yang akan maju ke tahap selanjutnya, yaitu tahap walkthrough situs.

Di tahap walkthrough ini, proses berlangsung selama awal Januari 2021. Setelah mendapatkan banyak feedback dari rekan-rekan staf, terkhusus tim Divisi Biblical Engagement, pengerjaan dilanjutkan lagi, baik dari segi layout, ekosistem, maupun fitur-fitur yang perlu ditambahkan. Selama melakukan proses lanjutan inilah, saya semakin mengerti konsep apa yang akan dihadirkan dalam BaDeNo. Konten yang jelas dan nilai-nilai interaksi dengan firman Tuhan dari beragam media informasi yang hendak dihadirkan, seperti teks, audio, dan visual menolong untuk memperlancar pengerjaannya. Itulah yang membuat saya bersemangat mengerjakannya. Saya semakin mengerti mengapa BaDeNo harus hadir menemani orang percaya berinteraksi dengan firman Tuhan pada abad ke-21 ini. Ini sangat penting! Ini dapat dipakai oleh Tuhan untuk membawa orang percaya abad ke-21 kembali kepada firman-Nya.

Sudah sejauh ini. Meski masih perlu banyak perbaikan, BaDeNo siap diluncurkan. Sahabat SABDA juga dapat memberikan masukan untuk pengalaman berinteraksi dengan firman Tuhan menggunakan BaDeNo. Dari pengerjaan situs BaDeNo ini, saya belajar bagaimana firman Tuhan dapat diakses dan dinikmati melalui beragam media informasi, tidak terbatas dengan teks saja. Saya juga bersyukur mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari pengerjaan situs ini. Semua hanya karena kemurahan dan untuk kemuliaan Tuhan. Haleluya, shalom!

ITS — Perubahan Struktur Divisi di YLSA

Fri, 2021-01-29 10:52

Awal tahun ini, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mengalami perubahan struktur organisasi. Perubahan adalah satu hal yang baik karena berarti ada kehidupan dan dinamika pelayanan. Organisasi harus bisa melihat kebutuhan yang penting bagi pelayanan sehingga apa pun yang dikerjakan akan memiliki dampak secara luas dan tepat sasaran. Produk yang dihasilkan tidak sia-sia, tetapi benar-benar bermanfaat, memberkati banyak orang dan organisasi lain. Selain itu, secara internal, perubahan struktur yang tepat akan berdampak pula terhadap cara kerja anggota tim dan divisi.

Dibandingkan dengan divisi lain, secara fungsi, divisi ITS (Information Technology Services) tidak banyak mengalami perubahan struktur organisasi. Saya masih teringat pemberian nama ITS lahir sejak tahun 2011, sebelum itu bernama NET. ITS menjadi tulang punggung untuk YLSA karena divisi ini menyediakan infrastruktur untuk seluruh tim dapat bekerja dan melakukan pelayanan di bidangnya masing-masing. Fungsi utama ITS adalah menciptakan solusi bagi masyarakat Kristen Indonesia untuk dapat mempelajari Alkitab dengan bertanggung jawab, mudah, dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan teknologi. Divisi ITS mengemas dan mendistribusikan firman Tuhan secara 'pintar' dalam multiplatform, multiformat, dan dipakai oleh multiuser.

Dalam divisi kami, beberapa anggota juga menjadi bagian dalam divisi lain, khususnya untuk bidang engagement, karena produk yang dihasilkan ITS? harus bisa sampai ke pengguna. Kami menyadari ada banyak produk yang sudah kami hasilkan, tetapi kami juga sadar ada banyak yang perlu dikemas dengan lebih baik lagi sehingga produk itu benar-benar bisa dinikmati. Menjalin relasi dengan pengguna juga menjadi salah satu kekurangan kami sebelumnya. Untuk itu, kami memerlukan bantuan dari divisi lain, khususnya bidang engagement, supaya kami terus membangun hubungan dan interaksi yang baik dengan pengguna. Itulah pentingnya perubahan struktur organisasi supaya kami bisa bekerja secara optimal, berkolaborasi dengan yang lain.

Kami bersyukur menjadi bagian pelayanan YLSA, khususnya dalam pengembangan teknologi. Kami rindu untuk terus bereksplorasi dan berinovasi untuk kemajuan pelayanan di Indonesia, nama Tuhan semakin dimuliakan, dan banyak orang mendengar Kabar Baik. Inilah panggilan kami, every computer for Christ, every gadget for Christ, IT4GOD. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Semangat Baru dalam Struktur dan Divisi yang Baru!

Fri, 2021-01-22 11:33

Bersyukur atas anugerah Tuhan karena boleh melewati tahun 2020 dengan baik. Meskipun tidak mudah dan penuh tantangan, tetapi Tuhan senantiasa menyertai. Pada tahun 2021 ini, saya pindah ke kota Solo, Jawa Tengah, untuk bergabung dalam pelayanan YLSA. Awal tahun ini, banyak hal baru saya temukan, mulai dari tempat/lingkungan, teman-teman, keluarga, pengalaman sampai ilmu-ilmu baru yang belum pernah saya dapatkan dan kerjakan sebelumnya, baik dalam pekerjaan maupun pelayanan yang pernah saya lakukan. Ketika saya masuk menjadi staf di YLSA, tepatnya pertengahan Desember 2020, YLSA sedang mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk rencana restrukturisasi. Ada divisi-divisi baru yang akan dibentuk untuk meningkatkan pelayanan supaya lebih baik pada 2021.

Raker tersebut membentuk 6 divisi baru, yaitu Divisi ITS, Divisi SABDA ME+DIA, Divisi SABDA Content, Divisi Biblical Engagement (BE), Divisi Ministry Learning (MLC), dan Divisi Customer Engagement (CE). Tidak mudah untuk beradaptasi dengan perubahan, dengan segala sistem dan cara kerja yang baru. Semua staf, termasuk saya, berharap restrukturisasi ini bisa dijalankan dan dilakukan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Dalam proses restrukturisasi ini, saya dibebaskan memilih divisi mana yang saya akan terlibat di dalamnya. Saya tertarik untuk bergabung dalam Divisi Customer Engagement. Mengapa saya memilih Divisi Customer Engagemet (CE)? Karena menurut saya, CE merupakan hal baru dalam pengalaman pelayanan saya, yaitu ketika kita bisa berinteraksi dan berbagi informasi tentang firman Tuhan kepada banyak orang secara digital. Tepatnya 4 Januari 2021, terbentuklah 6 Divisi tersebut, beserta koordinator dan anggota timnya. Saya sangat terkejut ketika saya ditunjuk menjadi koordinator Divisi Customer Engagement. Rasanya bergejolak, campur aduk -- antara kaget, bingung, dan ragu-ragu -- karena saya baru 1 minggu bergabung menjadi staf YLSA?. Karena itu, dalam hal ini, saya pribadi masih dalam masa adaptasi dan masih banyak yang harus dipelajari. Tidak hanya secara tugas kerja, tetapi sistem dan cara kerja di tempat yang baru ini. Bersyukur, saya memiliki anggota tim yang sangat baik. Mereka benar-benar sangat membantu dan mengarahkan saya terkait tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang koordinator. Tidak hanya anggota tim yang terus memberi dukungan bagi saya, tetapi semua teman koordinator pun mau mengajari saya dengan penuh kesabaran dan mau membantu dengan berbagi pengalaman dan ilmu yang mereka miliki. Tantangan baru tidak menyurutkan semangat saya dan tim dalam proses era restrukturisasi ini.

Divisi CE mempunyai misi memberikan pelayanan terbaik bagi para sahabat dan mitra SABDA. Dengan menyediakan informasi lengkap tentang YLSA dan terus membangun relasi yang erat, kiranya mereka mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari pelayanan YLSA. Selebihnya, kami berharap mereka dapat terlibat secara aktif untuk mendukung pelayanan ini. Tugas Divisi CE antara lain: memperkenalkan produk-produk SABDA, melakukan follow up atas produk yang sudah dipakai, dan membangun "relationship engagement". Tim CE terdiri dari 7 anggota di antaranya Niluh, Theresia, Pingkan, Okti, Rode, Hananto, dan Elly. Kami saling menolong dan mendukung untuk mewujudkan apa yang menjadi visi-misi Tuhan melalui YLSA ini. Kita bertujuh sama-sama belajar dan berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi pelayanan yang sudah Tuhan percayakan.

Bersyukur, banyak hal bisa kita pelajari dari proses restrukturisasi ini. Salah satunya kita bisa belajar membina kerja sama yang solid dan menciptakan komunikasi yang baik dalam satu tim, bahkan antardivisi, sehingga kekeluargaan dan persaudaraan dalam pekerjaan melayani Tuhan bisa terjalin. Dan teriring harapan saya agar kita semua semakin menghidupi panggilan Tuhan dalam melayani-Nya, dan YLSA bisa terus dipakai oleh Tuhan menjadi berkat dan terang bagi kemuliaan nama-Nya.