Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Blog SABDA

Syndicate content
melayani dengan berbagi
Updated: 15 weeks 1 day ago

Temu Anggota KBBS: Sederhana, Berkesan, dan Mendalam

Wed, 2022-06-01 13:13

Hallo Sahabat SABDA ... apakah Sahabat SABDA sudah membaca blog-blog terbaru dari YLSA? Kalau belum, silakan ambil waktu untuk membacanya dan temukan kabar terkini dari YLSA sehingga tidak ketinggalan infonya. 

Nah, kali ini, saya akan berbagi pengalaman ketika mengikuti acara Temu Anggota (TA) rutin yang diselenggarakan oleh Klub Baca Buku SABDA (KBBS). Acara ini berlangsung pada Rabu, 25 Mei 2022, pkl. 19.00 - 20.30 WIB via Zoom. Wah, seru dan tentunya menyenangkan karena semua anggota berkesempatan bertemu sebulan sekali dalam Zoom ini. TA KBBS bisa menjadi ajang bagi semua anggota untuk saling bertemu sehingga bisa semakin akrab.

Nikos, selaku host, membuka acara TA dengan sapa-sapa selama 10 menit, lalu dilanjutkan dengan doa pembukaan. Disusul dengan ice breaking yang pastinya sangat menambah keseruan acara ini. Mengapa tidak? Nikos mengajak semua anggota KBBS untuk melakukan sambung kata menjadi sebuah kalimat. Satu kalimat terdiri dari 5 kata dengan dua clue kata telah ditentukan dan yang berkaitan dengan buku, pintar, perpustakaan, dan seputarnya. Aktivitas ini mendorong anggota untuk berpartisipasi aktif dalam mengusulkan kata. Tak terasa 15 menit berlalu dan ice breaking pun harus berakhir. Sesi selanjutnya diisi oleh Roma yang menyampaikan visi TA KBBS mengingat banyak orang baru pertama kali join dalam acara ini. 

Dalam TA KBBS, sharing buku menjadi sesi utama. Ada Pak Samuel Siswono, Bu Riana Manja Dewi, dan Kak Santi Titik Lestari yang kali ini akan sharing buku. Dengan dipandu Ibu Yulia sebagai moderator, ketiga anggota akan sharing buku dalam waktu 3 menit per orang, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kurang lebih 7 menit. Pak Samuel men-sharing-kan buku berjudul Anugerah yang Hilang karya Philip Yancey, Bu Riana dengan bukunya berjudul Doa Kuasa Seorang Istri karya Stormie Omartian, dan Kak Santi dengan bukunya yang berjudul Everybody's Normal Till You Get to Know Them karya John Ortberg. Sharing dari ketiga anggota KBBS ini menarik dan membuat saya banyak berpikir. Bagaimana saya dapat menjadi pribadi yang mengandalkan Tuhan melalui doa, mau bersaksi, tidak menjadi batu sandungan dalam kehidupan yang kujalani, dan juga mau terbuka di hadapan Tuhan dan orang yang mungkin membuat saya kecewa? Pokoknya setiap sharing dan tanya jawab meneguhkan, mengingatkan, juga menegur saya.

Setelah ketiga anggota sharing dan menjawab pertanyaan dari anggota yang lain, Ibu Yulia memberi kesimpulan dan menutup sesi sharing ini. Setelah itu, Nikos menyampaikan beberapa pengumuman dan acara TA ditutup dengan doa oleh Ibu Endang. Itulah rangkaian acara TA KBBS bulan Mei. Sederhana, bukan? Namun, tetap banyak yang bisa kita dapatkan. Mulai dari kenal anggota dengan lebih dekat, ada kesempatan sharing buku yang sudah dibaca, sampai mendapatkan pelajaran yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya menikmati TA ini dan sangat bersyukur karena semua rekan pecinta buku yang hadir dalam TA ini adalah rekan-rekan yang menguatkan.

Melalui kesempatan ini, saya mengajak Sahabat SABDA, terutama yang suka membaca buku, untuk bisa join dalam TA KBBS kita selanjutnya pada 21 Juni 2022, pada pukul yang sama. Jangan lupa ajak para pecinta buku lainnya ya. Bisa kontak Admin di 0821 3313 3315 untuk bertanya seputar KBBS.

So, membaca buku itu asyik, tetapi membaca dan membagikan hasil buku yang kita baca jauh lebih asyik. Apalagi bisa membagikannya kepada teman yang sefrekuensi/sama-sama pecinta buku pasti akan berkesan dan memberkati. Sampai bertemu dalam blogku selanjutnya ya. Soli Deo gloria!

IG Live Bersama Divisi SABDA ME+DIA

Tue, 2022-05-31 14:29

Shalom Sahabat SABDA, saya akan bercerita beberapa hal menarik yang saya dapatkan ketika mengikuti IG Live yang diselenggarakan oleh @sabda_ylsa. Sahabat SABDA pernah mengikuti acara via IG Live @sabda_ylsa? Bagi yang belum, tulisan saya ini akan memberi gambaran tentang acara ini. Setiap hari Senin, setiap dua minggu sekali, SABDA mengadakan acara "Kenal YLSA" yang membahas seputar Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) via IG Live @sabda_ylsa. Nah, dalam IG Live kali ini, Senin, 23 Mei 2022, SABDA membahas salah satu divisi di YLSA, yaitu SABDA ME+DIA.

Sharing mengenai Divisi SABDA ME+DIA ini diwakili oleh Pioneer (panggilan akrabnya Pio), selaku koordinator Divisi SABDA ME+DIA. Meskipun saya menjadi anggota di dalamnya, tetapi saya selalu tertarik dengan obrolan seputar divisi ini, khususnya ketika membahas tentang keunikan dari nama divisi ini, yaitu SABDA ME+DIA. Seperti yang saya duga sebelumnya, Pio pasti akan menjelaskan latar belakang atau filosofi dari penamaaan Divisi SABDA ME+DIA ini. Sahabat SABDA penasaran juga 'kan dengan nama divisi ini?

Jika melihat dari gabungan katanya 'ME+DIA', kita bisa membacanya dengan kata 'media'. Ya, divisi ini memang berfokus dalam bidang media. Sejak lama, media sudah menjadi bagian penting dalam pelayanan SABDA. Inilah yang melatarbelakangi terbentuknya divisi ini. SABDA menyediakan banyak produk media dan terus mengalami perkembangan, baik dari jenis atau platform yang digunakan. Divisi SABDA ME+DIA mengerjakan dan mengatur semua itu supaya SABDA dapat semakin efektif melayani masyarakat Kristen Indonesia.

Nah, mengapa divisi ini dinamakan SABDA ME+DIA? Melalui IG Live ini, Pio menjelaskan bahwa bermula dari kerinduan SABDA supaya bahan multimedia SABDA bisa menjadi penghubung antara "ME" (dalam bahasa Inggris) yang artinya "aku", dan kepada "DIA" yang mengacu kepada "Allah". Bisa dituliskan seperti ini ME+DIA: Antara Aku, Media, dan Dia (Allah). Jadi, melalui bahan-bahan media ini, setiap orang dapat terhubung dan berinteraksi dengan Allah melalui firman-Nya.

Penamaan divisi yang kreatif 'kan? Dari nama SABDA ME+DIA ini, saya melihat kerinduan besar SABDA untuk dapat membawa setiap orang mengenal atau kembali kepada Allah melalui media-media Alkitab yang kami sajikan. Apalagi pada era digital ini, media berkembang pesat dan banyak orang menggunakan/berinteraksi dengan media digital dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi kesempatan yang baik memaksimalkan pelayanan media untuk menjangkau orang dan memperkenalkan mereka kepada Tuhan, baik melalui produk-produk media maupun platform yang digunakan. Dengan hikmat dan pertolongan Roh Kudus, rekan-rekan Divisi SABDA ME+DIA pasti akan dimampukan dan dituntun untuk bisa melayani dalam bidang media dengan baik. Saya bersyukur menjadi bagian dalam Divisi SABDA ME+DIA dan terus berdoa kiranya banyak orang semakin mengenal Kristus melalui pelayanan media yang kami kerjakan. Amin!

Pendalaman Alkitab Yohanes 21: Memandang Memercayai?

Tue, 2022-05-31 13:32

Mempelajari seri pelajaran Alkitab? Terutama pasal-pasal yang terkenal? Hmm … sepertinya akan banyak hal menarik yang saya dan teman-teman bisa gali bersama. Saya merasa sangat diberkati dengan Pendalaman Alkitab bersama - Seri Alki-TOP pada 23 Mei 2022, pkl. 19.30 - 20.00 WIB. Pasal yang diberikan kepada saya adalah Yohanes 21, dan inilah yang saya pelajari.

Mari kita perhatikan kisah dalam Yohanes 21 . Yohanes 21 adalah pasal penutup dari Injil Yohanes. Overview dari kitab Yohanes ini berkaitan sekali dengan bukti bahwa Yesus adalah Mesias, dan tentunya pasal 21 ini menunjukkan cerita bagaimana Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.

Dari pertanyaan Tuhan Yesus kepada Petrus, saya bisa belajar bagaimana Tuhan memandang kita, terutama ayat 17:

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya:  "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya:  "Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Yohanes 21:17)

Namun sebelum itu, mari kita perhatikan mengenai pertanyaan Yesus kepada Petrus dalam tiga ayat berikut:
Yohanes 21:15
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Yohanes 21:16
Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Apa kamu mengasihi aku? Pertanyaan yang sekilas kita anggap sama, ternyata dalam bahasa aslinya dituliskan dengan kata philia (kasih persaudaraan, kasih yang timbul akibat adanya hubungan timbal balik). Sekilas sepertinya biasa saja. Namun, kalau kita meneliti kata "mengasihi" di ayat-ayat sebelumnya, Tuhan Yesus menanyakan dengan kata agape (kasih yang satu arah, dan berkorban hanya sepihak).

Setelah pertanyaan ketiga ini ditanyakan oleh Tuhan Yesus, Petrus begitu sedih (bagi saya, izinkan saya memakai kata "terharu") karena mengalami penerimaan oleh Yesus. Bahkan, mungkin saja dia teringat, dia sangat tidak mungkin sama seperti Yesus yang mengorbankan diri-Nya tanpa ada pengharapan bahwa Ia akan menerima balasan. Ditambah dengan perkataan yang diulang tiga kali oleh Yesus: "gembalakanlah domba- domba-Ku". Hal menarik kedua mengenai pernyataan yang diulangi oleh Tuhan Yesus sampai tiga kali setelah Petrus ditanya tiga kali dengan pertanyaan yang sama.

Dalam bahasa Inggris diterjemahkan berbeda:

Yohanes 21:15
When they had finished breakfast, Jesus said to Simon Peter, “Simon, son of John, do you love me more than these?” He said to him, “Yes, Lord; you know that I love you.” He said to him, "Feed my lambs".

Yohanes 21:16
He said to him a second time, “Simon, son of John, do you love me?” He said to him, “Yes, Lord; you know that I love you.” He said to him, "Tend my sheep.”

Yohanes 21:17
He said to him the third time, “Simon, son of John, do you love me?” Peter was grieved because he said to him the third time, “Do you love me?” and he said to him, “Lord, you know everything; you know that I love you.” Jesus said to him, “Feed my sheep." (versi ESV)

Petrus diberi kepercayaan untuk menggembalakan anak domba dan domba yang sudah dewasa. Menurut beberapa tafsiran, hal itu menyimbolkan jemaat yang lama (sudah bertumbuh) dan jemaat baru (jemaat yang baru percaya Yesus). Juga menunjukkan bahwa Tuhan Yesus ingin dan percaya bahwa Petrus bisa dan sanggup untuk melaksanakan panggilan-Nya dengan menggembalakan domba-domba yang dipercayakan kepadanya.

Saya rindu mengajak teman-teman untuk mengakses siaran tunda PA Seri Alki-TOP (Yohanes 21) di: https://www.instagram.com/tv/Cd5vGQWt-V3

Seri GoPray! Generasi Digital bagi Kemuliaan Tuhan

Mon, 2022-05-30 10:51

Berdoa menjadi hal yang menyenangkan bagi saya karena saat berdoa, saya belajar menundukkan diri, mendengarkan hati Tuhan, dan bisa berhubungan baik dengan Allah. Ini adalah anugerah Tuhan. Jika tanpa doa, pelayanan apa pun, usaha, dan pekerjaan saya tidak akan berjalan sesuai kehendak-Nya.

Doa menuntun kita untuk tidak egois, yang hanya berfokus pada diri sendiri. Saya bersyukur dalam 3 bulan terakhir ini, SABDA mengadakan seminar GoPray! yang mengajak kita berdoa bagi bangsa-bangsa dan Indonesia, gereja, dan suku digital. Pastinya doa kita tidak berfokus hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk pekerjaan Tuhan. Dari tiga seri GoPray! yang sudah dilakukan, saya belajar betapa luasnya pekerjaan Tuhan di bumi ini. Betapa banyaknya orang yang sudah Tuhan panggil untuk mengerjakan Amanat Agung.

Nah, dalam GoPray! Doa Suku Digital yang dilakukan pada 20 Mei 2022, kita diajak berdoa bagi suku digital. Mengapa? Karena suku digital, yang adalah penduduk asli dunia digital, harus mendengar Kabar Baik sehingga dapat menjadi terang dan garam dalam dunia digital. Mereka harus segera dilayani dan dijangkau bagi Kristus. Saya bersyukur untuk materi yang disampaikan oleh Roma mengenai Doa Suku Digital. Kita diajak berdoa untuk kebangkitan baru bagi generasi digital. Mereka tidak mungkin dapat dijangkau tanpa adanya pemberitaan Injil kepada mereka. Dalam GoPray! kali ini, ada 6 komunitas yang terlibat langsung dalam sesi berdoa. Mereka dari Perkantas, YesHeIs, Kingstone Indonesia, IOTA, Pijar TV, dan SABDA. Semua pelayanan ini memiliki kerinduan yang sama agar generasi digital diselamatkan dan menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

Kami menyadari bahwa berdoa bukanlah sekadar menyampaikan pokok-pokok doa sesuai keinginan kita, melainkan memanjatkan doa sesuai kehendak dan hati Tuhan. Bersyukur untuk mitra-mitra yang telah ikut berdoa bersama. Mereka memiliki antusias yang sama bukan hanya untuk melayani di bidang digital, tetapi untuk aktif mempersiapkan gereja Tuhan atau orang percaya menjadi pelaku firman yang terus bertumbuh sesuai firman-Nya.

Sudahkah Sahabat SABDA mengambil bagian dan berdoa bagi suku digital? Mari kita berdoa bersama agar mereka bangkit menjadi generasi yang memuliakan nama Tuhan, dalam segala bidang yang Tuhan percayakan. Platform digital hanya sarana, tetapi generasi muda yang menanti-nantikan Allah dan hidup sesuai kehendak-Nya itulah yang Tuhan inginkan. Yuk, terus berdoa bagi mereka dan kiranya nama Tuhan yang selalu dimuliakan. Amin!

Mengulik Situs Alkitab SABDA

Fri, 2022-05-27 15:43

Berbicara mengenai teknologi c pasti tidak ada habisnya. Mengapa? Karena teknologi tidak terlepas dari perkembangan, usaha, dan inovasi yang terus-menerus dalam memenuhi kebutuhan setiap masa. Seluruh bidang kehidupan manusia pada era saat ini bergantung dengan perkembangan tersebut. Tidak heran teknologi menjadi keniscayaan. Perkembangan teknologi tidak dapat terlepas dari peran developer/pengembang yang berjerih lelah memberikan solusi melalui karya mereka. Sama halnya dengan YLSA yang mengusahakan perkembangan teknologi di bidang studi Alkitab melalui produk-produk yang dirilisnya. Salah satu yang menjadi produk unggulan YLSA adalah situs Alkitab SABDA .

Pada 19 Mei 2022, YLSA mengadakan IG Live SABDA Unboxing! Situs Alkitab SABDA via akun IG @sabdaresources . Acara ini dibawakan oleh Ibu Yulia Oeniyati dengan ditemani oleh Hadi Pramono sebagai narasumber. Pada sesi ini, Hadi menjelaskan situs Alkitab SABDA, mulai dari introduksi, sejarah pembuatan, hingga fitur-fitur yang disematkan di situs ini. Hal ini penting untuk diketahui pengguna karena memang situs ini memiliki banyak fitur yang dapat menolong pengguna untuk mempelajari Alkitab dengan lebih baik.

Hadi, selaku koordinator Divisi ITS, , mulai memperkenalkan diri. Divisi ITS bertanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur teknologi sebagai sarana belajar Alkitab dan distribusi bahan-bahan kekristenan. Hadi juga menyampaikan sejarah singkat lahirnya situs Alkitab SABDA. Berawal dari kebutuhan akan Alkitab digital yang tidak hanya bisa dipakai oleh perorangan (offline), tetapi bisa diakses secara masal (online). Lalu, pada 1997, internet mulai masuk ke Indonesia, tentunya tim ITS YLSA tidak menyia-nyiakan peluang tersebut. Mulailah tercetus untuk membuat situs Alkitab versi pertama, yaitu SABDA web. Situs ini masih terus dikembangkan hingga akhirnya pada 2007 situs Alkitab online rilis. Perkembangan tidak berhenti sampai di situ saja, tetapi terus diupayakan. Pada 2009, situs Alkitab SABDA rilis dan sampai sekarang situs ini masih terus dipelihara dan di-update secara berkala untuk memperlengkapi penggunanya.

berbahasa Indonesia yang cukup lengkap, bahan-bahan saling terintegrasi dengan bahan lain, optimalisasi yang baik sehingga sangat cepat untuk diakses, widget gratis yang bisa dipakai oleh siapa saja, pembanding versi Alkitab, kamus, tafsiran, ilustrasi khotbah, referensi silang, leksikon, bahan multimedia, dan interlinear yang memungkinkan untuk membandingkan terjemahan dengan bahasa aslinya. Fitur-fitur tersebut disediakan supaya dapat menunjang studi Alkitab dengan lebih maksimal.

Lalu, siapa saja pengguna situs ini? Situs ini telah dipakai oleh banyak pengguna dari berbagai kalangan, seperti pendeta, mahasiswa teologi, hingga masyarakat kristen secara umum. Jika dijumlah, sudah jutaan pengguna yang memperoleh berkat dan manfaat menggunakan situs Alkitab SABDA . YLSA berharap situs ini semakin menjangkau pengguna baru di luar sana, masyarakat semakin aware terhadap biblical computing dan setiap perguruan tinggi teologi dapat menerapkan kurikulum studi Alkitab digital menggunakan produk YLSA yang salah satunya adalah situs Alkitab SABDA.

Situs Alkitab ini dapat diakses di alkitab.sabda.org. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai situs Alkitab SABDA termasuk fitur-fitur yang disediakan dan cara penggunaanya. yuk mengikuti siaran tunda Pelatihan Situs Alkitab SABDA pada 3 Juni 2022 yang diadakan oleh YLSA, pastikan jangan sampai ketinggalan ya. Tuhan Yesus memberkati.