Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Blog SABDA

Syndicate content
melayani dengan berbagi
Updated: 23 weeks 2 days ago

SABDA Merayakan Thanksgiving Day

Thu, 2021-12-02 16:47

Mendengar kata 'ucapan syukur' tidaklah asing bagi kita karena kita seharusnya menjalani hari-hari kita dengan rasa syukur. Namun, menyediakan hari khusus untuk mengingat segala kebaikan Tuhan akan menyadarkan kita betapa hebat, dahsyat, dan mengagumkannya Tuhan kita. Karena itu, pada Kamis, 25 November 2021, SABDA mengadakan acara Thanksgiving. SABDA ingin mengajak setiap staf menyediakan waktu khusus untuk mensyukuri segala kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Nah, pada hari itu, setiap staf SABDA terlihat begitu bersemangat dan senang mengikuti acara ini. Ya, saya juga begitu bersemangat.

Acara Thanksgiving dimulai dengan menyanyikan lagu pujian dan doa syukur secara umum untuk pertemuan hari ini. Setelah sekian lama kami tidak bernyanyi bersama, kali ini kami bisa bernyanyi kembali ... wah, suatu anugerah nih (flashback ke pandemi COVID-19 yang membuat kami memutuskan untuk tidak bernyanyi bersama demi mengurangi penyebaran virus). Pujian bersama kali ini terasa istimewa. Lagu syukur terlantun indah yang dipimpin oleh Roma dan teman-teman. Setelah itu, kami berbagi rasa syukur melalui beragam cara, ada yang menyampaikannya melalui cerita, puisi, nyanyian, sharing, dan audio feature.

Pada saat teman-teman mulai berbagi rasa syukur yang mereka alami sepanjang tahun ini, saya secara pribadi mulai flashback akan setiap kebaikan Tuhan yang diberikan kepada saya. Saya mulai teringat betapa hebatnya Tuhan menyatakan kehadiran-Nya dalam hidupku. Tahun 2021, bukanlah tahun yang mudah bagi saya karena tahun ini banyak masalah saya alami yang membuat saya harus keluar dari zona nyaman. Seorang yang senang berada di posisi pengikut harus maju untuk memimpin orang lain. Bukan hanya itu, saya juga mengalami kehilangan seseorang yang sangat berharga, tempat saya bergantung. Namun, Tuhan setia, Tuhan peduli, Dia Tuhan yang selalu ada, Dialah tempatku bergantung dan tempatku bersembunyi. Ia mengajariku melewati semuanya satu demi satu.

Di balik itu, Tuhan memberi kepercayaan mulai dari yang kecil hingga bagian yang saya merasa tidak mampu. Namun, semua itu membuat saya semakin ingin bergantung kepada Tuhan. Itu juga yang saya sharingkan kepada teman-teman SABDA.

Mengingat setiap kebaikan Tuhan sangatlah istimewa karena membuat saya sadar akan keberadaan Tuhan dalam hidupku. Teman-teman pun merasakan hal yang sama. Acara Thanksgiving ini tidak hanya berisi sharing, tetapi ada pula permainan seru-seruan yang kami sebut 'komunikata'. Kami semua terbagi menjadi 5 tim dan setiap tim terdiri dari 4 - 5 orang. Cara bermainnya adalah setiap tim berbaris, dan orang di barisan paling belakang harus menghafalkan kutipan ayat. Setelah hafal, dia harus mengungkapkannya kembali ke anggota tim di depannya tanpa melihat catatan. Begitu seterusnya sampai anggota yang paling depan mendapat giliran untuk menghafalkan. Jika anggota paling depan keliru mengungkapkan isi kutipan ayatnya, maka tim tersebut akan kalah dan mendapat hukuman. Nah, tim saya berakhir dengan mendapatkan hukuman ... hehe ... kami diminta menyanyikan lagu "Sungai Sukacita-Mu" sambil menari.

Tidaklah lengkap jika acara ditutup hanya dengan bersenang-senang. Sebelum semua rangkaian acara berakhir, kami mendapatkan renungan singkat dari salah seorang senior di SABDA. Isi renungan itu membuat saya bukan hanya berfokus kepada rasa syukur diri, melainkan untuk semua ciptaan Tuhan dan pelayanan-pelayanan yang Tuhan percayakan.

Nah, sekarang saya ingin bertanya kepada para pembaca Blog SABDA. Sudahkah Anda bersyukur hari ini? Mari kita belajar mengingat kebaikan Tuhan, mulai dari hal yang sepele hingga yang tak pernah dibayangkan. Sekian sharing dari saya. Terpujilah Tuhan!



Belajar Menulis Skrip untuk Video Kreatif

Tue, 2021-11-30 06:55

Berawal dari mendapatkan brosur digital webinar tentang penulisan skrip di salah satu grup penulisan, saya langsung terpikir "Wah, sepertinya bagus nih kalau teman-teman di SABDA juga ikutan". Akhirnya, pada Kamis, 18 November 2021, 12 staf yang biasanya terlibat dalam proses penulisan skrip mengikuti webinar ini via Zoom. Asyik!!! Karena SABDA sendiri juga sedang giat membuat video-video tutorial, edukasi, promosi, dan lain-lain, webinar ini akan menjadi salah satu kesempatan bagi kami untuk belajar lagi dan mengembangkan diri. Secara internal, kami sendiri sudah mendapatkan training-training seperti ini. Namun, kami tetap perlu belajar juga dari orang lain untuk referensi.

Webinar berjudul "Temu Online Belajar Penulisan Skrip untuk Video Kreatif" ini diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Kehumasan Ditjen Ketenagalistrikan. Meski SABDA adalah lembaga pelayanan, tetapi kami tidak menutup kesempatan untuk bisa belajar dari banyak sumber. Acara ini memang bersifat umum/sekuler, tetapi kami ingin menambah wawasan atau referensi untuk bisa menulis skrip video dengan lebih baik lagi dalam konteks pelayanan SABDA.

Selama dua jam, pkl. 10.00 - 12.00 WIB,  acara yang dihadiri lebih dari 250 orang ini berlangsung lancar.  Presentasi pertama disampaikan oleh Udd Sondakh, pemegang rekor 100 kali juara 1 kompetisi video nasional. Materinya menitikberatkan pada bagaimana menggali ide, mengolah ide, dan membuat skrip dasar. Menggali ide kreatif bisa didapat dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, dan media, baik televisi, YouTube, maupun radio. Ide-ide yang didapat bisa diolah sesuai kepentingan, bisa dijadikan entertainment, edukasi, atau kontroversi. Perlu kreativitas dalam pembuatannya untuk menghasilkan skrip yang baik. Oh ya, skrip harus memiliki komponen opening (hook 3 - 10 detik di awal supaya menarik), konflik dan solusi, dan penutup. Untuk peralatan, bisa menggunakan beragam jenis software (Kine Master, In Shot, Adore Premiere Clip, Carve, app dari iOS atau Android).

Melanjutkan presentasi pertama, Adiep Haryadi, Chief of Information Officer (CIO) Awrago, menyampaikan mengenai "Membuat Story Board". Ibarat bepergian memerlukan peta, membuat video juga memerlukan story board supaya nantinya kita tidak tersesat dalam cerita. Story yang dimaksud adalah cerita yang menghubungkan titik awal (alasan atau masalah) dan tujuan (target atau solusi). Adieb menekankan adanya 4 proses penting dalam membuat produk kreatif, yang disebutnya dengan 4P Pembuatan Produk Kreatif:

Persiapan:
• Aktivitas: Menyusun konsep, mencari/memilih/memilah sumber informasi, menentukan prioritas informasi.
• Hasil: Taklimat (brief), sumber informasi.

Penyusunan:
• Aktivitas: Membuat storyline, membuat storyboard, mengolah informasi, dan menyusun skrip.
• Hasil: Storyboard, informasi olahan, naskah/skrip, daftar aset produksi

Pengembangan:
• Aktivitas: Produksi, pascaproduksi.
• Hasil: Draft, hasil revisi.

Penyelesaian:
• Aktivitas: Publikasi
• Hasil: Produk final

Menyimak materi di sepanjang acara ini, meski hampir 2 jam, tetap terasa santai. Ada beberapa contoh video yang diputar di sela-sela presentasi dapat membuat peserta bersemangat dan tidak jenuh mengikuti sesi demi sesi. Oh ya, di bagian terakhir presentasi, Adieb menyampaikan beberapa tips membuat story board:
• Metode membuat video: mulai dari subtansi atau mulai dari ide kreatif (riding the wave, momentum).
• Buat struktur inti: isi, penutup (kembangkan cerita dan tambahkan elemen pelengkap, misal humor atau lainnya).
• Sebagai referensi visual, cari foto free license untuk video shooting atau buat sketsa sederhana untuk animasi.
• Beda bentuk video (lifeshoot, animasi, dll.), beda detail pembuatannya.

Saya belajar banyak dari webinar ini. Salah satunya diingatkan lagi untuk memiliki kreativitas dalam menemukan dan mengolah ide, serta ketika menuangkannya menjadi skrip video. Selain saya, tentunya teman-teman SABDA lainnya yang mengikuti webinar ini juga belajar sesuatu dari materi ini. Semoga kami dapat menerapkan prinsip-prinsip baik dari materi kali ini untuk diterapkan dalam proses penulisan skrip supaya pelayanan SABDA dapat semakin maju.

Menanamkan Pelayanan Misi kepada Diri Anak-Anak

Mon, 2021-11-22 07:35

Shalom pembaca setia Blog SABDA, bagaimana kabar Anda? Semoga selalu sehat dan terus dalam perlindungan Tuhan. Kali ini, saya akan berbagi apa yang saya dapatkan ketika mengikuti presentasi dalam acara EMDC Indonesia pada 9 November 2021. Acara EMDC memberi wadah bagi lembaga-lembaga pelayanan untuk berbagi visi dan misi mereka kepada sesama pelayan, terkhusus dalam bidang misi. Acara EMDC kali ini bertema 50+ Tahun Misi untuk Anak di Indonesia, yang materinya disampaikan oleh Yayasan Sunfokus Indonesia. Mengapa tema ini menarik? Karena saya dapat melihat betapa luas pelayanan misi itu, tidak hanya menjangkau orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Ternyata pelayanan Yayasan Sunfokus Indonesia pun telah berumur lebih dari 50 tahun. Sungguh luar biasa!

Bapak Lexi dan Ibu Eunike menyampaikan materinya dengan sangat antusias. Mereka berdua adalah hamba Tuhan yang sangat "concern" melayani bidang misi bagi anak. Semangat pelayanan yang terasa melalui materi presentasi ini mencerminkan betapa pentingnya pelayanan misi bagi anak-anak. Sharing dari Pak Lexi dimulai dengan latar belakang: Mengapa menanamkan misi kepada anak itu penting? Karena anak-anak memiliki potensi memberitakan Injil. Mengapa harus sejak kecil? Sebab dengan cara tersebut dapat membangun dasar iman yang kukuh sejak dini dan menolong anak menjangkau teman-teman sebayanya yang belum mengenal Kristus.

Kemudian, Pak Lexi memberikan langkah-langkah bagaimana memulai misi anak ini. Berdasarkan pengalaman beliau, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, mulai dari memperkenalkan anak tentang ladang misi, mendidik anak berdoa bagi pekerjaan misi, memperkenalkan anak dengan tokoh-tokoh misi di dunia maupun di Alkitab, mendorong anak untuk berkontribusi dalam pekerjaan misi dengan memberikan persembahan, memperluas pengertian tentang misi melalui bercerita, mendorong anak untuk berani bersaksi tentang iman mereka, bernyanyi, sampai beberapa kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk membangun kerinduan bermisi.

Tidak hanya kegiatan-kegiatan yang membangun iman, tim Sunfokus Indonesia juga menyediakan modul yang dapat mendukung pelayanan anak. Selain itu, tersedia juga buku-buku cerita mengenai misi yang sangat baik untuk memberi pandangan yang luas mengenai pelayanan misi.

Sharing berikutnya disampaikan oleh Ibu Eunike, yang diawali dengan cerita ketika ia melakukan tugas misi di daerah-daerah, bekerja sama dengan gereja-gereja lokal setempat dan sekolah minggu untuk menyampaikan kerinduan ini kepada anak-anak. Selain itu, beliau dapat mengenal anak-anak yang dilayani, mendengarkan cerita mereka dan latar belakang mereka, dan masih banyak hal lagi yang beliau sampaikan. Itu semua menjelaskan kepada saya bahwa pekerjaan misi dimulai dari kerinduan, yang diwujudkan dengan kepedulian terhadap yang dilayani dan pastinya butuh komitmen yang kuat dalam menjalaninya.

Pernah terbesit di pikiran saya, apakah hal ini mungkin membebani anak yang notabene masih sangat dini untuk menerima komitmen pelayanan seperti ini? Apakah kelak mereka harus fokus dalam menjalani profesi pelayanan semacam ini? Namun, dari penjelasan Pak Lexi dan Bu Eunike, justru menanamkan kerinduan misi ini penting disampaikan sejak dini dengan porsi yang tepat sesuai kebutuhan anak. Hal ini bertujuan supaya kelak ketika mereka tumbuh dewasa, mereka memiliki dasar dan kerinduan untuk menjalankan pelayanan misi melalui profesi mereka, apa pun itu profesinya dan di mana pun mereka ditempatkan.

Pandangan saya tentang misi ini perlahan mulai diperbarui. Tidak hanya orang dewasa yang bisa, tetapi anak-anak pun bisa melakukan pelayanan misi sesuai porsi mereka. Nah, semangat inilah yang perlu ditanamkan pada diri pelayan Tuhan saat ini, baik itu pelayan misi maupun guru sekolah minggu, untuk mengajarkan pentingnya penginjilan kepada anak.

Akhirnya, dengan kesadaran ini, kita seharusnya semakin termotivasi untuk maju memberitakan Kabar Baik. Memang tantangan selalu ada dalam setiap langkah, tetapi ingatlah selalu bahwa Tuhan Yesus menyertai kita semua. Amin.

Biblical Computing di Indonesia

Fri, 2021-11-12 07:51

Oleh: Renata Sandra

Dalam rangka ulang tahun ke-27, yang dirayakan selama satu bulan penuh, SABDA mengadakan beberapa program live yang tidak hanya mengangkat topik-topik seputar Spiritual Wellness, tetapi juga seputar Biblical Computing. Dewasa ini, sistem pelayanan kekristenan dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang tengah terjadi, termasuk perkembangan teknologi digital dan terjadinya pandemi selama 2 tahun terakhir. Saat pelayanan tidak dapat dilakukan secara tatap muka, untuk beribadah juga tidak bisa pergi ke gereja. Karena itu, saya sangat bersyukur karena dapat lebih diperlengkapi tentang pelayanan dalam konteks masa kini saat mengikuti acara SABDA MLC TechTalk "20+ Biblical Computing di Indonesia" yang diadakan pada Selasa, 26 Oktober 2021.

TechTalk tentang Biblical Computing yang dibawakan oleh Hadi dan Ody ini diawali dengan pembahasan yang disampaikan oleh Ody bahwa Biblical Computing sendiri merupakan jantung dari pelayanan Yayasan Lembaga SABDA dan tertuang dalam visi SABDA. SABDA memiliki visi untuk menjadi hamba elektronik bagi Tubuh Kristus (Gereja), yaitu dengan menjadi "Fasilitator" untuk menyediakan bahan-bahan kekristenan yang bermutu secara mudah dan gratis, menjadi "Katalisator" antara Alkitab dan masyarakat Kristen Indonesia sehingga jemaat dapat belajar Alkitab dengan lebih mudah dan bertanggung jawab dengan menggunakan sarana digital yang mutakhir, dan membangun "Infrastruktur" untuk memudahkan tubuh Kristus menemukan komunitas online yang bersinergi sehingga dapat memajukan pelayanan. 

Dalam presentasi yang dipaparkan oleh Ody, disebutkan bahwa SABDA secara luas mendefinisikan Biblical Computing sebagai titik temu antara dua domain, yaitu domain Biblical Studies dan Computer Science. Pertemuan kedua domain tersebut membuka banyak pintu peluang dan kesempatan yang memungkinkan banyak hal yang tadinya tidak mungkin dilakukan. Pada era digital ini, banyak hal dapat dipelajari untuk menambah wawasan, bahkan oleh orang awam sekalipun. Orang dapat mengakses banyak hal hanya dengan satu genggaman, dan gadget yang kita gunakan sehari-hari sudah menjadi seperti pintu untuk akses ke mana saja.

SABDA menawarkan banyak cara untuk mempermudah pengguna belajar dan memahami firman Tuhan sebagaimana dijelaskan oleh Hadi dalam pemaparan selanjutnya tentang pengenalan puluhan proyek Biblical Computing yang sudah dikerjakan oleh SABDA. Di antaranya, dijelaskan mengenai Interlinear (+Builder) untuk menolong pengguna menguji terjemahan Alkitab kata per kata sehingga pengguna dapat lebih mudah memahami konteks ayat tersebut melalui banyak referensi, bahasa aslinya, berbagai terjemahannya, dan nomor Strong. Interlinear sendiri tersedia dalam berbagai versi. Selain itu, saat ini SABDA juga sedang mengerjakan Biblical Recommendation System untuk mempermudah pengguna menemukan ayat-ayat apa saja yang terkait dengan topik atau pencarian tertentu. Proyek-proyek lain yang SABDA kerjakan termasuk Alkitab Kuno, Intelligent Search, Karaoke, YOLO (Object Detection), Simple Suku Bible Study Maker, dan masih banyak lagi proyek yang dapat memperlengkapi setiap orang percaya untuk bertumbuh dalam pengenalan akan firman Tuhan.

Melalui pemaparan yang disampaikan, saya sangat terkagum atas begitu kayanya materi dan fasilitas yang SABDA sediakan untuk membantu para pengguna memahami firman Tuhan. SABDA telah mempersiapkan berbagai macam materi dalam bentuk teks, audio, video, komik, kamus, dan masih banyak lagi alat studi Alkitab lainnya, baik untuk kalangan remaja hingga dewasa maupun untuk anak-anak. Menariknya, bahan-bahan ini sudah mulai dikerjakan dan disiapkan jauh sebelum era digital belum terlalu berdampak seperti saat ini ketika kebutuhan manusia terhadap internet begitu dominan.

Dari sesi tentang Biblical Computing kali ini, saya banyak belajar bahwa dunia kini sudah berubah. Digital menguasai berbagai macam aspek kehidupan manusia. Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi digital yang semakin maju dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan dan membantu orang-orang di sekitar kita lebih mengenal Kristus, seperti yang sudah dilakukan oleh SABDA selama ini.

Belajar Mengoptimalkan Media Sosial Melalui Training YASKI

Thu, 2021-11-11 09:25

Shalom Pembaca Blog SABDA, saya akan berbagi pengalaman dan ilmu yang saya dapat dari mengikuti training media sosial. Media sosial bukanlah hal asing bagi kita saat ini. Banyak pelayanan rohani kini menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memberitakan Kabar Baik. Jika kita tidak tahu cara mengoptimalkan media sosial dengan baik, pelayanan kita tidak akan sampai ke pendengar/pengguna seperti yang kita rindukan. Bersyukur pada Senin, 1 November 2021, YASKI mengadakan webinar mengenai "Social Media Optimization" oleh Edhozell, Youtuber dan pendiri SAGA Esports. Pria kelahiran 1986 ini pernah mengalami masa remaja yang sulit.

Sebagai seorang Youtuber dan influencer yang cukup dikenal masyarakat luas, beliau menyampaikan materinya dengan sangat bagus. Melalui materi tersebut, saya makin memikirkan dengan serius media sosial SABDA yang saya kelola, SABDA Resources. Komunitas ini membawa kita terkoneksi dengan bahan-bahan kekristenan dalam berbagai bidang pelayanan. Selama presentasi berjalan, saya berpikir strategi konten organizer sangat diperlukan, yaitu Hero, Hub, dan Help. Apakah SABDA Resources sudah melakukannya? Pertanyaan ini membuatku berpikir lebih jauh lagi. Apakah hubungan akun tersebut sudah erat dengan penggunanya?

Seorang social media manager harus mengetahui hal-hal mendasar ini:
1. Harus tahu apa yang sedang trending: yang lagi ramai dibicarakan.
2. Sebelum membuat konten, kita harus kenali diri terlebih dahulu (point of you/branding): sudut pandangmu.
3. Opini kita terhadap sesuatu yang lagi trending: apa pendapatmu terhadap itu?

Nah, media sosial ini akhirnya dapat digunakan secara efektif dan mencapai target yang diimpikan. Secara pribadi, saya merasa senang, banyak anak muda ingin melayani Tuhan dengan memanfaatkan media sosial. Hal ini terlihat dari banyaknya anak muda yang bertanya secara aktif, baik secara langsung maupun melalui ruang komentar. Banyaknya materi mengenai media sosial yang diberikan Edhozell membuka pikiran saya untuk melihat pelayanan yang Tuhan percayakan kepadaku. Media sosial yang dikelola bukan sekadar posting konten, melainkan memiliki tujuan yang benar untuk menjadi terang dan garam dunia.

Bersyukur sekali, baik Instagram maupun Facebook SABDA Resources, dapat membantu kita untuk melayani dan memperlengkapi pengguna untuk semakin giat dalam mengikut dan melayani Tuhan. Saya juga belajar untuk memperhatikan setiap konten dan caption, bahkan hashtag yang digunakan, supaya dapat menjadi berkat, bukan malah menjadi batu sandungan.

Kalau Edhozell menyajikan video dengan variasi yang kreatif dan menyenangkan, kita perlu membawa variasi konten yang selaras dengan kebenaran Alkitab tanpa kehilangan ketertarikan pengguna. Caranya dengan menyajikan bahan-bahan sekreatif mungkin dan menyegarkan.

Jadi, jika teman-teman ingin menjadi influencer, terlebih dahulu tentukan prinsip dan target orang yang ingin dicapai 10 - 25 tahun ke depannya. Tujuan kitalah yang membawa kita untuk terus memperjuangkan apa yang kita harapkan. Yuk semangat terus mengerjakan bagian kita dan terus layani Tuhan dalam tiap bidang pelayanan yang Tuhan percayakan! To God be the Glory!