Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Uang Jaminan Kebahagiaan?

kezhiabsirait's picture

Semua orang berlomba – lomba mencari uang, kemudian banyak yang berkata bahwa cinta akan uang adalah dosa. Kenyataan pun turut mengeluarkan pendapatnya, bahwa setiap orang membutuhkan uang untuk melanjutkan hidupnya.

Memang dilema ini sungguh membingungkan dan menimbulkan banyak pertanyaan sejak lama.

Banyak yang mengatakan, bahwa uang akan selalu menjadi persoalan yang tidak pernah berujung. Persoalan tentang uang seakan  menjadi teman setia dalam perjalanan hidup ini. Ketika tidak memiliki uang seringkali mendatangkan banyak persoalan, namun berlebihan uang pun ternyata mendatangkan persoalan yang lain. Berbagai dilema terus kian bermunculan.

Banyak orang berletih mencari uang, namun tidak memiliki waktu dengan keluarga ataupun orang – orang terdekat. Banyak yang berpikir, dengan kerja keras mencari uang adalah satu – satunya cara untuk membahagiakan keluarga. Padahal kenyatan yang terjadi berkata lain, mereka seakan sedang menimbun persoalan di kemudian hari. Akhirnya, fakta pun mengakui bahwa uang yang banyak bukanlah jaminan kebahagiaan. Malah sebaliknya, uang yang banyak seringkali juga menjadi pencetus perselisihan yang menyakitkan antara orang – orang terkasih.

Banyak orang yang mencintai uang terjebak dalam berbagai kasus yang merugikan pihak lain. Rasa kecintaan akan uang, membuat orang menjadi buta untuk melangkah. Godaan untuk melakukan korupsi ataupun penipuan semakin marak terjadi.

Lalu, bagaimana seharusnya melakoni hidup ini dengan benar ?

Bagaimanakah seharusnya bersikap terhadap dilema yang tidak mudah ini ?

Tentunya setiap orang memiliki cara masing – masing untuk menghadapi persoalan ini. Ada yang pandai bersikap menyelesaikan hal ini, ada pula golongan yang masih bingung untuk melangkah, bahkan ada pula sekelompok orang yang sudah terjebak dalam lubang persoalan yang terlalu dalam.

Saya pun merasa termasuk dalam golongan orang yang masih bingung menyikapi dilema ini. Rasa penasaran pun terus mendorong saya untuk mencari tahu langkah yang tepat untuk menanggapi persoalan ini. Sampai pada akhirnya, saya memberanikan diri untuk berdiskusi dengan beberapa orang yang lebih berpengalaman dalam hal ini.

Banyak diantara mereka yang menjelaskan kepada saya, bahwa “sejak awal, dilema ini memang sudah menjadi persoalan yang setia menemani kehidupan manusia. Setiap orang memang membutuhkan uang, tetapi uang bukanlah tuan dalam kehidupan ini. Setiap orang harus mampu menjadi tuan atas uangnya dan bukan sebaliknya. Ketika  kita mulai membiarkan diri kita menjadi hamba uang , maka hancurlah seluruh kehidupan yang sesungguhnya. “

Saya pun makin merasa bingung untuk bersikap ketika mendengarkan penjelasan tersebut karena hal itu seakan mustahil untuk dijalani. Kemudian, saya menemukan sebuah ayat alkitab yang akhirnya memberikan pengertian dan mengarahkan saya untuk memahami lebih dalam mengenai pandangan alkitab tentang uang.

 

1 Timotius 6 : 10

Karena akar segala kejahatan ialan cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai – bagai duka.

 

Setelah membaca ayat tersebut, saya mulai memahami betapa mengerikannya rasa cinta akan uang. Kecintaan tersebut dapat mengubah orang dengan sekejap. Dilain sisi, saya juga diingatkan untuk hidup mensyukuri segala hal yang ada.  Tidak ada yang salah dengan kerja keras, tidak ada yang salah dengan memiliki uang yang banyak, tidak ada yang salah dengan mencari uang. Namun, ketika saya dan anda menjadikan uang sebagai tuan dalam kehidupan ini, maka bersiaplah pula untuk menerima perubahan yang tak terduga dan seringkali menjadi malapetaka yang tidak pernah diharapkan sebelumnya.

Saya mulai belajar memahami, bahwa uang bukan jaminan kebahagiaan. Kebahagiaan hanya ada ketika saya memiliki rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Hidup ini adalah kesempatan untuk bekerja keras berkarya memuliakan Tuhan, mengajarkan untuk melakukan bagian saya dengan usaha yang terbaik, serta fokus kepada tujuan yang ingin dicapai. Tuhan rindu agar Ia yang menjadi tuan atas hidup ini karena Ia pencipta segala isi dunia ini. Tuhan selalu mencukupkan hidup saya  dengan cara yang ajaib dan saya percaya Ia akan memelihara hidup anda tanpa kekurangan suatu apapun. 

 

 

Kezhia Bianta Sirait