Submitted by mikha_surya on

 

Hi teman-teman semua, namaku Mikha aku ingin sedikit membagikan kesaksianku, tentang bagaimana hancurnya hidupku dan bagaimana Tuhan Yesus mengubahkan hidupku secara radikal.

 

Semenjak SD aku sudah terikat dengan pornografi, aku mengenal onani mulai SMP dan saat duduk di SMA aku termasuk anak yang sangat interest dengan dunia pornografi.

Semakin dewasa aku semakin terikat dengan dunia pornografi dan bahkan kecanduan onani. Karena terlalu parahnya, bahkan dalam keadaan biasa saja aku bisa dengan mudah mengimajinasikan hal yang porno, hal ini terus berlangsung dan semakin menjadi-jadi.

Ketika duduk di bangku kuliah aku mulai mengenal kehidupan malam, keadaan ekonomi orang tua yang mapan semakin membuat aku terfasilitasi untuk menjalani “kehidupan rahasiaku”, dosa yang aku buat juga semakin kreatif dan gila, selain terikat kehidupan malam aku juga terikat dengan rokok dan juga minuman keras, dan pada waktu di perkuliahan inilah aku melakukan hubungan sex untuk pertama kalinya, hubungan ini lebih dari sebuah my first free sex tapi juga my first affair karena perempuan ini adalah seorang perempuan yang sudah bersuami. Kehidupan seperti ini terus-menerus aku jalani dengan atau tanpa status dan semua ikatan itu terus mengikat dan semakin menarik aku dalam kejatuhan yang semakin dalam.

Rasa bersalah tidak pernah ada, bahkan aku semakin nyaman melakoni kegilaan ini, dosa yang semula berawal dari keinginan mata, pelan tapi pasti terus dibuahi menjadi sebuah maut bagi hidupku.

Aku juga seorang aktivis di gerejaku, hampir semua bidang pelayanan remaja, pemuda bahkan dewasa aku ikuti dan sebagai seorang pelajar dan mahasiswa nilai dan prestasiku boleh dibilang diatas rata-rata. Semua itu semakin membuat aku dengan mudah mengelabuhi orang tuaku dan orang-orang di sekitarku.

Tanpa aku sadari rutinitas agamawi gereja yang aku lakoni membuat aku semakin bebal terhadap keadaan rohku yang sebenarnya sudah sangat jatuh terpuruk. Kemapanan, prestasi dan popularitas menambah buta mata hatiku dan membuat aku semakin sombong, menganggap bahwa Tuhan masih memberkatiku, tidak pernah membenci dosaku dan mudah dirayu dengan segala bentuk pelayanan-pelayanan mimbar yang aku jalankan, doktrin gereja yang aku terima waktu itu benar-benar menyesatkan aku dan membuat aku mengukur cinta Tuhan dari berkat yang diterima (injil-injil kemakmuran) dan setiap orang hanya diarahkan untuk datang ke gereja dan disibukan dengan berbagai tetek bengek pelayanan di gereja tanpa mengecek hubungan pribadi mereka dengan Tuhan.

Alih-alih ingin menyenangkan Tuhan malah sebenarnya akulah orang yang paling bertanggung jawab terhadap penyalibanNya, semua itu oleh karena kemunafikanku. Kemurahan dan kesabaran Tuhanlah yang waktu itu tanpa aku sadari menjadi satu-satunya alasan kenapa seorang farisi seperti aku masih dibiarkan hidup.

Akan tetapi, sungguh, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Adikku yang sudah lebih dahulu bertobat dan lahir baru dengan penuh kesabaran dan pengharapan tidak henti-hentinya menginjili aku, padahal dia dan bahkan setahuku tidak pernah ada seorangpun yang tahu tentang “kehidupan rahasiaku”.

Jujur waktu pertama kali adikku mulai menginjili aku, aku tidak pernah respect, mungkin ini karena aku merasa sudah cukup aman dengan kehidupan agamawiku yang bagiku waktu itu seperti sebuah surat penebusan dosa.

Sampai suatu ketika pada tahun 2003 anugerah Tuhan tidak menunda lagi waktunya untuk bekerja. Rentetean kejadian mulai terjadi, yang pada intinya melalui kejadian-kejadian itu Tuhan ingin mencelikan aku akan semua kemunafikanku dan terhadap sebuah kebenaran firman Tuhan yang menyatakan bahwa sesungguhnya kita dibenarkan bukan dari hasil usaha kita akan tetapi oleh karena anugerah dan kasih karunia. Rentetan kejadian itu mulai mengusik rasa amanku dan mulai membuat aku bertanya-tanya “apakah yang aku lakukan ini berkenan dihadapan Tuhan ?”. Aku sendiri menjadi ragu dengan kehidupan agamawi yang selama ini aku lakoni, karena nyatanya apapun yang aku lakukan entah itu pergi ke gereja, aktif pelayanan, ikut KKR bahkan berulang kali ikut altar call, tumbang atau menangis saat dijamah nyatanya tidak pernah merubah hidupku, berulang kali aku berusaha tapi berulang kali juga aku kembali lagi pada dosa yang sama dan hidupku tidak pernah merdeka.

Sampai akhirnya Tuhan dengan kemurahanNya menunjukan dimana letak kesalahanku, yaitu bahwa sesungguhnya sekalipun aku dengan mulutku mengucap Yesus adalah Tuhan, aku tidak pernah mengakui dan memperlakukan Dia sebagai Tuhanku yang sungguh-sungguh berdaulat dalam hidupku, karena sesungguhnya yang berlaku bagi hidupku adalah rencanaku dan bukan firmanNya, dia juga mencelikan mataku untuk melihat semua tembok-tembok kesombongan yang aku bangun untuk membuat aku tetap terlihat baik dimataNya, dosa yang begitu menjijikan itu aku kubur dalam-dalam dan aku poles dengan polah tingkah pelayananku yang munafik dan menjijikan, waktu itu hidupku bak kuburan yang terlihat indah di luarnya padahal sebagus apapun kuburan itu di bagian luarnya, bagian dalamnya hanyalah seonggok bangkai penuh dengan belatung yang menjijikan dan berbau. Waktu itu nyatalah buatku bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang benar seorangpun tidak, termasuk aku di antaranya.

Tidak terasa 5 tahun lamanya adikku dan (akhirnya) juga mamaku berjuang untuk keselamatanku, menginjili aku dan Tuhan juga mengacak-acak semua yang selama ini kuanggap sebagai sebuah kebenaran, akhirnya pelarianku berakhir di tahun 2008 waktu ada seorang teman adikku yang memberitakan injil pertobatan dan kelahiran kembali di sebuah acara kebaktian minggu di gereja adikku, dan di akhir pemberitaan injil itu dia menantang aku, apakah aku mau untuk mengembalikan apa yang semestinya menjadi milik Tuhan yaitu hidupku, menyangkal semua keakuanku dan menjadikan Yesus sebagai satu-satunya Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh mengendalikan seluruh aspek kehidupanku. Saat itu aku sudah tidak bisa menahan lagi rasa haus dan lapar rohani yang luar biasa dan akhirnya hari itu juga aku tanggalkan semua topeng-topeng agamawi yang aku pakai dan aku benar-benar tunduk dengan takut dan gentar melihat penghakiman Tuhan yang begitu nyata dihadapanku dan melihat keberadaanku yang tidak lagi memiliki alibi apapun untuk mengelak dari penghakiman Tuhan, seketika itu juga semua yang aku banggakan selama ini jadi sesuatu yang tidak lebih dari sampah dan aku memohon pada Yesus untuk menyelamatkan dan menerima jiwaku, apa adanya aku waktu itu.

Tidak sampai satu bulan setelah aku bertobat aku memberikan diriku untuk dibabtis dalam sebuah babtisan yang sesungguhnya, bukan karena doktrin atau adat sebuah gereja atau karena faktor usia yang dirasa sudah layak dibabtis atau bahkan karena paksaan dari orang tua atau pihak lain, akan tetapi sebuah babtisan yang benar-benar melambangkan kematian seorang Mikha yang lama dalam penyaliban Yesus dan yang sekarang bangkit bersama-sama dengan Yesus juga dalam kemenangan atas dosa.

Bulan ini genap 9 bulan semenjak aku bertobat dan dilahirkan kembali, dalam waktu 9 bulan ini Tuhan banyak mendidik dan terus menyempurnakan pekerjaanNya di dalam hidupku, banyak hal yang selama ini tertutup bagi mataku, Tuhan mulai singkapkan itu semua, bahkan aku terus merasa bertumbuh, didewasakan dan semakin Tuhan percantik rohku dalam visi dan panggilanNya bagi hidupku dan ditengah-tengah jemaat yang benar-benar ada takut akan Tuhan di situ, dan firman Tuhanlah yang menjadi satu-satunya sumber kehidupanku.

 


Lewat kesaksianku ini aku ingin menyampaikan pada semua pembaca blog ini, siapapun anda dan apapun keberadaan anda saat ini pastikan keselamatan anda ! bukan karena apa yang bisa anda lakukan dengan tangan anda, bukan dengan berapa banyak mujizat atau sensasi rohani yang anda pernah alami, akan tetapi apakah Yesus yang telah mati atas dosa-dosa kita diatas kayu salib dan bangkit mengalahkan maut itu sudah benar-benar menjadi Tuhan dalam hidup anda, Tuhan yang berdaulat penuh (Tuhan = tuan diatas segala tuan) atas setiap aspek kehidupan anda.

Dia Tuhan yang membenci orang yang congkak namun mengasihani orang yang rendah hati dan Dia Tuhan yang datang kedunia ini untuk orang-orang yang sungguh menyadari bahwa dirinya sakit secara rohani bukan untuk orang-orang yang sudah merasa dirinya benar.

Jangan pernah percaya pada tipu daya iblis yang membuat anda tidak yakin dengan hidup yang penuh dengan pengharapan dan bebas merdeka dari belenggu dosa sebab segala perkara dapat Dia tanggung karena Dia yang akan memampukan anda dan bukan kekuatan anda sendiri.

Yudas dan Petrus sama-sama melakukan dosa terhadap Yesus, namun untuk seorang Petrus ada sebuah kehidupan dan rencana yang luar biasa dari Tuhan atas hidupnya karena dia berani untuk datang dan merendahkan dirinya, memohon ampun pada Yesus atas dosa-dosanya, namun untuk seorang Yudas yang ada hanya akhir hidup yang mengenaskan dan kebinasaan kekal karena kesombongannya diatas dosa yang sudah dia lakukan.

Pilihan ada ditangan anda saat ini, karena yang Tuhan bisa lakukan hanya berdiri di depan pintu hati anda dan mengetuk menunggu anda membukakannya untuk mengundang Dia masuk dan makan bersama dengan anda.

 


Tulisan ini silahkan dikomentari, akan tetapi untuk anda yang merasakan bahwa Roh Kudus membukakan anda sesuatu dari kesaksian saya disini anda bisa mengirimkan email pada saya di mikha.surya.atmaja@gmail.com , saya terbeban untuk berbagi hidup lebih lagi dengan anda.