Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Sempurna Seperti Bapa

Kejarlah Kasih's picture

Menjadi sempurna bukan sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan. Itulah yang diajarkan Yesus.

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." Matius 5:48

Dahulu saya berpikir, menjadi sempurna berarti tidak boleh salah. Selalu menjadi yang terbaik dan terhebat. Saya selalu berusaha untuk tidak pernah salah. Saya melakukannya karena takut ditolak manusia. Takut tidak diterima Bapa dan takut tidak dikasihi Yesus kalau berbuat salah.  Saya menuntut orang lain dengan ukuran yang sama. Perlahan namun pasti, saya menjadi orang yang tidak tolerir terhadap kesalahan sekecil apapun juga. Saya salah total!

Menjadi sempurna berarti bersedia dan sanggup mengampuni kesalahan.

Perjalanan hidup saya sebagai murid Kristus dimulai dengan mendengar apa yang telah dilakukan Yesus di atas kayu salib. Pengampunan tanpa syarat diberikanNya kepada umat manusia. Dalam kesakitan di atas kayu salib Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."  Yesus percaya, Allah akan memenuhi permintaanNya. Oleh iman itu saya diselamatkan, bukan hasil usaha saya tetapi karena karunia kasihNya.

Kemudian saya menyadari, hidup kekristenan tidak boleh berhenti hanya pada iman.

Iman adalah dasar. Iman seperti benih yang hidup. Benih harus bertumbuh menjadi sebuah pohon yang menghasilkan banyak buah. Dari hidup di dalam benih itu, akan mengalir kehidupan yang melahirkan perbuatan-perbuatan baik. Buah-buah yang akan memuliakan Bapa dan menjadi berkat kehidupan bagi  seluruh umat manusia.

Allah adalah kasih. Mengasihi sesama manusia adalah mengalirkan kasih Allah kepada manusia. Hanya dengan mengasihi sesama manusia, saya dapat tetap tinggal di dalam Kristus, seperti carang tetap melekat pada pokok.

Saya mulai belajar mengasihi. Namun, saya hanya mau mengasihi orang-orang tertentu saja. Saya tidak mau mengasihi orang jahat atau sesat. Saya menolak mengasihi orang bersalah yang tidak mau mengakui kesalahannya. Saya mengasihi dengan syarat. Sampai saya menerima kebenaran tentang pengampunan tanpa syarat.

Kalau saya hanya mengampuni orang yang minta maaf, maka itu berarti saya menukar pengampunan dengan permohonan maaf.  Kalau saya hanya mengampuni orang yang bertobat, maka itu berarti saya menukar pengampunan dengan pertobatan. Itu sama sekali bukan pengampunan tanpa syarat.

Pengampunan adalah bukti kasih. Kasih tanpa syarat dibuktikan dengan pengampunan tanpa syarat. Kasih bersyarat hanya mampu melahirkan pengampunan dengan syarat.

Saya menyadari, kasih Bapa adalah kasih tanpa syarat. Kasih bagi semua anak manusia.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Matius 5:44-45

Orang baik dikasihi. Orang jahat dikasihi. Orang benar dikasihi. Orang sesat dikasihi. Bukankah Yesus Kristus adalah Juruselamat semua manusia? Bukankah Dia datang bukan untuk menghukum melainkan untuk menyelamatkan?

Menjadi sempurna seperti Bapa berarti mengasihi tanpa syarat.

Kasih yang sempurna sama dengan kasih Bapa. Kasih sempurna tetap ada selamanya. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Kasih yang sempurna percaya segala kesalahan diampuni. Kasih yang sempurna bersedia mengampuni semua kesalahan.

Allah tetap mengampuni saya, sekalipun dalam banyak hal saya masih akan terus melakukan kesalahan.

Bukan berarti saya berhenti belajar atau mengerjakan segala sesuatu dengan semau-maunya, seenak-enaknya, puas dengan kualitas seadanya. Tidak, sama sekali bukan itu.  Karena kasih akan selalu bersedia mencari cara yang lebih baik, untuk menghasilkan yang terbaik, bagi lebih banyak orang! Mereka yang mengasihi tidak mungkin berhenti belajar memberi yang terbaik bagi sesamanya.

Menerima kebenaran tentang kasih Bapa mengubah banyak hal dalam hidup saya. Namun menerima kebenaran tentang pengampunan tanpa syarat bagi semua anak manusia, mengubah lebih banyak hal.

Sempurna seperti Bapa adalah sanggup mengasihi seperti Bapa mengasihi. Mengasihi semua orang. Mengampuni semua orang.  Mengasihi tanpa syarat. Mengampuni tanpa syarat.  Kasih seperti itu tidak muncul dalam sehari. Butuh waktu dan kerelaan untuk menjalani prosesnya.

Mengejar kasih yang sempurna adalah bertumbuh untuk menjadi serupa dengan Kristus.

Tanpa kasih, seorang manusia tidak lebih dari seekor binatang. Tanpa belajar untuk saling mengasihi, hidup akan berlalu dalam kesia-siaan. Adalah kasih yang membuat manusia menjadi sempurna. Manusia yang segambar dan serupa Allah. Sempurna seperti Bapa.

__________________

Kejarlah kasih, follow the way of love.

http://kejarlahkasih.wordpress.com

kardi's picture

@kejarlah kasih, tulisan yg membangun iman....

Begitu selesai membaca tulisannya,  ada sukacita, karena kasih Allah yang sempurna buat saya, memampukan saya untuk berbuat kasih terutama pada keluarga inti.Saya percaya Dia tidak pernah meninggalkan saya, kasihNya tidak berubah dulu, sekarang dan kekal selamanya.Karena karunia kasihNya, saya bisa ada sebagaimana saya ada, saya bersyukur atas semua proses yang saya alami untuk menambah kedewasaan rohani saya, untuk lebih mengenalNya lagi, dengan setiap waktu bergaul intim dengan firmanNya, saya percaya bahwa Dia tak akan membiarkan saya jatuh tergeletak, karena tangan kananNya akan menopang saya.

Terima kasih atas pengorbanan Yesus diatas kayu salib, sebagai karya kasih yang terbesar buat saya......