Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Bait Suci

victorc's picture

Temple

Shalom saudaraku, 

Tante Paku's picture

ADIDAS Sejati

 

      YERUSALEM 28 Masehi, hiruk pikuk menjelang Paskah tampak mewarnai sebuah tempat. Para  penukar uang sibuk meneriakkan harga penukaran uang, para pedagang saling berteriak menjajakan dagangannya di tengah riuh suara domba yang mengembik dan lenguh lembu memenuhi pelataran tempat tersebut. Seorang Lelaki dengan rombongan kecilnya terperanjat dan kaget tatkala memasuki pelataran itu.

anakpatirsa's picture

Bait Suci

Ketika murid-murid-Nya datang dan menunjukkan kemegahan Bait Allah, Yesus menjawab mereka:

Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan. (Matius 24:2)

Bait Allah, sebuah sejarah panjang yang dimulai ketika Allah memerintahkan Musa membangun Kemah Suci, kemudian Daud menjadi raja dan berkeinginan membangun sebuah rumah Tuhan, tetapi Ia menolak karena tangan sang raja berlumuran darah. Ia berkata, "Salomo, anakmu yang akan membangun rumah bagi-Ku." Tetapi kekerasan hati bangsa itu membuat-Nya membuang dan menyerahkan mereka kedalam tangan bangsa asing. Ia membiarkan Nebukanedzar, raja Babel, menghancurkan Bait-Nya. Walaupun demikian, Ia tetap mengingat dan membawa umat-Nya kembali ke Israel untuk membangun Bait itu kembali.