Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Hening di Keramaian

manusia biru's picture

Semalam ada kesempatan makan di warung sederhana, bukan restauran ... karena kalau makan di restauran hanya terjadi ketika aku dapat undangan hajatan. Lumayan banyak pembelinya, dan aku duduk di tempat paling ujung, di dekat pasangan suami istri dengan seorang anaknya. Soto berkuah panas dengan aroma rempah-rempah sudah disajikan di depanku .. mantap. Sesendok demi sesendok kusantap ... dengan ditemani suara riuh dari obrolan pembeli yang entahlah ada topik apa saja di obrolah itu. Setengah mangkuk sudah habis kulahap, pasangan di dekatku hening .. masih hening seperti sebelumnya ketika kudatang. Mungkin baru sariawan.

Soto sudah ludes, teh panas tinggal 1,5 cm tertinggal di dalam gelas ... suasana masih hening, hanya jempol yang ribut ke sana kemari di atas smartphone yang tak mahal kayaknya ... haha. Pasangan kok diem-dieman, apa di rumah juga begitu ya .. relasi apa ini? Anaknya juga hanya plonga-plongo lihat kanan-kiri. Tak ada komunikasi sama halnya tak ada relasi. Tak ada sentuhan sama halnya tak ada kasih sayang. Ngenes banget hidup mereka ... sudah makan bersama di warung, tapi hati mereka tak bersama. Kasihan anaknya, dapat pola hidup yang kurang baik.

Orang Kristen seperti itu nggak ya? Karena aku nggak tau dia Kristen atau tidak. Lebih baik sih tidak seperti itu. Kasih itu spontan, tidak bisa ditutup-tutupi, tidak bisa disembunyikan ... relasi yang sehat, ya komunikasinya sehat. Dah, cuma mau ngomong itu aja kok.