Submitted by NoStressInDepress on

~ HIGHLIGHT ALKITAB

Yang dimaksud dengan Alkitab adalah kumpulan kitab-kitab yang diakui sebagai kitab yang benar melalui kanonisasi, dalam bahasa Yunani disebut Biblos, yang menunjuk kepada segala dokumen tertulis. Kata Biblos sendiri adalah padanan dari kata Papirus, yakni sebuah alat dalam lembaran yang digunakan untuk menulis pada zamannya, semacam kertas pada zaman kita sekarang. Kata Biblos memiliki hubungan dengan nama Pelabuhan “Fenesia Biblus”, tempat dimana Papirus diimport dari Mesir. Selanjutnya kitab-kitab diterjemahkan sebagai Biblion (bentuk tunggal) dan Biblia (bentuk jamak).

       Akitab berisi 66 kitab yang tediri dari dua bagian besar, yaitu Perjanjian lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Pada Perjanjian Lama terdapat 39 kitab dan pada Perjanjian Baru terdapat 27 kitab. Teks asli pada Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan pada Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani Koine (Yunani Klasik). Alkitab ditulis oleh sekitar 40 penulis dalam kurun waktu 1600 tahun.

       Alkitab adalah Firman Allah, disini berarti maksudnya adalah terdapat ESENSI, EKSISTENSI, dari KEHENDAK ALLAH, sehingga umatNya mampu mengenal dan mengerti kehendakNya. Telah nyata dalam sejarah gereja kalau Alkitab seringkali menerima serangan dan serbuan dari berbagai jurusan, tetapi hanya oleh anugerah Tuhan semata (Sola Gratia) Alkitab tetap lestari sampai saat ini sebagai bukti Firman Allah.

       Alkitab ditulis berdasar atas ilham Roh Kudus tanpa menghilangkan kesadaran dan kemampuan berpikir manusia tersebut.* Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat. (I Petrus: 1:12).

       Kesempurnaan dan kebenaran ALkitab sebagai firman yang menyelamatkan umat manusia ini tepat diibaratkan dengan bahtera nabi Nuh yang dirancang secara khusus oleh Tuhan sendiri. Maka apa yang dirancang Tuhan itu tentu benar dan sempurna, tanpa kekurangan atau kesalahan. Namun pembuatan bahtera itu dilakukan oleh manusia-Nuh yang tidak sempurna untuk sebuah misi penyelamatan yang sempurna!

       Nuh tidak tahu ilmu kelautan, juga awam di bidang perkapalan raksasa. Bahkan pada masa itu, tidak mungkin ada perkakas pertukangan yang memadai untuk proyek raksasa ini! Secara ilmu dan tekhnologi modern, pastilah mudah ditemukan kekurangan, kekasaran, dan keanehan-keanehan produk yang dihasilkan oleh Nuh. Bahkan Anda bisa mencurigai tingkat kekedapan air yang dimiliki bahtera itu. Pasti Mustahil mencapai kesempurnaan! Namun siapakah diantara kita yang bisa menyangkal bahwa ternyata kapal Nuh itu benar-benar sempurna dan benar untuk melaksanakan misi penyelamatan yang diinginkan Tuhan?!

 

~ Sifat-Sifat ALKITAB

-o- Alkitab tidak mungkin salah

Tidak mungkin salah disini bukan menyangkut penulisan secara hurufiah dan kata-kata yang mungkin bisa meleset oleh karena keterbatasan pola pikir manusia, tetapi tidak mungkin salah disini adalah menyangkut ESENSI KEBENARAN yang ada pada Alkitab, inilah hal yang biasa disebut Infallibillitas Alkitab, maka itu Alkitab menjadi syarat MUTLAK bagi setiap orang Percaya, sehingga kebenaran yang tidak selaras dengan Alkitab harus ditolak dengan tegas. Ketepatan Alkitab telah teruji dalam hal KEGENAPAN setiap nubuat-nubuatnya.

Kanonisasi (Canonicitas) adalah proses menyusun kitab-kitab dalam Alkitab untuk dapat diakui sebagai Firman Tuhan yang dapat mejadi pedoman hidup bagi manusia secara universal. Hal ini terjadi karena Alkitab bukanlah kitab yang turun dari langit. Tetapi Alkitab ditulis oleh banyak orang sehingga harus digumuli manakah kitab yang sungguh-sungguh ilham Roh Kudus dan diakui sebagai Firman Tuhan. Pada awalnya jemaat Kristen pada kebaktian hanya membaca kitab PL saja, namun kemudian ditambahkan beberapa surat dari Rasul yang dianggap memiliki nilai sama seperti pada PL. Uskup Pertama yang menyusun daftar Kitab Kanon adalah Athanasius Alexandria.

        Proses Kanonisasi adalah karya Roh Kudus, karena bukan manusia yang memiliki otoritas untuk mengesahkan apakah suatu kitab adalah Firman Tuhan atau bukan. Tetapi adalah Alkitab sendiri yang mengesahkan dirinya sebagai Firman Allah dalam hati orang Percaya. Pada Perjanjian Lama, pengkanonan harus memenuhi standard: Ditulis oleh Nabi Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab sebagai Nabi yang benar. Kitab yang selalu dibaca pada pertmuan orang Yahudi. Sudah terbukti digunakan Yesus sebagai referensi dalam khotbahNya.

       Pada Perjanjian Baru, pengkanonan harus memenuhi standard: Ditulis Rasul - Rasul Tuhan yang menjadi saksi mata langsung. Tidak bertentangan dengan Wahyu Tuhan pada Perjanjian Lama. Berpusat pada Kristus.Salah satu metode untuk menentukan apakah sebuah naskah bisa dimasukan kedalam Alkitab adalah tahun pembuatannya. Injil Matius ditulis sekitar tahun 65-110 Masehi, Markus 55-60 Masehi, Lukas 80 Masehi, Yohanes 90 Masehi.

-o- Alkitab itu SEPA

Suffecientia, yang berarti cukup.

Efficak, yang berarti dapat mencapai maksud dan tujuan.

Perspicuitas, yang berarti kebenaran dalam Alkitab sudah terang dan jelas.

Anthropomorfisme, yang berarti Tuhan menyatakan diri dengan bahasa dan penampilan yang dapat dipahami manusia.

-o- Dalam Alkitab Terdapat Kuasa

* Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.(I Korintus: 4:20)

-o- Alkitab Berisi Kebenaran yang Unitas

Alkitab ditulis oleh sekitar 40 orang dalam kurun waktu 1600 tahun, Alkitab adalah salah satu MUJIZAT terbesar, sebab tidak ada buku dan kitab lain yang memiliki karakteristik demikian.

 

~ Cara Mengenal KEBENARAN Dalam Alkitab

-o- Lahir Baru

Yakni bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat

*Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Yoh. 3:3)

*Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. (I Kor. 2:14)

*Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Mat 9:16-17)

Kebenaran Alkitab tidak hanya diterima secara akali (rasio) saja, pengertian akan kebenaran akan bertumbuh seiring dengan perjalanan waktu dan pergumulan hidup, maka itu Tuhan menghendaki umatNya merenungkan siang dan malam, yakni supaya bisa setiap saat mengaitkan segala tindakan dan peristiwa yang kita jalani dalam hidup ini dengan Firman Tuhan.

*Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Maz. 1:1-2)

-o- Haus dan Lapar akan Kebenaran

* Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Mat. 5:6)

-o- Kepribadian Rendah Hati, Mau Belajar dan Diajar.

* Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. (Yak1:19-21.)

* Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat.18:2-3)

-o- Menolak Konsep dan Hikmat Dunia yang Tidak Selaras Alkitab

* Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rom.12:2)

-o- Membuang Sifat dan Sikap Negatif

* Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan. (I Petr. 2:1-2)

-o- Minta Pimpinan Roh Kudus

Karena ada hal-hal yang sulit dimengerti dan terlihat tidak logis, misalnya mengenai Perkataan Yesus yang membuat murid-murid meninggalkanNya

* Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yoh. 16:13)

* Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. (Yoh. 6:61,66)

                                                                                        -###-

 

* Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. ( Gal.1:6-9 )

 

* Tidak heran mereka berbuat begitu, sebab Iblis sendiri pun menyamar sebagai malaikat terang! Jadi tidak aneh juga kalau pelayan-pelayan Iblis menyamar sebagai pelayan-pelayan yang melakukan kehendak Allah. Akhirnya mereka juga akan menerima balasan yang sepadan dengan segala perbuatan mereka. (II Kor.11:14-15)

 

Shallom4EverCool