Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

ms. hanni's blog

ms. hanni's picture

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Sebelum bercerita, saya mau menyapa dulu ah. Halo semua !! Seumur-umur bergabung dengan Sabdaspace, saya belum pernah menyapa komunitas ini, maaf yah. Saya memang jarang posting blog atau komentar di sini. Soalnya, pengetahuan Alkitab saya rendah. Salah-salah, saya bukan hanya dianggap membual tapi juga menyesatkan orang lain :D

Sekitar akhir tahun lalu, saya dilanda demam. Demam facebook. Pernah dengar? Oh, anda kena juga? He he, demam yang asyik ya, asal jangan tambah panas saja suhunya.

ms. hanni's picture

Tujuh Bidadari

Tepat pada hari Valentine kemarin, saya berkesempatan untuk melihat bidadari. Ya, bidadari yang cantik, anggun, dan pintar ! Dan bukan hanya satu, tapi tujuh bidadari. Bahkan saya sempat mengabadikan mereka, dalam ingatan dan kamera saku saya.

ms. hanni's picture

Pak, Bantu Ibu Ya

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang teman lama di dunia maya. Lalu kami mengobrol lewat Yahoo! Messenger. (Ah, saya selalu kagum dengan teknologi chatting ini. YM membuat saya bisa mengontak teman-teman di berbagai belahan dunia dengan mudahnya. Ck ck ck…)

Tak lama, teman pun bercerita tentang istrinya.

Saya : kenapa ?

Teman : istri gua sering ngomel kalau gua pulang. Stress kale di rumah terus ngurus anak-anak.

Saya : sama dong, gua jg dulu gitu.

Lalu saya pun teringat masa lalu.

ms. hanni's picture

Engkar, pembantuku


Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

 Aku bertemu dengan Engkar empat tahun yang lalu. Perempuan itu seumur denganku, hanya saja kulitnya gelap sedangkan aku berkulit kuning.  Karsinah nama aslinya. Saat itu, aku majikan dan dia pembantu rumah tanggaku.