Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Susah Dapat Khotbah Murni

manusia biru's picture

Zaman sekarang susah untuk mendapatkan khotbah yang murni ... alkitabiah. Bangun pagi, semangat, berangkat ke gereja. Sampai di gereja, lumayanlah nyanyian pujian penyembahan bisa membawa sampai ke dalam suasana ibadah. Namun, begitu pak pendeta naik ke mimbar dan mulai berkhotbah ... wah, awalnya sudah meyakinkan karena setidaknya jemaat diajak buka Alkitab. Setelah itu, masuk ke pertengahan hingga akhir khotbah ... koq yang diomongin cuma berkat dan pengalaman mendapatkan materi berlimpah dari Tuhan ya? Iya, saya percaya kalau Tuhan itu kaya dan punya segalanya. Ia sanggup memberikan semua yang kita inginkan, jangankan materi ... kepuasan batin, Ia sanggup berikan.



Ah, sayang sekali ... hanya materi, materi, berkat kesembuhan, dan mukjizat saja yang dibahas terus. Kapan ya sekali-kali membahas tentang kehidupan Kristus, pelayanan Kristus, dan penderitaan Kristus ketika Ia harus mengesampingkan keinginan diri-Nya untuk melakukan kehendak Bapa ... dan kita juga seharusnya seperti itu. Tidak mementingkan keinginan manusiawi kita, tetapi melakukan keinginan Tuhan. Bukan berarti saya sok rohani, tetapi inilah krisis iman Kristen sekarang .... 

Mengapa hanya ingin perbuatan Tuhan atas hidup kita saja? Mengapa tidak belajar hidup atau mencapai atau melakukan keinginan Tuhan atas hidup kita. Bukan berarti saya sudah bisa melakukan keinginan Tuhan secara keseluruhan, tetapi sebagai orang Kristen ... mari kita sadar dan bersama-sama meraih ini. Ya, kalau di gereja tidak bisa memberikan hal ini, kita bisa memulainya melalui persekutuan atau perkumpulan orang Kristen lainnya. Karena susah sekali jika ini dilakukan di gereja sementara gereja sudah mempunyai konsep atau doktrin yang jauh dari ini. 

wilefhas62's picture

@manusia biru : mentalitas pengemis ?

manusia biru : "Ah, sayang sekali ... hanya materi, materi, berkat kesembuhan, dan mukjizat saja yang dibahas terus. Kapan ya sekali-kali membahas tentang kehidupan Kristus, pelayanan Kristus, dan penderitaan Kristus ketika Ia harus mengesampingkan keinginan diri-Nya untuk melakukan kehendak Bapa ... dan kita juga seharusnya seperti itu. Tidak mementingkan keinginan manusiawi kita, tetapi melakukan keinginan Tuhan. Bukan berarti saya sok rohani, tetapi inilah krisis iman Kristen sekarang .... "

 

kondisi yg seperti ini sebenarnya sdh ada pada saat YESUS masih ada di dunia ini. Banyak orang mengkikuti YESUS kemanapun DIA pergi hanya untuk sekedar MENDAPATKAN MAKAN GRATIS.

Jika kita mencoba mengaitkan dengan realitas kehidupan saat ini, maka.....

kita kan menemukan banyak pengemis disetiap persimpangan jalan (yg ada traffic light). Pengemis adalah profesi / pekerjaan baru bagi para pemalas dan agak low skill. Mereka ini dengan mentalitas yg mereka meliki sepanjang hari kerjanya hanya" menjulurkan tangannya untuk meminta-minta".

Demikian juga dengan yg menamakan dirinya "Kristen', banyak yg kerjanya cuma meminta-minta, hanya agak terhormat karena mereka mengemis melalui doa. Mereka tampil sangat rohani, rajin ibadah dan berdoa, tetapi topik yg mereka bicarakan dan doakan hanyalah seputar kesuksesan duniawi. Tentu saja mereka memiliki banyak ayat alkitab untuk mendukung (menjustifikasi) tidakan mereka, karena banyak ayat alkitab yg menyuruh kita untuk meminta, mencari, mengetuk.

pada saat mereka merekrut anggota baru, mereka juga mengiming-imingi bhw bila ikut Yesus, maka semua doa mereka "dijamin' akan dipenuhi (mereka menganggap Yesus sebagai pelayan yg siap sedia 24 jam sehari melayani mereka).

Memang demikianlah realitas kehidupan orang kristen saat ini, banyak yg bermental PENGEMIS, tapi tidak semua seperti itu.

KEHIDUPAN MEREKA KELIHATANNYA SANGAT ROHANI, TAPI SEBENARNYA MEREKA HANYALAH MEMUASKAN HAWA NAFSU KEDUNIAWIAN MEREKA.

mungkin kommentar saya ini agak berlebihan, MAAFKAN

tks

GBU

 

 

 

 

manusia biru's picture

bicara soal mental

Bisa jadi yang Anda katakan benar: orang Kristen yang bermental pengemis. Luarnya rohani, tapi dalamnya isinya cuma minta minta minta doank.

Ngga salah juga kan ya kalau minta ma Tuhan, tapi masalahnya kalau setiap ibadah atau doa isinya minta minta terus, Tuhan geleng geleng kepala kagak ya? hahaha mana kita tahu...

kayaknya ini jadi "penyakit" akut orang Kristen. hanya melihat atau mementingkan pekerjaan Tuhan dan tidak menginginkan Tuhan itu sendiri. Saya bicara begini juga baru belajar untuk jadi orang Kristen yang beneran, bukan boong boongan.... susah memang karena doktrin gereja juga pada tidak sama, semua punya motivasi sendiri sendiri. 

manguns's picture

tukang khotbah

tentang tukang khotbah, jadi teringat posting sy dulu 'si ucok masuk sorga'

Mendeteksi permasalahan adalah langkah awal memecahkan masalah.

susah memang karena doktrin gereja juga pada tidak sama, semua punya motivasi sendiri sendiri.

Banyak penulis blog ss, terutama yang belakangan 2014, seolah punya punya asumsi bahwa para perespon tulisannya adalah menganut doktrin yang sama. Bila ada perespon yang menulis berbeda langsung di balas dengan 'sesat' , 'tak percaya Jesus', tak percaya alkitab dan sejenisnya.

Penulis kristen di Indonesia harus mengetahui bahwa banyak aliran atau denominasi protestan yang punya dogma yang berbeda. HKBP yg luther beda dengan grup calvin spt GKI GKJ yg konggregasi, juga beda dengan GPIB yg presbiter. Jauh beda dg baptis yg non-calvin, atau dg metodis yg episcopal. Tentu saja dogma beda menghasilkan khotbah berbeda.

Perlu bagi saya mendeteksi, kristen yg bicara/khotbah memegang dogma apa? Sehingga kelompok diatas saya kategorikan sebagai RELIGIUS, dg denominasi-nya masing-masing. Adalah keharusan bagi jemaat dewasa mengetahui dogma dari denominasinya sendiri.

Kelompok kristen kedua:  'SOK TAHU', tidak tahu dogma gerejanya sendiri, tidak tahu perbedaan utama antar dogma tiap denominasi, comot sana comot sini dogma lintas denominasi.

Sedangkan sy sendiri menyebut 'spiritual' non-denominasi. Mengandalkan ajaran Jesus si orang nazaret, yg disaksikan injil sinoptik. Saya ogah mengikuti ajaran Paulus, seperti umumnya umat kristen. Karena sy mendeteksi ada perbedaan fundamental antara ajaran Jesus dengan dogma gereja berbagai denominasi yang mengandalkan ajaran paulus dan para bapa gereja.

manusia biru skrg memegang dogma mana?(denominasi mana?)

jee eiych's picture

Tiga Kelompok atau Empat Kelompok?

Pernyataan anda ini cukup aneh lho. Kok bisa Kristen didefinisikan oleh dogma2 ? Bukannya kebalik? Tidak mungkinkah dari ketiga kriteria yang anda maksudkan sebenarnya justru tidak memuliakan Tuhan Yesus *sama sekali*? Yang dimuliakan adalah *diri sendiri*.

Kelompok kesatu: orang yang bertahan dengan pemahamannya sendiri tapi tidak melihat bahwa dogma lain sedang menekankan perbaikan atas apa yang diabaikan oleh dogma lain? alasannya untuk bertahan dengan dogmanya adalah keengganan untuk mengkoreksi diri? meremehkan dogma lain? self-centric?

Kelompok kedua: orang yang 'Sok tahu' ini tidak mau tahu soal dogma gerejanya atau gereja apapun. Satu2nya alasan adalah keengganan untuk memikirkan secara mendalam dan mencoba koreksi orang Kriteria satu? Takut ribut. Yang penting gue cukup alim dan masing-masing urus urusan masing-masing.

Kelompok ketiga: anda sendiri. Klaim tidak dibawah denominasi apa pun tetapi dengan menuduh bahwa Paulus dan TUhan Yesus punya denominasinya sendiri-sendiri? Apakah tidak ada tulisan Paulus yang menunjukkan cintanya pada Tuhan Yesus sehingga bisa dianggap Paulus buat aliran yang keluar dari ajaran Tuhannya?

Bagaimana jika ada kelompok keempat? Orang-orang yang mau belajar kebenaran Firman Tuhan dan mengajak orang2 dari Kelompok kesatu, kedua dan ketiga untuk menyelidiki Firman Tuhan dan memperhatikan Doa Tuhan Yesus di taman Getsemani (Yoh:17) supaya jemaatNya menjadi satu? dan juga tulisan Paulus yang mengatakan bahwa jemaat adalah Tubuh Kristus?

guestx's picture

@jee eiych, ... atau lima kelompok ?

... yaitu mereka yang memandang dogma hanya seperti "program studi" di level S1, yang esensinya adalah mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis sedangkan pengetahun teknikal (sesuai program studi) adalah bonus agar bisa "siap kerja" di bidang yang mereka pilih.

mereka tak mempersoalkan mana "program studi" yang paling hebat, lebih "sarjana" dibandingkan yang lain. mereka (kelompok kelima) ini menganut suatu dogma (mirip seperti mahasiswa yang terdaftar di program studi tertentu); mereka juga sungguh-sungguh menjalani kehidupan kerohanian berdasarkan dogma tersebut (beda dengan kelompok 2 yang tak mau tahu dengan dogma), tetapi tidak pernah menganggap bahwa dogmanya adalah "ajaran" yang paling benar dan tak berupaya untuk mengajak orang lain ikut dogmanya.  mereka meyakini bahwa (kebanyakan) Kristen tak berbeda dogma yang esensial (siapa Allah, siapa Yesus, siapa Roh Kudus), tetapi bisa saja sangat berbeda dalam hal-hal yang tidak esensial (meskipun menurut para pengikut masing-masing dogma itu esensial) seperti baptisan, haram/halal, surga dsbnya.

mereka terus berupaya belajar (mirip seperti kelompok 4) kehendak Allah bagi dirinya, dan mendorong orang lain juga belajar Firman dengan jujur lalu hidup sesuai dengan pemahaman itu. jika ketika belajar Firman dengan jujur (bukan untuk membenarkan diri sendiri atau kelompok, atau untuk membantah ajaran Kristen) itu muncul perbedaan dalam memahami ajaran tertentu, ya sudah....

utamanya, tiap orang harus sungguh-sungguh memahami apa yang dia percayai (berdasarkan gereja/aliran dimana dia bergabung dan belajar Alkitab secara pribadi) dan hidup menurut kebenaran yang dia pahami itu. golongan 'kelima' melihat bahwa perbedaan dogma tertentu "tak penting-penting amat" untuk dipersoalkan, dibahas, dan dicarikan titik temunya, selama "dogma utama" sebagaimana dicakup dalam "pengakuan iman percaya" masih teguh dipegang. jauh lebih penting adalah kesungguhan menjalani hidup sebagaimana yang diyakini. jangan seperti sekarang ini, apa pun dogma gereja dan aliran Kristennya, tetap saja ada anggotanya yang pencuri, pezinah, pemfitnah dan dan pembunuh.

__________________

------- XXX -------

jee eiych's picture

@guestx: buka mata, buka hati

Tidakkah sudah jelas bahwa himpunan semesta (/asal-muasal) dari kelompok satu hingga kelompok empat adalah orang2 dari definisi kelompok kelima anda? Dan kemudian muncul kelompok keenam, ketujuh dst juga dari kelompok kelima anda.

Sekte dan denominasi muncul dari suatu pemikiran mendalam akan suatu topik tertentu tetapi kemudian menemukan suatu kelemahan pada suatu ajaran. Dalam kata lain, denominasi/sekte muncul dari seruan akan "hutang ajaran" pada gereja. Ada juga gereja dan denominasi yang pecah karena ego gembala/majelis semata tapi itu terlalu jelas salah.

Kalau semua orang Kristen bilang "Saya yang Benar" tapi tidak mau saling koreksi tetapi malah bikin alirannya sendiri tidakkah itu yang dikatakan Paulus di I kor 12:13-26?