Submitted by tonypaulo on

Ada tafsir yang berkembang yang sedemikan mirip dengan tafsir gnostik, belakangan muncul di sabdaspace ini.


Tafsiran pertama : Tuhan Yesus mendorong untuk Yudas menghianatinya, bahkan Tuhan Yesus mengijinkannya


Tafsiran kedua : penyesalan Yudas Iskariot diartikan sebagai pertobatan, dan penyesalan dengan tindakan bunuh diri adalah tanggung jawab iblis


Tafsiran ketiga : Yudas masuk neraka atau bukan, sudah bisa ditentukan oleh manusia bukan Tuhan

Untuk tafsiran pertama, mengandung tafsir gnostik karena ;


1. Ada cacat dalam karya penebusan Kristus, karena ada campur tanggan atau scenario yang didesakan atau dipaksakan oleh Tuhan Yesus, agar Yudas Iskariot menjadi “aktor intelektual” untuk DIA dapat dihukum mati lewat salib

2. Ada tuduhan yang sangat serius bahwa Tuhan bekerja sama dengan iblis dalam “mempermainkan” Yudas Iskariot sebagai konspirasi untuk peristiwa salib Kristus

3. Yudas Iskariot memiliki karakter cinta uang, dan atas dasar inisiatif sendiri Yudas Iskariot mendatangi para Imam besar untuk menjual Tuhan Yesus

Joh 12:4  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

Joh 12:5  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

Joh 12:6  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.



Jadi untuk tafsiran Tuhan Yesus mendorong untuk Yudas menghianatinya, bahkan Tuhan Yesus mengijinkannya ITU TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DISAMPAIKAN DALAM ALKITAB


Untuk tafsiran kedua : penyesalan Yudas Iskariot diartikan sebagai pertobatan, dan penyesalan dengan tindakan bunuh diri adalah tanggung jawab iblis, punya kencederungan yang sangat berbahaya (extreme), karena ;


1.Tidak pernah tercatat dalam Alkitab bahwa penyesalaan itu sama dengan pertobatan, atau menyesal sama dengan bertobat

Dalam Alkitab kata menyesal dan kata bertobat dipisahkan


menyesal : μεταμε?λλομαι, metamellomai, met-am-el'-lom-ahee (Yunani)
From G3326 and the middle of G3199; to care afterwards, that is, regret: - repent (self).

bertobat :κρι?μα, krima, kree'-mah (Yunani
From G2919; a decision (the function or the effect, for or against [“crime”]): - avenge, condemned, condemnation, damnation, + go to law, judgment.


Memang kata menyesal diidentikan dengan kata bertobat ketika secara kontekstualnya tepat

menyesal : na?cham, naw-kham' (Ibrani)
A primitive root; properly to sigh, that is, breathe strongly; by implication to be sorry, that is, (in a favorable sense) to pity, console or (reflexively) rue; or (unfavorably) to avenge (oneself): - comfort (self), ease [one’s self], repent (-er, -ing, self).


Kej 6 : 7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

Masa ketika TUHAN menyesal, TUHAN dinyatakan bertobat?


2. Yudas Iskariot bukan robot yang diatur sepenuhnya oleh iblis, tindakan bunuh diri adalah keputusannya walau dalam pengaruh iblis, Yudas Iskariot mempunyai kebebasan untuk membunuh dirinya atau tidak

3. Dengan membunuh diri, penyesalan Yudas Iskariot menjadi tidak berarti dan sia-sia, karena ia memilih untuk tidak memperbaiki prilakunya dimana sebenarnya kesempatan itu masih terbuka bagi Yudas Iskariot, namun nampaknya ia lebih takut hidup daripada takut mati

Jadi tafsir penyesalan Yudas Iskariot diartikan sebagai pertobatan, dan penyesalan dengan tindakan bunuh diri adalah tanggung jawab iblis, TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DIKATAKAN DALAM ALKITAB

Untuk tafsiran ketiga  Yudas masuk neraka atau bukan, sudah bisa ditentukan oleh manusia bukan Tuhan, mengandung suatu absurditas yang sangat karena


1. Setiap orang bertanggung jawab kepada dirinya masing-masing, tidak bisa berspekulasi orang lain masuk neraka atau sorga, itu sudah hak preogatif The Redeemer

2. Mengenai Yudas Iskariot, Tuhan Yesus mempunyai pandangan sebagai berikut


Mat 26:24

(ITB)  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

(KJV)  The Son of man goeth as it is written of him: but woe unto that man by whom the Son of man is betrayed! it had been good for that man if he had not been born.

(NASB) "The Son of Man is to go, just as it is written of Him; but woe to that man by whom the Son of Man is betrayed! It would have been good for that man if he had not been born

(TNIV)The Son of Man will go just as it is writ­ten ­about him. But woe to that man who be­trays the Son of Man! It ­would be bet­ter for him if he had not been born.”


3. Mengenai urusan masuk neraka atau tidak, itu urusan TUHAN, bukan manusia, walau manusia masih “boleh” menginteprestasikannya namun tentu harus disesuaikan dengan konteksnya

Jadi tafsir ketiga  Yudas masuk neraka atau bukan TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DIKATAKAN DALAM ALKITAB, hanya tafsir spekulatif yang sembarangan saja

Tit 2:1

(ITB)  Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:

(KJV)  But speak thou the things which become sound doctrine:

(NASB) But as for you, speak the things which are fitting for sound doctrine.

(TNIV) You, how­ev­er, must ­teach what is ap­pro­pri­ate to ­sound doc­trine.


 

Salam Sejahtera