Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Pertobatan

victorc's picture
Shalom, selamat pagi saudaraku. Beberapa tahun belakangan ini, tampaknya kian jarang ada kotbah khusus tentang makna dan pentingnya pertobatan dalam hidup kristiani. Agaknya banyak gereja lebih suka mengkhotbahkan berkat-berkat melimpah, daripada mengajak umat berbalik dari tingkah laku mereka yang jahat.
Malah kabarnya cukup marak berkembang ajaran yang disebut "Hyper Grace" yang intinya menjajakan anugerah pengampunan namun tanpa syarat pertobatan. Hal ini tentunya jauh dari berita Injil yang sejati.
Padahal jika kita menyimak kehidupan para bapa Gereja seperti Agustinus dan Martin Luther, pertobatan mereka bukan hanya mereka kerjakan pada masa awal mereka menjadi percaya, melainkan justru hidup mereka itu merupakan ungkapan pertobatan yang tulus. Luther juga pernah menulis bahwa hendaknya seluruh hidup kita merupakan rangkaian pertobatan tanpa putus.

Tahapan pertobatan
Omong-omong tentang pertobatan, saya pernah membaca sebuah renungan yang ditulis oleh seorang pendeta senior(1). Beliau mengutip Luther bahwa pertobatan seorang percaya hendaknya terdiri dari 3 tahap:
- pertobatan hati
- pertobatan pikiran
- pertobatan dompet
Tentu saya mengamini tahapan tersebut. Malahan bagi saya perlu ditambah 2 tahap lagi, menjadi 5 tahap sebagai berikut:
1. Pertobatan Hati: pertobatan mulai dengan hati yang sadar akan kedegilan dan kenajisan diri di hadapan Tuhan yang maha kudus. Bahwa kita manusia berdosa memerlukan pengampunan oleh darah Anak Domba Allah yang telah turun ke dunia.
2. Pertobatan Pikiran: setelah hati bertobat, barulah giliran menundukkan akal yang seringkali keras kepala dan menolak untuk mengakui kebesaran Tuhan. Ini perlu waktu
3. Pertobatan Kaki & Tangan: setelah hati dan pikiran tunduk akan kuasa Tuhan, maka selanjutnya adalah menyerahkan seluruh tindakan kita di bawah pimpinan Roh Kudus.
4. Pertobatan Mulut: selanjutnya kita mesti belajar mengendalikan kuda liar agar tidak lepas kandang, yaitu lidah kita. Baca surat Yakobus. Maksudnya bukan hanya mengendalikan perkataan yang keluar melalui lidah kita, namun juga menjaga agar makanan yang masuk ke dalam mulut adalah makanan yang sehat dan bukan racun bagi tubuh.
5. Pertobatan Dompet: mungkin ini pertobatan yang paling sulit, yakni belajar hidup tanpa kekhawatiran dan mulai mendahulukan orang-orang yang memerlukan di sekitar kita. Hendaknya kita menggunakan mamon yang dipercayakan kepada kita sebegitu rupa sehingga orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita dapat melihat kasih Tuhan terpancar melalui hidup kita.

"Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." - Luk. 16:9

Penutup
Demikianlah kiranya artikel singkat ini berguna bagi kita semua. Jika Anda berminat untuk memperoleh panduan untuk bertobat dalam lebih dari 35 bahasa, Anda dapat mengunduhnya secara cuma-cuma di link (2). Marilah kita semua bertobat, selagi pintu gerbang pengampunan Tuhan masih terbuka. Jika pintu itu telah tertutup, maka tidak seorangpun dapat bertobat lagi.

Versi 1.0. 24 Maret 2017, pk. 20:38
VC

Referensi:
(1) http://www.renunganharian.net/2015/65-juni/1443-pertobatan-dompet.html
(2) http://gospel.16mb.com
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute