Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Orang-Orang Pilihan Allah

Kejarlah Kasih's picture

Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Roma 8:33

 

Kitab Kejadian mencatat kisah Adam dan Hawa keluar dari Taman Eden. Anak-anak manusia tidak punya pilihan selain harus lahir di negeri yang dinaungi maut. Hidup sementara di alam fana. Alam yang sesungguhnya adalah alam maut.

 

Kisah di Taman Eden seringkali dipahami secara negatif sebagai suatu kegagalan. Namun sesungguhnya apa yang terjadi hanyalah sebuah proses yang harus dilalui. Manusia mungkin gagal tetapi Allah mustahil gagal.

 

Allah tidak membuat rencana keji bagi manusia. 

 

Berita Injil adalah kabar sukacita bagi semua manusia. Mereka yang telah menerima Injil hendaklah tidak berlaku picik dengan meninggikan dirinya sendiri diatas manusia-manusia lain dengan membual bahwa Allah hanya memilih sebagian manusia saja yaitu golongan mereka sendiri untuk diselamatkan.

Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Roma 8:33

Siapakah yang dimaksud orang-orang pilihan Allah? Orang-orang yang ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya?  Semua orang!  Ya, semua manusia.  Itulah yang diajarkan Kitab Suci umat Nasrani. 

Cara sederhana memahami siapa yang ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dan segambar dengan Dia adalah dengan memahami  kisah penciptaan manusia pada Kitab Kejadian.  Pasal pertama Alkitab mencatat kehendak Allah untuk menciptakan manusia yang serupa dan segambar dengan Dia. 

Kitab Suci tidak mengajarkan Allah menjadikan hanya sebagian manusia yang serupa dan segambar dengan Dia.  Sejak semula Allah menghendaki  umat manusia menjadi serupa dan segambar dengan Dia.  Kehendak Allah tersebut tidak gagal. Pada hari penciptaan manusia,  Allah melihat segala yang telah dijadikan-Nya itu dan menyatakan semua sungguh amat baik.  Tidak ada kegagalan atau keburukan yang dilihat-Nya. 

Allah tidak merancang kekejian bagi manusia. Dia tidak menjadikan sebagian manusia untuk menerima siksaaan mengerikan selama-lamanya.  Allah menghendaki semua orang diselamatkan. Itulah pernyataan Injil.

Tidak ada manusia yang hadir ke dalam dunia atas kehendaknya sendiri.  Manusia bahkan tidak diberi kebebasan untuk memilih waktu dan tempat kelahiran bagi dirinya sendiri. Setiap orang terlahir sama sekali bukan atas keputusan dan kemauan diri sendiri.  Karena itu sungguh tidak adil jika setiap manusia dituntut untuk bertanggung jawab penuh atas hidupnya sendiri.  Bagaimanapun juga Sang Pencipta tidak mungkin lepas tanggung jawab dari apa yang dibuat oleh tangan-Nya sendiri.

Kitab Kejadian pasal ketiga mencatat kisah Adam dan Hawa keluar dari Taman Eden. Setelah kejadian tersebut anak-anak manusia tidak mempunyai pilihan selain lahir dan hidup di luar Taman Eden, di negeri yang dinaungi maut. Hidup sementara di alam fana, alam yang sesungguhnya adalah alam maut.

Sama seperti anak-anak manusia ada di muka bumi bukan oleh karena perbuatannya sendiri, demikian pula anak-anak manusia akan dibebaskan dari penderitaan hidup sementara ini juga bukan oleh perbuatan sendiri.  Apapun yang mereka lakukan pada akhirnya mereka akan dibebaskan. Oleh satu perbuatan kebenaran yang telah dilakukan Yesus Kristus maka semua manusia beroleh pembenaran untuk hidup.

Kisah di Taman Eden seringkali dipahami secara negatif sebagai kegagalan atau sebuah hasil akhir. Namun sesungguhnya apa yang terjadi bukan hasil akhir melainkan suatu proses. Jalan pembentukan yang harus dilalui oleh umat manusia.

Selama proses belajar, adalah normal jika terjadi kesalahan. Tetapi kesalahan-kesalahan selama proses belajar bukanlah kegagalan. Pada akhirnya Allah akan berhasil menyelamatkan semua manusia sesuai dengan kuasa kehendak-Nya. Manusia mungkin gagal tetapi Allah mustahil gagal.

Berita Injil adalah kabar sukacita bagi semua manusia.

Mereka yang telah menjadi percaya kepada berita Injil hendaklah tidak berlaku picik dengan meninggikan dirinya sendiri diatas mereka yang tidak percaya. Tidak sepatutnya mereka membual dengan ajaran Allah hanya memilih sebagian manusia saja untuk diselamatkan. Allah tidak keji. Mustahil Dia merancang siksaan kejam yang berlangsung selamanya bagi manusia yang ada karena kehendak-Nya sendiri. 

Allah berdaulat untuk memilih dan mengampuni semua manusia tanpa kecuali. 

Ada manusia yang percaya kepada berita pembebasan di dalam Kristus Yesus. Ada pula manusia yang tidak percaya. Tetapi ketidakpercayaan manusia tidak mungkin membatalkan pengampunan-Nya.

Allah mengasihi semua manusia.  Tidak ada perbedaan di antara sesama manusia dalam hal anugerah pengampunan. Allah mengampuni bukan karena manusia percaya atau melakukan sesuatu bagi Dia. Allah mengampuni karena mengasihi.  Pengampunan tanpa syarat adalah kasih yang tidak dapat ditolak.

Rasul Paulus bersaksi bahwa manusia Kristus Yesus telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan bagi semua orangBelas kasihan-Nya atas semua manusia adalah kemurahan yang patut disyukuri.  Semua manusia telah dibenarkan oleh karena anugerah.

Keselamatan adalah pemberian Allah, jangan ada seorangpun yang memegahkan diri.
   
 

__________________

Kejarlah kasih, follow the way of love.

http://kejarlahkasih.wordpress.com