Submitted by Lady_silent on

"nikmatilah hidup selagi hidup masih dapat kau nikmati nak....,apapun yang ingin kau lakukan,lakukanlah,apapun yang ingin kau kerjakan,kerjakanlah dengan penuh tanggungjawab kepada Tuhan,keluarga dan diri sendiri"

pesan yang singkat tetapi sungguh berarti untukku,ketika papa dengan berwibawa berbicara tegas menatap mataku,namun hangat menyentuhku,ah aku selalu merasa aman setiap kali didekatnya...aku tak begitu menyimak kata katanya waktu itu,disaat aku masih duduk di bangku sekolah dasar,dan berada di pangkuannya,

"kamu wanita kuat nak,meski dalam beberapa hal kamu begitu lemah,kamu tak akan menangis meskipun ratusan kali jatuh dari sepeda dengan luka dan berdarah,kamu tak pernah mengadu ketika seseorang mendorongmu sampai jatuh,tetapi kamu menangis tersedu ketika melihat seorang tua berjalan tertatih dan mengemis di sudut jalan,kau pernah menangis ketika melihat banyak anak jalanan tidur terlantar di terminal dan stasiun dan mereka kelaparan,meski waktu itu kau tak bicara padaku,tetapi aku tau kamu menangisi mereka,aku tau kau akan menangis jika nanti Tuhan memanggilku,tapi aku tau kau tak akan menangis di rumah duka dan dilihat orang,kau akan tegar di depan mereka,meski di kamar kau menangis sejadi jadinya,...dan dari surga nanti aku akan menatapmu sayang,papa akan selalu meminta Tuhan untuk menjaga langkahmu......"

13 tahun yang lalu kata kata itu diucapkan papa,berarti 13 tahun sudah papa pergi,karena tak ada 1 minggu sejak mengucapkannya,Tuhan memanggilnya.........

ah rasanya aku sudah gagal,ketika aku benar benar salah memilih aku benar benar gagal dan tidak bertanggung jawab kepada Tuhan,keluarga dan diri sendiri atas apa yang aku kerjakan....

aku dan rasa kasihanku telah salah memilih

aku dan rasa kasihanku telah menghancurkan separuh dari diriku

aku dan rasa kasihanku telah merenggut sebagian diriku

hanya sisa yang tertinggal.....

ketika menghadap Tuhan terkadang malu jika mengeluh terus dalam doa

ketika menghadap Tuhan terkadang malu jika meminta terus dalam doa

ketika menghadap Tuhan terkadang hanya doa tanpa kata kata dan tanpa berbicara sedikitpun ,tetapi sesudahnya merasa lega

orang itu benar benar menipuku,dia berperan sangat rapi di depanku,dia tampak seperti kapas yang lemah dan suci,aku selalu ingin melindunginya dan menyayangi kelemahannya,membuatnya merasa berarti,tetapi ternyata orang itu adalah ular beludak yang hanya memanfaatkan rasa kasihanku dan mencari waktu yang tepat untuk memangsaku,menyebar racun ke tubuhku,benar benar keturunan ADAM

haruskah aku marah Tuhan?? dia menghancur dan meluluhlantakkan semuanya benar benar mengobrak abrik mental dan pikiranku,sampai detik ini aku menulis dia tak pernah membiarkan aku hidup tenang,dia lebih licik dan cerdik dari ular dan punya 1001 cara untuk terus menemukanku dan mulai menyebar racun kembali....

aku tau aku tak seharusnya marah,bahkan Kau mengatakan bahwa setiap manusia harus mengasihi musuhnya bahkan berbuat baik kepada setiap orang yang membenci kita,oh hukumlah aku Tuhan karena aku belum sanggup dan mungkin tak akan pernah sanggup mengasihi ular itu..

aku tak akan marah seandainya engkau memberkati hidupnya tetapi aku pun tak akan marah seandainya engkau menghancurkan hidupnya

terserah padamu Tuhan.........