Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Tolong... aku telah diperkosa!

X-1's picture

Seseorang itu, penjual bakso di sebelah rumah, selama ini menjadi teman baikku, dia selalu memberikan aku semangkuk bakso saat aku bermain-main dengan anaknya.

Aku... tidak tahu yang telah dilakukannya padaku. 

Aku hanya takut.

Aku menatap wajahnya hari ini. Aku jarang melihatnya sebelumnya, hanya kadang-kadang dia datang menengok eyang kami di desa. 

Aku sandarkan kepalaku di bahunya yang kecil. Dia memang paling mungil diantara saudara ayahku. Ayahku bilang aku harus memanggilnya tante, tapi dia selalu menolak dipanggil tante, dia lebih suka dipanggil kakak. 

Tangannya mengelus kepalaku pelan, tidak seperti biasanya dia melakukan hal ini, dan tidak biasanya pula aku melakukan hal ini padanya. Aku juga tidak begitu dekat dengannya, tapi hari ini dia datang, dan hari ini aku ingin mendekat padanya.

"Sini Ima... makan dekat aku... kamu kelas berapa sekarang" katanya

"Masih kelas III SD" jawabku malu, aku sudah 3 kali ini tidak naik kelas.

Aku masih mendekat padanya. Aku menatap wajahnya, ada banyak yang ingin kuceritakan padanya, tapi aku takut. Aku memeluk pinggangnya, meminta difoto dengannya.

"Kamu kenapa? Kangen sama Kakak ya?" tanyanya pelan

Aku hanya mengangguk pelan.

Aku tidak tahu, aku ingin bercerita padanya, aku bingung, dan lagi -lagi aku hanya menatap wajahnya.

"Kamu sekolah dimana sekarang?" tanyanya lagi

"Semarang" jawabnya

"Oya? Daerah mana?" sahutnya

"................."

"Ya aku tahu daerah itu. Aku akan jemput kamu tiap malam minggu, aku akan mengajakmu ke rumah, nanti kita jalan-jalan... tenang saja ya... nanti kamu jadi adikku... aku akan menjagamu..."

Aku hanya mengangguk, aku ....

***

Bayangan itu melintas lagi, dan aku merapatkan diri padanya, aku tak tahu apakah dia bisa merasakan yang kurasakan. Aku takut pada seseorang itu, yang telah melakukan sesuatu padaku saat ayah dan ibu pergi. 

Ayahku setengah tuli dan hanya pekerja di pabrik kuningan, ibuku pengangguran dan tidak berpendidikan, demikian ejekan yang sering kudengar dari tetanggaku. Aku sulit memahami semua yang diajarkan bapak ibu guru di sekolah, aku tidak tahu bagaimana harus belajar, aku bingung...

Seseorang itu, penjual bakso di sebelah rumah, selama ini menjadi teman baikku, dia selalu memberikan aku semangkuk bakso saat aku bermain-main dengan anaknya.

Aku... tidak tahu yang telah dilakukannya padaku. 

Aku hanya takut.

***

"Jangan takut Ima... nanti aku akan selalu menjemputmu... tidak usah terlalu berpikir tentang sekolah... tidak usah sekolah jika memang kamu tidak suka... nanti aku ajarkan banyak ... dan kita akan jalan-jalan...." bisik Kakak ke telingaku dengan lembut

Aku ingin bercerita padanya, tapi aku takut.

Aku ingin bercerita padanya, besok waktu dia menjemputku

Kakak ... tolong aku... 

 

#Sebuah kisah tentang seorang anak perempuan kelas III SD yang baru saja mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan#

 

By: X-1 - 1

__________________

mari gila bersama-sama dengan warna merah, kuning, hijau, dan biru..

 

 

kardi's picture

@X-1, kisah nyatakah?

@x-1, memang banyak cerita semacam ini, bukan hanya di kota besar tapi kota kecilpun ada. Ada yang sudah terjerat hukum ada yang masih bebas berkeliaran. Lapor saja pada komisi perlindungan Ibu dan Anak, mungkin ka Seto bisa bantu.

X-1's picture

kardi, ga mudah

ga mudah untuk melaporkannya. Orang tua kandungnya saja belum tahu hal ini. semua ini saya ketahui hanya dalam hitungan menit ketika dalam perjalanan pulang dari rumah 'Ima' kemarin.

  • mengingat dan mengamati tingkah lakunya yang mendadak aneh
  • Perasaan aneh yang begitu menyelimuti saya ketika bersama "Ima",
  • neneknya berbicara tentang "sesuatu yang terjadi itu" (hanya pelaku, sang nenek, dan Ima yang tahu persis) pada seseorang yang kebetulan bersama saya di perjalanan dan cerita itu diteruskannya pada saya
  • terpisahnya saya ratusan km antara saya dan Ima hari ini
  • saya sudah mempertimbangkan usul yang seperti anda berikan, tetapi kehormatan keluarga besar tersebut mungkin saja akan dipertaruhkan setelahnya, itu butuh pertimbangan matang.

thanks buat usulnya kardi

__________________

mari gila bersama-sama dengan warna merah, kuning, hijau, dan biru..

 

 

kardi's picture

X-1 saya kasihan sama 'Ima', gimana lagi?

Anak yang 3 tahun tinggal kelas, menunjukkan IQ nya dibawah rata-rata,harus dibantu belajarnya di rumah. Tapi kalau keadaan di rumahnya tidak mendukung, Ima harus bisa mendapatkan tempat belajar, di rumah teman misalnya. Ini tergantung dari keinginan belajar dari Ima sendiri yang tentunya didorong oleh guru2 dan teman-teman. Kalau dilihat dari usianya, sekarang Ima sudah akil balig, jadi harus ada yang mau memberikan pendidikan seks awal. Sekarang sudah tidak setabu zaman saya, yang penting diberikan oleh orang yang memang berpengalaman.

Kalau sudah trauma, mungkin harus didampingi oleh psikiater untuk menangani kejiwaannya, sayang saya tidak mampu memberikan masukan lebih dalam lagi. tapi yang pasti saya akan berdoa buat Ima supaya pemulihan terjadi oleh darah Yesus yang telah tercurah di kayu salib 2000 tahun yang lalu.

X-1's picture

Thanks kardi

thanks kardi

__________________

mari gila bersama-sama dengan warna merah, kuning, hijau, dan biru..