Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Back to Dongeng [Preview]

Purnawan Kristanto's picture

 

13072101931124083822

Sudah lama saya muak dengan tayangan hiburan televisi di Indonesia. Sinetronnya menjual mimpi dan penuh dengan intrik. Aktingnya lebay dan jalan ceritanya tidak masuk akal. Acara variety show dipandu oleh host pria yang kemayu. Acara reality show juga memprihatinkan. Ada banyak kesaksian yang menunjukkan bahwa tayangan itu sudah diskenario. Jadi tidak murni realitas lagi.  Heuduh, bagaimana jika semua ditonton anak saya?

Secara kebetulan, ada penawaran berlangganan televisi lewat satelit. Dalam menu yang paling murah ada kanal Disney dan Cartoon Network.  Klop, kami pun berlangganan. Syukurlah Kirana (5 tahun), anak kami, menyukai kanal anak-anak. Sedangkan saya menikmati kanal Fox dan Netgeo. Sedangkan isteri menyukai kanal kuliner.

Dampak tayangan ini mulai terlihat berupa penambahan kosa kata Kirana. 

Photobucket

 Sekarang ini jika akan bertanya, Kirana akan berkata, "Bolehkah aku menanyakan sesuatu?" Atau jika ingin berbicara dia akan berkata, "Aku ingin mengatakan sesuatu." Tak urung geli juga mendengar dia bertutur dengan bahasa ala "Yus Badudu" (pakar bahasa).  Meski begitu, kami senang karena Kirana mendapatkan pondasi bahasa yang benar. Ini lebih melegakan daripada dia berbicara ala 4L4Y yang serba berakhir "-in."  Misalnya: nunjukin, bilangin, ngilangin, dll.

Di balik efek positif ini, Kirana mulai nyandu menonton TV berlangganan ini. Meski sudah waktunya tidur, anak kami susah untuk diajak tidur. Akibatnya, keesokan harinya dia terlambat bangun sehingga terlambat masuk sekolah, atau kadang  malah membolos. Biasanya kami harus mematikan TV secara paksa supaya Kirana mau masuk ke kamar dan tidur. Tapi ini pasti akan diprotes dengan tangisan walaupun akhirnya tidur juga setelah capek menangis.

Maka saya memutar otak, bagaimana caranya supaya Kirana mau berangkat ke tempat tidur dengan sukarela. Solusi yang didapatkan dengan mendongeng. Sejak kecil, kami sudah membiasakan membacakan buku dongeng dan cerita anak kepada Kirana [baca di sini: Kura-kura yang Mengajak Anakku Suka Buku]. 
Jadi harus ada sesuatu yang baru selain membacakan buku. Sekali lagi saya memutar gagasan untuk menangkap ide. Mata saya tertuju pada gambar komik gaya Manga, hadiah dari bazar buku.  Gambarnya lucu dan menarik bagi anak-anak. Maka saya menggunting gambar-gambar itu sambil menggali ingatan untuk mencari cerita yang cocok untuk tokoh-tokoh itu. Pilihan jatuh pada dongeng Timun Mas. Dengan menggunakan guntingan komik sebagai wayangnya, saya menyajikan kisah gadis desa yang dikejar raksasa berwarna hijau. Kirana puas. Dia segera tidur dengan sukarela.

Keesokan harinya, setelah pulang sekolah, Kirana minta didongengi lagi. Saya menolak. Saya harus konsisten. Dongeng hanya diceritakan sebelum tidur.

Pada dongeng berikutnya, saya mengajak Kirana membuat wayang sendiri. Ternyata lebih seru! Serunya pembuatan wayang dan pendongengannya dapat dapat dibaca di sini. Silakan mampir!

13072110371020933427

 

Berikut ini adalah wayang-wayang yang dibuat oleh Kirana:

 

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

 

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

Tonny Hartato Yeoh's picture

Good Parents

Disiplin seorang anak perlu dilatih :)

Purnawan Kristanto's picture

Yap. Setuju

Yap. Setuju

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

mikael1067's picture

anak yang didongengi

Anak yang sering didongengi oleh ortunya sebelum tidur akan memiliki hubungan yang lebih erat dengan orangtuanya. Selain itu, daya imajinasinya akan lebih kuat. Selamat mendongeng!

__________________

Allah itu kasih

Koleksi Foto Sepur Saia

Purnawan Kristanto's picture

Terimakasih untuk

Terimakasih untuk informasinya

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan