Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

MONOTEISME KRISTEN vs TRITEISME/POLITEISME (Pembahasan Doktrin Allah Tritunggal)

desfortin's picture

Pendahuluan

Blog ini saya tulis untuk memenuhi komitmen saya terhadap Allah Tritunggal yang saya sembah bahwa Ia memang Allah Yang Esa namun terdiri dari Tiga Pribadi (Bapa, Anak dan Roh Kudus).

Tulisan ini cukup panjang, sehingga para pembaca akan memerlukan beberapa waktu untuk membacanya karena saya sengaja tidak membaginya ke dalam blog-blog yang terpisah (saya pikir tidak ada bedanya jika dipisah, cuma mungkin kalau terpisah pembaca tidak dituntut membacanya habis sekali duduk, dan tidak terkesan membosankan). Tetapi, ini merupakan satu tema pembahasan yang terangkum menjadi satu. Peringatan, bagi mereka yang malas membaca dan alergi dengan tulisan yang panjang, yang selalu ingin praktis dan tak ingin buang waktu banyak, lebih baik tidak perlu dilanjutkan membaca tulisan ini. Diharapkan tidak memberikan komentar tertulis sebelum habis membacanya. Tetapi saya berkata berbahagialah mereka yang mau dengan rendah hati, mau diajar dan dipenuhi terus oleh kebenaran. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semuanya. Saya harap tidak bosan dan para pembaca tetap mau terus belajar, belajar dan belajar.

Tulisan ini saya ketik dengan tangan saya sendiri selama berjam-jam. Kenapa saya mau menghabiskan waktu berjam-jam untuk ini? Karena saya percaya akan pentingnya doktrin ini diajarkan kepada mereka yang membutuhkan. Tulisan ini secara khusus saya posting Pertama, untuk saudara-saudara seiman (orang Kristen) juga sekaligus sebuah jawaban kepada saudara blogger di SABDAspace ini yang mempunyai nickname “Awam”, serta kepada setiap saudara seiman yang rindu dan cinta kepada Firman Tuhan, khususnya dalam mengerti doktrin Tritunggal. Kedua, ditujukan untuk mereka yang sungguh-sungguh mau mencari kebenaran (ex. siapa saja). Ketiga, tulisan ini ditujukan kepada para bidat-bidat Kristen (ex.Unitarian, Saksi Yehova, Sabelianisme dll), dan juga kepada ajaran-ajaran yang menentang Allah Tritunggal (ex. Isme-Isme dan Agama tertentu).

Allah Tritunggal tidak mungkin dimengerti seluruhnya oleh rasio manusia yang terbatas ini, sedangkan Allah adalah yang tidak terbatas. Doktrin ini memang sulit alias tidak mudah dipahami, sama dengan memahami doktrin predestinasi. Karena itu kita harus memiliki sikap yang benar untuk mempelajari doktrin ini. Saya juga ada merasa gentar ketika membahas topik ini secara khusus, karena siapa tahu apa yang saya tulis malah berlainan dengan kehendak-Nya, dan saya berdoa semoga saya bisa menyatakan kebenaran-Nya dengan tepat. Jadi, doktrin ini sekali lagi bukan doktrin yang sepele. Dan kalau ada yang berani mengatakan doktrin Tritunggal itu mudah, silakan tunjukkan kepada saya dimana letak kemudahannya, mungkin saya bisa belajar dari anda, tapi jangan-jangan anda hanya asal bicara dan sok tahu alias sombong. Saya sendiri mengakui doktrin ini memamg tidak gampang untuk dijelaskan, bahkan saya dengan segala daya upaya, sambil memohon pertolongan-Nya menjelaskan doktrin ini di blog ini dengan uraian yang tidak singkat. Pdt. Dr. Stephen Tong pun pernah membikin seminar tentang topik ini dan memerlukan waktu sekitar 6 jam untuk membahas doktrin Allah Tritunggal dengan pengertian dari Alkitab yang begitu limpahnya.

Mengapa Kebenaran doktrin ini sulit dimengerti dengan tuntas? Pertama, karena kebenaran ini bersifat wahyu. Kedua, kebenaran ini adalah Kebenaran Sang Pencipta. Ketiga, karena doktrin ini merupakan doktrin tentang Yang ESA. Tetapi betapapun sulitnya doktrin ini tidak berarti kita tidak perlu menjelaskan, tidak berarti kita tidak perlu percaya dan tidak berarti kita memahaminya tanpa otak (tanpa proses pemikiran). Memang, orang Kristen bukanlah orang yang rasionalis tetapi orang Kristen adalah orang yang harus rasionil. Rasio tetap dipakai tetapi bukan diper-ilah. Pengetahuan Firman tidak mungkin dicapai oleh otak secara keseluruhan, tetapi kita harus memakai otak kita semaksimal mungkin untuk mengerti Firman Tuhan dan jangan kita berdalih hanya bersandar kepada Roh Kudus, tetapi tidak pakai otak, itu seperti babi alias binatang yang tidak berpikir. Orang yang rohani adalah orang yang memakai otak dan mensinkronisasikan rasionya dengan kebenaran Firman. Sebab Allah juga adalah Allah yang berpikir, Dialah pemikir terbesar (The Biggest Thinker). Sehingga kita harus berusaha memikirkan kebenaran sebagaimana cara Allah berpikir (to think after God thinks), itu baru manusia rohani. Kita bersyukur rasio diberikan kepada kita, tidak kepada binatang seperti anjing, kucing dan gajah.

Kemudian, hal yang pertama. Yang harus kita sadari adalah karena Allah Tritunggal adalah Allah yang benar maka kita harus mempelajari dan mengajarkannya dengan benar. Kedua, waktu kita mempelajarinya ingat dan sadarlah saat ini juga, pada detik ini juga  kita sedang belajar dari Dia yang sedang mengawasi serta memimpin kita. Ini tidak sama ketika kita membaca tulisan-tulisan para ilmuan atau filsuf agung di dalam sejarah. Kita bukan belajar tentang Dia, tetapi mempelajari Dia dan Dia sedang berada untuk mengajar kita (Allah bukan sekedar objek penyelidikan kita melainkan subjek). Ketiga, sekali lagi doktrin ini sulit karena melampaui rasio, tapi bukan berarti kontra-rasional, doktrin ini supra-rasional. Tetapi kita jangan seperti orang di dalam kebudayaan Gerika yang memiliki Sistem Tertutup (close system) kepada wahyu Allah, tapi biarlah kita menjadi orang yang terbuka (open system) kepada Wahyu Allah seperti orang di dalam kebudayaan Ibrani. Mereka adalah bangsa yang mendengar sehingga memperoleh iman. Jadi, sekali lagi kita harus dengan rendah hati dalam mempelajari doktrin ini dan kita harus mengakui di hadapan Allah bahwa tidak seorangpun di dalam dunia ini yang dapat menjelaskan segala sesuatu kecuali terbuka kepada Sang Pencipta. Dengan terbuka kepada sang Pencipta, barulah kita bisa memandang segala sesuatu dengan tepat karena kita melihat segala sesuatu melalui mata Tuhan.

Pembahasan

Perdebatan tentang dogma gereja dan doktrin Alkitab memang sejak dari dulu sampai sekarang terus terjadi. Para pemikir, para teolog dan para sarjana sejak berabad-abad yang silam sudah melontarkan bermacam-macam pandangan mereka tentang berbagai konsep dan doktrin Alkitab, khususnya tentang Tritunggal. Ada yang pro dan ada juga yang kontra di antara mereka. Bahkan di abad ini pun ternyata pemahaman orang-orang, termasuk orang yang katanya Kristen, masih banyak yang simpang siur, meskipun argumen-argumen mereka sepertinya akademis dan very learned, tapi terkadang pemahaman mereka tidak sesuai dengan ajaran Alkitab. Mereka pandai mengutip ayat Alkitab di sana sini, tetapi sayang penafsirannya terkadang meleset dari sasaran. Saya melihat ternyata fenomena ini pun terjadi di antara para blogger di SABDAspace ini. Mengaku diri sarjana tetapi apa yang disampaikan membuat orang lain malah bingung dan dikacaukan. Yang sangat menyedihkan adalah sudah tahu salah tetapi ngotot dan kekeh jumekeh. Dan yang paling kasian lagi adalah mereka yang sebenarnya berada pada posisi yang salah tetapi belum sadar akan kesalahannya, malah semakin gencar menjual “dagangannya” kepada orang lain baik di “pasar klewer” ini maupun di “pasar” lainnya. Dan saya yakin mereka yang tidak banyak belajar pasti bisa terpengaruh. Namun berbahagialah mereka yang sungguh-sungguh memegang Firman Tuhan yang sejati dan tidak mudah diombang-ambingkan. Kita melihat sebelum Abad Pertengahan, Gereja di Timur dan di Barat mempunyai pengertian yang sangat berbeda dalam doktrin Allah Tritunggal ini. Filsafat-filsafat Gerika sangat mempengaruhi gereja-gereja di timur (Yunani Ortodoks), sedangkan pikiran-pikiran Latin sangat mempengaruhi gereja di Barat (Katholik). Akibatnya timbullah semacam dua pandangan yang ekstrim terhadap doktrin Allah Tritunggal ini. Pandangan yang pertama menganggap adanya tiga allah, sedangkan pandangan kedua menganggap hanya ada satu allah yang menyatakan diri dalam tiga keadaan yang berbeda.

Konsep dan bentuk Allah Tritunggal ada dalam salah satu ayat yang penting di Perjanjian lama, yaitu di dalam Ulangan 6:4 yang oleh orang Yahudi disebut sebagai ayat Syamma (Ayat Mas). Di sana Allah berkata Israel melalui Nabi Musa “Hei, Israel dengarlah Allahmu (bentuk jamak/elohim) adalah Allah yang Esa (tunggal)” Bagaimana kita bisa mengerti Allah Tritunggal? Tiga tetapi satu, satu tetapi tiga. Jika dipaksa kita bisa gila untuk mengertinya. Memang tidak ada analoginya, tidak ada rasionalisasi yang cukup untuk menjelaskan Tritunggal. Waktu saya masih SMA sekitar kelas II, ada teman saya yang Muslim yang bertanya kepada saya begini, “Kok bisa ya orang Kristen punya Tuhan yang beranak dan percaya kepada ajaran Trinitas, kamu bisa jelaskan ga kepada saya kenapa Tuhan kalian itu tiga tetapi juga satu?” Dia tambahkan lagi “bukankah 1+1+1=3, kok tiga bisa satu lagi, gimana dong?” Lalu saya diam sejenak dan mencoba mengingat-ingat khotbah pendeta-pendeta yang pernah saya dengar dari mimbar, dan buku yang saya punya yang ada menyinggung tentang Allah Tritunggal. Ironisnya pada waktu saya mulai masuk SMA iman saya mengalami kemunduran yang luar biasa, saya sempat lebih dari setahun tidak ke gereja. Salah satu alasannya mungkin karena kecewa kepada teman-teman Kristen saya yang tidak bisa dijadikan teladan, dan juga khotbah para pendeta yang kurang meyakinkan saya ditambah kesaksian hidup mereka yang tidak sepenuhnya seperti yang dituntut Firman Tuhan. Dan kalau sekarang saya pikir-pikir ternyata jawaban saya itu ngawur dan tidak meyakinkan, serta tidak sesuai dengan ajaran Tritunggal di Alkitab. Pada waktu itu saya jawab begini, “Menurut yang saya dengar dan ketahui dari pendeta-pendeta yang berkhotbah sich, Tuhan kami itu bukan tiga, tetapi satu saja, cuman Dia menyatakan diri dalam tiga bentuk, pertama sebagai Bapa, kemudian Dia turun ke dunia menjadi Yesus Kristus dan setelah Dia naik ke surga Dia menjadi Roh Kudus. Dia tetap Tuhan yang satu/Esa” Lalu saya beranalogi lagi untuk teman saya yang Muslim itu, “Coba kamu bayangkan manusia itu kan punya tiga unsur: tubuh, jiwa dan roh, saya tanya dia lagi, apakah kamu itu tiga manusia karena kamu memiliki tubuh, jiwa dan roh?” Dia jawab, “tidak”. Nah, begitulah Tritunggal menurut kami. Kemudian dia tidak bertanya lagi, kurang tahu apakah dia cuma punya modal pertanyaan segitu atau dia malah bingung dengan jawaban saya itu, dan kemudiaan dia cuma mengangguk-anggukkan kepalanya sambil berkata, “O…begitu ya? Ya udah ga apa-apa kita beda agama, yang penting kita tetap teman". Begitu katanya. “Ya”, saya bilang.

Setelah saya duduk di bangku kuliah dan baru sekitar 2 tahun yang lalu setelah saya bertemu dengan seorang saudara di salah satu perseketuan di kota saya, dan ketika saya mempelajari teologi, mendengarkan kaset khotbah hamba Tuhan yang saya kagumi di generasi ini (Stephen Tong) dan dari buku-buku Teologi Sistematika dan buku-buku rohani yang dimiliki, saudara yang saya kenal itu, saya menyadari bahwa jawaban saya itu ternyata salah. Bahkan jawaban saya itu tanpa saya sadari ternyata mewakili ajaran Sabelius yang hidup pada abad kedua, yang dikenal dengan Sabelianisme. Ternyata ini ajaran bidat yang mirip dengan Patripachianisme (Bapa ikut sengsara di kayu salib). Tetapi Tritunggal Alkitab setelah saya pelajari bukan seperti Sabelianisme atau Patripachianisme. Itu BUKAN konsep Tritunggal, tetapi Tritopeng, Triperanan atau Trifungsi.

Begitu juga dengan banyak ajaran dari para pengkhotbah di Indonesia, sehingga tidak sedikit juga orang Kristen yang terpengaruh sehingga ketika ditanya tentang Allah Tritunggal terkadang mereka, kalau tidak diam dan pura-pura tahu, memberikan analogi-analogi seperti berikut ini. Ada yang menggambarkan Allah Tritunggal seperti Matahari, Sinarnya, dan Panasnya. Itulah Allah Tritunggal, kata mereka. Analogi ini (mirip dengan konsep Plato) dianggap cara yang terbaik oleh banyak orang untuk mejelaskan Tritunggal. Namun, saya berkata ilustrasi itu tidak mencakup Analogi Allah Tritunggal. Sebab sinar matahari bukanlah matahari, kehangatan matahari atau energinya bukanlah matahari. Tetapi di dalam analogi ini memang memiliki signifikansi tersendiri (bdk Ibrani 1:3 dan Yoh 1:18). Ada juga yang berpendapat bahwa Allah Tritunggal itu seperti gambaran Air, Uap dan Es. Mereka berkata (mungkin ahli kimia kalia ya, hehe…). Jika air didinginkan ia menjadi es, kalau dipanaskan menjadi uap. Ketiga unsur itu tidak sama tetapi ketiganya memiliki kode kimia yang sama yaitu H2O. Itulah Tritunggal. Analogi seperti ini juga sembarangan, makanya saya sering bilang kepada teman-teman saya sebelum mengajar orang lain itu, tolong banyak belajar terlebih dahulu. Di dalam analogi tentang Air, Uap dan Es itu hanya memaparkan sebagian saja dari pengertian Tritunggal, hanya menunjukkan kesamaan esensinya saja, tetapi air bisa jadi es, es bisa jadi uap sedangkan dalam Tritunggal Alkitab, Bapa tidak bisa jadi Yesus, dan Yesus tidak bisa jadi Roh Kudus, Roh Kudus tidak bisa jadi Bapa atau Anak. Bapa adalah Bapa, anak adalah anak, dan Roh Kudus adalah Roh Kudus, tidak bisa ditukar-tukar. Tidak habis dengan semua anologi di atas ada lagi yang beranalogi seperti saya dulu menjawab pertanyaan salah seorang teman saya yang Muslim, yaitu tentang tubuh, jiwa dan roh, di dalam satu diri manusia . Inilah Tritunggal. Cara inipun tidak bisa menjelaskan kesulitan Tritunggal. Bagaimana kita bisa memisahkan tubuh, jiwa dan roh? Jika kita paksakan, maka jiwa/roh manusia bukanlah manusia, tubuh manusia bukanlah manusia itu sendiri. Lalu ada lagi yang beranalogi tentang Bapa, Sopir dan Direktur. Mereka mengatakan tiga fungsi itu di dalam seorang diri. Di rumah ia sebagai bapa, di luar ia menjadi sopir dan di kantor ia adalah seorang direktur perusahaan. Analogi ini pun sama sekali salah. Sebab Allah Bapa tidak pernah menjadi Allah Anak, Allah anak tidak pernah menjadi Allah Roh Kudus dan Allah Roh Kudus bukanlah Allah Bapa. Semua konsep yang tidak beres seperti di atas harus dikoreksi di seluruh Indonesia.

Kalau semua analogi dan usaha yang dilakukan di atas tidak ada yang berhasil, adakah cara lain yang bisa menjelaskannya? Saya katakan di depan memang tidak ada rasionalisasi yang memadai untuk menguraikan Tritunggal, maka benar, bahwa doktrin ini tidak gampang, tapi bukan kontradiksi. Saya mengutip pendapatnya Pdt. Dr. Stephen Tong untuk menjelaskan Tritunggal tapi memang inipun bukan jawaban yang paling tuntas, masih ada yang perlu ditanyakan. Pak Tong memakai relasi ganti analogi. Beliau berkata di dalam seminarnya tentang Tritunggal yang beliau bahas selama kurang lebih 6 jam bahwa orang Kristen hanya punya satu Kitab Suci, yaitu Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tetapi jika orang orang Kristen hanya memiliki satu Kitab, bagaimana semua orang Kristen membacanya, bukankah harus antri? Jawabanya adalah tidak perlu, kita bisa masing-masing membeli satu kitab. Aapakah di sini orang Kristen jadi punya banyak kitab? TIDAK. Tetap hanya ada satu kitab, tetapi kitab saya bukan kitab kamu, dan kitab kamu bukan kitab dia. Tetapi kita semua hanya punya satu kitab. Waktu saya minta anda dan dia untuk buka Injil Yoh 1:1 maka di kitab anda, saya dan dia tercatat bunyi Firman Tuhan yang sama yaitu: “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Kita akan membaca firman yang sama”. Pada gambaran ini Pak Tong memberikan suatu gambaran yang lebih tepat dari analogi dan perumpamaan-perumpamaan sebelumnnya, tetapi ini bukan analogi, hanya merupakan relasi. Adanya volume dan esensi. Tapi tetap gambaran inipun tidak bisa tuntas menjelaskan Tritunggal, tetap ada kelemahaman dan menimbulkan pertanyaan lagi, yaitu mengapa harus berhenti pada tiga? Bukankah bisa empat, bisa lima atau lebih banyak lagi?
Tetapi Allah Tritunggal hanya berhenti sampai tiga, tidak bisa dikurangi atau ditambah. Angka tiga menjadi angka eklusif untuk Allah Tritunggal. Di sinilah misterinya. Jangan Allah selalu dimengerti dengan konsep 1+1+1=3. Tidak bolehkah kita mengertinya dengan 1x1x1=1? Ada juga yang mencoba 1~1~1=~. Tapi kesulitannya adalah yang tak terhingga tidak perlu ditambah lagi dengan apapun yang lain. Sekali lagi tidak ada rumus matematisnya dan tidak ada pendekatan rasional atau analogi tertentu yang bisa mengupas Ketritunggalan Allah yang begitu agung itu. Mungkin sampai ke dalam kekekalan pun ini akan menjadi misteri. Tapi satu hal yang harus kita yakini bahwa Allah Tritunggal itu benar adanya. Ia adalah Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Oknum (Bapa, Anak dan Roh Kudus). Ia adalah allah yang transenden. Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan tentang konsep Keesaan Allah.

Allah Yang Esa

Dari manakah konsep Tritunggal itu berasal? Apakah Tritunggal merupakan konsep Gerika? Konsep filsafat abad pertama hingga keempat? Apakah hasil kesimpulan Bapa-Bapa Gereja? Atau ini merupakan konsep yang murni berasal dari kitab suci (Alkitab)? Silakan anda pelajari dan selidiki konsep-konsep filsafat yang penting dan paling klasik mulai dari Thales, Socrates, Plato, dan Aritoteles. Adakah konsep Tritunggal di dalam filsafat mereka? Saya yakin anda tidak akan menemukannya. Karena pada jaman itu bahkan sebelum masa Socrates, orang-orang percaya dan berbakti kepada dewa-dewa. Artinya mereka percaya kepada lebih dari satu dewa atau allah. Orang yang pertama di dalam sejarah Gerika yang mencetuskan bahwa dia percaya kepada Allah yang tertinggi dan Allah yang satu-satunya yang sejati adalah Socrates. Dialah orang pertama di dalam jamannya yang mencetuskan pernyataan itu, bahwa dia percaya pada satu Allah yang tertinggi. Demikian juga Allah menurut konsep Plato, meskipun konsepnya mirip, tetapi itu bukanlah konsep Tritunggal yang asli seperti yang dimaksudkan oleh Alkitab. Plato mengatakan bahwa Allah itu seperti suatu terang, lalu ada cahaya yang keluar darinya dan ada hangat yang berada di dalamnya. Ketiganya itu adalah satu. Namun apa yang dipikirkan oleh Socrates dan Plato ini baru merupakan semacam Wahyu Umum. Karena Wahyu Umum berdasarkan Roma 2:19-20 sudah diberikan oleh Allah kepada setiap ciptaan-Nya, baik Kristen maupun bukan. Tapi karena distorsi dosa di dalam diri manusia sehingga pengertian akan Allah yang sejati telah menjadi kabur dan tidak murni lagi. Karena Wahyu Umum tidak cukup, makanya Allah memberikan Wahyu Khusus kepada umat-Nya supaya kita bisa mengenal siapa Allah yang sejati itu.

Memang istilah Tritunggal pertama kali dicetuskan oleh seorang yang bernama Tertulianus sekalipun perkembangan doktrin Tritunggal pada waktu itu belum sempurna, tetapi Tertulianus sudah mencapai keadaan yang sangat sehat. Sebelum dia ada seorang yang bernam Origen dari Aleksandri Utara Mesir. Dia mengakui Tritunggal tapi agaknya menurut dia Yesus Kristus sedikit lebih rendah daripada Bapa. Tapi Tertulianus sudah memberekan pandangan Origen itu. Dan ada lagi seorang tokoh bernama Athanasius yang turut membela doktrin ini, bahkan sebagai akibatnya ia pernah 5 kali dikucilkan oleh gereja. Pada waktu itu ada 2 kekuatan yang tidak seimbang di gereja. Mayoritas golongan percaya Yesus lebih rendah dari Bapa (dipengaruhi oleh sabelianisme dan Arianisme). Sehingga Athanasius harus melawan mayoritas. Tahun 325 peperangan doktrin ini dihentikan dengan menghasilkan keputusan besar, dimana Athanasius yang ditentang oleh golongan mayoritas akhirnya memenangkan perdebatan. Tapi sayang keputusan ini diambil terlalu tergesa-gesa dan Kaisar Romawi yang bernama Konstantin (yang telah menjadi Kristen) memihak pada Athanasius sehingga perdebatan itu berakhir. Namun sebenarnya kebenaran teologi tidak perlu ditolong oleh kuasa politik, tetapi seharusnya memperoleh pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus. Itulah sebabnya Athanasius dan rivalnya menyatakan ketidakpuasannya mereka karena kemengan itu diberikan oleh forum (Kaisar) kepadanya Athanasius. Doktrin Allah Tritunggal setelah beberapa puluh tahun masa Athanasius itu, barulah bisa diterima oleh gereja dengan baik

Konsep Allah Yang Esa, pertama merupakan sumbangsih terbesar dari orang-orang Ibrani kepada dunia. Orang-orang Ibrani (Israel) berbeda dengan semua bangsa di dunia tentang Allah yang mereka sembah. Mereka mengatakan bahwa Allah Israel adalah Allah seluruh alam semesta. Bagi saya ini adalah suatu konsep yang sangat besar dan penting karena menerobos semua konsep agama. Allah adalah Allah yang menghakimi seluruh bumi (Kej 18;25). Allah yang Esa itu bersifat universal dan supra-alamiah. Allah yang Esa itu adalah Allah yang harus dihormati dengan segenap hidup kita. Di Kitab Perjanjian Lama ada satu ayat kunci atau disebut sebagai “Ayat Syamma”, Ayat Mas untuk mengerti seluruh Taurat, yaitu Ulangan 6:4-5 yang berbunyi: Dengarlah, hai Israel: Tuan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!

Konsep Allah Yang Esa, kedua merupakan pernyataan Allah yang serius, sehingga Ia menuntut sesuatu dari setiap orang yang menerima Wahyu Khusus ini. Artinya adalah kita harus serius bersembah sujud hanya kepada-Nya, tidak boleh ada allah lain di hadapan-Nya. Inilah konsep yang luar biasa yang membedakannya dari konsep agama.

Konsep Allah Yang Esa, ketiga merupakan konsep dasar untuk mengerti sifat Allah yang transenden (melampaui segala sesuatu), kudus, mutlak, sempurna dan kekal.

GOD IS ONLY ONE. Allah itu Esa adanya. Kalau Allah itu Esa, bagaimana kita bisa percaya kalau di dalam Keesaan Allah itu terdapat tiga Pribadi? Apakah di dalam keesaan-Nya ketiga Pribadi itu tidak bertentangan? Bagaimana kita bisa percaya bahwa ketiga di dalam Ketritunggalan Allah itu tetap adalah Allah Yang Esa? Di dalam satu ada tiga dan di dalam tiga tetap mempunyai Keesaan; bagaimana hal ini dijelaskan? Satu hal yang penting, yaitu kita sebaiknya jangan mengerti konsep ini dengan konsep yang terikat oleh hukum matematika atau hukum logika manusia. Allah bukanlah refleksi dari pikiran manusia tentang yang supra-alamiah. Tetapi Allah adalah Allah yang transenden. Ia tidak terikat oleh hukum apa pun termasuk hukum logika yang ada di dunia ini. Ia di atas rasio manusia dan melampaui segala sesuatu kita. God beyonds everything.

Ajaran Tritunggal merupakan Wahyu Allah yang diberikan kepada manusia secara progresif. Artinya Tuhan memberikan Wahyu kepada manusia secara progresif atau bersifat semakin maju, makin lama makin jelas (Progressive Revelation).

Kepercayaan yang benar adalah kepercayaan kepada satu Allah yang mempunyai tiga Pribadi, bukan kepada tiga allah. Pengertian yang keliru tentang Allah Tritunggal ini bisa menyebabkan orang jatuh ke dua kutub ekstrim yang salah: (1) Monoteisme yang percaya kepada satu Pribadi Allah dan tidak menerima konsep Oknum Allah yang lebih dari satu; (2) Politeisme yang percaya kepada tiga allah yang tidak mungkin Esa, tidak mungkin mempunyai substansi yang sama. Kedua pandangan ini SESAT dan merusak pengenalan kita terhadap Allah yang benar.

Karena itulah untuk mencegah konsep yang salah Tuhan terlebih dahulu menegakkan konsep dasar: Allah itu Esa. Ia adalah Allah satu-satunya. Konsep Tritunggal sudah diwahyukan sejak mula sekali, sejak di permulaan kitab Kejadian.

Sekarang kita mau melihat istilah yang mengindikasikan Keesaan Allah. Di dalam Kej 1:26, 3:22, 11:7, dan Yes 6:8, Allah memakai kata ganti “Kita” untuk menyebut diri-Nya sendiri, bukan “Saya”. Ada yang berani menafsirkan Kita di sini menunjukkan perundingan antara Allah dan malaikat. Benarkah begitu? Ini sama sekali salah! Sebab Allah tidak pernah bersama-sama malaikat menciptakan manusia. Bahkan malaikat sendiri diciptakan oleh Allah (Yehezkiel 1:5-14, 9:3, 10:1-22). Mencipta adalah pekerjaan Allah sendiri. Kita di dalam Kej 1:26 ingin menunjukkan bahwa itu adalah perundingan di antara pribadi-Pribadi yang berada di dalam Diri Allah Yang Esa. Di sini doktrin Tritunggal sudah dinyatakan meskipun dalam bentuk yang tidak jelas.

sebutan Elohim bagi Allah. Kata Elohim merupakan kata yang bermakna jamak, seperti yang pernah saya tuliskan di beberapa komentar saya bahwa bahasa Ibrani adalah bahasa yang unik, yang mempunyai keajaiban tersendiri. Tuhan begitu teliti memilih bahasa untuk dijadikan-Nya sebagai media wahyu-Nya. Dalam bahasa Ibrani untuk menjelaskan jumlah benda dikenal tiga kata yaitu Singular (tunggal), Dual (ganda) dan Plural (jamak). Nah di dalam Alkitab sebutan TUHAN selalu muncul dalam bentuk jamak. Memang kata jamak bisa berarti lebih dari tiga, tetapi setiap kali Alkitab menyebut tentang TUHAN sering ucapan itu muncul diulangi tiga kali (Bil 6:24-26, Yes 6:3). Orang Israel juga punya kebiasaan menyebut Bait TUHAN tiga kali (Yer 7:4).

Namun ada juga yang membantah bahwa penggunaan Kita merupakan sesuatu yang umum di dalam pembentukan bahasa-bahasa di Timur Tengah dalam menyebut Tuhan sebagai (majestic plural). Hal itu memang benar namun tidak berarti bahwa kita menyangkal Allah telah menyatakan diri dengan cara yang berbeda dari cara-cara bangsa lain menyebut illah atau dewa-dewa mereka. Kitab kejadian yang ditulis oleh Musa muncul jauh sebelum kebiasaan orang-orang di Timur Tengah dalam menyebut sesembahan mereka dengan bentuk plural (jamak) itu.

Di dalam Alkitab, Allah menyatakan diri sebagai Allah yang berkarya. Ada begitu banyak karya Allah, namun ada tiga karya yang sangat besar sehingga hanya Allah sendiri yang bisa mengerjakannya. Ketiga karya itu adalah Mencipta (Creator), Menebus (Redeemer) dan Mewahyu (Revealer). Allah sebagai Pencipta, Penebus dan Pewahyu inilah yang menyebut dirinya dengan sebutan Kita, bahwa Ia adalah Allah yang lebih dari satu Pribadi. Kalau jamak itu bisa berarti lebih dari satu, dua dan tiga, mengapa Alkitab hanya berhenti pada tiga pribadi? Mengapa bukan empat, lima dan seterusnya? Ini memang tersembunyi dan tidak ada jawaban. Tetapi selain ketiga Pribadi ini yang dinyatakan di dalam Wahyu Progresif, tidak ada pribadi yang lainnya lagi. Angka tiga menjadi angka eksklusif dan sempurna dari diri Allah. Namun, satu hal yang harus diperhatikan bahwa di dalam ayat-ayat yang saya sebutkan di atas, yaitu bentuk predikat (kata kerja) yang mengikuti sebutan Allah selalu memakai kata kerja untuk bentuk tunggal. Biasanya subjek berbentuk jamak diikuti predikat yang berbentuk jamak juga, dan kalau subjek berbentuk tunggal maka predikat atau kata kerjanya diikuti oleh bentuk tunggal pula. Tapi di sini Alkitab mencatat Elohim (bentuk jamak dari El) mengerjakan sesuatu, selalu dengan kata kerja atau predikat tunggal.

Sebelum kita masuk lebih jauh tentang pembahasan ketiga Pribadi dalam Allah Tritunggal ini, saya mengajak kita terlebih dahulu melihat bagaimana Allah yang kita sembah itu dikatakan sebagai Allah yang Esa namun yang berpribadi. Apa syarat sesuatu bisa disebut sebagai suatu pribadi (oknum)? Seperti yang pernah saya tulis di beberapa komentar saya di blog blogger yang lain, tapi di sini saya akan pertegas lagi, bahwa ada tiga unsur yang terdapat di dalam sesuatu yang disebut pribadi, yaitu:

  1. Unsur Rasio [bisa berpikir, mempunyai pengertian akan kebenaran];
  2. Unsur Emosi [bisa mencintai, membenci, sedih, berduka, sukacita dsb];
  3. Unsur Kemauan [memiliki kebebasan untuk bertindak menurut kemauan yang ada].

Dengan demikian saya mau ajukan satu pertanyaan, khususnya kepada mereka yang menentang Allah tidak berpribadi, Apakah Bapa, Anak dan Roh Kudus tidak memiliki tiga unsur yang saya sebutkan di atas? Kalau Allah tidak berpribadi mana mungkin Dia bisa melakukan poin-poin dari ketiga unsur di atas. Kita juga manusia dicipta oleh Allah sebagai manusia yang berpribadi, bahkan natur kita dicipta sesuai peta dan teladan Allah. Allah Tritunggal adalah Allah Yang Esa yang terdiri dari Tiga Pribadi atau di dalam satu Esensi diri Allah, ada tiga pribadi.

Saat Yesus dibaptis di sungai Yordan, Ia menunjukan kepribadian-Nya pada saat yang sama dan bermunculan bersama-sama dengan Roh Kudus turun ke atas Anak, dan Bapa berfirman dengan lantang penuh kasih. Saat penciptaan, dimana Bapa mencipta, Anak berfirman, dan Roh Kudus yang memulihkan (melayang-layang) sempurna. Saat Pencurahan Pentakosta, dimana Bapa mengutus, Anak yang memberikan Roh Kudus, dan Roh Kudus tercurah pada murid-murid Yesus yang ada di atas loteng. Saat Yesus berada di atas gunung, setelah Ia meneladani manusia dengan berdoa, Ia menunjukkan kemuliaan-Nya dan menampakkan kepribadian-Nya dengan wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang, kemudian Roh Kudus turun, dan awan yang terang menaungi 3 orang murid Yesus. Bapa dari dalam awan itu memperdengarkan suara-Nya dan berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Allah Tritunggal adalah Allah yang tidak terbatas, yang melampaui segala sesuatu (transenden). Ia adalah Allah yang tidak ada bandingnya. Memang di seluruh Alkitab baik dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, istilah Allah Tritunggal tidak terdapat di sana. Namun ajaran Tritunggal terdapat di Alkitab mulai kejadian samapai Wahyu. Jadi, meskipun istilahnya tidak ada bukan berarti konsepnya tidak ada. Sebaliknya meskipun istilah ada tapi kalau salah ditafsirkan menjadi bukan kebenaran Alkitab (Firman Tuhan). Di Perjanjian baru Para Rasul sangat menghayati pengertian akan Wahyu yang diberikan kepada mereka tentang Tritunggal ini, sekalipun mereka mengalami dan menghayatinya secara tidak sadar dan tidak menguraikannya secara istilah. Hal ini nampak dalam tulisan-tulisan mereka seperti dalam I Pet 1:2, dan yang paling jelas adalah di dalam DOA berkat yang Rasul Paulus berikan kepada jemaat-jemaat, yang sekarang dijadikan standar oleh pendeta di seluruh dunia, yaitu di dalam II Kor 13:13.

Allah Tritunggal adalah Allah yang saling huni, artinya Allah yang memiliki Kepribadian Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sederajat, setingkat, setaraf, sehati, setujuan, tidak terpisahkan, dan berjalan bersama-sama. Kepribadian Allah dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus (ke-tritunggal-an Allah) tidaklah pernah sama dengan manusia yang memiliki dua kepribadian, dimana tiap kepribadian tidak bisa berjalan bersama-sama dalam saat yang sama, sedangkan Allah kita berbeda.

Allah Bapa (Oknum Pertama)

Konsep Kristen menyebut Allah sebagai Bapa mungkin tidak menjadi suatu soal yang terlalu sulit diterima oleh agama lain (walaupun mereka tetap menentangnya, kok Tuhan ada Bapa-Nya?), dibanding dengan konsep menyebut Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan juga sebagai Tuhan-Juru Selamat manusia. Karena itu saya tidak akan terlalu berpanjang lebar menulis tentang Pribadi atau Oknum Pertama dari Allah Tritunggal ini yang ada di Alkitab orang Kristen. Saya akan menguraikan cukup panjang lebar pada bagian pembahasan tentang Pribadi atau Oknum Kedua dari Allah Tritunggal, Yesus Kristus.

Di catatan Perjanjian Lama ada lebih dari 40 kali Allah menampakkan diri kepada para nabi dan penulis kitab-kitab Perjanjian Lama. Silakan baca kisah di Kejadian 2:15-3:21. Kemudian Abraham berjumpa dengan Tuhan (kej 12:6-7 dan Kej 18). Tuhan menampakkan diri kepada Ishak (kej 26:1-6), Yakub bergumul dengan Allah di sungai Yabok (Kej 32:22-32), Musa bercakap-cakap dengan Allah di gunung Horeb (Kel 3:1-4:17), Yosua bertemu Tuahn (Yos 5:13-15) dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lain. Di perjanjian Lama tercatat bahwa Allah menampakkan diri kepada manusia lebih dari 40 kali. Namun di sisi lain Alkitab juga mengatakan tidak seorangpun yang pernah melihat Allah karena Allah memang tidak bisa dilihat (Yoh 1:18a). Apakah itu berarti yang dilihat oleh orang-orang di Perjanjian Lama adalah bohong dan khayalan seperti yang banyak ditafsirkan oleh para psikolog modern dan para penentang Alkitab, termasuk para ateis? Jawabannya adalah pada waktu di dalam Perjanjian Lama dikatakan Allah menampakkan diri sebenarnya itu adalah cara Tuhan menampakkan diri kepada manusia dengan cara yang disebut dengan cara antropomorfi (Yunani: anthopos=manusia, morphe=bentuk). Maksudnya Allah menyatakan diri kepada mata manusia dalam rupa atau bentuk manusia atau dalam hal yang bisa dilihat oleh manusia. Istilah yang dipakai di ayat-ayat Perjanjian Lama itu biasanya memakai kata Utusan/Malaikat Allah. Lalu siapa sebenarnya yang dilihat oleh orang-orang di perjanjian lama itu jika kita adukan dengan Yoh 1:18a? Sebenarnya yang menampakkan diri kepada mereka itu bukan pribadi Allah Bapa, tetapi Utusan Tuhan (The Messenger of God). Bapa memang tidak pernah turun ke bumi, bahkan kemungkinan Pribadi Kedua (Yesus Kristus) lah yang sebenarnya yang pernah menampakkan diri secara sementara di peristiwa-peristiwa di Perjanjian Lama itu; inilah yang dimaksud dengan antropomorfi. Antropomorfi tidak sama dengan Inkarnasi. Di dalam inkarnasi-Nya Yesus betul-betul bersalut dengan daging dan darah, betul-betul dilahirkan melalui anak dara Maria dan hidup di tengah-tengah manusia, sehingga Ia disebut Immanuel yang berarti Allah beserta kita (Mat 1:23). Jadi, orang-orang di Perjanjain Lama sebenarnya sudah melihat Kristus dan ini artinya tidak bertentangan dengan kalimat yang mengatakan bahwa tak seorangpun pernah melihat Allah (Yoh 1:18a), karena memang Allah tidak bisa dilihat. Ia berada di tempat dan di tahkta-Nya yang tak bisa dinampak oleh mata jasmani manusia, tetapi Anak Tunggal yang ada di pangkuan Bapa lah yang menyatakan-Nya. Maksudnya adalah Allah Bapa (Pribadi Pertama) tidak pernah menyatakan diri dalam bentuk fisik sehingga tidak pernah dilihat oleh mata fisik manusia. Tetapi Allah Anak pernah turun ke dalam dunia menyatakan siapa Allah (Bapa) itu kepada umat manusia. Puji Tuhan! Kita bersyukur dan memuji HALELUYA kepada Tuhan sebab Dia pernah turun ke dalam dunia untuk menebus dosa kita sehingga kita bisa kembali mengenal siapa Allah (Bapa) yang sejati di dalam Yesus Kristus itu.

Kesimpulan: Allah Bapa adalah Pribadi Pertama di dalam Allah Tritunggal. Ia dikenal sebagai Bapa Pencipta. Allah Bapa tidak pernah berinkarnasi (jelma menjadi manusia). Dia memiliki akal budi, perasaan dan kehendak (syarat sesuatu disebut Pribadi atau oknum). Bapa tidak pernah menjadi Anak dan Roh Kudus. Allah Bapa (Kepribadian Bapa) tidak pernah lebih tinggi atau lebih rendah daripada Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa setara dengan Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus karena Ketiga Pribadi itu adalah Allah yang Esa itu sendiri (1 Taw 29:11) Allah Bapa adalah Allah yang menjadi sumber segala sesuatu. Ia adalah Allah yang transenden dan tidak terbatas. Jadi, Allah Bapa adalah sebagai Bapa yang memelihara, yang memberikan kasih seorang Bapa Sejati yang sangat mesra, begitu penyayang dan begitu tertib penuh ketegasan (disiplin). Bapa Sorgawi tidak pernah sama dengan para bapa dunia ini dalam hal kasih dan karakter yang tidak dapat terbandingi dengan kasih dan karakter Bapa Sorgawi. Allah sebagai Bapa Sorgawi merupakan Bapa yang sempurna dari segala bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini yang adalah gambaran dan rupa (duplikat dan bayangan) dari Sang Bapa Sorgawi yang murni. Amin!

Allah Anak (Oknum Kedua)

Konsep Kristus sebagai Anak Allah sulit diterima oleh agama lain, termasuk yang muncul setelah Kekristenan (ex. Islam), karena mereka menganggap Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. (QS 4:171, 6:101). Mereka menganggap keempat injil yang mencatat Kristus adalah Anak Allah sebagai penyelewengan dan mereka  mengutip ayat-ayat di Alquran untuk mendukung fitnahan/tafsiran mereka itu seperti di dalamQS 2:75, 79,146; 3:71, 78; 4:46; 5:13-15. Sebelum lebih jauh lagi ijinkan saya bersaksi sedikit di sini untuk mempertegas lagi blog kesaksian saya sebelumnya di luar topik ini. Saya ikut “agama” Kristen sejak kelas 1 SMP. Sebelumnya latar belakang kami adalah agama suku (Keharingan). Konsep Tuhan punya anak pun begitu sulit pada awalnya saya terima. Bahkan ada keluarga dan kerabat saya yang mengatakan bahwa Maria itu pasti hamil di luar nikah. Kalau Yesus Anak Tuhan kok bisa? Masa Tuhan bersetubuh dengan manusia? Itulah pandangan sempit, naïf dan klasik yang dituduhkan keluarga dan beberapa kerabat saya tentang Yesus. Namun pada waktu saya di SMP itu, saya termasuk yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan gereja. Ada teman saya yang sering membawa saya ikut kebaktian-kebaktian, tapi ironisnya saya dengar beritanya pada tahun 2008 ini, teman saya yang dulunya sering membimbing saya mengenal Tuhan, kini malah sebaliknya tidak sungguh beriman lagi kepada Kristus. Saya kaget dan menangis mendengar hal itu. Itu mengingatkan saya akan peristiwa pada waktu saya SMP yang rajin ke gereja itu. Tetapi ketika saya mulai duduk di bangku SMA, dimana saya tinggal di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam, sehingga sedikit banyak saya tahu pandangan-pandangan mereka. Berita buruknya adalah saya hampir terpengaruh dan mengikuti mereka dan iman saya goncang luar biasa. Kemudian pada waktu saya di SMA itu saya sendiri juga menjadi orang yang berbalik melawan Alkitab sehingga saya tidak melawan teman-teman saya yang Muslim yang sering bertanya kepada saya tentang Pokok-Pokok Kekristenan. Saya hanya menjelaskan seadanya. Saya sering baca buku-buku mereka, termasuk dialog-dialog teologis Kristen-Islam. Saya selalu mencoba untuk menemukan buku-buku perbandingan agama. Tapi karena yang menulis buku-buku itu adalah mereka, maka kebenaran-kebenaran mereka lah yang ditonjolkan. Dan keyakinan saya pada waktu akan Alkitab makin luntur sehingga saya berkeyakinan semakin kuat bahwa Alkitab tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sulit yang ada di dunia ini, termasuk serangan Alquran. Dan ketika saya sampai duduk di bangku kuliah di kota ini pun sampai beberapa semester, saya berkata di dalam diri saya yang paling dalam bahwa saya mungkin tidak bisa jadi Kristen karena saya masih belum menemukan kebenaran-kebenaran yang kuat di dalam Alkitab. Saya malah sering mendebat teman-teman saya yang Kristen dan juga beberapa hamba Tuhan.

Namun sekarang saya bersyukur kepada Allah Tritunggal, Allah yang begitu Agung dan satu-satunya yang benar di bawah kolong langit ini yang saya yakini, sebagaimana tulisan saya di blog KESAKSIAN saya di SINI, bahwa sejak kurang lebih dua tahun yang lalu, oleh kuasa gerakan yang ajaib dari Roh Kudus saya sudah dibawa kembali untuk mengenal Sang Bapa dan masuk ke dalam kerajaan Allah dengan mengakui Anak-Nya (Yesus Kristus) sebagai Tuhan - Juru selamat saya pribadi (Yoh 4:16). Buku-buku ajaran Kristen yang berbasis reformed injili dan Hamba Tuhan yang seperti Pdt. Dr. Stephen Tong, dan Pdt. Budi Asali, M.Div dan Ir. Herlianto, M. Div juga memiliki andil dalam pertobatan saya untuk kembali kepada Kristus melalui buku-buku, artikel-artikel dan khotbah mereka. Saya bersyukur sekali kepada Tuhan karena mengijinkan saya berkenalan dengan teologi reformed dan bertemu dengan hamba-hamba-Nya itu meskipun saya secara pribadi tidak mengenal mereka secara dekat, dan mereka pun juga tidak. Tapi saya bersyukur sekali kepada Tuhan ada hamba-Nya yang luar biasa itu, khususnya pak Stephen Tong. Memang itu merupakan pergumulan yang luar biasa dan tidak mudah bagi saya untuk memutuskan menyerahkan hidup saya kepada Tuhan Yesus Kristus. Saya bisa percaya kepada-Nya bukan karena semata-mata pekerjaan para hamba Tuhan itu, tapi saya yakin sekali karena Allah yang sudah memberikan anugerah-Nya kepada saya untuk menjadi umat-Nya. Saya juga percaya kepada Tuhan Yesus Kristus bukan karena ingin kaya berlimpah harta atau berkat-berkat jasmani (karena memang hal itu dicari setiap bangsa di duni ini), tapi saya percaya kepada-Nya sekali lagi karena Roh Kudus yang memampukan dan menyadarkan saya untuk melihat KEBENARAN-KEBENARAN yang ada pada Yesus Kristus di dalam Alkitab orang Kristen yang ternyata baru saya sadari begitu kuat dan luar biasa. Dan sekarang saya berusaha untuk terus mengikut jejak kaki-Nya meskipun saya tidak secara khusus dipanggil untuk menjadi pendeta atau hamba Tuhan yang full time melayani jemaat di gereja. Tapi paling tidak saya bisa bersaksi kepada lingkungan di sekitar saya, tempat saya kuliah dan kepada orang-orang yang saya kasihi yang sampai saat ini belum percaya kepada Tuhan (bahkan salah seorang saudara saya telah beriman kepada iman yang lain, karena alasan tertentu. Saya sedih sekali, tapi saya serahkan saja kepada Tuhan dan saya berkeyakinan bahwa barang siapa yang dipilih-Nya pasti juga akan disempurnakan-Nya. Umat-Nya tidak akan pernah kehilangan keselamatan-Nya karena saya percaya akan Doktrin Predestinasi Tuhan Allah).

Baiklah, sekarang kembali ke masalah tafsiran para Muslim tadi yang mengatakan bahwa Alkitab orang Kristen sudah diselewengkan, diubah dan sebagainya. Sebenarnya konsep dan tafsiran para penafsir Islam yang mereka ajukan itu tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan maksud Muhammad sendiri dan juga tentunya berlawanan dengan konsep Kristen. Allah memang tidak menikah dengan seorang perempuan sehingga melahirkan Yesus Kristus. Istilah atau konsep Allah memperanakkan Kristus sebenarnya sudah muncul sejak di Perjanjian Lama. Sedangkan Islam muncul 500 tahun setelah Kekristenan. Jadi, saya jadi bertanya apa yang melatarbelakangi mereka berpikiran seperti itu? Bukankah Alquran orang Islam menjadi satu-satunya buku yang paling banyak mengkritk agama lain yang isinya bersinggungan dengan Alkitab meskipun apa yang dikritik di sana sebenarnya tidak cocok dilontarkan dan ditujukan kepada orang Kristen karena konsep dan tulisannya berbeda dengan konsep Alkitab? Lalu dari mana mereka dapat “wahyu” tentang itu? It’s a big question for them, is it true Quran as the Word of God? If it’s the Word of God, how can it be false when it criticizes the Bible? Saya akan sertakan sederetan ayat-ayat lagi dari Alquran dan Alkitab untuk membantah tudingan mereka terhadap Alkitab yang mereka katakan sudah banyak yang palsu atau diselewengkan. Di Alquran bagaimana menjelaskan ayat-ayat berikut? QS 6:34; 10:64; 48;23; 43:4; 85:22; 2:136; 3:84; QS 2:41,89,91,101,136; 3:3; 4:136; 5:43, 44, 46-48, 68; 6:92; 10:73, 94; 29:46; 32:23; 53:31; 46:30; 43:4; dll). Biarlah mereka sendiri yang menjelaskan. Sekarang saya kutip beberapa ayat Alkitab untuk menanggapi tudingan mereka. Silakan baca di Kis 20:30; 2 Pet 2:1; dan Mat 24:24-25. Saya tidak sempat lagi sertakan kalimat-kalmatnya karena tulisan ini sudah cukup panjang. Apakah masih ada yang bertahan untuk membacanya? Haha .... Saya, seperti Pak Hai Hai kadang kalau “jualan “ langsung mau keliling dunia, karena saya agak malas mengulanginya atau membaginya di tempat lain. Jadi mohon maaf kalau tulisan ini terlalu panjang. Mungkin tulisan Sdr. Dede Wijaya dan Pak Hai Hai juga ada yang panjang seperti ini atau mungkin juga lebih, (hehe….).

Di SABDAspace ini pernah ada beberapa Islamic Defenders yang ikut diskusi tetapi lucu sekali argumen dan tafsirannya. Tapi memang sebenarnya kita tidak perlu menghina ajaran mereka. Seperti kata-kata Pak Hai Hai beritakan injil dengan santun. Tapi saya akui saya kadang gemas juga dengan orang yang menyerang membabi buta. Dan sekarang saya masih belajar untuk menghadapinya dengan konsep adil tetapi juga kasih. Mungkin hanya orang yang kurang belajar saja yang bisa mempan dari serangan dan fitnahan mereka, seperti Ropi yang beberapa waktu yang lalu mempostiing tulisannya dengan sembarangan karena diposting dikotak komentar sementara tulisannya banyak dan kacau balau. Pak Hai Hai dan saya pada waktu itu memintanya memposting tulisan tuduhannya terhadap Alkitab di blog khusus dan saya memperingatkan agar dia (Ropi, an Islamic Defender) tidak kabur dulu dari Sabdaspace ini supaya ia membaca tulisannya yang dikomentari sekaligus untuk mematahkan argumennya serta dipulangkan ke markasnya induknya di milis-milis mereka. Tapi sayang dan dugaan saya benar, dia sudah ngacir duluan sehingga saya dan mungkin para blogger lain tidak sempat berkomentar, tapi mungkin lain kali tulisan itu bisa dikomentari juga. Dan sepertinya orang asik juga memantau SABDAspace ini, tapi mungkin karena alasan tahu diri, masih takut, ragu atau lagi tidak punya ide yang kuat makanya tidak ikutan. Kok saya jadi bahas itu ya. Yaa …. sekedar peluru ringan saja buat para penentang Alkitab.

Baiklah sekarang kita kembali ke pokok bahasan tentang Oknum kedua Allah Tritunggal, Yesus Kristus. Apa artinya “Engkau telah Kuperanakkan (Kulahirkan) pada hari ini” di dalam Maz 2:7? Ada juga ayat yang menunjukkan konsep tentang Anak Allah di Amsal 30:4. Allah adalah Allah yang kekal, melampaui batasan waktu; Dia tidak perlu waktu, tapi bukan tidak memiliki waktu, sebaliknya Dialah pencipta waktu sehingga waktu tidak mengikat-Nya. Oleh karena itu hari ini di dalam Maz 2:7 itu berarti hari ini di dalam kekekalan, Yesus dilahirkan oleh Bapa; ini adalah kelahiran kekekalan yang selalu bersifat sekarang, yang melampaui proses waktu. Sedangkan istilah dilahirkan menunjukkan Dia bukan diciptakan. Sebutan Anak Allah Yang Tunggal bagi Yesus mengindikasikan bahwa Dia satu-satunya yang dilahirkan, BUKAN dicipta. Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang pernah hadir di dalam sejarah umat manusia tanpa melalui ciptaan. Adam ada karena dicipta oleh Allah meskipun ia tak berbapa dan beribu, tetapi Yesus ada karena Ia ada. Secara Ilahi Yesus Kristus mempunyai Bapa, tetapi tak mempunyai ibu, sedangkan secara Jasmani Ia tak mempunyai bapa, tetapi mempunyai ibu (Maria). Jadi Dia seperti Melkisedek. Baik Gnostiksisme, Arianisme, Saksi Yehova maupun Witness Lee (penerus Watchman Nee di Tiongkok, ajaran Watchman Nee dan Witness Lee ada di kota saya, dan saya mempunyai beberapa teman yang ikut gereja mereka) mereka percaya bahwa Yesus adalah ciptaan Allah. Khususnya Saksi Yehowa yang mengatakan bahwa Yesus bukan Allah Yang Mahatinggi; Dia bukan Allah Yang Kekal; Dia adalah Allah di bawah Allah, sehingga Dia tidak Mahakuasa. Menurut mereka meskipun Yesus menciptakan segala sesuatu, tapi Dia bukan Allah Yang Mahakuasa. Dan Para Saksi Yehova berani sekali dengan mengubah dan menterjemahkan sebutan Allah disertai kata sandang tak tentu di dalam Yoh 1:1 menjadi seorang allah, Firman itu adalah seorang allah. (Ini adalah suatu jawaban kepada para Saksi Yehowa dan mereka-mereka yang ada di SABDAspace ini yang mengatakan Yesus dicipta oleh Allah). Yesus memang bukan ciptaan karena Dia sendiri adalah Allah itu sendiri, bagaimana Allah menciptakan Allah. Karena kalau begitu lebih dari satu Allah dong, sedangkan orang Kristen mengakui Allah itu Esa. Jadi tolong rendah hati lah dan belajar lagi bagi mereka yang mengatakan Yesus dicipta. Itu bidat, sekte atau ajaran yang sesat. Istilah Anak Tunggal Bapa itu juga membedakan Yesus Kristus dari Roh Kudus, meskipun Roh Kudus juga bukan dicipta karena. Dia adalah Allah sendiri. Roh Kudus tidak dilahirkan, tetapi keluar dari Bapa (proceed) dan Anak. Sekali lagi Maz 2:7 mengutarakan kelahiran kekal dari Yesus Kristus, tetapi dalam proses sejarah hal itu dibuktikan pada waktu Dia bangkit. Meskipun ditinjau dari sudut kemanusiaan-Nya dikatakan Allah Bapa yang membangkitakan Dia (kis 2:32, 3:15, 13:33-35, 17:31), tapi ditinjau dari sudut keilahian-Nya Dia adalah Allah Yang Hidup (The self-defendant-God atau The self-existent-God). Yesus berkata, “Akulah Kebangkitan dan Hidup” (Yoh 11:25 bdk Yoh 5:19-29). Jadi, sekali lagi Yesus adalah Allah yang mempunyai sumber hidup dari diri-Nya sendiri. Yesus Kristus juga adalah manusia. Ini disaksikan-Nya sendiri (Mat 8:20; 16:13) dan juga oleh orang-orang (mrk 6:3; Yoh 7:27; 19:5). Namun demikian Yesus Kristus adalah Allah juga, sehingga Ia setara dengan Alla (Bapa). Di dalam Maz 97:7; Ibrani 1:6; 1 Raw 29:11; dan Why 5:12 Yesus berlayak untuk disembah. Ia juga layak dipercaya atau diimani (Maz 2:12; 1 Pet 2:6; Yer 17:5,7; Yoh 14:1), menerima segala hormat (Yoh 5:23), berkuasa membangkitkan yang mati (Yoh 5:21; 6:40, 54). Kemudian Bidat Saksi Yehowa menafsirkan dengan keliru lagi Filipi 2:5-7. Mereka mengatakan kalau Yesus sendiri tidak menakui diri-Nya setara dengan Allah. Padahal maksud ayat –ayat itu adalah Yesus memang setara dengan Allah tetapi Ia tidak mempertahankan itu dan dengan rela Dia datang ke dunia bersalut darah dan daging sehingga Ia dijadikan setara dengan dengan kita. Waw, betapa agungnya kasih-Nya itu pada kita. Siapa sich kita kok sampai sebegitunya Allah terhadap kita? Karena kita diciptakan segambar dengan-Nya dan menjadi ojek kasih-Nya, manusia menjadi mahkluk ciptaan-Nya yang penting. Kita dicipta oleh-Nya dan untuk-Nya pula.

Jadi, konsep Anak Allah (Yesus Kristus) sudah dinubuatkan dalam banyak ayat di Perjanjian Lama. Namun saat ini ingin membahas salah satu ayat nubuatan tentang Yesus Kristus di dalam Mikha 5:1. Dimana di sana disebutkan bahwa Ia yang akan bangkit dari Betlehem Efrata (Kota kelahiran Yesus) mempunyai permulaan sudah sejak purbakala (Ibrani: Arche), dari kekekalan. Jadi, ini berarti Yesus Kristus yang dilahirkan sebagai manusia mempunyai sifat ilahi, sebab Dia sudah ada sejak dalam kekekalan. Di dalam Yesaya 9:6 Yesus mendapatkan 5 predikat yang menunjukkan bahwa Dia bukan manusia biasa; tetapi Dia mempunyai sifat Ilahi.

  1. Yesus disebut Ajaib (bdk Hakim-Hakim 13: 18). Di dalam bahasa Inggris “Wonderful” sedangkan dalam Ibrani akar kata untuk sebutan ini adalah “Pala”.
  2. Yesus disebut Penasehat, menunjukkan bahwa Dia adalah Pribadi yang maha bijak, yang menjadi Sumber Bijaksana (bdk Yesaya 28:29). Di dalam bahasa Inggris untuk sebutan ini memakai “Counsellor”.
  3. Yesus disebut Allah Yang Perkasa, menunjukkan bahwa Dia adalah Pribadi yang berkuasa. Di dalam bahasa Inggris untuk sebutan ini memakai “The Mighty God”. Ayat ini dikutip oleh Bidat Saksi Yehowah dan menafsirkannya dengan sembarangan untuk menyangkal bahwa Yesus adalah Allah. Mereka berkata bahwa ayat ini tidak mengatakan bahwa Yesus adalah Allah Yang Maha Kuasa (The Almighty God). Memang benar di ayat ini sebutan untuk Yesus adalah “The Mighty God” (Allah Yang Perkasa/Allah Yang Kuasa). Namun, ini karena di dalam ayat ini dikatakan bahwa Yesus menjadi bayi, hingga terbatas. Maksudnya ayat ini melukiskan inkarnasi-Nya dimana tadinya Dia adalah Allah yang tidak terbatas membatasi kuasa-Nya dan menjelma menjadi manusia (The Incarnated God), bahkan menjadi seorang bayi. Melalui Inkarnasi Kristus masuk ke dalam keterbatasan, sehingga manusia pada umumnya tidak melihat Kemahakuasaan-Nya secara nyata; hanya kadang-kadang saja Kemahakuasaan-Nya nampak di dalam tindakan-tindakan-Nya seperti meyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan sebagainya. Tetapi di dalam Kekekalan-Nya Yesus tidak terbatas (Coba baca Yoh 6:62). Kita harus mengerti Kristus di dalam periode inkarnasi-Nya dan juga di dalam Kekekalan-Nya. Di dalam Periode inkarnasi-Nya memang Yesus terbatas (membatasi diri-Nya), bukan saja di dalam kemahakuasan-Nya, tetapi juga di dalam kesempurnaan-Nya, perkataan-Nya, bahasa-Nya, kemauan-nya dan pengetahuan-Nya, sehingga Ia pernah berkata kepada seorang pemuda yang memanggil-Nya dengan sebutan Guru yang baik, Ia menjawab, “Mengapa engkau katakan Aku baik, hanya allah yang baik. Yesus juga pernah mengatakan bahwa Bapa lebih dari pada diri-Nya, tentang hari kiamat malaikat tidak tahu, Anak pun tidak tahu, hanya Bapa yang tahu. Apakah Yesus benar-benar tidak maha besar dan tidak maha tahu? Sekali lagi di sini Yesus membatasi diri-Nya di dalam periode inkarnasi-Nya. Inilah paradoks yang sering disalahmengerti dan dianggap kontradiksi oleh orang-orang yang tidak sungguh-sungguh rendah hati belajar tentang kebenaran. Mengaku ahli, kaum terpelajar, cendekiawan, teolog tetapi tidak tuntas mengerti kebenaran seperti ini. Saya katakana Alkitab adalah sumber segala kebenaran. Barang siapa yang rendah hati takluk di bawah pengertian Alkitab, di bawah pimpinan Roh Kudus maka niscaya mereka akan terhindar dari konflik-konflik yang tak berkesudahan. Alkitab cukup untuk menjawab segala macam kesulitan di seluruh alam semesta ini, jika kita sungguh-sungguh belajar dan meneylidikinya dengan rendah hati. The Bible completes over all.
  4. Yesus disebut Bapa (yang) kekal. Ini adalah satu-satunya ayat di dalam Alkitab dimana Yesus disebut sebagai Bapa. Tetapi ini bukan berarti bahwa Ia adalah Pribadi Pertama (Allah Bapa) karena seluruh Alkitab mengajarkan Yesus Kristus diutus oleh Bapa, jadi Yesus tidak sama dengan Bapa. Di sini Yesus di sebut sebagai Bapa atau Bapa Kekekalan untuk menunjukkan menunjukkan bahwa Dia adalah Sumber dari segala sesuatu. Di dalam bahasa Inggris untuk sebutan ini memakai “The Everlasting Father”.
  5. Yesus disebut Putera Raja damai. Ini menunjukkan bahwa Dia adalah Sumber Damai yang sejati, yang memberikan damai yang sesungguhnya kepada dunia. Tanpa Yesus tidak ada perdamaian sejati di dunia ini. Di dalam bahasa Inggris untuk sebutan ini memakai “The Prince of Peace”.
     

Yesaya 9:6 yang saya jabarkan di atas menunjukkan sifat-sifat ilahi Yesus Kristus, Dia adalah Anak Allah Yang Mahatinggi dan Kudus (Luk 1:32-35). Dia adalah Tuhan dan Juru Selamat. Jadi, kenapa kita mengakui dan percaya bahwa Yesus Kristus itu Tuhan? Karena Alkitab menyaksikan bahwa Dia memang bersifat ilahi seperti yang terdapat dalam Yes 9:6 di atas. Selain itu yang lebih menggembirakan lagi adalah pengakuan yang keluar dari Yesus kristus sendiri (Yoh 8:56-59 bdk Mat 22:23-32). Yesus bereksistenasi melampaui proses waktu. Dia adalah Allah yang transenden, yang tidak digeser oleh waktu. Dia ada sebelum segala sesuatu ada, di ayat itu Yesus mengatakan bahwa Dia ada bahkan sebelum Abraham ada (Before Abraham was, Jesus is). Di Yoh 8:56-59 itu merupakan suatu diskusi Kristologis yang sangat penting antara Kristus yang berinkarnasi, dengan mereka yang menganggap diri mengenal Alkitab. Dan di Lukas 20:41-44 dan Filipi 2:9-11 Yesus kristus memberikan suatu rangsangan, inspirasi untuk mencerahkan orang-orang dengan iluminasi yang sangat besar, yaitu “Tahukah, bahwa Aku adalah Allah?” Inilah yang saya sebut sebagai Wahyu Progresif, dimana Allah menyatakan diri yang makin lama makin jelas dan memberikan suatu petunuk kepada realita yang akan datang. Seharusnya kita juga demikian bisa memandang Yesus dengan iman dan pengertian terhadap-Nya yang melampaui / menerobos batas sifat kemanusiaan-Nya yang bertubuh fisik. Orang liberal mengenal Yesus Kristus hanya dari Betlehem saebagai titik awal sampai ke Golgota sebagai titik akhir. Sehingga mereka hanya melihat Yesus sebagai moralis yang agung, seorang pemimpin agama yang besar, pahlawan yang berkorban yang dapat dijadikan teladan segala jaman. Pengertian seperti ini tidak cukup. Kita harus memiliki pandangan yang melampaui itu semua sampai ke dalam kekekalan, karena Ia adalah Allah itu sendiri.

Injil Yohanes memiliki prinsip Kristologi yang paling penting dan tajam di dalam seluruh Alkitab. Ayat yang sudah sangat terkenal namun singkat berikut ini, yaitu Yoh 1:1-3, mengandung arti yang demikian dalam dan mulia. Pada waktu Firman itu keluar, berarti ada yang menjadi Sumber dan ada Yang keluar dari Sumber itu. Firman keluar dari Allah; sebelum keluar Firman itu bersama-sama dengan Allah di dalam kekekalan, dan Firman itu juga adalah Allah. Firman itu adalah kristus, sebab itu Kristus bersifat ilahi. Kristus bersama-sama dengan Allah. Lo, apa itu berarti ada dua Allah? Bukan! Di sini yang Allah adalah esensi/hakekat (sifat dasar)-Nya, tetapi di sini memang kita melihat ada dua Pribadi, tetapi bukan dua Allah (2 N, 1 P). Pengertian di Yoh 1:1 melampau batas tempat. Allah (Bapa) menyatakan diri-Nya melalui Firman (Yesus Kristus) yang dikeluarkan-Nya, dan Firman yang keluar menjadi buah Wahyu-Nya (Roh Kudus) sehingga yang mendengar Firman menerima Wahyu (Penyataan Allah). Firman itu dikeluarkan dengan perantaraan Roh Kudus, seperti kita berkata-kata melalui nafas. Roh Kudus adalah Pewahyu Firman Allah dalam bentuk kata-kata sebagaimana Alkitab mengatakannya.

Kesimpulan: Allah Anak (Yesus Kristus) adalah Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal. Yesus Kristus adalah Allah dan juga manusia. Dia memiliki akal budi, perasaan dan kehendak (syarat sesuatu disebut Pribadi atau oknum). Anak tidak pernah menjadi Bapa dan Roh Kudus. Anak (Kepribadian Yesus Kristus) tidak pernah lebih tinggi atau lebih rendah daripada Allah Bapa dan Allah Roh Kudus, kecuali dalam periode inkarnasi-Nya dimana sebagai Anak Dia membatas diri-Nya. Yesus Kristus setara dengan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus karena Ketiga Pribadi itu adalah Allah yang Esa itu sendiri (Maz 97:7; Why 5:12). Jadi, Allah Anak adalah Allah sebagai teladan dengan Ia merendahkan diri-Nya dalam rupa manusia dan mengenakan nama Yesus yang adalah Kristus (Allah yang berinkarnasi atau Allah yang datang sebagai manusia), taat pada semua hukum yang telah Ia tetapkan, mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit pada hari yang ketiga, dan naik ke sorga dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Ia adalah teladan iman sejati dan sumber kehidupan bagi orang Kristen. Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang terbesar dengan menjadikan Anak-Nya mati di kayu salib. Ini adalah berita Injil yang adalah kekuatan Allah. Alkitab menyatakan bahwa (Yesus Kristus) merupakan Anak sulung Allah dari semua anak-anak Allah maksudnya adalah bahwa Anak pun merupakan "Sahabat Sejati" yang rela mengorbankan Nyawa-Nya dan tidak menyayangkannya sama sekali untuk manusia dapat diterima sebagai anak-anak Allah.

Allah Roh Kudus (Oknum Ketiga)

Ada banyak pengertian yang salah mengenai identitas Roh Kudus. Ada beberapa yang menganggap Roh Kudus sebagai suatu kuasa mistis. Yang lainnya memandang Roh Kudus sebagai semacam kuasa yang Allah berikan kepada para pengikut Kristus. Apa yang Alkitab katakan mengenai identitas Roh Kudus? Secara sederhana – Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus adalah Allah. Fakta bahwa Roh Kudus adalah Allah dapat dilihat dengan jelas dalam banyak ayat-ayat Alkitab, termasuk Kisah Rasul 5:3-4. Dalam ayat ini Petrus mengkonfrontir Ananias yang berbohong kepada Roh Kudus dan memberitahu dia bahwa Ananias bukan “mendustai manusia tetapi mendustai Allah.” Ini adalah merupakan sebuah pernyataan yang jelas bahwa berbohong kepada Roh Kudus adalah berbohong kepada Allah. Kita juga mengetahui bahwa Roh Kudus adalah Allah karena Dia memiliki atribut-atribut atau karakteristik-karakteristik Allah. Contoh bahwa Roh Kudus mahahadir dapat dilihat dalam Mazmur 139:7-8: “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.” Kemudian di dalam 1 Korintus 2:10 kita menemukan kemahatahuan dari Roh Kudus. “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.” Kita mengetahui bahwa Roh Kudus adalah suatu Pribadi karena Dia memiliki akal budi, perasaan dan kehendak. Roh Kudus berpikir dan mengetahui (1 Korintus 2:10). Roh Kudus dapat berduka (Efesus 4:30). Roh Kudus berdoa syafaat bagi kita (Roma 8:26-27). Roh Kudus membuat keputusan sesuai dengan kehendakNya (1 Korintus 12:7-11). Roh Kudus adalah Allah, “Pribadi” ketiga dari Tritunggal.

Kesimpulan: Allah Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga di dalam Allah Tritunggal. Ia memiliki akal budi, perasaan dan kehendak (syarat sesuatu disebut Pribadi atau oknum). Roh Kudus tidak pernah menjadi Bapa dan Anak. Allah Roh Kudus (Kepribadian Roh Kudus) tidak pernah lebih tinggi atau lebih rendah daripada Allah Bapa dan Allah Anak. Allah Roh Kudus setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak karena Ketiga Pribadi itu adalah Allah yang Esa itu sendiri (Kel 17:7; Kis 5:3-4; Yes 6:3,8-10). Jadi, sebagai Allah, Roh Kudus dapat betul-betul berfungsi sebagaimana yang tertulis di dalam injil Yohanes 14:16, 26; 15:26. Dia adalah Allah sebagai Pembimbing, Pendamping, Penolong, Penyerta, dan Penghibur yang tidak terlihat, namun berada dalam hati setiap manusia yang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan hidup di dalam-Nya. Roh Kudus bukanlah tenaga aktif. Roh Kudus bukanlah kebijaksanaan (pikiran) tertinggi dari seluruh alam jagad kosmik. Roh Kudus bukanlah manusia tokoh pendiri suatu agama baru. Roh Kudus tidak pernah berbau hal yang mistik. Memang benar bahwa Allah itu maha kuasa, tetapi Roh Kudus itu bukan sekedar kuasa atau kekuatan, tetapi Roh Kudus adalah Allah sendiri, sebab Allah itu Roh adanya. Dengan demikian Roh Kudus adalah Pribadi Allah itu sendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Allah.

Kesimpulan dan Penutup

Doktrin Allah Tritunggal merupakan Doktrin yang sangat penting di dalam Kekristenan. Doktrin ini menjadi doktrin yang mutlak dibutuhkan di dalam beriman (an absolute necessity doctrine in our faith). Doktrin Allah Tritunggal bukan doktrin yang mudah untuk dipahami. Tetapi yang sulit tidak berarti kontradiktif. Kalau sulit tidak berarti bahwa doktrin ini tidak boleh dipelajari atau diajarkan. Kita harus menjadi orang yang rasionil bukan rasionalis. Sehingga hendaknya kita menaklukan seluruh rasio kita di bawah kuasa kebenaran dan kedaulatan-Nya yang Mahatinggi.

Doktrin Tritunggal jika disalahmengerti akan menimbulkan 2 pandangan ekstrim:

  1. Percaya akan tiga allah (triteisme)
  2. Percaya akan satu allah yang memakai  3 topeng (sabelianisme)

Kedua ajaran tersebut bukan ajaran Kristen. Karena tidak sesuai dengan Tritungga Alkitab. Sampai saat ini baik Yudaisme (agama Yahudi sekarang), Islam, Unitarian, Saksi Yehova tidak bisa menerima Doktrin Tritunggal Alkitab ini. Jadi, apakah tritunggal itu? Allah Tritunggal adalah Allah yang unik. Konsep Tritunggal hanya ada di dalam Perjanjian Lama dan perjanjian Baru. Di luar Alkitab tidak ada kemungkinan manusia mempunyai pengertian mengenai Tritunggal. Doktrin Allah Tritunggal merupakan doktrin Kristen yang monoteistik (Tapi bukan Monoteisme ekstrim) bukan doktrin yang bersifat teistik (Triteisme) atau politeistik (Politeisme). Allah Tritunggal adalah Allah Yang Esa yang mempunyai Tiga Pribadi (Oknum): (1) Allah Bapa, (2) Allah Anak (Yesus Kristus), dan (3) Allah Roh Kudus. Tiga Pribadi itu bukan tiga Allah, dan satu Allah tidak berarti satu Pribadi. Ketiga Pribadi ini mempunyai sifat dasar atau esensi (Ousia dalam bahasa Yunani) yang sama, yaitu Allah. Barang siapa yang tidak percaya Allah itu adalah Allah Tritunggal, maka ia tidak berhak percaya dan mengakui Allah itu kasih adanya, sebab jika Allah itu monoteistik ekstrim tetapi bukan Tritunggal yang berpribadi 3, siapakah yang menjadi objek kasih-Nya sebelum segala sesuatu diciptkan, pada waktu Allah di dalam kekekalan-Nya? Allah harus Tritunggal karena dikatakan di Alkitab bahwa di antara Ketiga Pribadi itu saling mengasihi, sehingga di dalam kekekalan sebelum segala sesuatu (ruang dan waktu) diciptakan-Nya, Allah tidak menjadi Allah yang sepi, tetapi saling mengasihi di antara Pribadi-Pribadi Tritungggal itu. Karena itu di dalam agama apapun di luar kekristenan tidak ada ungkapan Allah itu Kasih (God is Love), sebab mereka tidak mampu menggabungkan Allah yang tunggal dengan Allah yang kasih dan kekal. Jadi hanya di dalam Allah Tritunggal, Allah adalah Kasih. Karena itu ia menuntut kita untuk melakukan perintah-Nya seperti tertulis di kitab Ulangan 6:5.

 

Sebagai tambahan saya sertakan satu lagi pembahasan Allah Tritunggal dari Pdt. Budi Azali, M. Div berikut INI. Silakan diklik!

 

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Biarlah segala kemuliaan kita dikembalikan hanya kepada Allah Tritunggal (Soli DEO Gloria). Tuhan Memberkati, amin!

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

(*KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

iik j's picture

Des... paragraphnya bikin pusing..

Des..

paragrap dan space tulisan sebaiknya sama dan jangan kegedean dong... plus yang rada rapi... biar ga pusing membacanya...

he he he... thanks before...

Semangat bro!!!

To Love God Is To Obey God

desfortin's picture

Thanx Iik 4 reminding me

O ... iya  ya..

Makasih ya Iik, aku baru aja on line ne kemaren waktu diposting ulang <posting awalnya sebelum terhapus oleh Admin bagus aja kok bahkan ada smiley -nya> ga aku periksa dengan teliti lagi. Sori bikin kamu pusing bacanya, tapi tadi barusan udah aku edit font tulisannya, jadi bisa dibaca lagi, cuman untuk panjangnya tulisan ga bisa ditawar-tawar lagi <aku bermaksud biar pemahaman para rekan-rekan tentang doktrin ini melimpah, jadi maksudnya aku ga mau terlalu memperpanjang lagi perdebatan, kecuali mereka yang memang belum faham dan ingin mencari kebenaran. Bagi yang cuma ingin mencari pembenaran diri atau yang kekeh jumekeh, ngotot dan apriori, aku ga bakal terlalu layani>

Anyway, thanx ya for reminding me about this.

GBU

[LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

Vantillian's picture

@Des...Allah Tritunggal

Des, pembahasan Allah Tritunggal anda cukup komprehensif, cuma seperti yang disarankan iik, ada baiknya anda mengedit kembali paragraf tulisan anda supaya enak dibaca dan menjadi berkat.

Bagaimana pendapat anda tentang pernyataan ini :

Allah Tritunggal adalah Satu Pribadi sekaligus Tiga Pribadi?

Sola Christos...

desfortin's picture

@Vantillian:Satu ESENSI / HAKEKAT, Tiga PRIBADI (Tritunggal)

Bagaimana pendapat anda tentang pernyataan ini :

Allah Tritunggal adalah Satu Pribadi sekaligus Tiga Pribadi?


Pernyataan itu, berkaitan dengan Kristologi <doktrin tentang Kristus>, adalah konsep dari kaum Gkmin khususnya Pwijayanto dkk pendukungnya dimana dulu pernah saya debat <namun mereka tetap ngeyel> dan juga ajaran dari KOS <Kristen Ortodox Syria> versi Bambang Noorsena dimana yang dimaksudkannya adalah tentang natures <hakekat-hakekat> dari Kristus dan Kristus yang mempunyai “satu kodrat ganda”. Secara tersirat istilah MONOPHYSITE <memang konsep sesat, karena mengatakan bahwa Yesus setelah inkarnasi hanya mempunyai 1 nature/hakekat> ditolak oleh mereka yang mempunyai kristologi demikian, namun anehnya istilah DUOPHYSITE <2 natures/hakekat, konsep yang benar, karena istilah itu justru dipakai dan disetujui oleh Kredo/Pengakuan Iman Chalcedon> juga ditolak dengan alasan takut menjadi Nestorianisme <isme yang salah, karena mengajarkan DUO-HUPOSTATIS= 2 pribadi> padahal DUOPHYSITE tidak sama dengan DUO-HUPOSTATIS. DUOPHYSITE mengajarkan bahwa Kristus setelah inkarnasi “existing in two natures” yang berarti ada / mempunyai keberadaan dalam 2 hakekat. Perlu dicatat bahwa kata nature dalam Kristologi harus diterjemahkan “hakekat/esensi”, bukan “sifat”. Mengenai “satu kodrat ganda” itu menurut saya bukan hanya salah, tetapi juga kontradiktif <bertentangan dengan logika>. Memang, berulang-ulang saya sudah katakan dan akui seperti di dalam blog saya di atas,  bahwa doktrin Allah Tritunggal memang sulit dan melampaui akal, tetapi tidak kontradiktif. Demikian juga halnya dengan Kristologi. Kalau kita mengatakan bahwa Allah itu mempunyai 1 hakekat / esensi /ousia dalam 3 pribadi, atau Kristus itu 1 pribadi dengan 2 hakekat / natures, itu melampaui akal, tetapi tidak kontradiktif <tidak bertentangan dengan akal>. Tetapi kalau kita katakan Allah itu 1 pribadi dan 3 pribadi pada saat yang sama, itu bertentangan dengan akal <kontradiktif>. Begitu juga kalau Yesus dikatakan memiliki 1 kodrat dan 2 kodrat, atau satu kodrat ganda. Yang benar Yesus adalah satu pribadi dengan 2 hakekat / natures. Kalau ada yang mengatakan dan berkilah ini hanya masalah terminologi, maka tanggapan saya adalah bahwa teologia memang adalah persoalan terminologi, dan harus memakai kata / istilah yang persis / akurat <precise>. Teologia yang benar harus menggunakan istilah / terminologi yang benar. Demikian juga apabila istilah / terminologinya salah, maka teologianya juga salah dan bisa sesat.

Allah Tritunggal adalah Allah Yang ESA <satu Hakekat/Esensi/Ousia Allah>, namun yang berpribadi TIGA / Tiga OKNUM <Bapa, Anak, Roh Kudus>. Tiga Pribadi itu bukan TIGA Allah, tetapi SATU Allah di dalam Keesaan Allah. Ketiga Pribadi itu ada dari kekal sampai kekal dan tak terpisahkan, namun mereka berbeda satu sama lain. Bapa bukan Anak, Anak bukan Bapa, Bapa bukan Roh Kudus, Roh Kudus bukan Bapa, Anak <Yesus Kristus> bukan Roh Kudus dan Roh Kudus bukan Anak <Yesus Kristus>. Tetap Bapa adalah Allah, Anak <Yesus Kristus> adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah.

Secara umum, kita mengenal tiga pribadi dalam Allah yang ESA itu memiliki titik fungsi masing-masing. Ada Tiga Karya Allah yang paling besar dan penting <bukan berarti Allah hanya punya 3 karya>. Bapa secara umum kita kenal sebagai Pencipta <the Creator> langit dan bumi. Anak <Yesus Kristus> secara umum kita kenal sebagai Penebus <the Redeemer> umat manusia. Dan Roh Kudus kita kenal sebagai Pengwahyu <Revealer> kebenaran kitab suci. Namun ini bukan berarti masing-masing pribadi itu tidak saling berbagian di dalam tiga karya yang agung itu, sebab mereka adalah Allah yang Esa itu sendiri. Bapa, Anak dan Roh Kudus sama-sama Mencipta, Menebus dan Mengwahyu. Melalui Yesus Kristus kita sampai kepada Bapa dan oleh Roh Kudus <melalui peristiwa kelahiran kembali> kita bisa percaya dan mengaku Yesus Kristus Tuhan <Bapa merencanakan Keselamatan, Yesus Kristus menggenapkan Keselamatan dan Roh Kudus melaksanakan Keselamatan>.

Jadi, Tritunggal adalah bukan satu Pribadi sekaligus tiga Pribadi.

tetapi

Satu Allah dengan Tiga Pribadi.

[LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

desfortin's picture

Komentar2 yang pernah Hilang <Tritunggal>

MONOTEISME KRISTEN vs TRITEISME/POLITEISME (Pembahasan Doktrin Allah Tritunggal)

Dikirimkan oleh Lost Admin pada Rab, 2008-12-31 00:00

Judul Komentar : Alhamdulillah, aku selesai membacanya!
Pengirim : erick
Tanggal : Sat, 20 Dec 2008 21:24:38 +0700
Komentar :

JRWEEEENGGGGGG, panjang asli tulisannya!

Komentar:

1. Aku melihat gaya retorika Pdt Stephen Tong, ditulis sama des14, sehingga terlihat smuanya acak-acakan. Knapa juga ga pake gaya sendiri?

2. Sakin emosional nulisnya, emosi yang disajikan sepertinya mendua. Emosi dari Pdt. Stephen Tong adalah yang pertama, emosi penulis yang mau cepet-cepet pembaca ngerti apa itu arti Tritunggal yang ke dua.

3. Kalo mungkin, aku usul aja..... apa yang sudah kamu peras, sarikan, dan buat menjadi konsentrat disajikan tanpa prelude dan postlude. Hal tsb merusak. (menurut saya loh!)

Terus terang aja, aku pendengar kotbah pak Pdt. Stephen Tong, sehingga gayanya kebaca, tedengar, dan terlihat sekali disini. Padahal aku mau des14 punya.



Judul Komentar : Tubuh Jiwa Roh?
Pengirim : pwijayanto
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 09:32:27 +0700
Komentar :

Lalu saya beranalogi lagi untuk teman saya yang Muslim itu, “Coba kamu bayangkan manusia itu kan punya tiga unsur: tubuh, jiwa dan roh, saya tanya dia lagi, apakah kamu itu tiga manusia karena kamu memiliki tubuh, jiwa dan roh?” 

Itukah TRITUNGGAL?

  • tubuh saja, tanpa jiwa dan roh = MAYAT
  • jiwa saja tanpa tubuh dan roh = ? (HANTU mungkin..)
  • roh saja tanpa jiwa dan tubuh = ? (gaib lah....)

padahal dalam Tritunggal:

  • Bapa = Tuhan
  • Anak = Tuhan
  • Roh Kudus = Tuhan

Hm.., saya ingat sebuah kisah pertobatan seorang Kristen menjadi Islam, gara-gara kalah debat masalah Tritunggal:

Orang Kristen ini menganalogikan Tritunggal dengan rokok, api dan asap, itulah SATU KESATUAN, dan ketika di debat oleh seorang Kyai:

  • ROKOK saja tanpa api dan asap = ROKOK&nbs
    p;mati
  • API saja tanpa rokok dan asap = tetap api dan bukan Api Rokok
  • Asap saja tanpa Api + Rokok = tetap Asap

Tuhan yang ESA itu SATU pribadi atau TIGA pribadi?

salam, www.gkmin.net .



Judul Komentar : @Mr. Erick
Pengirim : desfortin
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 20:17:22 +0700
Komentar :

 

Maaf saya baru baca tanggapan anda. Karena maklum saya tidak bisa on line di SABDaspace ini setiap hari karena kesibukan saya yang sedang menggarap skripsi saya saat ini. Well, first of all, thanx for your comment Mr. Erick. I appreciate what you said and wrote. I have predicted your such comment before. Karena itu saya tahu dan yakin anda juga pendengar khotbah Stephen Tong. Akhirnya saya harus mengatakan ini dengan menjawab tanggapan anda itu.

1.      If you pay attention to my other blogs (indeed, it’s not your point, but hopefully you have read), saya memang pengagum Pdt. Dr.
Stephen Tong dan termasuk orang yang mengikuti perkembangan pelayanannya (Tgl 19 Desember kemaren ada KKR di Surabaya di mana beliau yang berkhotbah. Apakan anda ada hadir di sana?). Saya juga membaca dan menyelidiki buku-buku serta pendengar yang baik untuk khotbah-khotbah beliau. Beliau dengan pemikiran-pemikirannya, dan teologi reformednya memang sangat mempengaruhi saya sejak dua tahun terakhir lebih ini sejak saya kembali kepada Kristus. Karena itu saya tahu dan hapal betul gaya dan pengajaran beliau. I go with him. Sehingga teman-teman saya sering memanggil saya sambil bercanda, “Stephen Tong muda”. Saya merasa senang di satu sisi, tapi juga kecewa karena kata-kata itu diucapkan bukan hanya bercanda tapi menghina saya dan Stephen Tong, buktinya banyak dari mereka yang apriori dan alergi dengan ajara
n beliau (padahal what he teaches is really biblical and very amazing even the best in the world, in my mind. He examines the scrutiny of the Bible). It’s up tou to say my writing above is messy or jumbled in words. Tapi saya memang menulis itu sendiri dengan daya upaya yang saya miliki atas pengajarannya. As a result, my style can be influenced.

2.      Saya memaksudkan tulisan ini memang supaya pembaca tahu dan mengerti doktrin ini dengan pemahaman yang kaya dan melimpah, makanya saya senagaja mempostingnya dengan panj
ang lebar, supaya jangan semakin banyak lagi orang yang salah dan kekeh jumekeh dengan pendapat mereka yang keliru mengenai doktrin ini (seperti di beberapa komentar di blog lain tentang topic ini), meskipun tanggapan atau pemahaman yang negative tidak bias kita halangi.

3.      Terimakasih atas usulannya. Yang pasti saya tidak bermaksud merusak atau apa yang lain, selain supaya pembaca mengerti doktrin ini dengan baik, meskipun otak atau pengertian manusia sulit dibendung dari yang salah, tapi setidaknya saya bisa membagikan ini kepada semua untuk menjadi berkat bukan seba
liknya. Adakah yang setelah baca postingan saya ini menjadi rusak atau malah semakin bingung dan kacau? Saya yakin yang semakin kacau dan bingung itu adalah mereka yang tidak biasa berpikir keras, yang tidak menggunakan rasionya dengan maksimal, mereka yang hanya suka yang praktis atau mereka yang malas belajar dan mereka yang anti dengan doktrin ini serta mereka yang biasa masa bodoh dengan teologi dan doktrin, khususnya doktrin Allah Tritunggal yang memang tidak mudah ini.

 

Terimakasih Mr. Erick, saya kira itu saja dulu tanggapan balik saya tas tanggapan anda di blog saya ini. Semoga anda mengerti maksud saya. Saya hanya berharap semoga tulisan di atas memberi manfaat bagi mereka yang memerlukan pemahaman yang benar tentang doktrin Allah Tritunggal.

 

*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : @Pwijayanto
Pengirim : desfortin
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 20:18:22 +0700
Komentar :

 

Tanya @ Pwijayanto

Kutipan Pwijayanto atas bagian tulisan saya di atas:

Lalu saya beranalogi lagi untuk teman saya yang Muslim itu, “Coba kamu bayangkan manusia itu kan punya tiga unsur: tubuh, jiwa dan roh, saya tanya dia lagi, apakah kamu itu tiga manusia karena kamu memiliki tubuh, jiwa dan roh?” 

Maksud anda mengutip bagian tulisan saya di atas itu dengan tanggapan anda di bawahnya itu apa? Maaf saya kurang jelas. Apakah anda bertanya atau menganggap saya sekarang menyetujui pendapat itu? Pendapat itu adalah pendapat saya waktu saya dulu masih duduk di bangku SMA ketika saya menjawab pertanyaan dari salah seoarang teman saya yang Muslim. Konsep saya tentang Tritunggal sekarang sudah berbeda. Kalau anda sudah selesai membaca tulisan saya yang memang cukup panjang itu tentan
g topik Tritunggal di atas, seharusnya anda tahu pandangan saya.

Atau anda hanya teringat saja dengan kisah pertobatan seorang Kristen menjadi Islam yang anda sertakan di kotak komentar anda di atas? Saya boleh bertanya, apa tanggapan anda tentang kisah masuknya seorang Kristen (yang katanya Kristen, pdhal mungkin blm tentu Kristen yg sungguh2 sdh dslamtkan) itu? Menurut saya pemahamannya tentang Tritunggal payah, sehingga dia beranalogi seperti itu. Kemudian saya saya tanggapi sedikit komentar anda yang ini. Saya juga jadi teringat dengan perdebatan seorang Khatolik awam dengan mubaligh Islam, yang mana orang Khatolik itu yang kalah dan hanya gara-gara tidak bisa menjawab pertanyaan serangan dari mubaligh Islam itu, sehingga ia meninggalkan iman katholiknya dan masuk Islam. Buku itu say abaca ketika saya kelas dua SMA. Kenapa seorang katholik itu kalah debat? Karena memang pemahamannya tentang Alkitab itu tidak melimpah, tetapi dia sok pintar dan berani men
datangi sebuah pondok pesantren untuk berdebat di sana, tapi tanpa dia sadar seperti binatang kurban yang bakal menyerahkan dagingnya kepada tukang jagal. Perdebatan itu memang sempat berlangsung selama beberapa hari dan hasilnya direkam di dalam kaset dan dibukukan sehingga saya pada waktu SMA itu sempat membacanya. Dan kemenangan perdebatan itu diraih oleh pihak Islam.

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : @desfortin..erick itu ms bkn mr..
Pengirim : Ang Che Chen
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 20:38:07 +0700
Komentar :

dear desfortin..

buat informasi saja..erick itu cewek kok..nicknamenya saja yg cowok..



Judul Komentar : @pwijayanto
Pengirim : erick
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 20:43:28 +0700
Komentar :

Mas pwi, do your homework first!

Belajar baik-baik tentang logika, baru anda akan mengerti dengan baik apa itu Allah tritunggal/ (maaf mungkin lebih sopan bagi anda jika saya menulisnya dengah YHWH tritunggal. Karena dengan menggunakan kata YHWH, mas pwi sedikit lebih konek tentang kekristenan)



Judul Komentar : desfortin
Pengirim : bintang seven
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 21:19:23 +0700
Komentar :

akhirnya nambah satu lagi blog ttg tritunggal............ saudara des mengatakan ini sulit......... klo boleh usul des mbok ya..... ditambahin sedikit dg kata2 namun demikian bukan mustahil untuk dipelajari karena alkitab memberi jawabannya asal anda bersabar....... (supaya kata sulit tidak mjdkan tritunggal sbg hal yg dihindari krn orang dah trauma duluan apalagi sblm2nya pernah dijelasin dan keblinger...... hehe.........)

dan gw mo tanya aja nih des sbg anak kecil klo emang tiga pribadi tp satu hakikat........... begitu ruwet n tiba2 ada orang baru anda pertobatkan  bagaimanakah anda menjelaskan padanya yg baru jd kristen bhw ini doktrin yg penting? karena menjelaskan ttg ibarat es,uap,dingin eh....salah........... ibarat matahari, sinar dan panas eh salah......... mestikah menunggu dulu dll?

 

2 hal aneh dihidupku 1.A.G Bell menemukan telpon dan banyak orang ketawa sendiri di telpon.... 2.Yesus Kristus orang israel mati di salib dan aku bisa
kesurga.......



Judul Komentar : Allah itu Tritunggal adanya
Pengirim : desfortin
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 21:24:25 +0700
Komentar :

Pwijayanto, anda memang ngawur dan sok pintar. Doktrin Tritunggal sudah berabad-abad dan diyakini oleh orang Kristen dari jaman ke jaman meskipun ada bermacam-macam pandangan juga, tapi sebagian besar para teolog Agung, para ahli dan orang-orang yang sungguh2 bljar Alkitab, mengakui kebenaran doktrin ini. Saya sudah baca posting anda di link yg anda buat. Saya sudah yakin sebelum saya buka link anda itu bahwa anda tidak percaya Trinitas/Tritunggal. Kenapa anda tidak percaya Allah berpribadi? karena anda sendiri tidak meyakini sepenuhnya Allah tritunggal itu. Jadi sebagai konsekuensi logisnya anda tidak beriman kepada Allah Tritunggal. Kalau orang benar-benar belajar dan percaya pada Allah Tritunggal, maka anda juga harus mengakui Allah sebagai Allah yang berpribadi tiga. Saya akui doktrin ini memang sulit dan tidak bisa dijelaskan dengan tuntas dengan rasio kita yang terbatas ini, bahkan mungkin sampai ke dalam ke kekekalan nanti. Bisakah kita mengerti dengan tuntas perkat
aan Yesus Kristus ketika disalib,"Eli..Eli, lama sabakhtani?" Dapatkah kita mengerti penderitaan-Nya yang begitu kejam dan menakutkan itu? Bagaimana kita mengerti Ia yang juga adalah Allah sendiri menjadi manusia bersalut darah dan daging serta dijadikan berdosa demi kita? Anda sepertinya tidak memahami tulisan saya di atas tentang konsep pribadi Allah? Tolong rendah hatilah belajar. Doktrin Tritunggal itu mutlak dibutuhkan di dalam iman Kristen. Kalau anda tidak percaya, makanya teologi anda ngawur dan tidak bertanggung jawab. Filsafat jawa yg anda pelajari itu juga turut mempengaruhi pikiran anda. Seharusnya Alkitab yang lebih harus melalmpaui segala macam filsafat. Karena semua filsafat di dunia ini, jika anda takluk dan sungguh menyelidiki Alkitab dengan ketat, maka tidak ada satupun filsafat dunia ini yang bisa mengalahkan Alkitab. Alkitab itu LUAAAR Biasa.

Thanx

 

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : pwi nanya
Pengirim : bintang seven
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 21:56:00 +0700
Komentar :

pwi gw mo tanya nih lo dah dibaptis belum? dan klo udah tolong dong diceritain waktu lo dibaptis pendeta atau pemimpin lo ngomong apa? alias lo dibaptis dlm nama apa aja?........ dan kenapa lo mau dibaptis?

 

 

2 hal aneh dihidupku 1.A.G Bell menemukan telpon dan banyak orang ketawa sendiri di telpon.... 2.Yesus Kristus orang israel mati di salib dan aku bisa kesurga.......



Judul Komentar : @Bintang7
Pengirim : desfortin
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 22:39:07 +0700
Komentar :

Pertama-tama saya berterima kasih atas komentarnya. Sebelum saya menanggapi tanggapan anda, saya bertanya terlebih, apakan anda sudah membaca postingan saya di atas? Kalau sudah saya tanya lagi, apakah anda sudah memahami maksud saya di atas dengan benar?

Oke sekarang saya jawab tanggapan anda:

Saudaraku, di ats di dalam tulisan saya itu saya mengatakan sulit, tetapi saya juga mengatakan kok, bukan berarti doktrin ini kontradiktif atau tidak bisa dipelajari atau tidak boleh diajarkan. Apa arti bersandar menurut anda? Apakah bersandar pada Roh Kudus itu tidak belajar dengan memakai rasio dengan maksimal? Di dalam tulisan saya di atas, saya sudah jawab itu, bahwa orang kristen harus rasionil tapi bukan rasionalis. Doktrin ini harus diakui memang tidak mudah dipahami dengan akal kita yang terbatas, tapi doktrin ini benar adanya dan doktrin ini juga mutlak diperlukan di dalam iman percaya kita. Di dalam tulisan saya di ats saya juga ada mengatakan
tentang wahyu progresif. Anda tahu maksudnya? Kalau sudah baca pasti tahu. Cara Allah juga dalam memperkenalkan diri-Nya kepada umatnya sejak dari PL sampai PB, selangkah-demi selangkah menuntun mereka seperti makna Wahyu Progresif itu. Allah sejak dari PL dengan metode Wahyu ini memperkenalkan diri-Nya sebagai yang Esa terlebih dahulu. Baca ayat Syamma di kel 6:4-5! "Hei, Israel dengarlah Allahmu adalah Allah yang Esa....." Namun selangkah demi selangkah demi selangkah sampai PB, kalau kita selidiki dengan cermat Allah itu memang Tritunggal adanya (Esa dengan Tiga Pribadi yang tak terpisahkan dan tak ada percampuran di dalamnya). Kenapa saya terang-terangan mengatakan doktrin ini sangat sulit? Karena saya meyakini dan berprinsip dalam mengerti kebenaran itu kita tidak boleh setengah-setengah atau ditutup-tutupi. Kalau sulit katakan sulit, kalau mudah katakan mudah. Hanya orang yang apriori dan malas belajar yang kebinger duluan membaca tulisan saya di atas. Anda p
ercaya Allah Tritunggal kan? berarti anda juga percaya dengan Roh Kudus? Roh Kudus adalah Allah itu sendiri. Ia berkuasa membawa kita kepada Kristus dengan pengertian yang benar. Orang yang sekeras apapun hatinya, kalau Roh Kudus yang gerakkan untuk kembali dan beriman kepada Alkitab, pasti orang itu tidak bisa kemana-mana. Bangsa pilihan tidak akan binasa. Jadi mereka yang akhirnya murtad karena menolak Tritunggal bukan karena saya yang mengatakan doktrin ini sulit atau apa, tapi karena mereka tidak rendah hati belajar dan tidak sungguh-sungguh takluk kepada Roh Kudus yang memimpin kepada seluruh kebenaran. Atau karena mereka memang belum sungguh-sungguh diselamatkan (Saya percaya doktrin predestinasi). Jadi ketika kita memiliki pengertian yang benar tentang Alkitab dan doktrin-doktrin atau ajaran-ajaran di dalamnya, berarti kita dipimpin oleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus adalah ROH KEBENARAN, dan Ia tidak membuat kita semakin memiliki pengertian yang kacau dan ngawur. Roh Ku
dus akan membawa kita kepada Kristus dan Kristus akan membawa kita kepada Bapa (Allah Bapa mempersiapkan Keselamatan, Allah Anak menggenapkan Keselamatan dan Allah Roh Kudus melaksanakan keselamatan ke dalam hati setiap orang yang percaya yang dipilih oleh Allah dari setiap suku dan bangsa sesuai dengan jumlah yang sudah ditetapkan-Nya sejak semuala untuk menjadi bangsa pilihan-Nya).

Saudara Bintang Seven, mungkin saya lebih anak kecil (lebih muda) dari anda. Sekarang saya masih menggarap skripsi (ngomong ini terus aku ah....bosan dec. Ya,,,,just 4 you to know about me karena saya juga tidak ekstrim anti ke-akua-an, haha...). Anda tahu kenapa saya pakai nickname Des14 (meskipun ini juga nama asli saya, saya tidak bohong pakai nickname itu di SS ini)karena saya lahir pada tanggal 14 Desember. Dan seminggu yang lalu say genap berusia 24 tahun. Wah,....jadi promosi ultah ni, hehe....

Ketika menghadapi petobat baru sebaiknya kita memang menuntun mereka dengan baik.
Doktrin yang sulit diajarkan kemudian, yang penting mereka percaya dulu dengan konsep Allah yang Esa. Di blog saya di atas secara tersirat sudah saya jelaskan bagaimana Wahyu Progresif itu, tentang bagaimana Allah mewahyukan diri-Nya. Allah juga pertama-tama sejak di Kitab Kejadian pasal 1 memperkenalkan Keesaan-Nya itu, tetapi sekaligus juga tentang Ketritunggalan-Nya, meskipun memang tidak secara gamblang seperti di PB. Saya juga sama, kalau menghadapi orang atau teman saya yang baru Kristen, saya juga akan bimbing pemahamannya itu dengan menganggap Allah itu Esa sambil sedikit demi sedikit (slow but sure) membawanya kepada pengertian doktrin-doktrin seperti Doktrin Allah (termasuk Tritunggal), Doktrin Manusia, Doktrin Dosa, Doktrin Kristus, Doktrin Keselamatan (temasuk Predestinasi), dan Doktrin Akhir Zaman.

Memang tidak ada ilustrasi dan rasionalisai yang memadai tentang doktrin ini. Saya sudah katakan di atas, bahwa otak kita ini terbatas dan tidak bisa sepenuhnya
mengerti seluruh Wahyu dan kebenran Firman. Kita hanya bisa mengerti sejauh mana kita bisa mengerti dan sejauh anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita.

Untuk masalah lustrasi Tritunggal, di atas saya sudah tulis dengan pengutip pendapatnya Pdt. Dr. Stephen Tong, yaitu relasi sebagai ganti analogi. Silakan baca ulang lagi untuk penjelasan lengkapnya

Anda menulis:

2 hal aneh dihidupku:

  1. A.G Bell menemukan telpon dan banyak orang ketawa sendiri di telpon....
  2. Yesus Kristus orang israel mati di salib dan akubisa kesurga.......

 

Saya menanggapi:

2 hal ajaib di hidupku:

  1. Suara yang terus menerus berbisik dan berbicara di dadaku di dalam jiwaku sebagai manusia. Apakah jiwa manusia itu?, dan
  2. Allah yang melampaui segala sesuatu rela turun ke dunia, rela membatas diri-Nya berinkarnasi menjadi manusia dan menderita, dijadikan berdosa demi manusia. Siapakah kami ini m
    anusia ya Tuhan, sehingga Engkau memandang dan mengingat-Nya?

Aku memuji Engkau Haleluya, aku datang kepada-Mu kini, ku percaya Engkau adalah Allah yang sejati awal dari kejadianku yang ajaib. Jika Engkau tidak ada, maka aku tidak mungkin ada dan bisa menulis tentang Engkau sekarang ini ya Tuhan dan memberi pengertian kepada saudaraku Bintang7 di Sabdaspace ini. Berkatilah komunitas blogger umat ini. Biarlah kami semakin hari semakin mengenal-Mu ya Tuhan. Terima kasih ya Allah atas anugerah-Mu yang begitu besar dan ajaib padaku. Aku mencintai-Mu. Terima Kasih ya Bapa atas kasih-Mu, ya Yesus Kristus terima kasih atas pengampunan-Mu, ya Roh Kudus terima kasih atas hidup baru yang Engkau berikan padaku sehingga aku bisa mengenal siapa Allah penciptaku. Terima Kasih ya Tuhan. Demi Yesus Kristus Tuhan dan Juru selamat aku berdoa. Amin!

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : Ang Che Chen... How abot you, Boy or Girl?
Pengirim : desfortin
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 22:48:03 +0700
Komentar :

Oya? Masa sic, tapi argumennya ada unsur maskulinitasnya ada kok, hehe.... Silakan Mr/Ms. Erick sendiri yang jawab, Actually it's not my point. I beg you pardon Ms Erick (So, how should I call you?) if I made any mistakes when calling your name or giving my comment.

Thanx

 

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : erick
Pengirim : erick
Tanggal : Sun, 21 Dec 2008 22:57:28 +0700
Komentar :

Aku menulisnya disini dan disini

 tapi dah ijin loh, sehingga tidak ada kejadian "Anjani"

Lord, when I have a hammer like YOU, every problem becomes a nail. =)



Judul Komentar : Alkitab memang OK, tapi bukan monopoli Alkitab
Pengirim : pwijayanto
Tanggal : Mon, 22 Dec 2008 07:51:19 +0700
Komentar :

Sebelumnya saya jawab dulu

 

@desfortin

komentar saya berjudul Tubuh, Jiwa Roh?, hanya ingin menekankan, bahwa jika Tritunggal dianalogikan seperti itu, adalah SANGAT LEMAH, dan sayangnya, hal seperti itu masih sering diajarkan oleh beberapa orang Kristen, dan ketika bingung, mereka akan menjawab, "memang sulit memahami Tritunggal, tidak bisa dianalogikan dengan sempurna"

@bintang seven,

dari lahir saya (di)masuk(kan) di Gereja Kristen Jawa, saya dibabtis ketika berumur 3 bulan, saya tidak tahu apa-apa saat itu.

@mbak erick,

logika yang mana?

===

@desfortin,

Saya sudah yakin sebelum saya buka link anda itu bahwa anda tidak percaya Trinitas/Tritunggal. Kenapa anda tidak percaya Allah berpribadi? karena anda sendiri tidak meyakini sepenuhnya Allah tritunggal itu. Jadi sebagai konsekuensi logisnya anda tidak beriman kepada Allah Tritunggal. Kalau orang benar-benar belajar dan percaya pa
da Allah Tritunggal, maka anda juga harus mengakui Allah sebagai Allah yang berpribadi tiga. Saya akui doktrin ini memang sulit dan tidak bisa dijelaskan dengan tuntas dengan rasio kita yang terbatas ini, bahkan mungkin sampai ke dalam ke kekekalan nanti.

lho.., saya percaya kok sama Tritunggal, tapi yang tidak percaya adalah bahwa Tuhan itu TIGA pribadi,

analogi saya begini:

Pernah anda tahu orang yang punya KESAKTIAN dan dapat "membelah diri" menjadi lebih dari satu "orang".  Katakanlah ada ORANG SAKTI yang dapat menjadi 2 "orang" dan dalam waktu yang bersamaan "dirinya" ada di dua tempat yang berbeda, melakukan aktivitas yang berbeda. Pertanyaannya, 2 orang itu SATU pribadi atau DUA pribadi?

Saya menganggap, 2 orang itu SATU Pribadi, yaitu pribadi ORANG SAKTI itu, itu bukan 2 orang yang "mandiri", tetapi satu orang yang "berperan ganda",
"berwujud ganda", "beraktifitas ganda".

tapi saya juga tidak setuju dengan Sabelianism

"4. Pandangan Sabellian. Allah hanya satu. Sedangkan Bapa, Anak dan Roh Kudus hanyalah penampakan - penampakan dari diri Allah Yang Esa. Bapa adalah penampakan di dalam Perjanjian Lama, Anak adalah penampakan di dalam Perjanjian Baru, sedangkan Roh Kudus adalah penampakan di dalam Gereja."

sebab, Yesus sudah ada sebelum Abraham ada...(sejak semula). Roh Kudus juga sudah ada sejak semula, Bapa juga tetap eksis sampai sekarang.

Jadi, persoalannya hanya masalah kata "PRIBADI" itu lho...,

kalau syarat "pribadi" adalah  akal budi, perasaan dan kehendak, ya.. untuk contoh ORANG SAKTI diatas, anda akan mengatakan ORANG SAKTI itu MENJADI 2 pribadi, karena masing-masing menjadi "mandiri".

====

Di luar Alkitab tidak a
da kemungkinan manusia mempunyai pengertian mengenai Tritunggal

Manusia mengerti Tritunggal dari TAFSIRnya terhadap Alkitab,

saya percaya (yakin) bahwa Alkitab memang OK, tapi tidak menutup diri bahwa di luar Alkitab ada pengajaran-pengajaran yang mirip (bahkan sama) dengan Alkitab, baik yang LEBIH DAHULU maupun yang KEMUDIAN.

 

contoh, kalau anda tahu cerita WAYANG, (wayang di Jawa berbeda dengan wayang di India).  Di Jawa, dalam cerita pewayangan ada yang namanya PUNAKAWAN ("office boy"/ HAMBA), dan salah satu tokoh dalam Punakawan adalah SEMAR,

apa keistimewaan SEMAR, sebagai anggota Punakawan,  SEMAR sangat hormat pada para  KSATRIA (misalnya Arjuna, dan sebagainya) --- dalam berbahasa Semar menggunakan bahasa Krama Inggil-- (dan para Ksatria sangat hormat pada para Dewata), tetapi "anehnya" para Dewata, SANGAT HORMAT pada SEMAR, karena Semar sesungguhnya adalah JUGA "Dewata Agung&q
uot;, yang "turun ke dunia" menjadi HAMBA. Jadi SEMAR adalah HAMBA yang DEWATA atau DEWATA yang HAMBA (dwitunggal)

Ada BERAPA pribadi SEMAR??

===

Tentang hal lain, apakah cerita bahwa Yesus (Tuhan) lahir dari seorang perawan adalah monopoli cerita Alkitab, nampaknya BUKAN, sebab beberapa mitologi sebelum Masehi ada juga menceritakan seorang 'dewa" yang lahir dari perawan, tanpa ayah.

Apakah perumpamaan Yesus adalah hal baru? nampaknya juga bukan, sebab beberapa teks "buddha" sudah memaparkan perumpamaan-perumpamaan itu, sebelum Masehi. (sehingga ada dugaan kuat bahwa Yesus pernah belajar ke Tibet).

 

Saya percaya bahwa Alkitab luar biasa, tapi apakah Tuhan memperkenalkan diriNya hanya melalui Alkitab?  Trus bagaimana dengan orang-orang yang tidak pernah mendapat kesempatan membaca / mendengar Alkitab?

Yesaya  65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak
menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.

Dan ingat, bahwa Alkitab sendiri MULTI TAFSIR, dan kita akan menganggap bahwa TAFSIR kita -lah yang paling tepat, orang lain keliru sini-keliru sana.

Saksi Yehova juga mengklaim bahwa ajarannya Alkitabiah, Unitarian juga mengklaim Alkitabiah, Trinitarianism, juga mengklaim Alkitabiah, Sabelianism juga mengklaim Alkitabiah. Yahweh-ism juga mengklaim Alkitabiah, Allah-isme juga mengklaim Alkitabiah,

Jadi..., saya tidak heran dengan kata-kata

Pwijayanto, anda memang ngawur dan sok pintar.

karena semua pandangan yang tidak sesuai dengan pandangan anda adalah pandangan yang ngawur (menurut anda)

misalnya, c
oba anda baca tulisan ini, ngawur juga khan menurut anda? (karena anda yakin bahwa Allah itu hanya sebutan saja, bukan nama?!)

salam, www.gkmin.net .



Judul Komentar : @Pwijayanto
Pengirim : desfortin
Tanggal : Tue, 23 Dec 2008 07:52:02 +0700
Komentar :

I have just read your comment

Oke bung, saya tidak mau bahas per poin komentar anda. saya tanggapi secara ummum saja. Saya meyakini Tritunggal Alkitab, if you really learn deeply and correctly, semua ide yang anda jabarkan untuk menanggapi komentar saya di atas, tidak ada samanya dengan Tritunggal Alkitab. Anda nampaknya tidak meyakini Alkitab berotoritatif di atas semua ideologi, meskipun anda mengatakan Alkitab itu luar biasa, karena dari cara pandang anda tentang tentang Yesus dan Tritunggal menunjukkan bahwa anda tidak melihat keunggulan Yesus dan doktrin Tritunggal di atas semuanya. Tentang Yesus, ada kemungkinan belajar ke Tibet itu pun hanya mitologi, supaya legenda yang spekulatif. Orang Islam juga mengajarkan tentang nabi Isa dan mereka mengatakan kalau Yesus itu Isa, tapi sebenarnya Isa di Alquran  bukanlah Yesus yang di Alkitab, meski ceritanya ada kemiripan. Jadi kita sebagai orang Kristen, yang mengakui Kristen mesti beriman dengan apa yang ada di A
lkitab, tapi bukan berarti menutup diri juga terhadap ideologi yang lain. kalau perlu belajar semuanya. Dan jika kita sungguh-sungguh rendah hati belajar tanpa menuduh Alkitab dan ideologi yang lain, saya sebagai orang Kristen mengakui bahwa Alkitan mengungguli semuanya. Tidak percaya teruslah belajar dan mencari kebenaran, mudah-mudahan kita menemukannya, tapi kalau sampai akhirnya juga kita tidak bisa temukan kebenaran atau beriman kepada Alkitab berarti kita memang termasuh dari mereka yang akan ditetapkan untuk binasa. Wahyu khusus melalui Alkitab mengungguli semuanya. Tidak ada satupun pemimpin agama yang sama dengan Yesus. Ajaran Hindu Budha dan lain sebaginya termasuk Shintoisme di Jepang atau ajaran dewa-dewa yang lain, tidak ada samanya dengan Alkitab, Hindusme ada kemiripan tapi itu juga bukan tritunggal Alkitab. kenapa saya katakan di luar Alkitab tidak ada kemungkinan mengerti Tritunggal karena hanya bangsa yang dipilih yang bisa memahami dan beriman kepada Allah
Tritunggal. Bagaimana orang di luar Kristen mampu memahaminya dengan benar, kalau Roh Kudus tidak mencerahkan sehingga mereka bisa beriman kepada Yesus Kristus dan Yesus Kristus membawa seseorang kepada Allah Bapa. Allah Tritunggal adalah Allah yabg berpribadi. Kalau kita tidak percaya Tritunggal berprobadi, itu ada indikasi kita mempercayai Titunggal versi lain, sebab doktrin ini sudah berabad-abad diterima baik oleh gereja sebagai Allah yang Esa dengan tiga Pribadi. Saya juga tidak heran jikalau di jaman ini banyak orang kembali menentang doktrin Alkitab yang sudah diakui kebenarannay karena memang ketahuilah semua ajaran yang meleset di jaman dahulu kemungkinan terulang lagi. Karena pada jaman-jaman akhir, bisa kah orang semakin beriman? Bukankah banyak orang yang suka mendengarkan ajaran palsu? telinga mereka sudah gatal dan lebih suka memiliki spirit kepada ajaran yang bukan dari Alkitab.

Mengapa banyak orang menafsirkan Alkitab dengan berbagai macam pandangan (m
ulti-tafsir)? Karena itu untuk membuktikan suatu ajaran yang paling benar, sebab di antaranya ada yang paling benar. Dan berbahagialah mereka yang sampai akhir teguh pegang Firman Tuhan, seperti kata pemazmur ia tidak akan bergoncang sampai selama-lamanya. Mereka yang akan tergoncang pasti bukan golongan yang termasuk ke dalam kaum pilihan. Tafsiran yang beragam itu pula untuk menunjukkan bahwa manusia yang berdosa itu telah sulit untuk mengerti kebenaran yang sesungguhnya, sebab memang ada satu kebenaran yang asli dari semuanya. dan kita tidak boleh ikut arus, namun juga bukan menjadi fanatik buta.

Oya link yang anda beri itu belum selesai saya baca karena cukup banyak komentarnya, saya tidak sempat tanggapi sekarang, karena saya harus menjawab pertanyaan yang lain dan karena jam9 ini saya ada janji. Tapi saya tahu saja bahwa sebenarnya YHWH, ntah bagaimana menyebutnya yang benar, itu memang nama diri Allah sebagaimana tertulis di kel 3:15 itu. Tapi saya tetap pakai A
llah karena saya tidak mau sembarangan menyebutnya. Orang Yahudi juga dulu waktu menyalin Alkitab ketika berhadapan dengan huruf konsonan YHWH itu harus mencuci diri terlebih dahulu dan mereka menuliskannya sambil berdiri, itu menunjukkan mereka begitu hormat terhadap nama itu. Sampai perjanjian Baru pun pemakaian nama itu selalu diganti dengan Theos/Kurios. Jadi bagi saya nama YHWH itu bukan berarti tidak boleh diterjemahkan, seperti yang diklaim oleh anda dan "YHWH mania" yang lain.

Thanx

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : @desfortin, unggul vs tidak unggul
Pengirim : pwijayanto
Tanggal : Tue, 23 Dec 2008 09:07:07 +0700
Komentar :

Tentang Yesus, ada kemungkinan belajar ke Tibet itu pun hanya mitologi, dan cerita-cerita yang lain itu, belum tentu kebenarannya, sebab kalau ada maka Yesus bukan yang unggul. Dan ketika kita mengatak Yesus sama saja dengan yang lain maka kita berarti belum sungguh-sungguh belajar Alkitan, meskipun kita bergumen dengan kelihatan begitu akademis.

OK, itu karena anda (juga tercermin dalam beberapa kalimat dikomentar anda selanjutnya), menganggap bahwa 'kekristenan' (Yesus) adalah yang paling unggul, sehingga tidak mungkin 'belajar' dari pihak lain.

Bagaimana anda memahami bahwa Tuhan yang maha kuasa MAU hadir di dunia dalam rupa manusia, kok mau-maunya menjadi manusia, menjadi tidak unggul?

Apakah tidak mungkin Yesus juga 'belajar' dari Tibet?

Apakah anda bisa memberi penjelasan bahwa selama "masa yang hilang" itu Yesus pergi kemana?

ada yang menganggap Dia belajar di Bet Midrash seperti keba
nyakan anak/pemuda Yahudi.

Lho... memangnya Yesus butuh belajar juga? dan kalau benar belajar ke Bet Midrash, kenapa murid-muridNya tidak direkrut dari teman-teman sekolahnya?

Dan kalau Yesus belajar di Bet Midrash, apakah berarti guru-guru di Bet Midrash lebih UNGGUL dari Yesus?  Apakah kalau Yesus (misalnya benar) belajar ke TIbet, menjadikan Yesus kurang UNGGUL?

Mungkin anda akan berpikir, jika Yesus pergi ke TIbet, maka agama Buddha lebih superior dibandingkan Kristen, dan ini secara "naluri kekristenan" membuat anda tidak rela.

(akan panjang pembahasan ini, saya tidak akan menuliskannya sekarang..)

Wahyu khusus melalui Alkitab mengungguli semuanya, saya yakin itu.

Kalau semua orang yakin seperti Anda, tidak ada agama/kepercayaan lain yang berkembang di dunia ini.

Bukankah banyak orang yang suka mendengarkan ajaran palsu?

mana yang palsu mana yang asli?

Yesus lahir dari perawan =&
nbsp;ASLI, tapi bagaimana dengan mitologi sebelum Masehi bahwa ada dewa yang juga lahir dari perawan? = PALSU?

Paskah diganti Easter, kelahiran Yesus 25 Desember = ASLI?

termasuk tritunggal, ASLI sejak kapan?  Jaman Yesus mengajar (sebelum ada gereja Kristen, bahkan sebelum kata "Kristen" itu ada, apakah sudah ada pengajaran tentang Tritunggal?  Tahun berapa "Bapa Gereja" merumuskan konsepsi tritunggal?

 Tapi saya tahu saja bahwa sebenarnya YHWH, ntah bagaimana menyebutnya yang benar, itu memang nama diri Allah..

apakah karena tidak tahu menyebut yang benar, trus kita tidak menyebutnya?

Apakah mungkin Tuhan memberikan nama (atau Nabi Musa yang mengkonsep nama itu) dengan sebuah nama yang TIDAK BISA DISEBUT?

(ada teman saya yang bilang, bahwa nama YHWH itu tidak bisa dia sebut, tapi dia bisa rasakan)

Nama diri "Allah"? "Allah" Kristen? trus nama diri &
quot;Allah" Islam apa dong?

dalam pemahaman saya, YHWH itu nama diri Tuhan (ilah) Kristen, dan Allah itu nama diri Tuhan (Ilah) Islam.

Tuhan = ilah = sesembahan 

salam, www.gkmin.net .



Judul Komentar : PWijayanto, Mustahil Yesus Ke Tibet, Sebab Dia Ke Jawa
Pengirim : hai hai
Tanggal : Tue, 23 Dec 2008 12:10:19 +0700
Komentar :

Pwijayanto, Yesus (bukan nama sebenarnya) mustahil belajar ke tibet, karena dia belajar ke Jawa sambil mengajar. Anda sudah tahu bahwa Allah Tritunggal adalah Allah Bapa  (bukan nama sebenarnya), menggunakan ilmu Kakang Pembarep Adi Wuragil sehingga tampil menjadi tiga. Ilmu itu diajarkan oleh Yesus (bukan nama sebenarnya) kepada orang Jawa dan dilestarikan oleh Ki juru Martani dengan mengajarkannya kepada Agung Sedayu. Ilmu inilah yang Yesus (bukan nama sebenarnya)  kerahkan ketika menghadapi penyaliban. Itu sebabnya di Arab muncul cerita bahwa Yesus tidak pernah DISALIB karena dia DISULAP. Yang disalib hanya satu dari pribadinya, sementara yang dua lagi justru nonton sambil minum teh Tambi, oleh-oleh dari Noni.

Sun Go Kong, mampu menjadi banyak namun ilmunya beda dengan Kakang Pembarep Adi Wuragil. Dia menjadi banyak dengan menyulap rambutnya. Apabila Yesus memang ke Tibet mustahil Sun Go Kong melipat ganda ilmunya dengan menyulap rambutnya. Orang Je
pang menguasai ilmu Kakang Pembarep Adi Wuragil ketika mereka menjajah pulau jawa. Ilmu itu bukan hanya dilestarikan namun juga dikembangkan hingga mencapai puncaknya dan diganti namanya menjadi Ilmu Seribu Bayangan. Saat ini Naruto adalah pewaris ilmu itu.

Anda tahu, ketika ahli taurat membawa pelacur menghadap Yesus (bukan nama sebenarnya) saat itu dia menulis dengan kayu di tanah. Dia sedang menggambar garis-garis untuk main Damdas. Dari pada digunakan untuk melempar, lebih baik batunya digunakan untuk main damdas. Yesus menantang siapa saja untuk main Damdas. Dia memang jago main Damdas, itu sebabnya tidak seorangpun yang berani menghadapinya, mereka menyingkir satu persatu sambil ngoceh, “Amit-amit dech. Belom dapet setoran udah musti kalah main Damdas? Lu aje!”

Di Jawa Yesus (bukan nama sebenarnya) belajar ilmu berjalan di atas air seperti yang dipelajari Daud  Tony. Ilmu itulah yang dia gunakan ketika berjalan di danau Galilea. D
ia juga belajar ilmu pelet. Dengan mempraktekan ilmu itulah maka banyak orang yang NGINTIL padanya. Sebagai balasannya Dia mengajarkan ilmu Merogoh Sukmo, di mana rohnya dapat merasuk ke dalam tubuh hewan. Ilmu Merogoh Suka tentu saja asli dari Israel karena Allah mengajarkannya pada kepada Bileam ketika merasuk ke tubuh keledainya.

Mustahil dia belajar ke Tibet, karena di tibet tidak ada ilmu berjalan di atas air, itu sebabnya Sun Go Kong tidak pernah berjalan di atas air namun terbang.  

Anda tahu ketika Yesus (bukan nama sebenarnya) melakukan mujizat membuat ikan dan roti untuk makan ribuan orang? Ilmu itu dia pelajari di Jawa, itu sebabnya anda dapat melihat persamaannya dengan ilmu para dukun Indonesia ketika mendatangkan uang GOIB. Ketika memaksa babi-babi terjun ke danau, saat itu dia menggabungkan ilmu Ilmu Kakang Pembarep Adi Wuragil dan Ilmu Merogoh sukma. Pertama-tama dia memecah diri menjadi ribuan lalu merasuk ke tubuh babi-babi
itu dan terjun.

Masih banyak lagi ilmu yang dipelajari Yesus (bukan nama sebenarnya) dari pulau Jawa, misalnya, ketika mengutuk pohon Ara dia menggunakan ilmu yang dipelajari dari teman Pwijawiyanto yang mampu merobohkan pohon di belakang rumah pendeta dari kota lain.

Ketika berdebat dengan orang Farisi, Yesus (bukan nama sebenarnya)  menyerapah mereka, “Iblislah Bapamu!” Coba anda pelajari di dunia ini, bukankah hanya orang Jawa dan Yesus (bukan nama sebenarnya) yang ketika memaki memakai kata bapak dan kakek?
Hingga saat ini tradisi itu masih lestari terjaga, “Mbapamu … Mbahmu ….”

Nah, Pwijayanto, mustahil Yesus (bukan nama sebenarnya) ke Tibet, karena dia ke Jawa.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak



Judul Komentar : Ini lelucon paling lucu di Sabdaspace
Pengirim : Samuel Franklyn
Tanggal : Tue, 23 Dec 2008 14:19:58 +0700
Komentar :

Mantap Hai-hai. Ini lelucon paling lucu di Sabdaspace. Mustinya ini dijadikan posting blog tersendiri. Yang benar-benar bikin aku ngakak pas kamu bilang Naruto pewaris ilmu Kakang Pembarep Adi Wuragil. Bwa ha ha ha.



Judul Komentar : Ha ha ha ha ...
Pengirim : hai hai
Tanggal : Tue, 23 Dec 2008 23:03:36 +0700
Komentar :

Wah, ternyata anda suka nonton film Naruto juga ya? Ha ha ha ha ...

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak



Judul Komentar : ???????????
Pengirim : Liesiana
Tanggal : Tue, 23 Dec 2008 23:41:53 +0700
Komentar :

    Kata Pwi Tuhan Yesus ke Tibet........

   Kata Hai Yesus (bukan nama sebenarnya) ke Jawa

  ???????????



Judul Komentar : @Bu Lies, tolong yang teliti..
Pengirim : pwijayanto
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 07:36:16 +0700
Komentar :

Kata Pwi Tuhan Yesus ke Tibet........

kata saya:

Dan kalau Yesus belajar di Bet Midrash, apakah berarti guru-guru di Bet Midrash lebih UNGGUL dari Yesus?  Apakah kalau Yesus (misalnya benar) belajar ke TIbet, menjadikan Yesus kurang UNGGUL?

Jika sempat, silakan baca tulisan: Apakah benar Yesus ke Tibet? 

 

nb. @hai-hai

Nah, Pwijayanto, mustahil Yesus (bukan nama sebenarnya) ke Tibet, karena dia ke Jawa.

Apa kalau sudah ke Jawa menjadi mustahil ke Tibet?

Oh ya.., kalau ke Jawa, Yesus (bukan nama sebenarnya) itu naik apa ya? berapa lama sampai ke Jawa, berapa lama tinggal di Jawa?

 Ilmu itu diajarkan oleh Yesus (bukan nama sebenarnya) kepada orang Jawa dan dilestarikan oleh Ki juru Martani dengan mengajarkannya kepada Agung Sedayu. 

Ki Juru Martani? ha ha ha dia hidup sekit
ar tahun 1600-an Bung...jaman Mataram diperintah Sutawijaya, bisa ditelusur lebih lanjut, siapa saja yang mewariskan ilmu kepada Ki Juru Martani? 

(atau Ki Juru Martani -- (yang) bukan nama sebenarnya???)

Ilmu inilah yang Yesus (bukan nama sebenarnya)  kerahkan ketika menghadapi penyaliban. Itu sebabnya di Arab muncul cerita bahwa Yesus tidak pernah DISALIB karena dia DISULAP. Yang disalib hanya satu dari pribadinya, sementara yang dua lagi justru nonton sambil minum teh Tambi, oleh-oleh dari Noni.

Ha ha ha.. ternyata Yesus (yang bukan nama sebenarnya ini) adalah seorang PENGECUT, takut mati.  Ha ha ha.. ilmunya tinggi tapi takut mati..

salam, www.gkmin.net .



Judul Komentar : Saya suka nonton film kartun
Pengirim : Samuel Franklyn
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 08:10:59 +0700
Komentar :

Kesukaan utama saya baca buku dan yang kedua nonton film kartun. Saat ini banyak fans film kartun jepang (anime) membentuk organisasi fan sub. Jadi banyak anime yang baru diudarakan di Jepang dalam waktu satu minggu sudah ada dubbing bahasa Inggrisnnya. Salah satu anime yang saya tonton berkat kerja keras para fan sub ini adalah Naruto. 



Judul Komentar : Coba deh nonton Naruto supaya paham Ilmu Seribu Bayangan
Pengirim : Samuel Franklyn
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 08:16:41 +0700
Komentar :

Pwijayanto berkata:

Ha ha ha.. ternyata Yesus (yang bukan nama sebenarnya ini) adalah seorang PENGECUT, takut mati.  Ha ha ha.. ilmunya tinggi tapi takut mati.

Saya berkata:

Salah tuh. Coba deh nonton Naruto supaya paham Ilmu Seribu Bayangan. Apa yang dialami oleh bayangan Naruto dirasakan juga oleh aslinya. Kalau bayangannya kena hantam senjata lalu lenyap Naruto juga mengalami sakit walau cuma sebentar. Makanya Naruto bisa latihan pakai ratusan bayangan dan manfaat latihan dia jadi berlipat ratusan kali. Jadi Yesus (yang bukan nama sebenarnya) bukan pengecut. Bwa ha ha ha.



Judul Komentar : @Pwi
Pengirim : Liesiana
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 09:25:43 +0700
Komentar :

Pwi menulis :

Dan kalau Yesus belajar di Bet Midrash, apakah berarti guru-guru di Bet Midrash lebih UNGGUL dari Yesus?  Apakah kalau Yesus (misalnya benar) belajar ke TIbet, menjadikan Yesus kurang UNGGUL?

Liesiana :

Saya tidak menjawab pertanyaan anda, karena Tuhan Yesus ke Tibet atau tidak tidak dijelaskan dalam Alkitab. Kalau mau maksa jawab, jawabnya ada 2 kemungkinan lebih unggul mungkin tidak. Tapi saya pribadi memilih guru-guru di Bet Midrash TIDAK lebih UNGGUL dari Yesus, karena tahu tidak, Tuhan Yesus itu idolaku lho, tidak mungkin ada manusia yang bisa melebihi Yesus. Apalagi guru-guru di Bet Midrash, tidak ada apa-apanya dibandingkan Yesus. Yesus adalah Tuhan Yang Maha Segalanya yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari maut. 

Saya tidak mau membahas Yesus pernah ke Tibet atau tidak, karena kemungkinan kecil sekali, Tibet kan jauh dari Israel, paling tidak kalau naik keleda
i memakan waktu sangat lama. Yang terpenting di Alkitab tidak disebutkan, makanya saya tidak mau berbicara kemungkinan yang percuma saja.

Sorry pak Pwi saya juga tidak mau baca "apakah benar Yesus ke Tibet", karena cuma buang-buang waktu saja.



Judul Komentar : Paramayoga
Pengirim : hai hai
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 10:21:18 +0700
Komentar :

Pwijayanto, bila saya bilang Yesus (Bukannama sebenarnya) ke Jawa sehingga dia mustahil ke Tibet, itu artinya dia memang ke Jawa dan tidak ke Tibet. Bila tidak percaya coba anda bertanya kepada Bapa. Sebab ada teman saya yang berdoa dan bertanya apakah ke Jawa atau ke Tibet, lalu diberitahu ke Jawa.

Untuk tahu siapa yang mengajari Ki Juru Martani, silahkan baca kitab Api Di Bukit Menoreh.

Yesus (Bukan nama sebenarnya) ke Jawa naik  burung. Masak anda tidak tahu bahwa suatu hari dia menciptakan burung dari tanah liat? Apabila anda pernah membaca kitab Paramayoga, anda pasti ingat ketika Yesus mengirim seekor merpati untuk menyerang Khayangan di puncak gunung Tengguru di negeri Hindi. Burung itu bertarung dengan para dewa termasuk rajanya, Sang hyang jagadnatha. Karena kalah bertarung akhirnya Sanghayang Jagadnatha melarikan diri ke pulau Jawa. Tempat yang paling aman karena mustahil Yesus (bukan nama sebenarnya) menghancurkan almamaternya dan tempat tingga
l sahabat-sahabatnya.

Benar kata Samuel anda sama sekali tidak paham ilmu kakang pembarep adi wuragil alias seribu bayangan. Makanya sering-seringlah nonton Naruto supaya paham. Anda psti cocok bila ketemu Pendeta mata keranjang.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak



Judul Komentar : Jawaban Emaku
Pengirim : erick
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 11:22:00 +0700
Komentar :

Aku dulu adalah anak kecil yang selalu bertanya:

Entah apa pertanyaanku, Ema pernah menjawab " Yesus itu anak kudus"

Lalu aku berkata "Pantas di jawa banyak orang Kristennya"

SUNGGUH ASLI GA NYAMBUNG, TAPI....... ITULAH AKU DAN EMAKU

Kayanya sih ga nyambung juga sama komen untuk blog ini



Judul Komentar : Memang Beliau Pernah Tinggal Di Kudus
Pengirim : hai hai
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 12:16:28 +0700
Komentar :

Tuh kan satu lagi buktinya Pwijayanto, dia ke Jawa dan pernah tinggal di Kudus, makanya disebut orang Kudus.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak



Judul Komentar : he.....he....he.......
Pengirim : Liesiana
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 12:54:17 +0700
Komentar :

Erick :

Hai :  

Pwi : 



Judul Komentar : yang menghapus dosa bagi orang jawa = Kang Karsa
Pengirim : pwijayanto
Tanggal : Wed, 24 Dec 2008 21:31:25 +0700
Komentar :

sekalian OOT..

bagi orang GKJ, (gereja kristen jawa) yang menebus dosa bukan Yesus, tapi Kang Karsa (Kak Karsa) -- kaKang = kaKak

karena ada lagunya di Kidung Jemaat

"kang karsa mbirat dosanira..."  (kang karsa menghapus dosaku...) ha ha ha...

salam, www.gkmin.net .



Judul Komentar : @Pw: Kita memang tidak boleh monopoli, tapi .......
Pengirim : desfortin
Tanggal : Fri, 26 Dec 2008 23:57:41 +0700
Komentar :



@PW: Kita memang tidak boleh monopoli, tapi bukan berarti kita juga boleh kompromi .



Halo Bung Pw, saya baru bisa tanggapi satu per satu tanggapan anda di blog saya ini. Sorry It took much time for me to reply. I cannot be on line every day here.

Anda menulis:

komentar saya berjudul Tubuh, Jiwa Roh?, hanya ingin menekankan, bahwa jika Tritunggal dianalogikan seperti itu, adalah SANGAT LEMAH, dan sayangnya, hal seperti itu masih sering diajarkan oleh beberapa orang Kristen, dan ketika bingung, mereka akan menjawab, "memang sulit memahami Tritunggal, tidak bisa dianalogikan dengan sempurna"

Tanggapan saya:

Oke, saya juga mengakui kelemahan analogi itu tetapi saya berkata Allah Tritunggal memang tidak bisa dianalogikan dengan sempurna. Bukan hanya karena alasan bingung ditanyai orang. Kenapa begitu? Pikirkan saja sendiri.
I have written above why it is like that.

Anda menulis:

lho.., saya percaya kok sama Tritunggal, tapi yang tidak percaya adalah bahwa Tuhan itu TIGA pribadi,

Jawaban saya:

Maaf dech Bung Petrus Wijayanto kalau saya sudah salah sangka. Tapi apakah saya memang salah sangka? Ketika anda mengatakan percaya Tritunggal tetapi tidak percaya Allah yang Esa yang terdiri dari 3 Pribadi itu apa artinya? Tri=3 Tunggal=1. Kalau anda percaya Allah Tritunggal yang tidak berpribadi 3, jadi berpribadi berapa dong? Satu? Dua? Atau Tiga? Kalau anda percaya Allah (alias YHWH seperti kegemaran anda) Esa berpribadi satu berarti anda tidak jauh berbeda dengan orang Islam yang mengakui monoteisme mutlak padahal akhirnya tidak jelas Tuhan yang mana yang mereka sembah, karena belum pernah mereka temui Allah itu. Me
reka hanya katakana Dia maha tinggi ga mungkin turun ke bumi yang rendah dan hina. Itulah bedanya dengan kekristenan. Dan jika anda percaya YHWH itu satu pribadi, konsekuensi logisnya anda tidak percaya Ketritunggalan Tuhan YHWH itu. Namun kalau anda percaya Allah (YHWH) berpribadi cuma dua itu artinya bukan Tritunggal tapi Dwitunggal namanya. Tapi kalau anda percaya Allah berpribadi 3 namun satu hakekat berarti anda percaya pada Allah (YHWH) itu Tritunggal. Namun kemudian ada dua kemungkinan ekstrim lagi anda bisa salah memahaminya (di blog saya sudah saya jelaskan), yaitu (1) Percaya akan tiga allah (2) Percaya akan satu allah yang memakai tiga topeng (Sabelianisme, kata anda anda juga tidak setuju dengan pandangan ini). Tapi kalau anda percaya Allah Tritunggal itu adalah Allah Yang Esa namun terdiri dari 3 pribadi (Satu Hakekat/Esensi/Ousia=Allah, Tiga Pribadi= Bapa, Anak dan Roh Kudus) dimana di dalam ketiga Kepribadian Allah itu tidak ada percampuran sama sekali, Bapa b
ukan Yesus, Yesus bukan Bapa, Bapa bukan Roh Kudus, Roh Kudus bukan Bapa, Yesus bukan Roh Kudus, Roh Kudus bukan Bapa dan bukan Yesus. Tetapi Bapa adalah Allah, Anak adalah, dan Roh Kudus adalah Allah. Kalau anda berpendapat seperti ini berarti anda sepaham dengan saya. Kalau anda berkata lain dari itu, itu artinya anda mengimani doktrin Tritunggal yang berbeda seperti yang saya dan maksudkan oleh teolog-teolog besar di sepanjang sejarah dan yang kemudian diterima baik oleh gereja beberapa tahun kemudian setelah konsili di Nicea 325 Masehi itu, setelah perdebatan Athanasius melawan golongan Arius (arianisme) dimana akhirnya oleh forum kemenangan diraih oleh Athanasius meskipun ia sendiri dan pihak rivalnya tidak puas karena itu dijembatani oleh Kaisar Konstantin (sudah jadi Kristen), penguasa politik pada waktu itu. Bagi Athanasius biarlah itu terus diperdebatkan karena kebenaran tidak perlu ditolong oleh kuasa politik apapun tapi hanya oleh kuasa Roh Kudus.


="">Analogi anda begini ternyata:

Pernah anda tahu orang yang punya KESAKTIAN dan dapat "membelah diri" menjadi lebih dari satu "orang".  Katakanlah ada ORANG SAKTI yang dapat menjadi 2 "orang" dan dalam waktu yang bersamaan "dirinya" ada di dua tempat yang berbeda, melakukan aktivitas yang berbeda. Pertanyaannya, 2 orang itu SATU pribadi atau DUA pribadi?Saya menganggap, 2 orang itu SATU Pribadi, yaitu pribadi ORANG SAKTI itu, itu bukan 2 orang yang "mandiri", tetapi satu orang yang "berperan ganda", "berwujud ganda", "beraktifitas ganda". Jadi, persoalannya hanya masalah kata "PRIBADI" itu lho..., Kalau syarat "pribadi" adalah  akal budi, perasaan dan kehendak, ya.. untuk contoh ORANG SAKTI diatas, anda akan mengatakan ORANG SAKTI itu MEN
JADI 2 pribadi, karena masing-masing menjadi "mandiri".

Saya dulu waktu saya masih berlatar agama suku, hal-hal mistis memang bukan merupakan hal yang asing. Tapi akhirnya sekarang saya jadi pengikut Kristus karena saya tidak memiliki perdamaian yang sejati ketika saya masih menyembah sesuai dengan kepercayaan agama primitif itu. Saya menemukan kebenaran di dalam Kristus jauh lebih tinggi dan lebih unggul serta lebih agung dari semua ideologi dan agama di bawah kolong langit ini.

Bagi saya memang yang disebut pribadi itu ya seperti itu, at least ada unsur rasio, perasaan dan kehendak.  Karena di dalam diri Allah memiliki unsure itu.

Benda tidak berpribadi, besi, kayu dan benda-benda mati lainnya tidak berpribadi. Manusi
a berpribadi. Allah juga berpribadi, tapi bukan satu pribadi. Allah memiliki 3 Pribadi (Bapa, Anak dan Roh Kudus) yang berbeda, namun tak terpisahkan.

Untuk cerita ORANG SAKTI yang bisa membelah diri seperti yang anda katakan itu saya baru dengar dari anda saja. Saya boleh tanya sedikit dulu, ORANG SAKTI itu cuma bisa membelah dirinya 2 “orang” atau bisa 3 atau bisa lebih ya? Apakah di saat-saat tertentu orang sakti itu menjadi satu orang atau terus 2 orang atau 3 orang dst? Apakah orang satu bisa bicara dengan orang yang lainnya di dalam satu ORANG SAKTI itu? (oo….iya ya…I got it anda cuma menganalogikan kan bukan menceritakan sesuatu yang nyata, hehe…) Tapi, kalau cuma bisa membelah dua pribadi, berarti belum bisa menjelaskan Allah yang Tritunggal dong? Allah juga tidak pernah membelah diri-Nya demikian kok.
Allah tidak terdiri dari 2 Pribadi atau pernah menjadi 2 Pribadi, tapi ketiga Pribadi itu ada dari kekal sampai kekal, tidak berubah, mereka saling mengasihi. Itulah sebabnya Allah disebut berpribadi dengan unsur yang saya sebutkan di atas, salah satunya adalah unsur perasaan. Bapa mengasihi Anak demikian sebaliknya. Roh Kudus bisa bersedih, didukakan dsb. Di dalam relasi Allah Tritunggal itu mereka saling berkomunikasi. Apakah ke2 orang sakti yang membelah diri dari satu pribadi ORANG SAKTI itu bisa saling ngobrol, saling mengasihi? Bisakah SATU ORANG SAKTI itu berkata mari kita menciptakan ini dan itu? Haha…

Gambaran yang saya cukup acungi jempol untuk menjelaskan Allah Tritunggal adalah sebagai berikut. Ilustrasi ini bukan punya saya:

Relasi ganti analogi
lang="EN-US" style="">.

Orang Kristen hanya punya satu Kitab Suci, yaitu Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tetapi jika orang À
orang Kristen hanya memiliki satu Kitab, bagaimana semua orang Kristen membacanya, bukankah harus antri? Jawabanya adalah tidak perlu, kita bisa masing-masing membeli satu kitab. Apakah kemudian di sini orang Kristen jadi punya banyak kitab? TIDAK. Tetap hanya ada satu kitab, tetapi kitab saya bukan kitab kamu, dan kitab kamu bukan kitab dia. Tetapi kita semua hanya punya satu kitab. Waktu saya minta anda dan dia untuk buka Injil Yoh 1:1 maka di kitab anda, saya dan dia tercatat bunyi Firman Tuhan yang sama yaitu: “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”  Kita akan membaca firman yang sama”. Tetapi ini bukan analogi, hanya merupakan relasi. Adanya volume dan esensi. Tapi tetap gambaran inipun tidak bisa tuntas men
jelaskan Tritunggal, tetap ada kelemahan dan menimbulkan pertanyaan lagi, yaitu mengapa harus berhenti pada tiga? Bukankah bisa empat, bisa lima atau lebih banyak lagi?










Tetapi Allah Tritunggal hanya berhenti sampai tiga, tidak bisa dikurangi atau ditambah. Angka tiga menjadi angka eklusif untuk Allah Tritunggal. Di sini pula misterinya.

Nah ….bung Pwijayanto, apa jawaban anda sekarang? Apakah anda bisa mempermudah ilustrasi Tritunggal sehingga semua yang ada di SS ini bisa belajar dari anda atau tanya KO Hai-Hai. Hai KO Help us dong!?????!!! What will you say about our long arguments here?

Saya menulis:

Di luar Alkitab tidak ada kemungkinan manusia mempunyai pengertian mengenai Tritun
ggal

Anda menulis:

Manusia mengerti Tritunggal dari TAFSIRnya terhadap Alkitab. Saya percaya (yakin) bahwa Alkitab memang OK, tapi tidak menutup diri bahwa di luar Alkitab ada pengajaran-pengajaran yang mirip (bahkan sama) dengan Alkitab, baik yang LEBIH DAHULU maupun yang KEMUDIAN. Contoh, kalau anda tahu cerita WAYANG, (wayang di Jawa berbeda dengan wayang di India).  Di Jawa, dalam cerita pewayangan ada yang namanya PUNAKAWAN ("office boy"/ HAMBA), dan salah satu tokoh dalam Punakawan adalah SEMAR. Apa keistimewaan SEMAR, sebagai anggota Punakawan,  SEMAR sangat hormat pada para  KSATRIA (misalnya Arjuna, dan sebagainya) --- dalam berbahasa Semar menggunakan bahasa Krama Inggil-- (dan para Ksatria sangat hormat pada para Dewata), tetapi "anehnya&quot
; para Dewata, SANGAT HORMAT pada SEMAR, karena Semar sesungguhnya adalah JUGA "Dewata Agung", yang "turun ke dunia" menjadi HAMBA. Jadi SEMAR adalah HAMBA yang DEWATA atau DEWATA yang HAMBA (dwitunggal).

Tanggapan saya:

Saya memahami Tritunggal memang berdasarkan proses pembelajaran dan tafsiran, tapi tafsiran yang bukan sembarangan. Namun saya juga menyerahkan pengertian saya pada pimpinan Roh Kudus. Ketika mengerti Tritunggal, pengertian itu  bukan serta merta turun dari langit, atau Allah bicara secara langsung seperti di line telepon, atau di jaman para nabi di PL dan rasul di PB, di jamn itu oke, tapi kalau sekarang apalagi mereka yang sering mendapat mimpi dan penglihatan dalam artian fisik dan lahirian, saya malah meragukan yang begitu, jangan-jangan ada roh lain yang merobah-robah sehingga seperti
nya suara Tuhan padahal bukan, atau halusinasi saja. Di dalam mengerti kebenaran Alkitab kita harus pakai akal budi alias otak dan rasio juga, bukan hanya perasaan apalagi dari bisikan alam gaib. Karena Roh Kudus tidak berbicara kepada kita seperti itu. Yang sering begitu adalah mereka yang menganut teologi kemakmuran dan pengkhotbah-pengkhotbah alam roh, yang katanya bisa merogoh sukma segala. I don’t go with them. I go go with the Bible Revealation.  Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Waktu mengerti kebenaran tidak berarti otaknya ditaruh di bawah apalagi di dengkul lalu taat pada Roh Kudus tapi emosinya di taruh di mana? Mereka-mereka yang sering bicara tentang Roh Kudus justru mereka adalah yang paling tidak mengerti Roh Kudus dan menghina Roh Kudus dengan doktrin mereka yang sembarangan. Saya tidak peduli dibenci atau dihakimi oleh orang-orang ketika saya mengatakan kalimat-kalimat seperti ini. Biarlah kebenaran itu tetap ke
benaran. Dan saya yakin akan penghakiman Tuhan, manusia bukan hakim final tapi Allahlah hakim final yang tunggal. Biarlah masing-masing kita mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan. Siapa paling banyak diberi namun tidak menjalankan tugasnya maka orang itulah yang akan mendapatkan penghakiman yang lebih berat.

Bagaimana orang di luar Alkitab bisa punya pengertian tentang Alkitab dengan persis seperti doktrin Alkitab? Tritunggal Alkitab, yang disebut Tritunggal Alkitab, ya hanya di Alkitab, semua yang di luar itu cuma mungkin ada tapi hanya merupakan kemiripan. Mirip berarti tidak sama kan? Ya berarti tetap tidak sama. Di luar Alkitab adakah yang sama dengan cerita Bapa, Anak dan Roh Kudus? Kalau ada itu berarti hanya contekan dan bualan semata. Karena Tritunggal memang hanya ada di Alkitab. Kemudian, jikalau kita tidak percaya Allah itu adalah Tritunggal, maka kita tida
k berhak percaya bahwa Allah itu kasih adanya, sebab jikalau Allah hanya tunggal dan bukan Tritunggal, siapakah yang menjadi objek kasih-Nya sebelum segala sesuatu diciptakan? Kalau Dia adalah Allah yang Kasih, tetapi sebelum segala sesuatu ada, tidak ada objek kasih-Nya, maka Dia kan merakan kesepian yang akan menjadi masalah. Mohon renungkan doktrin yang begitu dalam ini saudara. Sebeleum segala sesuatu diciptakan, sebelum ada waktu dan tempat, di dalam kekekalan, Dia adalah tetap Allah yang kasih dan Dia adalah Allah yang kekal, sebab di antara ketiga Pribadi itu Allah saling mengasihi. Allah Tritunggal dan Allah yang kasih menjadi gabungan yang kekal; Allah yang kekal mempunyai kasih yang kekal juga. Dan sebagai Allah yang kasih Ia berhak menuntut kita untuk mengasihi-Nya juga (Ulangan 6:5). Maka dari itu, di dalam agama apapun di luar kekristenan tidak ada ungkapan Allah itu Kasih (God is Love
)
sebab mereka tidak mampu menggabungkan Allah yang tunggal dengan Allah yang kasih dan Allah yang kekal. Mohon renungkan pemahaman yang mendalam ini. Inilah yang saya sebut keunikan kekristenan dimana hanya melalui Alkitab pengertian Tritunggal itu ada. Itu yang saya maksudkan ketika saya menulis kalimat komentar saya di atas yang anda komentari dan sekarang saya mengomentari ulang komentar saya itu sekaligus menjawab komentar anda terhadap komentar saya itu, hehe….

Untuk usaha anda mencari kemiripan dan persamaan Allah tritunggal dengan sumber di luar Alkitab, mohon maaf, saya memang kurang memahami betul tentang cerita pewayangan yang anda suguhkan dan tawarkan sebagai barang dagangan anda di pasar “klewer”ini. Jadi mohon maaf kalau saya juga jadi salah menaggapi. Tapi saya akan menaggapi sejauh cerita yang anda tawarkan itu dengan segala daya upaya yang saya miliki untuk memahaminya, memang akan lebih baik bila
saya juga menguasai cerita PUNAKAWAN itu, agar tidak hanya berspekulasi. Tapi kayaknya dari sedikit yang anda ceritakan itu, saya menangkap intinya bahwa Allah Tritunggal Alkitab yang saya imani lebih unggul dari itu, dan tidak sesulit dan serumit memahami Tritunggal, karena dalam memahami Allah Tritunggal Alkitab, kita mempelajari Allah yang tak terbatas dengan rasio kita yang terbatas. Bagaimana kita dapat memahami dengan tuntas Allah yang Esa tetapi juga tiga Pribadi. Tiga Pribadi juga Allah yang Esa. Di dalam ketiga Pribadi itu tidak ada peretntangan baik dari segi rencana kehendak dan kuasa. Ketiga-tiganya setara dalam segala Allah sebab mereka adalah Allah yang SATU itu. Bagaiamana kita mengetahui dengan jelas kapan Pribadi Yesus dianggap sebagai Allah dan kapan sebagai manusia, apakah ketika Ia berkata kepada Allah, “Bapa …” itu 100 % Ia Allah, dan bukan manusia dan ketika Ia memanggil “AllahKu..” itu Dia 100% manusia, tetapi bukan Allah
? Apakah ada saat-saat tertentu Dia menanggalkan ke-Allah-an-Nya dan ke-manusia-an-Nya? Apakah ketika Ia menanggalkan salah satunya Dia tidak menjadi yang satunya? How can we explain this understanding?

Waktu YESUS KRISTUS di À
katakan Dia adalah MANUSIA yang bersifat Ilahi (Dia juga adalah Allah dan Manusia) Apakah ketika Ia dikatakan Allah yang sejati dan manusia yang sejati berarti Ia Dwitunggal? Bukan begitu maksudnya Allah Tritunggal itu, anda juga tahu kan? Yesus itu satu Pribadi saja. Jadi kalau anda tanyakan ada BERAPA pribadi SEMAR, apa maksudnya? Saya jawabnya SEMAR hanya berpribadi satu, bukan dua (dwitunggal). Kemudian terlepas dari benar tidaknya maksud anda dan cerita anda itu baik tentang Mitologi sebelum Masehi maupun yang lainnya khususnya cerita tentang WAYANG di Jawa, karena saya memang tidak banyak tahu tentang dunia pewayangan soalnya ditulis pakai bahasa yang cukup rumit seperti Jawa kuno dsb, jadi agak sulit dipahami kecuali hanya orang Khusus yang pintar dan menguasai bahasa tertentu saja (mungkin seperti anda), namun saya melihat tetap tidak ada persamaannya dengan Tritunggal Alkitab. Anda mengatakan SEMA
R itu juga Dewata Agung yang turun menjadi HAMBA dan para Dewata sangat hormat padanya. Ini ada miripnya, cuma satu aja, yaitu SEMAR yang jadi HAMBA, seperti dengan Allah di dalam Yesus Kristus yang jelma menjadi manusia dan HAMBA juga (Yesus disebut HAMBA Allah yang setia). Tapi misinya tetap beda dong? Kemudian dalam Punakawan itu ada berapa tokoh, selain SEMAR? Apakah lebih dari tiga tokoh? Kalau ada dua lagi tokoh kawannya SEMAR apakah SEMAR dan 2 kawannya itu setara di dalam kekuasaannya? Kemudian para Dewata dan KSATRIA itu berapa jumlahnya? Lebih dari tiga kan? Allah Kristen cuma satu, tetapi ada tiga pribadi yang berbeda, Bapa, Anak dan Roh Kudus. Masing-masing Pribadi itu tidak ada yang lebih rendah, mereka setara karena ketiga Pribadi itu adalah Allah yang Esa itu sendiri. Apakah anda merasa mudah menjelaskan Tritunggal Alkitab?

Anda menulis lagi:

Tentang hal lain, apakah cerita bahwa Yesus (Tuhan) lahir dari seorang perawan adalah monopoli cerita Alkitab, nampaknya BUKAN, sebab beberapa mitologi sebelum Masehi ada juga menceritakan seorang 'dewa" yang lahir dari perawan, tanpa ayah.

Jawaban saya:

Yang saya maksud itu begini lo bro: bukan monopoli Alkitab, kalau monopoli itu saya artikan secara negatif maksudnya tak terbuka kepada yang lain. Alkitab adalah buku yang terbuka dan siapa saya boleh membacanya (oleh karena akibat inilah kemudian  orang-orang berani tafsir alkitab dengan sembarangan karena kebebasan terlalu banyak termasuk berbicara dan menyampaikan ide) dan sebagai orang Kristen kita juga memang tidak boleh fanatik buta seperti golongan-golongan tertentu. Kita harus mau terbuka kepada ideologi-ideolog
i lain sebagaimana Alkitab siap dinilai oleh manusia yang membacanya. Yang saya maksudkan lagi adalah superioritas prinsip-prinsip Alkitab di atas semuanya.

Bagi saya mitologi adalah suatu cerita dongeng yang belum tentu kebenarannya. Ga usah terlalu jauh dengan cerita mitologi SM itu, di Alquran juga ada cerita tentang Isa yang lahir langsung dari Rohul Kudus, ini yang paling mirip dari Alkitab, yang saya tanyakan adalah, kok ceritanya bisa mirip ya? Padahal kan 500 tahun sesudah Kristen baru muncul Islam. Dan Alquran adalah satu-satunya buku di dunia ini yang paling mengkritik Alkitab orang Kristen, kok bisa ya? Padahal yang dikritik itu juga tidak sesuai dengan yang dikritik, alias mau mengkritik tapi salah sasaran alias lagi kritikan yang bisa salah. Dapatkah Firman Tuhan bisa salah? So, buatan siapa tu kritikan yang begitu? Anda tentu tahu dan mengerti maksud poin saya
ini. Sekali lagi Isa yang di Quran bukanlah Yesus di Alkitab. Apakah Yesus atau nama Yesus yang mungkin ada di hikayat atau di cerita-cerita di luar Alkitab itu adalah selalu mengacu ke Yesus yang adalah Kristus di Alkitab? Orang di Iatli dan Spanyol banyak yang pakai nama yesus. Tapi yang bernama Yesus Kristus itu hanya di Alkitab dan kalau ada orang lain yang memberi namanya Yesus Kristus, kemungkinan dia cuma pengen nebeng terkenal atau maksud lain, tetapi dia bukan lah Yesus yang Kristus seperti di Alkitab.

 Anda menulis lagi:

Saya percaya bahwa Alkitab luar biasa, tapi apakah Tuhan memperkenalkan diriNya hanya melalui Alkitab?  Trus bagaimana dengan orang-orang yang tidak pernah mendapat kesempatan membaca / mendengar Alkitab? Yesaya  65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan
ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.

Jawaban saya:

Bagus kalau percaya Alkitab itu luar biasa. Apakah anda mengakui keunggulannya juga? Tuhan memperkenalkan alias mewahyukan diri-Nya kepada manusia melalui 2 macam Wahyu, yaitu Wahyu Umum dan Wahyu Khusus. Wahyu Umum yaitu melalui karya ciptaan Allah seperti alam dan hati nurani manusia. Tetapi Wahyu Khusus hanya diberikan kepada umat pilhan-Nya di dalam Yesus Kristus. Semua orang tidak masuk sorga, hanya kaum pilihan-Nya (doktrin predestinasi ini sama dengan Tritunggal  juga sering ditentang oleh kaum Arminian, dan saya kira anda juga menentangnya). Untuk pembahasan Predestinasi dib log lain aja dibahas, jangan di sini, karena selain akan panjang lebar dan mengacaukan fokus blog ini, juga kayaknya tak
banyak waktu untuk dibahas sekarang. Tapi saya percaya akan doktrin ini, meskipun sulit juga seperti doktrin Tritunggal.

Untuk menanggap orang yang tidak sempat membaca / mendengar Alkitab, saya kutipkan satu ayat dari Roma 2:12-16, dimana di sana kita melihat ada unsure hukum Taurat yang tertulis. Maksudnya apa? Kalaupun manusia belum pernah membaca Alkitab, manusia tetap harus diadili; yang belum pernah mendengar injil pun harus diadili, sekalipun mereka belum pernah diberi hukum Taurat, mengapa tetap harus diadili. Mengapa? Karena di dalam hati mereka sudah ada unsur hukum Taurat itu. Kita juga tahu kalau manusia itu diberi unsur kewajiban moral. Itulah sebabnya manusia demikian hormat dan agung, memiliki martabat yang tinggi sekali. Kenapa? Karena ada unsur-unsur itu yang diberikan Tuhan di dalam diri manusia. Unsur-unsur iru membentuk manusia, sehingga manusia disebut m
anusia.

Anda menulis lagi:

Dan ingat, bahwa Alkitab sendiri MULTI TAFSIR, dan kita akan menganggap bahwa TAFSIR kita -lah yang paling tepat, orang lain keliru sini-keliru sana.

Saksi Yehova juga mengklaim bahwa ajarannya Alkitabiah, Unitarian juga mengklaim Alkitabiah, Trinitarianism, juga mengklaim Alkitabiah, Sabelianism juga mengklaim Alkitabiah. Yahweh-ism juga mengklaim Alkitabiah, Allah-isme juga mengklaim Alkitabiah,

Jawaban saya:

Mengapa banyak orang menafsirkan Alkitab dengan berbagai macam pandangan (multi-tafsir)? Apakah semua ajaran seperti bidat di atas (Saksi Yehowa, Trinitarianisme, Sabelianisme) semuanya benar atau semuanya salah? P
asti ada salahnya dong. Trus apakah kita berkompromi dan harus menyetujui mereka? Karena itu untuk membuktikan suatu ajaran yang paling benar, sebab di antaranya ada yang paling benar, teruslah rendah hati belajar, khususnya belajar pada sumber yang tepat, bukan belajar pada se À
mbarang tafsiran. Dan berbahagialah mereka yang sampai akhir teguh pegang Firman Tuhan, seperti kata pemazmur ia tidak akan bergoncang sampai selama-lamanya. Mereka yang akan tergoncang pasti bukan golongan yang termasuk ke dalam kaum pilihan. Tafsiran yang beragam itu pula untuk menunjukkan bahwa manusia yang berdosa itu telah sulit untuk mengerti kebenaran yang sesungguhnya, sebab memang ada satu kebenaran yang asli dari semuanya. dan kita tidak boleh ikut arus, namun juga bukan menjadi fanatik buta. Multitafsir itu juga terjadi karena too freedom to speak and to write.

Untuk mengetahui tafsiran mana yang benar silakan terus belajar akan kebenaran, cari info sebanyak-banyaknya, jangan hanya terkotak pada satu bidang dan berdiskusilah dengan ahli-ahli dan orang-orang yang lain, namun kalau sudah KO jangan kekeh jumekeh lagi. Pembenaran diri yang sia-sia tidak perlu dicari-cari orang akan tahu saja siapa yang yang benar dan
yang salah.

Lagi anda berkata:

Jadi..., saya tidak heran dengan kata-kata

Pwijayanto, anda memang ngawur dan sok pintar. Karena semua pandangan yang tidak sesuai dengan pandangan anda adalah pandangan yang ngawur (menurut anda)

Lagi-lagi saya harus jawab:

Saya mohon maaf kalau perkataan ngawaur itu terasa kurang enak di dengar dan dibaca. Saya tidak menyerang pribadi anda sebenarnya namun argumenlah yang saya tentang. Walaupun kata-katanya ada menyebut nama anda. Dan mungkin sekalipun diri anda diserang, anda juga berkata di atas, “Saya tidak heran ….” Tapi sebagai manusia anda tetap mesti mendapat penghargaan dong. Kenapa say bilang
anda ngawur, karena memang argumennya banyak clash dengan argument saya, anda juga bisa bilang argumen saya ngawur, tapi silakan tunjukkan dimana kengawuran saya. Kalu saya  sudah menunjukkannya dalam argument-argumen saya di atas.

Tapi saya mengatakan itu bukan atas dasar kebencian,  tapi saya hanya memberikan suatu tanggapan yang tegas (adil). Dan saya sedang berusaha dan belajar untuk mengkombinasikan kedua konsep adil dan kasih dengan seimbang ketika berdiskusi seperti yang yang saya tulis di blog khusus tentang poin ini. Yang salah harus diberitahu kesalahannya dan yang benar harus diakui dan dipuji. Namun, silakan buktikan saja siapa yang paling ngawur. Saya berkata ngawur bukan semata-mata karena pandangan saya tapi karena ada dukungan dari yang lain, dan argumen-argumen yang membantah argumen yang dikatakan ngawur itu. Kalau tidak mau dikatakan ngawur sebaiknya jangan b
icara banyak nanti bikin orang pusing dan kacau.

Demikian tanggapan saya, saya menyadari akan panjang lebarnya komentar di atas. Biarlah itu semua untuk kita saling mengasah dan belajar serta yang saya harapkan pembaca yang membaca atau siapapun yangb berkunjung di SS ini mendapatkan sesuatu kebenaran dan prinsip-prinsip yang baru dan memberkati. I hope we have the same motivation when having discussion here, Mr. Pwijayanto. Akhirnya janganlah kita saling membenci oke?!!

Peace and GBU Des14 di P. Raya

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : @Pw_Alkitab (Yesus) yang saya imani adalah Unggul
Pengirim : desfortin
Tanggal : Sat, 27 Dec 2008 00:12:50 +0700
Komentar :

 

Ternyata komentar-komentar di blog saya ini sudah mulai bertaburan tapi fokusnya tidak lagi tentang Allah Tritunggal, dan mulai ke sana kemari, walau ada juga nyangkutnya (n ga masalah juga sich sebenarnya, diskusi juga jadi kaya kalau dibahas ga terkurung dalam satu cengkeraman topik). Tapi kenapa bisa kesana kemari ceritanya? Mungkin yang menyebabkannya Pwijayanto sehingga memunculkan idenya Ko Hai Hai buat lelucon yang kata Samuel Franklyn terlucu di SABDAspace ini namun yang kemudian bikin bingung Liesiana dan Erick ga nyambung (di sengaja tahu aja), haha…. Saya ga mau nanggapin karena emang joke nya dalem banget. Lagian film Narutonya saya juga belum saksiin. Ntar saya tafsirin salah lagi malu kan dite
rtawain terbahak-bahak di sini. Ko hai hai emang hebat bikin kita terbahak-bahak (two thumbs up 4 u). Menurut saya anda berbakat sekali dalam hal ini. Sekedar saran saja kalo bisa Ko Hai Hai, selain bisa jadi pengurai Teologi, juga bisa jadi Pelawak atau Tukang Sindir hahaha…..

 

Sekarang saya mau menanggapi tanggapan Pwijayanto itu aja

 

Saya Menulis:

Tentang Yesus, ada kemungkinan belajar ke Tibet itu pun hanya mitologi, dan cerita-cerita yang lain itu, belum tentu kebenarannya, seb
ab kalau ada maka Yesus bukan yang unggul. Dan ketika kita mengatakan Yesus sama saja dengan yang lain maka kita berarti belum sungguh-sungguh belajar Alkitab, meskipun kita bergumen dengan kelihatan begitu akademis.

Anda menulis:

OK, itu karena anda (juga tercermin dalam beberapa kalimat di komentar anda selanjutnya), menganggap bahwa 'kekristenan' (Yesus) adalah yang paling unggul, sehingga tidak mungkin 'belajar' dari pihak lain.

Tanggapan saya:

Pwijayanto saya meyakini keunggulan Alkitab dari semuanya. Itulah kenapa saya beriman kepada Tuhan Yesus karena kebenaran-kebenaran yang ada pada-Nya itu lah yang membuat saya kagum, tapi di atas semuanya, kenapa saya bisa beriman dan mengakui-Nya Tuhan karena say
a yakin Roh Kudus yang menggerakkan untuk melihat kemuliaan Kristus di atas semuanya. Namun sebagai orang Kristen, saya tidak mau mengotak diri seperti katak dalam tempurung dimana hanya mempelajari Alkitab tapi tidau mau atau berani mempelajari ideologi yang lain. Sebagai orang Kristen saya harus mengisi diri dengan pengetahuan karena ini mandate budaya sebagaimana yang dituliskan dalam kitab Kejadian. Dalam Mandat Budaya (Cultural Mandate) kita belajar segala sesuatu namun dengan konsep bahwa Kekristenan harus mempengaruhi segalanya (cultural influencing church). Kenapa saya bilang Kekristenan (Yesus Kristus) lebih unggul, karena saya juga belajar, saya berkata begitu bukan berarti saya menutup diri atau tidak belajar yang lain. Justru saya belajar yang lain sehingga saya kemudian menyimpulkan superiority dari Kekristenan (Alkitab) yang saya imani. Silakan selidiki kebenaran terus dan lihatlah bagaimana superioritas Alkitab ternyata di atas semuanya.

Pwijayanto menulis:

Bagaimana anda memahami bahwa Tuhan yang maha kuasa MAU hadir di dunia dalam rupa manusia, kok mau-maunya menjadi manusia, menjadi tidak unggul?

Tanggapan saya:

Justru ketika Tuhan yang turun ke dunia dalam Kristus itulah kita melihat keunggulan Tuhan kita yang kita imani. Karena kasih-Nya itulah, Ia rela turun ke dunia. Kenapa harus adi manusia, kenapa ga yang lain atau cara lain? Ini adalah kedaulatan-Nya yang kita tidak mungkin dan layak berdebat dengan-Nya, karena Dia pencipta kita. Dapatkah yang dibuat membantah yang membuat. Inilah konsep yang agung yang tak ada pada agama atau ideologi apapun. Suatu konsep yang paradoks namun bukan kontradiktif. Seandainya Tuhan tidak datang menghampiri kit
a, mana mungkin kita bisa menghampiri-Nya dan mengenal siapa Tuhan. Kristuslah yang memperkenalkan Allah kepada kita. Tanpa Ia datang, sampai kapanpun kita tidak mungkin tahu siapa Allah yang di sana itu, Allah yang Maha Tinggi, Maha Besar dan Maha Akbar seperti yang diklaim orang-orang di luar kitab. Allah Kristen adalah Allah yang rela mengunjungi kita. Kata Alkitab di Yoh 1:18b tak seorangpun pernah melihat Allah, tapi kemudian Yesus berkata barang siapa melihat Dia berarti kita sudah melihat Allah. Itulah Allah Kristen. Allah yang rela turun ke dalam dunia karena ia mempeduli kita, sebab Ia tahu kita tidak mungkin bisa datang dan sampai kepada-Nya dengan kekuatan kita sendiri. Jadi Dia adalah Tuhan yang berinisiatif. Dia adalah Inisiator keselamatan. Di luar Alkitab, manusia mencari Allah sedangkan di Alkitab Kristuslah yang datang kepada kita. Itulah bedanya konsep keselamatan (Kristen) dengan agama. Kita tidak mungkin sampai kepada Allah karena dikatakan bahwa kita sek
alian sudah berdosa dan tak ada satupun dari diri kita yang memperkenan Allah. Kenapa Dia mau menyelamatakan kita? Karena kasih-Nya yang begitu besar. Ia tidak mau kita binasa. Karena Ia adalah Allah yang KASIH, juga ADIL. Makanya Ia turun ke dunia di dalam Kristus supaya nyatalah rencana-Nya bagi umat pilihan-Nya. Kita yang berdosa ini harusnya binasa, tapi karena Kasih Allah, Ia mencintai jiwa kita dan Ia mau kita kembali kepada-Nya, tapi kita dengan kekuatan sendiri tidak mungkin bisa sampai kepada-Nya meskipun dengan amal perbuatan seperti yang diajarkan oleh agama tertentu di luar Kitab Suci. Alkitab di dalam Mazmur berkata bahwa kesalehan atau perbuatan baik itu seperti kain kotor saja di mata Allah jikalau tanpa penebusan. Meskipun Allah itu kasih, Ia juga adil dan harus mengh
ukum dosa manusia, makanya Kristus dikirim untuk menjadi pengganti kita karena Ia tahu juga kalau kita yang jalani hukuman itu kita pasti tidak mampu, tetapi Kristus sebagai substitusi kita mampu menuntaskan tugas-Nya dengan sempurna, memberikan korban yang terbaik di mata Allah dan pengorbanan-Nya di akayu salib menyenangkan hati Allah Bapa, sehingga dikatakan Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa karena Ia menyelesaikan misi keselamatan bagi dunia Ia layak mendapat posisi terhormat di dalam sorga, sehingga segala makhluk, malaikat harus bersembah sujud kepada-Nya.

Inilah keunggulan Tuhan kita Yesus Kristus yang saya imani di antara banyak keunggulan-Nya yang lain dibandingkan dengan semua ajaran di luar kitab suci.

Pwijayanto menulis:

Apakah tidak mungkin Yesus juga 'belajar' dari
Tibet?

Tanggapan saya:

Saya juga pernah dengar isu yang begitu. Apalagi orang dari agama sebelah. Namun b À
etul kata Liesiana, bahwa di Alkitab tidak tercantum Yesus pernah belajar di Tibet, jadi saya pun tidak mau panjang lebar mengomentari poin komentar anda ini. Yesus mungkin saja “belajar” dan “pergi” ke sana-sini, tapi sekali lagi bukti yang kuat sebagaimana Alkitab saksikan kita tidak temukan. Anda berkata begitu karena anda belajar di luar Alkitab juga. Saya setuju saja anda belajar banyak hal. So do I. Tapi yang saya maksudkan adalah apakah sumber di luar Alkitab itu bisa selalu dipercaya? Mitos tentang Yesus juga banyak ditulis baik oleh injil-injil gnostik yang kita sebagai orang Kristen tidak mengakuinya karena bertentangan dengan kanonisasi Alkitab dimana kita hanya mengakui kitab injil sinoptik saja. Anda percaya kanonisasi Alkitab atau tidak, bukan urusan saya, tapi yang pasti semua itu diputuskan oleh anak-anak
Tuhan, tokoh-tokoh penting di dalam sejarah kekristenan, termasuk beberapa rasul yang masih hidup pada waktu itu.

Masalah Yesus ke ‘belajar’ Tibet dsb, saya tidak tahu apa pentingnya Dia harus belajar ke sana. Saya juga tidak beranggapan kalau Dia belajar ke Tibet jadi rendah, tapi aneh aja, apa juga pentingnya, ada apa di sana sehingga Ia harus ke sana. Kalau kita lihat sosok Yesus Kristus dengan segala pengetahuan-Nya dan kuasa-Nya waktu di dunia, indikasi Dia pernah belajar ke mana itu, ke Tibet dsb, hanyalah dugaan saja in which it was not the fact. Yang saya tahu, ketika Tuhan menjadi manusia, dimana Dia membatas diri-Nya bersalut dar
ah dan daging, Dia dilahirkan di dalam 2 hukum, pertama hukum genetika (lahir melalui rahim perempuan, tapi bukan atas hasil hubungan seksual laki-laki dan perempuan), kedua hukum taurat (Dia harus mewakili umat manusia mengulangi lagi pengujian untuk taat kepada hukum Allah, sehingga Ia menjadi teladan bagi kita. Adam jatuh ke dalam dosa, tetapi Yesus tidak. Ia menang). Karena ia hidup di bawah hukum saya yakin Dia juga pasti belajar, khususnya Alkitab sebagaimana kebiasaan anak-anak Israel yang sejak umur 5 tahun sudah didik taurat dengan ketat. Saya yakin Yesus belajar sungguh-sungguh sehingga Ia menjadi orang yang cerdas pada waktu itu. Lihat saja peristiwa dimana Dia dibawa oleh Maria dan Yusuf pada usia 12 tahun ke bait Allah. Saat itu Yesus menghilang dari kedua orang tuanya dan setelah berhari-hari Ia ditemukan mereka, Ia sedang bersoal jawab dengan para ahli taurat dan Yesus memukau mereka dengan pengetahuan-pengetahuan-Nya. Tapi satu hal lagi yang kita juga harus s
adari, Yesus juga bersifat ilahi, artinya Ia juga Allah dan tentunya bisa melakukan mujizat apa saja meskipun tanpa belajar, artinya Ia memang unggul di atas semuanya, seharusnya orang malah belajar dari-Nya. Tapi pada waktu itu Dia menjadi manusia dan dijadikan sama seperti kita bahkan dikatakan Dia dijadikan oleh Allah berdosa karena kita, meskipun Ia sebenarnya tidak berdosa. Meskipun sebagai manusia, secara logika kita bisa anggap Dia bisa berdosa, tapi bukan kah Dia sendiri pernah berkata, “Siapa di antara kamu yang dapa mkebuktikan bahwa Aku berbuat dosa, tunjukkan dosa-Ku.”

Bagi saya inilah tantangan terbesar di sepanjang sejarah dan sampai saat ini tak seorangpun yang berani dan bisa menjawab tantangan Yesus yang satu ini. Semua tokoh yang agung, pendiri-pendiri agama apapun semua adalah manusia berdosa yang dimana mereka pernah setidaknya satu kali di dalam satu titik hid
up mereka, mereka meyadari kesalahan mereka sehingga kemudian sadar dan bertobat kembali kepada Tuhan. Inilah keunggulan Yesus yang saya imani. Siapa yang bisa tunjukkan dan kalau ada orang Kristen, yang katanya Kristen mau menunjukkannya, maka saya meragukan apa maksud dibalik motivasinya itu, meskipun saya yakin dia tak bisa dan tak akan pernah bisa tunjukkan satu dosapun yang pernah dilakukan oleh Yesus Kristus, kecuali mereka hanya mau memfitnah-Nya, seperti Dan Brown penulis buku dan film fiktif Da Vinci Code yang menghebohkan itu, tapi buku dan film itu sudah dipatahkan argumen-argumennya oleh Pdt. Dr. Stepehn Tong dalam seminarnya tentang topic ini. Jadi, memfitnah bukanlah kebenaran.

Pwijayanto menulis:

Apakah anda bisa memberi penjelasan bahwa selama "masa yang hilang" itu Yesus pergi kema
na?

Tanggapan saya:

Alkitab memang tidak tulis rentang masa usia Yesus antara 12-30 tahun (18 tahun). Karena memang itu tidak terlalu penting. Alkitab memang tidak menulis segala sesuatu, karena Alkitab bukan semata-mata buku sejarah, tapi Alkitab adalah Wahyu Allah yang tertulis. Tapi semua sejarah harus takluk kepada Alkitab. Mungkin anda tidak setuju atau tidak mengerti maksud kalimat ini. Biarlah itu menjadi PR supaya lebih dalam lagi belajar akan kebenaran. Namun Alkitab buku ajaib, luar biasa yang selalu memberi kita prinsip-prinsip penting tentang kebenaran dan dunia ini. Saya akui saya memang tidak bisa jelaskan dengan yakin rentang waktu di antara 18 tahun itu, anda juga tidak bisa, dan saya juga tidak mau berspekulasi terlalu jauh apalagi ke Tibet lah, ke mana lah (Bet Midrash dll). Bahkan ada yang bilang ke India
t1:country-region> dan Yesus mati di sana. Mungkin memang ada yesus ke sana, tapi yesus yang mana, yang punya nama yesus di itali, di Spanyol juga ada. Mungkin itu hanya tulisan-tulisan orang-orang gnostik yang memang melwan Alkitab sejak jaman Alkitab seperti injil Yudas, atau injil Barnabas yang ditulis oleh orang Islam pakai bahasa Itali, atau cerita-cerita mitos yang lain yang tidak reliabel. Saya percaya dengan kesaksian Alkitab saja.

Kenapa peristiwa Yesus pada umur 12 tahun itu dicatat? Karena pada usia itu merupakan usia yang penting bagi anak-anak Israel yang dimana pada usia 12 tahun itu mereka dilantik sebagai “Anak Taurat” (the son of the law) atau Bar Mitz Bah di bait Allah dengan suatu rit
ual khusus. Sejak usia itu mereka mulai bertangguing jawab atas diri mereka. Negara-negara lain di dunia termasuk Negara Indonesia kalah dengan konsep ini, kebanyakan anak-anak di negara-negara di dunia seperti di barat, mereka akan bertanggung jawab penuh dengan diri mereka di atas 17 tahun tapi orang Israel khususnya seperti kesaksian Alkitab ini bukan 17 atau 18 tahun seseorang mulai bertanggung jawab pada diri mereka tetapi sejak 12 tahun.

Kayaknya karena Yesus tidak belajar ke Bet Midrash, makanya Dia kemudian pilih keduabelas murid-Nya itu dimana ke 12 orang itu punya karakter-karakter yang unik dan dari latar belakang yang beragam, namun ternyata kemudian dari mereka, meskipun satu yang cinta uang dan 11 cinta kebenaran, seluruh dunia dipengaruhi dan banyak penduduk dunia yang percaya kepada Tuhan Yesus termasuk kita yang ada di SS ini yang tiap hari on line (meskipun saya sendiri jarang) berdebat dan sh
aring.

Kenapa pada umur 30 tahun itu peristiwa kehidupan Yesus dicatat lagi? Di atas saya sudah katakana Yesus lahir di bawah hukum. Karena sesuai tradisi Musa seorang yang ingin melayani Tuhan harus genap 30 tahun dulu dan pa À
da waktu itu harus ditahbiskan. Dan ketika Yesus datang ke sungai Yordan di mana Yohanes Pembaptis biasa membaptis, Ia juga dibaptis tapi baptisan yang diterimanya bukan untuk pertobatan-Nya, tapi untuk memenuhi hukum taurat dimana Ia akan melayani. Yesus tidak berdosa sehingga Ia tak perlu bertobat. Bahkan Yohanes ketika melihat Yesus datang ingin dibaptis, malah berkata sebaliknya seharusnya Yesuslah yang membaptisnya tapi apa kata Yesus? Biarlah apa yang dikatakan dari nubuat kitab suci itu digenapi. Inilah keunggulan Alkitab yang saya percaya.

Pwijayanto menulis:

Mungkin anda akan berpikir, jika Yesus pergi ke Tibet, maka agama Buddha lebih superior dibandingkan Kristen, dan ini secara "naluri kekristenan" membuat anda tidak rela.

Tanggapan saya:

Maka dari itu saya bilang di atas, apa pentingnya Dia mesti belajar kesana. Yesus datang untuk memberitakan kerajaan Allah bukan Budhism. Keunggulan Yesus terletak pada siapa Dia dalam hakekat aslinya. Dia bukan manusia biasa. (Yoh 1:1-5). Karena itu Buddha pun bukan tandingan-Nya. Adakah tandingan-Nya? Hehe …siapa?

Di dalam Zen Budhisme ada seorang Jepang bernama Suzuki (yang sekarang jadi merek sepeda motor yang cukup terkenal, hehe..) yang mendapat reputasi tertinggi. Dia sudah meninggal dunia. Pada waktu hidup ia mendapat penghargaan tertinggi dari seluruh dunia, bahkan di dalam bidang filsafat para filsuf terkemuka mengakuinya. Dalam bidang agama pun pemimpin-pemimpin agama besar di dunia mengakuinya. Suzuki ini pernah mencoba menafsirkan perkataan Yesus Kristus di Yoh 14:6. Dia mengakui bahwa Yesus betul-betul sudah mengatakan hal itu (Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup). Namun ia tidak heran mendengar Yesus mengatakan hal itu-justru perkataan Suzuki inilah yang amay mengherankan dan mengagumkan, yak an? Ada seorang Budhis sekaligus filsuf yang dikagumi di seluruh dunia berani mengatakan secara umum dan dengan tulisan resmi membuktikan bahwa Yesus memang mengatakan kalimat itu. Kalau ia mengakui bahwa Yesus betul-betul mengatakan kalimat tersebut, bukankah itu merupakan satu keheranan; tapi titambah lagi katanya dia tidak heran dengan perktaan Yesus di Yoh 14:6, maka hal itu membuat kita semakin heran. Suzuki lebih lanjut berkata bahwa Yesus sudah melatih diri sampai pada taraf tertentu dengan bermeditasi, hidup suci, berkontemplasi dan memurnikan diri sehingga mencapai puncak. Dan kita pun katanya bisa seperti Yesus itu dan kalau kita mela
tih diri kitapun bisa berkata seperti seperti itu. Benarkah yang dikatakan oleh seorang Budhis dan filsuf yang katanya sangat dikagumi di seluruh dunia ini dalam menafsirkan Yoh 14:6 ini? Saya tidak kagum dengan pendapatnya, tapi saya malah kagum dengan keberaniannya untuk menafsirkan ayat itu dengan segala interpretasinya. Sekali lagi benarkah epistemologinya ini? Apakah ini bukan merupakan suatu kekacauan epistemologi seperti yang sudah dimulai sejak kitab Kejadian 3, dimana di situ hal-hal pasti ditafsirkan menjadi tidak pasti dan sebaliknya? Kalau benar Yesus ketika mengatakan Yoh 14:6 sebagai pengumuman atas kesuksesan dan keberhasilan-Nya, maka timbul pertanyaan: Apakah Yesus sendiri berada dalam sifat perubahan. Saya jawab: Yesus bukan keturunan Adam yang bisa sadar akan dosa-Nya, lalu berusaha berbuat baik, membersihkan diri yang menjadikan diri-Nya semakin maju dan makin sukses dan akhirnya mencapai kesucian seperti yang sedang digumuli oleh orang-orang Budha sekara
ng?

Yesus bukan keturunan Adam, sehingga Ia tidak perlu perubahan apalagi bertobat. Perhatikanlah Alkitab dengan seksama pernahkah Yesus selama hidup-Nya berkata minta maaf? Karena memang tidak ada kesalahan satu persen pun dalam diri-Nya. Dia adalah satu-satu tokoh yang tidak ada bandingan-Nya dengan tokoh dan pendiri agama apapun di dalam seluruh sejarah dunia ini. Dengan melihat kebenaran ini, masih bisakah kita memegang pendapat dan tafsiran Suzuki ini? Kalau tafsiran Suzuki ini benar maka saya akan berhenti jadi Kristen dan masuk Budhisme. Bukan karena saya orang Kristen, maka saya berpihak kepada Kristen sebagai yang benar, tetapi karena Kristen itu benar, maka saya menjadi Kristen. Karena kebenaran-kebenaran-Nya disertai oleh kuasa-Nya sehingga saya jadi pengikut-Nya. Silakan bandingkan Socrates, Plato, Aristoteles, Rene Descartes, Kierkegaard dan semua yang teragung di d
alam dunia, adakah yang bisa membandingi Yesus? Untuk menjawab pendapat Suzuki ini saya berkata begini: Yesus bukanlah manusia yang bergumul menuju kepada Allah; tetapi sebaliknya Ia adalah Allah yang sudah datang kepada manusia (Yoh 16:28). Jadi omong kosong kalimat Suzuki ini.

Di dalam konfusionisme, Budhisme, Taoisme semua orang bisa menjadi Budha, manusia sejati dan sebagainya, maka di dalam Kristen orang tidak bisa menjadi Kristus. Manusia tidak bisa jadi Kristus. Kenapa? Karena Kristus ditetapkan oleh Allah di dalam kekekalan. Ia ada sejak kekal. Ia adalah Allah yang berinkarnasi, maka Dia adalah sekaligus Allah dan manusia, pengantara satu-satunya antara Tuhan Allah dan manusia (1 Tim 2:5). Inilah kenunggulan Yesus yang saya imani.

Pwijayanto menulis:

Kalau semua orang yakin seperti Anda, tidak ada agama/kepercayaan lain yang berkembang di dunia ini.

Tanggapan saya:

Anda agak sedikit keliru dalam menanggapi tanggapan saya ini. Saya berkata bahwa Alkitab itu unggul dari semuanya karena saya memang menyelidikinya dengan membandingkannya dengan semua ideologi, agama dan kepercayaan yang lain. Saya berkata seperti itu bukan berarti saya fanatik buta, yang hanya mempelajari Alkitab tanpa mau mempelajari yang lain. Itu fanatik ektrim kiri namanya. Saya fanatik juga tapi ekstrim kanannya, artinya saya juga terbuka dengan ideologi lain dalam artian mau mempelajari pandangan-pandangan di luar Alkitab. Justru dengan demikian pengetahuan kita jadi kaya, karena itulah kemudian saya berkesimpulan begitu.

Agama-agama dan kepercayaan yang berbeda di seluruh dunia ini sebagai akibat manusia jatuh ke dalam dosa, sehingga seperti Alkitab berkata manusia setelah jatuh dalam dosa masing-masing telah mencari jalannya sendiri tak lagi berpaut pada kebenaran yang asli dan agama timbul karena perasaan manusia membutuhkan Allah dan manusia berusaha ingin mencari yang Maha Tinggi, tapi Alkitab juga berkata tak seoranpun mencari Allah. Allahlah yang datang kepada manusia. Mengapa ada agama? Unsur-unsur agama sudah diletakkan di dalam hati manusia oleh Tuhan (religiousity/sifat agama), kemudian juga adanya unsur kekekalan yang Tuhan letakkan di dalam manusia (Rom 2:12-16). Sifat-sifat agama itu yang kemudian menimbulkan berbagai agama. Karakteristik agama adalah (1) adanya konsep mengenai Allah Yang Esa dan penguasa, (2) Konsep Hidup dan Kekekalan, (3) Konsep mengenai kewajiban moral, (4) Konsep mengenai Kriteria kebenaran, dan (5) Konsep mengenai nilai pe
rsembahan atau ibadah. Namun saya berkata dari ke5 konsep itu tidak ada pandangan yang paling jelas dari agama-agama yang ada tentang masing-masing poin itu jika dibandingkan dengan kekristenan. So, Christianity still influences all other ideologies. Ndak À
percaya, silakan selidiki!

Pwijayanto menulis:

mana yang palsu mana yang asli?

Yesus lahir dari perawan = ASLI, tapi bagaimana dengan mitologi sebelum Masehi bahwa ada dewa yang juga lahir dari perawan? = PALSU?

Paskah diganti Easter, kelahiran Yesus 25 Desember = ASLI?

Tanggapan saya:

Untuk membedakan mana ajaran asli atau bukan, makanya pelajari semuanya dengan tuntas, ketat dan jangan berat sebelah alias harus menyeluruh.

Sepertinya anda memang tidak mengakui peristiwa Yesus
dilahirkan oleh maria itu sebagai yang satu-satunya. Kok bisa ya? Berarti keyakinan anda itu belum kuat sehingga masih sepertinya (sepertinya lo, tidak menuduh) meragukan superioritas Yesus, sehingga anda membandingkannya dengan mitologi dewa itu dan memakai tanda tanya setelah kata PALSU itu. Apakah mitologi itu reliabel? Apakah anda akan mengatakan Yesus dan Alkitab juga mitologi dan tidak reliabel ketika saya selalu merujuk dan mengunggulkan Alkitab? Hoho… what does it mean?

Anda berkata, “Paskah diganti Easter,…”  Maksudnya apa? Maknanya yang diubah atau terjemahan katanya atau tanggal perayaannya paskah itu yang seperti di jaman ini? Sori kurang jelas, mudah-mudahan jawaban saya berikut untuk poin natal ini juga sekaligus menjawabnya.

Alkitab memang tidak tulis tanggal berapa Yesus lahir? Dan memang tidak ada keharusan kita meray
akan natal tgl 25 Desember. Tapi Apakah Perayaan Natal itu salah dimana dalam beberapa hari ini umat Kristiani di seluruh dunia merayakannya? Di daerah saya ada satu gereja yang tidak merayakan natal karena katanya tanggal 25 Desember itu hari mengingat dewa. Emangnya kita bersembah sujud kepada dewa apa? Kalau kita berpikiran selalu seperti itu, bukankah tiap hari itu ada dewanya menurut orang kafir. Silakan saja selidiki ensiklopedia dunia, tiap hari ada dewa-dewanya. Kalau hanya karena itu berarti bukan hanya di hari natal kita tidak boleh merayakan Tuhan dong karena tiap hari ada dewa-dewanya. Inilah pikiran aneh orang-orang itu yang kemudian dijadikannya doktrin untuk mempengaruhi jemaat tanpa dukungan atau dasar kitab suci yang kuat. Jawaban saya lagi adalah sebagai berikut natal itu artinya kelahiran. Natal bisa dikatakan semacam budaya/tradisi. Kita memang tidak boleh mengganti Firman kebenaran Tuhan dengan tradisi, karena Alkitab memang melarangnya. Namun tradisi ya
ng baik perlu dijaga dan dilestarikan karena itu sebagai bagian dari martabat manusia yang dicipta Tuhan, tapi tradisi memang tidak boleh menggantikan firman Tuhan. Ketika melihat perayaan natal seperti sekarang ini saya berpendapat bahwa perayaan natal itu tidak menggantikan Firman atau prinsip Alkitab, karena Yesus memang lahir. So, tidak ada salahnya dirayakan. Kenapa bisa disepakati tanggal 25? Karena dulu oleh paus Khatolik ketika melihat santo-santo (orang-orang suci) mereka yang selalu  punya perayaan hari kelahiran mereka dalam 365 tahun, maka mereka jadi berpikir bagaimana kalau Yesus juga ada, makanya dipilih dan ditetapkan tgl 25 sebagai hari untuk mengenang kelahiran Yesus Kristus, meskipun pada tanggal 25 itu oleh orang-orang kafir sebelumnya dikenal sebagai hari mengenang dewa matahari. Tapi ketika Khatolik menjadikan hari ini sebagai hari natal Yesus, kemudian dikatakan Yesus Kristus adalah Sang Matahari Kebenaran yan
g sudah mengalahkan dan menaklukan dunia di bawah kuasa-Nya. Inilah keunggulan Yesus yang saya percaya.

Pwijayanto menulis:

termasuk Tritunggal, ASLI sejak kapan?  Jaman Yesus mengajar (sebelum ada gereja Kristen, bahkan sebelum kata "Kristen" itu ada, apakah sudah ada pengajaran tentang Tritunggal?  Tahun berapa "Bapa Gereja" merumuskan konsepsi Tritunggal?

Tanggapan saya:

Lo, anda tidak menyelidiki sejarah Doktrin Allah Tritunggal ya, kok jadi nanya saya aja? Anda tahu konsili di Nicea pada tahun 325 Masehi pada masa kekaisaran Konstantin? Peristiwa apa itu?

Sejak jaman Yesus sampai Alkitab selesai ditulis belum diformulasikan konsepsi Tritunggal. Tapi konsep ajaran atau doktrin Allah Tritunggal sudah ada sejak dari Kejadian 1. Rasul-rasul pun sudah mengalami Ketritunggalan Allah ini meskipun secara tidak sadar. Doktrin itu diekstrak dari Alkitab menjadi konsentrat (kaya buah aja, hehe..). Untuk poin ini kan sudah saya singgung pada blog saya di atas. Inilah keunggulan Alkitab yang saya percaya.  Memang seharusnya blog ini fokus pada pembahasan Tritunggal tapi karena anda membawa saya seperti ini, makanya saya jadi bahas topik-topik yang lain yang jadi berkepanjangan seperti ini.

Pwijayanto menulis:

apakah karena tidak tahu men
yebut yang benar, trus kita tidak menyebutnya?

Apakah mungkin Tuhan memberikan nama (atau Nabi Musa yang mengkonsep nama itu) dengan sebuah nama yang TIDAK BISA DISEBUT?

(ada teman saya yang bilang, bahwa nama YHWH itu tidak bisa dia sebut, tapi dia bisa rasakan)

Nama diri "Allah"? "Allah" Kristen? trus nama diri "Allah" Islam apa dong?

dalam pemahaman saya, YHWH itu nama diri Tuhan (ilah) Kristen, dan Allah itu nama diri Tuhan (Ilah) Islam.

Tuhan = ilah = sesembahan 

Tanggapan saya:

Perdebatan tentang topik ini memang sulit diakhiri karena sulitnya mengubah paradigma. Saya tidak katakan kalau Tuhan memberikan nama (atau Nabi&nbsp
;Musa yang mengkonsep nama itu) dengan sebuah nama yang TIDAK BISA DISEBUT? Yang saya maksud siapa yang tahu cara menyebutnya yang tepat? Apakah anda akan berkata lagi, ya tanya sama Bapa dong? Pertanyaan saya apakah Allah bermaksud mewahyukan diri-Nya dengan sebuah nama? Bagaimana dengan perkataan-Nya di kel 3:14 (AKULAH AKU YANG MENGUTUS AKU KEPADAMU)?

Sekali lagi seperti komentar-komentar saya di blog lain, saya bertanya apakah orang yang pakai nama Yahwe akan lebih dikenan oleh Tuhan dari mereka yang pakai nama Allah? Dulu mana pemakaian nama YHWH atau nama ALLAH  khususnya di Alkitab terjemahan Indonesia. Apakah Alkitab PB yang berbahasa Ibrani ada memakai kata YHWH? Bukankah Yesus tidak mempermasalahkan kitab terjemahaan LXX (Septuaginta) yang sudah ada pada jaman-Nya, dengan kata lain Dia juga setuju? Anda percay
a PB ditulis dalam bahasa Yunani tidak?

Yang saya sering tanyakan, apakah YHWH itu tidak boleh diterjemahkan mengingat kekudusan nama “diri” Allah itu sehingga seperti yang saya tulis di atas orang Yahudi pun sampai berdiri dan m À
encuci diri terlebih dahulu ketika menulis/menyalin tulisan kitab PL pada waktu bertemu atau membaca kata ‘YHWH” itu dengan “Adonai”

Pemakaian nama “Allah” pun sudah ada sebelum jaman pra-Islam, meskipun anda akan berkata itu nama dewa atau apa, tapi apakan berdosa kalau kita pakai kata itu, karena kemungkinan orang Kristen pakai nama itu berdasarkan kata ibrani tentang Tuhan seperti Eloah …(pelep2..mungkin bias jadi Allah, tapi ini asumsi juga), yang penting bagi saya ketika menyebut nama “Allah” saya menyembah-Nya bukan karena orang Islam pakai nama itu (kebetulan kata “Allah” juga ada dalam bahasa Arab), tapi bangsa Indonesia adalah bangsa yang mencintai bahasanya, dimana bahasa Indonesia memang tidak sepenuhnya asli Indonesia karena akarnya dari bahasa Melayu, jadi apa salahnya kalau terjemahannya menjadi diindonesiakan, namaun kita tetap mengakui nama asli-Nya (YHWH) d
an kita dalam otak kita menyembah Tuhan yang diwahyukan oleh Alkitab, bukan “Allahnya” Muhammad dan orang Muslim. Tunjukkanlah kepada saya, dimana dosa orang yang menyebut nama “Allah” itu dengan pengertian dan keterangan saya di atas?

Tentang teman anda yang berkata bisa merasakan nama YHWH itu, maksudnya? Merasakansemacam rah-roh goib sperti embusan angina dsb begitu? Kalau begitu, inilah ternyata bedanya mereka, penganut wahyu baru/alias mementingan pengalaman-pengalaman roh, dengan saya yang berada di kubu yang lain. Ya susah sepaham lah. Cuma saya hanya menyampaikan pemahamaman saya akan kebenaran yang saya yakini dan imani. Tentunya tidak bisa dipaksakan kepada anda, apalagi ngotot-ngototan. Biarlah Roh Kudus yang mencerahkan, siapa yang benar siapa yang salah, namun saya tetap meyakini kebenaran yang saya yakini itu karena saya merasa Alkitab mendukungnya. Inilah keunggulan Alkitab yang saya p
ercaya.

Terimakasih saudara Petrus Wijayanto, jawaban saya panjang lebar menanggapi komentar anda di atas. Walaupun saya menulis lebih panjang lagi mungkin anda sulit sendapat karena paradigma anda dan saya sudah berbeda. Jadi saya nulis ini bukan hanya untuk anda tapi biarlah para blogger atau pembaca yang lain di SS ini juga menilai, dan saya hanya berharap semoga semuanya itu menjadi berkat bukan sekedar adu argument yang terkadang tidak ada akhirnya alias debat kusir. Jadi saya sudah menyampaikan argumen saya dan saya cukupkan sampai di sini terserah anda tanggapi atau tidak, tapi KALAU  misalnya di lain waktu saya tidak tanggapi komentar anda lagi dalam hal ini, bukan berarti saya tidak mau menanggapi tapi karena ……… ????? (Mungkin para blogger lain tahu maksud saya dan anda juga PW).

So, thanx, GBU

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)



Judul Komentar : @desfortin, terima kasih
Pengirim : pwijayanto
Tanggal : Sat, 27 Dec 2008 02:11:01 +0700
Komentar :

@desfortin,

terima kasih atas tanggapan panjang anda...

walau ada beberapa hal yang saya masih 'belum puas' namun saya kira memang cukup sampai di sini diskusi ini,

misalnya: 

tentang Yesus ke Tibet, anda menulis

.....hanyalah dugaan saja in which it was not the fact.  .....

apakah anda TAHU, atau MERASA TAHU atau YAKIN saja bahwa it was not the fact ...

hm.., 

setahu saya sekarang, ketika berdiskusi tentang TUHAN, maka banyak orang meloncat-loncat dari/ke Tuhan "HAKIKAT" dan Tuhan "SYARIAT".

Ketika saya membandingkan "kekristenan" dengan paham lain (termasuk dalam pembahasan mengenai nama TUhan, sebenarnya saya sedang berbicara tentang Tuhan "SYARIAT" (SYARIAT Kristen).

Misalnya. anda mengutip Keluaran 3:14, "Aku adalah Aku" (Aku ada yang aku ada - Ehyeh Asyer Ehyeh) itu menunjukk
an "keberadaan" Tuhan (bukan namaNya) mestinya anda lanjutkan ke ayat 15 dimana jelas tertulis YHWH .... itulah namaKu selama-lamanya dan sebutanKu turun-temurun.

Dan ketika kita memahami KEBERADAAN Tuhan, maka "nama" tidak menjadi prioritas, karena itu hanya "konsepsi" untuk mengenal Tuhan yang karena keterbatasan kita selalu kita "personifikasi" (ber-nama, ber-mulut, ber-mata, ber-telinga, ber-perasaan dan sebagainya).  Termasuk ketika Bapa Gereja mengkonsep TRITUNGGAL, itu adalah usaha yang dilakukan untuk mendeskripsikan Tuhan. Termasuk ketika kita semua berpandangan bahwa Tuhan itu ESA, bahkan ada yang ekstrim berpendapat kalau Tuhan itu SATU, kalau tidak satu maka bukan Tuhan yang benar....

Tetapi apakah Tuhan memang hanya sebatas konsepsi-konsepsi kita? sebatas konsepsi-konsepsi "Kristen"?

Dan celakanya.. ketika konsepsi itu sudah TERPATRI erat/melekat dalam diri kita (entah pikiran/per
asaan) dan menjadi sebuah "kemelekatan", itu menjadikan kita sangat sulit menerima konsepsi lain, bahkan kadang dengan mudah men-judge bahwa konsepsi lain itu adalah "salah/sesat",

Bagus jika anda sempat membaca tulisan Mimpi Buruk Sang Teolog

Oh ya, kalau anda mengakui bahwa ALKITAB anda adalah UNGGUL, ketika pengangan anda adalah Alkitab terbitan LAI terjemahan baru, darimana anda mendapatkan nama YHWH? darimana anda tahu tentang "Adonai". Dari mana dapat konsep Tritunggal?

Saya berharap anda dapat MEMBAYANGKAN orang-orang lain yang tidak sempat belajar seperti Anda dan HANYA membaca Alkitab terbitan LAI (apalagi yang terjemahan baru), bagaimana mereka dapat memahami Tuhan dengan "baik dan benar".  Bayangkan jika REFERENSI-nya hanya Alkitab terbitan LAI itu.

Apakah anda akan mengh
aruskan
orang Kristen TIDAK HANYA belajar dari Alkitab LAI terjemahan baru itu?  (Artinya orang Kristen TIDAK CUKUP hanya membaca dan merenungkan FIRMAN TUHAN dalam Alkitab LAI terjemahan baru itu, untuk dapat mengenal Tuhan dengan 'baik dan benar'.

lalu bagaimana dengan statement anda  "Inilah keunggulan Alkitab yang saya percaya." (jika ternyata Alkitab saja BELUM cukup)

saya tidak akan berpanjang lebar...

Terima kasih untuk penjelasan anda, saya berharap penjelasan anda dapat memudahkan orang  untuk mengenal Tuhan, seperti halnya saya menulis beberapa topik di www.gkmin.net, untuk memancing orang belajar lebih lagi tentang Tuhan.

 

Oh ya..

Tentang teman anda yang berkata bisa merasakan nama YHWH itu, maksudnya? 

Maksudnya dia bisa MENGERTI bahwa Tuhannya adalah YHWH, tanpa perlu
mengucapkannya.

……

…… 

Akhirnya janganlah kita saling membenci oke?!!

hm, anda tidak perlu mengkawatirkan saya untuk hal itu. Saya sangat percaya pada Tuhan Yesus (jujur... saya pernah MERASA ditemuiNya secara pribadi, ketika dulu saya menanyakan secara sungguh-sungguh keberadaanNya).  dan saya mengaku sebagai pengikutNya kok...(bukankah saya berani terang-terangan memakai nama babtis saya "petrus").  Saya paham tentang ajaran KASIH dari Tuhan Yesus. 

Apalagi Yesus, lha wong Sang Buddha saja dalam Dhammapada mengajarkan:  "bila orang-orang berbicara buruk tentangmu, tanggapilah dengan cara seperti ini.  Tenangkan hatimu dan jangan membalas dengan kata-kata kasar.  Berlatihlah membuang rasa dendammu dan menerima sikap permusuhan orang lain sebagai pemacu pemahamanmu.  Jadilah orang yang baik hati, bersikaplah murah hati, perl
akukan musuhmu sebagai seorang  sahabat, dan selimutilah segenap duniamu dengan pikiran ang penuh belas kasih, tersebar kemana-mana dan membentang luas tanpa batas, dan bebas dari kebencian.  Kau harus terus mencoba untuk tetap berada dalam keadaan seperti ini."

hm.., saya juga mempelajari Kawruh Jiwa, dan paham bagaimana menjadi orang yang "tanpa dhemen tanpa sengit" (tanpa memuja, tanpa membenci).

OK, selamat melayani, semoga TUHAN memberkati.

nb. saya sangat salut dengan judul komentar anda "Alkitab (Yesus) yang saya imani adalah Unggul"

saya kutipkan cuplikan sebuah cerita (dari Majjhima Nikaya)

" Berkatalah Ananda kepada Sang Buddha, "Belum pernah ada guru sebesar engkan dan tak akan pernah ada seorang guru sebesar engkau di masa mendatnag"

Sang Buddha lalu bertanya, "Apakah engkau mengenal semua yang telah mengalami pencerahan, pada buddha di masa lampau?"

"Tidak Yang Mulia"

"Apakah engkau mampu mengetahui semua buddha di masa depan?"

"Tidak Yang Mulia"

"Dan apakah kau mengetahui sepenuhnya pikiran buddha yang satu ini?"

"Tidak Yang Mulia. Aku bahkan tidak sepenuhnya mengetahui pikiranmu."

L
alu, bagaimana mungkin engkau berani membuat pernyataan seperti itu? Lebih baik kau bicara hal yang engkau ketahui daripada menebak-nebak dengan bodoh."

 

salam, www.gkmin.net .



Judul Komentar : @Pw....Don't mention it (makasih kembali)
Pengirim : desfortin
Tanggal : Sat, 27 Dec 2008 03:50:59 +0700
Komentar :

@Pwijayanto .... tidak perlu disudahi kalau belum puas diskusinya.

Ingat Athanasius "Bapa Gereja" di abad ke 3? Dia walaupun diputuskan sebagai pihak yang menang dalam perdebatan Allah Tritunggal tidak merasa puas katena kebenaran teologi tidak perlu ditolong oleh kuasa politik tapi hanya bersandar dari pengertian Roh Kuduslah kebenaran itu nyata.

Anda berterima kasih, kenapa nggak saya juga tidak membalas terima kasih anda. Ok bung, sama-sama terima kasih juga ya, kebetulan saya masih on line ne, jadi saya nyambung dikit dech ya, Ok?

Haha...ternyata you are good at reading by scanning

I might not be able like you. You are so fast reading my comment. Is it true?

Haha...

Anda tidak puas tentang komentar saya yang mengatakan Yesus ke Tibet?

Ketika saya menulis: itu hanyalah dugaan saja in which it was not the fact.  ..... 

<
p>hm..

kalau anda merasa yakin itu juga fakta, dimana faktanya? Boleh saya tahu? Saya berkata begitu karena saya, tidak tahu pasti kebenarannya.

hm.., 

setahu saya juga ketika kita membandingkan Kekristenan dengan paham lain juga sedikit orang yang menyatakan superioritas Alkitab, hehe .... I see your point bro ....

Ketika mengitup Kel 3:14 saya tidak bermaksud mengatakan kalau nama Allah itu "Aku adalah Aku". Nama-Nya memang "YHWH" (Kel 3:15). Saya hanya mengatakan dan mengajukan perkataan Tuhan pada ayat itu begitu.

Tapi maksud saya apakah YHWH tidak boleh diterjemahkan sementara orang Yahudi dulu ketika berhadapan dengan nama YHWH itu menggantinya dengan "Adonai" karena gentarnya mereka terhadap nama YHWH itu dan tidak boleh sembarangan menyebutnya? Untuk poin ini anda belum menyanggahnya dengan tuntas.

Kata anda:

Dan ketika kita memahami KEBERADAAN Tuhan, maka "nama" tidak menjadi prioritas, karena itu hanya "konsepsi" untuk mengenal Tuhan yang karena keterbatasan kita selalu kita "personifikasi" (ber-nama, ber-mulut, ber-mata, ber-telinga, ber-perasaan dan sebagainya).  Termasuk ketika Bapa Gereja mengkonsep TRITUNGGAL, itu adalah usaha yang dilakukan untuk mendeskripsikan Tuhan. Termasuk ketika kita semua berpandangan bahwa Tuhan itu ESA, bahkan ada yang ekstrim berpendapat kalau Tuhan itu SATU, kalau tidak satu maka bukan Tuhan yang benar....

Tetapi apakah Tuhan memang hanya sebatas konsepsi-konsepsi kita? sebatas konsepsi-konsepsi "Kristen"?

Tanggapan saya:

Oke, saya memahami dan percaya  akan KEBERADAAN atau EKSISTENSI TU
HAN, dan saya tidak pernah mempermasalahkan tentang "nama", yang penting itu pemahaman kita terhadap Dia, benar atau tidak. Dan yang saya tahu para "YHWH mania" di Indonesia selalu membawa ajaran mereka tentang "nama" Allah itu dan sering berdebat. Apakah itu tidak mempermasalahkan "nama"?

Kami enjoy-enjoy aja pakai nama "Allah" tu.

Kita memang harus punya konsepsi yang jelas tentang Tuhan. Gimana kita bisa menyembah-Nya kalau tidak jelas siapa Dia, tapi bukan masalah "nama"-Nya. Ketika kita memiliki konsepsi yang benar mengapa kita harus kompromi dengan kebenaran yang lain. Kita harus yakin seyakin yakinnya juga akan keyakinan agama / iman kita kita. Kenapa kita memegang iman kita karena kita yakin akan kebenarannya, tapi jangan fanatik buta. Kita juga belajar konsepsi lain, setelah kita pelajari kita harus memiliki kesimpulan, manakah konsepsi yang lebih unggul, kita harus yakin. Tapi menghakimi membab
i buta adalah tidak bijak dan kalau kita tidak yakin dengan superioritas iman kita, sehingga kita tidak boleh men-judge konsepsi lain berarti kita sejalan dengan agnostiksisme, dimana ajaran ini tidak tahu dan yakin dengan pasti tentang yang absolut. Kalau tidak yakin kenapa berani bicara? So ....siapa yang seharusnya celaka? hehe ......

Kata anda lagi:

Oh ya, kalau anda mengakui bahwa ALKITAB anda adalah UNGGUL, ketika pengangan anda adalah Alkitab terbitan LAI terjemahan baru, darimana anda mendapatkan nama YHWH? darimana anda tahu tentang "Adonai". Dari mana dapat konsep Tritunggal?

Kata saya:

Bung ...bung ...anda ini gimana seh .....

Saya memang katakan Alkitab saya itu unggul, tetapi bukan berarti Alkitab terbitan LAI atau hanya belajar dari Alkitab terbitan LAI saja, karena saya juga ada yang tidak setuju dengan terjemahan oleh LAI, ada juga yang kurang akurat
, hehe .... Yang saya maksudkan  itu adalah ALKITAB (Kitab Suci Orang Kristen). Masa anda tidak mengerti. Saya juga baca yang bahasa Inggris dan Alkitab yang pakai bahasa lain (Ibrani, Yunani, Inggris dll). Jadi orang Kristen kita mesti belajar banyak hal (kan di komentar saya di atas sudah saya jelaskan, sudah dibacakan sebelum berkomentar lebih lanjut?). Jadi saya juga tidak buta dengan "Adonai, Elohim, Eloah, YHWH dsb, tapi saya memang tidak bisa bahasa Ibrani, karena itu perlu belajar juga, tapi mungkin saya ga bakal bisa. Apakah anda pandai berbahasa Ibrani? So pasti dong, pengagum nama "YHWH" kan harus bisa. Saya kalau bahasa Indonesia dan Inggris oke lah. Jadi kalau anda mau mengatakan saya hanya pakai REFERENSI dari LAI saja itu sudah saya jawab tuduhannya (meskipun anda juga berandai kan? hehe...)

Kalau anda tidak percaya keunggulannya, itu urusan anda. Tapi silakan saja bandingkan Alkitab dengan seluruh ideologi di dunia.
Sudahkah anda lakukan itu, atau anda hanya tetap mau mengatakan Alkitab itu sama saja dengan yang lain?

You seem to have the concept of Agnosticism, where you are not so sure about something. You don't believe the absolute thing?

Kenapa anda mengatakan Alkitab tidak cukup??? Inilah poin yang saya terus mau tanyakan kepada mereka yang mengaku kristen tapi tidak mengetahui suprioritas Alkitab.

 

Baguslah kalau anda juga tahu tentang konsep kasih, tetapi kalau bisa jangan kasih...kasih terus dong ....seimbangkan juga adilnya seperti Allah juga adil dan kasih yang selalu berjalan bersama-sama (Saya sudah bahasa poin ini di blog khusus).

Anda bilang:

Apalagi Yesus, lha wong Sang Buddha saja dalam Dhammapada mengajarkan:  "bila orang-orang berbicara buruk tentangmu, tanggapilah dengan cara seperti ini.  Tenangkan hatimu dan jangan membalas dengan kata-kata kasar.  Berlatihlah mem
buang rasa dendammu dan menerima sikap permusuhan orang lain sebagai pemacu pemahamanmu.  Jadilah orang yang baik hati, bersikaplah murah hati, perlakukan musuhmu sebagai seorang  sahabat, dan selimutilah segenap duniamu dengan pikiran ang penuh belas kasih, tersebar kemana-mana dan membentang luas tanpa batas, dan bebas dari kebencian.  Kau harus terus mencoba untuk tetap berada dalam keadaan seperti ini."

hm.., saya juga mempelajari Kawruh Jiwa, dan paham bagaimana menjadi orang yang "tanpa dhemen tanpa sengit" (tanpa memuja, tanpa membenci).

Saya bilang:

Kira-kira kasih Yesus dan Budha itu ada ga persamaannya?

Kalau dikritik kita memang tidak perlu terlalu sensitif. Seperti konsep yang saya pahami:

Kalau dikritik ga usah repot, koreksi diri ada ga kesalahan kita? Kalau ga ada, ya ga usah repot. Doaka
n saja orang yang menuduh itu. Tapi kalau memang ada kesalahan, ya koreksilah, robahlah alias perbaiki diri, jangan kekeh jumekeh.

Thanx kalau anda benar-benar salut dengan judul komentar saya, tapi kalau tidak benar-benar salut "thanx" nya ga jad À
i dech hehe ......

Kenapa saya bilang ALKITAB itu UNGGUL? Karena saya memang melihat keunggulannya itu tanpa pretensi dan menjilat atau presuposisi, tapi berdasarkan hasil pengamatan dan proses belajar. I will not speak like that if I am nor convicted. Apakah anda tidaki berani berkata kalau Alkitab unggul dari semuanya sebagai orang yang menyebut diri Kristen? Saya menjawabnya di bawah ini.

Mengapakah anda mengutip cerita Budha di atas?

Kutipan cerita (dari Majjhima Nikaya) anda itu ingin mengisyaratkan kalau anda sendiri sebagai orang Kristen tidak yakin (agnostik) dan tidak berani mengatakan kalau Yesus Kristus (Alkitab) itu memiliki superioritas di atas semuanya, mungkin karena anda belum menemukannya atau memang tidak bakal pernah melihat keunggulannya. Siapaka Yesus Kristus? di antara seluruh pendiri agama Dia umur paling pendek (3,5 tahun), tapi meskipun dengan usia-Nya yang singkat itu seluruh dunia di
pengaruhi oleh Yesus, hanya orang buta hatinya dan tidak rendah hati mau belajar yang tidak bisa melihat keagungan dan kemuliaan Kristus. Dialah Tuhan semsta Allah, titik pusat alam semesta. Orang yang beriman kepada Kristus harus yakin dan mampu melihat keunggulan-Nya. Di dalam Budhisme, Konfusionisme, Taoisme semua orang bisa menjadi budha tapi di dalam Kristus tak seorangpun yang bakal bisa menjadi Kristus. Ia satu-satunya yang mencapai Summun Bonnum (Kebajikan tertinggi) sampai Filsuf bernama Imanuel Kant pun mengakui Yesus demikian. Dapatkah manusia biasa seperti- Nya?

So, apa arti kalimat salut anda di atas itu?

Yach....."thanx" nya ga jadi dech...haha......

But my prayer is always there with you. God bless you. Amen

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

awam's picture

Dapatkah Tritunggal Dipercaya?

 

                          HARUSKAH ANDA PERCAYA TRITUNGGAL ?                                  

  

Apakah anda percaya Tritunggal?

Kebanyakan orang dalam Susunan [tatanan?] Kristen percaya.. Bagaimanapun juga, selama berabad-abad doktrin Tritunggal merupakan doktrin utama dari gereja-gereja..

   Mengingat hal ini, anda tentu berpikir bahwa tidak mungkin ada yang perlu diragukan mengenai Tritunggal.

   Banyak orang kristen yang mengaku percaya Tritunggal tanpa mengerti apa ajaran Tritunggal itu dan bagaimana sejarah terjadinya..       

   Karena Yesus sendiri berkata: “ Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”(Yoh 17:3). Ayat ini secara tidak langsung mengharuskan kita untuk mencari tahu hubungan yang benar antara Allah dan Tuhan Yesus, dan itu berarti kita harus mempelajari tentang apa dan asal usul ajaran Tritunggal itu, baru kita memutuskan untuk mempercayainya atau untuk menolaknya.

   Ada berbagai konsep Tritunggal, tetapi pada umumnya ajaran Tritunggal adalah bahwa di dalam Keilahian ada tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus; namun, bersama-sama, mereka hanya satu Allah. Doktrin itu mengatakan bahwa ketiganya setara, mahakuasa, dan tidak diciptakan, telah ada kekal selama-lamanya dalam Keilahian.

   Para pendukung Tritunggal mengatakan bahwa ajaran ini didasarkan, tidak hanya pada tradisi agama, tetapi juga pada Alkitab. Para pengritik doktrin tersebut mengatakan bahwa ajaran itu bukan ajaran Alkitab, sebuah sumber sejarah bahkan berkata:” Asal usul [Tritunggal] sama sekali kafir.”—The Paganism in Our Christianity.

 

Bagaimana Tritunggal Dijelaskan?

 

Gereja Katolik Roma berkata:” Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen..... Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah. Dalam Tritunggal ini... Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa. ---The Catholic Encyclopedia.

   Hampir semua gereja lain dalam Susunan [Tatanan] Kristen menyetujuinya. Misalnya, Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Tritunggal “ doktrin dasar dari Kekristenan,” bahkan mengatakan:” Orang Kristen adalah orang-orang yang menerima Kristus sebagai Allah.” Dalam buku Our Orthodox Christian Faith, gereja yang sama berkata:” Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai….Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya, Sang Anak adalah Allah sepenuhnya, Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya.”

   Jadi, Tritunggal dianggap sebagai “ satu Allah dalam tiga Pribadi.” Masing-masing dikatakan tidak mempunyai permulaan, ada dari kekal sampai kekal. Masing-masing dikatakan mahakuasa, dan masing-masing tidak lebih besar atau lebih kecil daripada yang lainnya.

   Apakah gagasan demikian sukar dimengerti ?

Banyak orang beriman yang tulus merasa hal itu membingungkan, bertentangan dengan akal sehat, benar-benar sulit dipahami. Bagaimana mungkin, sang Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah ?

 

“Di Luar Jangkauan Akal Manusia”

Kebingungan ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap “di luar jangkauan akal manusia,”

   Banyak orang yang menerima Tritunggal menganggapnya demikian. Monsignor Eugene Clark berkata:” Allah itu satu, dan Allah itu tiga. Karena tidak ada ciptaan yang seperti ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja.” Kardinal John O’Connor berkata :” Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali tidak kita mengerti.” Dan Yohanes Paulus II berkata  “Allah Tritunggal, suatu misteri yang tidak dapat dimengerti.”

   Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata:” Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri.”

   Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic Encyclopedia berkata;” Hanya sedikit dari antara guru-guru teologi Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang  tidak merasa dipojokkan oleh pertanyaan,” Tetapi bagaimana kita akan berkhotbah tentang Tritunggal?” Dan jika pertanyaan itu merupakan gejala kebingungan di pihak para siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan yang serupa di pihak guru-guru mereka.”

   Kebenaran dari pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku yang mendukung Tritunggal. Tak terhitung banyaknya halaman yang ditulis dalam upaya untuk menjelaskannya. Namum. setelah bersusah payah memeriksa istilah-istilah teologi yang membingungkan dan penjelasannya, para peneliti masih tetap tidak puas.

   Mengenai hal ini imam Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam bukunya What Are They Saying About the Trinity?:” Para imam yang dengan cukup banyak upaya telah mempelajari…Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu saja ragu-ragu untuk menyampaikannya kepada jemaah mereka dari mimbar, bahkan pada hari Minggu Tritunggal…Untuk apa seseorang akan membuat umatnya bosan dengan sesuatu yang pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan benar?” Ia juga berkata:” Tritunggal adalah soal kepercayaan formal, namun hal itu hanya sedikit atau tidak berpengaruh dalam kehidupan dan ibadat Kristen sehari-hari.” Meskipun demikian, ajaran ini adalah “ doktrin utama” dari gereja-gereja!

   Teolog Katolik Hans Kung menyatakan dalam bukunya Christianity and the World Religions bahwa Tritunggal merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja tidak berhasil membuat kemajuan yang berarti di kalangan orang bukan Kristen. Ia berkata:” Bahkan orang Muslim yang terpelajar, sama sekali tidak dapat mengerti, sebagaimana juga orang-orang Yahudi sebegitu jauh tidak dapat memahami, gagasan mengenai Tritunggal… Perbedaan yang dibuat oleh doktrin Tritunggal antara satu Allah dan tiga Hypostase[zat] tidak memuaskan orang Muslim, yang bukannya merasa mendapat penjelasan, tetapi justru merasa bingung, oleh istilah-istilah teologi yang berasal dari bahasa Syria, Yunani, dan Latin. Orang-orang Muslim menganggap ini semua permainan kata-kata… Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?”

 

 

 

“Bukan Allah yang Suka pada Kekacauan”  

Bagaimana doktrin yang begitu membingungkan seperti Tritunggal muncul? The Catholic Encyclopedia menyatakan:” Sebelum adanya penyingkapan Ilahi, diperlukan sebuah dogma yang misterius seperti itu.” Sarjana Katolik Karl Rahner dan Herbert Vorgrimler menyatakan dalam  Theological Dictionary mereka:” Tritunggal … dalam arti yang sesungguhnya … adalah suatu misteri yang tidak dapat dipahami tanpa wahyu Ilahi, dan bahkan setelah disingkapkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya.”

   Tetapi dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu Ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu Ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah:” Allah.... bukan Allah yang suka pada kekacauan.”—1 Kor 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

   Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?

   Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus? (Yoh 17:3). Jika demilian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias? Sebaliknya, murid-muridNya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka.—Mat 15:1-9; 21:23-32,43; 23:13-36; Yoh 7:45-49; Kis 4:13.

 

Apakah Tritunggal Benar-Benar Ajaran Alkitab?

 

Andaikata Tritunggal itu benar, hal itu seharusnya disampaikan dengan jelas dan konsisten dalam Alkitab. Mengapa? Karena, seperti ditegaskan para rasul, Alkitab adalah penyingkapan Allah mengenai diri-Nya kepada umat manusia. Dan karena kita perlu mengenal Allah agar dapat menyembah Dia dengan sepatutnya, Alkitab harus jelas dalam memberi tahu kita siapa Dia sebenarnya.

   Orang-orang beriman pada abad pertama menerima Alkitab sebagai penyingkapan Allah yang otentik. Itu menjadi dasar kepercayaan mereka, wewenang yang mutlak. Misalnya, ketika rasul Paulus mengabarkan Injil kepada orang-orang di kota Berea, “ mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.”--- Kis 17:10,11.

   Apa yang digunakan oleh hamba-hamba Allah yang terkemuka di kala itu sebagai wewenang mereka? Kisah 17:2,3 (BIS) memberi tahu kita:” Paulus seperti biasa... bertukar pikiran dengan orang-orang di situ mengenai ayat-ayat Alkitab. Berdasarkan ayat-ayat Alkitab ia menjelaskan dan membuktikan.”

   Yesus sendiri memberikan teladan dalam menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran-Nya, dengan berulang kali mengatakan:” Ada tertulis.” Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci. –Matius 4:4,7; Lukas 24:27.

   Jadi, Yesus, Paulus, dan orang-orang beriman pada abad pertama menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka. Mereka mengetahui bahwa “ semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah. Dengan Alkitab itu orang yang melayani Allah dapat dilengkapi dengan sempurna untuk segala macam pekerjaan yang baik.”—2 Tim 3:16,17,BIS; 1 Kor 4:6; 1 Tes 2:13; 2 Pet 1:20,21.

   Karena Alkitab dapat “ membetulkan yang salah,” ia seharusnya dengan jelas menyingkapkan keterangan mengenai masalah Tritunggal yang kata orang merupakan doktrin dasar. Namun apakah para teolog dan sejarawan sendiri mengatakan bahwa hal itu benar-benar merupakan ajaran Alkitab?

 

“Tritunggal “Apakah Ada dalam Alkitab?

Sebuah publikasi Protestan berkata:” Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab... Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.”(The Illustrated Bible Dictionary). Dan seorang yang berwenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal “ bukanlah....secara langsung firman dari Allah.”---New Catholic Encyclopedia.

   The Catholic Encyclopedia juga mengomentari:” Dalam Alkitab tidak terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Illahi tersebut secara bersama. Kata…[tri’as] (asal kata dari “trinitas” bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokia kira-kira tahun 180 M. ... Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya “ trinitas” dalam [tulisan] Tertullian.”

   Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas---A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity---misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan:” Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak dapat menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.”

 

Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani

Meskipun kata “Tritunggal” tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (“Perjanjian Lama”)?

   The Encyclopedia of Religion mengakui:” Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.” Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan:” Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P(erjanjian) L(ama).”

   Demikian pula dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui:” Perjanjian Lama… tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus… Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keillahian… Bahkan mencari di dalam [“Perjanjian Lama”] kesan-kesan atau gambaran di muka atau ‘tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.”

   Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.

 

Bukti dari Kitab-Kitab Yunani

Apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (“Perjanjian Baru”) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?

   The Encyclopedia of Religion mengatakan:” Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.”

   Imam Yesuit Fortman mengatakan:” Para penulis Perjanjian Baru…. tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara. …Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subjek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.”

   The New Encyclopedia Britannica menyatakan:” Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.”

   Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine:” Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan didalamnya doktrin Tritunggal yang actual.”

   The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan:” P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan.’ Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dari zat yang sama’ [ kata teolog Protestan Karl Barth].”

   Pofesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan:” Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal…. Mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.” ---Origin and Evolution of Religion.

   Sejarawan Arthur Weigall menyatakan:” Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata Tritunggal. Gagasannya baru diterima Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.” --- The Paganism in Our Christianity.

   Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.

 

Apakah Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen yang Mula-Mula?

Apakah orang-orang Kristen yang mula-mula mengajarkan Tritunggal? Perhatikan komentar-komentar berikut dari para sejarawan dan teolog:

   “ Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo.” --- The New International Dictionary of New Testament Theology.

   “ Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan [Tritunggal] kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui… Roh Kudus;tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam Satu.”--- The Paganism in Our Christianity.

   “ Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai… Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam P[erjanjian] B[aru] dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.”--- Encyclopedia of Religion and Ethics.

   “ Perumusan ‘satu Allah dalam tiga Pribadi’ tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4 … Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.” --- New Catholic Encyclopedia.

 

Apa Yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra Nicea

Bapa-Bapa pra Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.

   Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 185 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan, yang “ tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara.” Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan “ tidak pernah melakukan sesuatu kecuali sang Pencipta… ingin Ia lakukan dan katakan.”

   Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan “ Allah yang benar dan satu-satunya,” yang “ lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain.”

   Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215 M., menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai “suatu ciptaan” tetapi menyebut Allah sebagai “Yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar.” Ia mengatakan bahwa sang Anak “adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa” tetapi tidak setara dengan Dia.

   Tertulian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata: “Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, Ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.” Ia juga berkata:” Ada masanya ketika sang Anak tidak ada.... Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.”

   Hippolytus yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah “ Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua,” tidak ada yang [memiliki umur] sama dengan Dia… Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada yang dulunya tidak ada, “ seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.

   Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa “sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat … dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka,” dan bahwa “dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.”

   Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries:” Doktrin Tritunggal yang modern dan populer …tidak mendapat dukungan dari bahasa (pernyataan) Justin Martyr; dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan … Roh Kudus, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justeru sebaliknyalah yang merupakan fakta.”

   Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.

 

Bagaimana Doktrin Tritunggal Berkembang?

 

Jika Tritunggal bukan ajaran Alkitab, bagaimana itu menjadi doktrin Susunan Kristen?

Banyak orang berpikir bahwa ini dirumuskan pada Konsili di Nicea pada tahun 325 M.

Tetapi, hal itu tidak sepenuhnya tepat. Konsili Nicea memang meneguhkan bahwa Kristus adalah dari zat yang sama seperti Allah, dan hal ini menjadi dasar untuk teologi Tritunggal di kemudian hari. Tetapi konsili ini tidak menyusun Tritunggal, karena dalam konsili itu sama sekali tidak disebutkan mengenai roh kudus sebagai pribadi ketiga dari suatu Keilahian tiga serangkai

 

Peranan Konstantin di Nicea

Selama bertahun-tahun, ada banyak tantangan atas dasar Alkitab terhadap gagasan yang makin berkembang bahwa Yesus adalah Allah. Dalam upaya untuk mengakhiri pertikaian itu, penguasa Roma,Konstantin, memanggil semua uskup ke Nicea. Yang hadir kira-kira 300 orang, sebagian kecil dari jumlah keseluruhan.

   Konstantin bukan seorang Kristen. Menurut dugaan, ia belakangan ditobatkan, tetapi baru dibaptis pada waktu sedang terbaring sekarat. Mengenai dirinya, Henry Chadwick mengatakan dalam The Early Church:” Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukan; … pertobatannya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin…. Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran bergantung pada karunia dari Allah orang-orang Kristen.”

   Peranan apa yang dimainkan oleh kaisar yang tidak dibaptis ini di konsili Nicea? Encyclopedia Britannica menceritakan:” Konstantin sendiri menjadi ketua, dengan aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan…. Rumusan penting yang menyatakan hubungan Kristus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, ‘dari satu zat dengan Bapa’… Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, kebanyakan dari mereka dengan  sangat berat hati.”

   Karena itu, peran Konstantin penting sekali. Setelah dua bulan debat agama yang sengit, politikus kafir ini campur tangan dan mengambil keputusan demi keuntungan mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? Pasti bukan karena keyakinan apapun dari Alkitab. “ Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam teologi Yunani,” kata A Short History of Christian Doctrine. Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.

   Namun, tidak seorang uskup pun di Nicea mengusulkan suatu Tritunggal. Mereka hanya memutuskan sifat dari Yesus tetapi bukan peranan roh kudus. Jika Tritunggal merupakan kebenaran Alkitab yang jelas, tidakkah mereka seharusnya mengusulkannya pada waktu itu?

 

 

 

Perkembangan Selanjutnya.

Setelah Konsili Nicea, perdebatan mengenai pokok ini terus berlangsung selama puluhan tahun. Mereka yang percaya bahwa Yesus tidak setara dengan Allah bahkan mendapat angin lagi untuk beberapa waktu. Namun belakangan , kaisar Theodosius mengambil keputusan menentang mereka. Ia meneguhkan kredo dari konsili Nicea sebagai standar untuk daerahnya dan mengadakan Konsili Konstantinopel pada tahun 381 M. Untuk menjelaskan rumus tersebut.

   Konsili tersebut menyetujui untuk menaruh roh kudus pada tingkat yang sama dengan Allah dan Kristus. Untuk pertama kali, Tritunggal Susunan Kristen mulai terbentuk dengan jelas.

   Tetapi, bahkan setelah Konsili Konstantinopel, Tritunggal tidak menjadi kredo yang diterima secara luas. Banyak orang menentangnya dan karena itu mengalami penindasan yang kejam. Baru pada abad-abad belakangan Tritunggal dirumuskan dalam kredo-kredo yang tetap. The Encyclopedia Americana mengatakan:” Perkembangan penuh dari ajaran Tritunggal terjadi di Barat, pada pengajaran dari Abad Pertengahan, ketika suatu penjelasan dari segi filsafat dan psikologi disetujui.”

 

Kredo Athanasia

Tritunggal didefinisikan lebih lengkap dalam Kredo Athanasia. Athanasius adalah seorang pendeta yang mendukung Konstantin di Nicea. Kredo yang memakai namanya berbunyi:” Kami menyembah satu Allah dalam Tritunggal… sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah; namun mereka bukan tiga Allah, tetapi satu Allah.”

   Tetapi, para sarjana yang mengetahui benar masalahnya setuju bahwa Athanasius tidak menyusun kredo ini. The New Encyclopaedia Britannica mengomentari:” Kredo itu baru dikenal oleh Gereja Timur pada abad ke-12. Sejak abad ke-17, para sarjana pada umumnya setuju bahwa Kredo Athanasia tidak ditulis oleh Athanasius (meninggal tahun 373) tetapi mungkin disusun di Peracis Selatan pada abad ke-5. ... Pengaruh kredo itu tampaknya terutama ada di Perancis Selatan dan Spanyol pada abad ke-6 dan ke-7. Ini digunakan dalam liturgi gereja di Jerman pada abad ke-9 dan kira-kira tidak lama setelah itu di Roma.”

   Jadi dibutuhkan waktu berabad-abad sejak zaman Kristus bagi Tritunggal untuk dapat diterima secara luas dalam Susunan Kristen. Dan dalam semua hal tersebut, apa yang membimbing keputusan-keputusannya? Apakah Firman Allah, atau apakah pertimbangan para pendeta dan politik? Dalam Origin and Evolution of Religion, E.W. Hopkins menjawab:” Definisi ortodoks yang terakhir dari tritunggal sebagian besar adalah masalah politik gereja.”

 

Kemurtadan Dinubuatkan

Sejarah yang tidak baik dari Tritunggal ini cocok dengan apa yang Yesus dan rasul-rasulnya nubuatkan akan terjadi setelah zaman mereka. Mereka mengatakan bahwa akan ada kemurtadan, penyelewengan, penyimpangan dari ibadat sejati sampai kembalinya Kristus, yaitu saat ibadat sejati akan dipulihkan sebelum hari manakala Allah membinasakan system perkara-perkara ini tiba.

   Mengenai “hari” itu, rasul Paulus mengatakan:” Sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka.”---2 Tesalonika 2:3,7. Belakangan, ia menubuatkan:” Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.” –Kis 20:29,30. Murid-murid Yesus yang lain juga menulis mengenai kemurtadan ini dengan golongan pendetanya yang “durhaka.”—Lihat misalnya, 2 Pet 2:1; 1 Yoh 4:1-3; Yud 3,4.

   Paulus juga menulis:” Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”—2 Tim 4:3,4.

   Yesus sendiri menjelaskan siapa yang ada dibalik kemurtadan dari ibadat sejati. Ia mengatakan bahwa Ia telah menabur benih yang baik, tetapi musuhNya, Setan, akan menabur lalang di ladang. Maka ketika muncul tunas pertama dari gandum, muncul juga lalang. Jadi, penyimpangan dari Kekristenan sejati dapat diharapkan akan terjadi sampai tiba musim menuai, pada waktu Kristus akan membereskan perkara-perkara.--Mat 13:24- 43. The Encyclopedia Americana mengomentari:” Ajaran Tritunggal dari abad ke-4 tidak dengan seksama mencerminkan ajaran Kristen yang mula-mula mengenai sifat Allah; sebaliknya, ini adalah penyimpangan dari ajaran tersebut.” Maka, dari mana asalnya penyimpangan ini? – 1 Tim 1:6

 

Apa yang Mempengaruhi Hal Tersebut

Diseluruh dunia zaman purba, di Babel dulu, ibadat kepada dewa-dewa kafir yang dikelompokkan dalam tiga serangkai, sangatlah umum. Pengaruh itu juga umum di Mesir, Yunani, dan Roma pada abad-abad sebelum, selama, dan setelah Kristus. Dan setelah rasul-rasul meninggal, kepercayaan kafir tersebut menyusup ke dalam Kekristenan.

   Sejarawan Will Durant mengatakan:” Kekristenan tidak memusnahkan kekafiran; ia menerimanya. … Dari Mesir datang gagasan mengenai trinitas ilahi.” Dan dalam buku Egyptian Religion, Siegfried Morenz berkata:” Tritunggal merupakan hal yang terutama menyita perhatian para teolog Mesir … Tiga allah digabung dan diperlakukan seperti satu pribadi tunggal, disapa dalam bentuk tunggal. Dengan cara ini kekuatan rohani dari agama Mesir memperlihatkan hubungan yang langsung dengan teologi Kristen.”

   Jadi, di Aleksandria, Mesir, tokoh-tokoh gereja dari akhir abad ketiga dan permulaan abad keempat, seperti Athanasius, memperlihatkan pengaruh ini pada waktu mereka merumuskan ide-ide yang mengarah kepada Tritunggal. Pengaruh mereka sendiri meluas, sehingga Morenz menganggap “teologi Aleksandria sebagai penghubung antara warisan agama Mesir dan Kekristenan.”

   Dalam kata pengantar buku History of Christianity dari Edward Gibbon, kita membaca:” Jika Kekafiran ditaklukan oleh Kekristenan, halnya juga benar bahwa Kekristenan telah dirongrong oleh Kekafiran. Keilahian yang murni dari orang-orang Kristen yang mula-mula… diubah, oleh Gereja Roma, menjadi dogma trinitas yang tidak dapat dimengerti. Banyak dari kepercayaan kafir, yang diciptakan oleh orang-orang Mesir dan diidealkan oleh Plato, dipertahankan sebagai sesuatu yang patut dipercayai.”

   A Dictionary of Religious Knowledge menyatakan bahwa Tritunggal “adalah suatu penyelewengan yang dipinjam dari agama-agama kafir, dan dicangkokkan ke dalam iman Kristen.” Dan The Paganism in Our Christianity berkata:” Asal usul [Tritunggal] seluruhnya kafir.”

   Itu sebabnya, dalam Encyclopedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis:” Dalam agama di India, misalnya, kita temukan kelompok tiga serangkai Brahma, Syiwa, dan Wisnu; dan dalam agama Mesir kelompok tiga serangkai Osiris, Isis, dan Horus… Bukan hanya dalam agama-agama dalam sejarah kita temukan Allah dianggap sebagai suatu Tritunggal. Kita khususnya dapat mengingat pandangan Neo-Platonik mengenai Realitas yang Paling Tinggi,” yang “diwakili secara tiga serangkai.” Apa hubungan antara filsuf Yunani Plato dengan Tritunggal?

 

Platonisme

Plato, menurut perkiraan, hidup dari tahun 428 sampai 347 sebelum Kristus. Meskipun ia tidak mengajarkan Tritunggal dalam bentuknya yang sekarang, filsafatnya membuka jalan untuk itu. Belakangan, gerakan filsafat yang mencakup kepercayaan kepada kelompok-kelompok tiga serangkai bermunculan, dan semua ini dipengaruhi oleh gagasan Plato mengenai Allah dan alam.

   Nouveau Dictionnaire Universel (Kamus Universal Baru) bahasa Perancis mengatakan mengenai pengaruh dari Plato: “Tritunggal menurut Plato, yang sebenarnya hanyalah penyusunan kembali dari tritunggal-tritunggal yang lebih tua dan berasal dari orang-orang zaman dulu, tampaknya merupakan tritunggal yang rasional dan filosofis dari sifat-sifat yang melahirkan ketiga hypostase (zat) atau pribadi ilahi yang diajarkan oleh gereja-gereja Kristen … Konsep filsuf Yunani mengenai trinitas ilahi ini … dapat ditemukan dalam semua agama [kafir] kuno.”

   The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge memperlihatkan pengaruh dari filsafat Yunani ini: ”Doktrin mengenai Logos dan Tritunggal menerima bentuknya dari Bapa-Bapa Yunani, yang ... sangat dipengaruhi, secara langsung atau tidak langsung, oleh filsafat Plato ... Bahwa kesalahan dan kerusakan menyusup ke dalam Gereja dari sumber ini tidak dapat disangkal.”

   The Church of the First Three Centuries mengatakan: “Doktrin Tritunggal dibentuk secara bertahap dan baru belakangan terhitung; ... ia berasal dari sumber yang sama sekali tidak dikenal dalam Kitab-Kitab Suci Yahudi maupun Kristen; … ia tumbuh, dan dicangkokkan ke dalam Kekristenan, melalui tangan Bapa-Bapa pengikut Plato.”

   Menjelang akhir abad ketiga M., “Kekristenan” dan filsafat Plato yang baru, berpadu secara tidak terpisahkan. Sebagaimana dinyatakan Adolf Harnack dalam Outlines of the History of Dogma, doktrin gereja kemudian “berakar dengan kuat di tanah Hellenisme [paham Yunani kafir]. Dengan demikian ini menjadi suatu misteri bagi bagian terbesar dari orang-orang Kristen.”

   Gereja mengaku bahwa doktrin-doktrin barunya didasarkan atas Alkitab. Namun Harnack mengatakan: “Dalam kenyataan dikalangannya sendiri [gereja] mengesahkan spekulasi Hellenik, pandangan dan kebiasaan takhyul dari ibadat kafir yang bersifat misteri.”

   Dalam buku A Statement of Reasons, Andrews Norton menyatakan tentang Tritunggal: “Kita dapat menelusuri sejarah doktrin ini dan menemukan sumbernya, bukan dalam wahyu Kristen, melainkan dalam filsafat Plato … Tritunggal bukan doktrin dari Kristus dan Rasul-RasulNya, melainkan suatu fiksi dari sekolah para pengikut Plato.”

   Jadi, pada abad keempat M., kemurtadan yang dinubuatkan olehYesus dan para rasul mulai berkembang penuh. Perkembangan dari Tritunggal hanyalah salah satu bukti dari hal ini. Susunan [tatanan] Kristen telah memasuki abad-abad kegelapannya yang telah dinubuatkan, dikuasai oleh golongan pendeta “manusia durhaka” yang terus bertambah besar.—2 Tes 2:3,7.

 

Mengapa Nabi-Nabi Allah Tidak Mengajarkannya?

Mengapa, selama ribuan tahun, tidak seorangpun dari nabi-nabi Allah mengajarkan   Tritunggal kepada umatnya? Pada kesempatan terakhir, tidakkah Yesus akan menggunakan kecakapanNya sebagai Guru Agung untuk menjelaskan Tritunggal kepada para pengikutNya? Apakah Allah akan mengilhami ratusan halaman dari Alkitab namun tidak menggunakan halaman-halaman ini untuk mengajarkan Tritunggal jika hal itu memang “doktrin utama” dari iman?

   Apakah orang-orang Kristen harus percaya bahwa berabad-abad setelah Kristus dan setelah mengilhami penulisan Alkitab, Allah akan mendukung perumusan suatu doktrin yang tidak dikenal oleh hamba-hamba-Nya selama ribuan tahun, doktrin yang merupakan “misteri yang tak dapat dimengerti” “di luar jangkauan akal manusia,” doktrin yang diakui mempunyai latar belakang kafir dan “sebagian besar adalah masalah politik gereja”?

   Bukti dari sejarah sudah jelas: Ajaran Tritunggal adalah penyimpangan dari kebenaran, suatu kemurtadan.

    

Bahan tulisan diambil dari Watch Tower Bible And Tract Society Of Pennsylvania.1989.    

 

 

 

 

jesusfreaks's picture

@awam : kamu saksi Yehova atau bukan ?

tulisan yang kamu kutip adalah sepertinya tulisan saksi Yehova...

nah sekarang apakah kamu penganut aliran saksi Yehova ?

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Vantillian's picture

WatchTower memang saksi Yehovah....

Sumber tulisan dari Watch Tower memang adalah sumber dari saksi Yehovah, Tidak tahu apakah awam juga penganut di dalamnya. Jika iya, bertobatlah...

Sola Christos...

jesusfreaks's picture

@awam : bertobatlah...

jikalau demikian adanya,

hendaklah kamu...bertobatlah...

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

king heart's picture

Saksi Yehovah

Ciri yang unik dan menarik ( culas ?? ) dari para anggota Saksi Yehovah adalah menyembunyikan identitas ajaran mereka

 

 

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

awam's picture

Aku bukan saksi Yehavah

Aku bukan Saksi Yehovah, pendapatku tentang Yesus dan Roh Kudus tidak sama dengan pendapat mereka. Aku sendiri adalah anggota jemaat Bethel Tabernakel, tapi bukan berarti semua doktrin gereja tempat aku bernaung aku telan begitu saja. Ada hal-hal tertentu yang tidak sejalan dengan pendapatku. Tapi aku berpendapat beda pendapat adalah hal biasa, tidak menjadi alasan untuk aku pindah gereja.

Tulisan diatas memang aku ambil dari tulisan mereka. Aku justru ingin tahu pendapat dari saudara-saudara di Sabda Space, apakah isi tulisan itu benar atau tidak, karena aku sendiri tidak tahu kebenarannya. Barangkali ada yang bisa memberi tahu kepalsuan-kepalsuannya dibagian mana?

GBU

jesusfreaks's picture

@awam : DISINI STANDART KEBENARANNYA ALKITAB

Kira - kira menurut kamu, alkitab mengajarkannya gak ?

kalau alkitab mengajarkannya, berarti sudah jelaskan.

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

hai hai's picture

Awam, Jangan Pindah Gereja

Saudara Awam, bila anda menemukan ajaran salah di gereja anda, tolong jangan pindah gereja. Tugas andalah untuk mengajarkan hal yang benar. Mengajar tidak perlu dilakukan dari mimbar atau menjadi pemimpin PA. Ada jalan lain yang jauh lebih efektif dibandingkan hal demikian. PI pribadi. Itulah yang paling efektif dan efisien menegakkan kebenaran.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

awam's picture

@ Jf dan Hai Hai

@ Jf

Saudara Jf, dimanapun di Alkitab anda tidak akan menemukan pengajaran tentang Tritunggal. Yang saya kutip diatas adalah sejarah perkembangan doktrin Tritunggal. Jadi yang saya ingin tahu, tulisan mereka itu benar tidak?

@ Hai Hai

Terima kasih untuk nasihatnya. Saya tidak berniat untuk pindah gereja, saya bukan jenis jemaat yang suka pindah-pindah tempat ibadah, karena biar bagaimanapun saya yakin tidak ada gereja yang sempurna. Masing-masing gereja mempunyai kelemahan-kelemahannya sendiri.

GBU

desfortin's picture

@Sdr. Awam (Mengkritisi Tulisan Watch Tower Saksi Yehova)

Saudara Awam, saya percaya dengan Allah Tritunggal. Apakah saya percaya begitu saja tanpa menyelidikinya dengan teliti? Saya setidaknya berterima kasih kepada anda karena anda singgah ke pondok saya melalui blog doktrin Allah Tritunggal yang saya tulis ini. Namun mohon maaf, di dalam blog saya di atas saya ada menulis bahwa barang siapa yang belum tuntas membaca blog saya itu, diharapkan tidak memberikan komentar tertulis <kalau di dalam pikiran atau hati, ya silahkan, ga ada yang melarang atau menghalangi anda>, kenapa saya minta komentator harus selesai membaca blog saya ini dulu sebelum berkomentar secara tertulis? Sebab saya ingin agar para pembaca atau blogger yang berkomentar mengerti esensi blog yang saya tulis ini, bagaimana bisa berkomentar dengan baik jikalau isi yang dikomentari tidak diketahui atau diteliti dengan baik, di mana benarnya di mana salahnya, saya terbuka kepada siapa saja dan menerima masukan dari siapa saja asalkan dengan maksud untuk belajar dan mencari kebenaran serta untuk saling membangun bukan untuk saling menjatuhkan atau menghina atau menghakimi tanpa bukti yang jelas dan alat yang tepat. Uji dan hakimilah blog saya di atas dengan Alkitab sebagai standar kebenarannya. Saya siap mengakui kalau apa yang saya tulis di atas terdapat kesalahan atau kekeliruan. Dan saya siap memperbaikinya kalau memang ada kesalahan. Blog saya ini memang panjang dan alasannya sudah saya jelaskan di atas kenapa saya menulisnya dengan panjang lebar. Syukur anda sudah bisa mampir ke sini, karena blog ini ditulis salah satu maksudnya adalah ditujukan kepada anda <dkk yang lain juga> sebab tahun lalu kalau saya tidak salah ingat, kita pernah berdebat sedikit tentang topik ini di blog lain, dan anda konsisten dengan konsep anda, apakah kali ini anda akan tetap konsisten dengan paham anda pada waktu itu sebab saya sudah menguraikannya dalam blog saya di atas.

Sdr. Awam anda mengatakan bukan saksi Yehova dan anda juga berkata ingin meminta pendapat rekan-rekan di Sabdaspace ini, tapi kalau saya perhatikan anda hanya mengutip tulisan dari WT itu, tanpa basa basi, terutama dengan saya sebagai pemilik blog <tapi gpp lah, saya yakin ada sesuatu di balik munculnya pemikiran anda sehingga tulisan yang anda kutip itu bisa terdampar di blog saya ini, dimana Allah turut bekerja, pasti ada hikmahnya, salah satunya kita bisa berdiskusi dan belajar kebenaran lebih lagi>. Seharusnya anda mengemukakan pendapat anda juga atas tulisan yang anda kutip dari Watch Tower =WT <Menara Pengawas>, salah satu organisasi milik Saksi Yehova itu kalau anda bukan salah satu pengikut Saksi Yehova <Jehovah’s Witnesses=JW> dimana anda bilang bahwa pendapat anda tentang Yesus Kristus dan Roh Kudus berbeda dengan JW, namun kemudian anda menanggapi komentar Jesusfreaks di atas dengan mengatakan di Alkitab tidak ada ajaran Allah Tritunggal, padahal ajaran Tritunggal justru diekstrak dari Alkitab sebagai sumber bukan dari lain seperti yang dituduhkan oleh tulisan WT yang anda kutip itu. Ynag menjadi masalahnya adalah mungkin anda tidak menyelidiki dengan tuntas kebenaran Alkitab, prinsip Tritunggal ada baik di PL maupun PB, bukankah di blog saya di atas saya sudah menjelaskannya <Istilah Tritunggal memang tidak ada baik di PB dan PL>.

Kalau anda hanya mengutip tulisan dari luar <WT jelas-jelas adalah organisasi Saksi Yehova dan kita orang Kristen menganggap JW adalah bidat> tanpa disertai komentar anda sendiri seperti yang anda lakukan di atas, itu terkesan bahwa anda hanya ingin melawan pendapat saya dan sekaligus melawan doktrin Allah Tritunggal yang mana kita orang percaya <Kristen> telah mengimani kebenarannya sejak ratusan tahun <memang konsep Tritunggal yang diajarkan oleh para pengkhotbah atau mereka yang berani menyebut diri Hamba Tuhan dan berdiri mengajar di atas mimbar bahkan di jaman ini masih banyak yang tidak komprehensif>

Anyway, thanx anda sudah memposting tulisan yang anda kutip ini, sayang teman-teman lain belum ada yang mau menanggapi tulisan WT di atas dengan lebih jauh, sebab anda memang mengutipnya panjang lebar <mungkin membacanya melelahkan, hehe …> Namun sekarang saya akan menanggapi tulisan yang anda posting di atas dengan tulisan berikut:

Sebelumnya, pertanyaan saya buat anda sdr. Awam adalah  apakah anda percaya kepada Tritunggal?

 

Sebelum dikritisi lebih jauh tulisan WT yang dikutip sdr. Awam di atas, kita mesti tahu dulu seputar WT. Menurut Wikipedia berbahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc. adalah Badan Hukum milik Saksi-Saksi Yehuwa yang didirikan pada tahun 1909 dengan nama "People's Pulpit Association". Kemudian pada tahun 1939 namanya diubah menjadi Watchtower Bible and Tract Society, Inc. Lalu pada tahun 1956 nama badan hukum ini kembali berubah menjadi Watchtower Bible and Tract Society of New York, Incorporated, Brooklyn, New York atau lebih dikenal pada umumnya dengan nama Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc. Badan hukum ini dan Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania adalah organisasi non-profit sehingga dibebaskan dari pajak oleh Pemerintah Federal Amerika Serikat dan  Mahkamah Agung Amerika Serikat. Badan hukum ini juga membantu dalam kasus-kasus hukum yang sering mempertaruhkan kebebasan beragama Saksi-Saksi Yehuwa seperti kasus Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc., et al., Petitioners v. Village of Stratton et al pada tahun 2001. Para Hakim yang terlibat pada waktu itu adalah Stephen G. Breyer, Clarence Thomas, Ruth Bader Ginsburg, Anthony M. Kennedy, John Paul Stevens, Antonin G. Scalia, dan David H. Souter telah memberikan keputusan yang baik. Karena keputusan Mahkamah ini turut berpengaruh atas kehidupan kebebasan beragama, kebebasan berbicara, dan kebebasan pers serta hak-hak sipil kelompok minoritas di Amerika Serikat itu sendiri.

Well,

Dalam tulisan "Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal" yang anda kutip dari Watch Tower (Menara Pengawas, selanjutnya disingkat sebagai WT, organisasi para pengikut Saksi Yehovah) itu, apakah anda sadar kalau WT juga telah menipu anda <terserah anda JW atau menyebut diri Kristen>. Kalau kita perhatikan dengan cermat Watch Tower mengutip banyak pendapat dari berbagai sumber untuk membuktikan bahwa doktrin Tritunggal tersebut adalah salah. Ajaran Jehovah’s Witnesses (disingkat JW) mengatakan bahwa Yesus Kristus itu bukan Allah, melainkan makhluk ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, sedangkan Roh Kudus adalah tenaga aktif Allah.

Tahukah anda bahwa dalam mengutip sumber-sumber tulisannya tersebut, WT sudah berlaku licik alias tidak jujur dan menyesatkan para pembaca antara lain dengan:

  1. Hanya mengutip bagian-bagian tertentu saja sehingga artinya menjadi berubah, terkadang berlawanan <mengapa takut mengekspose dengan komplit? jangan menyembunyikan kebenaran>
  2. Mengutip dari sumber yang sealiran tanpa menyebutkan latar belakang sumber tsb <ini bukti bahwa WT tidak adil>
  3. Tidak menyebutkan bahwa sumber yang sama juga mengikutsertakan JW dalam pendapatnya. Misalnya, WT mengutip bahwa sumber X mengatakan Tritunggal adalah kafir, tetapi tidak mengungkapkan bahwa X juga menyebutkan bahwa JW pun kafir <apa ini bukan cara licik?>
  4. Tidak menyebutkan lokasi tepatnya di mana kutipan tsb dapat ditemukan, agar pembaca tidak dapat memeriksa sumber aslinya sendiri <Ini namanya pengecut>

Bukankah cara-cara seperti ini merupakan kelakuan yang tidak jujur dan tidak dapat diterima dalam masyarakat? Terlebih lagi dilakukan oleh suatu organisasi yang mengaku sebagai satu-satunya organisasi Allah di muka bumi ini. Hehe ... Apa yang dilakukan oleh WT sebenarnya sudah membuka kedok mereka sendiri bahwa mereka bukanlah organisasi Allah sama sekali.

Mari kita buktikan lebih jauh lagi bahwa tulisan WT yang dikutip sdr. Awam tersebut licik dan tidak jujur terutama dalam mengutip sumber-sumbernya sehingga bisa menyesatkan para pembaca. Tulisan ini sebagian besar berasal dari tulisan "Encyclopaedia of Anti-Trinitarian Deceptive quoting!" yang ditulis oleh Steve Rudd . Sebenaranya hanya sebagian kecil dari daftar yang diberikan Steve Rudd dikutip di sini, daftar selengkapnya dapat dilihat di website tersebut.

Penyesatan Pun Dimulai

Langsung di halaman ke 3 (halaman 1 dan 2 adalah sampul muka), tanpa malu-malu, WT sudah mulai menyesatkan pembaca dengan mengatakan dalam 2 alinea sbb:

Namun, orang-orang lain berkata bahwa doktrin Tritunggal itu palsu, bahwa Allah Yang Maha Kuasa berdiri sendiri sebagai Pribadi yang terpisah. Mereka mengatakan bahwa Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, adalah sama seperti malaikat, pribadi roh terpisah yang diciptakan oleh Allah, dan uuntuk alasan ini ia pasti mempunyai permulaan. Mereka mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah setara dengan Allah Yang Maha Kuasa dalam arti apapun; ia selalu tunduk kepada Allah dan masih tetap demikian. Mereka juga percaya bahwa roh kudus bukan pribadi, tetapi roh dari Allah, tenaga aktif-Nya.

Para pendukung Tritunggal mengatakan bahwa itu didasarkan, tidak hanya pada tradisi agama tetapi juga pada Alkitab. Para pengkritik doktrin tersebut mengatakan bahwa itu bukan ajaran Alkitab, sebuah sumber sejarah bahkan berkata: "Asal-usul [Tritunggal] sama sekali kafir." ¾ The Paganism in Our Christianity.

Di sini diberikan kesan bahwa orang-orang yang tidak setuju dengan doktrin Tritunggal tsb percaya bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan dan Roh Kudus adalah tenaga aktif Allah, sesuatu yang dipercaya oleh aliran Saksi Yehovah. Padahal, orang-orang tersebut juga umumnya tidak percaya akan doktrin Saksi Yehovah tersebut. Contohnya, Arthur Weigall, pengarang buku The Paganism in Our Christianity tsb dalam bukunya menyatakan banyak hal yang berasal dari paganisme (kekafiran), sehingga dalam prakteknya ia menyatakan Kristen adalah kafir, termasuk juga ajaran Saksi Yehovah. Hal lain yang dikatakannya antara lain:

Ø         12 murid berasal dari zodiak

Ø         27 buku Perjanjian Baru tidak sah

Ø         nama Maria, ibu Yesus berasal dari kafir

Ø         kelahiran Yesus dari perawan berasal dari kafir

Ø         Yesus tidak mati di kayu salib

Ø         Yesus adalah Anak Allah berasal dari kafir

Ø         hari Sabat berasal dari kafir

Ø         konsep darah untuk menebus dosa berasal dari kekafiran

Ø         penjelmaan Firman dalam Yohanes 1:1 berasal dari kekafiran, konsep malaikat yang sudah ada sebelumnya adalah konsep abad ke 4

Kesimpulannya, Arthur Weigall mengatakan hampir seluruh konsep Kristen adalah kafir, termasuk juga JW! Tetapi WT mencoba menyesatkan seolah-olah Arthur Weigall setuju dengan pendapat JW.

Bagaimana Tritunggal Dijelaskan?

"Di Luar Jangkauan Akal Manusia"

Pada halaman 4, ditulis sbb:

Kebingungan ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap "di luar jangkauan akal manusia".

Teks aslinya, dalam bahasa Inggris berbunyi:

"It is held that although the doctrine is beyond the grasp of human reason, it is, like many of the formulations of physical science, not contrary to reason, and may be apprehended (though it may not be comprehended) by the human mind." (Encyclopedia Americana, Trinity, p116)

Terjemahannya:

"Diyakini, bahwa walau pun doktrin tsb di luar jangkauan akal manusia, doktrin tsb, seperti banyak rumus ilmu fisika, tidak bertentangan dengan akal, dan mungkin dapat diterima (walau pun mungkin tidak dimengerti) oleh akal manusia."

Jadi, The Encyclopedia Americana mengatakan doktrin Tritunggal dapat diterima oleh akal kita, walaupun mungkin tidak dimengerti. Dengan hanya mengutip sebagian saja, WT sudah memberikan pengertian yang menyesatkan.

Dua alinea berikutnya:

Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: "Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri."

Teks aslinya begini:

"It is certain, however, that from the apostolic times they paid worship to Father, Son, and Holy Ghost, addressed to them their prayers, and included them in their doxologies." ... "Precisely what the doctrine is, or precisely how it is to be explained, Trinitarians are not agreed among themselves." ... "It is not possible for the human intellect to comprehend fully the divine nature. The Bible represents God to us as Father, Son, and Holy Ghost. It represents them as equally entitled to our highest reverence, affection, and allegiance."

Terjemahan:

Bagaimanapun juga, adalah pasti bahwa dari jaman para rasul mereka menyembah Bapa, Anak dan Roh Kudus, mengalamatkan doa kepada mereka serta memuji mereka dalam liturgi.Tepatnya, apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri. … Adalah tidak mungkin akal manusia untuk mengerti secara menyeluruh sifat keilahian itu. Alkitab menjelaskan tentang Allah ke kita sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Alkitab menempatkan mereka pada derajat yang sama untuk kita sembah, kasihi dan tunduk pada mereka.

Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata bahwa dari jaman para rasul pun orang Kristen sudah menyembah Tritunggal dan bahwa Alkitab menjelaskan keberadaan Tritunggal pada posisi yang sama, walau pun tidak ada kesepakatan di antara para penganut Tritunggal tsb.

Di halaman 4 ini saja, paling sedikit terdapat 2 tambahan penyesatan yang dilakukan oleh WT (total di halaman ini menjadi 4). Lengkapnya, sekali lagi anda dapat lihat di "Encyclopaedia of Anti-Trinitarian Deceptive quoting!"

 "Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan"

Pada halaman 4-5, WT mengatakan:

Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: "Allah … bukan Allah yang suka pada kekacauan." ¾ 1 Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?

Jika kita lihat ayat selengkapnya, dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1995,

"Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." ¾ 1 Korintus 14:33.

1 Korintus 14:26-40 membahas peri laku dalam pertemuan jemaat, di mana setiap orang harus menjaga kelakuannya agar tidak terjadi kekacauan. Ayat 33 menjelaskan apa yang dikehendaki Allah, yaitu tidak adanya pertengkaran, ribut mulut dsb, sebaliknya damai sejahteralah yang ada. WT sebaliknya menggunakan ayat tsb di atas untuk menyesatkan bahwa Allah selalu memberikan wahyu yang jelas dapat dimengerti karena Allah tidak suka kekacauan. Lukas 8:10 berbunyi sbb.

Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberikan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti." (Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1995).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah dapat memberikan firmanNya dalam bentuk yang tidak dimengerti ke orang-orang, padahal inilah yang disebut oleh WT sebagai kekacauan, jadi WT mengatakan bahwa Allah membuat kekacauan. Bahkan WT sendiri berani menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk menyesatkan.

Apakah Itu Benar-Benar Ajaran Alkitab?

"Tritunggal" apakah ada dalam Alkitab?

Di halaman 5, WT mengatakan:

Sebuah publikasi Protestan berkata: "Kata Tritunggal tidak terdapat dalam AlkitabIa baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4." (The Illustrated Bible Dictionary)

Aslinya sbb:

"It must be remembered that the OT was written before the revelation of the doctrine of the Trinity was clearly given." ... "The word Trinity is not found in the Bible . . . It did not find a place formally in the theology of the church till the 4th century . . . Although Scripture does not give us a formulated doctrine of the Trinity, it contains all the elements out of which theology has constructed the doctrine." (The Illustrated Bible Dictionary, Hodder and Stoughton, 1980, Part 3, p. 1597)

Terjemahan:

Harus diingat bahwa Perjanjian Lama ditulis sebelum wahyu tentang doktrin Tritunggal diberikan secara jelas. … Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab … Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereha pada abad ke-4. … Walau pun Alkitab tidak memberikan perumusan doktrin dari Tritunggal, Alkitab mengandung semua elemen dari mana teologi merumuskan doktrin ini.

Apa yang dimaksud oleh publikasi Protestan itu adalah berlawanan dengan pengertian yang terkandung dalam sebagian kutipan oleh WT. Haruskah kita percaya kepada WT? <bagaimana Sdr. Awam anda sudah bisa menilai tulisan yang anda kutip di atas reliable atau tidak?>

Menyinggung kata Protestan, kita ingat kata Katolik. WT mengambil banyak kutipan dari sumber Katolik, yaitu New Catholic Encyclopedia, Catholic Encyclopaedia dan A Catholic Dictionary. Kita tidak perlu terkejut menerima kenyataan bahwa mereka melakukan kesalahan merepresentasikan apa yang dikutip dari sumber Katolik tsb, dengan sengaja tentunya. Tanpa menyebutkan tahun penerbitan, volume dan halaman, maka pembaca akan sulit untuk menemukan sumber asli dari kutipan tsb. Untung ada komputer dan internet, kita antara lain dapat menemukan Catholic Encyclopedia. Inilah sebabnya WT melarang pengikutnya mengakses internet sehingga kebohongan mereka tidak diketahui.

Haha....Dasar Saksi Yehova (Jujur aja dech kalau ajaran kalian itu lah yang menyesatkan, tapi saya yakin hanya mereka yang tidak belajar baik-baik saja yang bisa disesatkan dengan mudah dan saya yakin mereka-mereka umat Tuhan kaum pilihan-Nya yang sungguh-sungguh menyelidiki Firman Tuhan tidak mungkin mudah terkecoh oleh gaya licik Saksi Yehova, khususnya melalui tulisan salah satu organisasinya WT ini yang dikutip oleh sdr. Awam untuk menanggapi Blog Tritunggal yang saya posting di pasar “klewer” ini).

Oke kita lanjutkan tulisan klarifikasi ini

Karena masalah terbatasnya tempat dan panjangnya kutipan dari sumber-sumber Katolik, maka di sini tidak dibahas tentang kutipan dari sumber Katolik tersebut <karena tulisan bantahan ini pun sudah cukup panjang lebar>

Selain dari sumber Katolik, WT banyak mengutip dari The New Encyclopedia Britannica, dengan hanya mengutip sebagian saja, sehingga memberikan pengertian yang berlawanan dengan apa yang dimaksud dalam sumber aslinya.

Di halaman 6, WT mengatakan:

The New Encyclopædia Britannica menyatakan: "Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru."

Aslinya adalah:

Neither the word Trinity, nor the explicit doctrine as such, appears in the New Testament, nor did Jesus and his followers intend to contradict the Shema in the Old Testament: "Hear, 0 Israel: The Lord our God is one Lord" (Deut. 6:4). ... Thus, the New Testament established the basis for the doctrine of the Trinity. The doctrine developed gradually over several centuries and through many controversies. (Encyclopedia Britannica, Trinity, Vol. X, pz.126, 1979)

Terjemahan:

Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas [secara eksplisit] tidak terdapat dalam Perjanjian Baru, Yesus dan pengikutNya juga tidak bermaksud untuk menentang Shema dalam Perjanjian Lama: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4 [Alkitab LAI 1995]) … Karenanya, Perjanjian Baru dibentuk berdasarkan doktrin Tritunggal. Doktrin ini dibentuk secara bertahap selama beberapa abad dan melalui banyak kontroversi.

Sebaliknya, The New Encyclopædia Britannica menyatakan bahwa Perjanjian Baru membentuk dasar untuk doktrin Tritunggal. Apa yang dimaksud oleh WT sangatlah jelas, bukan?

Bagaimana Doktrin Tritunggal Berkembang?

Peranan Konstantin di Nicea

WT berusaha untuk menyesatkan pembaca bahwa doktrin Tritunggal berasal dari kaisar Kontantin yang kafir dengan mengutip bagian-bagian tertentu secar selektif. Padahal, dalam sumber yang dikutip WT, jelas dikatakan bahwa Konstantin adalah seorang Kristen dan doktrin Tritunggal itu bukanlah berasal dari Konstantin, melainkan sudah dipercaya oleh mayoritas uskup dalam lingkungan gereja.

WT menulis tentang peranan penguasa Roma Konstantin di halaman 8 sbb:

Konstantin bukan seorang Kristen. Menurut dugaan, ia belakangan ditobatkan, tetapi baru dipbaptis pada waktu sedang terbaring sekarat. Mengenai dirinya, Henry Chadwick mengatakan dalam The Early Church: "Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukkan; … pertobatannya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin … Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas sekali, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran tergantung pada karunia Allah orang-orang Kristen."

Kutipan asli dari The Early Church begini:

"When he [Constantius] died at York on 25 July 305 the soldiers proclaimed his son Constantine as emperor. Constantine, like his father, worshipped the Unconquered Sun [page 122]... "The conversion of Constantine marks a turning-point in the history of the Church and of Europe." ... "But if his conversion should not be interpreted as an inward experience of grace, neither was it a cynical act of Machiavellian cunning. It was a military matter. His comprehension of Christian doctrine was never very clear, but he was sure that victory in battle lay in the gift of the God of the Christians....He was not baptized until he lay dying in 337, but this implies no doubt about his Christian belief. It was common at this time (and continued so until about A.D. 400) to postpone baptism to the end of one's life, especially if one's duty as an official included torture and execution of criminals. Part of the reason for postponement lay in the seriousness with which the responsibilities of baptism were taken. Constantine favoured Christianity among the many religions of his subjects, but did not make it the official or 'established' religion of the empire." (The Early Church, Chadwick, Henry. p 122,125,127)

Terjemahan:

Ketika ia [Constantius] meninggal di York tanggal 25 Juli 305, para perajuritnya mengangkat anaknya Konstantin [Constantine] sebagai kaisar. Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukkan" [hal 122]; … "Pertobatan Konstantin menandai perubahan dalam sejarah Gereja dan Eropa" … "Tetapi jika pertobatannya tidak boleh ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin, demikian juga aksi sinis dari kelicikan Machiavellian. Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas sekali, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran tergantung pada karunia Allah orang-orang Kristen Ia tidak dibaptiskan sampai ia terbaring sekarat tahun 377, tetapi ini menyatakan secara implisit tentang kepercayaan Kristennya. Sudah menjadi kebiasaan pada waktu itu (dan berlanjut sampai sekitar tahun 400 AD) untuk menunda pembaptisan sampai pada akhir hidup seseorang, terutama jika kewajiban seseorang sebagai perwira meliputi penyiksaan dan hukuman mati terhadap para kriminal. Sebagian alasan dari penundaan [pembaptisan] terletak pada kesungguhan terhadap tanggung jawab yang muncul setelah pembaptisan. Konstantin memihak Kristen di antara agama-agama lain yang berada di bawah kekuasaanya, tetapi ia tidak membuat Kristen sebagai agama legal atau resmi di kekaisarannya.

Dari aslinya, kita bisa lihat bahwa Konstantin sudah menjadi Kristen jauh sebelum ia meninggal, walau pun ia baru dibaptis pada waktu ia sekarat. Kalimat "Pertobatan Konstantin menandai perubahan dalam sejarah Gereja …" memberikan petunjuk bahwa pertobatannya terjadi jauh sebelum ia meninggal, karena jika ia bertobat pada waktu ia sekarat, maka tidak akan ada pengaruhnya dalam sejarah gereja.

Alinea berikutnya, WT memberi tekanan pada "kaisar yang tidak dibaptis" untuk memberi kesan bahwa Konstantin itu seorang kafir. WT menulis:

Peranan apa yang dimainkan oleh kaisar yang tidak dibaptis ini di Konsili Nicea? Encyclopædia Britannica menceritakan: "Konstantin sendiri menjadi ketua, dengan aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan … rumusan penting yang menyatakan hubungan Kristus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, ‘dari satu zat dengan Bapa’ … Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, kebanyakan dari mereka dengan berat hati."

Perhatikan "…" yang pertama. Apa yang dibuang oleh WT di situ? Agar jelas ceritanya, kutipan aslinya diberikan dengan lengkap, sebaliknya terjemahan hanya berupa ringkasan saja.

It was therefore with dismay that he discovered that the eastern churches were divided by a much more widespread dispute, the doctrinal controversy between Alexander, bishop of Alexandria, and one of his priests, Arius (see ARIUS; ARIANISM). Not understanding the theological points at issue Constantine first sent a letter to the two parties rebuking them for quarreling about minute distinctions, as he believed them to be, about the nature of Christ, and urging them to agree to differ, as did pagan philosophers. Ossius, who carried this letter to Alexandria, soon discovered that the dispute was too serious to be thus resolved, and summoned a large council of Syrian bishops at Antioch (325). They condemned Arius, but before they had concluded their deliberations, Constantine decided to convoke a still larger council at Ancyra (Ankara) in Galatia. Shortly afterward he resolved to hold a universal (ecumenical) council of all, the churches at Nicaea in Bithynia: this city was chosen as being more convenient for the bishops of Italy and the west who had been summoned, and for the emperor himself, who intended to be present. The Council of Nicaea met on May 20, 325. Constantine himself presided, actively guiding the discussions, and personally proposed (no doubt on Ossius' prompting) the crucial formula expressing the relation of Christ to God in the creed issued by the council, "of one substance with the Father" (see CREED). Overawed by the emperor, the bishops, with two exceptions only, signed the creed, many of them much against their inclination. The council also dealt with a number of lesser schisms and heresies, laying down the conditions on which their adherents might be readmitted to the church; endeavoured to settle the date of Easter; and regulated various questions of ecclesiastical precedence and organization. Constantine banished Arius and his partisans, confiscated the Arian churches and banned the cult of recusant schismatics and heretics. Constantine regarded the decisions of Nicaea as divinely inspired. As long as he lived no one dared openly to challenge the creed of Nicaea, but the expected concord did not follow. Those who disliked the Nicene formula took every opportunity of attacking its principal adherents and succeeded in condemning several of them on charges of doctrinal error or uncanonical conduct. Their chief victim was Athanasius, who became bishop of Alexandria in 328 (see ATHANASIUS, SAINT). At first Constantine supported him, acquitting him of several charges, but he eventually lost patience. The emperor's cherished aim was to reconcile Arius with the church, but Athanasius stubbornly refused to accept Arius' vaguely worded submission. At last, in 335, Constantine summoned a council of bishops at Tyre to investigate various charges against Athanasius and ordered him to appear. The council condemned him; he appealed to Constantine himself, who banished him to Gaul. In the same year at a council at Jerusalem Arius was readmitted to communion. During the last decade of his reign Constantine became increasingly pious. He devoted more and more of his time to completing his religious education, reading the scriptures and theological works supplied by Eusebius of Caesarea, listening to sermons and himself delivering homilies to his court. He continued to spend lavishly on building churches, at Rome, Constantinople, Antioch and the holy places in Palestine. He showed marked favour to Christians, thereby causing a flood of interested conversions. At the same time his attitude to his pagan subjects became more severe. Shortly after his victory over Licinius be issued an edict urging all his subjects to adopt the Christian faith, but at the same time he confirmed his policy of toleration to paganism (although in contemptuous language) and forbade overzealous Christians to disturb the pagan cult. He nevertheless destroyed three famous temples, at Aegae in Cilicia and at Apheca and Heliopolis in Phoenicia, and in 331 confiscated all the temple treasures, even stripping the cult statues of their gold; he probably also seized the temple endowments. Before the end of his reign he may even have banned sacrifice." (Encyclopædia Britannica, 1971, Constantine, Vol. 6, p. 386)

Ringkasan terjemahannya adalah sbb:

Terjadi perselisihan antara Alexander, uskup Alexandria dan Arius, imam di bawahnya. [Arius berpendapat sama dengan JW, yaitu tidak ada Tritunggal]. Konstantin menyuruh Ossius, uskup dari Cordoba membawa surat untuk menyelesaikan perselisihan tsb. Setelah Ossius mempelajari masalah, ia membentuk sidang para uskup Syria di Antioch (325), yang menyalahkan Arius. Tetapi sebelum mereka membuat keputusan, Konstantin memutuskan utuk membentuk sidang yang lebih besar di Ancyra (Ankara) di Galatia, kemudian sidang keseluruhan semua keuskupan di Nicaea di mana ia sendiri ikut hadir. Konstantin sendiri menjadi ketua, dengan aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan (tidak diragukan lagi atas usul Ossius) rumusan penting yang menyatakan hubungan Kristus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, ‘dari satu zat dengan Bapa’. Arius akhirnya dibuang ke Gaul.

WT membuang beberapa kata yang jika dimasukkan akan memutarbalikkan pengertian yang diberikan WT. Konstantin mengusulkan rumusan tersebut atas usul atau nasihat Ossius, uskup dari Cordoba. Ossius dengan sendirinya sangat mengerti agama Kristen dan bukan orang kafir. Apa yang sebenarnya dikatakan Encyclopaedia Britannica ini berlawanan dengan apa yang WT katakan tentang pendapat Encyclopædia Britannica.

Terlebih lagi, dari latar belakang dibentuknya Kredo Nicaea tersebut memperlihatkan bahwa doktrin Tritunggal sudah diterima oleh sebagian besar gereja pada waktu itu, hanya sebagian kecil dari petugas gereja yang tidak sependapat. Catholic Encyclopedia, walau pun tidak dapat menyatakan secara pasti berapa jumlah uskup/imam gereja yang hadir, menyebutkan jumlah uskup yang hadir sebanyak sekitar 300 sebagai jumlah yang diterima secara universal dan tidak ada alasan yang cukup untuk menolak angka tsb. Jadi hanya kurang dari 1% yang menolak menandatangani kredo tersebut <bagi yang kurang mempelajari sejarah mungkin memang mudah ditiup oleh cara-cara licik seperti WT milik JW ini>.

Alinea berikutnya adalah:

Karena itu, peran Konstantin penting sekali. Setelah dua bulan debat agama yang sengit, politikus kafir ini campur tangan dan mengambil keputusan demi keuntungan mereka yang mengatakan Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? "Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam bahasa Yunani," kata A Short History of Christian Doctrine. Yang ia ketahui adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.

Perhatikan, sekali lagi ditekankan bahwa Konstantin adalah politikus kafir. Kutipan asli dari A Short History of Christian Doctrine adalah sbb:

The first emperor to become a Christian, Constantine had basically no understanding whatsoever of the questions that were being asked in Greek theology. ... Even though he had a general antipathy to the controversies, and even though he himself had only a rudimentary "theology," he was still not entirely without sympathy for the problems which arose. In any case, he permitted himself to be more fully instructed about many things by his episcopal counselors. The decisive catchword of the Nicene confession, namely, hoinoousios ("of one substance"), comes from no less a person than the emperor himself. To the present day no one has cleared up the problem of where the emperor got the term. It seems likely that it was suggested to him by his episcopal counselor, Bishop Hosius (Ossius) of Cordova, and it was probably nothing more than a Greek translation of a term already found in Tertullian (A Short History of Christian Doctrine, Bernard Lohse, 1966, p51-53)

Terjemahan:

Kaisar pertama yang menjadi seorang Kristen, Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam bahasa Yunani,Walau pun ia tidak suka terhadap kontroversi, dan walau pun ia hanya mempunyai "teologi" secara kasar, ia tidak sepenuhnya acuh terhadap masalah-masalah yang muncul. Ia, dalam kasus apa pun, membiarkan dirinya untuk lebih menurut instruksi dalam banyak hal kepada penasihat keuskupannya. Kata utama dalam pengakuan Nicene, yaitu hoinoousios ("berasal dari satu substansi") [Catholic Encyclopedia: homoousion to patri (berasal dari satu substansi yang sama dengan Bapa, mungkin salah eja] datang dari sang kaisar sendiri. Sampai sekarang, tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan dari mana kaisar itu mendapatkan istilah tsb. Sangat mungkin kata itu diusulkan oleh penasihat keuskupannya, Uskup Hosius (Ossius) dari Cordova, dan mungkin kata itu tidak lebih dari terjemahan Yunani dari istilah yang sudah ada digunakan Tertullian.

Dari kutipan selengkapnya, kita tahu bahwa Konstantin adalah politikus Kristen, bukan politikus kafir. Walau pun ia hanya mengetahui tentang teologi secara garis besar saja [seperti umumnya kebanyakan orang], ia memegang peranan aktif dalam permasalahan yang muncul dalam gereja. Dalam pengakuan Nicene (Nicaea) ini, keputusan yang dibuat Konstantin kemungkinan besar merupakan usulan dari Ossius, jadi sesuai dengan apa yang dikatakan Encyclopædia Britannica, dan berlawanan dengan apa yang dikatakan WT.

 

Bagaimana Dengan "Ayat-Ayat Bukti" Untuk Tritunggal?

Walau pun tidak ada kata Tritunggal dalam Alkitab dan tidak ada penjelasan secara terperinci mengenai Allah Tritunggal, Alkitab memberikan petunjuk-petunjuk tentang konsep Tritunggal tersebut, antara lain keilahian Yesus Kristus yang setara dengan Allah. WT menyadari akan hal tsb, maka WT mencoba memberikan penjelasan-penjelasan. Kita ambil sebuah contoh di halaman 29 sbb:

Tetapi, bagaimana dengan kata-kata rasul Tomas, "Ya Tuhanku dan Allahku!" kepada Yesus dalam Yohanes 20:28? Bagi Tomas, Yesus adalah seperti "allah", terutama dalam mukjizat yang ia lihat yang mendorongnya untuk mengeluarkan seruan itu. Beberapa sarjana mengatakan bahwa Tomas mungkin hanya mengucapkan seruan keheranan yang emosional, yang diucapkan kepada Yesus namun ditujukan kepada Allah. Dalam hal apapun, Tomas tidak berpikir bahwa Yesus adalah Allah Yang Maha Kuasa, karena ia dan semua rasul lain tahu bahwa Yesus tidak pernah mengaku dirinya sebagai Allah melainkan mengajar bahwa Yehuwa saja "satu-satunya Allah yang benar." <Yohanes 17:3.>

Apa yang dikatakan WT di sini sebenarnya hanyalah spekulasi saja, tanpa didasarkan atas bukti-bukti tertentu. Perhatikan perkataan "beberapa sarjana", kita tidak diberitahu siapa mereka dan berapa persen sarjana yang berpendapat demikian. Tetapi, mari kita bahas sesuatu yang lebih pokok.

WT tidak memberitahu pembaca bahwa Alkitab versinya sendiri, New World Translation berbunyi: "Ya Tuanku dan Allahku" [sesuai dengan keterangan lisan seorang pengikut JW]. Tuanku dan Allahku (atau Tuhanku dan Allahku) menunjuk ke satu pribadi saja, di mana menurut WT adalah ke Allah Yang Maha Kuasa. Jadi, dengan menggunakan penjelasan WT di atas ke Alkitab versi New World Translation, WT sendiri sudah menurunkan derajat Allah Yehuwa menjadi sama dengan derajat Yesus, karena Yesus disebut sebagai Tuan dalam ayat-ayat lainnya, sedangkan menurut WT, derajat Yesus adalah lebih rendah dari Allah. Apakah WT sebenarnya mengakui Tritunggal? <tentu anda sudah bisa menilainya>

Para saksi Yehova memang pintar menyamar. Biasanya mereka memakai istilah-istilah yang menarik untuk menyamar <the Bible’s Students=Siswa-Siwa Alkitab>. Waktu sekitar 2 tahun yang lalu saya memiliki salah seorang teman di kampus saya, yang pernah di pengaruhi oleh JW dan dia begitu bangganya menunjukkan buku-buku dan majalah tulisan pengikut JW dan kemudian saya sempat dipinjaminya <dia bilang, “bagus lo buku ini untuk dibaca, mau pinjam? Silakan pinjam”>. Teman saya itu awalnya tidak  tahu kalau saya sudah tahu kalau itu tulisan JW, maka saya pinjam saja dan setelah saya kembalikan buku itu, saya katakan kepadanya bahwa buku ini bukan buku Kristen tapi buku bidat, dia kaget dan terjadilah perdebatan, cukup lama dia terhipnotis oleh ajaran JW itu, tapi belakangan ini dia sudah lepas dari ikatan itu, cuman memang nampaknya teman saya itu belum bertobat mengalami pertobatan secara doktrinal.

Dari beberapa teman saya yang pernah didatangi oleh saksi-saksi Yehova ke rumah mereka dan waktu mereka bilang kepada saya bahwa mereka cuma bisa terkagum-kagum dengan pemberitaan para JW itu dan tidak bisa memberikan jawaban yang seharusnya, tapi untunglah beberapa temanku yang bersaksi itu termasuk tipe yang "ignore" jadi tidak sampai terpengaruh , tapi sayangnya teman-teman saya itu cenderung malas belajar kebenaran Alkitab dengan ketat dan serius, khususnya doktrin-doktrin penting dan sulit seperti predestinasi <Soteriologi> dan juga seperti doktrin Allah Tritunggal ini. Mereka berkata doktrin itu tidak penting, yang penting, prakttisnya saja, tidak perlu pusing-pusing dan diikat oleh doktrin ini, doktrin itulah. Begitu pendapat mereka. Padahal menurut saya mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. Mereka tidak sadar kalau mereka tidak sadar. Inilah fakta yang sering terjadi dan sering saya temu pada kebanyakan orang Kristen di jaman ini, bahkan termasuk di “klewer” ini. Akhirnya mereka begitu mudah disesatkan dan ditipu oleh ajaran yang “sakit” dan tidak bertanggung jawab. Ketika berjumpa dengan para pembawa ajaran bidat, mereka diam seribu bahasa, kelu tak berani membantah <meskipun mungkin di dalam hati hati sudah mendidih>, mereka tidak mampu menaklukan ajaran-ajaran salah seperti Saksi Yehova ini. Do you want to know how to conquer the false of Jehovah Witnesses? Kalau iya silahkan klik BAGAIMANA CARA MENAKLUKAN DAN MEMBONGKAR DUSTA SAKSI -SAKSI YEHOVA. atau lebih lengkapnya tentang pembahasan Saksi-Saksi Yehova klik ini.

Oke, sdr. Awam, saya sudah mengunggah tulisan yang lumayan panjang lebar untuk mengkritisi tulisan yang anda kutip dari WT di atas. Selanjutnya, tanpa mengurangi hormat saya dan tanpa bermaksud meremehkan anda silakan anda pelajari lagi blog saya di atas <kalau memang belum membacanya> dan silakan klik link yang saya sertakan di bagian akhir blog saya itu untuk menambah pemahaman tentang kebenaran doktrin Alkitabiah ini <Pembahasan Allah Tritunggal oelh Pdt. Budi Asali, M. Div> atau klik <Pembahasan Allah Tritunggal oleh Ev. Yakub Tri Handoko, Th. M>. Di sini lebih terkategori, lebih lengkap dan lebih luas. Tanpa bermaksud meremehkan <meskipun saya tahu anda lebih tua dari saya>,setelah anda memahami semuanya itu kalau ada hal-hal yang memang perlu didiskusikan, mari kita berdiskusi lagi. Tapi ingat kita di sini sama-sama belajar dan berbagi serta mencari kebenaran lebih limpah lagi, bukan berdebat tok apalagi sampai debat kusir yang tak berarti. Saya akan lebih respect kalau diskusi didasari oleh rasa ingin tahu dan prinsip belajar kebenaran lebih lagi dan mau lebih terbuka dengan argument-argumen lawan, dalam artian kita mencoba berdiskusi dengan prinsip tidak mau menang sendiri, tapi biarlah Alkitab sebagai dasar dan penghakim semuanya.

Demikian penjelasan ini saya akhiri, semoga berguna bagi semua. Amin!

Soli Deo Gloria

 

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

glitter's picture

Contoh DR Stephan Tong kurang tepat.

-Contoh Pak Tong tentang Allah Tritunggal dengan alkitab itu adalah tritheisme (itu berarti 3 Allah).itu berarti 3 buku yg sejenis.jadi berarti 3 Allah yg sejenis.karena satu esensi tiga pribadi ngak seperti itu......bacalah buku suatu analisa terhadap Cornelius Van Til Bab 5 terbitan momentum.

hai hai's picture

Ilustrasi Tritunggal Pdt. Dr. Stephen Tong

Saudara glitter, Saya beberapa kali mendengar ketika Pdt. Dr. Stephen Tong menggunakan Alkitab sebagai ilustrasi untuk mengajarkan doktrin tritunggal.

Dengan tegas dan gamblang dia selalu katakan, bahwa ilustrasinya tersebut sama sekali JAUH dari sempurna. Sebelum menceritakan ilustrasinya dia menceritakan ilustrasi-ilustrasi yang sudah ada dan menunjukkan kelemahan dari masing-masing ilustrasi itu. Setelah menceritakan ilustrasinya dia juga menunjukkan kelemahannya. ilustrasi hanya menunjukkan satu sisi namun lemah bahkan salah di sisi lainnya.

Tentang tiga Allah. Menurut saya dia sama sekali tidak salah. Bukankah Alkitabmengajarkan ada tiga Allah? Allah Bapa bukan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Yesus Kristus bukan Roh Kudus.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

glitter's picture

hai,pandangan kamu bahaya:3 pribadi itu bukan tiga Allah

-Kredo Athanasia yg di tulis athanasius:..........Bapa adalah Allah;Putra adalah Allah;Roh Kudus adalah Allah. Namun demikian tidak ada tiga Allah: tapi satu Allah.

-KIta percaya hanya ada satu Allah dan Allah ini adalah Allah tritunggal :Bapa ,Putra dan Roh .ke tiganya Ko exist dari kekal hingga kekal.Bapa bukan Putra dan Putra bukan Roh:"masing masing Pribadi didalam keAllahhan(Godhead) adalah sama ekstensif cakupannya dalam keberadaan keAllahan itu" artinya, masing-masing Pribadi adalah Allah sepenuhnya, memiliki semua atribut ilahi.tapi harus ingat hai2: Pribadi-Pribadi itu bukanlah bagian-bagian dari Allah,dan juga ketika satu pribadi bertindak, kedua pribadi yg lain ikut bertindak karena ketiganya ngak pernah terpisah melainkan satu ada didalam yg lainnya Bapa didalam Putra ,Putra di dalam Bapa dan Roh berada didalam keduanya dan kedua-Nya berada di dalam Roh.maka setiap tindakan Allah merupakan satu tindakan personal yg melibatkan ketiga Pribadi yg bertindak di dalam kesatuan."Keberadaan Allah menunjukkan suatu indentitas numeral yang mutlak" Ia adalah satu "keberadaan," bukan Tiga; ketiga-tiganya mengambil bagian dari satu "esensi".

-Pribadi-Pribadi itu  tidak pernah terpisah barang sesaatpun dan satu ada di dalam yg lain(saling huni) .

-Hai kamu harus Baca " suatu analisis terhadap pemikirannya Cornelius Van Til"bab ke 5

sinar's picture

to: glitter anda belagu

saudara glitter menulis: maka setiap tindakan Allah merupakan satu tindakan personal yg melibatkan ketiga Pribadi yg bertindak di dalam kesatuan."Keberadaan Allah menunjukkan suatu indentitas numeral yang mutlak" Ia adalah satu "keberadaan," bukan Tiga; ketiga-tiganya mengambil bagian dari satu "esensi".

glitter ketika anda menulis hal ini saya jd bertanya2 jadi apakah artinya Bapa adalah suatu esensi yg juga ikut disalib waktu Kristus mati digolgota?.. dan apakah anda mengajarkan sesuai wn itu bahwa Roh Kudus juga menderita dan ikut mati di salib? apa artinya bhw Bapa mengutus anak, dan anak mengutus Roh Kudus? jika mereka ikut sama2 dlm berbuat  dan esensi lalu mengapa penulisan di alkitab ada nama2 Bapa, anak dan Roh Kudus apakah penulis2 itu tolol? krn mereka sia2 menulis yg satu dijadikan tiga? bukankah di alkitab tidak ada satu katapun yg memuat kata tritunggal? lalu jika mereka satu didalam saling mengisi lalu nabi2 yg penuh Roh Kudus spt daud mengapa ia tidak tau bhw ia mempunyai ROh Allah yg terdiri dari tiga unsur? mengapa nabi2 di pl tidak merasakan kepenuhan satu di dalam tiga dan esensi yg benar? lalu apakah watchman nee dpt menjelaskan mengapa Kristus mati dan menampakkan diri kepada murid2 dan murid mengenali Kristus? waktu Kristus hidup mengapa IA sering berkomunikasi dan menyatakan kasih dan ketaatannya pd Bapa apakah ia gila berkomunikasi dg esensinya sendiri?

glitter jika anda tak pandai menulis dan sering salah titik dan koma dlm menulis blog, belajarlah menulis dlu hal itu sederhana kok tapi anda kelihatan belagu dg pandangan tritunggal yg rumit padahal belajar hal sederhana spt menulis saja anda malas dan tak mampu thx

The only fear is only fear itself

__________________

The only fear is only fear itself

hai hai's picture

@Glitter, Allah Tritunggal

Tentang Allah tritunggal saya pernah menulis di sini dan di sini.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

glitter's picture

Jangan mengklaim suatu kata sebagai milik sendiri.

Anda berkata saya percaya doktrin predestinasi .

-sorry ya predestinasi itu kata yg ada di Aklitab ada 6 ayat ,jadi semua orang kristen percaya  predestinasi .

-mungkin maksud anda adalah doktrin predestinasi menurut ........?(kalau ngak salah sih Reformed (hypercalvinis) ya?)

Vantillian's picture

Glitter, daripada anda bacot disini

 Glitter, daripada anda bacot dan bancrit disini dan menjelek-jelekkan stephen Tong, mengapa anda tidak menuliskan blog anda yang membuktikan dia adalah heresy? Ujilah tulisannya dan buktikanlah, apakah dia sesat atau tidak, sebagaimana para blogger disini menguji tulisan para tokoh yang dianggap sesat...

glitter's picture

Saya ngak bilang Pak Tong sesat.

-Saya ngak bilang pak Tong sesat. saya hanya bilang cont itu heresy bukan pengertian / ajaran pak tong yang sesat tapi contoh nya.

-mengatakan saudara sesat sama saja mengatakan kafir ngak mungkin saya lakukan. Mat 5:22

 

Mat 5:22

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

 -ya sudah kalau anda tersinggung saya ubah ya kalimatnya.(lihat sudah saya ubah).maaf ya bro.

desfortin's picture

Salam kenal Glitter, ngeblog can be good for you!

Dear Glitter,

Maaf saya baru membaca komentar-komentar anda di blog saya ini. Saya baru bisa OL saat ini setelah lama Pulkam, tapi inipun kebetulan saya lagi di kota. Well, terima kasih atas komentar-komentarnya. Sangat senang sekali jika anda bisa menulis pemahaman-pemahaman anda dalam blog khusus, mungkin akan banyak yang berkomentar alias mampir di blog anda and that can be good for you. Tentang Tritunggal, bagaimanapun segala ilustrasi dan analogi yang manusia coba berikan, tak ada satupun yang sempurna. Allah Tritunggal tetap menjadi misteri yang seharusnya membuat kita semakin takluk dan kagum akan kebesaran Sang Pencipta yang begitu transenden.

Good luck and keep writing!

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

dionsultan's picture

bingung

dari sekian panjang tulisan itu intinya Konsep tri tunggal itu bener gak sih?yang bener Allah itu :

a 3 in 1?

b hanya ada 1

c ada 3

tolong jawab yang singkat, jawabannya a,b atau c???

hai hai's picture

dionsultan, Anda Lebay

dionsultan, apabila masalah Allah tritunggal dapat dipahami dengan pilihan ganda seperti yang anda sangka, maka itu bukan Allah Tritunggal lagi namanya.

Mungkin tulisan ini akan memberi anda sedikit ide untuk memahami Allah Tritunggal. Begitupun tulisan ini.

dionsultan, untuk memahami Allah Tritunggal itu benar-benar rumit. Saya tidak yakin dengan membaca kedua tulisan tersebut anda akan memahaminya.

Ajaran Allah tritunggal adalah ajaran Alkitab, itu sebabnya, walaupun sulit, namun tidak ada pilihan lain selain mempelajarinya dan mengharapkan kemurahan Roh Kudus untuk membukakan kebenarannya.

Allah tritunggal = Tiga Allah YANG Esa

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

desfortin's picture

@dionsultan:Bisa dibedakan, tapi tidak terpisahkan

Anda menulis:

dari sekian panjang tulisan itu intinya Konsep tri tunggal itu bener gak sih?yang bener Allah itu :

a 3 in 1?

b hanya ada 1

c ada 3

tolong jawab yang singkat, jawabannya a,b atau c???

Konsep Allah Tritunggal itu ada di Alkitab, walaupun secara terminologi tidak bisa kita temukan baik di PL maupun PB.

Memahami Allah Tritunggal tidak segampang seperti membalikkan telapak tangan, rumit memang. Sudah banyak orang yang membahasnya dan beragam juga tafsirannya. Perlu belajar dan rendah hati juga untuk memahaminya. Tapi walau bagaimanapun, saya yakin pada akhirnya kita akan tetap tidak bisa memahaminya dengan tuntas alias tetap misteri.

Saya tidak bisa memilih opsi anda itu, sebab menurut saya selain opsinya tidak lengkap, anda juga tidak menjelaskannya. Kalau anda uraikan pemahaman anda juga, mungkin saya bisa menilai pemahaman anda dan dari situ juga kita akan bisa menilai siapa yang benar.

Allah Tritunggal adalah Allah yang Esa dengan Tiga Pribadi. Di dalam Allah Tritunggal Pribadi-Pribadinya dapat dibedakan, tapi tidak terpisahkan. Sebab ketiga pribadi itu adalah tetap Allah yang Esa. Bapa BUKAN Anak (Yesus Kristus), Anak BUKAN Roh Kudus, Roh Kudus BUKAN Bapa. Tapi Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah: BISA DIBEDAKAN, namun TIDAK TERPISAHKAN.

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]

__________________

[*LET'S B' HUMBLE, KEEP ON LEARNING
AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*]