Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Manusia Terbesar (kristenberea)

Manusia Terbesar
Dipublikasi Artikel blog by kristenberea

Ada dua versi manusia terbesar, yaitu versi manusia dan versi  Allah,
Pencipta manusia. Tentu saja versi Allah-lah yang valid karena Allah
tahu  persis keberadaan manusia yang sesungguhnya. Namun sangat
disayangkan sebagian  besar manusia ingin menjadi yang terbesar menurut
versi manusia.
Berikut adalah ciri-ciri manusia terbesar versi manusia :
1. Mereka dapat mengembangkan kemampuannya (talentanya) secara  luar
biasa jauh di atas kemampuan rata-rata lainnya. Sesuai dengan ciri ini
kita  mengenal manusia terbesar di bidangnya masing-masing antara lain
:
Pele dan  Maradona (Sepakbola), Tiger Wood (Golf),  Albert Einstein
(Sains), Leo Tolstoy [8] (novelis), Plato  (filsafat), Edison
(Penemuan),  dan sebagainya.
2. Sebagai akibat dari no.1, mereka pada umumnya menjadi sangat
terkenal dan menjadi idola banyak orang.
3. Menjadi terbesar juga bisa kerena pengaruhnya yang dianggap  luar
biasa, atau juga karena harta yang dimilikinya bergitu luar biasa.
Sesuai  dengan ciri ini bisa dimasukkan nama-nama, Gandhi, Napoleon,
Alexander Agung,  Bill Gates, dan sebagainya
Hal-hal di atas adalah sebagian dari ciri-ciri manusia yang  dianggap
terbesar menurut manusia. Tetapi kalau menurut Allah, justru nama-nama
di atas tidak masuk hitungan. Menurut Allah, manusia terbesar sepanjang
sejarah  adalah Yohanes Pembaptis.
"Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan  oleh perempuan
tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes"  (Lukas 7:28)
Sekarang mari kita lihat ciri-ciri manusia terbesar menurut  Allah ini:
1). Ia adalah seorang yang sangat sederhana. Ia tidak  "kepencut"
kehidupan yang mewah. Ia hidup apa adanya, yaitu dengan apa yang
disediakan oleh Allah melalui alam sekitarnya. Bulu onta, tongkat,
madu,
 belalang, dan sebagainya.
2). Ia adalah orang yang setia mengemban amanat dari Allah. Ia  tidak
menyelewengkan tugasnya untuk kepentingan dirinya sendiri. Bayangkan
saja,  ketika  banyak orang mengikutinya dan bertanya apakah ia Mesias
atau bukan, ia  tetap setia menempatkan dirinya pada tempat yang
semestinya yaitu sekedar  sebagai utusan untuk mempersiapkan Mesias
yang
dicari orang banyak. Bandingkan  dengan banyak "hamba Tuhan" saat ini.
Baru punya jemaat ribuan saja sudah berani  mengangkat dirinya sebagai
rasul dan menempatkan dirinya sebagai Mesias dan  pengantara antara
Allah dan jemaatnya. Bukankah saat ini banyak juga para "hamba  Tuhan"
yang menjual "firman Tuhan" sebagai pekerjaan utamanya?
3).  Ia tidak mengenal kompromi dengan ketidakbenaran dan
ketidakadilan. Seandainya ia mau kompromi dengan raja Herodes dan
istrinya  Herodias, sudah pasti ia akan menjadi pengkhotbah istana yang
luar biasa dan  terkenal. Alkitab mengatakan bahwa raja segan dan
menyenangi khotbah-khotbah  Yohanes Pembaptis. Bandingkan dengan
beberapa  "pengkhotbah" masa kini yang ABS  dengan para penguasa dan
konglomerat.
4). Ia adalah seorang hamba yang sejati yang rela dan ikhlas  menjadi
semakin kecil asal tuanya semakin besar. Bandingkan dengan beberapa
para
 "hamba Tuhan" masa kini yang berlomba-lomba menjadi besar bahkan
terbesar di  dunia. Mereka tidak segan-segan mengiklankan dirinya lewat
majalah, surat kabar,  radio, dan bahkan internet : "Ini lho pendeta
besar, dari gereja terbesar" dan  sebagainya. Perhatikan
spanduk-spanduk
KKR dan sebagainya, bukankah nama  pendetanya seringkali ditulis dengan
huruf yang besar sedangkan kalau ada  tulisan Yesus, maka tulisan itu
dibuat sekecil mungkin agar gak terbaca. Untung  saja nama Yesus
dituliskan, biasanya tidak.
Kalau saja, orang-orang ingin mempunyai karakter seperti  Yohanes
Pembaptis, atau ingin menjadi manusia terbesar menurut Allah, sudah
tentu tidak ada pemanasan global, krisis keuangan global, Korupsi, dan
sebagainya. Bukankah semuanya itu ada karena banyak manusia yang
berlomba-lomba  menjadi besar dan terbesar menurut ukuran manusia?
Kesimpulan : Manusia terbesar menurut ukuran  manusia seringkali adalah
manusia terkecil menurut Allah, sebaliknya manusia  terbesar menurut
Allah seringkali dianggap manusia terkecil menurut ukuran  manusia.
"Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,  hendaklah ia menjadi
pelayanmu"
(Matius 20: 26 )

[8] http://id.wikipedia.org/wiki/Leo_Tolstoy