Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

maut

Pak Tee's picture

Kau Ingin Umur Berapa?

“Kau ingin hidup berapa tahun di dunia ini? Kau ingin umur berapa?” Jin bertanya kepadaku.

“Seratus!”

“Ha… ha… ha…! Jun…, Jun… kau pernah baca Mazmur 90:10? (Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap)

Pak Tee's picture

Kenapa kau melukaiku?

                Aku terluka. Ada sebilah pisau belati menusuk jantungku. Darah mengucur. Tapi aku tidak mati. Aku menggelepar. Seluruh tubuhku bergetar. Aku menangis. Tapi aku tidak terisak. Air mata itu tumpah begitu saja.

chacanda che-q thaT's picture

Dosa dan Manusia

A.  DEFINISI DOSA.
Kata dosa berasal dari bahasa yunani yaitu :

Kata 'hamartêma' berasal dari kata kerja 'hamartanô', "berdosa" atau
"berbuat dosa", lebih menitikberatkan pada dosa itu sendiri ketimbang
tindakannya. Secara konseptual kata ini berarti "tidak mendapat bagian atau tidak terhidar dari sasaran. Oleh karena itu penulis menyimpulkan bah dosa adalah tindakan manusia yang melanggar perintah atau hokum Allah. Manusia jatu kedalam dosa karena di pengaruhi oleh kemauannya sendiri mau ingin jadi seperti penciptanya. Hal dan tindakan seperti ini yang menyebabkan manusia jatuh.

Purnawan Kristanto's picture

Menantang Maut

Dalam perjalanan pulang dari lereng gunung Merapi, saya menjumpai aksi anak-anak sekolah yang cukup membahayakan. Waktu itu bertepatan

dengan jam pulang anak-anak SMP Kemalang Klaten. Murid-murid yang rumahnya dekat dengan sekolah, mereka pulang dengan berjalan kaki atau naik sepeda beramai-ramai. Sedangkan yang jaraknya cukup jauh harus menunggu angkutan pedesaan berupa minibus.

Begitu minibus itu datang,mereka segera berebutan naik. Ada yang masuk ke dalam bus, tapi ada pula yang langsung memanjat ke atap mobil. Ketika bagian dalam sudah terisi penuh, maka beberapa anak laki-laki terpaksa bergelayutan di pintu bis.

Ketika semua sudah naik, maka sopir bus segera menginjak gas menyusuri jalan pedesaan yang sempit dan berlubang di sana-sini. Bus berjalan terseok-seok karena sarat oleh muatan. Menyaksikan pemandangan ini saya segera menyambar kamera video saya untuk merekam peristiwa itu.