Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Harapan

victorc's picture
Renungan: dari harapan rendah ke harapan tinggi akan Yesus
Teks: Lukas 24:36-49

    36  Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
    37  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.  
    38  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?  
    39  Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."  
    40  Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.  
    41  Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"  
    42  Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.  
    43  Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.  
    44  Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."  
    45  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.  
    46  Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,  
    47  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
    48  Kamu adalah saksi dari semuanya ini.  
    49  Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."  

Shalom, saudaraku. Minggu ini kita akan memasuki minggu penampakan Yesus (Epifani), karena itu izinkan saya menulis tentang harapan. Harapan sangatlah penting buat kehidupan semua manusia di bumi ini, seperti dinyatakan oleh Lewis Mumford dalam kalimat yang cukup populer: "Seorang manusia bisa bertahan hidup 3 minggu tanpa makanan, 3 hari tanpa air, 3 menit tanpa udara, tapi dia tidak akan dapat bertahan 3 detik tanpa harapan."(2)

Ulasan teks
Pasca kebangkitan Yesus, murid-murid masih tetap berkumpul bersama. Namun harapan mereka kepada Yesus sebagai Mesias yang akan membebaskan umat Israel dari penjajahan Romawi pupus sudah, karena mereka melihat sendiri bahwa guru yang sangat mereka hormati itu disalibkan bagai penjahat sampai mati dan dikuburkan. Tadinya para murid berharap bahwa Yesus akan menunjukkan kuasa-Nya dan melawan pasukan Romawi. Namun di luar harapan mereka, Yesus justru tidak melawan sama sekali, Ia justru membisu seribu bahasa di depan pengadilan Sanhedrin.
Namun Yesus menyatakan diri di tengah-tengah para murid yang tanpa harapan dan tidak tahu apa yang mesti dikerjakan tersebut. Yesus sengaja tampil secara tiba-tiba, mungkin dengan menerobos dinding dan pintu (ay. 36).
Kehadiran Yesus yang begitu tiba-tiba itu tentu saja membuat para murid kaget setengah mati, seperti melihat hantu, dan hal ini cukup dapat dipahami. Yesus juga menegur mereka akan keragu-raguan mereka, yang menunjukkan bahwa harapan para murid akan Yesus cukup rendah, mereka hanya berharap bahwa Ia akan membebaskan orang Yahudi dari penjajahan. Para murid sama sekali tidak menyangka bahwa kematian Yesus justru sangat penting dalam membawa pengampunan dosa bagi seluruh umat manusia. Yesus kemudian mengambil waktu yang cukup untuk memupus keraguan mereka dengan makan di hadapan mereka, yang tidak bisa dilakukan oleh hantu. Selanjutnya Ia menjelaskan bagian-bagian kitab suci yang menubuatkan bahwa Mesias harus mati disalibkan dan kemudian dibangkitkan. Dengan kata lain, Yesus mengubah persepsi para murid akan Yesus, dari harapan yang rendah akan Mesias menjadi harapan yang tinggi.
Proses perubahan harapan dari para murid akan Yesus itu tampaknya memerlukan waktu beberapa lama. Seperti ditunjukkan dalam Kis. 1:6-8, harapan para murid akan Yesus sebagai raja pembebas bangsa Yahudi dari penjajahan itu bahkan masih mereka pegang hingga saat Yesus akan naik ke surga.

Penerapan
Lalu bagaimana dengan kita? Bukankah sebagai bagian dari masyarakat modern, banyak di antara kita juga cenderung memiliki harapan yang rendah akan Yesus? Kalau mau jujur, mungkin diam-diam sebagian kita menganggap Yesus tinggal di sisi kanan Bapa, sehingga Ia tidak lagi peduli akan permasalahan yang kita hadapi.
Selain itu, banyak penulis buku dan juga film populer yang memberikan gambaran bahwa Yesus hanyalah seorang guru dan tabib keliling yang kemudian menikah dengan Maria Magdalena (Da Vinci Code). Bahkan ada yang menulis bahwa Yesus meninggal di India.(6) Malah ada seorang teman misionaris yang menyatakan bahwa ada sebuah desa bernama Shingo (Herai) di Jepang yang dipercayai sebagai tempat meninggalnya Yesus.(7)
Para teolog liberal juga tidak ketinggalan dalam melakukan "demitologisasi" terhadap sosok Yesus, misalnya gerakan Jesus Seminar. (3) Mereka berusaha memisahkan kata-kata yang kabarnya pernah diucapkan Yesus dengan kata-kata yang konon disisipkan oleh gereja perdana. Sebagian teolog tersebut bahkan menyatakan bahwa tidak mungkin menemukan sosok "Yesus sejarah" dari Alkitab (ini dikenal sebagai "Christ myth theory"). Lihat (8).
Kabar mengenai "temuan" sensasional seperti makam Yesus (Jesus Tomb) atau osuari Yakobus juga sempat menghebohkan, karena diklaim bahwa temuan tersebut menegaskan bahwa Yesus adalah manusia biasa yang juga mati. (4) Bahkan pengadilan di Israel baru-baru ini memutuskan bahwa film tentang makam Yesus yang menunjukkan bahwa Yesus pernah menikah dan punya keturunan, bukanlah suatu kepalsuan.(5) Hal-hal ini mungkin membuat kita lalu memiliki harapan yang rendah akan Yesus. Bahkan sebagian dari kita mungkin juga ragu-ragu seperti murid-murid Yesus dalam bacaan kita hari ini.
Namun, penelitian yang dilakukan oleh Prof. Larry W. Hurtado(1) dari Universitas Edinburgh menunjukkan bahwa penyembahan kepada Yesus sebagai Tuhan berakar pada pengalaman spiritual gereja purba, artinya hal itu bukan diadopsi dari helenisme lalu dicangkokkan kemudian pada saat konsili Nicea tahun 325 M sebagaimana dituduhkan oleh Dan Brown dan para penulis sensasional lainnya.

Penutup
Bacaan kita hari ini menegaskan bahwa Yesus ingin agar kita sebagai murid-murid Tuhan memiliki harapan yang tinggi akan Dia sebagai juruselamat dan penebus dosa manusia. Ialah raja di atas segala raja dan segala kuasa telah diberikan kepada-Nya. Itulah pesan Paskah bagi kita semua.
Pertanyaan untuk direnungkan: sudahkah kita memiliki harapan yang tinggi akan Yesus Kristus sebagai juruselamat dunia? Jika sudah, lalu apa yang kita telah lakukan dengan harapan tersebut?

Versi 1.0: 1 april, pk. 11:51, versi 1.1: 2 april  2015 pk. 1:19.
VC

Referensi:
(1) Larry W. Hurtado. How on earth did Jesus become a God? Malang: Penerbit Gandum Mas, 2005. Lihat juga misalnya https://larryhurtado.files.wordpress.com/2010/07/early-devotion-to-jesus2.pdf
(2) http://www.barrypopik.com/index.php/new_york_city/entry/you_can_live_three_weeks_without_food_three_days_without_water_but_not_a_mo/
(3) What is Jesus Seminar? http://www.christiananswers.net/q-eden/edn-t017.html
(4) http://www.av1611.org/othpubls/lost_tomb.html
(5) "Court rules that film on Jesus tomb married to Mary Magdalene is not a fraud." url: http://m.jpost.com/Christian-News/Court-rules-that-film-on-Jesus-tomb-marriage-to-Mary-Magdalene-was-not-a-fraud-405365
(6) BBC interview 2003, Did Jesus die in Kashmir - India?, url: http://harisingh.com/news2C16.htm
(7) http://www.thiaoouba.com/tomb.htm
(8) Christ myth theory. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Christ_myth_theory
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.