Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

CRISPR

victorc's picture

Baru-baru ini, dalam suatu laporan James Clapper(1), yang adalah Direktur National Intelligence (DNI) menyatakan bahwa Genome Editing berpotensi menjadi suatu WMD (Weapon of Mass Destruction : senjata pemusnah massal). Sementara itu para ilmuwan sedang berdebat tentang topik ini, sebagian mengusulkan untuk melakukan riset tentang aplikasi genome editing untuk melawan wabah virus Zika. (2)(3)

Virus Spartan
Dalam episode terakhir dari rilis terbaru film X-Files yang baru ditayangkan Pebruari lalu di Fox Tv, dilukiskan betapa dahsyatnya jika teknologi genome editing digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Dalam film tersebut, dikisahkan bahwa sekelompok elit yang korup melepaskan virus Spartan yang melumpuhkan kekebalan orang-orang terhadap berbagai penyakit.
Misalnya Anda seorang militer yang pernah mendapat vaksin anthrax, jika sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik maka virus anthrax tidak akan menyerang Anda. Tapi jika kekebalan Anda lemah maka vaksin tadi berubah menjadi virus bagi tubuh Anda, mirip seperti kuda Troya dalam mitologi Yunani kuno.
Nah, bayangkan jika ada suatu virus yang bertujuan melumpuhkan sistem kekebalan Anda, maka berbagai virus akan menyerang Anda, bisa flu, rubella, anthrax, hiv dll. Dan mekanisme pelumpuhan sistem kekebalan itu melalui metode yang dikenal oleh kalangan ilmuwan sebagai CRISPR-Cas9. (4)
Dalam film X-Files tersebut dikisahkan bahwa virus Spartan disebarkan antara lain melalui pesawat terbang, radiasi elektromagnetik dll.

Virus
Berita di televisi beberapa hari lalu mengutip komentar salah satu pejabat WHO yang menyatakan bahwa kemungkinan penyebaran virus Zika akan terus memburuk. Padahal data ilmiah menunjukkan bahwa dampak virus tsb tidak seburuk dampak yang dibawa oleh Ebola misalnya. (3)
Mungkinkah di balik virus Zika ada suatu agenda untuk membawanya menjadi ancaman global, sehingga banyak protokol keamanan akan diberlakukan?
Dengan munculnya rilis berita dari DNI di atas, maka mungkin saja tahun ini bisa menjadi tahun terburuk dalam hubungannya dengan risiko bencana akibat wabah biologi. Dan teknologi genome editing seperti CRISPR-Cas9 (4) berpotensi untuk disalahgunakan untuk mengembangkan virus yang canggih seperti virus Spartan dalam kisah film tersebut.

Penutup
Melihat film tersebut, saya jadi teringat salah satu ayat dalam kitab Wahyu yang menubuatkan bahwa ada wabah yang akan menelan banyak korban manusia:
"Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi." (Wahyu 6:8)
Kita patut berdoa agar para ilmuwan dan pemerintah negara maju memiliki kesadaran etis agar tidak menyalahgunakan teknologi genome editing untuk mengembangkan senjata pemusnah massal biologi.

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 28 pebruari 2016 pk. 21:53
VC

Referensi:
(1) James R. Clapper. DNI, feb. 2016, http://www.dni.gov/files/documents/SASC_Unclassified_2016_ATA_SFR_FINAL.pdf
(2)  https://www.technologyreview.com/s/600774/top-us-intelligence-official-calls-gene-editing-a-wmd-threat/
(3) https://www.trunews.com/dni-chief-calls-gene-editing-a-wmd-mit-suggests-use-for-zika/

(4) https://www.neb.com/tools-and-resources/feature-articles/crispr-cas9-and-targeted-genome-editing-a-new-era-in-molecular-biology

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.

victorc's picture

komentar pembaca

Berikut ini komentar dari Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, ketua LIPI

"Memang ilmu dan aplikasi teknologi spt sebuah pedang bermata dua. Di satu sisi bisa untuk memecahkan masalah2 yg dihadapi oleh peradaban manusia, namun di sisi lain dpt digunakan oleh orang/sekelompok orang yg tdk bertanggung jawab dan berpikiran sempit, untuk merusak bahkan menghacurkan peradaban itu sendiri. Dalam pertemuan Join Session IBC-IGBC di Paris tahun 2015, UNESCO blm mampu mengeluarkan Deklarasi ttg Gene Editing Technology ini, boleh ato tidak? Dg segala persyaratannya. Hal ini sama dg ketika membicarakan ttg Cloning Technology, sampe sekarang badan Dunia itu blm bisa mengambil sikap yg bisa diterima oleh semua Negara anggota UNESCO. Dg kata lain, IBC (=International Bioethics Committee), yg merupakan orgsn Direktur Jendral UNESCO dg IGBC (Intergovermental Bioethics Committee) yg merupakan organ Anggota UNESCO, belum bisa mencapai kata sepakat dlm pengambilan sikap ttg Gene Editing dan Cloning Tech.
Apabila kedua teknologi itu dibolehkan HANYA untuk tujuan2 kesehatan; Dikhawatirkan tek itu dapat diselewengkan untuk tujuan2 yg tdk manusiawi.
Dlm rekomendasinya kpd Pemerintah RI, KBN (Komisi Bioetika Nasional) pd th 2004, menyatakan teknologi kloning terapetik dpt dikembangkan untuk tujuan2 kesehatan/kemanusiaan. Rekomendasi ini cukup berani (maju?) dibanding UNESCO dg IBC-IGBCnya.
Perlu terus menerus dilakukan diskusi pemikiran ttg masalah aplikasi teknologi biosains ini kaitannya dg pelestarian peradaban manusia.. Salam pk Victor."
Umar A. Jenie

 

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.