Submitted by Sigit on

Tulisan ini bukan merupakan tulisan untuk mengkaji alkitab. Sebenarnya saya sedang menyiapkan sebuah tulisan lagi untuk disimak, namun saat ini belum selesai. Mumpung lagi hang out di pasar klewer ini, saya ingin bercerita tentang sebuah kisah: Kisah seorang pemain organ di sirkus atau carnaval.

Kisah nyata namun cukup menarik. Sang pemain organ ini adalah seseorang yang lahir di Chicago, Illnois pada tahun 1930. Ayah dan ibunya adalah seorang pengusaha anggur. Di usia yang dini, ayah dan ibunya melihat bahwa anak laki-laki mereka memiliki bakat di bidang musik, karena itu, mereka mendukung anaknya untuk belajar bermain musik. Sang anak ini akhirnya belajar musik dan alat musik favoritnya pada waktu itu adalah pipe organ dan calliope.

Sang anak ini kemudian bertambah dewasa. Pada usia remaja, ia drop out dari sekolah dan ia kemudian memilih untuk melakukan pekerjaan pada sebuah sirkus atau carnaval. Pada mulanya, ia bermain sebagai pelatih kucing besar (singa, harimau, dsb) lalu kemudian bermain alat musik kesukaannya yaitu pipe organ dan callipe untuk berbagai pertunjukan sirkus. Anak ini sebenarnya cerdas, dan ia memperhatikan betul apa yang terjadi di sekelilingnya.

Setelah sekian lama berselang menjadi pemain pertunjukan sirkus, ia mulai memperhatikan sekelilingnya. Ia terutama memperhatikan orang-orang Kristen pada waktu itu. Ia memperhatikan bahwa orang-orang Kristen yang sama yang berpesta pora, hura-hura dan berselingkuh dari isterinya tepat di depan matanya pada waktu hari pertunjukan sabtu malam. Ketika ia pergi ke gereja, ia juga mendapati orang yang sama pada malam sabtu yang meminta ampun kepada Tuhan untuk setiap dosa-dosanya. Mulanya ia beranggapan biasa-biasa saja, akan tetapi orang-orang yang sama tetap melakukan siklus serupa: Malam sabtu berbuat dosa, Minggunya memohon ampun. Hal ini membuatnya sangat muak dan akhirnya mengeluarkan sebuah statement bahwa: Orang Kristen itu munafik!

Tahukah teman-teman, setelah peristiwa itu, hidupnya makin rusak dan makin bejat karena ia kepahitan terhadap orang Kristen. "Pada akhirnya, kedagingan yang akan berkuasa" Itulah salah satu statement yang ia keluarkan sebelum akhirnya ia membuat sebuah organisasi yang akhirnya ia tujukan untuk menghancurkan orang-orang Kristen secara terang-terangan.

Penasaran siapa dia? Dia adalah Anton Szander LaVey, pendiri gereja setan pertama pada tahun 1966. Dia juga dikenal sebagai pendeta hitam (black pope). Dia juga lah orang yang pertama kalinya menulis the book of satan yang isinya sudah pasti 180 derajat bertolak belakang dengan kebenaran Firman Allah.

Mengerikan? Pastinya. Karena sebuah ulah orang-orang Kristen yang munafik, akhirnya memicu dia untuk membuat sebuah kejahatan yang luar biasa di mata Allah. Sebuah pelajaran berharga bagi kita semua secara pribadi bahwa kita harus berhati-hati agar jangan sampai segala sesuatu yang kita lakukan menjadi sebuah batu sandungan bagi orang lain. Seringkali kita meremehkan anugerah pengampunan yang BAPA berikan dengan selalu berulang-ulang kali berbuat dosa dan meminta ampun yang pada akhirnya membuat kita mencobai Tuhan. Namun di satu sisi, pasti secara sadar maupun tidak sadar, perilaku kita ini juga membuat orang lain tersandung, bahkan semakin berbuat jahat kepada Allah.

Saya jadi teringat tentang sebuah ayat dimana Paulus mengingatkan Timotius untuk mewaspadai semua yang Timotius ajarkan, supaya dengan demikian ia menyelamatkan dirinya sendiri dan semua orang yang mendengar dia. Paulus mengingatkan Timotius supaya jangan sampai justru ia, sebagai pengajar menjadi batu sandungan bagi orang lain. Hendaknya kita juga waspada terhadap segala yang kita perbuat supaya kita menyelamatkan diri kita sendiri dan mencegah 'Anton-anton' yang lain muncul dan pada akhirnya menghancurkan kita.

TUHAN memberkati kita semua. Shalom