Submitted by mujizat on

Orang2 Kristen hidup di dalam wilayah Anugerah Allah, tetapi banyak orang Kristen berpikir seperti orang yang hidup di luar anugerah Allah, bahkan pola pikir ini juga terdapat di kalangan pendeta, teolog dan pemimpin2 gereja - sungguh mengenaskan.

Anugerah adalah suatu pemberian gratis, cuma-cuma. Anugerah tidak sama dengan upah (upah diberikan karena telah lakukan sesuatu pekerjaan). Kita diselamatkan karena Anugerah Allah, dan bukan hasil perbuatan kita (rs Paulus), tetapi perbuatan baik yang kita lakukan akan "menghasilkan" upah yang telah disediakan Tuhan untuk stiap org yg mengasihi Dia.

Yesus mati selagi kita masih berdosa; Dia mati untuk kita (org yg "saat itu" masih berdosa) --> Anugerah.

Kita berbuat baik karena Tuhan memerintahkan kita untuk berbuat baik (Bible), dan karena Roh Kudus yang telah memperbaharui budi kita, Roh Kudus mendorong kita untuk melakukan apa yang baik di "mata" Tuhan. Ketika kita meng "amen" kan dorongan Roh Kudus - dengan berbuat baik - maka Tuhan Yesus menyediakan upah untuk setiap perbuatan baik orang2 percaya.

Namun banyak orang kristen LUPA bahwa dia berada di wilayah anugerah, yang dengan status ini seharusnya kita juga berpikir selayaknya orang yang tinggal di kawasan anugerah Allah. Yuk kita lihat contoh perumpamaan si anak bungsu berikut:

Lukas 15:11-32

15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Si anak bungsu menggambarkan seorang yang telah berdosa, dan si sulung menggambarkan seorang yang "benar"

Si anak sulung berpendapat  bahwa si bungsu itu SELAYAKNYA DIHUKUM atau dibiarkan sengsara, menebus kesalahannya, .. dia TIDAK BERHAK BAHAGIA.

Namun si Bapak lain lagi. Kasih si Bapa yang begitu besar, mengatasi kesalahan si bungsu yang sudah bertobat ..........

Yesus datang untuk orang yang TIDAK BENAR, tetapi banyak orang Kristen yang bersikap seperti seorang yang punya pendapat  bahwa Yesus datang buat orang benar,.....

Orang2 yang mati tenggelam di air bah zaman nabi Nuh - sebagai sebuah contoh - mereka adalah orang2 yang TIDAK BENAR, ..... tetapi Yesus PEDULI kepada mereka

I Petrus 3;18-20

3:18. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
3:19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

Teolog2 JAHAT menafsirkan perjalanan Yesus di alam Roh itu sebagai sebuah PROKLAMASI , bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan, tetapi berhenti di situ, dan bahwa statemen hanyalah statemen, dan TIDAK ADA KAITAN SAMA SEKALI dengan keselamatan orang2 di zaman Nuh, karena mereka sudah mati sebagai orang berdosa.  Semoga teolog2 seperti ini bertobat,...

Cara berpikir semacam ini mirip sekali dengan pola pikir si Sulung (Lukas 15:11-32)

Sudah saatnya orang Kristen yang tinggal di wilayah anugerah berpikir dengan pola yang benar, dan jangan sombong, jangan membatasi anugerah Allah.

Kata kunci:

Yesus datang untuk ORANG YANG TIDAK BENAR, supaya mereka mempunyai hidup.