HUMOR memang bikin orang teratawa. Di mana-mana mesti ada humor
karena memang semua orang suka humor. Bayangkanlah kalau tidak ada
humor, pasti dunia ini sepi. Orang yang tidak punya SENSE OF HUMOR
biasanya punya tampang TAK SEDAP, untuk orang bertampang begini
memang tidak ada orang yang mau mendekati kecuali.....ADA MAUNYA!
Yang paling enak humor itu memang buat NGELEDEK ORANG. Dan orang yang paling doyan ngeledek adalah PELAWAK dan TUKANG RAMAL. Ada sebuah cerita, bila bertemu tukang ramal jangan buru-buru senang
dulu, misalnya sang peramal meramal anda dengan kalimat. "Kalau dilihat dari jidat, saudara ini HOKKI-nya besar!"
Kalau anda tersenyum tersipu-sipu, maka sang peramal tertawa terbahak-bahak dalam hati. Padahal sebetulnya dia tuh ngeledek anda.Dengan halusnya dia menyembunyikan ejekannya, yang sebetulnya
bunyinya begini :"Anda BOTAK seperti sinar bulan purnama!"
Ada lagi cerita tentang humor yang bersifat ngeledek, bahkan nyakitin orang lain, kalau humornya TUKUL ARWANA nyakitin diri sendiri untuk memancing tawa penonton, cerita yang ini tidak, karena ada korbannya.
Pada suatu hari lewatlah tukang roti dengan gerobak dorongnya, teman saya yang OVER DOSIS humornya berteriak pada tukang roti tersebut.
"Bang, ada yang TAWAR?"
"Ada!" jawab si tukang roti spontan.
"Ya sudahlah kalau sudah ada YANG TAWAR sih!" lanjut teman saya itu cuek. Si tukang roti cuma bisa bengong, mungkin dalam hatinya berkecamuk dengan pernyataan teman saya itu, minta roti tawar atau ada yang tawar roti?
Ada lagi, tukang bubur ayam lewat di depannya, seketika ia bertanya :
"Bang ada ayamnya?"
"Ada!" jawab tukang bubur spontan juga.
"Usir dong ayamnya! Ntar ngaduk-aduk buburnya!!"
Apa yang anda lakukan bila anda menjadi tukang roti atau tukang bubur ketika bertemu orang yang mempunyai JOKE yang kesannya kampungan itu? Untuk humor yang enteng bisa ada bahayanya, maka hati-hatilah pada tempat bila anda ingin menggunakan humor anda, bila tidak ingin dikatakan ABNORMAL. Humor memang sebenarnya ada hukum tak tertulisnya, segala yang nadanya humor itu tak boleh ditanggapi serius kalau anda mau disebut orang YANG BERJIWA BESAR!
Saya jadi teringat lagu anak-anak di masa kecil, tapi setelah besar saya mendengarkan lagu-lagu anak yang sudah masuk ranah sebagai lagu legenda itu menjadi LUCU ketika ada yang menyanyikannya dengan bait-bait yang diplesetkan. Saya lupa judul lagunya, tapi hanya ingat beberapa syairnya yang kebetulan diplesetkan itu.
LAGU PERTAMA : Burung kakak tua
Hinggap di jendela
Kakek sudah tua
Giginya tinggal di jendela....
LAGU KE DUA : Tut tut tuuut....
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak bisa berhenti lagi!
LAGU KE TIGA : Naik-naik ke puncak gunung
Tinggi-tinggi sekali
Kiri-kanan kulihat saja
Banyak Villanya orang kota!
LAGU KE EMPAT : Potong bebek angsa
Masak di kuali
Nona minta dansa, dansa empat kali
Dorong ke KALI, dorong ke KALI
Tra la la la la la la laaaa......
LAGU KE LIMA : Satu-satu ibu buka baju
Dua-dua ayah tutup pintu
Tiga-tiga dua jadi satu
Satu dua tiga lahir adik baru!
Kesadaran humor tidak bisa sederhana saja, kalau anda percaya bahwa humor juga PUNYA NILAI TINGGI, apalagi kalau anda percaya bahwa humor itu suatu SENI juga. Humor punya pertalian penuh dalam segala aspek kehidupan. Jadi tak heran kalau ruang jelajahnya juga luas.



