Beberapa waktu ini saya membaca beberapa artikel di sabda yang membahas masalah perceraian. Artikel yang sangat bagus sih, terutama untuk orang-orang yang sudah menikah dan/atau orang-orang yang akan memasuki jenjang pernikahan. Artikel-artikel tersebut sangat berguna untuk menanamkan satu pondasi yang kuat tentang keluarga kristen, supaya nantinya tidak ada istilah kawin-cerai yang sedang marak juga saat ini.
Tapi dari beberapa artikel tersebut saya tidak menjumpai satu pun yang membahas mengenai 'bagaimana nasib anak-anak selanjutnya ketika orang tuanya bercerai?' Yang dibahas adalah mengenai hati dari kedua pasangan dan efek sampingnya terhadap mereka (ya... mungkin konteks yang dimaksud adalah pasangan muda yang bercerai).
Coba bayangkan, ketika kedua orang tua bercerai, bagaimana dengan anak-anak mereka? Anak-anak pastilah harus memilih diantara ayah atau ibu. Sungguh tragis!! Memilih diantara ayah atau ibu. Kalau memilih ayah, tidak akan dapat bertemu dengan sang ibu. Kalau memilih ibu, tidak akan bertemu dengan sang ayah.
Lalu salah siapa jikalau anak-anak "seperti" itu tiba-tiba saja terjerat narkoba, seks bebas, bunuh diri, dan mungkin yang paling tidak terlihat adalah terjerat rasa minder seumur hidup. Salah orang tua-kah?? Ataukah mungkin salah Tuhan?? Tuhan yang telah berbuat jahat terhadap anak-anak tersebut. O ya??
Aku sendiri pun belum menemukan jawabnya. Segelintir anak-anak yang sudah jadi "korban" mengaku, hidup mereka sangat tertekan dan bimbang. Tertekan dengan hinaan dari lingkungan sekitar, terutama teman-teman sebayanya. Bimbang untuk memilih antara ayah dan ibu. Tapi keadaan itu harus tetap dijalani, tak ada pilihan lain lagi di hidup mereka.
So, what should they do??
Hanya diam... menunggu datangnya keajaiban?? Tentu itu bukan solusi yang tepat. Karena ketika mereka menunggu, hidup harus tetap berlanjut.
Mencoba bicara dengan orang tua?? Ah, itu hanya ada di sinetron saja. Orang tua selalu menganggap dirinya orang yang paling benar karena sudah makan asam garam dunia. Anak hanya dianggap sebagai orang yang tidak tahu apa-apa.
Then.....