Berawal dari mengamati serunya perbincangan teman-teman di sabdaspace tentang perceraian, saya ingin berbagi tentang kisah si Untung yang kurang beruntung:
Tahun 70’an
Seorang lelaki muda bernama Joni hidup bersama seorang wanita bernama Susy. Menikah atau tidaknya kurang jelas. Yang jelas adalah Susy melahirkan dua orang putri dari hubungannya itu.
Tahun 80’an
Joni berpisah dengan Susy. Susy menikah lagi. Joni pindah ke kota lain. Kedua putri mereka diasuh oleh nenek mereka dari pihak Susy.
Di tempat lain, seorang bernama Aat menikah dengan Ugi. Tapi mereka tidak mempunyai anak. Karena ingin punya anak, Aat menikah untuk kedua kalinya dengan Ami. Dari istri keduanya ini, lahirlah si Untung.
Ami bertemu Joni di sebuah tempat. Joni jatuh cinta kepada Ami. Joni menyuruh Ami bercerai dengan Aat (toh Ami kan istri kedua). Joni memaksa, Ami menyerah. Hanya saja, Ami mau jika si Untung ikut mereka.
Singkat cerita, Ami dan si Untung, yang masih berusia 1 tahun dibawa Joni pindah ke kota lain lagi. Sejak saat itu, si Untung ngga pernah lagi bertemu ayahnya..
Tahun 00’an
Joni dan Ami bercerai. Si Untung bingung mau ikut siapa…Akhirnya Untung tidak ikut siapa-siapa.
Setelah bercerai, Ami cerita kepada si Untung kalau ternyata Joni itu bukan ayahnya. Si untuk tambah bingung. Tapi ya sudahlah, toh itu kan sudah masa lalu. Si Untung tetap menganggap Joni itu ayahnya dan Ami ibunya. Si Untung juga berharap suatu hari bisa bertemu ayah kandungnya.
Ami akhirnya menikah lagi. Kali ini dengan Unggul. Si Untung jadi bertambah bingung lagi. Tapi ya sudahlah, si Untung toh ngga bisa berbuat apa-apa. Si Untung akhirnya punya adik tiri.
Tahun ‘06
Si Untung sudah bekerja, tapi Joni, Ami, dan Unggul tidak punya penghasilan. Si Untung tambah-tambah bingung mau bantu yang mana.
Si Untung membantu Joni, Ami tidak terlalu senang karena Joni bukan ayah kandungnya.
Si Untung membantu Ami dan Unggul, Joni tidak terlalu senang karena Ami kan sudah menikah lagi dan tidak seharusnya merepotkan Untung.
Tahun ‘07
Joni mau menikah lagi dengan Eti, minta izin sama si Untung. Sekarang, si Untung benar-benar bingung…
Note:
* Lebih mudah menikahi orang yang kita cintai daripada mencintai orang yang sudah kita nikahi
* Sependapat dengan Hai, gereja dan pengkotbah jangan cuma bisa menuduh dan menghakimi…be a part of the solution
* Tolong bantuin si Untung donk…he2x ( by the way, Untung is my birth name)