Submitted by mercy on

Tulisan ini, terinspirasi oleh tulisan hai hai yang berjudul BAPTISAN ROH KUDUS – KONTROVERSI GENERASI INI. Untuk itu, semoga hai hai tidak keberatan (sebenarnya saya yakin hai hai tidak keberatan) karena saya menggunakan judul tulisan yg mirip dengan judul tulisannya hai hai.

Tetapi saya mengakui, kemampuan saya dalam menulis serta pengetahuan saya akan topik ini masih sangat terbatas, sehingga saya akan sangat berterima kasih kepada rekan-rekan yang bersedia membaca, apalagi memberi tanggapan serta masukan untuk menjadikan tulisan ini lebih bermanfaat.

Tulisan ini merupakan pemahaman saya, baik yang saya peroleh melalui pembacaan Alkitab maupun dari beberapa Pengkotbah dan saudara seiman, yang penjelasannya dapat saya mengerti dan yang kesaksiannya dapat saya percayai. Pemahaman dimaksud adalah pemahaman mengenai baptisan Roh Kudus, Roh Kudus turun, bahasa roh, penuh Roh Kudus dan buah Roh serta hubungan diantara kelima hal tersebut.

Saya bersyukur karena beberapa kali pernah mendengar kotbah dari pendeta, yang memberikan penjelasan dalam kotbahnya mengenai hal-hal seperti baptisan Roh Kudus, Roh Kudus turun atas seseorang, bahasa roh, penuh Roh Kudus serta buah Roh. Menurut pemahaman saya, apa yang mereka sampaikan dalam kotbah mereka (meskipun saat ini belum semuanya saya mengerti, namun sepanjang yang telah saya pelajari kembali dengan mengacu kepada Alkitab), tidak menyimpang dari kebenaran firman Tuhan.

Ketika para pendeta dan pengkotbah tersebut berkotbah (sepanjang yang pernah saya hadiri ketika mereka berkotbah mengenai topik baptisan Roh Kudus), belum pernah ada pendeta atau pengkotbah yang menyatakan bahwa dirinya mampu membaptis dengan Roh Kudus. Yang pernah saya dengar dan saksikan adalah, para pendeta atau pengkotbah tersebut, minta kepada Bapa dalam doanya, supaya orang-orang yang hadir dalam ibadah dibaptis dengan Roh Kudus.

Berikut dibawah ini adalah pemahaman saya, yang dapat saya sampaikan, sehubungan dengan judul diatas.

Pertama, baptisan Roh Kudus (dibaptis dengan Roh Kudus) merupakan baptisan yang berbeda dengan baptisan yang dimaksud dalam bagian alkitab yg sering kita sebut sebagai Amanat Agung Yesus Kristus, yang terdapat didalam Matius Pasal 28.

Mat 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”, bandingkan dengan

Mat 3:11 “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”.

Kalau dalam Mat 28:19 dikatakan “….baptislah mereka dalam nama …Roh Kudus”, sedangkan dalam

Mat 3:11 dikatakan “Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus ……..”.

Siapa yang membaptis dengan Roh Kudus? Allah Bapa dan Tuhan Yesus.

Siapa yg membaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Rok Kudus? Rasul-rasul (Murid-murid awal Tuhan Yesus), dan sekarang umumnya para Pendeta.

Namun demikian, dalam pemahaman saya, bisa saja kedua baptisan tersebut terjadi pada satu rangkaian kejadian, seperti yang terjadi pada Yesus Kristus, seperti yang disampaikan firman Tuhan dalam Mat 3:13-17.

Mat 3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

Mat 3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"

Mat 3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

Mat 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Mat 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Selanjutnya mari kita perhatikan ayat-ayat dibawah ini, yaitu ketika Petrus melayani Kornelius di Kaisarea:

Kis 10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

Kis 10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

Kis 10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:

Kis 10:47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"

Kis 10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Sekarang mari kita pelajari bagian firman Tuhan diatas dan juga bagian firman Tuhan dibawah ini, yaitu ketika Rasul Petrus menceritakan kembali kepada orang-orang dari golongan bersunat di Yerusalem, yang berselisih pendapat dengan dia, mengenai apa yang dialaminya ketika melayani Kornelius di Kaisarea.

Kis 11:15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.

Kis 11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.

Kis 11:17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"

Kis 11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Dari kedua bagian firman Tuhan diatas, menurut pemahaman saya, jelas ada hubungan antara baptisan Roh Kudus, Roh Kudus turun dan bahasa roh. Pemahaman saya mengenai hal tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Dalam Kis 11:16 dikatakan Rasul Petrus teringat akan perkataan Tuhan Yesus mengenai baptisan Roh Kudus, ketika ia (Rasul Petrus) melihat Roh Kudus turun ke atas Kornelius dan orang-orang yg ada dirumah Kornelius. Berdasarkan kisah tersebut, pemahaman saya, baptisan Roh Kudus adalah peristiwa ketika Roh Kudus turun ke atas seseorang.

Kemudian hubungan antara antara Roh Kudus turun dengan bahasa roh adalah bahwa bahasa roh merupakan satu tanda yang bisa dilihat, pada sebagian orang, yang menyertai peristiwa ketika Roh Kudus turun ke atas orang tersebut. Perhatikan dalam Kis 10, dimulai pada ayat 44 ketika dikatakan bahwa, Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengar pemberitaan yg disampaikan Rasul Petrus.

Selanjutnya dijelaskan dalam ayat 45 bahwa, orang-orang yg menyertai Rasul Petrus tercengang ketika melihat karunia Roh Kudus ada pada Kornelius dan orang-orang yg ada di rumah Kornelius. Ayat 46 menjelaskan alasan mengapa orang-orang yang menyertai Rasul Petrus mengetahui bahwa ada karunia Roh Kudus pada sat itu, yaitu ketika mereka menyaksikan Kornelius dan orang-orang yg ada di rumah Kornelius berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.

Artinya, karunia bahasa roh merupakan tanda awal yang bisa dilihat pada diri sebagian orang, yang memperoleh baptisan Roh Kudus. Ada sebuah patokan penting lainnya disini untuk bahasa roh, yaitu bahwa, bahasa roh yang benar adalah bahasa roh yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa yg dapat kita mengerti, isinya memuliakan Allah.

Selanjutnya, setelah seseorang mengalami baptisan Roh Kudus, dan memberi dirinya untuk terus diajar (diisi dan dipenuhi) dengan firman Tuhan oleh Roh Kudus dan mau tetap dikuasai oleh Kristus, maka sebagai hasilnya hidup orang tersebut akan menjadi hidup yang penuh Roh Kudus.

Ep 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Yoh 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Gal 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Setelah seseorang penuh Roh Kudus, maka orang tersebut akan menjadi orang yang gemar melakukan firman Tuhan (termasuk memberitakan tentang Yesus Kristus dengan berani). Akibat dari gemar melakukan firman Tuhan (termasuk memberitakan tentang Yesus Kristus) dan tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus, maka didalam kehidupannya akan ada buah Roh.

Rasul Paulus adalah salah satu contoh yang baik, mengenai orang yang penuh Roh Kudus dan melakukan firman Tuhan serta memberitakan Yesus Kristus dan didalam hidupnya ada buah Roh.

Kis 13:9 Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia,

Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

Gal 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Oleh karenanya, menurut pemahaman saya, karunia bahasa roh merupakan tanda awal yang dapat dilihat pada diri sebagaian orang yang memperoleh baptisan Roh Kudus. Sebagai contoh, dapat dilihat pada kisah mengenai Rasul Petrus dan Kornelius diatas, dimana Rasul Petrus dan orang-orang yang menyertainya menyatakan bahwa, Kornelius dan orang-orang di rumah Kornelius telah memperoleh baptisan Roh Kudus.

Pernyataan itu disampaikan, sekalipun sebelumnya Rasul Petrus dan orang-orang yang menyertainya belum mengenal orang-orang yang ada di rumah Kornelius. Bagaimana Rasul Petrus dan orang-orang yang menyertainya bisa menyatakan bahwa Kornelius dan orang-orang yang ada di rumah Kornelius, dibaptis Roh Kudus, adalah ketika rasul Petrus dan orang-orang yang menyertainya menyaksikan Kornelius dan orang-orangnya di rumahnya, berkata-kata dalam bahasa roh.

Sebaliknya, tanda yang pasti dan harus ada pada diri seseorang yang mengaku telah memperoleh baptisan Roh Kudus adalah ketika orang lain melihat buah Roh pada kehidupan orang tersebut.

Kalau ada seseorang yang mengaku telah memperoleh baptisan Roh Kudus dan memperoleh karunia bahasa roh, tetapi setelah perjalanan waktu hidupnya tidak memiliki buah Roh, maka ditempat kami hal itu disebut pembualan.

Berdasarkan kisah Rasul Petrus dan Kornelius, saya berpendapat, untuk memperoleh baptisan Roh Kudus, yang perlu dilakukan seseorang adalah percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan serta memiliki hasrat untuk mengerti dan melakukan firman Tuhan.

Secara ringkas, menurut pemahaman saya, urut-urutannya adalah sebagai berikut: ketika seseorang memperoleh baptisan Roh Kudus, maka yang terjadi adalah Roh Kudus turun ke atas orang tersebut. Tanda awal yang dapat dilihat pada sebagian orang yang memperoleh baptisan Roh Kudus adalah mereka memperoleh karunia bahasa roh. Berikutnya, apabila seseorang setelah memperoleh baptisan Roh Kudus, terus mengisi hidupnya dengan firman Tuhan dibawah pimpinan Roh Kudus, maka orang tersebut akan penuh dengan Roh Kudus. Setelah penuh Roh Kudus, dan orang tersebut gemar melakukan firman Tuhan dan tetap tinggal dildalam Tuhan Yesus, maka sebagai akibatnya pada diri orang tersebut akan menghasilkan buah Roh.

Semoga tulisan ini bisa (sedikit) menjembatani kontroversi mengenai baptisan Roh Kudus.

Tuhan Yesus memberkati.

Sola Gratia