Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Apakah Alkitab Kontradiktif: Predestinasi vs Kehendak Bebas

Debu tanah's picture

Bagaimana menafsirkan Alkitab bila ada ayat-ayat yang kontradiktif? Saya setuju dengan pendapat seorang saudara dalam Sabda ini bahwa “KEBENARAN YANG TIDAK KONSISTEN BUKAN LAH KEBENARAN”.

Saya ambil contoh:Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Kejadian

2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

 

 

Ayat yang pertama adalah yang menjadi referensi orang yang menganut ajaran PREDESTINASI, sedangkan ayat yang kedua adalah referensi penganut ajaran KEHENDAK BEBAS. Yang mana yang benar? Tidak mungkin dua-dua nya benar bukan? Apakah ayat pertama kontradiksi dengan ayat ke dua, mana yang benar dalam hal keselamatan: apakah PREDESTINASI atau KEHENDAK BEBAS?

Penganut PREDESTINASI mengatakan bahwa Allah telah menentukan siapa-siapa yang telah diselamatkan, sedangkan penganut KEHENDAK BEBAS mengatakan bahwa manusia BEBAS menerima / menolak keselamatan. Nah mana yang benar? Dalam menafsirkan kebenaran alkitab menurut saya point yang harus diperhatikan adalah:

  1. Memegang KEBENARAN UTAMA-nya dulu, kemudian
  2. Menafsirkan kebenaran sekunder berdasarkan konteks.

 

 

Solusi masalah PREDESTINASI vs KEHENDAK BEBAS

Langkah pertama adalah menentukan kebenaran utama yaitu bahwa Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS / FREE WILL, ini tidak bisa disangkal. (Baca lagi Kejadian 2: 16).

Apa artinya bahwa ALLAH menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS? Yaitu manusia bebas memilih pilihan yang telah dihadapkan kepada manusia yaitu antara makan buah pohon kehidupan ATAU makan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Kenapa Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS? Karena Allah mau manusia mengasihi Dia dengan kehendak nya sendiri, bukan karena terpaksa, Allah tidak mau manusia menjadi seperti robot.

Jadi kebenaran utamanya adalah: Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS. Ini adalah KEBENARAN yang sudah kita ketahui bersama. Ini lah yang harus kita pegang untuk menafsirkan ayat lainnya !

Selanjutnya, waktu kita membaca ayat:

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Bagaimana menafsirkan ayat di atas? Apakah manusia telah kehilangan KEHENDAK BEBAS nya ? Bila Allah SUDAH MEMILIH domba-dombanya, apakah ayat-ayat berikut menjadi TIDAK BERLAKU (batal) ?

Yehezkiel  18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

Mazmur 14:2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

Yesaya 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Amos 5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Zefanya 2:3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Roma

2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,

2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu. 

 

Tafsiran Efesus 1:4, TIDAK MUNGKIN bahwa manusia telah ditentukan untuk selamat atau manusia lainnya binasa. Karena bila demikian maka Allah telah mengacaukan aturan-Nya sendiri, dan ALLAH TIDAK ADIL! Jadi menurut Alkitab tidak ada yang namanya PREDESTINASI, karena bila ada maka Allah telah melanggar begitu banyak Firman-Nya sendiri !!

Tafsiran yang mungkin adalah, karena Allah Maha Tahu, maka Alkitab mengatakan dengan “bahasa Ilahi” bahwa : “Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya”, yaitu orang-orang yang menerima Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. (Yohanes 1:12).

Jadi Efesus 1:4 harus mengikuti kebenaran utamanya yaitu bahwa manusia diberi KEHENDAK BEBAS untuk menerima/menolak keselamatan, jadi BUKAN DITENTUKAN (PREDESTINASI). Ayat-ayat alkitab yang kelihatannya seolah-olah kontradiktif sebenar nya tidak kontradiktif sama sekali, mari kita cari KEBENARAN nya!

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Viesnu's picture

cuma mo kasih

deta, sorry klo info disini ga sesuai dengan jualan anda..

Lovepeace..uenak..

__________________

Lovepeace..uenak..

hai hai's picture

@ Debu Tanah, Anda TIDAK Adil!

Tafsiran Efesus 1:4, TIDAK MUNGKIN bahwa manusia telah ditentukan untuk selamat atau manusia lainnya binasa. Karena bila demikian maka Allah telah mengacaukan aturan-Nya sendiri, dan ALLAH TIDAK ADIL! Jadi menurut Alkitab tidak ada yang namanya PREDESTINASI, karena bila ada maka Allah telah melanggar begitu banyak Firman-Nya sendiri !!  

Debu Tanah, saya tertarik sekali dengan pernyataan anda bahwa Allah Tidak Adil karena MEMILIH sebagaian manusia untuk selamat dan membiarkan yang lainnya mati kekal. Nah, pertanyaan pertama saya adalah ketika anda menilai Allah tidak adil, STANDARD apa yang anda gunakan? Apa yang disebut ADIL itu? Yang kedua lebih bai saya bercerita:

Debu Tanah, coba bayangkan diri anda sebagai seorang Kapten kapal. Dalam pelayaran anda, suatu malam ketika badai mengamuk mualim anda memberitahu  tentang adanya permintaan tolong dari sebuah kapal yang KARAM. Anda memutuskan untuk mendekati kapal tersebut dan memberi pertolongan walaupun tahu bahwa kapal yang minta bantuan itu KARAM karena menghantam karang. Anda menghadapi resiko menghantam karang demi menolong kapal karam itu. Anda mendekati kapal itu  dan melihat banyak sekali orang-orang yang terapung-apung di atas gelombang. Anda berusaha menolong sebanyak mungkin orang, namun tidak semua penumpang kapal itu dapat anda selamatkan.

Anda dapat menolong banyak sekali orang, anda merasa senang sekali dengan apa yang anda kerjakan, ketika mendarat, dipelabuhan terdekat, anda diciduk polisi lalu diadili dengan tuduhan ANDA TIDAK ADIL. Anda tidak adil karena memilih orang yang ingin anda selamatkan. Kebanyakan orang-orang yang diselamatkan kapal anda adalah mereka yang berkulit terang dan berpakaian dengan warna menyolok.

Bagaimana anda membela diri kawan? 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Ang Che Chen's picture

@ hai hai re: Anda tidak Adil

Syalom Hai Hai,

jumpa kembali di blog ini...

jangan tersinggung yah my old brother....Smile

saya kutipkan tulisan anda

Anda dapat menolong banyak sekali orang, anda merasa senang sekali dengan apa yang anda kerjakan, ketika mendarat, dipelabuhan terdekat, anda diciduk polisi lalu diadili dengan tuduhan ANDA TIDAK ADIL. Anda tidak adil karena memilih orang yang ingin anda selamatkan. Kebanyakan orang-orang yang diselamatkan kapal anda adalah mereka yang berkulit terang dan berpakaian dengan warna menyolok

Hai Hai, perumpamaan Anda kurang tepat menurut saya membandingkan manusia dengan Allah yang Maha Kuasa..

manusia kemampuannya itu  terbatas tapi Allah itu maha Kuasa..

ini saya kutipkan arti kata Maha Kuasa

Kej 17:1  Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.   I am the Almighty God

kata Maha Kuasa diambil dari bhs Ibrani El Shaddai.. in other words " I'm the Lord your God. I AM and I have what you need for every circumtance and situation in your life..

yah kurang tepat saja...

yang jadi masalah Tuhan punya kemampuan itu beda dengan manusia tapi Ia memakai kemampuannya hanya untuk 'sebagian saja kah dari umat manusia' atau semua bisa di baca dengan meng klik INI

Syalom

Ang Che Chen

 

hai hai's picture

Ang Che Chen, Anda Salah Sangka

Ang Che Chen, nampaknya anda salah sangka. Dalam komentar saya tersebut, saya sedang bertanya kepada Debu Tanah. Apa DASAR yang dia gunakan ketika menilai sesuatu ADIL dan TIDAK adil. Dalam perumpaan saya, sama sekali tidak membandingkan manusia dengan Allah.

Ketika kita menilai Allah tidak ADIL, standard apa yang digunakannya? Ketika kita menilai manusia TIDAK adil, standard apa yang digunakannya? Jadi saya sama sekali tidak SEDANG membandingkan Allah dengan manusia.

Setelah ikut dalam diskusi tentang predestinasi dan freewill (Ketetapan Allah dan Pilihan Manusia) ini saya lalu menarik diri karena menilai bahwa diskusi ini akan berakhir di antah berantah karena selanjutnya yang akan terjadi adalah perang ayat dan perang kata-kata. Apabila anda ingin mengetahui pandangan saya di dalam diskusi ini, maka silahkan klik di sini

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

glitter's picture

standar Pencipta di atas standar ciptaan (mr hai hai)

-Kalau kita adalah ciptaan merasa itu tidak adil masak Pencipta punya standar yg lebih rendah.(sekalipun menurut saya bukanmasalah keadilan tetapi masalah MORAL (kebaikan dan kebenaran Allah)).

-Allah kita itu Allah yang Baik dan Benar bro(joli ,hai hai ,jesusfreaks and vantilian.).

Debu tanah's picture

@ Glitter, standard ganda

Saya menyimpulkan para penganut predestinasi dibutakan oleh "kedaulatan Allah". Benar sih Allah memang berdaulat tetapi Allah tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri. Mereka sudah keblasan dalam memahami "kedaulatan Allah".

Mereka tidak melihat bahwa rasa keadilan dalam diri manusia itu selaras dengan keadilan Allah, harusnya begitu karena manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah.

 

 

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

joli's picture

Hidup/mati, keslamatan ..mutlak PREDESTINASI

Deta said:

Penganut PREDESTINASI mengatakan bahwa Allah telah menentukan siapa-siapa yang telah diselamatkan, sedangkan penganut KEHENDAK BEBAS mengatakan bahwa manusia BEBAS menerina / menolak keselamatan. Nah mana yang benar?

Dalam menafsirkan kebenaran alkitab menurut saya point yang harus diperhatikan adalah:

1. Memegang KEBENARAN utama-nya dulu, kemudian

2. Menafsirkan kebenaran sekunder berdasarkan konteks.

 

Mengikuti cara Deta dalam hal menafsirkan kebenaran Alkitab:

I. Memegang kebenaran utama-nya dulu:

Ef 1:4Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Ef 1:5Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Ef 1:6supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

 

Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah

Yoh 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

Didalam Kitab Roma banyak menjelaskan tentang predestinasi termasuk hubungannya dengan pertanyaan Deta hal keADIL-an Pencipta ketika menentukan dan menetapkan pilihanNya.

Rom 9:4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.

……….

. ………….

9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya

9:12dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"

9:13seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

9:14Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

9:15Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."

9:16Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

9:17Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."

9:18Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

9:19Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?"

9:20Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"

9:21Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

9:22Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan—

9:23justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

9:24yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,

9:25seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."

9:26Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

 

II . Menafsirkan kebenaran sekunder berdasarkan konteks.

Kej 2:15TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

 

Ayat-ayat alkitab yang kelihatannya seolah-olah kontradiktif sebenar nya tidak kontradiktif sama sekali, mari kita cari KEBENARAN nya!

Kebenarannya adalah Tuhan yang menciptakan dan manusia adalah makhluk ciptaanNya, artinya adalah Yang menjadi PUSAT adalah TUHAN.

Adanya Free Will pun juga dalam kerangka penentuan Allah, dan free will ada dalam batas-batas kemampuan manusia (didalam kejadian manusia diberi free will untuk mengusahakan, memelihara, memberi nama, menyikapi perintah Tuhan), sedangkan Predestinasi adalah menunjukan kekuasaan dan kedaulatan Allah Sang Pencipta yang mutlak..

Dalam kehidupan sehari-hari, contoh yang saya alami adalah ketika saya mempunyai anak (namanya Clair) yang menentukan Clair menjadi anak saya, jenis kelamin, umur (hidup/mati), termasuk keslamatan Clair adalah Tuhan Sang pencipta.. Itulah sebabnya saya menerima anak saya sebagai bayi perempuan sebagai karunia dan ketika masih dalam kandungan saya selalu berdoa supaya Tuhan berbelas kasihan untuk memilih/menetapkan anak-ku menjadi salah satu umat pilihanNya, dan saya dan saya berjanji dengan kemampuan dan free will yang sudah Tuhan berikan kepada saya untuk mendidiknya sekuat tenaga dengan segala cinta saya supaya Clair mengenal Sang Penciptanya….

glitter's picture

Pandangan (hai2,joli,jesusfreaks ) itu Hypercalvinis

-Pandangan anda (hai2,joli ,jesusfreaks and Vantilian) itu 100%   Hypercalvinist :

1)Firman Tuhant:Allah Yng memilih itu adalah Diri yg kekal,melampaui waktu ,Allah adalah pencipta waktu ,Dia yang memilih adalah: I am.

2)Hypercalvinist:mengerti waktu sebelum  dengan pengertian didalam waktu (past tense menurut pengertian bahasa).

Apostel Paul VERSUS Anda:(Rom 9-11)

1)      Introduction :-Israel’s Separation from Christ (Rom 9:1-5)

2)      Content: -God’s saving promise in His word(Rom 9:6) has 3 part:
a)      God’s saving promise to Israel in OLD TESTAMENT(BC)(Rom9:7-24) (in this part is an  Unconditional Election)
(1)    9:7-13: God’s Unconditional Election to Abraham,Ishak and Jacob (the root of Israel)
(2)    9:14-18:God’s sovereign righteousness
(3)     9:19-21:A defense of God’s sovereign righteousness
(4)    9:22-24:God’s long-saffering for His mercy to us in NT
b)      God’s saving promise to Israel and the Gentiles in NEW TESTAMENT (Rom9:25-10:21)(In this part there is not an Unconditional election because God’s righteousness is righteousness which is out of faith,and God’s give us faith through the word of CHRIST.)
c)       God’s saving promise to a remnant from Israel (Rom 11:1-11)(In this part is an Unconditional election
 
3)      Conclusion:- 11:12-36
a)      God’s righteousness in His plan for Jews and Gentiles (11:12-32)
i)        Israel’s hardening for the inclusion of the Gentiles(11:12-16)
ii)       Grafted in by faith alone and The warning against Gentile boasting (11:17-24)
iii)     Israel (remnant) salvation through the Gentiles receiving mercy at the Lord’s second coming(11:25-32)
b)      Concluding doxology(11:33-36)

-Baca yg jelas sekali lagi jangan comot ayat yg ditujukan ke PL untuk PB dan yg remnant utk PB.

-Ayat yang utama yg sekuder itu menurut kacamata siapa ya?(joli)

 

joli's picture

@Glitter.. apakah Joli Hypercalvinis?

Dear Glitter

Salam kenal..

Ini Joli, salah satu member klewer..  pekerjaan ibu rumah tangga, kebaktian seminggu sekali, ... mau nanya ni.. apa itu hypercalvinis?

Yang Joli tahu, dalam rasan-rasan (ngerumpi) dengan ibu-ibu pengantar sekolah, belum pernah terdengar kata hypercalvinis, yang biasa dibicarakan adalah anak si itu yang hyperaktif atau suami si anu yang hypersex.. waduh apakah hypercalvinis salah satu jenis penyakit juga? jadi takut neh.. perlu ke prodia untuk check lengkap nih..

Glitter said Apostel Paul VERSUS Anda:(Rom 9-11)... dst.. .......... ............

Bisakah di terjemahkan dan maksudnya apa? please deh..

-Baca yg jelas sekali lagi jangan comot ayat yg ditujukan ke PL untuk PB dan yg remnant utk PB.

-Ayat yang utama yg sekuder itu menurut kacamata siapa ya?(joli)

Nah ini pertanyaan untuk Joli?

Ok baca tulisan Deta, lalu baca tulisan Joli... nanti glitter akan tahu..

Hal kebenaran primer, kebenaran sekunder.. itu istilah Deta yang Joli ikutin he.. he.. (lihat di komentar Deta disini)

Namun menarik sekali.. jika Glietter menanyakannya.. terutama hal kebenaran dan kacamata.. OK Joli akan lepas kacamata Joli.. ikutin kaca mata Glitter.. menurut Glitter apa itu kebenaran? bagaimana memaknai kebenaran? apa ari kebenaran? bila itu kebenaran yang benar apakah berarti tidak mengandung kesalahan sama sekali? (pertanyaan2 ini juga Joli tanyain ke vantillian namun belum di jawab), juga bila kita memakai Alkitab sebagai standart kebenarannya.. Joli tanya lagi..bagaimana artinya kebenaran dalam alkitab itu ? apakah di alkitab berarti tidak ada kesalahan? apakah berarti tidak ada kata "salah" ? ..

dah sementara Joli lepas kacamata.. mau pinjam kacamata Glitter dulu.. boleh kan?

 

 

glitter's picture

for joly

-untuk jelasin masalah ini puanjang buanget deh bisa 100 hal min.

-Kamu baca baik2 Institutionya dan Fahami Bahwa Allah YG memilih itu I AM.

-dan mulai baca seluruh PB lalu beri Tanda semua ayat yg mendukung dan bertentangan dengan pandangan pilihan.

-juga baca rom 9-11 sebagai satu kesatuan lalu lihatlah pembagian saya.

-semoga saya ada waktu bikin blok tentang ini soalnya sangat panjang and rumit sekali.

 

joli's picture

@Glitter... tolong dijawab.. kenapa Joli ber-penyakit hyper..

Dear Glitter..

-untuk jelasin masalah ini puanjang buanget deh bisa 100 hal min.

Waduh kalau 100 halaman nggak jadi aja deh, bisa nggak sih di ringkas.. dan jelasin step by step yang Glitter TAHU aja?..  Kok bisa Glitter deteksi Joli kena penyakit hypercalvinis, jadi takut neh.. apakah itu mematikan?

-Kamu baca baik2 Institutionya dan Fahami Bahwa Allah YG memilih itu I AM.

Glitter yang pinter.. apa itu Institutio? judul buku?  pengarang siapa?

-dan mulai baca seluruh PB lalu beri Tanda semua ayat yg mendukung dan bertentangan dengan pandangan pilihan.

Ok, namun bagaimana cara memberi tanda semua ayat yang mendukung dan yang bertentangan dengan pandangan pilihan, bila pertanyaan Joli hal kebenaran alkitab belum kamu jawab.. bagaimana tahu yang benar-benar BENAR.. nanti kamu bilang Joli kena virus yang lain lagee..

-juga baca rom 9-11 sebagai satu kesatuan lalu lihatlah pembagian saya.

Ya, tapi terjemahin dulu dong.. pls..

-semoga saya ada waktu bikin blok tentang ini soalnya sangat panjang and rumit sekali.

Ditunggu blognya.. saran .. kalau bisa pakai-lah istilah-istilah yang mudah dimengerti..

NB:

Tolong dijawab kenapa Joli bisa kena penyakit hypercalvinis.. pls jelasin ya..  tetep Joli kejar lho.. karena semua penyakit Joli harus laporkan kepada suami.. supaya dia juga ikut merasakan.. janji setia pernikahan.. waktu sehat maupun sakit..

 

 

glitter's picture

KIta semua perlu belajar tulus (joli and hai hai)

-baiklah kita belajar semua lebih tulus.bertanya dan berbicara dengan tulus bukan bulus ,tulus berasal dari hati nurani yg murni sedangkan bulus dari iblis.

-melatih diri di pimpin oleh Roh ,hidup menurut Roh (rom 8:4,14.gal 5:16-25)

-.....orang-orang Kristen hidup oleh Kristus yang hidup didalam diri mereka (gal 2:20).(dari buku Pengalaman Rohani Sejati karangan Jonathan Edwards hal 70 penerbit Momentum)

joli's picture

@Glitter.. Joli lebih suka Ular drpd bulus..

Glitter, ya sudah.. sampai disini saja Joli komentari,

karena percuma mau belajar kepada bulus..

hanya akan mendapatkan tuduhan yang di lempar dengan tulus..

Joli akan belajar dari si ular saja yang meski berbelit dan berkelit namun dia cerdas..

Terima kasih.. dan ingat kita sudah terlanjur berkenalan, maka kita adalah teman.. 

saran kepada teman, bila ketemu dengan orang yang kamu anggap sesat jalan, tuntunlah ke jalan yang benar, jangan hanya TERIAK sesat.. itu tidak ada gunanya..

Blog anda tetap di tunggu loh..

bintang seven's picture

joli hypercalvinis

joli ttg hipercalvis drpda nungguin glitter jwb gw bisa kasi sdikit gmbaran... pengajaran calvinis yg paling terkenal dpt disingkat dg akronim TULIP yg intinya mengajarkan....

1. total depravity= kebejatan total.... semua manusia tidak dpt berbuat baik sesuai standart Allah krn telah mewarisi dosa adam

2. unconditional election= pemilihan tanpa syarat= predestinasi

krn semua manusia di bwh adam telah berdosa maka Allah telah memilih sebagian orang utk dpt bertobat dan percaya dan masuk ke surga, pemilihan ini dilakukan pd saat adam jatuh dlm dosa....dan tanpa syarat ( Allah tidak memilih orang2 yg baik atau nantinya akan baik, manis sopan dll tp IA memilih berdasarkan kehendak dan belas kasihanNYA)

3. limited atonement= penebusan terbatas Allah tidak menebus semua manusia tp hanya sebagian berdasarkan kehendakNYA krn IA jg menyediakan neraka bagi iblis dan pengikutnya...

4.irrisistible grace= kasih karunia yg tak dpt ditolak ketika Allah mganugerahkan kasihNYA pd seseorang pasti org itu bertobat dan menerima Kristus....=lahir baru

5.. perseverance of the saint=ketekunan orang2 kudus... orng yg tlah dilahirbarukan tidak akan kehilangan keselamatannya..

hipercalvinis adalah orang yg begitu percaya kedaulatan Allah dan kasihnya  dan menganggap bhw Allah lah yg bekerja, memilih dan melahirbarukan seseorang shg tidak mau menginjil dan bersusah payah krn menganggap orang yg telah ditentukan selamat bgmanapun pasti selamat... mereka  bersikap pasif dan sering tidak mendukung penginjilan.... makanya hipercalvinis dianggap keterlaluan mama joli...

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

hai hai's picture

glitter, Bila Tidak Punya Waktu

Saudara glitter, bila tidak punya waktu sebaiknya jangan beri komentar atau anda akan dianggap pembual yang KURA-KURA tahu.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Tofik's picture

Memang, ayat-ayat Alkitab memang KONTRADIKTIF !!!!

Memang, ayat-ayat Alkitab memang kontradiktif. Itu memang ciri-ciri pemikiran secara Ibrani/Yahudi. Marilah kita berpikir dengan cara pikir orang Ibrani/Yahudi yang merupakan penulis asli Kitab Perjanjian Lama / TaNaKh dan Brit Khadasa/Perjanjian Baru (yang benar "Perjanjian yang Diperbaharui"). Jangan ditafsirkan secara Helenis, yang menaruh kebenaran pada satu kutub. Dalam pemikiran Helenis, jika yang pendapat si A benar, maka pendapat si B salah! Tapi, dalam pemikiran Ibrani berbeda, yaitu secara KONTRADIKTIF. Contohnya, Rabbi A yang berpendapat A BELUM TENTU LEBIH SALAH ATAU LEBIH BENAR dari Rabbi B yang berpendapat B, yang penting tidak menyalahi Torah dan Halacha oleh Rabbi Yeshua Hamashiah.

 

Kesimpulannya ...... FREEWILL dan PREDESTINASI sama-sama Benar !!!!!

DEDE WIJAYA's picture

@ Tofik Predetinasi dan Free Will

Predestinasi dan Free Will tdk kontradiksi kok, cuma pengertian beberapa orang tt Predestinasi yg KEBABLASAN, jadinya kontradiksi dg Free Will manusia yg YAHWEH berikan.

sudah baca Predestinasi dan Kehendak Bebas, sebuah pendekatan Ekonomi, baca dan cari bhs inggrisnya di Google. GBU

dede wijaya

__________________

dede wijaya

jesusfreaks's picture

JLIMET BANGET

Susah banget ya, memahami predestinasi n freewill. Sudah jelas beda dong. Predestinasi = kehendak BAPA. Freewill = kehendak bebas manusia Adilkah predestinasi? SANGAT-SANGAT ADIL. Sejak adam n hawa jatuh dalam dosa, maka destinasi manusia hanyalah KEBINASAAN. Lalu tiba2 (entah apa penyebabnya), BAPA mau menyelamatkan manusia dari kebinasaan, SESUAI KEHENDAKNYA tentu. Mereka yang diPILIHNYA ternyata ada yg menggunakan freewillnya untuk menolak pilihanNYA. Mereka yang tidak dipilihNYA, ternyata ada yang dengan tekun memohon belas kasihanNYA. Mereka adalah ANJING-ANJING yang meminta remah-remah ROTI KESELAMATAN. Kalau masih jlimet, gw gak tahu lagi. Gak susah kok memahami predestinasi n freewill.

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

KEN's picture

@JF, Anda benar

Saya hanya menambahkan tulisa JF: Dengan kata lain "Freewill" dan "Predestinasi" adalah "kasih" dan "keadilan" Allah yang adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Contohnya seperti ini mungkin: Kasih bersatu dengan adil, dan adil bersatu dengan kasih dan kedua-duanya adalah satu kesatuan yang menjadi satu-satunya satu dan bla bla bla dan bla bla bla, ribet deh ama otak hamba yang terbatas ini buat ngejelasin juga hahaha.

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

KEN's picture

@mercy, ini postingan saya tentang Predestinasi

PREDESTINASI JOHN CALVIN, INSTITUTIO, CHAPTER XXI-XXIV Ajaran pedestinasi mengandung bahaya, tetapi perlu juga dikemukakan. III xxi 1 Perjanjian kehidupan tidak sama rata dikabarkan kepada semua orang, dan pada mereka yang mendengar pekabarannya, perjanjian itu tidak selalu disambut dengan cara yang sama dan tidak juga secara merata. Dalam perbedaan itu kedalaman putusan Allah yang mengagumkan menyatakan diri. Sebab tak perlu diragukan bahwa keaneka-ragaman itu juga melayani keputusan Allah yang kekal. Sudahlah jelas bahwa karena kehendak Allahlah kepada sebagian orang keselamatan dianugerahkan dengan cuma-cuma, dan sebagian orang dicegah untuk memperolehnya. Sebab itu segera timbul masalah-masalah besar dan rumit yang hanya dapat diterangkan jika hati orang-orang yang saleh sudah yakin tentang apa yang harus mereka yakini mengenai pemilihan dan predestinasi. Masalah ini rumit menurut penglihatan banyak orang. Karena menurut anggapan mereka, sangatlah tidak layak apabila dari khalayak ramai ada beberapa yang ditakdirkan akan selamat, ada pula yang ditakdirkan binasa. E 921-15 Kita tidak pernah akan yakin sebagaimana mestinya bahwa keselamatan kita mengalir dari sumber rahmat Allah yang cuma-cuma, sebelum kita mulai mengenal pemilihanNya yang kekal. Pemilihan itu memuliakan rahmat Tuhan dengan perbedaan ini: tidak semua orang diterimaNya hingga mereka dapat mengharapkan keselamatan, tanpa ada pembedaan, tetapi ada orang-orang yang diberiNya apa yang Ia tidak mau berikan kepada orang lain. E 922-22 Pembicaraan tentang predestinasi, suatu hal yang pada pokoknya sudah agak sukar, menjadi sulit sekali, bahkan berbahaya, karena rasa ingin tahu orang. Sebab tak ada palang yang dapat mencegah orang-orang itu mengembara menempuh jalan-jalan terlarang yang berputar-putar, dan menerobos ke atas. Kalau bisa, tak bakal ada tersisa bagi Allah satu rahasia pun yang ditelusuri dan diselidikinya. III xxi 2 E 923-27 Maka hendaknya pertama-tama kita ingat bahwa mengejar pengetahuan tentang predestinasi yang tidak disingkapkan oleh Firman Allah, sama tololnya seperti apabila orang hendak menjelajahi tempat yang tak ada jalannya, atau hendak melihat di dalam gelap. Dan kita tidak usah malu, bila ada yang tidak kita ketahui tentang hal itu, sebab dalam hal ini tidak tahu itu menandakan adanya pengetahuan (bdk 1 Korintus 1:18-29). III xxi 3 Ada pula orang-orang lain yang hendak membetulkan hal yang buruk itu (kecenderungan orang untuk mengejar pengetahuan tentang predestinasi). Mereka hampir-hampir berkata bahwa setiap penyebutan tentang predestinasi sebaiknya dibenamkan saja. Mereka dengan sungguh-sungguh mengajarkan bahwa kita harus menghindari setiap usaha untuk menyelidiki hal itu sebagaimana kita menghindari karang di laut. E 924-13 Jadi supaya dalam hal ini pun kita tinggal dalam batas-batas yang layak, kita harus kembali ke Firman Tuhan yang mengandung pedoman yang pasti untuk pengertian kita. Sebab Alkitab itu merupakan sekolah dari Roh Kudus. Di dalamnya di satu pihak tak ada yang dilupakan dari yang perlu dan bermanfaat untuk diketahui. Maka kita harus menjaga jangan sampai orang-orang percaya dijauhkan dari segala sesuatu yang disingkapkan di dalam Alkitab mengenai predestinasi itu, supaya jangan sampai kita seakan-akan dengan jahatnya hendak merampas dari mereka kebaikan Allah, atau mencela dan menegur Roh seakan-akan telah diumumkanNya hal-hal yang seyogyanya tidak diberitahukan dengan cara apapun juga. III xxi 4 925-32 Janganlah kita selidiki apa yang dibiarkan Tuhan tersembunyi, dan janganlah kita abaikan apa yang telah disingkapkanNya; supaya kita tidak dihukum karena dalam hal yang satu kita terlalu ingin tahu, atau dalam hal yang lain kita tidak bersyukur. Apa predestinasi itu III xxi 5 Orang yang masih mau dipandang sebagai orang beragama, tidak berani menyangkal begitu saja predestinasi yang dengannya Allah menerima sebagian orang hingga dapat mengharapkan kehidupan, dan menghukum orang lain untuk menjalankan kematian kekal. Tetapi orang mengitari ajaran itu dengan aneka macam kritik yang dicari-cari. Hal ini terutama dilakukan oleh mereka yang menganggap bahwa inilah yang menjadi dasar predestinasi: Allah tahu segala hal dari sebelumnya (Praescientia). Kami memang menempatkan kedua-duanya (predestinasi dan praescientia) di dalam Allah, tetapi kami berkata bahwa salahlah adanya bila yang satu dikatakan takluk kepada yang lain. Apabila Allah kita anggap mengetahui hal-hal sebelum waktunya, maka dengan demikian kita menyatakan bahwa segala sesuatu sudah selama-lamanya dan untuk selama-lamanya di depan mataNya, sehingga untuk pengetahuanNya tak ada yang akan datang atau yang sudah lampau, tetapi semuanya ada dalam kekinian. Dan ada dalam kekinian sedemikian rupa, hingga hal-hal itu tidak hanya dibayangkanNya (sebagaimana hal-hal yang tetap tersimpan dalam ingatan kita timbul dalam pikiran kita), melainkan benar-benar dilihatNya dan diamatiNya seakan-akan ditempatkan di depanNya. Predestinasi kita namakan keputusan Allah yang kekal yang dengannya Ia menetapkan untuk diriNya sendiri, apa yang menurut kehendakNya akan terjadi atas semua orang. Sebab tidak semua orang diciptakan dalam keadaan yang sama; tetapi untuk yang satu ditentukan kehidupan yang kekal, untuk yang lain hukuman yang abadi. Maka sebagaimana orang itu diciptakan untuk tujuan yang satu atau yang lain, ia kita katakan dipredestinasikan untuk kehidupannya atau untuk kematian. Dan predestinasi ini tidak hanya telah dinyatakan Allah di dalam diri orang perorangan, tetapi diperlihatkanNya juga sebagai contoh dalam seluruh keturunan Abraham. III xxi 7 E 931-27 Maka kami berkata seperti yang sudah jelas ditunjukkan dalam Alkitab, yaitu bahwa dengan putusan yang kekal dan tak berubah-ubah telah ditentukan oleh Allah orang-orang mana yang hendak diterimaNya dalam keselamatan, dan mana sebaliknya yang hendak dibiarkanNya binasa. Kami menyatakan bahwa mengenai mereka yang menjadi pilihanNya, putusan itu berdasarkan rahmatNya yang cuma-cuma, dengan sama sekali tidak mengindahkan apakah manusia layak memperolehnya; dan bahwa bagi mereka yang diserahkanNya kepada kebinasaan, ditutupNya jalan masuk ke kehidupan oleh karena hukumanNya yang benar dan tanpa cela, tetapi yang tak dapat kita pahami. Selanjutnya kami menyatakan bahwa pada orang-orang pilihan, panggilan itu adalah bukti tentang terpilihnya mereka. Bahwa selanjutnya pembenaran adalah tanda kedua yang menyatakannya, sampai tercapai kemuliaan yang merupakan penggenapannya. Tetapi sebagaimana Tuhan menandai orang-orang pilihanNya dengan panggilan dan pembenaran, begitu juga bagi yang ditolak Ia menutup pengetahuan tentang namaNya atau pengudusan RohNya. Itulah yang menjadi tanda-tanda yang memberitahukan kepada mereka hukuma apa yang menantikan mereka. Ajaran predestinasi dalam Alkitab. III xxii 1 E 932-12 Umumnya orang beranggapan bahwa Allah membeda-bedakan manusia sesuai dengan apa yang diketahuiNya sebelum waktunya tentang amal-amal mereka masing-masing. Jadi, menurut anggapan itu, yang diterimaNya sebagai anak-anakNya ialah mereka yang diketahuiNya sebelumnya akan layak menerima rahmatNya; dan yang diserahkanNya kepada hukuman mati ialah mereka yang dilihatNya mempunyai watak yang cenderung ke kejahatan dan kefasikan. Tetapi ada pula yang mengecam ajaran yang sehat dengan kritik yang sangat keras. Mereka hendak mengadu Tuhan oleh karena sebagian orang telah dipilihNya menurut perkenananNya, dan sebagian orang dilewatiNya. E 933-31 Sebaiknya kita memperhatikan sekarang apa yang dikemukakan oleh Alkitab mengenai pemilihan dan penolakan itu. Apabila Paulus mengajarkan bahwa kita dipilih dalam Kristus sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4), maka sudah pasti diperhatikan sama sekali apakah kita layak memperolehnya. Dengan demikian ia seakan-akan berkata bahwa, mengingat bahwa Bapa di surga tidak menemukan dalam seluruh keturunan Adam sesuatu apapun yang layak bagi pilihanNya, maka pandanganNya diarahkanNya kepada KristusNya, supaya dari tubuh Kristus dipilihNya anggota-anggota untuk diterimaNya agar mendapat bagian dalam kehidupan. Maka hendaklah bagi orang-orang percaya berlaku pikiran ini: bahwa kita diterima di dalam Kristus untuk mendapat bagian dalam warisan surgawi, karena diri kita sendiri tidak mampu mencapai kemuliaan demikian. III xxii 3 E 935-12 Jika Ia memilih kita supaya kita menjadi kudus, maka kita tidak dipilihNya sebab diketahuiNya sebelumnya bahwa kita bakal menjadi kudus. Sebab tidaklah cocok dua hal yang berikut ini: bahwa orang-orang saleh itu kudus karena terpilih, dan bahwa mereka berhasil terpilih karena perbuatan-perbuatan mereka. Dan di sini tidak berlaku dalih yang seringkali mereka pakai bahwa Tuhan tidak memberi anugerah pemilihan itu sebagai balasan atas amal-amal yang sudah lampau, tetapi bahwa itu dikaruniakanNya karena amal-amal yang akan datang. Sebab apabila dikatakan bahwa orang-orang percaya dipilih supaya mereka menjadi kudus, maka sekaligus disetujui bahwa kekudusan yang kemudian akan terdapat di dalam diri mereka itu berasal dari pilihan itu. E xxii 7 Maka biarlah seluruh perkara ini diputuskan oleh yang Mahatahu dan yang Mahaguru. Tatkala diketahuiNya bahwa di dalam diri pendengar-pendengarNya terdapat kekerasan hati sedemikian besarnya hingga kata-kataNya disebarNya kepada khalayak ramai hampir tanpa hasil, maka, agar mencegah hal itu jangan menjadi batu sentuhan [bagi orang-orang yang imannya lemah], Ia berseru: “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Dan inilah kehendak Bapa, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang” (Yoh. 6:37, 39). Perhatikanlah bahwa hal diserahkannya kita kepada kesetiaan dan penggembalaan Kristus, berpangkal pada pemberian Bapa itu. E 940-22 Kata-kata yang diucapkan Kristus itu begitu jelas sehingga tak dapat diselubungi dengan dalih-dalih. KataNya: “Tidak ada seorangpun yang datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku… Dan setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu” (Yoh. 6:44). E 940-39 “Bukan tentang kamu semua Aku berkata”, kataNya, “Aku tahu, siapa yang telah Kupilih” (Yoh. 13:18). Kita harus memperhatikan bahwa, apabila ditegaskanNya bahwa Ia tahu siapa yang dipilihNya, yang dimaksudkan ialah suatu jenis istimewa dari umat manusia; lagipula bahwa yang membedakan jenis itu bukanlah mutu kebaikan-kebaikannya, melainkan keputusan surgawi. Kesimpulannya ialah bahwa tak seorang pun menonjol karena kekuatan atau ketekunannya sendiri, sebab Kristus menetapkan diriNya sendiri sebagai pelaku pemilihan itu. E 941-19 Pendeknya, Allah dengan karunia pengangkatan yang bebas menciptakan orang-orang yang dikehendakiNya menjadi anak-anakNya, dan sebab hakiki dari pemilihan itu terletak dalam diriNya, karena Ia menuruti perkenananNya yang tersembunyi. E xxii 10 Beberapa orang membantah kami, bahwa Allah bertentangan dengan diriNya sendiri, apabila Ia secara umum Ia mengundang semua orang datang kepadaNya, padahal hanya sedikit yang diterimaNya; E 944-6 apabila dengan pemberitaan Firman lahiriah semua orang dipanggil supaya bertobat dan beriman, padahal tidak semuanya diberi Roh tobat dan iman. Dalil mereka itu saya tolak, karena dalil itu salah ditinjau dari dua segi. Sebab Dia yang mengancam bahwa ke atas kota yang satu akan turun hujan dan ke atas kota yang lain tidak (Amos 4:7). Dia yang berfirman, bakal ada kehausan akan mendengarkan Firman Tuhan (Amos 8:11), Dia tidak mengikat diri dengan hukum yang tetap bahwa Ia akan memanggil semua orang sama rata. Dan Dia yang melarang Paulus memberitakan Injil di Asia, dan menjauhkannya dari Bitinia dan menariknya ke Makedonia (Kis. 16:6), Dia memeperlihatkan bahwa Dialah berhak menentukan kepada siapa kekayaan itu hendak dibagikanNya. Akan tetapi melalui Yesaya ditunjukkanNya dengan lebih jelas lagi, bagaimana janji-janji keselamatan secara khusus dimaksudkan untuk mereka yang terpilih. Sebab dinyatakanNya bahwa muridNya hanya akan diambilNya dari antara mereka, dan tidak dari seluruh umat manusia tanpa membeda-bedakan (Yes. 8:16). Ternyatalah dari hal itu kesalahan pendapat yang menyatakan bahwa ajaran keselamatan diulurkan kepada setiap orang supaya benar-benar menguntungkannya, pada hal ajaran itu dikatakan disediakan khusus bagi anak-anak Gereja semata. Semoga untuk sementara cukuplah kata-kata ini: meskipun Injil pada umumnya menyapa semua orang namun karunia iman merupakan karunia yang jarang adanya. E 945-8 Bahwa benih itu jatuh di antara duri-duri atau di tempat-tempat berbatu, bukan sesuatu yang baru; bukan hanya karena kebanyakan manusia memang ternyata membangkang terhadap Allah, tetapi juga karena tidak semua orang dianugerahi mata dan telinga. Maka bagaimana Allah dapat memanggil kepada diriNya mereka yang diketahuiNya tidak akan datang? E 946-7 Iman itu memang pantas dihubungkan dengan pemilihan, asal saja mengambil tempat yang kedua. Urutan ini diungkapkan dengan jelas di tempat lain dengan kata-kata Kristus: “Dan inilah kehendak Bapa, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu, jangan ada yang hilang. Sebab inilah kehendakNya, yaitu supaya setiap orang yang percaya kepada Anak tidak binasa” (Yoh. 6:39). E xxii 11 E 947-9 Selanjutnya, jika kita tidak dapat memberi alasan mengapa Ia menganggap layak menujukan kerahiman kepada orang-orang milikNya, selain karena itulah yang berkenan padaNya, maka jika ada orang-orang lain yang ditolakNya, tidak akan ada alasan lain kecuali karena kehendakNya. Sebab apabila dikatakan bahwa Allah mengeraskan hati orang atau memperlakukan orang dengan lembut menurut yang berkenan kepadaNya, maka dengan itu orang-orang dianjurkan supaya jangan mencari alasan lain di luar kehendakNya. Sanggahan terhadap ajaran predestinasi dijawab III xxiii 1 E 947-24 Seolah-olah karena mau mengelak celaan dari Allah, banyak orang mengaku pemilihan itu sedemikian rupa hingga mereka mengingkari bahwa ada orang yang ditolak. Tetapi itu terlalu bodoh dan kekanak-kanakan: sebab pemilihan itu sendiri tidak akan ada, jika tidak ada penolakan sebagai lawannya. E 947-33 Mereka yang dilewati Allah, ditolakNya; dan alasannya hanyalah karena Ia tidak mau memberi mereka warisan yang melalui predestinasi Ia peruntukkan bagi anak-anakNya. E 948-6 Bagaimana selanjutnya mereka yang tidak mau menerima bahwa ada orang yang ditolak Allah itu, dapat lolos dari ucapan Kristus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh BapaKu akan dicabut” (Mat. 15:13)? E 948-14 Dan jika mereka tidak berhenti membantah, maka semoga kesederhanaan iman puas dengan anjuran Paulus bahwa “Allah menaruh kesabaran dan kelembutan yang besar terhadap benda-benda kemurkaanNya yang telah disiapkan untuk kebinasaan—justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaanNya atas benda-benda belas kasihanNya yang telah dipersiapkan bagi kemuliaan” (Roma 9:22) III xxiii 2 E 949-15 Dengan berbagai cara orang-orang yang tolol bertengkar dengan Allah, seakan-akan mereka menganggap dirinya berhak untuk melancarkan tuduhan-tuduhan kepada Dia. Pertama-tama mereka bertanya, dengan hak apa Allah murka terhadap makhluk-makhlukNya yang sebelumnya sama sekali tidak menantangNya dengan hinaan apapun. Sebab, kata mereka, menetapkan kebinasaan bagi orang-orang tertentu menurut perkenananNya itu lebih sesuai dengan kesewenang-wenangan seorang diktator daripada dengan hukuman adil seorang hakim. Bahwa orang memang mempunyai alasan untuk mengeluh tentang Allah, apabila hanya karena perkenananNya saja, tanpa mengingat tidak-layaknya mereka, mereka ditakdirkan untuk kematian kekal. Kalau pikiran semacam ini timbul dalam hati orang-orang saleh, mereka cukup diperlengkapi untuk mematahkan serangannya melalui pertimbangan yang satu ini: mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang alasan-alasan kehendak ilahi adalah sangat jahat. E 949-29 Kehendak Tuhan menjadi aturan tertinggi dari keadilan, sedemikian rupa hingga barang apa yang dikehendakiNya harus dianggap adil, justru karena dikehendakiNyalah. Jadi jika ditanyakan mengapa Tuhan telah berbuat begitu, harus dijawab: karena demikianlah kehendakNya. Tetapi kalau saudara mau maju lewat itu dan bertanya, mengapa Ia menghendakinya, maka saudara mencari sesuatu yang lebih tinggi daripada kehendak Allah, dan itu tidak dapat ditemukan. III xxiii 3 E 950-19 Apabila seseorang menyerang kita dengan kata-kata seperti: “Mengapa Allah sudah dari mulanya mentakdirkan kematian bagi beberapa orang yang tidak mungkin pantas diberi hukuman mati, karena mereka belum ada?”, maka jangan kita memberi jawaban, tetapi kita berganti mengajukan pertanyaan, apakah menurut pendapat mereka ada hutang Allah terhadap manusia, jika Ia hendak mengukurnya menurut hakekatNya sendiri. Kita semua, sebagai yang dinodai dosa, tak bisa tidak harus dibenci oleh Allah. Jika semua orang yang menurut predestinasi Allah harus mati karena keadaan kodrati mereka tunduk pada hukuman kematian, maka ketidak-adilan manakah yang telah ditimpakan kepada mereka, tanya saya, yang dapat mereka adukan? III xxiii 4 Mereka membantah pula: “Bukankah mereka ditakdirkan sebelumnya oleh ketetapan Tuhan untuk keburukan yang sekarang diajukan sebagai sebab hukuman mereka? Bukankah tidak adil Dia yang mempermainkan makhluk-makhlukNya sekejam itu? Bersama Paulus kami akan menjawabnya demikian: “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: ‘mengapakah engkau membentuk aku demikian?’ Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang tidak mulia?” (Roma 9:20). E 951-40 Rasul telah menegaskan bahwa patokan keadilan Allah begitu tinggi, sehingga tidak dapat diukur dengan ukuran manusia, atau ditangkap oleh akal manusia yang kerdil itu. III xxiii 6 Ada sanggahan yang kedua yang berasal dari kefasikan, tetapi maksudnya bukannya untuk langsung mencela Allah, melainkan lebih untuk mencari alasan agar memaafkan orang yang berdosa itu. E 953-33 “Mengapa kiranya Allah memperhitungkan kepada manusia sebagai dosa hal-hal yang dengan takdirNya ditetapkanNya perlu ada? E 954-4 Jika manusia dengan takdir Allah diciptakan sedemikian rupa hingga bakal dikerjakannya apa yang memang dikerjakannya sekarang, maka tidak boleh ia dipersalahkan karena telah melakukan sesuatu yang tak dapat dihindarinya dan yang ditempuhnya karena kehendak Allah.” Marilah kita lihat, bagaimana keruwetan ini dapat diuraikan selayaknya. Pertama-tama hendaknya semua yakin akan kata Salomo bahwa Tuhan membuat segala sesuatu demi diriNya, (demikian naskah Vulgata yang dipakai oleh Calvin. Naskah yang mendasari Terjemahan Baru dalam Bahasa Indonesia berbunyi: “untuk tujuannya masing-masing) bahkan orang fasik dibuatNya untuk hari malapetaka (Amsal 16:4). Lihatlah, oleh karena penetapan tentang segala sesuatu berada dalam tangan Tuhan, oleh karena padaNyalah terletak penetapan mengenai keselamatan dan kematian, maka dengan putusan dan kehendakNya ditetapkanNya bahwa di antara manusia ada yang dilahirkan dan ditentukan mulai dari kandungan ibunya akan mengalami kematian yang pasti, supaya dengan kebinasaan mereka namaNya dipermuliakan. III xxiii 9 E 957-30 Mereka yang tertolak itu menginginkan supaya dosa mereka dapat dimaafkan oleh karena mereka tidak dapat luput dari keharusan berdosa; lebih-lebih karena keharusan itu ditanggungkan kepada mereka dengan penetapan Allah. Tetapi kami mengingkari bahwa dengan demikian mereka selayaknya dimaafkan, oleh karena penetapan Allah yang menurut keluhan mereka menentukan bahwa mereka akan binasa, sudah tegas kewajarannya, yang memang tidak ketahui, tetapi yang sudah pasti sama sekali. E 958-1 Sebab walaupun manusia dengan providensi Allah yang kekal diciptakan untuk sengsara, namun alasannya diambilnya dari dirinya sendiri dan bukan dari Allah. III xxiii 10 Selanjutnya penentang-penentang predestinasi Allah masih menuduhkan kemustahilan ketiga padanya: bahwa [menurut ajaran ini] Ia pilih kasih. Hal ini oleh Alkitab disangkal di mana-mana, dan mereka menarik kesimpulan: atau Alkitab itu bertentangan dengan dirinya sendiri, atau Allah dalam pemilihanNya melihat amal-amal. E 958-35 Mereka bertanya, apa sebabnya dari dua orang yang tidak dibedakan oleh satu amal pun, yang satu dilewati Allah dalam pemilihanNya, dan yang lain diterimaNya. Saya berganti bertanya: “apakah mereka menyangka bahwa dalam diri orang yang diterima itu terdapat sesuatu yang mencenderungkan hati Allah kepadaNya?”. Jika mereka mengakui bahwa tidak ada apa-apanya–dan mereka tidak bakal dapat berbuat lain dari mengakuinya—maka kesimpulannya ialah bahwa Allah tidak memandang manusianya, tetapi dari kebaikan hatiNya mengambil alasan untuk berbuat baik kepadanya. Jadi bahwa Allah memilih yang satu dan menolak yang lain, alasannya bukanlah bahwa Ia melihat manusianya, melainkah hanya belas kasihanNya yang harus bebas memperlihatkan dan menyatakan diri, di mana saja dan kapan saja itu berkenan kepadaNya. III xxiii 12 Untuk menumbangkan predestinasi, dengan sengit mereka mengajukan pula bahwa seandainya predestinasi itu dipertahankan, semua ketekunan dan kerajinan untuk berbuat baik akan runtuh. Sebab, kata mereka, bila mendengar bahwa dengan keputusan Allah yang abadi dan tak dapat diubah itu kehidupan atau kematian telah ditetapkan untuknya, siapakah yang tidak akan segera dihinggapi pikiran bahwa bagaimana perilakunya itu tidak menjadi soal. E 960-33 Tetapi Paulus memperingatkan kita bahwa kita telah dipilih untuk maksud ini, yaitu supaya menjalankan kehidupan yang kudus dan tanpa cacat (Ef. 1:4). Jika kesucian hiduplah yang menjadi tujuan pemilihan, maka ajaran itu harus terlebih menggugah dan mendorong kita untuk menaruh perhatian pada kesucian daripada menjadi dalih untuk kelambanan. Sebab berapa besarkah perbedaan antara dua hal ini: tidak jadi melakukan amal baik, oleh karena pemilihan itu sudah cukup untuk mencapai keselamatan, dan: pemiihan itu mempunyai tujuan supaya kita berusaha keras melakukan perbuatan-perbuatan yang baik? Allah memanggil juga orang-orang yang dipilihNya III xxiv 1 Tetapi supaya perkara itu lebih terang lagi adanya, maka kita harus menguraikan baik panggilan orang-orang pilihan maupun pembutaan dan pengerasan hati orang yang tak percaya. E 964-32 Panggilan itu tiada tanpa memilih-milih. Dengannya Allah akhirnya menyatakan pemilihanNya, yang di luar tindakan itu tetap tersembunyi dalam diriNya. Dari sebab itu dengan tepatnya panggilan itu dapat dinamakan “kesaksian” tentang pemilihan itu. “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya; dan mereka juga yang ditentukanNya dari semula, mereka itu dipanggilNya; dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya, supaya sekali kelak mereka dimuliakanNya” (Roma 8:29). Tuhan memang telah mengangkat orang-orang milikNya menjadi anak-anakNya dengan memilih mereka. Namun kita melihat bahwa mereka tidak dapat sampai memiliki harta yang sebesar itu kalau tidak dipanggil; sebaliknya bahwa setelah dipanggil, mereka dalam arti tertentu sudah mendapat bagian dalam pemilihan mereka dan menikmatinya. E 966-11 Apabila panggilan dikaitkan pada pemilihan, maka Alkitab dengan cara itu cukup jelas menyatakan bahwa dalam panggilan itu tidak boleh dicari hal yang lain daripada belas kasihan Allah yang diberikan dengan cuma-cuma itu. Sebab jika kita bertanya siapa yang dipanggilNya dan dengan alasan apa, maka jawabannya ialah: mereka yang telah dipilihNya. Dan apabila kita sampai pada pemilihan, maka yang ternyata di sana dari segi manapun juga ialah belas kasihan Allah semata-mata. Iman adalah hasil pemilihan, bukan sebaliknya III xxiv 3 Akan tetapi di sini kita harus awas terhadap dua macam kesesatan. Sebab ada orang-orang yang berkata: manusia bekerja sama dengan Allah, sehingga dengan persetujuannya manusia mengokohkan pemilihan itu; dengan demikian menurut mereka kehendak manusia mengungguli putusan Allah. Seakan-akan diajarkan oleh Alkitab bahwa yang diberikan kepada kita hanyalah kemampuan untuk beriman, dan bukan iman itu sendiri. Ada pula orang-orang yang – meskipun mereka tidak membuat karunia Roh Kudus, menjadi setawar itu – entah dengan alasan apa membuat pemilihan itu tergantung dari apa yang datang kemudian; seakan-akan pemilihan itu tidak ada kepastian dan hasilnya belum dikokohkan oleh iman. Memang sudah jelas sekali bahwa pemilihan itu, dilihat dari sudut kita, memang dikokohkan [bilamana kita beriman]. Kita sudah melihat di atas ini bahwa putusan Allah yang tersembunyi yang tadinya tidak diketahui itu terungkapkan juga. Asal saja kata itu tidak punya pengertian yang lain daipada bahwa apa yang tadinya tidak diketahui, kini dibuktikan kebenarannya, dan seakan-akan dipateri dengan materai. Tetapi tidaklah benar bila dikatakan bahwa pemilihan itu baru berlaku sesudah kita memeluk Injil dan bahwa kekuatannya datang dari situ. Dari hal itulah kita memang harus mencari kepastian pemilihan kita, sebab jika kita mencoba dengan akal kita memasuki ketentuan Allah yang kekal itu, jurang yang dalam itu akan menelan kita. Tetapi apabila Allah telah memperlihatkan pemilihan kita kepada kita, kita harus naik lebih tinggi, agar akibat itu tidak menggelapkan sebabnya. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa kita diterangi sebagaimana kita telah dipilih oleh Allah. Oleh sebab itu, adakah yang lebih tidak masuk di akal dan tidak wajar daripada tersilaunya mata kita oleh terang cahaya itu, sehingga tidak lagi mau mengindahkan pemilihan itu? Kristus cermin tempat menatapi pemilihan III xxiv 5 Jika kita mencari kelembutan Allah selaku Bapa, dan kebaikan hatiNya, maka pertama-tama kita harus mengarahkan pandangan kita kepada Kristus yang kepadaNya sajalah Bapa berkenan (Mat. 3:17). Jika kita mencari keselamatan, kehidupan, dan kebakaan surgawi, maka dalam hal itupun tak ada tempat pelarian kita yang lain, sebab Dialah satu-satunya sumber kehidupan, dan sauh keselamatan, dan ahli waris kerajaan surga. Dan apa lagi maksud pemilihan itu selain dari supaya kita yang dipungut oleh Bapa di surga sebagai anak-anakNya, memperoleh keselamatan dan kebakaan berkat anugerahNya? E 970-29 Jadi Kristus adalah cermin tempat kita selayaknya menatapi pemilihan kita dan boleh menatapinya tanpa tertipu. III xxiv 6 E 971-39 Jika kita ingin mengetahui apakah keselamatan kita menjadi pokok perhatian bagi Allah, maka kita harus meneliti apakah kita diserahkanNya kepada Kristus yang dijadikanNya satu-satunya Penyelamat bagi seluruh umatNya. Jika kita selanjutnya meragukan apakah kita diterima oleh Kristus supaya dirawatNya dan dijagaNya, maka ditampungNya keraguan kita itu dengan menawarkan diriNya dengan rela sebagai Gembala, dan dikatakanNya bahwa kita akan termasuk kawanan dombaNya jika kita mendengar suaraNya (Yoh. 10:3). Maka marilah kita dekap Kristus yang diajukan kepada kita dengan penuh keramahan itu dan yang datang menyongsong kita: dan kita akan dianggapNya termasuk kawananNya, dan akan dijagaNya dalam kandangNya. Panggilan lahiriah dan batiniah III xxiv 7 Tetapi tiap hari terjadi bahwa mereka yang nampaknya adalah kepunyaan Kristus, melepaskanNya dan jatuh. Hal ini memang benar. Tetap sama juga pastinya bahwa orang seperti itu tidak pernah melekat pada Kristus dengan kepercayaan hati seperti yang mengukuhkan kepastian pemilihan kita, sesuai dengan apa yang saya katakan tadi. “Mereka berasal dari antara kita”, kata Yohanes (I Yoh. 2:9), “tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita”. III xxiv 8 Perkataan Kristus bahwa banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih (Mat. 22:14), dengan demikian tidak dipahami dengan baik. Tidak akan ada keraguan jika kita menyakini adanya dua macam panggilan. Sebab ada panggilan umum, yang dipakai Allah dengan jalan pemberitaan Firman secara lahir mengundang semua orang sama rata supaya datang kepadaNya, juga mereka yang kepadanya panggilan itu diajukanNya untuk menjadi “bau kematian” (bdk. II Kor. 2:16) dan hukuman yang lebih berat. Ada pula panggilan yang khusus, yang pada umumnya hanya dianggapNya pantas bagi orang-orang percaya, yaitu apabila dengan penerangan batin dari RohNya Ia membuat Firman yang diberitakan itu berdiam dalam hati mereka. Tetapi ada kalanya Ia juga memberi bagian dalam panggilan ini kepada mereka yang diterangiNya untuk beberapa waktu saja; namun kemudian ditinggalkanNya mereka sesuai dengan sikap mereka yang tidak tahu bersyukur, dan makin dibutakanNya mereka. Sebelum dipanggil, orang-orang yang terpilih tidak berbeda dari yang lain III xxiv 10 Tidak langsung dari rahim ibu, tidak juga semua pada saat yang sama, orang-orang yang terpilih itu dikumpulkan ke dalam kandang domba Kristus oleh panggilan itu. Akan tetapi [saatnya ditentukan] menurut perkenanan Allah untuk menganugerahi mereka. Tetapi sebelum mereka dikumpulkan ke tempat Gembala utama itu, mereka mengembala terpencar-pencar di padang pasir sama seperti semua orang, dan mereka tidak berbeda dari yang lain kecuali bahwa mereka dilindungi oleh kerahiman Allah yang khusus sehingga tidak sampai jatuh ke dalam jurang kematian yang terdalam. Bahwa mereka tidak sampai kepada kefasikan yang hebat dan yang tak tertolong lagi, sebabnya bukanlah karena pada mereka ada suatu kebaikan yang kodrati, tetapi karena mata Allah menjaga dan tanganNya terulur untuk keselamatan mereka. III xxiv 11 E 978-14 Hendaklah perkataan Alkitab ini menetap pada kita (Yes. 53:6): “kita sekalian telah sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri”, yaitu jalan ke kebinasaan. Bagi mereka yang ditentukan Tuhan akan dikeluarkanNya kelak dari jurang kebinasaan itu, Tuhan mengundurkan waktunya sampai tiba saatNya; mereka hanyalah dijagaNya, jangan sampai mengeluarkan hujat yang tak dapat diampuni. Alasan Allah untuk menolak orang-orang yang tidak dipilihNya III xxiv 12 Sebagaimana Allah dengan keampuhan panggilanNya kepada mereka yang terpilih, melaksanakan keselamatan yang ditentukanNya bagi mereka dengan putusanNya yang kekal, demikian pula terhadap mereka yang ditolak, Ia mempunyai hukuman-hukumanNya yang menjadi jalan pelaksanaan putusan-putusanNya mengenai mereka. Bagaimana dengan mereka yang diciptakanNya untuk mengalami keaiban dalam hidup dan kebinasaan dalam mati supaya menjadi benda-benda kemurkaanNya dan contoh-contoh kekerasanNya? (Roma 9:21) Supaya mereka sampai kepada tujuan itu, bagi mereka kadang-kadang dihilangkanNya kemungkinan untuk mendengar FirmanNya, dan kadang-kadang justru dengan pemberitaan Firman itu dipekatkanNya kebutaan dan kebodohan mereka. III xxiv 13 Apa sebab kepada yang satu diberikan rahmatNya dan yang lain dilewatiNya? Mengenai yang satu itu, sebabnya diberitahukan oleh Lukas, yaitu karena mereka “ditentukan untuk hidup yang kekal” (Kis. 13:48). Apa pula anggapan kita mengenai yang lain selain daripada bahwa mereka dilewati Tuhan karena mereka merupakan benda-benda kemurkaanNya yang diciptakan untuk keaiban? Maka janganlah kita enggan berkata bersama Augustinus: “Allah bisa saja mengubah kehendak orang-orang yang jahat menjadi baik, sebab Ia mahakuasa; sudah tentu hal itu dapat dilakukanNya; maka mengapa itu tidak dilakukanNya? Sebab bukan itu kehendakNya; mengapa tidak dikehendakiNya, itu terletak pada Dia”. (Augustinus, De Genesis ad literam [Kitab Kejadian ditafsirkan secara harfiah], XI x 13) Sebab sebaiknya kita jangan mengetahui lebih banyak lagi daripada yang layak. III xxiv 14 Kita masih harus meneliti, mengapa Tuhan berbuat apa yang nyatanya diperbuatNya. Jika dijawab demikianlah terjadi orang-orang, karena kefasikan, kejahatan dan karena tidak bersyukur, sudah sepantasnya diperlakukan begitu, (Demikian mis. Erasmus, dalam “De libero arbitrio” [mengenai kebebasan kehendak manusia), th 1524) maka pastilah betul dan benar ucapan itu. Tetapi belum juga jelas apa alasan untuk perbedaan itu, yaitu mengapa, walaupun ada orang lain yang ditundukkan agar patuh, namun orang-orang itu tetap berkeras hati. Maka dalam penelitian untuk mencari alasan itu, terpaksalah orang sampai pada kesimpulan seperti yang telah dicatat Paulus dari Musa (Kel. 9:16), yaitu bahwa Allah dari semula telah membangkitkan mereka supaya namaNya dimasyhurkanNya di seluruh bumi (Roma 9:17). Bahwa mereka yang ditolak itu tidak patuh pada Firman Allah yang telah dipernyatakan pada mereka, kesalahannya memang sudah sebenarnya dijatuhkan pada kejahatan dan kebusukan hati mereka. Asal saja segera ditambahkan bahwa mereka diserahkan kepada kejahatan mereka itu, karena mereka oleh hukuman Allah yang benar tetapi yang tak dapat ditelusuri itu diberi hidup, supaya dengan pembinasaan mereka Ia dimuliakan. E 982-13 Walaupun kita tidak mengerti dengan jelas apa sebabnya, tetapi janganlah kita tidak mau mengakui bahwa kita tidak memahami sesuatu, apabila hikmat Tuhan sedang mencapai puncaknya. Beberapa keberatan dijawab E xxiv 17 Akan tetapi, demikian saudara akan berkata, jika memang begitu, kita tidak dapat percaya benar pada janji-janji Injil. (Seperti mis. dalam I Tim. 2:4) Sebab janji-janji itu, apabila memberitakan kehendak Tuhan, akan menyatakan bahwa Ia menghendaki apa yang bertentangan dengan keputusanNya yang tak dapat diubah-ubah itu. Sama sekali tidak demikian halnya; sebab walaupun bersifat umum, namun janji-janji keselamatan itu sama sekali tidak ada yang bertentangan dengan predestinasi orang-orang yang ditolak, asal saja kita mengarahkan pikiran kita pada akibatnya. Kita mengetahui bahwa janji-janji itu baru mempunyai akibat bagi kita, apabila kita menerimanya dengan iman; akan tetapi bila iman itu disia-siakan, maka janji itu serta merta terhapuskan. Kalau itulah sifat janji-janji, marilah kita lihat apakah ada pertentangan. Di satu pihak dikatakan bahwa sudah dari sejak kekal ditetapkan oleh Allah orang-orang yang hendak dirangkulNya dengan kasihNya, dan orang-orang yang hendak ditimpaNya dengan murkaNya; dan di pihak lain bahwa kepada semuanya tanpa pilih kasih Ia mengabarkan keselamatan. Saya berkata bahwa keduanya cocok benar. Sebab apabila Ia berjanji demikian, tak lain yang hendak dikatakanNya ialah bahwa belas kasihanNya tersedia bagi semua orang, asal saja mereka menginginkannya dan memohonnya. Tetapi hal itu hanya dilakukan oleh mereka yang diterangi olehNya. Dan yang diterangi olehNya ialah mereka yang telah ditentukanNya akan memperoleh keselamatan. Bagi mereka, kata saya, kebenaran ialah janji-janji itu kokoh dan tak tergoyahkan, sehingga tak dapatlah orang berkata bahwa ada sedikitpun pertentangan antara pemilihan Allah yang kekal dan pernyataan tentang rahmatNya yang ditawarkanNya kepada orang-orang percaya. Tetapi apa sebab Ia berkata: “semua orang”? (bdk. mis. I Tim. 2:4) Ia berkata begitu, supaya hati kecil orang-orang saleh dapat lebih tenteram karena mereka mengerti bahwa tak ada sedikit pun perbedaan antara orang-orang berdosa, asal saja ada iman (Maksudnya: Karena ada tertulis: “semua orang”, mereka akan mengerti bahwa mereka tidak akan ditolak karena misalnya lebih banyak berdosa daripada orang-orang lain – asal saja mereka beriman). Dan Ia berkata pula begitu, supaya mereka yang fasik tidak akan berdalih bahwa mereka tidak mempunyai tempat berlindung yang dapat mereka datangi bila mau meloloskan diri dari perbudakan oleh dosa – karena mereka meremehkan tempat perlindungan yang ditawarkan kepada mereka itu, sebab tidak tahu bersyukur. Oleh karena kepada kedua-duanya ditawarkan belas kasihan Tuhan melalui Injil, maka imanlah, yaitu penerangan oleh Allah, yang membedakan antara yang beriman dan yang fasik; sehingga yang pertama merasakan keampuhan Injil, yang lain sebaliknya sekali-kali tidak memetik buahnya. Penerangan itupun diatur oleh pemilihan Allah yang kekal. E 986-35 Mereka menyanggah pula bahwa dari barang yang dibuatNya, tak ada yang dibenci oleh Allah. Sekalipun saya mengakuinya, namun tak berubahlah yang telah saya ajarkan, yaitu bahwa orang-orang yang ditolak itu dibenci Allah, dan benar alasannya, karena mereka tidak menerima karunia RohNya, jadi tidak dapat menghasilkan apa-apa selain hal-hal yang menjadi kutukan. Mereka menambahkan bahwa tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang kafir, dan bahwa itu berarti rahmat Tuhan ditawarkan kepada semua orang tanpa pilih kasih: memang benar, asal saja mereka mengakui bahwa, seperti yang dinyatakan Paulus, Allah memanggil dari antara orang Yahudi maupun dari antara orang kafir menurut perkenananNya (Roma 9:24), sehingga Ia tidak terikat kepada siapapun. Dengan cara demikian dialahkan pula apa yang mereka kutip dari tempat lain (Roma 11:32), yaitu bahwa Allah telah mengurung semuanya dalam dosa supaya Ia dapat menunjukkan belas-kasihan kepada mereka semua (bdk. Gal. 3:22); artinya, karena Ia menghendaki supaya keselamatan semua orang yang diselamatkan dianggap berasal dari belas kasihanNya, meskipun kebaikan ini tidak berlaku umum untuk semua orang. Selanjutnya, setelah dari kedua belah pihak sudah banyak yang dikemukakan, biarlah ini menjadi penutup; bersama Paulus kita gentar karena melihat kedalaman yang securam itu; dan jika ada lidah yang dengan gampangan berbantah, maka janganlah kita malu berseru bersamanya: “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah?” (Roma 9:20). Sebab benarlah perkataan Augustinus, bahwa mereka yang mengukur keadilan Allah menurut ukuran keadilan manusia, membalikkan norma (Pseudo-Augustinus, Mengenai Predestinasi dan Rahmat, 2.). Disalin dari : John Calvin, INSTITUTIO, Pengajaran Agama Kristen, p. 193-212 Kajian lain, baca di artikel yang berjudul PREDESTINASI ALKITAB, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=371#371

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

KEN's picture

@mercy

Kehendak bebasnya seperti yang telah di posting oleh sdr kita @Deta.

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

KEN's picture

Maaf, saya salah waktu ngerol mouse

Maksud saya, tulisannya hai hai, bukan DeTa, sekali lagi maaf.

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

Debu tanah's picture

Allah menyelamatkan yang mau diselamatkan.

Salam Hai dan saudara2, Wah banyak komentar dari teman2 disini, terima kasih, saya jawab satu-satu ya. Saya jawab pertanyaan Hai dulu. Mungkin ini juga menjawab pertanyaan yang lain juga. Untuk yang belum terjawab akan saya lanjutkan kemudian. Kitab Kejadian menyingkapkan bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan kehendak bebas! Apa standard keadilan? Allah standardnya! Bukankah Allah bertindak berdasarkan KEADILAN – NYA ? Tidak bisa tidak Allah bertindak berdasarkan sifat-sifat Nya, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri! Jadi saya menyimpulkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS justru karena Allah itu ADIL !! Manusia dihadapkan pada dua pohon: pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah justru karena Allah itu ADIL karena telah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS, jadi manusia HARUS DIPERHADAPKAN kepada pilihan yang bertolak belakang. Pohon kehidupan melambangkan ALLAH sedangkan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat melambangkan IBLIS! Allah tetap KONSISTEN, hingga hari ini manusia bebas memilih antara ALLAH atau IBLIS ! Bila Allah menghargai KEHENDAK BEBAS manusia karena Allah sendiri yang menciptakan manusia demikian berdasarkan sifat KEADILAN-Nya, bagaimana mungkin Dia telah menentukan si A ditetapkan selamat, sedangkan si B binasa? Bukankah bila Dia telah menentukan siapa-siapa yang selamat / binasa, itu sama artinya Dia telah mencabut KEHENDAK BEBAS manusia? Bukankah itu artinya Dia telah berlaku tidak adil karena melanggar ketetapan bahwa manusia diciptakan dengan KEHENDAK BEBAS, dan Dia telah menyangkal diri-Nya sendiri ? Mengenai Ilustrasi kapal. Saya sebagai kapten kapal akan menyelamatkan orang yang mendekat kepada kapal, saya TIDAK BISA menyelamatkan mereka yang justru berenang menjauh dari kapal. Kita sama-sama sepakat bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Tapi Allah TIDAK MEMILIH siapa yang akan diselamatkan, tapi Allah HANYA BISA menyelamatkan yang MAU diselamatkan, Allah TIDAK BISA menyelamatkan manusia yang TIDAK MAU diselamatkan!! Yohanes 3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

Illustrasi yang tidak sempurna..

illustrasi yang diberikan sdr hai2 cukup memadai untuk menggambarkan satu point bahwa Allah tidak bisa disalahkan kalau tidak menolong semua orang.....

Baca Roma :
9:14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
9:16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Semua illustrasi di dunia ini tidak akan sempurna menggambarkan anugerah yang sudah Tuhan berikan, termasuk kenapa Allah mesti memilih manusia untuk diselamatkan .

Roma
9:19 Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?"
9:20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Roma pasal 9 merupakan pasal yang bagus ( bukan satu2nya pasal ) untuk menggambarkan hubungan antara pemilihan Allah dengan keselamatan manusia...Karena Rasul paulus menuliskan ini hanya satu tujuan ( silakan simpulakn sesudah dibaca ) : membela/menjelaskan Kedaulatan Tuhan atas kehendak bebas manusia....

Apakah seseorang dapat disalahkan ketika ia memberikan sedekah kepada pengemis A dan tidak kepada pengemis B? Apakah pengemis B dapat menuntut kita ke pengeadilan gara2 tidak memberikan dia sedekah? Itulah anugerah Allah...Siapakah anda sehingga anda berhak mengatakan Allah tidak adil kalau Dia berdaulat?

Debu tanah's picture

To Joli, Ajaran predestinasi bertentangan dengan Alkitab !

Salam Joli, Hehehe.. Joli malah menggunakan cara saya untuk membalikan argument, sah-sah aja, namun Joli ada kelirunya.. Apakah Joli MENGERTI bahwa kitab Kejadian menyingkapkan bahwa manusia diciptakan dengan KEHENDAK BEBAS? Atau lebih spesifik: Apakah Joli percaya bahwa Allah menciptakan Joli dengan KEHENDAK BEBAS atau Joli percaya Joli diciptakan seperti ROBOT ? Bila tidak, maka tidak ada gunanya kita lanjutkan bukan? Saya menyebut Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS sebagai kebenaran utama dalam kasus ini. BUKAN “manusia diciptakan sebagai ROBOT” = PREDESTINASI. Ajaran PREDESTINASI bertentangan dengan ajaran ALKITAB, mengapa? Joli menulis: Predestinasi adalah menunjukan kekuasaan dan kedaulatan Allah Sang Pencipta yang mutlak.. Deta koment: Allah memang berdaulat, tapi mengapa Joli MENUDUH Allah dapat bertindak sewenang-wenang MEMBINASAKAN CIPTAAN-NYA dengan DALIH bahwa ALLAH itu berdaulat mutlak? Apakah Allah kita Allah yang demikian? Allah memang BERHAK membinasakan manusia yang MENOLAK DIA, tetapi Allah tidak bisa sewenang-wenang membinasakan MANUSIA YANG MENCARI DIA! Mari kita baca Alkitab untuk lebih mengenal Allah kita: Waktu Musa naik ke Gunung untuk menerima hukum Taurat, umat Israel jatuh kepada dosa menyembah patung lembu emas, sehingga Allah murka hendak membinasakan bangsa Israel: Kejadian 32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 32:10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar." Bukan kah Allah sendiri yang berfirman kepada Musa bahwa Allah bermaksud membinasakan bangsa Israel? Mungkin bila Joli yang mendengar Firman ini, Joli akan setuju supaya Allah membinasakan bangsa Israel ya? Namun Musa adalah manusia yang mengenal Allah Israel, Allah Israel TIDAK MUNGKIN melakukan itu, karena Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya. Selanjutnya: 32:11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? 32:12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. 32:13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya." 32:14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya. Apakah Allah “menyesal” setelah “diingatkan” Musa, atau memang Allah tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri ? Abraham pun mengenal Allah: Kejadian 18:20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 18:21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya." 18:22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN. 18:23 Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? 18:24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu? 18:25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" 18:26 TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." 18:27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. 18:28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana." 18:29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu." 18:30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana." 18:31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu." 18:32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu." Abraham mengenal Allah, bahwa Dia tidak akan membinasakan dengan SEWENANG-WENANG orang yang mencari Dia (orang benar) ! Apakah Allah bertindak demikian karena “diingatkan” Abraham, atau karena Dia memang tidak dapat menyangkal diriNya ?

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

joli's picture

“manusia diciptakan sebagai ROBOT” = PREDESTINASI.

He..he.. Deta, saya ngikut-in gaya argument deta karena memang saya nggak bisa cara nulis artikel berat-berat, jadi deh copy paste.. tapi tetep menurut pandanganku sendiri.. nggak pa-pa kan?

Setuju bahwa manusia diciptakan dengan KEHENDAK BEBAS? Atau lebih spesifik:  Allah menciptakan Joli dengan KEHENDAK BEBAS..... Sooo diskusi bisa dilanjutkan :)

Tidak setuju :  PREDESTINASI = “manusia diciptakan sebagai ROBOT” (Deta inilah titik tolak kenapa kamu tidak setuju predestinasi karena Deta mengartikan Predestinasi=manusia diciptakan sebagai Robot. Kalau artinya memang begitu saya juga akan sependapat dengan Deta. Sedangkan saya mengartikan Predestinasi = Allah yang menentukan)

Deta koment:

Allah memang berdaulat, tapi mengapa Joli MENUDUH Allah dapat bertindak sewenang-wenang MEMBINASAKAN CIPTAAN-NYA dengan DALIH bahwa ALLAH itu berdaulat mutlak?

Ayolah Deta baca lagi coment saya lagi.. apakah Joli MENUDUH Allah sewenang-wenang?

Bukan kah Allah sendiri yang berfirman kepada Musa bahwa Allah bermaksud membinasakan bangsa Israel? Mungkin bila Joli yang mendengar Firman ini, Joli akan setuju supaya Allah membinasakan bangsa Israel ya? Namun Musa adalah manusia yang mengenal Allah Israel, Allah Israel TIDAK MUNGKIN melakukan itu, karena Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya. Selanjutnya:

Seandai-nya Joli mendengar firman ini maka saya juga akan berdoa mohon pengampunan bagi bangsa Israel.. sama seperti Musa...

Namun saya tidak berani merasa mengenal Allah sehingga berani meng-kaim dan mengingatkan Allah untuk TIDAK Melakukan itu... tetapi mohon belas kasihan Allah untuk  mempertimbangkan kembali... dan Kalau Allah memutuskan tidak membinasakan Israel bukan karena free will saya/Musa tetapi Karena KEHENDAK Allah sendiri..

Demikian juga hal-nya dengan Abraham..

 

Deta bagaimana tanggapan Deta tentang Roma 9 seperti yang saya tulis? Hal pemilihan Allah dan ke-Adil-an Allah?

 

Salam... 

 

 

 

 

 

 

 

 

Debu tanah's picture

Joli, mengenai Roma 9..

Salam Joli Abraham memang mengenal Allah bahwa Dia tidak akan membinasakan orang yang mencari Dia, karena Allah memegang Firmannya. Musa memang mengenal Allah bahwa Dia tidak akan membinasakan bangsa Israel karena Dia memegang FirmanNya (Allah telah bersumpah kepada Abraham, bahwa keturunannya akan diberkati). Saya pernah menjawab soal predestinasi, saya kutip lagi: http://www.sabdaspace.org/free_will_percakapan_dengan_tuhan#comment-7165

Saya kira tidak ada istilah predestination, itu hanya-lah masalah PERSPEKTIF saja. Allah yang MAHA TAHU mengetahui segala sesuatu yang SUDAH, SEDANG & AKAN TERJADI. Alkitab mengatakan bahwa Allah sudah menentukan siapa-siapa yang sudah menjadi orang PILIHAN-Nya. Tapi hal ini harus MATCHING dengan FREE WILL manusia. TIDAK BISA TIDAK. Apakah waktu Alkitab mengatakan bahwa orang-orang pilihan sudah ditentukan (Bahasa ILAHI), mengatakan bahwa tidak ada harapan bagi saya dan anda diselamatkan? Saya kira tidak. Waktu saya dan anda diselamatkan itu adalah FREE WILL kita untuk menerima keslamatan yang disediakan Allah, tapi dari perpektif Allah yang MAHA TAHU dikatakan dalam Alkitab: Allah sudah menentukan orang2 Pilihan-nya: yaitu saya dan anda. - Bila Allah SUDAH MENENTUKAN siapa yang diselamatkan maka, TIDAK ADA GUNANYA Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS (FREE WILL) !!! - Yang benar adalah manusia diberi kebebasan untuk menerima / menolak KESELAMATAN, namun karena Allah Maha Tahu, Allah SUDAH MENGETAHUI sebelum dunia dijadikan siapa-siapa yang termasuk domba2 Nya!

Apa yang tertulis dalam Roma 9 bersifat NUBUATAN karena Allah MAHA TAHU. Allah MEMILIH Yakub bukan karena dia awalnya benar, kita sama-sama tahu bawa Yakub adalah seorang penipu, tetapi Allah TAHU bahwa Yakub nantinya akan menjadi orang benar, karena Allah TAHU bahwa Yakub MAU DIBENTUK menjadi orang BENAR, karena Yakub PERCAYA kepada JANJI ALLAH melalui hak kesulungan! Lihat jalan hidup Yakub, bagaimana dia dibentuk Allah menjadi orang benar. Allah TIDAK AKAN memilih Esau karena dia tidak akan bisa seperti Yakub sekalipun dibentuk oleh Allah, karena Allah tahu Esau tidak akan mau! Dalam beberapa kasus, Allah sengaja “MEMILIH” orang yang sebenarnya bukan orang “terpilih” untuk membuktikan keadilanNya (seperti Yudas misalnya), walau akhirnya mereka BINASA, untuk membuktikan bahwa Dia adil membunuh orang yang belum pernah mendengar Injil, karena Allah Tahu orang-orang itu tidak akan MAU memerima injil sekalipun mereka mendengarnya.
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

joli's picture

@Deta ... sama seperti HIDUP/MATI...

Dear Deta,

Deta saya dari awal saya sepakat dengan Deta kalau manusia diciptakan dengan kehendak bebas (free will) hanya saya tidak sepakat hal keslamatan ditentukan oleh free will manusia, menurut pendapat saya keslamatan karena mutlak anugerah Allah, Dia yang memilih dan menentukan.

Sama seperti HIDUP/MATI free will kita tidak menentukan tetapi Allah-lah yang berdaulat menentukan. Bisa-kah kita minta kepada Allah dengan sekuat tenaga dan upaya untuk dilahitkan kedunia sebagai manusia pada tanggal 25 december 1988 supaya di ulang tahuni seluruh umat? bisakah kita minta mati di hari jumat agung tahun 2100? atau bisakah kita memastikan kematian kita meski dengan free will (contoh bunuh diri), belum tentu kita mati bisa2 cuma setengah mati kalau memang Sang Pencipta belum menentukan kita mati?

Sama seperti hidup/mati jasmani demikian pula hal hidup/mati rohani (keslamatan) mutlak ditentukan oleh Sang Pencipta.

Bagaimana dengan free will kita? kita diberi kehendak bebas oleh Pencipta karena Allah menghargai manusia dan memberi tanggungjawab atas segala pilihan kita.

Hal  contoh musa dan abraham saya mengerti mereka menggunakan free will-nya untuk memohon Allah merubah kehendakNya dan Allah mendengarkan mereka karena Allah memang menentukan demikian..

Ada lagi contoh Daud.. dia juga menggunakan free will-nya untuk memohon belas kasihan Allah ketika anak hasil hubungan dengan batsyeba sakit (2Sam 12)

Tetapi ketika anaknya mati, Daud  takluk kepada keputusan Allahnya..

Ada lagi yang saya belum sependapat dengan Deta ketika deta said :

 Waktu saya dan anda diselamatkan itu adalah FREE WILL kita untuk menerima keslamatan yang disediakan Allah, tapi dari perpektif Allah yang MAHA TAHU dikatakan dalam Alkitab: Allah sudah menentukan orang2 Pilihan-nya: yaitu saya dan anda.

Ketika Allah menentukan pilihanNya karena Allah berdaulat penuh bukan dalam prespektif keMahaTahuan.

Hal Rom 9 Deta mengatakan bersifat NUBUATAN, ini saya belum jelas. Karena ketika membaca Rom 9 setiap kata-nya mengungkapkan dengan jelas hal pemilihan Allah termasuk menjawab kalau nantinya ada pertanyaan seperti yang deta tanyakan hal ke-ADIL/TIDAK-nya sang Pencipta.

Kalau tentang nubuatan pengertian-ku tetang nubuat adalah mengenai hal2 yang belum terjadi...

Jadi ketika Deta mengungkapkan bahwa Rom 9 bersifat Nubuatan, terus terang saya jadi agak bingung, tolong penjelasannya..

 

Btw Deta hal Predestinasi dan Free Will ini akan membuat kita berdiskusi panjaaaaang, dan ada kemungkinan tidak akan ketemu kata sepakat....

Tapi perbedaan hal ini tidak membuat kita kehilangan keslamatan kita... tetapi akan mempengaruhi cara kita memandang hidup dan cara kita bersikap... kapan-kapan saya akan share pengaruh-nya..

 

Salam Smile

king heart's picture

Maha tahu VS berdaulat

@debu tanah saya tertarik dengan uraian anda bahwa Allah maha tahu sehingga dalam kemaha tahuanNya Dia memilih manusia yang selamat; dengan mengikuti uraian anda, saya ingin bertanya dimanakah kedaulatan Allah? Tidak sanggupkah Dia memilih berdasarkan kedaulatanNya tanpa Dia menunggu siapa yang akan memilih Dia siapa yang tidak ? Pertanyaan berikutnya adalah sanggupkah manusia yang berdosa ( terikat dengan dosanya ) untuk memilih percaya kepada Allah? Dalam Efesus 1:4 dikatakan ".............untuk dijadikan kudus dan tak bercacat dihadapanNya", menurut anda manusia dijadikan kudus dan tak bercacat dengan cara bagaimana ? dan dilakukan sesudah manusia percaya kepada Allah atau sebelumnya ( dalam kemaha-tahuan Allah )?
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Debu tanah's picture

King Heart, Allah BERDAULAT tapi dibatasi oleh diri-Nya sendiri.

King heart bertanya: Tidak sanggupkah Dia memilih berdasarkan kedaulatanNya tanpa Dia menunggu siapa yang akan memilih Dia siapa yang tidak ? Deta menjawab: Allah memang BERDAULAT PENUH, Allah tidak mempunyai lawan di seluruh alam semesta dari kekekalan sampai kekekalan. Tetapi apakah itu membuat DIA bisa bertindak SEMBARANGAN? Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan ATURAN-ATURAN yang dibuat sesuai dengan SIFAT-SIFAT Nya sendiri dan HIKMAT Nya yang tidak dapat terselami oleh pikiran manusia. Mazmur 18:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. Allah memang BERDAULAT, bila demikian apakah dasar manusia untuk berharap kepada Tuhan? JANJI Nya, itu lah satu-satunya pengharapan manusia. Coba perhatikan bagaimana Abraham dan Musa membela manusia yang hendak dibinasakan oleh Allah, mereka memegang janji Allah, karena Allah dibatasi oleh diriNya sendiri ! Perhatikan bahwa Abraham mempertanyakan REPUTASI Allah bila Allah bertindak sembarangan! Kejadian 18:25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" Allah menciptakan manusia dengan rupa dan gambar Allah, rasa KEADILAN dalam diri manusia pun dari Tuhan datangNya. Abraham saja mengatakan bahwa Allah TIDAK ADIL bila Allah membinasakan orang benar bersama-sama dengan orang fasik. Tidak kah kita merasakan hal yang sama? King Heart bertanya: Pertanyaan berikutnya adalah sanggupkah manusia yang berdosa ( terikat dengan dosanya ) untuk memilih percaya kepada Allah? Deta menjawab: Manusia memang tidak sanggup untuk mempercayai Allah dengan kemampuan sendiri, tetapi Allah melihat orang yang mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Mazmur 14:2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. King heart bertanya; Dalam Efesus 1:4 dikatakan ".............untuk dijadikan kudus dan tak bercacat dihadapanNya", menurut anda manusia dijadikan kudus dan tak bercacat dengan cara bagaimana ? dan dilakukan sesudah manusia percaya kepada Allah atau sebelumnya ( dalam kemaha-tahuan Allah )? Deta menjawab: Apakah Abraham LANGSUNG PERCAYA kepada ALLAH? TIDAK !! Abraham HANYA memiliki hati yang haus kepada Allah, mencari Allah. Ketika dia berani mengambil langkah untuk percaya kepada Allah, maka Allah MULAI MEMBIMBING Abraham keluar dari tanah kelahirannya. Apakah Abraham melakukan itu tanpa keraguan? Saya yakin Abraham SERING RAGU, tetapi Abraham memang BELAJAR percaya kepada Tuhan, karena dia MAU! Bagaimana cara Allah membentuk Abraham, dengan kejadian-kejadian yang menimpa dia sepanjang hidupnya, dan Allah harus menguji Abraham. Apakah Allah tahu bahwa Abraham akan lulus ujian? Ya Allah tahu, Allah justru memilih Abraham karena Dia MAHA TAHU bahwa Abraham tidak akan gagal. Bagaimana seandainya Abraham gagal? Ya Allah tidak akan memilih dia, Allah akan "MEMILIH" orang lain yang mau! Yakobus: 2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. PERBUATAN-PERBUATAN = KEHENDAK BEBAS untuk MAU "belajar" mempercayai Allah.

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Debu tanah's picture

Masalah keselamatan beda dengan hidup/mati..

Salam Joli, Saya juga setuju keselamatan adalah anugrah, tapi manusia berhak menerima / menolak. Ilustrasi kapal dari sangat tepat menggambarkan bagaimana freewill berperan mutlak dalam keselamatan. Mohon dibaca lagi. Kapten kapal hanya bisa menolong orang yang mendekat kepada kapal penyelamat, tetapi tidak dapat menolong orang yang justru berenang menjauh. Masalah keselamatan tidak bisa disamakan dengan masalah hidup dan mati donk. Saya tidak keberatan ditentukan oleh Allah untuk mati 5 atau 20 tahun lagi, saya menyerahkan kepada Allah yang Maha tahu yang terbaik bagi saya,yang terpenting adalah keselamatan jiwaku. Tapi saya KEBERATAN bila misalnya Allah mengatakan bahwa keluarga saya SUDAH DITENTUKAN BINASA sebelum dunia dijadikan !! Dan saya punya dasar untuk menggugat itu, yaitu firman-Nya sendiri! Roma 2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, MENCARI kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, 2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang MENCARI kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. Alkitab tidak bertentangan lho. Ajaran Predestinasi sangat berbahaya karena memuat orang menjadi sembarangan dan tidak menghargai perbuatan baik sebagai buah iman: Apa gunanya saya MENCARI ALLAH, bila saya sudah ditentukan BINASA? Mohon Joli baca dan renungkan jawaban saya pada pertanyaan King Heart, semoga Joli bisa mengerti. Bila Joli tidak mengerti juga, saya bingung harus bagaimana lagi menjelaskannya. I have done my best..

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Daniel's picture

@Deta: lanjutkan membaca...

Deta,

Bagian yang Anda bacakan (Roma 2:6-8) itu memang benar berkata demikian, bahwa Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Tapi jangan hanya berhenti di situ. Lanjutkan terus membaca, dan di Roma 3:4 Anda akan menemukan bahwa ternyata hanya Allah yang benar, sedangkan semua manusia pembohong. Jadi tidak ada seorang pun yang bisa memenuhi syarat di Roma 2:6-8.

Bahkan mulai Roma 3:10 dst. Paulus mengutip Mazmur 14 dengan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang benar, tidak ada yang mencari Allah. Artinya kalau kita memang menuntut Allah adil, maka yang seadil-adilnya terjadi adalah kita semua harus dihukum mati...

Nah, kebetulan PA di kantor kami hari ini baru sampai pasal 4. Di ayat 5 dikatakan bahwa pembenaran kita itu bukan hasil "kerja" kita, dan bukan juga "hak" kita. Itu adalah hak Tuhan dan hasil kerja-Nya bagi kita. Seterusnya bagaimana? Tunggu minggu depan saat kita membahas pasal 5 dan 6. Pasti makin seru :)

hai hai's picture

@ Deta, Anda Salah Paham

Yang saya maksudkan ketika memberi ilustrsi kapal yang karam adalah. Sebagai kapten yang menyelamatkan anda tidak dapat dituntut karena semua penghuni kapal karam itu, ketika kapalnya karam, mereka sudah mati, jadi ketika diselamatkan, itu adalah anugerah.

Begitu juga manusia, semuanya sudah mati. Jadi klo Allah memilih untuk menyelamatkan beberapa, itu bukan beerarti tidak adil, namun anugerah.    

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

joli's picture

@ Deta... Joli mengerti

Dear Deta Thanks Deta untuk penjelasan2mu, you did your best... Deta, saya mengerti akan kekuatiran Deta, pandangan predestinasi bisa berbahaya bisa membuat orang menjadi apatis, tidak bertanggung-jawab dan tidak mau mencari Allah.. Memang semuanya bisa terjadi kalau kita juga tidak mengakui bahwa Allah menciptakan manusia lengkap dengan free will-nya... (Mungkin Deta menyamakan pengertian Predestinasi dengan Takdir.. padahal tidak sama) Sampai sejauh ini pengenalan saya (melalui alkitab) dalam hal Allah berdaulat mutlak tentang pilihanNYa, tetap, dan alkitab juga mengajarkan bahwa manusia mempunyai free will untuk menjalani hidup dan akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya sebagai konsekuensi dari kehendak bebasnya.. Begicu Deta..artinya saya mengerti maksudnya Deta tetapi masih belum sependapat.. nggak pa-pa kan? btw..diskusi bisa dilanjut dengan teman-teman lain ya... aku mau off dulu beberapa saat.. mau kejar setoran (ikutan istilah si Om Hai2)
Debu tanah's picture

ALLAH MENYEDIAKAN KESELAMATAN

Salam Hai, Daniel, Joli dan saudara2, Dalam ilustrasi kapal, saya tidak setuju manusia sudah mati dan tidak ada harapan. Manusia memang sudah mati dalam arti tidak dapat merespon Allah, dan tidak mampu memenuhi standard kekudusan Allah. Allah memang membiarkan manusia jatuh / dilahirkan didalam dosa. Manusia memang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Tetapi manusia yang HIDUP masih punya harapan: Pengkotbah 9:3 Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati. 9:4 Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati Karena Allah memberikan HATI NURANI kepada manusia yang berdosa: Amsal 20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Roma 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Tanpa penebusan dosa, manusia memang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Allah pun tidak MENUNTUT manusia untuk memenuhi standard Allah. Allah hanya meminta manusia untuk MENCARI Dia. Mazmur 53:3 Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Allah menuntut manusia untuk berbalik dari dosa-dosanya, supaya mereka hidup: Yehezkiel, 18:21 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 18:22 Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. 18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

Walaupun Allah BERDAULAT, tetapi dalam MENYELAMATKAN manusia, Allah harus mengikuti ATURAN MAIN, pertama-tama karena Allah tidak dapat menyangkal dirinya sendiri, yang ke dua karena ada IBLIS yang akan menuntut KEADILAN ALLAH !! Sebelum dunia dijadikan Allah telah membuat rencana untuk menyelamatkan manusia, yaitu melalui DARAH KRISTUS yang menyucikan segala dosa-dosa manusia, supaya manusia yang TEKUN mencari Allah, yaitu manusia yang dengan rendah hati mau mendengar hati nurani nya untuk mengejar KETIDAK BINASAAN akan diselamat kan oleh Allah yaitu melalui percaya kepada INJIL KESELAMATAN. Manusia memang sudah jatuh kedalam jerat maut, dan IBLIS tahu itu. Allah HANYA BISA MENYEDIAKAN KESELAMATAN, ini namanya ANUGERAH dari Allah, tapi Allah TIDAK DAPAT campur tangan supaya si A selamat atau si B binasa, selain karena Allah tidak dapat menyangkal diriNya sendiri (melanggar aturanNya sendiri), kedua saya yakin yang pertama protes adalah IBLIS.

Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah PENDAKWA saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka SIANG dan MALAM di hadapan Allah kita. Lukas 22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

hai hai's picture

PREDESTINASI Alkitab, Bukan Predestinasi Debu Tanah

FREEWILL, umumnya orang memahaminya sebagai kebebasan untuk melakukan apapun yang dikehendaki. Itulah kebebasan dan itulah yang disebut Freedom, itulah free will. Dan, banyak orang menyangka bahwa itulah puncak kebahagiaan, itulah kondisi ketika seorang manusia menjadi Tuhan, dan itulah yang dijalani oleh Tuhan dari kekal hingga kekal. Like Like me, suka-suka gua.

PREDESTINATION, umumnya orang memahaminya sebagai keadaan di mana manusia adalah wayang kulit dan Allah adalah dalangnya. Si wayang bukan saja melakukan apa yang dalang inginkan, bahkan semua gerakan maupun ucapannya adalah ucapan dan gerakan sang dalang.

Apakah Freewill dan Predestination memang demikian? Apakah Free will dan Predestination yang diajarkan Alkitab memang demikian?

Mohon maaf bila beberapa orang tidak menyukainya, menurut saya cara ini cocok untuk memberi gambaran yang lengkap tentang Predestinasi dan Freewill. Ada suatu perbedaan KUALITAS antara PENCIPTA dan CIPTAAN. Ada suatu perbedaan kualitas antara seorang pelatih anjing dan anjingnya (bila saya seorang pelatih lumba-lumba maka saya akan gunakan lumba-lumba, namun saya hanya pelatih anjing). Dalam batas-batas tertentu Seorang pelatih anjing adalah TUHAN dari anjingnya. Seorang pelatih anjing yang baik adalah seorang yang mampu mewujudkan KEDAULATANNYA tanpa melanggar KEBEBASAN anjingnya. Mungkinkah hal itu? MUNGKIN! Bagaimana cara melakukannya?

Bagaimana cara melatih seekor anjing dewasa berbadan besar duduk? Ketika melatih anjing duduk, mustahil menjelaskan kepadanya arti kata duduk dan gunanya duduk. Anda bisa melatihnya dengan KEKERASAN. Banyak pelatih anjing menggunakan cara ini. kenakan kalung leher dan rantai pada anjing tersebut. Berdirilah di samping kanannya, pegang rantai dengan tangan kanan anda. Ucapkan perintah, “duduk” sambil menekan pinggulnya dengan tangan kiri sementara tangan kanan anda menahan rantai. Tekanan pada pinggul akan membuat anjing itu duduk, sementara rasa sakit di leher akibat tarikan rantai akan membuat anjing berhenti melawan tekanan itu. Semakin melawan semakin sakit, semakin rela semakin tidak sakit. Awalnya saya melatih anjing dengan cara demikian hingga suatu hari saya memahami kisah kebangkitan Lazarus, sejak itu saya memikirkan cara lain untuk melatih anjing duduk. Cara yang jauh lebih gampang dan jauh lebih berhasil. Berikut inilah caranya. Cara melatih anjing demikian bukan PREDESTINASI, walaupun banyak orang menganggapnya demikian.

Genggamlah sebutir makanan dengan tangan anda, lalu berdirilah berhadapan dengan anjing yang akan dilatih. Angkat tangan yang menggenggam makanan itu di atas kepala anjing, maka dia akan mendongak melihat kepalan anda. Dorong kepalan anda ke depan maka anjing itu akan semakin mendongak memandang kepalan anda. Bila anda lanjutkan gerakan itu, maka akhirnya anjing secara otomatis akan duduk. Pada saat dia hendak duduk, keluarkan perintah “duduk”. Bila anda mengulangi hal demikian beberapa kali, maka anjing secara naluri akan menghubungkan kata “duduk” dengan gerakkan duduk. Ketika duduk, anjing melakukannya dengan sukarela (freewill) namun anda tahu bahwa dia tidak punya pilihan lain selain menaati perintah anda (Predestination).

Saya sering berkata, ketika mengambil keputusan menjadi Kristen, pada saat itu saya tidak memiliki pilihan lain selain menjadi Kristen namun saya menjadi Kristen secara sukarela. Dan itulah yang terjadi pada saya. Saya mendengar firman Tuhan dan saat itu Roh Kudus memberi pencerahan, karena pencerahan itu maka saya secara sukarela memilih menjadi Kristen karena dengan pemahaman demikian mustahil saya tidak memilih menjadi Kristen. Mungkin saya bisa menunda, namun itu hanya masalah waktu, karena dengan pemahaman demikian, mustahil bagi saya untuk tidak memilih menjadi Kristen. Silahkan baca tulisan 100% Anugerah dan 0% Usaha Manusia untuk memahaminya lebih mendalam.

Untuk memahami Freewill dan Predestinasi kita harus memahami kedua kata itu dengan benar. Umumnya orang menyangka bahwa Freewill dan Predestinasi itu saling menentang. Keberadaan yang satu akan meniadakan yang lainnya. Pemahaman demikian salah sama sekali. Silahkan pahami lagi teknik melatih anjing duduk dan kisah Tuhan Yesus memanggil Lazarus keluar dari Kubur. Itulah cara Tuhan bekerja, itulah arti PEDESTINASI yang diajarkan Alkitab.   
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Ebdat Agung Dapti's picture

Keselamatan adalah pilihan/////

shalam teman2 semua!!!! saya baru bergabung tapi menurut saya menarik juga ngabahas tentang predestinasi dan kehendak bebas.... saya percaya teman-teman sudah pasti sering mambaca Alkitab... tapi koq kenapa sih ada perdebatan gitu??? Allah ingin semua manusia diselamatkan... Ia mati bukan cuman buat orang-orang pilihan tapi Ia mati buat semua orang.... sekali lagi Yesus mati buat semua orang!!! Tapi bagi manusia selamat itu adalah pilihan masing-masing manusia!!!! manusia memiliki kehendak bebas dan ia bebas untuk memilih keselamatan itu karena Allah tidak menuntut untuk percaya kepada Dia.. itu adalah pilihan masing-masing orang... Dan kehendak bebas itu juga bukan hanya soal pilihan keselamatan tapi menyangkut banyak hal, seperti Allah tidak mendikte kita tetapi Allah selalu memberi pilihan bagi kita... Janji Allah itu diberikan secara gratis tetapi untuk memperoleh berkat Tuhan ada harga yang harus dibayar.... Allah mengasihi kita semua tapi apakah kita memilih untuk mengasihi Allah atau tidak itu adalah pilihan.... Gbu all
Debu tanah's picture

Hai, emang ada berapa macam Predestinasi?

Salam Hai dan saudara2, Hai menulis: Saya sering berkata, ketika mengambil keputusan menjadi Kristen, pada saat itu saya tidak memiliki pilihan lain selain menjadi Kristen namun saya menjadi Kristen secara sukarela. Dan itulah yang terjadi pada saya. Saya mendengar firman Tuhan dan saat itu Roh Kudus memberi pencerahan, karena pencerahan itu maka saya secara sukarela memilih menjadi Kristen karena dengan pemahaman demikian mustahil saya tidak memilih menjadi Kristen. Mungkin saya bisa menunda, namun itu hanya masalah waktu, karena dengan pemahaman demikian, mustahil bagi saya untuk tidak memilih menjadi Kristen. DeTa koment: Model melatih anjing menurut saya kurang tepat untuk membuktikan PREDESTINASI. Bila ada anjing BEBAL seperti manusia BEBAL malah justru membuktikan KEHENDAK BEBAS. Ilustrasi melatih Anjing + ada Anjing Bebal dapat digambarkan dengan kisah Allah membimbing ISRAEL keluar dari tanah MESIR. Ini adalah bukti KEHENDAK BEBAS berperan MUTLAK, bukankah semua orang Israel telah melihat KEMULIAAN ALLAH? Kenapa hanya sedikit manusia yang MEMILIH menyeberang ke tanah perjanjian? Padahal Allah telah MENGHAJAR mereka dengan keras. Bukankah tidak ada JALAN MUNDUR kembali ke MESIR? Tetapi sebagaian besar MEMILIH binasa di padang gurun! Siapa yang harus disalahkan bahwa sebagian orang Israel BINASA? Allah tidak bisa disalahkan karena tidak “MEMILIH” / MENENTUKAN sejak dunia dijadikan (bila predestinasi benar) ! Justru karena ALLAH TIDAK MENENTUKAN (Predestinasi), maka salah kan lah orang Israel yang BEBAL karena memilih jalan KEBINASAAN ! Kisah Hai menjadi orang Kristen justru membuktikan bahwa KEHENDAK BEBAS bebas MUTLAK berperan! Dulunya Hai bukan orang Kristen, kemudian Hai hai MEMILIH menjadi orang Kristen dan sekarang setelah berapa tahun tetap MEMILIH menjadi orang Kristen. Bukankan SEUMUR HIDUP Hai harus MEMILIH untuk menjadi orang Kristen? Bila Hai sudah BOSAN, Hai masih tetap bisa putar haluan bukan? Banyak orang lain yang dilahirkan dalam keluarga Kristen, bukankah menurut PRO-PREDESTINASI seharusnya itu pertanda bahwa mereka "DIPILIH" untuk diselamatkan sebelum mereka dilahirkan? Tapi nyatanya berapa banyak orang yang murtad dan meninggalkan imannya karena PAHIT HATI dan MENOLAK KEMURAHAN Tuhan? Bukankah itu membuktikan bahwa manusia diselamatkan karena merespon Allah (KEHENDAK BEBAS) ? Bila PREDESTINASI memang benar, siapakah yang patut disalahkan karena SEBAGAIAN BESAR MANUSIA BINASA? Tetapi karena MANUSIA BINASA karena KEHENDAK nya sendiri, maka ALLAH bisa menghakimi manusia !! KESELAMATAN BUKAN lah sesuatu yang sekali kita peroleh, lalu kita bisa TIDUR dan begitu bangun kita TETAP selamat. SETIAP HARI kita harus memilih, SETIAP HARI kita harus merespon ALLAH, SETELAH KITA MEMILIH mengikut DIA, kita harus MENJAGA IMAN supaya tidak GUGUR, seperti PAULUS, itu lah PILIHAN HIDUP menjadi orang KRISTEN !!

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

hai hai's picture

Deta, ApaYang Kamu Pahami Tentang Predestinasi?

Deta, apa yang kamu pahami tentang predestinasi?  Menurut saya kamu sama sekali tidak memahami doktrin predestinasi samasekali. Sebelum diskusiilebih lanjut,  silahkan jelaskan kepada saya  tentang pemahaman kamu akan doktrin predestinasi, dengan demikian kita bisa menyamakan persepsi sebelum diskusi lebih lanjut.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Debu tanah's picture

Saya tidak mengakui PREDESTINASI (TAKDIR)

Salam hai, Maaf Hai-hai, kenapa saya harus mejelaskan PREDESTINASI? Bukankah sudah jelas dalam blog dan komentar2 saya menentang pendapat teman-teman yang lain? Dalam hal KESELAMATAN saya sama sekali TIDAK MENGAKUI bahwa ada PREDESTINASI ! Definisi PREDESTINASI cukup jelas = TAKDIR = DITENTUKAN SEBELUM DUNIA DIJADIKAN = “EFESUS 1:4” ? (Tanda petik dibaca harfiah). Definisi nya sama dengan pendapat Joli, Daniel dan saudara2 yang lain dan kutipan dari saudara KEN? Emang ada DEFINISI yang lain, tolong jelaskan ke saudara2 yang lain, karena bila saya tidak tahu, saudara yang lain juga begitu! Bukankah Hai-hai dan beberapa saudara2 yang mengatakan ada PREDESTINASI soal keselamatan? Bila predestinasi itu ada, PREDESTINASI macam mana yang diakui Hai hai? Kenapa bukan Hai-hai yang menjelaskan? PREDESTINASI yang diajarkan Hai-hai dalam model melatih Anjing menurut saya BUKAN PREDESTINASI sama sekali! Sudah saya buktikan bila ada anjing BEBAL dengan ilustrasi Allah membawa orang Israel dari tanah Mesir bukan? Hai-hai memberi ilustrasi melatih anjing duduk, dengan menggenggam makanan kemudian diangkat di atas kepala anjing, sehingga anjing duduk dengan SUKARELA. Bukankah itu sama dengan SELURUH orang Israel TELAH MELIHAT KEMULIAAN Allah di padang gurun, supaya orang Israel MEMILIH Dia? Tetapi kenapa sebagaian besar orang Israel yang malah MEMILIH untuk BINASA? Dan sebagaian kecil MEMILIH menyeberang ke tanah perjanjian? Bila bukan KEHENDAK BEBAS, bagaimana Hai-hai mejelaskan kisah Israel ini dengan “predestinasi” versi anda? Apakah Allah memang yang MENENTUKAN bahwa sebagian besar orang Israel binasa dan hanya sebagian kecil yang selamat, atau memang Israel memang MENOLAK Allah = KEHENDAK BEBAS? Bila ada yang mengatakan bahwa Efesus 1:4 = PREDESTINASI, maka saya mengatakan Allah yang MAHA TAHU ”memilih” saya karena DIA tahu bahwa saya akan merespon panggilanNya! Jadi bukan PREDESTINASI sama sekali. Tolong Hai-hai mau membantu saya menjelaskan pandangan PREDESTINASI versi Hai-hai, karena DeTa tidak mengerti !
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

KEN's picture

@DETA

Predestinasi bukan takdir, tapi kedaulatan Allah!!!

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

hai hai's picture

TAKLUK atau TAKLUK

Saya bertanya hanya untuk memastikan sejauh mana anda membaca tulisan Predestinasi John Calvin yang disalin oleh Ken. Nampaknya dugaan saya tepat, anda belum membaca tulisan itu dengan teliti, sebab bila anda membacanya dengan teliti, maka jawaban anda tidak akan seperti yang anda tulis. Baiklah kita akan membahasnya secara sistematis dan memabtasinya pada keselamatan.

Freewill artinya Allah memberikan KEBEBASAN kepada manusia untuk MEMUTUSKAN menerima atau menolak keselamatan.

Predestinasi, artinya  Allah MENENTUKAN seseorang selamat atau tidak selamat dan manusia takluk sepenuhnya seperti ROBOT yang diisi program atau WAYANG yang digerakkan dalang.

Anda benar, Allah menciptakan manusia dengan kehendak bebas. Anda benar, kisah Adam dan Hawa adalah bukti tak terbantah bahwa manusia memiliki kehendak bebas. Hanya orang-orang bodoh yang menolak kebenaran Alkitab tersebut. Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang menyatakan bahwa KARUNIA kehendak bebas itu diambil kembali oleh Allah dari manusia. Namun, kawanku, nampaknya anda hanya benar SEPARUH.

Kisah Adam dan Hawa adalah BUKTI tak terbantah bahwa manusia memiliki kehendak bebas namun juga BUKTI bahwa manusia tidak MAMPU memilih dengan BENAR. Apabila Adam dan Hawa tidak mampu memilih dengan benar maka mustahil generasi berikutnya MAMPU memilih dengan benar. Silahkan membaca kembali tulisan saya Taman Eden – Misteri Pohon Kehidupan. Walaupun memiliki kehendak bebas namun MUSTAHIL manusia mampu memilih dengan benar.

Untuk dapat memilih dengan benar maka manusia perlu bantuan Allah. Untuk mampu memberi respon dengan benar maka Lazarus perlu dibangkitkan dulu dari kematian. 100% ANUGERAH, 0% USAHA. Ketika Yesus Kristus membangkitkan Lazarus apakah Dia memberi Lazarus kebebasan memilih? Apakah Lazarus memiliki kemampuan untuk menolak kebangkitannya? TIDAK! Setelah membangkitkan Lazarus, Yesus lalu berseru, “Hai Lazarus, keluarlah!” Ketika mendengar seruan Yesus Lazarus bebas memilih namun mustahil dia memilih tetap tinggal di dalam kuburan.

Ketika Roh Kudus menjamah seseorang apakah orang tersebut mampu menolak jamahannya? Tidak! Setelah dijamah Roh Kudus, Allah berseru:

Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Amos  5:4

Ketika mendengar suara seruan Allah tersebut orang-orang yang telah dijamah Roh Kudus bebas memilih, namun mustahil dia memilih menolak seruan itu karena dia sudah mengerti kebenaran dan tahu pasti mustahil baginya untuk tidak menyambut seruan itu.

Itulah ajaran Predestinasi tentang keselamatan. Bukan pohon yang memilih burung namun burung yang memilih pohon tempatnya hinggap. Bukan tanah yang memilih penjunan namun penjunan yang memilih tanah liatnya. Predestinasi tidak pernah menghilangkan kehendak bebas manusia, namun Predestinasilah yang membuat manusia MAMPU memilih dengan benar.

Alkitab mengajarkan bahwa Allah MEMILIH orang-orang yang dikehendaki-Nya. Anda menganggap hal itu tidak ADIL dan tidak KASIH, mustahil Allah melakukan-Nya. Allah MAHAADIL dan MAHAKASIH. Apa yang anda pahami tentang mahaadil dan mahakasih?

MAHAADIL = Semua manusia mendapat kesempatan yang sama
MAHAKASIH = Semua manusia mendapat kasih yang sama

Itu konsep akal manusia, itu konsep akal anda, itu bukan konsep Alkitab, bukan konsep Allah. Apabila Allah tidak mematuhi konsep anda tersebut berarti Allah tidak mahaadil dan mahakasih, maka jadilah demikian. Namun anda harus ingat itulah Allah yang diajarkan Alkitab, itulah Allah yang disembah oleh orang-orang Kristen. Anda bebas memilih, menaklukkan akal budi anda di bawah kebenaran Allah atau berusaha menaklukkan Allah di bawah akal budi anda.

Debu Tanah, apa yang kamu gumulkan, sudah pernah digumulkan oleh manusia. Ayub bergumul tentang hal itu, Charles Templeton juga menggumulkan hal itu. Inilah yang tercatat tentang Ayub.

Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik? Ayub 10:3
 
Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali? Ayub10:8-9

Untuk ayat-ayat lainnya anda bisa membacanya sendiri.
 
Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: "Apakah yang kaubuat?" atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan!" Yesaya  45:9

"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! Yeremia 18:6

Debu tanah, ketika seseorang lahir ke dunia, pernahkah Allah memberinya kesempatan untuk memilih? Ketika seseorang lahir menjadi lelaki atau perempuan, pernah Allah memberinya kesempatan untuk memilih? Ketika seseorang dilahirkan cacat, pernahkah Allah memberinya kesempatan untuk memilih? Ketika seseorang dilahirkan dengan tampang jelek, pernahkah Allah memberinya kesempatan memilih? TIDAK ADA PILIHAN SAMA SEKALI! Ketika seseorang dilahirkan untuk masuk neraka, siapa yang MAMPU memaksa Allah memberinya pilihan?

TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka. Amasal16:4 
Ketika Allah menyuruh bangsa Israel memusnahkan bangsa-bangsa di tanah Kanaan, apakah Allah memberi mereka kesempatan untuk memilih? TIDAK! Karena Allah adalah penjunan dan manusia hanya tanah liat. Debu Tanah, itulah ajaran PREDESTINASI dan KEDAULATAN Allah yang diajarkan oleh Alkitab. Anda boleh mengakuinya atau boleh juga berlaku seperti burung onta, menyembunyikan kepalanya di bawah pasir dan menyangka dirinya aman.  Laozi yang hidup abad ke 6 SM menulis,

Tian Di tidak berperikemanusiaan
berlaksa wujud seolah anjing jerami bagiNya
Sang Nabi tidak manusiawi
beratus marga seolah anjing jerami baginya


Bukankah Tian Di itu seperti pengembus?
Kosong namun tidak tanpa isi
setiap bergerak keluarlah sesuatu yang lebih baik
Kaya, terkenal, tidak dikenal, miskin,
bukan hal-hal yang menjadikan orang Zhong (tengah, hidup benar)
Dao De jing 5  


NB.
Di dalam ajaran agama Tiongkok kuno, Tian adalah Tuhan Yang empunya peta dan kehendak, Di adalah Tuhan yang mewujudkan peta dan kehendak Tian.

Apabila Laozi yang tidak pernah membaca Alkitab dapat menerima kebenaran demikian, kenapa kita yang orang Kristen tidak mau menerimanya? Dosa … dosa … dosa …!

Debu Tanah, apa yang ada di dalam pikiran anda ketika memilih gelar debu tanah di pasar Klewer ini? Ha ha ha ha … mang enak jadi debu tanah? Ketika ada debu tanah di meja saya, dengan enteng saya meniupnya tanpa peduli akan kemana dan jadi apa dia. Apabila saya boleh memperlakukan debu tanah demikian, kenapa Allah harus memberinya kesempatan untuk memilih? Di rumah mama saya banyak ayam, bila kita mengunjunginya nanti, kita akan bertanya kepada ayam-ayam tersebut yang mana yang harus dipotong untuk lauk makan siang kita, sebab bila tidak melakukannya, maka kita bukan orang Kristen yang penuh kasih dan adil. Ha ha ha ha …

Debu tanah, doktrin tritunggal mungkin yang paling sulit untuk dipahami akal, namun doktrin predestinasi dan kedaulatan Allah adalah yang paling sulit diterima NURANI orang Kristen. Namun kita tidak punya pilihan lain, TAKLUK atau TAKLUK!   

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

KEN's picture

@DeTa My brother

Dengan kasih yang teramat dalam saya katakan...Allah itu mutlak berdaulat saudaraku... Dia Maha Berdaulat...

>>>GOD=LOVE=YOU>>

 

 

 

siburukrupa's picture

predestinasi= takdir..

kalau adil tidak adil allah.. kebayang gak sih... allah pasti dah tau,kalau manusia bakalan makan buah jahanam itu. lalu napa juga masih diciptakan buah itu?? apakah bebas memilih? kamu tahu minum racun bisa mati,tapi kamu sengaja cekokin racun kemulut anakmu.. bukankah pada dasarnya memang kamu mau membunuh anakmu... saya mau bertanya,(konteks anak bayi) kalau km tau anak km yg baru bisa berguling2,apakah kamu sengaja menaruh anak km di atas ranjang yg tinggi,biarlah kalau jatuh biar belajar...(kalau jatuh dan gak kenapa2,kalau mati...) apakah gitu cara mendidik?? kita anggap anak kita tahu kalau jatuh itu sakit rasanya,dan kita juga tahu anak kita pasti jatuh... sebagai orang tua masihkah sengaja membiarkan?? berandai2,kalau kamu orang yg maha sakti,napa juga bikin anak goblok yg pasti jatuh dari ranjang,bikin aja anak yg pinter.. predestinasi=takdir. predestinasi=hukum sebab akibat. http://id.wikipedia.org/wiki/Teologi_Kemakmuran jadi ketika seseorang berbuat baik maka takdir(predestinasi) yg diterima orang tersebut adalah hal baik.. oleh karena allah maha tahu,maka manusia yang melakukan kehendakNYA lah yang ditakdirkan(predestinasi)untuk selamat. contoh : ketika manusia percaya bahwa tuhan sbg juruslamat,maka manusia itu akan diselamatkan.. contoh: siapa yang merenungkan kitab tuarat siang dan malam akan ditakdirkan(predestinasi) berhasil. Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. ayat diatas membuktikan kemahatahuan allah(sebab sebelum dunia dijadikan katanya),allah tahu siapa2 saja yang mau melakukan kehendakNYA dan percaya kepadaNYA ditakdirkan untuk diplihNYA. coba kita pikirkan,kita manusia biasa,orang yg belum mengenal dia manusia biasa.. dimanakah keadilan ketika orang lain ditakdirkan (predestinasi)tidak dipilih/tidak selamat(tidak masuk surga). bukan kehendak semua orang mau masuk neraka... semua orang mau masuk sorga,tapi mungkin kita bisa tanpa melihat kita peracya bahwa tahu sorga itu tempatnya siapa dan tuhan kita yg paling benar... bagi orang lain... sorga itu...tuhan yg paling benar??? firman memang benar, tapi..apakah tripitaka,alquran,dll salah??? dimana sorga?? siapa yg paling benar?? dimana keselamatan??? bukan masalah tentang kebebasan memilih,masalahnya apakah pilihan kita sudah tepat??? ataukah pilihan orang lain yg tepat?? kesimpulan, pada awalnya allah menciptakan manusia untuk dimusnahkan,(mungkin allah menyesal) ktia dipilih allah sebelum dunia dijadikan, kita siapa saja yg dimaksud kita?? orang2 kristen saja/orang2 diluar kristen termaksud didalamnya... di dalam DIA allah memilih kita, didalam yesus allah memilih kita, yesus datang mencari orang2 berdosa, yesus datang menyelamatkan orang2 yg percaya kepadaNYA. semua orang ditakdirkan(predestinasi) untuk selamat.. kedaulatan allah menciptakan TAKDIR(PREDESTINASI)buat manusia. allah mentakdirkan semua manusia diselamatkan dgn adanya yesus.. semua orang ditakdirkan selamat,tergantung kebebasan kita dalam memilih,apakah pilihannya tepat?? gbu.
jesusfreaks's picture

@Deta : Kasihan Banget sih lo...

Dear DETA, kasihan banget sih lo... untuk memahami freewill & predestinasi aza jlimetnya minta ampunnn... ampunnn dj... sudah jelas kok freewill BERBEDA dengan predestinasi. sudah jelas juga freewill BERTENTANGAN dengan predestinasi. keduanya tetap ada, bahkan di Sorga. ikutilah predestinasi... nah pahami predestinasi dengan kasih Bapa... gitu aza kok repot...

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

jesusfreaks's picture

@Deta yang selalu menyebelah dan menyebalkan

Deta berkata : Sebelum dunia dijadikan Allah telah membuat rencana untuk menyelamatkan manusia, yaitu melalui DARAH KRISTUS yang menyucikan segala dosa-dosa manusia, supaya manusia yang TEKUN mencari Allah, yaitu manusia yang dengan rendah hati mau mendengar hati nurani nya untuk mengejar KETIDAK BINASAAN akan diselamat kan oleh Allah yaitu melalui percaya kepada INJIL KESELAMATAN. JF berkata : ah deta, Allahmu kurang kerjaan ya... sebelum dunia dijadikan kok sudah buat rencana penyelamatan. Deta berkata lagi : Manusia memang sudah jatuh kedalam jerat maut, dan IBLIS tahu itu. Allah HANYA BISA MENYEDIAKAN KESELAMATAN, ini namanya ANUGERAH dari Allah, tapi Allah TIDAK DAPAT campur tangan supaya si A selamat atau si B binasa, selain karena Allah tidak dapat menyangkal diriNya sendiri (melanggar aturanNya sendiri), kedua saya yakin yang pertama protes adalah IBLIS. JF berkata : ah deta, Allahmu masih kalah hebat dengan Bapaku di Sorga. sampai2 Allahmu TIDAK DAPAT CAMPUR TANGAN. tapi gw coba pikir-pikir, gak ada yang salah dengan Allahmu. yang salah ada pada dirimu. gak campur tangan, tapi lo bilang sudah siapkan rencana penyelamatan lagi-lagi gw pikir, gak ada yang salah dengan Allahmu. mungkin pemahamanmu saja yang ngaco. tidak konsisten. tidak memahami kasih Bapa dengan benar. tidak memahami arti kedaulatan Bapa. kalau Deta selamat itu anugerah, karena deta BEGITU LAHIR ditentukan untuk binasa.

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Debu tanah's picture

Klarifikasi pandangan DeTa soal “predestinasi”…

Salam Hai dan Saudara2, Maaf baru bisa jawab lagi, karena harus kejar setoran ke luar kota. Terima kasih atas penjelasan Hai-hai dan saudara2. DeTa TIDAK mengatakan: MAHAADIL = Semua manusia mendapat kesempatan yang sama MAHAKASIH = Semua manusia mendapat kasih yang sama DeTa tahu BANYAK manusia yang tidak mendengar INJIL sama sekali, Allah memang TIDAK MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG SAMA kepada semua manusia untuk mendengar injil! Adil kah Allah? Saya mengatakan adil, karena Allah TAHU walaupun mereka mendengar injil mereka tidak akan menerimanya, makanya Allah membuat mereka samasekali TIDAK MENDENGAR INJIL! Bagaimana Allah bisa menghakimi mereka, bila mereka MENUNTUT Allah waktu PENGHAKIMAN kelak? Ini jawabnya, mereka tidak dapat menyangkal, KARENA Allah TELAH berbicara melalu HATI NURANI manusia dan mereka telah menolak Dia! Allah memang ADIL, itulah sebabnya Dia bisa MENGHAKIMI dunia !! Roma 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus Saya TIDAK PERNAH MENENTANG bahwa Allah mengaruniakan 5 talenta kepada si A, 2 talenta kepada si B, dan 1 talenta kepada si C. Allah memang menciptakan si D buta, menciptakan si E tuli, dan seterusnya! Ini mutlak kedaulatan Allah! (Keluaran 4:11) Bagaimana Allah melakukannya? Allah telah menciptakan dunia ini sesuai dengan HIKMAT-Nya, dunia diatur oleh hukum-hukum alam yang bekerja secara OTOMATIS setelah Allah menciptakan segala sesuatu selama 6 hari. Adilkah Allah menciptakan si F cacad? Siapa yang tahu, ternyata si F cacad, karena orang tuanya ternyata makan makanan yang terkontaminasi oleh zat radioaktif? Adilkah Allah membiarkan si G cacad? Ternyata si G cacad karena ibunya keracunan toxo waktu hamil? Siapa yang bisa MENOLAK untuk dilahirkan ke dunia ini? Kenapa tidak bertanya kepada ayah dan ibunya kenapa mereka mengundang dia ke dunia ini dengan melakukan hubungan SEXUAL ? Karena Allah telah menetapkan hukum bahwa bila sperma bertemu dengan sel telur, terjadilah BAYI ? Inilah beberapa bukti bahwa manusia ada dalam KUASA hukum-hukum yang telah diciptakan Allah! Bahkan manusia ada dalam kuasa HUKUM DOSA!! Kenapa Yesus memilih Petrus? Karena Dia tahu Petrus akan merespon Dia! Kenapa Yesus memilih Yohanes? Karena Dia tahu Yohanes akan merespon Dia! Kenapa Yesus memilih Yudas Iskariot? Karena Dia tahu Yudas Iskariot akan MENOLAK Dia, untuk membuktikan bahwa Dia pasti memberikan kesempatan untuk mendengar injil kepada mereka yang merespon Dia! Bukankah Yesus telah memilih Yudas yang demikian JAHAT (sampai bisa dirasuki Iblis) untuk menjadi murid-Nya? Ya ini lah bukti bahwa, Yesus juga akan MEMBERIKAN KESEMPATAN kepada anda bila anda TIDAK SEJAHAT Yudas Iskariot !! Dia akan memberikan kesempatan kepada anda karena Dia tahu anda akan merespon Dia, ATAU Dia mungkin TIDAK AKAN memberikan kesempatan kepada anda karena Dia tahu anda tidak akan merespon Dia! Kenapa Yesus membangkitkan Lazarus? Menurut saya, karena Dia tahu bahwa Lazarus akan “mendengarkan” Dia ! Lho koq? Bukankah Allah itu BAIK dan BERDAULAT? Kenapa Yesus tidak membangkitkan sebanyak-banyak nya orang waktu Dia ada di dunia ini, bukankah mereka juga TIDAK AKAN BISA MENOLAK bila dibangkitkan seperti Lazarus? Nyata-nya Yesus hanya membangkitkan beberapa orang saja!! Tanya kenapa ! Mungkin Hai-hai akan segera berkata, siapa kah kamu hai Debu Tanah, sehingga kamu membantah Allah? Haha.. Bukankah DeTa malah membela Allah? Saya sudah menjelaskan pandangan saya soal “PREDESTINASI”. Ini lah hasil perenungan saya, karena saya percaya Alkitab TIDAK KONTRADIKTIF, dan saya percaya Allah ADIL dan MAHA KASIH ! Maafkan saya bila saya tetap kekeh jumekeh dan seperti burung Onta! To JF, saya SELALU menyebalkan? Bila saya selalu menyebalkan, lalu anda apa donk? Hahaha….. Hahaha, kita toh tidak harus sepakat HARI INI bukan? Maafkan saya, tapi berdoa lah kepada Tuhan supaya kita sama-sama semakin mengenal Dia dan percaya kepada Nya !

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

king heart's picture

@Deta, ada beda titik tolak pandangan

Saya pikir deta dan beberapa teman lain yang memegang free will manusia mampu untuk mencapai keselamatannya melalui percaya kepada Yesus jelas berdiri pada titik poin yang berlainan bahkan bertentangan dengan Hai2, JF dll yang memegang predestinasi Allahlah yang menyelamatkan manusia, sekalipun saya yakin semua teman2 mengklaim semua berpatokan pada Firman Allah. Deta dkk percaya bahwa Tuhan mengetahui manakah manusia ( dengan free willnya ) yang akan merespon keselamatan yang ditawarkan Allah melalui Yesus maka ia memilih siapa yang selamat. Ini menurut saya keselamatan dipandang dari kacamata manusia ( bottom up ). Hai2 dkk percaya bahwa di dalam free willnya manusia tidak akan pernah mampu untuk beriman kepada Yesus, sebab itu Allah di dalam kasihNya menentukan mana manusia yang mau diselamatkan berdasarkan kedaulatanNya. Ini menurut saya juga keselamatan dipandang dari kacamata Allah ( top down ) Kesimpulannya?
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Debu tanah's picture

To King Heart, Menurut kamu gmn?

Salam, Diskusi ini memang belum menemukan kesimpulan bersama. Saya telah menyajikan pandangan saya dengan argumen-argumennya dengan cukup baik (menurut saya). Nah bagaimana menurut kamu? Saya tidak setuju melihat sesuatu itu seperti ilustrasi beberapa orang buta yang berbeda-beda dalam menggambarkan seekor gajah. Yang memegang kakinya mengatakan gajah itu seperti pohon. Yang memegang hidungnya mengatakan gajah itu bentuknya panjang, dst. Yang mana yang benar?

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Nero's picture

Free Will

Mengenai predestinasi dan free will,gw mau berkomentar dikit,meskipun gw bukan org yang pandai berargumen,dsb... mmg tidak adil kalo dipikir secara manusia kalo mmg hukum predestinasi berlaku...pemikiran simple gw,lo,kalo dengan sistem predestinasi ngpaen kita hidup harus menurut jalan Allah lagi...toh pada akhirnya kita juga ga diselamatkan...untuk tmn2 penganut PREDESTINASI, gw mau nanya,gimana se cara tau kalo Anda itu bnr2 diselamatkan dengan konsep predestinasi? Kalo dengan predestinasi,kita jelaslah hanya robot tanpa memiliki kehendak...simplenya,ngapaen seh Allah mengutus AnakNya Yesus Kristus ke dalam dunia???kalo bukan untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan???kalo mmg sistem predestinasi berlaku ya... dari kisah kehidupan Yesus aja kita tahu bahwa manusia diberi free will,kedatangan YEsus ke dalam dunia juga tidak memaksa manusia untuk percaya padanya...meskipun Dia telah berkata "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup,tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku",kata2 ini memberikan kepada pilihan dan Tuhan hanya membukakan jalan dan memberitahu cara ke Sorga... PRedestinasi merupakan paham yang terlalu memaksa...gw yakin dan percaya Allah kita bukanlah Allah yang sedemikian rupa...intinya Tuhan hanya membimbing kita dan memberikan kita kehendak bebas dan pada akhirnya yang memilih untuk diselamatkan,dialah yang akan dipilih Allah
king heart's picture

To Deta

Dengan penggambaran perbedaan titik tolak dari pemegang free will dan pemegang Predestinasi ini semata untuk menunjukkan bahwa ketika kita menekankan free will kita tanpa menyertakan predestinasi adalah kurang tepat ataupun sebaliknya. Mungkin bisa diibaratkan dua sisi mata uang yang tidak bisa kita pakai sisi yang satu tapi menutup sisi yang lain. Free will manusia dituliskan di Alkitab namun predestinasipun juga, yang keduanya sangat jelas dituliskan dan dapat diartikan / dipahami secara sederhana dan literal. Keduanya tidak berkontradiksi namun saling melengkapi, kesulitannya adalah "pertemuan" antara kedua hal ini yang menurut saya ini merupakan rahasia Allah. Logika manusia tidak akan mampu menuntaskan persoalan ini.
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

hai hai's picture

Mustahil Manusia Memilih Allah

Manusia memiliki Freewill, namun FAKTANYA sejak Adam dan HAWA manusia tidak mampu MEMILIH hidup benar, memilih Allah. Jadi walaupun memiliki Freewill mustahil manusia memilih dengan benar. Apa gunanya Freewill dalam keselamatan? tolong pahami dulu konsep predestinasi yang benar. 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

king heart's picture

Mustahil memang manusia memilih Alah

Sehubungan dengan free will, harus dibedakan antara bebas dan mampu, manusia diberikan kehendak bebas namun manusia tidak akan mampu untuk memilih Allah karena ikatan akan dosanya. Kehendak bebas manusia pada dasarnya dilihat dari kacamata bebas dan mampu adalah kehendak yang yang terikat oleh dosa, apapun yang dipilih pasti menuju kepada dosa, sekalipun manusia masih memiliki kebajikan namun tidak akan mampu manusia itu melepaskan dirinya dari dosanya. Jadi free will manusia pada dasarnya tidak free murni. Hanya di dalam predestinasi Allahlah manusia akan dibebaskan dari ikatan dosanya, inilah free will yang sejati yaitu free dari ikatan dosa.
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Debu tanah's picture

Manusia memilih jalannya sendiri

Salam, Hai menulis, Manusia memiliki Freewill, namun FAKTANYA sejak Adam dan HAWA manusia tidak mampu MEMILIH hidup benar, memilih Allah. Jadi walaupun memiliki Freewill mustahil manusia memilih dengan benar. Apa gunanya Freewill dalam keselamatan? King Heart menulis, Sehubungan dengan free will, harus dibedakan antara bebas dan mampu, manusia diberikan kehendak bebas namun manusia tidak akan mampu untuk memilih Allah karena ikatan akan dosanya. Deta koment: Saya setuju bahwa jatuh nya Adam dan Hawa kedalam dosa membuktikan bahwa manusia tidak dapat memilih Allah dengan benar (apalagi setelah jatuh). Itu lah sebabnya saya menyimpulkan bahwa Allah memang sengaja menciptakan manusia sedemikian lemah sehingga akan jatuh ke dalam dosa karena digoda oleh iblis, sehingga free will manusia semakin mutlak menentukan. Allah benar-benar ingin dikasihi oleh pribadi yang benar-benar mengasihi Dia dengan kehendaknya sendiri. Lucifer jatuh karena dia dengan kehendak nya MENINGGIKAN DIRI hendak menyamai Allah. Manusia juga jatuh karena dengan KEHENDAK nya MENINGGIKAN DIRI karena tergoda mendengarkan Iblis untuk menjadi sama dengan Allah, yaitu dengan makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat ! Jadi Allah ADIL menghukum Iblis dan manusia, karena iblis dan manusia memilih jalannya sendiri.

Itu konsepnya, manusia binasa karena kehendaknya sendiri, manusia selamat karena kehendaknya sendiri. Itulah sebabnya Allah ADIL mencampakkan manusia yang memilih kebinasaan dan memberi upah kepada yang memilih Dia. Sebaliknya manusia pun selamat karena dengan kehendaknya sendiri merendahkan diri sehingga mau menerima keselamatan Allah. Dan manusia lain binasa karena kehendakknya sendiri dengan tidak mau merendah kan diri untuk menerima keselamatan Allah.

Dalam menerima keselamatan manusia harus merendah diri dihadapan Allah dengan kehendaknya untuk menerima keselamatan dari Allah. Dan sekali manusia menerima keselamatan, manusia pun tidak bisa tetap selamat, harus tetap memelihara iman sampai mati, tetap merendah kan diri dihadapan Allah, dengan mempercayakan dosa-dosa kita kepada Yesus Kristus untuk disucikan, sekali manusia meninggikan diri, saat itu juga manusia menjadi murtad meninggalkan keselamatannya. Mazmur 25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Yesaya 2:12 Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;

Manusia binasa karena MEMILIH pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat (iblis), itu-lah sebabnya SEKARANG untuk SELAMAT manusia harus memilih pohon KEHIDUPAN (Allah). Bagaimana caranya? Dengan merendah kan diri, menerima keselamatan Allah!

Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

king heart's picture

Anugerah

Deta, anda benar manusia binasa karena kehendaknya sendiri ( sangat tepat ), namun manusia selamat karena anugerah Tuhan ( ini poin yang berlawanan dg anda ). Ini yang saya sebut rahasia Allah yang tak mungin dimengerti secara tuntas oleh manusia. Tampaknya ketika menyebutkan Allah yang adil anda lupa kepada Allah yang berdaulat. Atribut Allah yang adil, kasih dan berdaulat tidak akan mungkin saling bertentangan, ketika keadilan Allah dinyatakan saat itu juga atribut yang lain dinyatakan juga. Mungkin sedikit di luar konteksnya anda menyebut lucifer karena si iblis berdosa di dalam kekekalan sehingga kita tidak bisa mencampur baurkan dengan natur manusia yang di Alkitab dengan sangat jelas obyek yang dituju dalam keselamatan untuk percaya kepada Yesus adalah manusia yang di dalam kesementaraan bukan malaikat. Anda menyimpulkan bahwa Allah sengaja menciptakan manusia yang lemah tidak ada dasar alkitabiahnya, karena menurut Tuhan manusia diciptakan sedemikian baik oleh karena manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah. Saya kuatir anda terpengaruh paham gnostisisme dengan kesimpulan tersebut.
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Debu tanah's picture

King Heart, Apa itu Anugerah?

Salam King Heart, King Heart menulis: anda benar manusia binasa karena kehendaknya sendiri ( sangat tepat ), namun manusia selamat karena anugerah Tuhan ( ini poin yang berlawanan dg anda ). Anda menyimpulkan bahwa Allah sengaja menciptakan manusia yang lemah tidak ada dasar alkitabiahnya, karena menurut Tuhan manusia diciptakan sedemikian baik oleh karena manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah. Saya kuatir anda terpengaruh paham gnostisisme dengan kesimpulan tersebut. Deta koment: Sebelum kamu menuduh saya macam-macam, baca dulu tulisan saya: http://www.sabdaspace.org/mengapa_allah_menciptakan_manusia Dan komentar saya pada tulisan Nosid: http://www.sabdaspace.org/free_will_percakapan_dengan_tuhan#comment-7157 King Heart, itu lah hasil renungan saya, saya toh tidak akan memaksakan hal ini pada anda. Namun sebelum menyanggah pendapat saya, supaya FAIR, baiknya anda RENUNGKAN DULU tulisan dan komentar- saya pada blog ini dan blog saya: http://www.sabdaspace.org/mengapa_allah_menciptakan_manusia seolah-olah kita belum pernah berdebat !! Sesudah itu mari kita diskusi lagi ! Bagi saya aneh rasanya King Heart menulis: anda benar manusia binasa karena kehendaknya sendiri ( sangat tepat ), namun manusia selamat karena anugerah Tuhan ( ini poin yang berlawanan dg anda ). Kenapa manusia jatuh karena KEHENDAK SENDIRI tapi, manusia selamat karena ANUGERAH? Kenapa beda ?

Menurut saya manusia JATUH karena KEHENDAKNYA, manusia SELAMAT karena KEHENDAKNYA menerima ANUGERAH Allah. Atau manusia “jatuh” karena ANUGERAH Allah dan manusia selamat karena ANUGERAH Allah juga !

Apa itu ANUGERAH? Bagi saya manusia JATUH dari karena LEMAH dan DIGODA iblis adalah ANUGERAH, supaya Allah punya ALASAN menyelamatkan manusia! Karena bila manusia diciptakan KUAT seperti malaikat dan BERDOSA karena keinginannya sendiri (bukan karena digoda iblis), maka manusia juga TIDAK AKAN DIAMPUNI seperti iblis juga tidak diampuni !! Itulah hasil perenungan saya selama bertahun-tahun, saya sangat bersyukur bahwa saya diciptakan sangat lemah! Bila manusia diciptakan hampir sempurna seperti malaikat, saya menyimpulkan manusia tidak akan diampuni, sama seperti malaikat tidak diampuni. Paulus sendiri berkata: 2 Korintus 12:9 … sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Maka saya menyimpulkan bahwa saya diciptakan LEMAH adalah ANUGERAH, sehingga Allah BERKENAN yang tinggal didalam hatiku menjadi KEKUATAN ku ! Itu pun kalo saya MAU ! Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

king heart's picture

Itu paradoks

@deta, Tulisan saya sebelumnya mengatakan memang ada rahasia besar yang terdapat di dalam anugerah pilihan Allah yang memang sulit untuk dimengerti secara tuntas. Ini saya katakan bukan untuk melindungi poin yang saya kemukakan namun lebih kepada bersikap jujur akan keterbatasan kemampuan manusia ( termasuk saya tentunya ). Manusia jatuh karena kehendaknya karena kehendak manusia terikat oleh dosa, sehingga apapun yang dikerjakan/dikehendakinya adalah selalu jauh dari Tuhan. Dengan kondisi seperti ini mustahil manusia memilih Tuhan, jadi hukumannya jelas adalah maut, karena upah dosa adalah maut. Dengan kondisi Allah dengan sifat kasih dan dalam kedaulatannya memberikan keselamatan kepada manusia yang tidak mampu untuk memilih Dia; ini yang disebut anugerah karena diberikan kepada manusia yang tidak Dia. Di dalam pemilihanNya itu, manusia dijadikan kudus dan tak bercacat di hadapanNYa ( Efesus 1:4 ). Mengapa hal di atas tidak mungkin ( menurut Deta ), semua itu tertulis di Alkitab, mengapa kita harus mengingkarinya? Itu sebuah paradoksikal. Rahasianya ada pada Allah.
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Debu tanah's picture

King Heart, Semua manusia diberi kesempatan menerima keselamatan

King Heart menulis: Manusia jatuh karena kehendaknya karena kehendak manusia terikat oleh dosa, sehingga apapun yang dikerjakan/dikehendakinya adalah selalu jauh dari Tuhan. Dengan kondisi seperti ini mustahil manusia memilih Tuhan, jadi hukumannya jelas adalah maut, karena upah dosa adalah maut. DeTa koment, Alkitab mengajarkan, semua manusia keturunan Adam tanpa terkecuali adalah orang berdosa. Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Yohanes 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Adam dan Hawa setelah jatuh ke dalam dosa, tetap memiliki KEHENDAK BEBAS, untuk memilih ALLAH atau IBLIS, dan MEREKA akhirnya memilih Allah dengan menerima KESELAMATAN dengan menerima korban binatang (lambang darah Kristus) untuk menghapus dosa-dosa mereka. Kejadian 3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Habel pun percaya kepada DARAH KRISTUS untuk mengahapus dosa manusia, sedang kan KAIN tidak percaya. Ibrani 11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. Allah TIDAK MEMAKSA Adam dan Hawa untuk menerima keselamatan, tetapi mereka diberi kesempatan untuk menerima ANUGERAH keselamatan dari Allah. Allah tidak memaksa Habel dan Kain menerima keselamatan, karena ternyata Habel menerima keselamatan dengan mempersembahkan ternaknya, sedangkan Kain menolak keselamatan karena mempersembahkan hasil tanah (bukan binatang)! Menurut saya SEMUA MANUSIA diberi kesempatan untuk MENERIMA KESELAMATAN. Bila tidak bagaimana Allah dapat menghakimi mereka? (Tolong jangan dibantah dengan: "Allah berdaulat, sehingga bisa suka-suka Dia!", saya tidak sependapat !)

SEANDAINYA Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa, maka setiap manusia yang BELUM JATUH ITU akan dihadapkan pada 2 pilihan: POHON KEHIDUPAN (melambangkan Allah) atau POHON PENGETAHUAN YANG BAIK DAN YANG JAHAT (melambangkan iblis). Sekarang SEMUA manusia yang TELAH JATUH kedalam dosa TETAP DIPERHADAPKAN pada DUA PILIHAN: KRISTUS atau IBLIS !

Debu tanah

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

@Deta..Apakah manusia dihakimi berdasarkan ia tidak memilih.....

Apakah manusia dihakimi berdasarkan karena ia tidak memilih Yesus sebagai JuruselamatNYa?

Pendalaman : Roma 1

Vantillian's picture

@Deta...Semua manusia bisa dipanggil..tapi

Semua manusia diberikan kesempatan menerima Anugerah, tapi hanya yang dipilih Allah yang merespon.... Matius 22 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
Vantillian's picture

@Deta....Pilihan manusia....

@deta nulis : SEANDAINYA Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa, maka setiap manusia yang BELUM JATUH ITU akan dihadapkan pada 2 pilihan: POHON KEHIDUPAN (melambangkan Allah) atau POHON PENGETAHUAN YANG BAIK DAN YANG JAHAT (melambangkan iblis). Sekarang SEMUA manusia yang TELAH JATUH kedalam dosa TETAP DIPERHADAPKAN pada DUA PILIHAN: KRISTUS atau IBLIS ! Jawab saya : SEANDAINYA Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa, maka setiap manusia yang BELUM JATUH ITU akan dihadapkan pada 2 pilihan: POHON KEHIDUPAN (melambangkan Allah) atau POHON PENGETAHUAN YANG BAIK DAN YANG JAHAT (melambangkan iblis). Sekarang SEMUA manusia yang TELAH JATUH kedalam dosa TETAP DIPERHADAPKAN pada DUA PILIHAN: SADAR Allah memilihnya atau TIDAK SADAR!
Vantillian's picture

@Deta....Kita bukan milik Iblis.....

@Deta, kita diselamatkan bukan dari Iblis, tapi dari murka Allah... Roma 1 1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Yohanes 3 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." Wahyu 15 15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah. Darimana anda tahu bahwa orang berdosa harus memilih dua pilihan : Kristus atau Iblis? Siapa yang bilang kita diselamatkan dari Iblis? Apakah manusia milik Iblis? Iblis adalah pembunuh manusia bukan berarti manusia milik Iblis...Tolong digali kebenaran Alkitabnya.... Sola Christos...
hai hai's picture

@ Deta, hai hai Menghakimi Anaknya

Wah, pemahaman yang luar biasa Debu Tanah. Setelah berputar-putar jauh ternyata pemahaman anda bermuara pada ajaran para pengkotbah alam roh. Para pengkotbah alam roh membangun ajaran mereka dengan asumsi:

Ada dua lisme yang bertarung sejak permulaan jaman, BAIk dan JAHAT, yang baik disebut Allah dan yang jahat di sebut Iblis. Keduanya sama-sama menggelar jualannya agar dibeli oleh manusia. Manusia adalah PIALA yang diperebutkan oleh keduanya.

Dalam pertarungan pertama di Taman Eden, Iblis menjual pohon PENGETAHUAN sedangkan Allah menjual pohon KEHIDUPAN. Iblis menang karena manusia membeli pohon pengetahuan.

Dalam pertarungan kedua Allah menjual KULIT binatang sedangkan Iblis menjual TELANJANG. Allah menang karena Adam dan Hawa membeli Kulit binatang. Mungkin perlu direnungkan, apakah pada saat itu Allah memberi Adam dan Hawa pilihan untuk telanjang atau berpakaian?

Dalam pertarungan keempat Allah menjual Binatang sedangkan Iblis menjual hasil bumi. Pertarungan SERI karena Kain membeli hasil bumi sedangkan Habel membeli binatang. Iblis main curang, maka Kain lalu membunuh Habel.  

Kembali Debu Tanah harus memikirkannya lagi, karena Alkitab mencatat, baik Kain maupun Habel, keduanya memberi persembahan kepada Allah. Apabila yang diajarkan memang benar, seharusnya Kain memberi korban kepada Iblis sementara Habel memberi persembahan kepada Allah. Menurut pemahaman saya, Kain tidak menolak KESELAMATAN, dia hanya menyembah Allah yang BENAR dengan CARA yang TIDAK BENAR.   

Dalam pertarungan kelima giliran Allah main CURANG karena mengirim Anak-Nya untuk menjadi manusia. Tentu saja Yesus membeli jualan Allah.

Pertarungan keenam dimulai sejak saat itu, kali ini Allah menjual Yesus sedangkan Iblis menjual dirinya sendiri. Manusia bebas MEMILIH, bila memilih Allah dia akan hidup abadi, bila memilih Iblis dia akan dihukum abadi. Debu Tanah Menulis:

Menurut saya SEMUA MANUSIA diberi kesempatan untuk MENERIMA KESELAMATAN. Bila tidak bagaimana Allah dapat menghakimi mereka? (Tolong jangan dibantah dengan: “Allah berdaulat, sehingga bisa suka-suka Dia!”, saya tidak sependapat !)

Menurut Debu Tanah, apabila manusia tidak memiliki KUASA untuk memilih namun akhirnya DIHAKIMI, itu berarti Allah tidak ADIL. Debu Tanah menentang Predestinasi dalam usaha untuk MEMBELA Allah. Manusia HARUS memiliki KUASA untuk memilih agar bisa DIHAKIMI. Ha ha ha ha ha … SAYANG seribu kali sayang, Debu Tanah tidak PAHAM bahwa dengan MENEGAKKAN kuasa memilih manusia, Allah tetap tidak ADIL.

Hai hai adalah TUHAN bagi anaknya yang tanggal 7 September 2008 nanti akan genap berumur 7 tahun. Suatu hari hai hai bertanya kepada anaknya, “Boy, kamu mau ikut papa ke Taman Safari atau mau ikut om Paijo ngamen di lampu merah?” Setelah memikirkannya sebentar, Wisely, anak hai hai lalu memutuskan untuk ikut Paijo ngamen di lampu merah. Waisely lalu pergi ngamen ke lampu merah, pulangnya dia di HAJAR hai hai habis-habisan.

Ha ha ha ha … Nampaknya Debu Tanah adalah satu-satunya manusia yang MENGANGGAP hai hai ADIL dan WARAS. Hai hai memberi Wisely kebebasan MEMILIH lalu hai hai MENGHAKIMI pilihan Wisely.    
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Debu tanah's picture

Pohon Kehidupan = Manusia Bergantung pada ALLAH

Salam Hai, Vantillian, dan saudara2, Deta tidak bermaksud mengatakan: Dalam pertarungan pertama di Taman Eden, Iblis menjual pohon PENGETAHUAN sedangkan Allah menjual pohon KEHIDUPAN. Iblis menang karena manusia membeli pohon pengetahuan. Deta koment: Hehehe, maaf saudara-saudara, sepertinya saya kurang tepat menjelaskan dalam komentar sebelumnya. Saya BERMAKSUD mengatakan : Manusia diberi pilihan: 1. Pohon Kehidupan 2. Pohon Pengetahuan yang baik dan yang jahat

Memilih Pohon kehidupan = Manusia bergantung kepada Allah, Allah menjadi sumber kehidupan. Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah carangnya. Memilih Pohon Pengetahuan yang baik dan yang jahat artinya manusia INGIN SEPERTI ALLAH, manusia TIDAK BUTUH ALLAH, manusia MERDEKA dari ALLAH, manusia memilih JALAN YANG TELAH DIPILIH OLEH IBLIS yaitu ingin menyamai YANG MAHA TINGGI.

Itu sebabnya saya sebutkan bila manusia memilih pohon pengetahuan maka manusia memilih Iblis. (Kalimat ini mungkin kurang tepat, seharusnya manusia memilih JALAN YANG DIPILIH IBLIS), tapi saya mengatakan itu BUKAN TANPA DASAR lho karena Iblis MEMANG MENGGODA MANUSIA untuk memilih PILIHAN IBLIS DULU dan Yesus sendiri berkata kepada orang2 jahat: Yohanes 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Pemahaman saya diatas mungkin sekali SALAH, saya hanya mengemukakan hasil renungan saya. Sedangkan Hai hai memiliki PENGETAHUAN yang jauh LEBIH TINGGI dari saya. Bila Hai hai yang adalah MASTER di SABDA ini menganggap pandangan saya di atas SESAT, maka Deta dengan rendah hati akan BERHENTI membahas pemahaman saya di atas karena Deta tidak mau menyesatkan orang lain..

Saudara2, terima kasih banyak atas komentar2 nya... Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Samuel Franklyn's picture

Manusia tidak disuruh memilih di Taman Eden

Kalau dari apa yang saya baca di Firman maka manusia tidak disuruh memilih di Taman Eden. Manusia cuma dilarang Allah makan pohon pengetahuan baik dan jahat. Kalau manusia menuruti perintah Allah maka manusia akan makan buah pohon yang lain. Kalau manusia makan dari bermacam-macam pohon maka cepat atau lambat dia akan makan pohon kehidupan. Apa yang terjadi kalau manusia makan pohon kehidupan dan tidak makan pohon pengetahuan baik dan jahat? Manusia akan hidup selama-lamanya.

Gen 3:22
(22)  Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Jadi manusia akan berubah dari mahluk fana menjadi mahluk kekal. Kemungkinan besar Tuhan akan mengangkat manusia dari dunia dan masuk ke dalam alam kekal dan tinggal bersama Dia selama-lamanya. Karena kalau dibaca lagi kitab kejadian maka:

Gen 3:8
(8)  Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Berdasarkan ayat diatas maka Tuhan tidak selalu berdiam di Taman Eden melainkan berkunjung sewaktu-waktu saja. Kalau manusia masuk alam kekal maka mereka akan bersama Tuhan selama-lamanya dan bukan cuma di kunjungi sewaktu-waktu. 

Dan itulah tujuan hidup orang percaya: Percaya sampai akhir supaya bisa bersama dengan Tuhan sampai selama-lamanya.

Debu tanah's picture

To SF, apa pandangan anda tentang keselamatan?

Salam SF, SF menulis, Manusia cuma dilarang Allah makan pohon pengetahuan baik dan jahat. Kalau manusia menuruti perintah Allah maka manusia akan makan buah pohon yang lain. Kalau manusia makan dari bermacam-macam pohon maka cepat atau lambat dia akan makan pohon kehidupan. Deta koment, Bagi saya manusia tidak menuruti Allah sama dengan manusia MEMILIH makan pohon pengetahuan. Saya ingin bertanya. Apa pandangan SF soal keselamatan? Apakah SF setuju dengan pandangan Predestinasi atau Kehendak bebas. Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Samuel Franklyn's picture

Bukan pilihan tapi pelanggaran

Sebenarnya isu utamanya adalah bukan memilih makan pohon pengetahuan. Isu utamanya adalah melanggar perintah Tuhan.

Rom 5:18
(18)  Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.

Tapi juga musti diingat bahwa pelanggaran perintah Tuhan oleh manusia disebabkan oleh tipu daya iblis. Apakah jika tidak tertipu iblis maka manusia akan melanggar perintah Tuhan juga? Ini adalah salah satu misteri besar yang ingin saya tanyakan langsung kalau bertemu muka dengan muka dengan Tuhan. Kalau Tuhan menjawab bahwa tanpa terkena tipu daya iblis sekalipun manusia akan tetap melanggar perintahNya maka pandangan predestinasi yang benar. Tapi kalau Tuhan bilang jika manusia tidak terkena tipu daya iblis maka manusia tidak akan berdosa dan akan makan pohon kehidupan maka pandangan kehendak bebas yang benar. Karena belum bertemu muka dengan muka dengan Tuhan maka mana yang benar masih suatu misteri besar buat saya. Tapi kalau merenungkan kitab Roma maka saya condong percaya bahwa pemikiran predestinasi adalah pandangan yang benar untuk masa sekarang. Predestinasi adalah pandangan yang benar saat ini karena sejak manusia jatuh dalam dosa maka kecenderungan manusia adalah berdosa dan tanpa anugrah manusia nggak bisa diselamatkan. Tapi pandangan predestinasi belum tentu benar jika manusia belum jatuh dalam dosa dan iblis tidak berhasil menipu manusia.

Debu tanah's picture

SF, Hawa yang tergoda sedangkan Adam tidak..

SF menulis, ...Tapi kalau Tuhan bilang jika manusia tidak terkena tipu daya iblis maka manusia tidak akan berdosa dan akan makan pohon kehidupan maka pandangan kehendak bebas yang benar. Tapi kalau merenungkan kitab Roma maka saya condong percaya bahwa pemikiran predestinasi adalah pandangan yang benar untuk masa sekarang. Predestinasi adalah pandangan yang benar saat ini karena sejak manusia jatuh dalam dosa maka kecenderungan manusia adalah berdosa dan tanpa anugrah manusia nggak bisa diselamatkan. Tapi pandangan predestinasi belum tentu benar jika manusia belum jatuh dalam dosa dan iblis tidak berhasil menipu manusia. Deta koment, SF, terima kasih atas jawabannya. Kita tahu bahwa Hawa lah yang TERGODA, sedangkan Adam SENGAJA melanggar perintah Allah (KEHENDAK BEBAS). 1 Timotius 2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. Berdasarkan argumen SF diatas, dapatkah kita mengatakan bahwa Hawa ditentukan jatuh (predestinasi), sedangkan Adam MEMILIH SENGAJA melanggar perintah Allah (KEHENDAK BEBAS)? Hehe... tentu ini akan memancing perdebatan yang tidak kunjung habis2 nya. Saya setuju dengan SF bahwa ini adalah MISTERI Allah ! SF cukup menjawab 1 pertanyaan diatas, setelah itu mari kita biarkan ini menjadi MISTERI Allah.. Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

king heart's picture

@deta, anda tidak teliti

bung deta, tampaknya anda kurang atau sengaja tidak teliti dalam mengerti akan predestinasi Allah yang telah saya atau vantilian tulis. predestinasi adalah pemilihan untuk keselamatan manusia karena manusia berdosa dan tidak akan mampu untuk memilih Allah, predestinasi bukanlah pemilihan untuk manusia supaya dia jatuh. Kejatuhan manusia adalah akibat pilihan manusia itu sendiri karena keberdosaannya. Itu yang dikatakan Firman Tuhan, dulu, sekarang dan nanti.......dan tidak pernah berubah.
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Debu tanah's picture

King Heart, saya bukan tidak teliti..

Salam King Heart & Vantillian, Saya bukan tidak teliti atau sengaja tidak teliti. Tetapi perspektif kita yang berbeda. Saya sudah menjelaskan pandangan saya dalam komentar saya sebelumnya:

Menurut saya manusia JATUH karena KEHENDAKNYA, manusia SELAMAT karena KEHENDAKNYA menerima ANUGERAH Allah. Atau manusia “jatuh” karena ANUGERAH Allah dan manusia selamat karena ANUGERAH Allah juga !

Anda dan Vantillian mengatakan bahwa manusia JATUH karena KEHENDAKNYA sedangkan manusia SELAMAT karena PREDESTINASI. Istilah Anda / Vantilian mengatakan bahwa itu PARADOKS ya? Coba anda renungkan sekali lagi apa benar demikian. Berdasarkan pemikiran anda tentu hanya 2 manusia yang berdosa karena KEHENDAKNYA sendiri yaitu Adam dan Hawa. Nah berdasarkan ALUR pikir anda itu maka saya simpulkan bahwa manusia lain-nya berdosa karena DILAHIRKAN! (Predestinasi). Anda lahir saja bukan atas kehendak anda sendiri lho! Anda tahu bahwa anda dan Vantillian dilahirkan dalam keadaan berdosa ? Bila bayi yang baru lahir dan mati akan masuk neraka bila orang tuanya tidak beriman, apakah anda masih berpandangan bahwa manusia jatuh karena KEHENDAKNYA ? Maksud saya jangan memisahkan manusia jatuh karena KEHENDAKNYA sedangkan manusia SELAMAT karena ANUGERAH. Menurut saya tidak bisa begitu! Masalah predestinasi vs kehendak bebas bukanlah masalah yang sederhana, masalah KEJATUHAN tidak bisa dipisahkn dari KESELAMATAN. SF telah menjelaskan dengan cara yang berbeda, coba renungkan komentar SF berikut ini atas pertanyaan saya soal KESELAMATAN : Ini adalah salah satu misteri besar yang ingin saya tanyakan langsung kalau bertemu muka dengan muka dengan Tuhan. Kalau Tuhan menjawab bahwa tanpa terkena tipu daya iblis sekalipun manusia akan tetap melanggar perintahNya maka pandangan predestinasi yang benar. Tapi kalau Tuhan bilang jika manusia tidak terkena tipu daya iblis maka manusia tidak akan berdosa dan akan makan pohon kehidupan maka pandangan kehendak bebas yang benar. Karena belum bertemu muka dengan muka dengan Tuhan maka mana yang benar masih suatu misteri besar buat saya. Tapi kalau merenungkan kitab Roma maka saya condong percaya bahwa pemikiran predestinasi adalah pandangan yang benar untuk masa sekarang. Predestinasi adalah pandangan yang benar saat ini karena sejak manusia jatuh dalam dosa maka KECENDERUNGAN manusia adalah BERDOSA dan tanpa ANUGRAH manusia nggak bisa diselamatkan. Tapi pandangan predestinasi belum tentu benar jika manusia belum jatuh dalam dosa dan iblis tidak berhasil menipu manusia. Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

hai hai's picture

Predestinasi Sulit diterima Akal

Anda dan Vantillian mengatakan bahwa manusia JATUH karena KEHENDAKNYA sedangkan manusia SELAMAT karena PREDESTINASI. Istilah Anda / Vantilian mengatakan bahwa itu PARADOKS ya?

Debu Tanah, saya menyebut mereka Predestinasi Setengahisme, mereka adalah orang-orang menganut faham seperti yang kamu tulis tersebut di atas. Predestinasi tulen, percaya, orang percaya karena DIPILIH dan orang tidak percaya karena TIDAK DIPILIH.

Coba anda renungkan sekali lagi apa benar demikian. berdasarkan pemikiran anda tentu hanya 2 manusia yang berdosa karena KEHENDAKNYA sendiri yaitu Adam dan Hawa. Nah berdasarkan ALUR pikir anda itu maka saya simpulkan bahwa manusia lain-nya berdosa karena DILAHIRKAN! (Predestinasi). Anda lahir saja bukan atas kehendak anda sendiri lho! Anda tahu bahwa anda dan Vantillian dilahirkan dalam keadaan berdosa? Bila bayi yang baru lahir dan mati akan masuk neraka bila orang tuanya tidak beriman, apakah anda masih berpandangan bahwa manusia jatuh karena KEHENDAKNYA?

Doktrin predestinasi lahir bukan karena akal budi, bukan karena mana yang LOGIS dan mana yang TIDAK LOGIS. Predestinasi adalah ajaran Alkitab, selain SULIT untuk dipahami juga SANGAT SULIT untuk diterima akal manusia. Namun, kita tidak punya pilihan lain selain MEMAHAMINYA dan MENGIMANINYA.

Bayi yang lahir lalu mati, apakah mereka diselamatkan atau tidak diselamatkan? Pemahaman saya belum sampai ke situ debu tanah, saya tidak punya komentar atas tulisan kamu, bahwa bayi yang orang tuanya bukan Kristen mati, dia akan masuk neraka.

Saya secara pribadi baru mampu memahami dan mengimani Predestinasi setelah memahami bahwa manusia adalah TANAH liat dan Allah adalah penjunan. Pemahaman itu saya peroleh ketika selama berhari-hari berkunjung dan mengamati kinerja salah seorang teman seniman tanah liat.  

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Vantillian's picture

Manusia yang tidak dipilih dibiarkan Allah.....

Menyangkut predestinasi mengenai siapa yang selamat maupun tidak, Yang Tidak dipilih Allah akan dibiarkan Allah untuk terus melakukan segala macam dosa dan kekejian sehingga mereka tidak bisa berdalih untuk LEPAS dari hukuman...

Sekali lagi : Apakah Allah tidak adil? Apakah Allah akan disebut "adil" jika memilih semua untuk diselamatkan? Kalau semuanya dipilih Allah untuk selamat, muncul pertanyaan lagi, kalau begitu dimana Keadilan Allah mau menghukum dosa? Ataukah Allah harus mengampuni Iblis juga? Atau Allah hanya menghukum Iblis dan melepaskan manusia karena kasihan kepada manusia? Jadi apakah manusia? Mainan boneka antara Allah dan Iblis? Sekali lagi, Adil yang bagaimana?

Rom 9:14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

Rom 11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?



Sola Christos....



 

glitter's picture

Berarti Doktrin pilihan versi anda tidak logis

-Ya ,kenapa dikatakan paradok , atau alasan lain yaitu bukan masalah Logis.itu karena pandangan anda menyebabkan Allah bertentangan dengan Atrbutnya sendiri.berarti pandangan anda salah.

-hai2 kembali ke perasaan anda semula itu dari urapan /dari Roh Kudus(1 yoh 2:27),tapi karena banyak ayat alkitab yg anda ngak bisa jawab jadi anda terjebak juga pada doktrin predestinasi reformed.

Debu tanah's picture

@ Glitter, atribut Allah

Glitter:

itu karena pandangan anda menyebabkan Allah bertentangan dengan Atrbutnya sendiri.berarti pandangan anda salah.

 

Deta:

Itu lah yang saya katakan dalam menafsirkan Alkitab, kita harus memegang kebenaran utamanya dulu, baru menafsirkan ayat berdasarkan konteks, ayat2 Alkitab tidak mungkin kontradiktif.

Para penganut predestinasi HUTANG PENJELASAN, bagaimana Allah tetap adil dan benar bila predestinasi itu memang benar-benar ada?

Bila melihat diskusi saya dengan Samuel Franklyn di SINI, mungkin ada titik terang sedikit. Baca juga komentar2 sebelum dan sesudahnya.

Sayang sekali diskusi sepertinya tertunda karena para penganut predestinasi belum mau menanggapi.

Kesalahan utama penganut predestinasi adalah menyamakan predestinasi manusia secara KORPORAT vs INDIVIDU. Allah memang menentukan dan membiarkan manusia berdosa secara korporat BUKAN secara individu.

 

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

@Deta....Predestinasi adalah kebenaran......

@deta...Memang predestinasi adalah kebenaran dan diajarkan oleh Alkitab...Sebenarnya kalau kita membaca Roma 9-11 maka kita akan mendapati bahwa : Kejatuhan dan keselamatan manusia ditetapkan oleh Allah....Jadi pandangan SF kurang tepat jika mengatakan bahwa  Tapi pandangan predestinasi belum tentu benar jika manusia belum jatuh dalam dosa dan iblis tidak berhasil menipu manusia.

Bahkan di dalam surat Roma 9-11 tidak disinggung tentang kejatuhan manusia ada hubungannya dengan Iblis...Semuanya MUTLAK KEDAULATAN ALLAH..

Rom 9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -- supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya...

Rom 11:32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.

Jadi memang kejatuhan kita bahkan sudah masuk ke dalam Rencana Kekekalan Allah...Sampai disini akan muncul begitu banyak pertanyaan, yang tidak akan bisa dijawab memuaskan..

Kalau saya ditanya kenapa manusia dihukum? Saya akan menjawab sesuai Roma 1-2, artinya memang manusia bertanggung jawab atas penindasan mereka terhadap KEBENARAN..Lalu kalau ditanya darimana ketidaktaatan manusia berasal? Maka saya akan menjawab di dalam KEDAULATAN TUHAN, lalu apakah manusia tidak bebas memilih? TIDAK SAMA SEKALI...Sdr Hai2 kurang memahami penjelasan saya (karena kurang sempurna dijelaskan)...Akhirnya sampai sekarang hubungan antara KEHENDAK BEBAS dan PREDESTINASI tidak bisa dijelaskan dengan perfect...

Kehendak Bebas manusia memang tidak ada, dalam arti manusia tidak bisa BEBAS memilih atau menerima untuk diselamatkan...Karena itu, Allah harus memberikan hati yang baru karena hati kita sudah MATI....Kita bukan tidak bisa memilih kaos kaki apakah yang mau kita pakai hari ini ( bahkan dalam hal ini kita tidak bebas, karena kita mengikuti kecenderungan yang paling kuat, dimana kecenderungan kita diperngaruhi banyak hal), tapi kita tidak bisa memilih untuk diselamatkan, bahkan kita TIDAK SADAR kita mesti diselamatkan....

Jadi, sekarang PILIH lah, apakah anda mau percaya predestinasi seperti yang diajarkan Alkitab atau tidak...Dan ketika anda sudah memilih, anda mesti TAHU dan SADAR, PILIHAN anda adalah karena anda sudah diPREDESTINASIkan untuk dapat memilih...

Jadi apakah predestinasi bertentangan dengan kehendak bebas? Tidak, karena tidak ada yang mesti dipertentangkan....Soalnya tidak ada kehendak bebas, kenapa mesti ditentangkan? 

Umumnya orang cenderung mempertanyakan predestinasi karena masalah KEADILAN dan KASIH Allah...Silakan baca Roma 9-11 maka anda akan mengerti mengapa KEADILAN dan KASIH Allah tidak usah anda bela dan pertanyakan...Allah sudah memberikan jawaban yang MUTLAK DAULAT atas KEADILAN Dan KASIH NYA..Marilah kita melihat secara Gambaran Besar RENCANA KESELAMATAN kita dalam Tangan Kedaulatan ALlah...Apa yang mesti kita takutkan lagi? Takut Allah tidak adil terhadap orang yang belum percaya atau tidak percaya? Itu bukan bagian kita...Allah ADIL dalam kacamata KETIDAKADILAN kita...Percayalah...Itulah Iman...Berimanlah...Itulah Predestinasi atas kita....

Sola Christos....

Vantillian's picture

@Deta....Predestinasi adalah Kebenaran......

@deta...Memang predestinasi adalah kebenaran dan diajarkan oleh Alkitab...Sebenarnya kalau kita membaca Roma 9-11 maka kita akan mendapati bahwa : Kejatuhan dan keselamatan manusia ditetapkan oleh Allah....Jadi pandangan SF kurang tepat jika mengatakan bahwa  Tapi pandangan predestinasi belum tentu benar jika manusia belum jatuh dalam dosa dan iblis tidak berhasil menipu manusia.

Bahkan di dalam surat Roma 9-11 tidak disinggung tentang kejatuhan manusia ada hubungannya dengan Iblis...Semuanya MUTLAK KEDAULATAN ALLAH..

Rom 9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -- supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya...

Rom 11:32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.

Jadi memang kejatuhan kita bahkan sudah masuk ke dalam Rencana Kekekalan Allah...Sampai disini akan muncul begitu banyak pertanyaan, yang tidak akan bisa dijawab memuaskan..

Kalau saya ditanya kenapa manusia dihukum? Saya akan menjawab sesuai Roma 1-2, artinya memang manusia bertanggung jawab atas penindasan mereka terhadap KEBENARAN..Lalu kalau ditanya darimana ketidaktaatan manusia berasal? Maka saya akan menjawab di dalam KEDAULATAN TUHAN, lalu apakah manusia tidak bebas memilih? TIDAK SAMA SEKALI...Sdr Hai2 kurang memahami penjelasan saya (karena kurang sempurna dijelaskan)...Akhirnya sampai sekarang hubungan antara KEHENDAK BEBAS dan PREDESTINASI tidak bisa dijelaskan dengan perfect...

Kehendak Bebas manusia memang tidak ada, dalam arti manusia tidak bisa BEBAS memilih atau menerima untuk diselamatkan...Karena itu, Allah harus memberikan hati yang baru karena hati kita sudah MATI....Kita bukan tidak bisa memilih kaos kaki apakah yang mau kita pakai hari ini ( bahkan dalam hal ini kita tidak bebas, karena kita mengikuti kecenderungan yang paling kuat, dimana kecenderungan kita diperngaruhi banyak hal), tapi kita tidak bisa memilih untuk diselamatkan, bahkan kita TIDAK SADAR kita mesti diselamatkan....

Jadi, sekarang PILIH lah, apakah anda mau percaya predestinasi seperti yang diajarkan Alkitab atau tidak...Dan ketika anda sudah memilih, anda mesti TAHU dan SADAR, PILIHAN anda adalah karena anda sudah diPREDESTINASIkan untuk dapat memilih...

Jadi apakah predestinasi bertentangan dengan kehendak bebas? Tidak, karena tidak ada yang mesti dipertentangkan....Soalnya tidak ada kehendak bebas, kenapa mesti ditentangkan? 

Umumnya orang cenderung mempertanyakan predestinasi karena masalah KEADILAN dan KASIH Allah...Silakan baca Roma 9-11 maka anda akan mengerti mengapa KEADILAN dan KASIH Allah tidak usah anda bela dan pertanyakan...Allah sudah memberikan jawaban yang MUTLAK DAULAT atas KEADILAN Dan KASIH NYA..Marilah kita melihat secara Gambaran Besar RENCANA KESELAMATAN kita dalam Tangan Kedaulatan ALlah...Apa yang mesti kita takutkan lagi? Takut Allah tidak adil terhadap orang yang belum percaya atau tidak percaya? Itu bukan bagian kita...Allah ADIL dalam kacamata KETIDAKADILAN kita...Percayalah...Itulah Iman...Berimanlah...Itulah Predestinasi atas kita....

Sola Christos....

joli's picture

4 tingkatan manusia..

sebulan yang lalu khotbah di gereja kami ev Andrew  mengungkapkan ada

4 tingkatan/keadaan manusia yaitu..

a) Manusia yang bisa tidak berdosa (adam & hawa seblum jatuh dalam dosa)

b) Manusia yang tidak bisa tidak berdosa (setelah adam & hawa jatuh dalam dosa)

c) Manusia yang bisa tidak berdosa (setelah menerima Yesus)

d) Manusia yang tidak bisa berdosa (setelah di sorga)

 

Dengan mengetahui 4 tingkatan keadaan manusia diatas mungkin dapat membantu menjelaskan peran predestinasi maupun freewill..

salam, 

 

Penonton's picture

@ joli....kurang tepat...

Buat sister Joli, Sister, sorry nih saya nggak sependapat...dengan tulisan di atas.... Sebabnya adalah: a) Manusia yg BISA TIDAK berdosa (adam dan hawa sebelum jatuh dalam dosa) Menurut saya keadaan manusia sebelum jatuh ke dalam dosa memang murni, polos, tidak pernah tahu ttg apa yang namanya dosa, jadi kalau dibilang "BISA TIDAK" berdosa, kayaknya nggak cocok tuh.Hanya tepat dikatakan "TIDAK BERDOSA", karena memang belum dikotori oleh dosa. B dan C Sebenarnya setelah manusia jatuh ke dalam dosa (meskipun mungkin bisa berkeinginan untuk tidak melakukan dosa),akan tetapi... mau tidak mau, akan terus melekat dengan dosa (karna dosa turunan, ataupun dosa perbuatan).Jadi meskipun telah menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat, tidak akan menghentikan/menghindarkan manusia dari perbuatan dosa, sampai pada saat kematian menjemput, dan manusia mendapatkan kehidupan baru di kerajaan surga. Sebagi bukti adalah adanya penghakiman oleh Tuhan Yesus, pada ahir jaman nanti, untuk menghakimi dosa-dosa manusia.Tidak ada tulisan yang mengajarkan bahwa orang percaya tidak perlu melewati penghakiman Tuhan Yesus. Jadi Point B juga cukup masuk akal, sehingga tidak perlu di koreksi, sedangkan point C, seharusnya tidak ada atau harus dihilangkan, karena manusia tidak mungkin "BISA TIDAK" berdosa setelah menerima Tuhan Yesus.Yang ada adalah dosa-dosa yg diampuni oleh Tuhan, tapi tidak memisahkan manusia dengan dosa secara total, karena manusia masih tinggal di bumi ini (dengan tubuh jasmani yang membawa dosa turunan dari Adam dan Hawa). Point D: Memang benar, manusia memang tidak akan bisa melakukan dosa setelah mendapat kehidupan baru di dalam kerajaan surga, jadi poin D, rasanya tidak perlu dikoreksi. Mudah-mudahan, sanggahan saya cukup masuk akal, untuk sister Joli. Saya menerima koreksi dan keritik, serta sanggahan, jika tulisan saya ternyata tidak sesuai dengan ajaran kebenaran Alkitab, serta logika rasio pikiran manusia. From Oz far..far...awaay...
__________________

xxx

Vantillian's picture

@Penonton....Empat tingkat kondisi keberdosaan manusia....

Empat kondisi yang diberikan Joli kalau tidak salah dikemukakan oleh Augustinus...Saya rasa maksud dari empat kondisi tersebut sudah dapat mewakili Perjalanan Hidup kita sebagai orang Kristen...

1. Adam dan Hawa berada dalam kondisi " Bisa Tidak " untuk berdosa maksudnya adalah kondisi mereka dapat jatuh atau tidak jatuh dalam dosa...

2. Manusia berdosa " Tidak Bisa Tidak " harus berbuat dosa terus karena kecenderungan hatinya berbuat jahat dan tidak mencari kemuliaan Allah

3. Manusia yang sudah percaya ( dibenarkan ) " Bisa tidak" untuk berdosa (kembali ke kondisi Adam dan Hawa ) dalam arti mereka dalam kondisi bisa berdosa, bisa tidak berdosa...

4. Manusia yang dimuliakan ( diangkat ke surga) "Tidak bisa" berbuat dosa lagi..

Saya rasa demikian....GBU..

Sola Christos...

Penonton's picture

@Vantillian...terima kasih..

@Vantillian, Terima kasih atas pemberitahuannya. Memang kadang-kadang dengan tambahan sedikit informasi dapat membuat segalanya berbeda.Kalimat "Mewakili Perjalanan hidup Orang Kristen" telah menjelaskan semuanya. Memang saya tidak pernah mendengar pembahasan Agustinus yg satu ini, dan memang sebelumnya saya mengartikannya bukan sebagai kesatuan cerita perjalanan manusia.....jadinya itulah kesimpulan yg saya dapatkan......mohon dimengerti. Anyway, terima kasih atas pemberitahuannya. From Oz far..far...awaay...
__________________

xxx

joli's picture

@penonton & vantillian

Dear Penonton and Vantillian Sorry Penonton, tulisan-ku kurang lengkap ya.. Tadinya saya buat plus keterangan2-nya tapi puanjang .. dan takut menjadi rancu dan mengaburkan point-nya.. Ternyata menulis tuh tidak semudah ngobrol.. maka-nya aku hapus lagi.. yah.. itu deh yang ke-send.. So.. terima kasih ya Vantillian yang bisa memberi keterangan lengkap dan singkat tapi sistimatis.. (hanya orang2 yang menguasailah yang bisa membuat kesimpulan yang akurat dan sederhana).. he..he..
Penonton's picture

@ Joli...sama-sama

Hii Joli, Sama-sama ngerti deh...no problem... Saya ngertiin kok, kalau menulis itu nggak semudah berbicara...salah-salah bisa diartikan lain..... Makanya saya senang, melalui SS, saya bisa mempelajari hal-hal baru dalam teknik penulisan artikel. Maklum saya nggak PD...apalagi kalo lihat tulisan-tulisan saudara-saudara lain di SS.....kok kayaknya...kwalitas tulisan dan isi tulisan mereka itu.... jauuuh sekali berbeda dengan punya saya.....makanya saya harus banyak latihan supaya bisa mengejar mereka...dan supaya bisa seperti mereka... Jujur lhoo....umur saya boleh lebih tua dibanding yang lain...tapi kemampuan menulis sih nggak beda dengan anak umur 12 tahun..... Semoga deh, sejak bergabung dengan SS, saya bisa memperbaiki kwalitas tulisan saya..... From Oz far..far...awaay...
__________________

xxx

Vantillian's picture

@Penonton, Joli..Thx...Masih kurang sempurna....

Thx buat koment nya....Memang penjelasan saya masih jauh dari sempurna...Semoga diberkati...

Sola Christos...

Debu tanah's picture

Vantillian, siapa bilang KEADILAN Allah tidak bisa dijelaskan ?

Vantillian menulis: Sekali lagi : Apakah Allah tidak adil? Apakah Allah akan disebut "adil" jika memilih semua untuk diselamatkan? Kalau semuanya dipilih Allah untuk selamat, muncul pertanyaan lagi, kalau begitu dimana Keadilan Allah mau menghukum dosa? Ataukah Allah harus mengampuni Iblis juga? Atau Allah hanya menghukum Iblis dan melepaskan manusia karena kasihan kepada manusia? Jadi apakah manusia? Mainan boneka antara Allah dan Iblis? Sekali lagi, Adil yang bagaimana? Deta menjawab: Siapa bilang keadilan Allah tidak bisa dijelaskan? Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu ADIL, dimana adil-nya Allah ? Saya pernah menulis: “Rasa keadilan” pada diri manusia itu dari Allah datangnya. Kebenaran utamanya adalah bahwa Allah itu ADIL, kita tinggal mencari DIMANA adilnya ! Silakan baca juga blog saya “Adilkah Allah” Mari kita renungkan, bahwa KEADILAN Allah bisa dijelaskan! 1. Adilkah Allah karena satu orang jatuh kedalam dosa semua manusia jatuh kedalam dosa? Jawab ADIL, karena oleh satu orang juga yaitu YESUS semua yang menerimaNya dibenarkan ! 2. Adilkah Allah tidak mengampuni Iblis? Jawab ADIL, karena Allah mempercayakan banyak kepada Iblis, maka Allah menuntut banyak kepada Iblis! Sama seperti kepada Manusia yang telah mengecap karunia surgawi tidak akan diampuni bila berdosa kepada Roh Kudus ! Lukas 12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." 3. Adilkah Allah membinasakan manusia yang LAHIR dalam dosa? Jawab ADIL, karena Allah juga memberikan JALAN keselamatan kepada manusia! 4. Adilkah menciptakan manusia berbeda-beda. Jawab ADIL, karena Allah adalah penjunan dan kita adalah tanah liat. Allah adil memberikan 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta kepada siapa saja yang dikehendakiNya, tetapa Dia menuntut 5 talenta daripada yang diberi 5 talenta, Dia menuntut 2 talenta kepada yang diberi 2 talenta dan 1 talenta kepada yang diber 1 talenta. 5. dst Mungkin banyak "KETIDAK ADILAN" Allah yang belum terjawab, tp percayalah pasti ada jawaban bahwa Allah Adil adanya, asal kita mau percaya kepadanya. Mungkin tdk akan terjawab semuanya sekarang, nanti waktu kita bertemu muka dengan muka dengan Allah! Vantillian menulis: Kehendak Bebas manusia memang tidak ada, dalam arti manusia tidak bisa BEBAS memilih atau menerima untuk diselamatkan...Karena itu, Allah harus memberikan hati yang baru karena hati kita sudah MATI....Kita bukan tidak bisa memilih kaos kaki apakah yang mau kita pakai hari ini ( bahkan dalam hal ini kita tidak bebas, karena kita mengikuti kecenderungan yang paling kuat, dimana kecenderungan kita diperngaruhi banyak hal), tapi kita tidak bisa memilih untuk diselamatkan, bahkan kita TIDAK SADAR kita mesti diselamatkan.... Deta menjawab: Silakan baca lagi blog saya diatas dengan hati-hati. Wah diskusi kembali ke nol nih, anda malah tidak percaya bahwa manusia punya kehendak bebas.. Allah mengharapkan manusia kembali kepadaNya: Matius 13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" 13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu BERBALIK sehingga Aku menyembuhkan mereka. Vantillian, anda sadar dengan keyakinan anda ini? Untuk apa Yesus Kristus ke dunia? Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ya, Yesus menjadi manusia untuk menebus manusia yang MAU percaya kepada Nya !! Yang mau merespon Anugerah Allah! Mungkin kamu akan MEMBANTAH, bahwa iman mutlak pemberian Allah, lalu manusia itu ROBOT ??? Bila manusia MUTLAK diselamatkan karena IMAN yang katanya ANUGERAH Allah, lalu kenapa masih dituntut PERBUATAN sebagai bukti iman? Yakobus 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? 2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna Saya mengatakan sebelumnya bahwa, perbuatan2 adalah KEMAUAN / KEHENDAK manusia untuk MAU BELAJAR PERCAYA kepada Allah. Silakan baca koment saya sebelum tentang bagaimana Abraham percaya kepada Allah. Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

@Deta.....Jadi Allah adil kan?

@Deta....

Membaca uraian anda sungguh menggelikan....Coba anda perhatikan pertanyaan saya...Apakah saya menyangkal keadilan Allah? Justru saya mau meneguhkannya lewat pertanyaan saya...Anda yang tidak paham atau saya yang tidak bisa menyampaikannya? Seandainya anda menyakini bahwa Allah itu adil dalam segala hal, apa masalahnya sehingga anda membahas mati2an predestinasi? Predestinasi tidak usah dipersoalkan lagi...OK? Allah Adil dalam PenetapanNya....Allah adil juga ketika TIDAK MEMILIH dan MENOLAK sebagian orang...ALLAH juga Adil ketika mengeraskan hati seseorang untuk terus berbuat dosa...Kalau Deta setuju Allah Adil dalam segala hal, maka pemahaman kita sudah bisa dilanjutkan dalam bidang yang lebih rumit....yaitu KEHENDAK BEBAS manusia....

Konsep kehendak bebas saya tidak harus sama dengan deta...Karena memang manusia tidak dapat MERESPON keselamatan dari Tuhan kalau tidak DIPILIH oleh Tuhan....Karena apa? Manusia Dead....Bukan Drowning...But dead...You must Raise and give new life to him...Not to save him by throwing a rope....Manusia bukan tenggelam, tapi mati...Manusia harus dibangkitkan dan diberi hati baru, bukan diberikan tali supaya bisa kembali ke tepi....Allah harus masuk dan memperbaharui kita....Anda setuju? Kesimpulan jelas, tidak ada pilihan bagi manusia selain Anugerah Tuhan yang memampukan dia merespon...Allah memanggil setiap manusia supaya bertobat HANYA UNTUK meneguhkan PilihanNya....Tidak ada seorangpun yang mencari Allah...TIDAK ADA.. Dimana kehendak bebas manusia deta?  TIDAK ADA.....Anda TAK PUNYA pilihan kecuali melayani dosa dan dosa...Apakah manusia berdosa bebas? TIDAK....

Lalu, sesudah percaya, apakah anda merasa harus MENAMBAHKAN perbuatan kudus anda kepada IMAN anda supaya anda semakin yakin anda selamat? Hati2lah dengan pemikiran ini, anda harus renungkan kembali kenapa anda bisa bertobat...Semua karena AnugerahNya kan? Lalu kenapa anda mesti tambah syarat ini dan itu? Kalau anda TIDAK MENGERTI Cara Anugerah ALLAH bekerja, saya sarankan anda gumulkan dulu, baru anda tuliskan Keselamatan Kita adalah Anugerah ALLAH ( blog deta juga)...BUAH yang kita hasilkan dalam hidup ini adalah BUAH yang juga berasal dan ditetapkan oleh Tuhan...

Yohanes  15
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Deta, anda mengerti kenapa anda memilih Dia kan?

Sola Christos...

Debu tanah's picture

Allah memang Adil..

Salam, Uraian anda yang menggelikan, anda kira dengan menjelaskan pendapat anda sebelumnya masalah ini selesai. Hahaha sunggung mengelikan ! Saat saya menulis komentar ini, ini adalah komentar ke 70. Karena ini bukan masalah yang simple ! Ada yang sependapat, adapa pula yang tidak sependapat, tidak masalah bukan? Anda mengatakan Allah memang Adil! Tapi LEBIH BANYAK MANUSIA yang bilang Allah tidak adil dan menjadi PAHIT HATI dan MENOLAK kemurahan ALLAH! Mari kita cari penjelasannya, kemudian mari kita jelas kan pada mereka, supaya mereka bertobat !! Anda mengatakan predestinasi adil? Saya bilang tidak ! Bukan kah ini adalah isu dari blog ini ? Anda mengajukan sepotong ayat untuk mendukung argument anda? Dan saya mengajukan ayat lain untuk mendukung pendapat saya. Lalu siapa yang benar? Saya sendiri tidak berani mengklaim bahwa apa yang saya tulis sudah PASTI BENAR, SF juga tidak berani mengklaim demikian. Lalu anda berani mengklaim PENDAPAT ANDA yang didukung oleh sepotong ayat SUDAH PASTI BENAR? Hahaha… Bila semua orang berpikir dengan perspektif yang sama tentu tidak akan terjadi perbedaan pendapat bukan? Berapa banyak ayat dalam Alkitab yang SALING BERTENTANGAN ! So what? Cari lah kebenarannya, karena kebenaran ada pada KESELURUHAN, bukan pada sepotong ayat ! Kita sedang diskusi bukan? Anda menuduh saya tidak paham permasalahan? Bagi saya tidak masalah siapa yang benar, karena saya sedang mencari KEBENARAN! Tapi tolong jangan memaksakan pendapat anda yang didudukung oleh sepotong ayat, karena banyak ayat lain yang menentang pendapat anda, seperti yang sudah saya kutip sebelumnya ! Sekarang siapa yang tidak paham permasalahannya ? Debu tanah
__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

@Deta....Predestinasi tidak pernah selesai dipahami....

Deta, anda tidak paham ketika saya mengajukan argumen untuk mempertanyakan keadilan Allah...Anda juga tidak paham ketika anda mengatakan :Anda mengatakan Allah memang Adil! Tapi LEBIH BANYAK MANUSIA yang bilang Allah tidak adil dan menjadi PAHIT HATI dan MENOLAK kemurahan ALLAH! Mari kita cari penjelasannya, kemudian mari kita jelas kan pada mereka, supaya mereka bertobat....

Kenapa anda yang mesti simpati dengan Keadilan Allah hanya karena ada respon manusia? Anda pikir anda mengajukan konsep kehendak bebas hanya untuk membela keadilan Allah? Siapa anda? Penasehat bagi ALlah? Bagi saya sudah jelas juga, bukan pendapat siapa yang menang-kalah, tapi juga adalah KEBENARAN...Bukankah saya sudah menuliskan bahwa Predestinasi adalah KEBENARAN? Bantahlah Predestinasi, maka anda harus menghilangkan banyak ayat2 dalam Alkitab..Bantahlah Predestinasi, maka anda harus membantah seluruh Penetapan dan Kedaulatan Tuhan...Atau lebih sederhana, anda beri saja pengertian yang baru kepada predestinasi sesuai konsep anda, baru kita diskusi....Anda pikir menulis komentar begitu banyak menunjukkan anda mengerti apa yang anda tulis? Saya akan membantah Kehendak Bebas tanpa menghilangkan "ayat2" yang anda kira membela kehendak bebas manusia? Injil diberikan kepada siapa yang MAU? Siapa yang bisa MAU Injil? Hanya karena ada ayat MAU anda simpulkan itu kehendak bebas? Nampaknya anda harus berkomentar lebih panjang dari yang anda kira dengan "saya"... 

Tahukah anda deta, anda sedang MENGINGKARI Injil yang sedang anda mau beritakan kepada orang lain...Coba mikir dulu konsekuensi dari pemikiran anda yang komentarnya "sangat hebat"...Kenapa saya bilang begitu? 

Saya diskusi dengan anda sambil "menuduh" supaya anda jelaskan konsep anda dnegan konsisten..Jadi, saya akan menuduh anda terus...Silakan membela diri atau HENTIKAN membela kehendak bebas manusia... Karena anda sednag mengingkari anda punya KEHENDAK BEBAS...Silakan juga"tuduh" saya...Mau diskusi? Diskusilah dnegan berani....Kenapa takut"dituduh"?

Saya mengakui di dalam Alkitab juga banyak kontradiksi ayat2 bukan hanya di dalam konsep Predestinasi-Kehendak Bebas...Tapi seandainya ada kontradiksi, apa yang kita lakukan? Taklukkanlah ( istilah Hai2) diri ke konsep yang lebih Tinggi....( saya tidak akan ambil sepotong ayat lagi mendukung pendapat saya, setuju kan?)...Anda bersikukuh membela kehendak bebas dan mengatakan predestinasi tidak adil..Bagi saya, anda tetap mengatakan Allah Tidak ADIL...Mana yang anda mau diskusikan? Membela kehendak MANUSIA dan menaklukkannya di bawah PREDESTINASI atau anda membela kehendak MANUSIA di atas PREDESTINASI? Kehendak mana yang anda nyari? Allah atau manusia? Anda pikir KEHENDAK ALLAH Selalu mempertimbangkan KEHENDAK MANUSIA karena manusia diciptakan bebas? NONSENSE....Seandainya Allah selalu "MENGHARGAI" kehendak manusia, TIDAK ADA lagi MANUSIA yang bisa selamat...Kenapa? Apakah saya perlu menjelaskan dasar2 Injil kepada anda lagi bahwa TIDAK ADA seorangpun yang MENCARI ALLAH? Itu termasuk Kehendak manusia yang anda bela...Mau bela Kehendak Bebas manusia? Pikir lebih dalam-dalam....Silakan anda jawab "TUDUHAN" saya...OK?

Sola Christos...

Vantillian's picture

@Deta....Predestinasi tidak pernah selesai dipahami....Tapi...

Deta, anda tidak paham ketika saya mengajukan argumen untuk mempertanyakan keadilan Allah...Anda juga tidak paham ketika anda mengatakan :Anda mengatakan Allah memang Adil! Tapi LEBIH BANYAK MANUSIA yang bilang Allah tidak adil dan menjadi PAHIT HATI dan MENOLAK kemurahan ALLAH! Mari kita cari penjelasannya, kemudian mari kita jelas kan pada mereka, supaya mereka bertobat....

Kenapa anda yang mesti simpati dengan Keadilan Allah hanya karena ada respon manusia? Anda pikir anda mengajukan konsep kehendak bebas hanya untuk membela keadilan Allah? Siapa anda? Penasehat bagi ALlah? Bagi saya sudah jelas juga, bukan pendapat siapa yang menang-kalah, tapi juga adalah KEBENARAN...Bukankah saya sudah menuliskan bahwa Predestinasi adalah KEBENARAN? Bantahlah Predestinasi, maka anda harus menghilangkan banyak ayat2 dalam Alkitab..Bantahlah Predestinasi, maka anda harus membantah seluruh Penetapan dan Kedaulatan Tuhan...Atau lebih sederhana, anda beri saja pengertian yang baru kepada predestinasi sesuai konsep anda, baru kita diskusi....Anda pikir menulis komentar begitu banyak menunjukkan anda mengerti apa yang anda tulis? Saya akan membantah Kehendak Bebas tanpa menghilangkan "ayat2" yang anda kira membela kehendak bebas manusia? Injil diberikan kepada siapa yang MAU? Siapa yang bisa MAU Injil? Hanya karena ada ayat MAU anda simpulkan itu kehendak bebas? Nampaknya anda harus berkomentar lebih panjang dari yang anda kira dengan "saya"... 

Tahukah anda deta, anda sedang MENGINGKARI Injil yang sedang anda mau beritakan kepada orang lain...Coba mikir dulu konsekuensi dari pemikiran anda yang komentarnya "sangat hebat"...Kenapa saya bilang begitu? 

Saya diskusi dengan anda sambil "menuduh" supaya anda jelaskan konsep anda dnegan konsisten..Jadi, saya akan menuduh anda terus...Silakan membela diri atau HENTIKAN membela kehendak bebas manusia... Karena anda sednag mengingkari anda punya KEHENDAK BEBAS...Silakan juga"tuduh" saya...Mau diskusi? Diskusilah dnegan berani....Kenapa takut"dituduh"?

Saya mengakui di dalam Alkitab juga banyak kontradiksi ayat2 bukan hanya di dalam konsep Predestinasi-Kehendak Bebas...Tapi seandainya ada kontradiksi, apa yang kita lakukan? Taklukkanlah ( istilah Hai2) diri ke konsep yang lebih Tinggi....( saya tidak akan ambil sepotong ayat lagi mendukung pendapat saya, setuju kan?)...Anda bersikukuh membela kehendak bebas dan mengatakan predestinasi tidak adil..Bagi saya, anda tetap mengatakan Allah Tidak ADIL...Mana yang anda mau diskusikan? Membela kehendak MANUSIA dan menaklukkannya di bawah PREDESTINASI atau anda membela kehendak MANUSIA di atas PREDESTINASI? Kehendak mana yang anda nyari? Allah atau manusia? Anda pikir KEHENDAK ALLAH Selalu mempertimbangkan KEHENDAK MANUSIA karena manusia diciptakan bebas? NONSENSE....Seandainya Allah selalu "MENGHARGAI" kehendak manusia, TIDAK ADA lagi MANUSIA yang bisa selamat...Kenapa? Apakah saya perlu menjelaskan dasar2 Injil kepada anda lagi bahwa TIDAK ADA seorangpun yang MENCARI ALLAH? Itu termasuk Kehendak manusia yang anda bela...Mau bela Kehendak Bebas manusia? Pikir lebih dalam-dalam....Silakan anda jawab "TUDUHAN" saya...OK?

Jadi predestinasi tidak akan selesai dipahami, tapi ALLAH ADIL...

Sola Christos...

Vantillian's picture

@Deta...Belalah Kebenaran anda seakan-akan.....

Deta....Setiap kebenaran yang kita yakini harus kita tanggung jawabkan dengan serius dan konsisten...Jadi, jangan pakai argumen anda "yang sedang mencari Kebenaran" untuk mengklaim tulisan anda menjadi BENAR karena seolah2 saya yang "SANGAT BENAR" sedang mengkritik anda yang "BELUM BENAR"....Mau cari kebenaran? Satu-satunya adalah lawankan kebenaran anda dengan kebenaran yang lain...Kemudian lawankan dengan STANDAR KEBENARAN....OK?

Jadi jangan pakai alasan omong kosong seperti kalimat anda : Kita sedang diskusi bukan? Anda menuduh saya tidak paham permasalahan? Bagi saya tidak masalah siapa yang benar, karena saya sedang mencari KEBENARAN! Tapi tolong jangan memaksakan pendapat anda yang didudukung oleh sepotong ayat, karena banyak ayat lain yang menentang pendapat anda, seperti yang sudah saya kutip sebelumnya !

Apa itu? Anda mengemukakan KEBENARAN anda yang anda yakini SEDANG MENCARINYA? Diskusilah, belalah, hakimilah, tuduhlah dengan argumen KEBENARAN anda dengan argumen KEBENARAN orang lain...Jangan memakai prinsip karena "SAYA SEDANG NYARI KEBENARAN" jadi anda jangan kritik saya....Anda sudah tuliskan blog dan komentar anda...Belalah kebenaran anda seakan-akan itulah KEBENARAN anda satu-satunya, kalau tidak dapat dipertahankan, baru anda pertimbangkan lagi...Jadi, sori...anda mesti "tuduh menuduh" dengan saya atau HENTIKAN diskusi ini..OK?

Jadi, saya menunggu uraian KEHENDAK BEBAS anda yang sesuai dengan Injil yang anda yakini./...

Sola Christos...

 

Vantillian's picture

Predestinasi dan konsep anugerah....

Apakah Anugerah Allah adalah Anugerah Murahan? Tentu tidak, Anugerah diberikan cuma-cuma tapi tidak murahan, karena itu anugerah Allah adalah Anugerah yang tidak akan gagal di dalam kehidupan orang yang percaya kepada Injil..Saya ingin mengaitkan Predestinasi dengan ANugerah Allah karena Anugerah Allah adalah konsep penting dalam keselamatan orang kristen....Ini adalah komentar saya di inchrist.net yang langsung saya copy-paste kesini...Bagi yang sudah membacanya, saya minta maaf, bagi yang belum semoga mendapat sedikit pengertian tentang predestinasi....Kenapa saya mulai dari Anugerah? Karena tanpa mengerti anugerah, Injil akan sia-sia...Tanpa adanya predestinasi, anugerah juga tidak bermakna...Tapi sebelumnya, kita harus kembali ke Injil..Apa itu? 1. Semua manusia tidak bisa menolong dirinya sendiri, hanya Tuhan yang bisa menolong manusia...Kalau seandainya Tuhan menaruh pilihan bebas bagi manusia untuk selamat, maka manusia bisa selamat tanpa Tuhan...jalan tengahnya adalah Tuhan sudah meletakkan anugerah panggilan di dalam setiap hati manusia, sehingga manusia tinggal meresponnya...Tapi, sayang sekali, kalau kita membaca Alkitab, Manusia sama sekali tidak bisa merespon bagi anugerah Tuhan, karena kondisi manusia yang mati dan tidak berdaya... Efesus 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kejadian 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Jadi, apakah manusia dapat merespon 'sedikit saja' terhadap keselamatan dari Tuhan? Tidak bisa sama sekali...Harus Anugerah Tuhan yang menggerakkan manusia dan memperbaharui manusia... Dengan demikian, apakah manusia dapat 'memilih' apakah dia diselamatkan atau tidak? Tidak bisa sama sekali... Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Lalu, bagaimana dengan panggilan Tuhan di sepanjang Kitab dalam Alkitab? Seperti Yesus yang rindu mengumpulkan bangsa Israel seperti anak dalam sayap induknya? UNTUK APA TUHAN MEMANGGIL MANUSIA JIKA MANUSIA TIDAK BISA MERESPON? Panggilan Tuhan hanya meneguhkan bahwa ada orang yang sudah dipilihNya....Akan sangat membingungkan kalau Tuhan memilih seseorang tanpa memanggilNya....Kalau Tuhan memanggil, gak semua bisa merespon, hanya orang yang dipilih Tuhan...Tapi kalau dipanggil, tidak bisa merespon, untuk apa? Akhirnya kembali lagi bahwa semua yang dipilih Tuhan akan merespon...Adakah dasar alkitabnya? Silakan dilihat : Matius 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." Roma 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Tuhan menentukan/memilih, kemudian memanggil mereka...Dan inilah ayat2 panggilan/ayat dimana mensyaratkan manusia bisa memilih ( seperti kasus Salomo, bangsa Israel), tapi ketika dilihat secara gambaran besarnya, mereka yang dipilih pasti dipanggilNya..... 2. Keselamatan kita hanya berdasarkan anugerah, tidak berdasarkan apa2...Bahkan anugerah itulah yang membuat kita beriman... Yohanes 6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. 6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. 3. Anugerah itulah yang juga membuat kita bertahan terus sampai kesudahan, tidak ada yang lain... Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Kalau kita bisa terhilang sampai setengah jalan hidup kita, anugerah Allah akan gagal menyelamatkan kita, sehingga Tuhan seakan mencoba konsep keselamatan yang tidak pasti terhadap manusia.( karena tergantung kepada usaha manusia)...Lalu apakah begitu, kita boleh berbuat dosa sepuasnya? Silakan dibaca Roma 6-8... Siapa yang mengatakan bahwa karena kita dipilih Tuhan berdasarkan anugerah, maka kita bisa sembarangan berbuat dosa, atau sembarangan hidup, maka dia sama sekali tidak mengerti cara kerja anugerah Allah dalam hidup orang percaya.... I Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Apakah Rasul paulus bisa sembarangan hidup ketika Ia mengetahui konsep anugerah? TIDAK, ia justru semakin menghargai anugerah dan bekerja lebih keras lagi lebih dari semua orang....Tapi apakah hanya sampai disana, sehingga ia bisa sombong atas anugerah yang ia terima? TIDAK, ia kembali menyadari bahwa semuanya adalah anugerah Tuhan yang bekerja melalui dirinya...Jadi, apakah kita masih berani mengatakan kalau manusia dipilih, diberikan anugerah akan menajdi manusia yang tidak bertanggung jawab? Kalau begitu, maka kita tidak mengerti konsep anugerah Tuhan.... 4. jadi, apakah kita masih mengganggap kita layak atau bisa menggunakan pilihan bebas kita? Seandainya konsep anugerah ini tidak ditekankan, maka lama kelamaan maka kekristenan akan kembali ke masa dimana sebelum terjadi reformasi...Dan kita kehilangan semua pengajaran iman yang menyelamatkan kita.... 5. Ingatlah : Ketika anda masih dalam dosa, Hanya Anugerah Allah yang membuat kita menereima keselamatan dari Tuhan Ketika anda berada dalam pelayanan, Hanya Anugerah Allah yang bisa membuat anda melayani Ketika anda jatuh kembali dalam dosa, Hanya Anugerah Allah yang bisa membuat anda bangkit lagi Ketika anda merasa semua lancar2, Ingatlah Hanya Anugerah Allah yang membuat anda sadar semuanya harus kemabli ke Tuhan... Ketika anda meninggal, Hanya Anugerah Allah yang membuat kita bisa yakin bahwa kita akan bersama2 dengan Bapa di sorga... Only Grace......Grace Only...... Sola Christos......