Submitted by Tante Paku on

 

      YERUSALEM 28 Masehi, hiruk pikuk menjelang Paskah tampak mewarnai sebuah tempat. Para  penukar uang sibuk meneriakkan harga penukaran uang, para pedagang saling berteriak menjajakan dagangannya di tengah riuh suara domba yang mengembik dan lenguh lembu memenuhi pelataran tempat tersebut. Seorang Lelaki dengan rombongan kecilnya terperanjat dan kaget tatkala memasuki pelataran itu.

     "Bagaimana mungkin umat-Nya menjadikan Bait Suci sebagai tempat jual- beli?" tanya-Nya dalam hati. Mata-Nya terbuka lebar, tindakan apa yang mesti dilakukan? Diplomasi? Diskusi? Berunding? Dan entah apalagi istilahnya pasti tak akan ada artinya, karena mereka lebih suka memutarbalikkan fakta yang salah dengan teori yang yang menarik. Mereka pasti mencari pembenaran akan perbuatannya walau dianggap perbuatannya itu tidak benar, Bertindak dengan tegas dan tanpa ragu-ragu   yang harus dilakukan untuk mengembalikan kesucian rumah Bapa-Nya itu.

     Teriakan-teriakan para pedagang makin nyaring, penukar-penukar uang terus berteriak memekakkan telinga, bau busuk menyebar memenuhi seluruh tempat itu. Kotoran domba lembu bertebaran membuat tempat itu semakin kumuh dan menyengat hidung. Muka Lelaki itu makin tegang, matanya merah, nafasnya memburu, lalu Dia membungkuk mengambil beberapa utas tali dan menyatukannya untuk dibuat menjadi cambuk. Tangan-Nya yang begitu lincah, menandakan Dia berpengalaman dalam suatu pekerjaan. Tak lama kemudian, cambuk itu sudah jadi, pengikut-Nya hanya memandang dan saling berpandangan keheranan, namun tak berani untuk bertanya.

     "Apa yang akan dilakukan-Nya?" bisik seorang kepada yang lain.

     "Entahlah, kita lihat saja," jawabnya sambil mengangkat bahu.

     Sambil berjalan melintas, diayunkannya cambuk itu ke kiri dan ke kanan dengan keras. Kaki-Nya pun ikut menendang barang-barang yang ada di depannya. Para penukar uang berlarian ketakutan, para pedagang pun blingsatan menyelamatkan diri dari amukan Sosok yang tidak dikenal itu. Meja berikut dagangan serta kepingan-kepingan uang tumpah ruah berserakan di lantai marmer itu.

     "Grobyak! Krincing! Krincing!" tendangan sekuat tenaga membuat meja-meja dan uang berjatuhan menimbulkan gaduh yang semakin riuh. Semua orang berlarian, bahkan ada yang bertabrakan, karena panik begitu mencekik. Tidak hanya mencambuk dan menendang, Pria itu juga melepaskan semua binatang ternak, burung-burung dilepaskan dari sangkarnya, semakin menambah kegaduhan itu.

     "Lari...! Lariii! Ada orang gila ngamuk!" begitu teriak beberapa orang sambil terus berlari menuju pintu keluar.

     Lelaki itu tegak berdiri seraya menghela nafas panjang, peluhnya bertetesan, mukanya merah padam penuh gejolak amarah masih tampak walau rambut-Nya sebagai berjuntai menutupi wajah.

     "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." teriaknya keras.

     Sungguh aneh, tidak ada seorang pun di antara mereka yang berani melawan-Nya. Namun akhirnya toh ada juga yang berani bertanya. "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"

     Dengan suara tegas sambil mengepalkan tangan Lelaki itu menjawab "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali!" katanya seraya menepuk dada.

     "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" tanya mereka heran.

     Lelaki itu tidak menjelaskannya, Ia memanggil pengikut-Nya untuk membersihkan Bait Suci itu lalu mengadakan upacara pengorbanan. Sementara di luar masih banyak orang yang membicarakan kejadian itu, bahkan ada yang menduga bahwa Orang itu dari Galilea menilik logat bicara-Nya. Ya, mereka tidak salah, Orang tersebut memang berasal dari desa Nazaret salah satu wilayah yang berada di Galilea dan biasa dipanggil dengan nama YESUS.

     Yesus pernah membuat Maria sang ibu marah ketika umur-Nya 12 tahun, Ia menghilang begitu saja ketika berada di Yerusalem, dan ternyata diketemukan berada di Bait Allah. Itulah tindakan pertama yang membuat ibu-Nya marah, walau marah sang ibu adalah MARAH KASIH. Kini untuk kedua kalinya Yesus membuat marah banyak orang, tapi kini Yesus juga marah, tapi tindakan-Nya kali ini memang diperuntukkan buat Bapa-Nya yang sejati. Itulah tindakan Iman Yesus yang sangat luar biasa sebagai Manusia biasa.

     Yesus memang Anak desa, tidak salah kalau ada yang mengatakan Yesus itu ADIDAS alias Anak Desa Iman-Nya Dahsyat!

 

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat