Beberapa saat yg lalu, gerombolan liberal seperti @GuestX, @Moron dsb, secara terbuka dan implisit (malu2 kucing) menggugat ke-absolut-an alkitab, sayangnya dakwaan mereka lahir dari minimnya wawasan mereka terhadap sejarah kanonisasi alkitab, namun tetap pede untuk menggugat ke-absolut-an alkitab
Setelah gagal mendakwa ke-absolut-an alkitab dari sisi kanonisasi, @guestx mencoba menggugat dari sisi translasi (versi terjemahan), ini juga lahir dari dangkalnya kemampuan ybs dalam berpikir abstrak dan artikulatif.
Kesalahan umum yang mereka lakukan sebenarnya SAMA PERSIS dengan kesalahan yg dilakukan oleh bani kedar ataupun pengkritik liberal alkitab sebut seperti Jesus Seminar, mereka tidak pernah mengunakan Roh untuk memahami Kebenaran, dan tidak memahami arti dari PENYEMBAH DALAM ROH & KEBENARAN
Berikut kesalahan fundamental yg dilakukan
1. Mendefinisikan absolut hanya terbatas pada TEKSTUAL, tanpa memperhatikan sama sekali kandungan yang tersimpan pada pewahyuan tersebut (RHEMA), hal ini akan menghasilkan kegagalan pemahaman seperti berikut "kalau alkitab itu absolut kok ada banyak versi seperti KJV, YLT, dsb" ataupun "mana yg absolut dari alkitab katolik (plus dengan KITAB DEUTORO) atau kitab protestan (tanpa deutoro)
2. Mendefinisikan absolut tanpa memahami KOMPREHENSI dari alkitab, seperti para teolog liberal pada Jesus Seminar, memutilasi alkitab menjadi bagian2 yg mereka anggap tidak penting, penting dan sepertinya Tuhan Yesus yg berkata atau perkataan Tuhan Yesus sudah di-interprestasikan kembali
lalu bagaimana bisa menjelaskan kepada kaum liberal atau orang tidak beriman mengenai keabsolutan alkitab?
Dasar Firman Tuhan
1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yoh 1:1)
2. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2Tom 3:16)
3. supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. (2 Pet 3:2)
berdasarkan ayat Firman diatas maka pemahaman tentang keabsolutan alkitab adalah sebagai berikut
1. Sepanjang apa yang tertulis di alkitab, tidak pernah alkitab menklaim KEABSOLUTAN TEKSTUAL, baik di perjanjian lama atau baru, kemudian bilamana sebuah entitas yang komprehensif dimutilasi sebagaimana dilakukan oleh Jesus Seminar, maka sudah barang tentu hal tersebut adalah absurd adanya, sesuatu yang absolut tidak akan ter-reduksi atas mutilasi yg dilakukan, namun artikulasinya menjadi tidak kontekstual, sehingga dengan memutilasi sesuatu yg absolut kemudian memberikan predikat menjadi tidak absolut, hal tersebut sebenarnya kembali lagi kepada pengertian KEABSOLUTAN TEKSTUAL.
2. Keabsolutan yang diklaim pada alkitab adalah keabsolutan yang memiliki 3 dimensi;
- Dimensi Firman yang menjadi manusia
- Dimensi Firman yang menjadi fakta hidup
- Dimensi Firman yang memulihkan relasi manusia dengan Bapa
Lalu kenapa tipe liberal seperti @Guestx, @Moron masih nekat menggugat keabsolutan alkitab? bahkan gugatan yang mereka lahirkan selain prematur yang lebih anehnya TIDAK NYAMBUNG
alkitab tidak pernah mengklaim keabsolutan tekstual, lalu kenapa gugatan ketidakasbolutan alkitab malah sesuatu yg tidak pernah diklaim dalam alkitab?
Note;
Untuk penjelasan 3 dimensi kedaulatan serta keabsolutan alkitab akan saya paparkan dalam tulisan selanjuta