Judul blog ini : Yesus Yang Menakutkan
Yesus adalah tokoh jaman dahulu yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaaan Jasadnya. Menurut kepercayaan Kristen, Yesus telah duduk disebelah kanan Allah Bapa Yang mahakuasa, dan Allah Bapa Yang mahakuasa duduk disebelah kiri Yesus. Kalau posisi duduknya seperti itu, siapakah disebelah Kiri ALLAH BAPA? atau siapakah disebelah kanan Yesus? ooo Forget it karena kita bukan membahas tempat duduk saat ini.
Banyak spekulasi yang menyebutkan Yesus tidak naik ke Surga, karena tidak ada yang tahu Surga itu dimana, namun yang pasti menurut laporan pandangan mata dari murid2-nya, Yesus naik keatas (keawan). Masalahnya diatas awan ada angkasa, ruang angkasa, planet lain dan ribuan galaksi. Mungkinkah surga itu ada dibelahan galaksi lain yang tidak kita ketahui? Wallahualam, tapi yang pasti saat ini kita cuma tahu dari laporan murid bahwa Yesus terbang keatas awan.
Sekarang ini kita dihadapkan pada pilihan yaitu : Surga atau Neraka. Tidak ada pilihan lain (sesuai teori hampir semua agama yang ada di muka bumi). Nah, Yesus pun melakukan hal yang sama ketika ada didunia ini. Yesus menjelaskan mengenai Neraka dan Surga seolah Yesus memang pernah ke surga dan neraka (untuk hal ini saya tidak tahu namun hingga saat ini percaya kalau DOI pernah ke surga dan neraka)
Kalau teori dari agama-agama lain menyatakan bahwa berbuat kebaikan adalah jalan utama mendapat tiket ke surga, tidak demikian dengan Yesus. Yesus menyatakan bahwa dialah Tiket-nya (dengan asumsi Rumah Bapa yang dimaksud-Nya dalam Yoh 14:6 adalah Sorga)
"Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, tidak ada seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku"
"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu"
"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
"Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya."
Yesus didalam Bapa dan Bapa didalam Yesus, tapi Yesus pergi ke tempat Bapa (tempat-Nya) karena Yesus dan Bapa adalah menyatu (satu)?
Mari kita bebaskan diri kita dari kungkungan ruang (space). Fisik manusia memang terbatas oleh ruang dan waktu sehingga setiap pemikiran kita pasti selalu dibatasi oleh ruang dan waktu. Saat ini saya mengajak kita berpikir diluar pengaruh terminologi ruang dan waktu.
Rumah adalah tempat berteduh, beristirahat, tempat keluarga. Rumah dalam definisi apa yang dimaksud Yesus ketika berbicara tentang Rumah Bapaku? Dari definisi rumah, memang seharusnya rumah adalah tempat peristirahatan. Jadi ketika menerapkan definisi tersebut, maka jiwa manusia yang percaya kepada Yesus semestinya beristirahat di Rumah Bapa.
Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya?
Lalu dimana sisi menakutkannya? Sisi menakutkannya adalah hanya Yesus jalan-Nya ! Ketika berbicara seperti itu kepada pengikut setia-Nya, tentu pengikut setia-Nya akan semakin kuat mental-Nya, namun bagaiamana kalau ucapan itu diucapkan kepada orang yang sama sekali tidak kenal Yesus dan yang selama ini punya kepercayaan yang kokoh akan suatu aliran? Pastinya hal itu akan sangat menakutkan. Mereka tidak mengenal Yesus, dan juga tidak mengenal dan tahu perbuatan Yesus, lalu dihadapkan pada pengumuman seperti itu? Bukankah itu menakutkan?
Kalau kita berbicara terminologi agama lain, jelas kita tahu bahwa jikalau berbuat baik maka diharapkan bisa masuk surga. Sekarang lari ke terminologi Kristus, kalau tdk percaya sudah dibawah hukuman. Sungguh mengerikan.
Apakah Yesus punya solusi untuk itu? Solusi agar manusia percaya kepada-Nya?
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Yesus memang menakutkan ketika berbicara jalan kepada BAPA. Yesus tidak main-main. Yesus tidak sedang bergurau.
Kalau memang akhirnya banyak manusia yang tidak sampai kepada Bapa karena tidak mengenal dan percaya kepada Yesus, maka jalan satu-satunya bagi mereka adalah BAPA mendatangi mereka dan membawa mereka ! Apakah itu mungkin? We still don't know yet, but one we Believe :
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.