nyambung cerita lagi ya,... gak berat berat amat, yang ringan ringan aja.
Seperti yang pernah saya cerita di tulisan " Sekali anak tetap anak Ku", kami punya pelayanan anak jalanan di semarang sampe sekarang.
Tahun 2002, awal awal pelayanan kami di jalanan. Ketika itu temen-temen lagi ngumpulin anak2 jalanan di pasar Johar, semarang, biasa nya untuk belajar dan semi ibadah. ketika udah pada ngumpul maka dimulailah acara bersama anak anak ini seperti yang biasa dilakukan. Lagi nyanyi nyanyi bersama anak anak itu, tiba tiba datang seorang bapak pasar datang dengan membawa anak nya yang masih kecil. Lah bapak ini memang salah satu preman pasar Johar. Dengan tongkrongan yang hitam, gede, agak brewokan dan tato an, tentulah doi gak pantas kan jadi model sampul.
Masuk ketengah kerumunan dengan suara khas preman (serak2 basah, n bau tentunya), agak teriak dan melotot dia bersabda, eh bertanya,.. "siapa yang namanya Endry?" (endry adalah sala satu pembina wanita kami di yayasan)... Hening, diam dan terpaku. jerih maksudnya karena liat tongkrongan nya yang sangar.
" Siapa yang namanya Endry?" lebih keras lagi suara nya.
Seorang teman memberanikan diri, berdiri : " Maaf pak, kebetulan Endry gak datang".
"Bilang sama dia, saya mau ketemu dia" Tegas si bapak, seketika langsung bawa anak nya, cabut dari situ.
Tinggalah temen2 plus anak2 yang bengong, bingung dan linglung. Mulai ketakutan disitu. Untung di bawah gak basah. Ada apa ya? wah bagaimana ini? dan segudang pertanyaan kawatir. Takut nya jadi apa2 sama si Endry nantinya.
Beberapa waktu kemudian kami ketemu Endry. "Ndry kemarin lu dicari bapak preman Johar itu, ada apa sih." seorang temen bertanya. ''Gak ada apa apa", kata Endry. ''Tapi kayaknya dia marah marah sambil bawa anaknya loh", yang lain ikut berkomentar. Wah ada apa nih, ikutan bingung si Endry.
Ya udah kita berdoa aja, serahin ama Tuhan, gak mungkin lah gara gara ini pelayananan kita berhentikan.
Akhirnya, acara tiap minggu di pasar Johar tetap dilaksanakan. Kali ini Endry ikut. Hal yang sama terulang lagi. Preman itu datang lagi, petantang petenteng bawa anaknya langsung menyeruak ditengah kerumunan anak anak.
"Mana yang namanya Endry,... mana dia?" kata si bapak. Semua temen2 terus terang agak takut, maklum banyak juga pembina kami yang cewek cewek juga. Gak ada yang berani jawab kalau Endry ada disitu.
"Mana????" teriak si Preman.
Sedikit lama, akhirnya dengan agak takut Endry maju, "Mmm,..Saya yang nama nya Endry pak." katanya.
"Oo kamu to yang namannya Endry," suara serak si preman. Matanya liat dari atas kebawa. Melotot.
"Sini kamu." bentak nya.
Hening. Jarum jatuh aja kedengaran. Jantung berdetak. tak tak tak. (dengan musik sedikit horor, kayak film,... eh ini beneran terjadi loh)
Mau diapain nih,..
Tiba tiba si Preman brewok ini bersabda
'Ini anak saya, tolong dibina ya....biar dia jadi orang baik." Kata si bapak, tetap dengan suara serak khas preman plus mata masi melotot.
GEDUBRUUUUUAAAAAKKKK
Loh???????????
he he he..... Walah walah walah,.....
Bewok bewok.
Beberapa temen pada ngumpat dalam hati. Kirain ada apa. Mau minta anak nya di ajarin baca tulis to. Gak usah pake "Intimidasi" segala. Ah, itu kan perasaan mu aja. Siapa suru juga gak tanya dari awal kan.
Ternyata penampilan preman, suara serak, tato, tentu saja mata melotot (di kemudian hari kami baru tau kalau mata nya memang kayak gitu, bukan dibuat agar keliatan lebih sangar, he he he), belum tentu mencerminkan hal yang sebenarnya.
Banyak kejadian, kelihatan nya rapi, bersih, dasi, abis mandi,.... tapi tenyata malah copet.
Yang lebih heroik lagi, rapi, baju mahal, jam rolex,.... eeeee, ternyata hasil korupsi.
Jadi,... akhirnya, jangan terburu buru dalam mengambil kesimpulan tertentu atas orang lain hanya berdasar pada penampilan belaka.
Aduh, si bapak,,..... Wajah teroris, hati romantis.....................................
Pepatah orang bijak : "JANGAN MENILAI BUKU HANYA DARI SAMPULNYA"
Tetap suka cita selalu,...
@vicksion, heeeh deh
salam kenal vick,
salut untuk kmu dan tim yg mw mlayani spt itu, itu yang lebih berdampak dibanding khotbah ttg doktrin yang ga mendarat,
emg bener tuh jangan nilai org dri luarnya, bisa kecele
salam
In reply to @vicksion, heeeh deh by greeny
PermalinkKotbah doktrin yang tidak mendarat
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan siapakah yang salah, pengkotbahnya atau yang dikotbahi? Saya setuju bila yang pertama kali harus didudukkan di kursi terdakwa adalah pengkotbahnya.
Seorang pendeta pasti pandai berkotbah tentang doktrin dengan puluhan ayat rujukannya. Saking asyiknya memamerkan ilmunya, ia lupa menjelaskan kegunaan doktrin itu dalam hidup keseharian jemaatnya. Contohnya tentang Allah Tritunggal. Yang kita tahu doktrin ini hanya dipraktekkan dalam sebuah doa. Tetapi bagaimana meng-aplikasi-kannya waktu kita bekerja?
Kita sudah membaca perdebatan sengit (mana yang lebih benar) di sini tentang free will versus predestinasi (kedaulatan Tuhan). Mengapa 2 doktrin ini dipertentangkan? Karena doktrin ini memberi dampak kepada perilaku kita sehari-hari. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita telah mengerti aplikasi doktrin ini dalam keseharian kita? Dalam pemberitaan Injil, bila kita memegang doktrin predestinasi, kita akan memberitakan Injil kepada seseorang dan kemudian meninggalkannya karena ia menerima Yesus atau tidak, itu urusan Tuhan. Sebaliknya bila kita memegang free will, kita akan berulang kali menemui orang itu dan terus membimbingnya sampai ia menerima baptisan. Jika kita menerima predestinasi yang menyatakan bahwa kita telah dipilih-Nya sebelum kita lahir, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah “apa indikasinya sehingga saya bisa meyakinkan diri bahwa saya adalah orang pilihan Allah?”
Wow, saya pintar ya. Tidak! Pengetahuan itu datang karena gereja saya akhirnya menyadari sebagian besar jemaatnya tidak pernah menganggap perbedaan doktrin sebagai sesuatu yang penting. Bahkan saya sendiri ikut-ikutan bingung dan sering bertanya, “Sebenarnya gereja kita ini ikut aliran Bu Tong Pay atau Siauw Liem Sie?” Lalu gereja menyelenggarakan pendidikan teologi untuk kaum awam. Di sinilah saya belajar berbagai doktrin yang selalu “didaratkan” oleh pengajarnya, baik doktrin yang dipegang oleh gereja kami atau pun yang ada di gereja lain. Bukan untuk dipertandingkan tetapi untuk diperbandingkan sehingga kami tahu doktrin gereja kami juga ada kekurangannya.
Sampai di sini, kita bisa menyeret jemaat ke kursi terdakwa. Jika tidak mengerti mengapa tidak mau belajar? Jemaat percaya Yesus bangkit dari kematian. Tetapi mengapa dalam hidup keseharian ada dari mereka yang melihat Yesus masih berada dalam kubur? Kita memegang sebuah paradoks: memercayakan hidup setelah kematian ke dalam tangan Yesus sambil memercayakan hidup kekinian kepada kuasa lain.
Jadi, bila kita tidak bisa menghadiri acara-acara pendidikan teologi, apakah masih berguna kotbah Minggu yang begitu-begitu saja? Sering sewaktu mendengarkan kotbah kita lebih sibuk menganalisa kotbah itu. Bila kotbah itu diibaratkan sepotong daging, kita meletakkannya di atas meja untuk mencermati tingkat kesegarannya, adakah mengandung virus flu babi, apakah berasal dari hewan yang sakit dan kita mengirisnya tipis-tipis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kesibukan ini membuat kita tidak berselera menyantapnya sehingga kita keluar dari gedung gereja dengan perut yang masih kosong.
Padahal para penyantap daging yang tidak berkwalitas prima ini mendapat kekuatan untuk melakukan kegiatan pengajaran – persekutuan – pemberitaan – diakonia yang mencengangkan banyak orang. Dan Samuel Vicksion termasuk di dalam kelompok ini.
Salam
In reply to Kotbah doktrin yang tidak mendarat by Purnomo
Permalink@pak Pur: khotbah doktrin yg tidak mendarat
hai Pak Pur,
ternyata comment saya ttg khotbah doktrin yang tidak mendarat, dapat respon yang puanjang lebar :)
tapi jujur loh, maksud comment itu bukan mw mengatakan doktrin itu ga penting. kalau cuma aksi tanpa pijakan kebenaran juga , sama saja seperti layangan yang putus.
jadi dalam hal ini, masalahnya bukan ttg siapa yang mendakwa atw siapa yang terdakwa, lebih kepada himbauan aja. di samping penting bertumbuh dalam doktrin yang benar, juga perlu diperhatikan pengejewantahannya dalam hidup sehari-hari. jadi ada keseimbangan gitu.
salam
In reply to @vicksion, heeeh deh by greeny
Permalink@ Purnomo, Kita Hanya Penabur
Kita sudah membaca perdebatan sengit (mana yang lebih benar) di sini tentang free will versus predestinasi (kedaulatan Tuhan). Mengapa 2 doktrin ini dipertentangkan? Karena doktrin ini memberi dampak kepada perilaku kita sehari-hari. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita telah mengerti aplikasi doktrin ini dalam keseharian kita? Dalam pemberitaan Injil, bila kita memegang doktrin predestinasi, kita akan memberitakan Injil kepada seseorang dan kemudian meninggalkannya karena ia menerima Yesus atau tidak, itu urusan Tuhan. Sebaliknya bila kita memegang free will, kita akan berulang kali menemui orang itu dan terus membimbingnya sampai ia menerima baptisan. Jika kita menerima predestinasi yang menyatakan bahwa kita telah dipilih-Nya sebelum kita lahir, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah “apa indikasinya sehingga saya bisa meyakinkan diri bahwa saya adalah orang pilihan Allah?”
Mas Purnomo, bila memahami ajaran predestinasi dengan benar, maka kita SADAR bahwa kita hanya penabur alias petani UPAHAN. Yang harus kita lakukan hanya menabur dan mengurus tanah itu sebaik mungkin namun tidak bertanggung jawab bila benih itu mati karena PERUNTUKANNYA tidak COCOK.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
kecopetan di pasar johar
ha ha ... ada-ada saja memang tu pasar johar. ibuku pernah dicopet dompetnya lho pas mau kulakan kain buat persenan bakul2nya. jadi pas sampe di kios kain jadi melongo ... untung belum sempet milih-milih kain.
Eha
trims,..
@ Greeny.
Salam kenal juga deh,.. Kayak nya sama sama penting kalee. doktrin juga penting. Aku sebenarnya mau nyumbang tulisan tentang doktrin, tapi di sini banyak pakar pakar n suhu suhu nya... he he he he. Dibanding gw, mereka jauh kebih hebat,..... Gw juga jadi nambah wawasan pengetahuan.
@ Evylia....
ha ha ha. kalau mau saya bantu carikan,.. tapi kayak nya sisa dompetnya aja.... Ynag penting bakul nya gak demo kan??????
In reply to trims,.. by vicksion
Permalink@vicksion: siapa bilang ga penting?
mengenai doktrin, siapa bilang ga penting?
coba deh dibaca lagi comment saya baik baik :), maka akan ketahuan maksud saya yg sebenarnya apa.
apa vicksion ngerti dengan maksud saya, khotbah doktrin yang tidak mendarat?
khotbah doktrin yang tidak mendarat itu mencakup :
1. khotbah yang hanya menyentuh soal nanti bukan kekinian. kecendrungannya akhirnya kering karena tidak bersinggungan dengan kehidupan nyata saat ini
2. Khotbah yang kecendrungannya bicara soal apologetika apologetika produk masa lalu (ini tetap penting), tetapi dengan melupakan di mana zaman kita berpijak saat ini, lagi lagi hanyalah sebuah pelajaran sejarah, tak lebih dari itu. tak mendarat di dlm hidup saat ini
3. kalau doktrin, akhirnya hanya berhenti di level perdebatan, pendapatnya si anu atau si ini, tanpa memahami esensi dasarnya. maka itulah yang saya maksud dengan khotbah yang kering
konklusinya :
doktrin berdasarkan Firman Tuhan itu penting, dan seharusnya berlanjut menjadi dasar pijakan untuk aksi yang mendunia :)
salam
In reply to @vicksion: siapa bilang ga penting? by greeny
Permalinkmaap
ya maap,.. gw terlalu cepat menyimpulkan.
Kalau itu ternyata maksudnya, aku setuju banget,...
salam juga
DOKTRIN dan ANAK2 PASAR JOHAR...
Ya kalo kata HAI-HAI tadi terserah TUHAN mau pilih siapa itu sih ada benernya juga. Cuman aku sendiri ngerasain, yang namanya KASIH itu ya memang KASIH. Maka dari para Pakar akan timbul pertanyaan, Kasih yang mana dulu? bener gak Kasih mu itu? timbul lagi... Landasan dasar Kasih mu bener gak Kasih yang seperti Alkitab? timbul lagi... ayat yang mana? oh tafsiran ayat ini begini tentang Kasih. timbul lagi...ohhh kalo Kasih harus bener dulu dasar nya, Doktrin ini. timbul lagi.... jadi kalo mau melakukan kasih yang bener, harus tau dulu dasar doktrin ini..., ada yang yang menyahut, tidaaakkk..doktrin ini lah paling benar karena berkata bla bla bla,,jadi KASIH yang benar ini begini.
Naaaahhhh,,,karena jadi bingung maka masalah doktrin harus diselesaikan dulu tho? yah udah tungguin dulu aja ratusan tahun nanti MUNGKIN akan selesai, baru kita bisa melakukan KASIH yang benar yang dari dasar DOKTRIN yang BENAR.
Menurut aku PRIBADI tugas kita kan mengasihi dan JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURID KU, bukan nya "tidak urusan lu orang pilihan atau tidak." Jadi kalo mau terus menerus dan membimbing orang sampe pembabtisan itu baik. Toh memang banyak sekali kasus dan fakta2 dari pembimbingan ini lah akhir nya orang menerima YESUS, termasuk saya sendiri mengalaminya. Dari perjuangan yang didasari kasih ini lah kita lebih bisa merasakan kasih TUHAN juga kepada kita, dan kita lebih memiliki "arti hidup" di dalam TUHAN.
Banyak doktrin yang diperdebatkan dan gak selesai2 ratusan tahun, kalo cuman mikirin itu mungkin nanti ratusan tahun lagi baru akan selesai, wong bukti nya ini udah ratusan tahun gak selesai2. Kalo cuman mikirin perdebatan2 itu, lalu iman bisa goyang sana goyang sini ratusan tahun gak kelar2 dan mikirin kebenarannya yang mana...duuhhhh kasian anak2 mu yang di pasar JOHAR itu. Mereka kan idup cuman puluhan tahun, gak mungkin nungguin ratusan tahun lagi sampe masalah doktrin selesai duluan. Lagian FAKTA yang aku alami banyak sekali orang2 yang percaya YESUS tanpa bisa ber intelek se dalem doktrin ini dan itu. Bukan nya mereka tidak mau belajar, tapi memang bukan kapasitas nya untuk segitu. Dan tak pikir2 lagi...kalo mau mengembangkan hanya kapasitas intelek mereka sampe segitu... kasian anak2 PASAR JOHAR yang laen nya juga. Jangan kan anak2 PASAR JOHAR, orang2 yang di greja pun banyak yang gak tau sedalam2 apa tentang doktrin. Bahkan kita intelek di SS ini pun yang sudah ngomong banyak tentang DOKTRIN masih kalah sama buanyaaakkkk orang yang lebih ahli dalam bidang ini. Jadi apa kita hidup cuman mau ngurusin hal ini aja sapai habis???? Kalo ada yang memang terpanggil untuk itu ya silakan hehehe... tapi tidak semua orang seperti itu, karena FAKTA nya banyak sekali yang membutuh kan kita lebih dari sekedar menjadi "INTELEK"....
Buanyak orang2 yang tidak terjangkau oleh KASIH KRISTUS...
Jadi aku setuju dengan yang VIKSION buat dan gue suka gaya lo... maju terus. Jangan jadi goyah karena doktrin2 tertentu, iman-pengharapan-kasih, yang terbesar adalah kasih.
so...tetep berjuang bro !!! Kita boleh berpikir tentang itu. Tapi gak semua orang hidup hanya untuk menyelesaikan hal2 seperti itu saja.Biar para pakar yang menyelesaikan nya dulu masalah doktrin itu, kita tunggu saja nanti kalo "sudah di sorga" kita lihat dari atas kapan masalah doktrin itu kelar hehehehe
Kalo aku mo ikut2 an menyelesaikannya, aku rasa masih banyak lawan bicaraku yang lebih ekspert dari aku di luar sana dengan segudang pengetahuan dan bukti yang kalo aku mau capai butuh puluhan tahun dulu belajar dan menghabiskan sisa hidup ku untuk bisa menyamai mereka. So...aku tetap memilih sebagaian besar hidup ku untuk "ANAK2 PASAR JOHAR"
DAN-DAN
saya suka bebek panggang...
@vicksion;salam kenal ye...
Mulai dari 2002 di pasar johar, smrg, trus masih di sana saja ya pelayanannya sampe sekarang? Apa juga ada penjangkauan ke simpang lima ya? Sebab saya sewaktu di semarang juga pernah di simpang lima kasih tahu Injil ke orang-orang.
Terus beritakan Injil dan pastikan muridkan mereka ya dgn baik...Great lah!
In reply to @vicksion;salam kenal ye... by ground
PermalinkSimpang lima
Tidak di Johar terus. Ada juga di tugu muda, pasar bulu, peterongan, dan lampu merah gayam. Juga ada pelayanan rumah singgah,...
Untuk yang simpang lima, secara khusus kami tidak terjun langsung kesana. Sebab simpang lima hanya tempat berkumpulnya anak2 jalanan semarang. apalagi sabtu dan minggu. Tapi hari2 biasa mereka kembali ke "titik" dimana komunitas lampu merah mereka. Yang di peterongan kembali ke peterongan, lapangan banteng kembali kesana dan lain2.
Banyak anak2 johar(yang kami layani)juga pergi ke simpang lima, tapi tetap kembali ke johar lagi.
Arti nya, disimpang lima, pergerakan anak2 jalanan sangat cepat. sekarang ada besok nya ilang. begitu juga seterus nya. Jadi kami berpikir alangkah lebih baik kalau kami langsung jangkau ke "kantong"2 nya langsung. Selain dapat bisa lebih kenal mereka, kita bisa tetap ketemu mereka secara kontinyu.
Johar contohnya, merupakan salah satu penyetor anak jalanan terbesar di simpang lima. Dan merupakan salah satu kontong nya anak jalanan semarang.
In reply to @vicksion;salam kenal ye... by ground
Permalink@Ground. kenalkan..
boleh kenalan ground?
kamu udah bisa lacak link-ku dengan mudah kok..
GBU
passion for Christ, compassion for the lost
In reply to @Ground. kenalkan.. by iik j
Permalink@iik j; boleh-boleh sajalah...:)
yang ini saya gak ngerti: link yg mana ya? he he he....
Kerja di sekitar area simpang lima juga ya? Sudah hampir 4 thn saya tidak ke semarang lagi.....entah kapanlah. Kalo sebelumnya bisa 2-3 kali setahun.