Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Suatu permenungan: Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal

victorc's picture

Suatu permenungan: Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. 

 Victor Christianto

 


Teks: Yohanes 14:1-2

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah , percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”

  

Shalom aleikhem, 

Bapak ibu dan para sahabat terkasih, mungkin akhir-akhir ini kita mendengar berbagai berita yang dapat mengecilkan hati, misalnya rumor bakal ada market crash, atau di tahun 2022 bakal ada taper tantrum dsb.

Pagi ini, ketika membaca teks Yohanes 14 ini, penulis merasa begitu dikuatkan oleh janji-janji Tuhan Yesus dalam FirmanNya yang hidup.

 

Catatan awal

Memang Injil Yohanes kerap digolongkan sebagai kitab Injil yang agak berbeda dari ketiga Injil Sinoptik. Kalau Injil Sinoptik umumnya dianggap lebih merupakan catatan historis-teologis oleh para murid, maka Injil Yohanes lebih bersifat teologis, bahkan kerap dituduhkan kitab tersebut dipengaruhi oleh filsafat Helenisme (Catatan: yang berpandangan begitu, mungkin secara serampangan menganggap kata "Logos" dalam Yoh. 1:1 mungkin dipengaruhi oleh pemikir Helenis) .

Namun sebenarnya tidak demikian, karena ada juga teolog yang mengulas latar Yahudi yang kuat di balik Injil Yohanes. Lihat (1).

Selain itu, memang Injil Yohanes ini padat dengan permenungan teologis yang mendalam. Tidak saja pada bagian prolegomena (pembukaan bab 1), namun hampir seluruh pasal dalam Injil Yohanes banyak berisi percakapan yang mendalam antara Yesus dan orang-orang Yahudi, dengan Nikodemus dll.

 

Janganlah gelisah hatimu

Ayat pembuka dalam Yohanes 14 sangat tepat di tengah situasi pandemi yang berkepanjangan ini. Tuhan Yesus memberikan janji penyertaan kepada semua murid-Nya di mana pun berada, bahkan di tengah situasi yang bagi kita seperti lorong yang tidak ada ujungnya.

 

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal

Suatu ayat yang memberikan pengharapan yang besar bagi kita semua. Dan sekaligus juga Kabar Baik bagi Anda semua para pengungsi (refugee), para manusia perahu yang bertaruh menghadapi bahaya badai, perahu karam dsb demi suatu tempat yang lebih baik. Bahwa Bapa di surga memberikan harapan akan masa depan.

Pada dasarnya ayat ini menyatakan “Masa depan sungguh ada bagi orang-orang yang berharap kepada Tuhan.

 

Lalu mungkin ada yang bertanya: di manakah tempat tinggal kekal yang dijanjikan Tuhan tersebut?
Memang di antara fisikawan, ada yang berspekulasi bahwa kemungkinan surga itu ada di salah satu exo-planet di rasi Andromeda. Karena kabarnya ada petunjuk/dugaan adanya suatu peradaban maju di sana, yang penduduknya begitu maju sehingga tidak ada sakit penyakit dan bahkan mereka dapat mencapai usia 2000 tahun.

Kelihatannya mirip dengan Kerajaan seribu tahun ya?

 

Namun menurut keyakinan penulis, hal-hal baik yang Tuhan janjikan itu lebih dari sekadar peradaban maju tanpa sakit penyakit. Namun melebihi dimensi fisik semata, namun berdimensi spiritual.

Kalau menilik ungkapan masyarakat Jawa, dahulu orang-orang tua kita kerap mengatakan “urip kuwi mung mampir ngombe.”

Artinya, bagi mereka hidup itu sangat sementara sifatnya, lebih mirip dengan mampir minum, lalu kita akan melanjutkan perjalanan.

 

Lalu perjalanan ke mana?

Seorang sahabat menyatakan bahwa orang-orang tua di Jawa juga memiliki ungkapan, kalau misalnya ada yang menanyakan kepada mereka kapan mereka akan dipanggil Tuhan (meninggal), mereka akan menjawab : “Durung, omahku durung dadi.’ (Bhs Indonesia: "Belum, rumahku belum selesai.')

Artinya ada suatu kesadaran yang kuat bahwa mereka akan dipanggil menghadap Tuhan kelak kalau rumah yang disediakan Tuhan dalam kekekalan sudah siap.

Mari kita menghadapi segala permasalahan hidup dengan gembira dan tabah, karena kita yakin bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali segera setelah rumah kita di surga telah siap.

 

Pertanyaan untuk kita renungkan
Pertanyaan yang harus kita tanyakan: Bagaimana dengan tabungan saya di surga? Apa yang sudah saya lakukan untuk menyenangkan Bapa di surga?

Karena prinsipnya sederhana saja, mereka yang mengasihi Bapa tentunya akan berusaha keras melaksanakan segala perintah Bapa. Dan kepada mereka yang setia dan terus mengarahkan harapannya kepada masa depan yang dijanjikan tersebut, yang akan menerima upah mereka kelak dalam kekekalan. 

Karena ada tertulis : “Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada.”

Jadi, selagi masih ada waktu, dan selagi Tuhan masih memberi kita nafas hidup, marilah kita berupaya hidup sedemikian sehingga membuat Bapa di surga tersenyum. Itulah makna menyenangkan hati Bapa.

 

Tuhan memberkati Anda semua.

 

Versi 1.0: 25 September 2021, pk. 14:51

Versi 1.1: 25 September 2021, pk. 19:42

VC

 

Bacaan:

(1) Eli Lyzorkin. The Jewish Gospel of John. (available online) 

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.