Submitted by Kejarlah Kasih on

Hai suami, tunduklah kepada isterimu!

 

Tunduk kepada isteri adalah prinsip penting. Suami perlu mengingat dan melakukan prinsip ini kalau mau berbahagia dalam hidup pernikahan. Suami perlu tunduk kepada isterinya.

 

Rela menerima asuhan isteri. Bersedia merendahkan diri terhadap isterinya. Bersedia taat dan takluk kepada isteri. Mendengarkan kehendak dan kepentingan isterinya. Suami tidak boleh senantiasa melawan isterinya dan tidak boleh selalu mengambil keputusan seorang diri dan semaunya sendiri saja. Suami tidak boleh sok berkuasa dan selalu mau menang sendiri.


Hai suami, tunduklah kepada isterimu!

 

Tunduk kepada isteri adalah prinsip penting. Suami perlu mengingat dan melakukan prinsip ini kalau mau berbahagia dalam hidup pernikahan.

 

Tunduk kadang diartikan sebagai taat, merendahkan diri, takluk, ada dalam asuhan/tanggung jawab. Sementara tidak tunduk berarti tidak taat, tidak merendahkan diri, tidak takluk, tidak ada dalam asuhan/tanggung jawab.

 

Suami perlu tunduk kepada isterinya. Rela menerima asuhan isteri. Bersedia merendahkan diri terhadap isterinya. Bersedia taat dan takluk kepada isteri. Mendengarkan kehendak dan kepentingan isterinya.

 

Suami tidak boleh senantiasa melawan isterinya dan tidak boleh selalu mengambil keputusan seorang diri dan semaunya sendiri saja. Suami tidak boleh sok berkuasa dan selalu mau menang sendiri.

 

Mungkin ada para suami dan isteri yang tidak setuju dengan judul artikel ini. Saya memakluminya karena banyak yang mengajarkan bahwa tunduk itu adalah kewajiban para isteri. Isteri wajib tunduk kepada suaminya seperti ada tertulis di Efesus 5:22.

 

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan Efesus 5:22 [TB]

 

Maksud ayat itu ialah hubungan jemaat dengan Kristus. Isteri perlu tunduk kepada suaminya sama seperti kepada Tuhan. Tubuh perlu tunduk kepada roh dalam segala hal. Kita perlu mengasihi, merawat dan menjaga tubuh sendiri dan tubuh anak-anak manusia lainnya sebagai bagian dari tubuh Kristus. Tubuh perlu menghormati Kristus sebagai kepala. Sampai tiba waktuNya bagi manusia untuk meninggalkan bumi beserta tulang dan dagingnya, untuk dilahirkan kembali dengan mengenakan tubuh sorgawi yang tidak dapat binasa, pergi dalam awan-awan dan selalu bersama-sama dengan Tuhan. Sesungguhnya Rasul Paulus sedang berbicara mengenai kesatuan Kristus dan jemaat, rahasia besar.

 

Tetapi, meskipun Efesus 5:22 tetap mau dipahami sebagai pengaturan dalam hubungan antara suami dengan isterinya, ayat itu tidak mungkin menghilangkan kewajiban suami untuk tunduk kepada isterinya. Suami perlu tunduk kepada isterinya!

 

Logikanya sederhana. Perintah kepada isteri tidak menghilangkan perintah kepada suami, demikian pula sebaliknya.

 

Setiap suami diberi perintah untuk mengasihi isterinya. Apakah perintah kepada suami lalu meniadakan kewajiban isteri untuk mengasihi suaminya? Mustahil! Isteri tetap perlu mengasihi suaminya. Perintah kepada suami tidak mungkin menghilangkan perintah kepada isteri. Suami dan isteri mempunyai kewajiban untuk saling mengasihi.

 

Rasul Paulus di 1 Korintus 7:39 berkata, isteri terikat selama suaminya hidup. Apakah lalu berarti suami tidak terikat? Suami bebas? Mustahil! Suami juga terikat selama isterinya hidup. Perintah kepada isteri tidak mungkin meniadakan kewajiban suami. Suami dan isteri saling terikat selama pasangannya hidup.

 

Prinsip yang sama juga berlaku dalam hal tunduk. Kewajiban isteri untuk tunduk kepada suami tidak menghilangkan kewajiban suami untuk tunduk kepada isterinya. Suami mempunyai kewajiban untuk tunduk kepada isterinya. Hai suami, tunduklah kepada isterimu!

 

Ragu-ragu? Mari baca ulang Efesus 5 dengan cara yang berbeda.

 

Untuk menghormati Kristus, hendaklah kalian tunduk satu sama lain. Istri, tunduklah kepada suamimu, seperti kepada Tuhan Efesus 5:21-22 [BIS]

dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Efesus 5:21-22 [TB]

 

Tunduk satu sama lain atau saling tunduk atau saling merendahkan diri. Suami tunduk kepada isteri dan isteri tunduk kepada suami. Suami dan isteri saling merendahkan diri supaya dapat saling melayani.

 

Suami dan isteri saling tunduk kepada pasangannya. Saling menundukkan diri sendiri karena menghormati Kristus. Saling tunduk supaya tidak ada yang mengangkat kepala untuk meninggikan dirinya sendiri dan kemudian berlaku seperti TUHAN terhadap pasangannya.

 

Dalam bidang tertentu isteri perlu tunduk kepada suami, dalam bidang yang lain suami perlu tunduk kepada isterinya.

Ada waktu isteri tunduk kepada suaminya, ada waktu suami tunduk kepada isterinya.

Dalam banyak hal, suami dan isteri perlu tunduk kepada kesepakatan bersama.

Pada akhirnya suami dan isteri saling merendahkan diri untuk kebaikan bersama.

Semua dilakukan karena kasih, untuk menghormati Kristus.

 

Hai suami, tunduklah kepada isterimu!

 

Isteri setara dengan suaminya karena itu isteri disebut sebagai teman suami. Teman, bukan pelayan apalagi budak!

 

Suami yang tidak pernah mau tunduk, melainkan hanya menuntut isterinya untuk tunduk, pasti tidak sedang memperlakukan isterinya sebagai teman. Kemudian seiring perjalanan waktu, perlahan-lahan suami tersebut akan kehilangan hormat kepada isterinya sebagai teman pewaris anugerah kehidupan sejati. Suami seperti itu doanya akan terhalang.  

 

Untuk menghormati Kristus, hendaklah kalian tunduk satu sama lain. Efesus 5:21 [BIS]

 

Hai suami, tunduklah kepada isterimu! Hai isteri, tunduklah kepada suamimu!

 

Bagaimana kalau ada yang tidak mau menundukkan dirinya sendiri? Maka kita boleh mencoba menundukkannya, tetapi hanya melalui kasih. Carilah cara dan latihlah diri sendiri untuk menjadi lebih baik dan sedapat mungkin bantulah dia. Kasih tidak mencari kepentingan diri sendiri saja tetapi mengusahakan kebaikan bersama. Kasih tidak pernah gagal.

 

Saling merendahkan diri supaya dapat saling melayani adalah bagian dari saling mengasihi diantara suami isteri, saling mengasihi diantara sesama manusia. Jalan untuk menjadi sempurna seperti Bapa.