Submitted by Kiem on

Salam Damai Sejahtera bagi kita semua yang sempat membaca blog ini,

Selamat Hari Natal 25 Desember 2009 dan menyongsong Tahun Baru 2010 yang penuh harapan.

Blog ini merupakan komentar pada blognya Sdr. Iik J DISINI, sengaja diangkat menjadi blog tersendiri, agar lebih banyak menjangkau pembaca SS.

Komentarnya Iik yang cukup tanggap pada situasi  :

Padahal menurutku, Alkitabnya, tulisannya sama, trus 'katanya' Tuhan Yesus Kristusnya sama, harusnya kalau 'patokannya' sama, dan semua orang nurut pada 'patokan' itu, berarti nggak usah berantem dan terbagi-bagi kayak gini to ya? Ha ha ha...

Komentarnya Kiem :

Hal ini juga yang saya kritisi dalam tulisan saya KLIK DISINI bahwa tubuh Kristus terpecah-pecah.

Yesus sebagai kepala Gereja sudah ingin sekali segera datang untuk menjemput Tubuhnya (UmatNya).

Sayang sekali tubuh itu masih tercerai berai, sehingga tidak ada tempat bagi Yesus untuk masuk sebagai kepala. Seandainya TubuhNya sudah menyatu, maka Yesus sebagai kepala akan segera datang.

Matius  8 :20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Adapun sumber perpecahan itu, antara lain :

1. Tidak patuh pada Tuntunan Roh Kudus (berpedoman pada pengertiannya sendiri)

Dalam hal memahami serta mengartikan Alkitab, beberapa hamba Tuhan tidak patuh pada tuntunan Roh Kudus, yang merupakan satu-satunya sumber Wahyu dalam penulisan Alkitab.

Seharusnya, jika pengertian mengenai Ayat Alkitab benar-benar diilhamkan oleh Roh Kudus, atau dengan kata lain, jika benar-benar hasil doa (bukan hasil analisa pikiran sendiri), maka dapat dipastikan aliran-aliran yang munculnya dari perbedaah pengertian tidak akan muncul lagi.

Kalau kita percaya bahwa Alkitab itu merupakan wahyu dari Roh Kudus kepada penulisnya, dan pengkotbah percaya bahwa pengertian yang sama dengan penulis Alkitab akan diberikan kepadanya oleh Roh Kudus, dan pada saat menyampaikan (mengkotbahkannya) terlebih dahulu berdoa juga agar Roh yang satu (Roh Kudus) dapat memberi pengertian yang sama kepada sidang Jemaat, maka pengertian akan Firman Tuhan akan sama dengan PENGERTIAN TUHAN.

Orang yang terkena point satu ini akan membuka organisasi gereja yang baru/ memisah, agar bisa lebih leluasa mengajarkan ajarannya yang dianggapnya lebih benar.

2. Merasa hanya dirinya yang dipakai oleh Tuhan, orang lain Tidak

Beberapa hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan pada Jabatan tertentu, misalnya penginjil (yang ditandai dengan karunia mujizat dan Karunia kesembuhan ataupun Karunia Iman), menganggap bahwa hanya seperti dialah yang benar-benar dipakai oleh Tuhan, sehingga jabatan yang lain, misalnya gembala, nabi, dan lain-lain (yang notabene, memiliki karunia yang berbeda, semuanya dianggap bukan yang dipakai oleh Tuhan.

Ini, Ibarat tangan yang berkata kepada kaki : "Engkau tidak berguna..... tidak penting".

I Korintus  12 :15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
 

Maka orang yang berpendapat seperti ini biasanya membuka aliran baru atau organisasi gereja yang baru.

3. Merasa bisa hidup melayani Tuhan walaupun dengan cara terpisah dari yang lain

Banyak penginjil beraktivitas sendiri tanpa tergembala dengan baik (Tidak membutuhkan GEMBALA), bahkan berusaha menggembalakan domba-domba hasil penginjilannya sendiri, bahkan DENGAN CARANYA SENDIRI. Padahal cara yang diterima dari Tuhan (Keahlian yang diterimanya dari Tuhan) adalah untuk memenangkan jiwa, sedangkan cara untuk menggembalakan (memelihara domba), dia tidak memeliliki, sebab hal itu diberikan kepada yang lain (GEMBALA).

I Korintus  12 :21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau."

4. Memiliki Visi sendiri dalam pelayanan /Tidak mematuhi Visi Tuhan

Visi sendiri, misalnya ingin jadi Pimpinan Puncak, ingin terkenal, ingin kaya (dari perpuluhan), ingin ini dan itu.....

Visi Tuhan yang seharusnya DIPATUHI OLEH SETIAP PELAYAN TUHAN adalah Pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna, menjadi tempat meletakkan Yesus menjadi kepala (dalam Perkawinan Anak Domba).....

Apa itu?

yaitu Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang-Orang Kudus. (sebagaimana dalam Penggala ketiga dalam Pengakuan Iman Rasuli).

Seharusnya :

Kita harus rela melepaskan Visi dan Misi Pribadi dalam pelayanan kita, dan harus : MEMATUHI TUNTUNAN ROH KUDUS, MENGHARGAI JABATAN LAIN DARI TUHAN, TETAP MEMBUTUHKAN JABATAN YANG LAIN DALAM TUBUH KRISTUS DAN MEMATUHI VISI TUHAN.

Efesus 4 : 11 - 16

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kitalah yang seharusnya berusaha mempercepat kedatangan Tuhan

II Petrus  3 : 9 - 15

3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Jika Tuhan belum juga datang karena TubuhNya belum siap, anggaplah sebagai mkesempatan bagi kita untuk selamat, untuk masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus (sebagaimana ayat 15 diatas).

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by Adrina on Wed, 2009-12-23 15:34
Permalink

Jika Tuhan belum juga datang karena TubuhNya belum siap, anggaplah sebagai mkesempatan bagi kita untuk selamat, untuk masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus (sebagaimana ayat 15 diatas).

"Kesiapan" dari jemaat, bukan syarat dari kedatangan Tuhan.

Tuhan bisa datang kapan saja sesuai dengan rencananya, tak perduli manusia itu sudah siap atau belum.

Yang terpenting bagi kita adalah PERCAYA pada Tuhan Yesus Kristus, kalau kita mau selamat dari murka-Nya.

Submitted by Kiem on Wed, 2009-12-23 16:15
Permalink

Salam Sdr. Adriana

Selamat Natal dan Selamat menyongsong Tahun Baru

Adriana menulis :

Tuhan bisa datang kapan saja sesuai dengan rencananya, tak perduli manusia itu sudah siap atau belum.

Kiem menjawab :

Tuhan itu datang kembali untuk menjemput umatNya.

Umatnya dijemput, bukanlah asal masuk sorga saja, tetapi di sorga nanti akan menikah dengan Yesus (Perkawinan Anaka Domba), dimana Yesus sebagai mempelai Laki-laki, dan Gereja yang Kudus dan Am sebagai mempelai perempuan (atau dengan istilah PENYATUAN ANTARA TUBUH DENGAN KEPALA, dimana Suami sebagai kepala dan istri sebagai tubuh).

Namanya saja gereja yang Kudus dan Am, maka jemaat yang tidak kudus tidak ikut masuk didalamnya.

Kekudusan inilah menjadi salah satu faktor KESIAPAN, dimana jika sudah kudus, maka batas/jarak  antara sesama angota tubuh tidak ada lagi, dengan kata lain, sudah menyatu. Kalau tidak menyatu, berarti tubuh belum terbentuk.

Sebenarnya, dalam 2 Petrus 3 : 9 - 15 itu sudah jelas dikatakan, bahwa yang menunda kedatangan Tuhan adalah kesatuan TubuhNya

II Petrus  3 : 9

3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Persyaratan orang-orang kudus yang yang melayani UNTUK KESATUAN TUBUH KRISTUS, sudah jelas dalam Efesus 4 : 11 - 16 tadi.

Efesus 4 : 11 - 13

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Pada ayat 15, jelas bahwa tujuan pelayanan itu adalah untuk pembentukan Tubuh Kristus, bukan mencari Popolaritas, bukan mencari nama atau Uang.

Semoga jawaban saya bisa memuaskan.

Tuhan Yesus memberkati.

Submitted by alvarez on Tue, 2010-02-16 00:42

In reply to by Kiem

Permalink

Kiem bernubuat :

2. Merasa hanya dirinya yang dipakai oleh Tuhan, orang lain Tidak

Beberapa hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan pada Jabatan tertentu, misalnya penginjil (yang ditandai dengan karunia mujizat dan Karunia kesembuhan ataupun Karunia Iman), menganggap bahwa hanya seperti dialah yang benar-benar dipakai oleh Tuhan, sehingga jabatan yang lain, misalnya gembala, nabi, dan lain-lain (yang notabene, memiliki karunia yang berbeda, semuanya dianggap bukan yang dipakai oleh Tuhan.

Ini, Ibarat tangan yang berkata kepada kaki : "Engkau tidak berguna..... tidak penting".


Kiem MENENTANG NUBUATANNYA SENDIRI :

http://www.sabdaspace.org/doa_pagi_yang_nikmat#comment-52390

Pendapat ini keluar dari pikiran saya sampai saya berumur 35 tahun, karena sampai umur 35 tahun, saya adalah aktivis gereja protestan (yang menurut orang paling suci, tetapi menurut saya paling munafik), karena "melayani" tanpa kekuatan/kemampuan dari Roh Kudus, dalam hall ini, saya melayani, semata-mata dengan "kepintaran" saya yang "BODOH" dan "TOLOL", karena saya lahir dengan IQ yang diatas rata-rata.
Kalau saya baca tulisan Mujijat ini, lebih lama lagi, sampai umur 40 tahun.

 

Submitted by Kiem on Tue, 2010-02-16 09:53

In reply to by alvarez

Permalink

Salam Damai Sejahtera Sdr. Alvarez.

Alvarez mengomentari :

Kiem bernubuat :

2. Merasa hanya dirinya yang dipakai oleh Tuhan, orang lain Tidak

Beberapa hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan pada Jabatan tertentu, misalnya penginjil (yang ditandai dengan karunia mujizat dan Karunia kesembuhan ataupun Karunia Iman), menganggap bahwa hanya seperti dialah yang benar-benar dipakai oleh Tuhan, sehingga jabatan yang lain, misalnya gembala, nabi, dan lain-lain (yang notabene, memiliki karunia yang berbeda, semuanya dianggap bukan yang dipakai oleh Tuhan.

Ini, Ibarat tangan yang berkata kepada kaki : "Engkau tidak berguna..... tidak penting".


Kiem MENENTANG NUBUATANNYA SENDIRI :

http://www.sabdaspace.org/doa_pagi_yang_nikmat#comment-52390

Pendapat ini keluar dari pikiran saya sampai saya berumur 35 tahun, karena sampai umur 35 tahun, saya adalah aktivis gereja protestan (yang menurut orang paling suci, tetapi menurut saya paling munafik), karena "melayani" tanpa kekuatan/kemampuan dari Roh Kudus, dalam hall ini, saya melayani, semata-mata dengan "kepintaran" saya yang "BODOH" dan "TOLOL", karena saya lahir dengan IQ yang diatas rata-rata.
Kalau saya baca tulisan Mujijat ini, lebih lama lagi, sampai umur 40 tahun.

 

Kiem menjawab :

Saya tidak mengerti komentar anda ini, mohon dijelaskan.

Kemudian terhadap kutipan anda diatas, kenapa anda tidak mengutip komentar saya yang sudah diedit?

Mohon penjelasan anda

Terimakasih untuk itikad baik anda.

Tuhan Yesus mengampuni dan memberkati anda

Submitted by Adrina on Tue, 2010-02-16 13:41

In reply to by Kiem

Permalink

Kiem menjawab :

Saya tidak mengerti komentar anda ini, mohon dijelaskan.

Kemudian terhadap kutipan anda diatas, kenapa anda tidak mengutip komentar saya yang sudah diedit?

Mohon penjelasan anda

Terimakasih untuk itikad baik anda.

Tuhan Yesus mengampuni dan memberkati anda

 

Pak Kiem, si tukang NGIGAU yang selalu NGILER yang bernama Alvarez, tak usah diladeni. Dibiarin aja. Dia tak bermaksud diskusi dengan baik dan jujur, tapi hanya ingin menyerang aliran anda. Dia pikir alirannya sudah benar 100% dan tak perlu lagi di EDIT, makanya dia selalu menyerang anda.

Pak Kiem, tak usah diladeni, kalau anda terus melayaninya, dia akan semakin besar kepala alias SOMBONG. Sadarlah, anda sedang meladeni tukang NGIGAU yang blo'on.

Biarkan saja anjing menggonggong !!!

 

Submitted by alvarez on Thu, 2010-02-18 17:17

In reply to by Adrina

Permalink

Adrina berkata-kata :

Pak Kiem, si tukang NGIGAU yang selalu NGILER yang bernama Alvarez, tak usah diladeni. Dibiarin aja. Dia tak bermaksud diskusi dengan baik dan jujur, tapi hanya ingin menyerang aliran anda. Dia pikir alirannya sudah benar 100% dan tak perlu lagi di EDIT, makanya dia selalu menyerang anda.

alvazez :

Adrina, kalau kamu tolol mbok ya jangan ditunjukkan didepan umum, kasihan ntar nenek moyang kamu yang sudah kamu tetapkan untuk MASUK NERAKA.

Kalau kamu sedikit pintar saja, saya yakin kamu bisa mengetahui bahwa aliran Kiem adalah sama dengan aliran saya, berhubung ngga bisa lebih pinter lagi jadinya ya kayak gini deh, mbok ya tolol jangan dipiara, atau mau kamu turunkan ke anak kamu yg diavatar kamu itu?

Submitted by alvarez on Wed, 2010-02-17 17:22

In reply to by Kiem

Permalink

NABI Kiem bertanya :

Saya tidak mengerti komentar anda ini, mohon dijelaskan.

alvarez menjawab :

Tentu saja saya bisa mengerti jikalau anda sedang kepenuhan roh ajaib dan supranatural, oleh karenanya membuat anda tidak mengerti akan komentar saya. Oleh karenanya saya akan sedikit memberi penjelasan walaupun anda sendiri tidak pernah beritikad baik untuk memberi penjelasan bagi orang yang bertanya kepada anda mengenai apa yang sudah anda Nubuatkan.

Nubuatan pertama Nabi KIEM :

2. Merasa hanya dirinya yang dipakai oleh Tuhan, orang lain Tidak

Beberapa hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan pada Jabatan tertentu, misalnya penginjil (yang ditandai dengan karunia mujizat dan Karunia kesembuhan ataupun Karunia Iman), menganggap bahwa hanya seperti dialah yang benar-benar dipakai oleh Tuhan, sehingga jabatan yang lain, misalnya gembala, nabi, dan lain-lain (yang notabene, memiliki karunia yang berbeda, semuanya dianggap bukan yang dipakai oleh Tuhan.

Ini, Ibarat tangan yang berkata kepada kaki : "Engkau tidak berguna..... tidak penting".

Nubuatan kedua Nabi KIEM :

saya adalah aktivis gereja protestan (yang menurut orang paling suci, tetapi menurut saya paling munafik), karena "melayani" tanpa kekuatan/kemampuan dari Roh Kudus

Bukankah kedua nubuatan anda ini bertentangan?

Dalam nubuatan pertama, anda mengatakan bahwa ada hamba tuhan yang menganggap bahwa dirinya sendiri yang paling dipakai oleh Tuhan, sedangkan jabatan lain seperti gembala dan NABI (yang notabene, memiliki karunia yang berbeda, semuanya dianggap bukan yang dipakai oleh Tuhan). Ini, Ibarat tangan yang berkata kepada kaki : "Engkau tidak berguna..... tidak penting".

Dalam nubuatan kedua, anda justru mengatakan bahwa Gereja Protestan yang paling munafik melayani tanpa kekuatan/ kemampuan Roh Kudus (yang notabene, memiliki karunia yang berbeda, semuanya dianggap bukan yang dipakai oleh Tuhan.  Ini, Ibarat tangan yang berkata kepada kaki : "Engkau tidak berguna..... tidak penting".

Sudah JELAS ?

 

Submitted by Adrina on Wed, 2009-12-23 16:51
Permalink

Selamat natal juga pak Kiem,

 

Namanya saja gereja yang Kudus dan Am, maka jemaat yang tidak kudus tidak ikut masuk didalamnya.

Kekudusan inilah menjadi salah satu faktor KESIAPAN, dimana jika sudah kudus, maka batas/jarak  antara sesama angota tubuh tidak ada lagi, dengan kata lain, sudah menyatu. Kalau tidak menyatu, berarti tubuh belum terbentuk.

Menurut anda, apa yang menyebabkan manusia itu menjadi kudus ?

Sebenarnya, dalam 2 Petrus 3 : 9 - 15 itu sudah jelas dikatakan, bahwa yang menunda kedatangan Tuhan adalah kesatuan TubuhNya

 

II Petrus  3 : 9

 

3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Saya tak melihat kata "kesatuan tubuh Kristus" di ayat ini ?

Jadi, kalau gereja Tuhan tak kunjung bersatu, apakah Yesus gak mau datang juga ?

Kedatangan Tuhan seperti pencuri di tengah malam.

 

Submitted by Kiem on Tue, 2009-12-29 22:11

In reply to by Adrina

Permalink

Salam Damai Sejahtera dan Selamat Natal

Adrina : Menurut anda, apa yang menyebabkan manusia itu menjadi kudus ?

Kiem :

Dalam alkitab, yang menyucikan adalah :

1. Firman Tuhan :

Yohanes  17 :17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

2. Roh Kudus :

Maaf, saya lupa ayatnya yang menjelaskan hal ini secara gamblang.

3. Perjamuan Suci :

Ibrani 9 : 13 - 14

9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Adrina :

 

2 Petrus 3 : 9 - 15

Saya tak melihat kata "kesatuan tubuh Kristus" di ayat ini ?

Jadi, kalau gereja Tuhan tak kunjung bersatu, apakah Yesus gak mau datang juga ?

Kiem :

Dijawab dalam ayat 11 :

2 Petrus 3 :11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Dijelaskan lagi, kaitan kesiapan ini dengan Efesus 4 : 11 - 15

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Kedatangan Tuhan adalah penyatuan tubuh dengan kepala.

Kesatuan Tubuh sama dengan kesatuan pelayanan, identik dengan organ-organ tubuh, yang masing-masing melakukan fungsinya (Pelayanan).

Kalau tidak kudus, tidak mungkin menyatu.

Kedatangan Tuhan seperti pencuri waktu malam, (bagi orang yang tridak siap), sedangkan bagi orang yang siap, mereka bisa melihat tanda-tanda. Ingat Matius 24 : 29 - 36 (tanda-tanda kedatangan Tuhan).

Sedangkan kesiapan dan ketidak siapan, ingat Matius 25 : 1 - 13 (5 gadis bijaksana (yang siap) dan 5 gadis bodoh (yang tidak siap).

Yang tidak siap, ya... DITINGGAL.

Persiapan gereja adalah Pelita dan Minyak dalam buli-buli.

Tuhan Yesus memberkati
 

Submitted by Adrina on Wed, 2009-12-30 15:57

In reply to by Kiem

Permalink


Kiem :

Dalam alkitab, yang menyucikan adalah :

1. Firman Tuhan :

Yohanes  17 :17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Konteks Yohanes 17, adalah doa Yesus untuk murid-muridnya / orang percaya. Firman Tuhan memang berfungsi untuk menguduskan / memimpin mereka dalam kebenaran.

2. Roh Kudus :

Maaf, saya lupa ayatnya yang menjelaskan hal ini secara gamblang.

Salah satu fungsi dari Roh Kudus juga memimpin orang dalam kebenaran (Galatia 5:16)

3. Perjamuan Suci :

Ibrani 9 : 13 - 14

9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup

Perjamuan suci, bukan hanya untuk mengingat pengorbanan Kristus, tetapi juga merupakan persekutuan dengan Kristus (1 Korintus 10:16).

Tetapi pertanyaannya adalah: Apakah manusia itu bisa benar-benar kudus secara sempurna baru Tuhan akan datang ? sehingga kita bisa masuk kerajaan surga ?

Kalau hanya mengandalkan perbuatan baik / kekudusan hidup, MUSTAHIL manusia bisa mencapai surga.

"Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada didalam kita" 1 Yohanes 1:8.

Orang bisa disebut kudus, ketika dia percaya pada Yesus Kristus.

"Tetapi jika kita hidup didalam terang sama seperti Dia ada didalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu,menyucikan kita dari pada segala dosa" 1 Yohanes 1:7.

Orang tak bakalan diampuni dosanya, jika dia sendiri tak mau percaya pada Tuhan Yesus.

"Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya". Kis 10:43

Ayat ini jelas berkata, seseorang bisa di ampuni dosanya, saat dia percaya pada Yesus. Tentunya bagi mereka yang tak mau percaya, jangan berharap  dosanya diampuni. Dosa itu akan dipikul selama-lamanya di neraka !!!

Jadi secara posisi / status, kita bisa disebut umat yang kudus, saat kita percaya pada Tuhan Yesus Kristus !

Dengan percaya pada Yesus menjadikan kita SIAP menantikan kedatangan Tuhan !

 

Adrina :

2 Petrus 3 : 9 - 15

Saya tak melihat kata "kesatuan tubuh Kristus" di ayat ini ?

 

Jadi, kalau gereja Tuhan tak kunjung bersatu, apakah Yesus gak mau datang juga ?

Kiem :

Dijawab dalam ayat 11 :

2 Petrus 3 :11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Adrina:

Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang dituntut untuk hidup suci, tetapi kesucian hidup itu sendiri bukan merupakan syarat untuk masuk surga.

Kiem:

Dijelaskan lagi, kaitan kesiapan ini dengan Efesus 4 : 11 - 15

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Kedatangan Tuhan adalah penyatuan tubuh dengan kepala.

Kesatuan Tubuh sama dengan kesatuan pelayanan, identik dengan organ-organ tubuh, yang masing-masing melakukan fungsinya (Pelayanan).

Kalau tidak kudus, tidak mungkin menyatu.

Kedatangan Tuhan seperti pencuri waktu malam, (bagi orang yang tridak siap), sedangkan bagi orang yang siap, mereka bisa melihat tanda-tanda. Ingat Matius 24 : 29 - 36 (tanda-tanda kedatangan Tuhan).

Sedangkan kesiapan dan ketidak siapan, ingat Matius 25 : 1 - 13 (5 gadis bijaksana (yang siap) dan 5 gadis bodoh (yang tidak siap).

 

Adrina:

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." Matius 24:36

Disini dijelaskan hanya Allah saja yang tahu, jadi kedatangannya merupakan kedatangan yang tidak bisa di prediksi oleh siapapun juga.

Kiem:

Yang tidak siap, ya... DITINGGAL.

Persiapan gereja adalah Pelita dan Minyak dalam buli-buli.

 

Adrina:

5 gadis bijaksana menggambarkan orang Kristen sejati tetapi 5 gadis bodoh menggambarkan orang Kristen palsu.

 

Jelas yang palsu pasti binasa, sedangkan Kristen sejati pasti masuk kerajaan sorga karena mereka telah PERCAYA pada Tuhan Yesus Kristus.

Jadi apa yang membuat kita siap menyambut kedatangan-Nya ?

Kita harus percaya pada Yesus.

Dengan percaya pada-Nya, membuat kita pasti masuk sorga !

 

Submitted by Kiem on Thu, 2009-12-31 21:53

In reply to by Adrina

Permalink

Salam Damai sejahtera

Selamat Natal dan Selamat memasuki Tahun Baru 2010

Setelah membaca komentar anda ini, saya melihat pengertian percaya Yesus terlalu LUAS atau TERLALU DIAGUNGKAN.

Padahal, percaya itu masih DASAR SEKALI.

Menurut Kisah Para Rasul  2 :38

"Bertobatlah ==> memberi diri dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, ==> karunia Roh Kudus.
 

Percaya, belum tentu BERTOBAT, seperti Farisi yang mau menyerahkan diri dibaptis tanpa didahului pertobatan

Bertobat, belum tentu menyerahkan diri DIBAPTIS..

Sesudah dibaptis, baru terdaftar sebagai anggota KERAJAAN ALLAH.

Sesudah dibaptis, dan menerima Karunia Roh Kudus, harus TERGEMBALA oleh Firman (Firman Pengajaran) dan Roh Kudus (Doa Penyembahan).

Dalam penggembalaanlah orang percaya mengalami penyucian.

Orang Percaya dan dibaptis baru diampuni (Ibarat anak yang hilang, bari DITERIMA KEMBALI), namun dosanya (TABIATNYA) belum disucikan (belum dikuduskan). Pada Kenyataannya (Fakta menunjukkan), bahwa orang yang sudah lahir baru, masih menunjukkan tabiat lama.

Kalau sudah disucikan itu, sudah mempunyai tabiat seperti Yesus. Berani mati demi kebenaran, sabar, ditampar pipi kiri, beri pipi kanan.

Anda sudah bisa?, sudah seperti Yesus?.

Periksa Ketujuh Jemaat dalam kitab Wahyu 2 sampai 3, masing-masing menunjukkan ketidak sucian, masing-masing jemaat nampak cacatnya.

Mengenai ini, ada waktunya kita bisa berdiskusi, dimana saya menjawab lengkap dengan ayat-ayat.

Kalau sekarang, karena banyak kesibukan, sehingga saya kurang memiliki waktu untuk menjelaskan sejelas-jelasnya, lengkap dengan ayat pendukungnya.

 

Mengenai yang terakhir :

Saya balik bertanya, Menurut tafsiran siapakah, bahwa lima gadis bodoh adalah Kristen Palsu?, bisakah anda memberi ayat pendukungnya?

Bukankah mereka sama-sama memiliki pelita yang menyala ? (berarti sama-sama ada minyak atau Roh Kudus, sama-sama memiliki Firman, baik yang bijaksana maupun yang bodoh.

Perbedaannya adalah MINYAK DALAM BULI-BULI, yaitu Roh Kudus yang berlimpah?

Maaf kalau jawaban saya kurang memuaskan, karena situasi kurang mendukung.

Tuhan Yesus memberkati

 

Submitted by Adrina on Thu, 2009-12-31 22:26

In reply to by Kiem

Permalink

 

Salam Damai sejahtera

Selamat Natal dan Selamat memasuki Tahun Baru 2010

Selamat tahun baru pak Kiem

Setelah membaca komentar anda ini, saya melihat pengertian percaya Yesus terlalu LUAS atau TERLALU DIAGUNGKAN.

Padahal, percaya itu masih DASAR SEKALI.

Menurut Kisah Para Rasul  2 :38

"Bertobatlah ==> memberi diri dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, ==> karunia Roh Kudus.
 

Percaya, belum tentu BERTOBAT, seperti Farisi yang mau menyerahkan diri dibaptis tanpa didahului pertobatan

Pak Kiem, orang Farisi sama sekali tidak percaya pada Yesus, jadi sekalipun mereka kelihatan sangat "saleh", tapi dihadapan Tuhan,  perbuatan mereka NOL BESAR

Bertobat, belum tentu menyerahkan diri DIBAPTIS..

Sesudah dibaptis, baru terdaftar sebagai anggota KERAJAAN ALLAH.

Lalu bagaimana dengan penjahat disebelah Yesus saat mereka di salib ? Penjahat itu sudah PERCAYA pada Yesus dan langsung masuk sorga, tanpa dibaptis terlebih dahulu (Lukas 23:40-43).

Sesudah dibaptis, dan menerima Karunia Roh Kudus, harus TERGEMBALA oleh Firman (Firman Pengajaran) dan Roh Kudus (Doa Penyembahan).

Dalam penggembalaanlah orang percaya mengalami penyucian.

Orang Percaya dan dibaptis baru diampuni (Ibarat anak yang hilang, bari DITERIMA KEMBALI), namun dosanya (TABIATNYA) belum disucikan (belum dikuduskan). Pada Kenyataannya (Fakta menunjukkan), bahwa orang yang sudah lahir baru, masih menunjukkan tabiat lama.

Penjahat yang disebelah Yesus saat disalib, tidak pernah mengalami baptisan, tapi dosanya langsung diampuni. Itu membuktikan bahwa secara POSISI / STATUS, penjahat itu telah dikuduskan saat percaya pada Yesus.

Kalau sudah disucikan itu, sudah mempunyai tabiat seperti Yesus. Berani mati demi kebenaran, sabar, ditampar pipi kiri, beri pipi kanan.

Anda sudah bisa?, sudah seperti Yesus?.

Menurut saya kekudusan itu ada 3, yang pertama secara posisi kita telah menjadi umat yang kudus saat percaya Yesus, lalu yang kedua secara pengalaman, kita harus berusaha hidup kudus ( jadi bukan berarti walaupun kita secara status sudah kudus lalu berbuat seenaknya), yang ketiga kekudusan kita akan menjadi sempurna saat ada di sorga.

jadi, bukan berarti setelah percaya Yesus lalu kita telah menjadi seperti Yesus; telah sempurna, tidak !

Anda katakan setelah digembalakan orang itu mengalami penyucian, lalu apa orang tersebut betul-betul telah menjadi seperti Yesus ???

Periksa Ketujuh Jemaat dalam kitab Wahyu 2 sampai 3, masing-masing menunjukkan ketidak sucian, masing-masing jemaat nampak cacatnya.

Mengenai ini, ada waktunya kita bisa berdiskusi, dimana saya menjawab lengkap dengan ayat-ayat.

Kalau sekarang, karena banyak kesibukan, sehingga saya kurang memiliki waktu untuk menjelaskan sejelas-jelasnya, lengkap dengan ayat pendukungnya.

 

Mengenai yang terakhir :

Saya balik bertanya, Menurut tafsiran siapakah, bahwa lima gadis bodoh adalah Kristen Palsu?, bisakah anda memberi ayat pendukungnya?

Bukankah mereka sama-sama memiliki pelita yang menyala ? (berarti sama-sama ada minyak atau Roh Kudus, sama-sama memiliki Firman, baik yang bijaksana maupun yang bodoh.

Perbedaannya adalah MINYAK DALAM BULI-BULI, yaitu Roh Kudus yang berlimpah?

Kalau kesepuluh gadis itu sudah memiliki Roh Kudus, lalu mengapa 5 gadis bodoh itu, ditolak masuk kedalam kerajaan surga ?

Bukankah orang yang sudah ada Roh Kudus, maka dia pasti selamat ?

Pak Kiem, sebenarnya ada belum menjawab inti dari pertanyaan saya:

Apakah kalau gereja / jemaat belum juga bersatu, lalu berarti Yesus tak mau datang ?

Maaf kalau jawaban saya kurang memuaskan, karena situasi kurang mendukung.

Tak masalah pak, saya juga orang yang awam, yang ingin belajar bersama-sama.

 

 

Submitted by Kiem on Thu, 2009-12-31 23:28

In reply to by Adrina

Permalink

Salam Damai sejahtera

Selamat Natal dan Selamat memasuki Tahun Baru 2010

Adrina :

Pak Kiem, orang Farisi sama sekali tidak percaya pada Yesus, jadi sekalipun mereka kelihatan sangat "saleh", tapi dihadapan Tuhan,  perbuatan mereka NOL BESAR

Kiem menjawab :

Farisi mau dibaptis tanpa pertobatan.

Yohanes pembaptis menyerukan pertobatan untuk dibaptis.

Matius 3 : 7 - 8

3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
 

Adrina :

Sesudah dibaptis, baru terdaftar sebagai anggota KERAJAAN ALLAH.

Lalu bagaimana dengan penjahat disebelah Yesus saat mereka di salib ? Penjahat itu sudah PERCAYA pada Yesus dan langsung masuk sorga, tanpa dibaptis terlebih dahulu (Lukas 23:40-43).

Kiem menjawab :

Kalau kita masuk dari pengertia baptisan sesuai Roma 6 : 3 - 4

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Menurut ayat ini, bahwa baptisan itu adalah mati bersama-sama dengan Kristus.

Jadi penjahat yang disebelah Yesus sebenarnya sudah dibaptis, sehingga terhadap dia tidak perlu lagi kita persoalkan.

Walaupun demikian, yang kita persoalkan dalam topik ini adalah KESUCIAN atau PENYUCIAN bukan PENGAMPUNAN, sebab sebagaimana saya katakan tadi bahwa Pengampunan belum disucikan. dan Itulah sebabnya orang yang diampuni, masih muncul TABIAT LAMANYA, karena KEINGINANNYA belum DISUCIKAN.

Adrina :

Menurut saya kekudusan itu ada 3, yang pertama secara posisi kita telah menjadi umat yang kudus saat percaya Yesus, lalu yang kedua secara pengalaman, kita harus berusaha hidup kudus ( jadi bukan berarti walaupun kita secara status sudah kudus lalu berbuat seenaknya), yang ketiga kekudusan kita akan menjadi sempurna saat ada di sorga.

jadi, bukan berarti setelah percaya Yesus lalu kita telah menjadi seperti Yesus; telah sempurna, tidak !

Anda katakan setelah digembalakan orang itu mengalami penyucian, lalu apa orang tersebut betul-betul telah menjadi seperti Yesus ???

Kiem menjawab :

Saya tidak mengatakan kalau percaya Yesus lalu kita sudah seperti Yesus, justru andalah yang mengatakan demikian, sebab anda mengatakan bahwa kalau kita percaya Yesus, maka kita sudah Kudus.

Yang saya katakan, kalau sudah disucikan oleh Firman dan Roh Kudus (dalam penggembalaan), maka kita akan menjadi seperti Yesus.

Lalu pertanyaan anda, kalau sudah tergembala, apakah sudah seperti Yesus??, saya jawab, BELUM, tetapi mengarah kesana, mendekati SEPERTI YESUS. Perubahan ini TERUKUR, dari tahun ke tahun.

kondisi Tahun 2010 akan lebih kudus dibandingkan kondisi tahun 2009.

Ukurannya apa?

Unsur-unsur KASIH sesuai 1 Korintus 13 itu satu persatu akan muncul dalam kepribadian saya, walaupun belum 100 %. Kalau benar penggembalaannya, pasti terjadi perubahan yang signifikan.

Adakah contohnya?

Banyak.

Kalau anda punya waktu berkunjung ke gereja saya, atau yang pengajarannya sama di tempat lain, saya bisa menunjukkan orang-orang tertentu, betapa tidak kudusnya dulu kehidupannya.

Pertanyaannya, apakah perubahan itu tiba-tiba secara SIM SALABIM?

Jawabannya : TIDAK, namun perlahan-lahan seturut pertumbuhan dalam Firman dan Roh Kudus.

 

Adrina :

Kalau kesepuluh gadis itu sudah memiliki Roh Kudus, lalu mengapa 5 gadis bodoh itu, ditolak masuk kedalam kerajaan surga ?

Bukankah orang yang sudah ada Roh Kudus, maka dia pasti selamat ?

Kiem menjawab :

Sudah memiliki Roh Kudus, tetapi tidak penuh.

Anda percaya Firman Tuhan saja, itu tandanya sudah ada Roh Kudus.

Tetapi Tidak penuh

Tandanya penuh adalah Berbahasa roh (Kisah Rasul 2)

Yesus telah memberikan Roh Kudus kepada Murid-muridnya dalam Kitab Injil

Yohanes  20 :22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

Namun baru penuh Roh Kudus pada Kisah Rasul 2.

Kisah Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 

Adrina :

Pak Kiem, sebenarnya ada belum menjawab inti dari pertanyaan saya:

Apakah kalau gereja / jemaat belum juga bersatu, lalu berarti Yesus tak mau datang ?

Kiem menjawab :

Ya, Alkitab mengatakan demikian :

Wahyu  19 :7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Wahyu 22 (kalau ada waktu, baca sendiri), perihal kedatangan Tuhan Yesus

pada ayat 14 : Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya.

Semoga jawaban ini memuaskan

Tuhan Yesus memberkati

Submitted by Adrina on Sat, 2010-01-02 11:41

In reply to by Kiem

Permalink

 

Kiem menjawab :

Farisi mau dibaptis tanpa pertobatan.

Yohanes pembaptis menyerukan pertobatan untuk dibaptis.

Matius 3 : 7 - 8

3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
 

Adrina:

Kalau memang ini ditafsirkan bahwa orang Farisi dan Saduki dibaptis, namun mengapa Yohanes tetap berkata bahwa mereka (orang Farisi) adalah “keturunan ular beludak” yang pasti akan menerima MURKA Allah.

Jadi, baptisan bukan merupakan syarat untuk diselamatkan !

Kiem:

Kalau kita masuk dari pengertia baptisan sesuai Roma 6 : 3 - 4

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Menurut ayat ini, bahwa baptisan itu adalah mati bersama-sama dengan Kristus.

Jadi penjahat yang disebelah Yesus sebenarnya sudah dibaptis, sehingga terhadap dia tidak perlu lagi kita persoalkan.

Walaupun demikian, yang kita persoalkan dalam topik ini adalah KESUCIAN atau PENYUCIAN bukan PENGAMPUNAN, sebab sebagaimana saya katakan tadi bahwa Pengampunan belum disucikan. dan Itulah sebabnya orang yang diampuni, masih muncul TABIAT LAMANYA, karena KEINGINANNYA belum DISUCIKAN.

Adrina:

Rom 6:3-4  Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Ayat ini menjelaskan tentang arti dari baptisan yaitu sebagai lambang persatuan dengan Kristus. Ini tidak boleh ditafsirkan secara hurufiah; bahwa kita benar-benar mati bersama Kristus. Kalau memang diartikan secara hurufiah, lalu bagaimana dengan penjahat yang menghujat Yesus ? Dia juga mati bersama-sama dengan Yesus, apakah berarti dia juga telah dibaptis ?

Baptisan juga adalah lambang penyucian dosa, jadi “air” harus digunakan untuk membaptis seseorang.

Penjahat yang ada disebelah Yesus yang percaya pada-Nya, sama sekali belum dibaptis ! Tetapi dia tetap bisa masuk sorga !

Sekali lagi saya katakan: Baptisan bukan merupakan syarat agar kita diselamatkan, kita diselamatkan hanya oleh IMAN kepada Tuhan Yesus

Eph 2:8  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
 
 

Kiem :

Saya tidak mengatakan kalau percaya Yesus lalu kita sudah seperti Yesus, justru andalah yang mengatakan demikian, sebab anda mengatakan bahwa kalau kita percaya Yesus, maka kita sudah Kudus.

Adrina:

Anda jangan hanya memahami "sepenggal" kalimat saya, tolong anda baca secara menyeluruh.

Kiem:

Yang saya katakan, kalau sudah disucikan oleh Firman dan Roh Kudus (dalam penggembalaan), maka kita akan menjadi seperti Yesus.

Lalu pertanyaan anda, kalau sudah tergembala, apakah sudah seperti Yesus??, saya jawab, BELUM, tetapi mengarah kesana, mendekati SEPERTI YESUS. Perubahan ini TERUKUR, dari tahun ke tahun.

kondisi Tahun 2010 akan lebih kudus dibandingkan kondisi tahun 2009.

Ukurannya apa?

Unsur-unsur KASIH sesuai 1 Korintus 13 itu satu pe