Shalom, selamat pagi saudaraku. Rabu sore kemarin (31/8) saya menghadiri Kopdar Blogger SABDAspace.org untuk memperingati ultah SABDAspace yang ke-9.* Acara dimulai sekitar jam 15:30. Acara berlangsung meriah dan seru, meskipun blogger yang hadir tidak terlalu banyak.
Dalam acara tersebut, ada sekitar 9-10 presentator yang menyampaikan materi, masing-masing sekitar 12 menit. Di antara presentator adalah Okti, Tika, Aji, Ayu, Sadrah, Iik, Tante Paku dan Purnawan Kristanto dll.
Pak Purnawan bercerita tentang upayanya untuk mengembangkan bahan-bahan renungan untuk anak. Tapi yang menjadi bintang tamu sore itu adalah Tante Paku. Saya awalnya tidak mengenali, karena postur yang kurus. Saya pikir Tante Paku itu agak gemuk :-) Tante Paku bercerita bahwa dia sudah malang-melintang di dunia maya, termasuk kompasiana, dan malahan sempat diundang ke istana.
Sementara itu Aji berkisah seputar persoalan teknis AYT seperti interlinear dll. Okti bercerita tentang peluang menulis di era digital. Ayu dan Tika berbagi tips untuk melakukan pendalaman Alkitab menggunakan software android SABDA. Ada juga mas Sadrah dari EarthHour dan mbak Iik dari YFI.
Saya sendiri berbagi pengalaman dengan topik: Blog that makes impact (blog yang berdampak luas). Bagi yang berminat, presentasi saya bisa diunduh di ResearchGate.net*** dan Academia.edu.****
Pokoknya, rabu malam yang lalu merupakan malam yang tidak saja menyenangkan namun juga inspiratif. Semoga dapat dilakukan acara semacam ini secara berkala.
***
Omong-omong tentang Paku, saya lalu teringat pada diskusi dengan saudara sepupu saya sekitar 2 minggu lalu.** Dia bercerita tentang interpretasi atas Kejadian 4:26
"Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN."
Menurut ilham yang diterima dari salah satu persekutuan doa, Kej. 4:26 mengisahkan saat orang pertama kali menyebut nama YHWH. Tapi Kitab Kejadian ditulis oleh Musa saat bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, lalu nama apakah yang digunakan oleh Enos dan keluarganya untuk menyebut nama YHWH? Sepupu saya menyebut istilah "ancient Hebrew." Tapi saya merasa bukan ahli bahasa Ibrani kuno, jadi saya ajak dia pergi melihat kafe d'Museum milik sahabat saya, Dr. Bambang Noorsena.
Di kafe itu, kami menemukan huruf Ibrani kuno yang disebut Proto-Sinaitic Hebrew. Jadi saya mulai memahami apa yang dibicarakan sepupu saya itu.
Makna nama YHWH
Kemungkinannya, waktu orang pertama kali menyebut nama YHWH, mereka menggunakan bahasa Ibrani kuno (Proto-Sinaitic). Dan memang ada artikel yang menyebut bahwa bahasa Ibrani kuno adalah bahasa awal yang dulu digunakan semua manusia, sebelum peristiwa menara Babel.(2)
Makna kata Tetragrammaton itu menurut bahasa Ibrani kuno, atau juga disebut Ancient Pictographic Hebrew (1), adalah sebagai berikut:
1. Yod: arm (tangan)
2. Hey: look (lihat)
3. Waw/Vav: nail (paku)
4. Hey: look (lihat)
Jadi makna kata YHWH itu dalam bahasa Ibrani piktografik kuno adalah: Lihat tangan lihat paku (Behold the hand, behold the nail). Atau juga dapat dibaca secara ringkas sebagai: "Lihat tangan yang dipaku." Artinya, nama YHWH merupakan nubuat yang menunjuk pada peristiwa Yesus yang mati disalib untuk menebus dosa manusia. Tapi mungkin waktu itu orang belum memahami makna nubuat itu, namun kemungkinan besar nama itulah yang digunakan pada tulisan dalam bahasa Ibrani di atas kepala Yesus saat Dia disalibkan:
19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
20 Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani. (Yoh. 19:19-20)
Kita hanya tahu tanda tersebut dalam bahasa latin bunyinya INRI, tapi dalam bahasa Ibrani kemungkinan menjadi YHWH. Artinya menegaskan makna YHWH menunjuk pada Yesus yang tersalib, sesuai bahasa Ibrani piktografik kuno. Lihat juga (3).
Penutup
Kiranya perenungan singkat ini menguatkan iman kita bersama akan hubungan antara nama YHWH dan tindakan pengurbanan Yesus di salib. Dan memang nama Yesus atau Yahshua juga berarti Yahweh yang menyelamatkan (Jah is salvation).
Sekali lagi, saya bukan ahli bahasa Palestina kuno, dan saya hanya menemukan beberapa referensi yang membahas tentang makna nama YHWH dari sudut bahasa Ibrani piktografik kuno, jadi jika ada ahli bahasa Ibrani yang dapat berkomentar tentang penafsiran ini, tentu saya akan berterimakasih.
Versi 1.0: 2 september 2016, pk. 11:14
VC
Note:
* Terimakasih kepada Santi, Hadi, Benny, Aji, Ayub, dan rekan-rekan dari YLSA yang lain.
** Terimakasih kepada Yudhi yang telah berbagi perenungan tentang makna nama YHWH.
*** lihat https://www.researchgate.net/profile/Victor_Christianto
**** lihat http://independent.academia.edu/VChristianto
Referensi:
(1) The Ancient Pictographic Hebrew Language. Url: http://emetyahshua.com/uploads/The_Ancient_Pictographic_Hebrew_Language1.pdf
(2) http://yehweh.org/the-ancient-hebrew-alphabet-was-the-first-alphabet-on-earth
(3) http://www.fivedoves.com/letters/apr2012/gerlinda411-2.htm