BAHASA puisi sering memberi kesan melanggar aturan dan bahkan mengacaukan bahasa itu. Padahal itu semua adalah langkah-langkah seorang penyair yang justru bertujuan menemukan daya ungkap optimal dari bahasa. Dalam pemilihan kata maupun pembentukan struktur kalimat, para penyair telah mencapai efisiensi dan efektivitas yang tinggi.
Perebutan Kitab yang berisi tentang jalan keselamatan sejati masih terus dilakukan. Para pendekar dari berbagai penjuru bumi saling waspada untuk menangkap tanda-tanda di langit yang pada suatu hari akan menunjukkan letak turunnya sang kitab tersebut. Para Raja mengutus panglima perangnya untuk berburu kitab tersebut, perguruan-perguruan silat mengutus para pendekar yang paling tinggi ilmunya untuk keluar mencarinya. Pendekar-pendekar yang biasa bersembunyi di pucuk-pucuk gunung, di tengah-tengah belantara hutan, di tempat-tempat pertapaan, menampakkan diri untuk secepat mungkin menjadi yang pertama menemukan kitab tersebut.
Sambil menanti tanda-tanda di langit, banyak para pendekar yang mencoba menghibur diri dengan bersyair. Syair tentang kehidupan, tentang kerinduan dan tentang apa saja.
JIKA ANDA MEMINJAMKAN SESUATU PADA SEORANG MUSUH, ANDA AKAN MEMPEROLEH TEMAN. TETAPI JIKA ANDA MEMINJAMKAN KEPADA SEORANG TEMAN, ANDA AKAN KEHILANGAN DIA.
Layar pun di buka, lampu dihidupkan, permainan dimulai. Genderang tetabuhan menyentakkan lamunan.
JOLI : "Kethoprak Sabda Space bagian ke empat siap di tempat, ayo pak Wawan nembang dulu!"
PAK WAWAN : "Wah tembangnya ijo-ijo belum ditulis. Berdoa saja deh. Mari kawan-kawan, berdoa dimulai :
"Babe kite nyang di surge
Dikudusin name Loe ye Beh ye
Datengleh kerajaan Loe di bumi atawe di surge sono
Jadileh ape nyang Loe mau deh Beh
Bagiin dong bocah-bocah Loe ini makanan secukupnye
Dan ampunin deh aye dari segali sale kate ato ape kek nyang kage berkenan di ati Babe
Same kayak aye nih juge nyampunin sesame aye.
Dan jauhin aye dari nyang ja'at ja'at yah, pan Loe Beh nyang Bosnye kerajaan dan kuase dan selame-lamenye.
Udahan dulu ye Beh,
Amiiiin dah."
JOLI : "Ini kethoprak apa lenong sih pak?"
PAK WAWAN : "Iye ye, gue lupe. Ya udah wis kebacut, ra popo, lanjutkan mainnya!"
Salah seorang pendekat wanita memulai syairnya, yang terdengar begitu merdu dan menyayat hati bagi yang mendengarnya.
JOLI : "Aku yang di puja dan yang di hina.
Akulah si pembawa malu dan keindahan.
Janji hidup bahagia selamanya harus dipertahankan
Meskipun harus dibayar dengan ketidakbahagiaan sehari-hari.
Anggapan bahwa cinta sebagai perbudakan yang dijalanin secara sukarela.
Itu bohong, orang yang mencintai dengan sepenuh hatinya merasa bebas.
HAI HAI : "Diamku adalah cinta
diamlah
Gomer binti Diblaim
cinta
Pelacur sampai ke sumsum tulang
melacur hingga tulang belulang
masih adakah tempat untuk cinta?
Dusta adalah hidupnya
nista kebanggaannya
adakah bangga
melihat gelinjangnya?"
PURNOMO : "Derap kaki kuda gemuruh roda kereta/tinggalkan kota tersayang istri tercinta/berkepul debu gemuruh makin jauh/dihantar senyum puas sang baginda di atas menara/terpadam gelisah hati seorang perempuan istri perwira.
Uria, uria/dadanya begitu berlapis lempeng baja/tertempa gemerincing pedang segala perang/terdera gelora rindu dekapan seorang perempuan/namun baginya tersimpan tekad lelaki perkasa : tanpa menang tiada kata pulang.
Tergenggam erat surat perintah raja mulia/tersemat kata mati seorang perwira/tertulis atas nafsu hitam gelegak dosa/menderap kaki-kaki kuda kereta perang dua arah bersilang/kilatan ujung-ujung baja telanjang/berlomba koyak daging merah mentah/ringkik mulut kudapenuh busa/pesta sadap darah dari dada-dada terluka.
HAI HAI : "Haiya...... Bila kamu sudah membaca buku pesona Alkitab tulisan Dede Wijaya, maka kamu akan memahami ketika saya menyatakan bahwa puisi di atas, yang dicetak biru, sang penyair tidak memahami thema yang dia tulis.
PURNOMO : "Puisi itu memang susah dimengerti karena lebih banyak berbicara tentang diri dan perasaan penulisnya yang orang lain susah ngeh. Apa yang saya tulis bukan puisi, tetapi sanjak yang lebih mengutamakan permainan bunyi yang ditimbulkan dengan penyusunan kata-kata. Sayang, si Empek langsung ambil pisau belati dari jantung Uria dan mencincang saya. Empek ini apa kanibal ya? Pisau si Empek ini selalu bermerk BTB (Back to Bible) dan siap mencincang dengan tuntas."
HAI HAI : "Hahaha....Anda benar, puisi memang egois. apa yang dilakukan oleh seorang penulis puisi dan seorang pelukis sama sama egoisnya. Seorang puitis memapatkan sebuah kisah dalam beberapa baris kalimat sedangkan seorang pelukis memapatkan sebuah film dalam selembar kanvas."
ARIE SAPTAJI : "senja cepat memenggal hari
Lembut...
Kasar hanyalah bentuk lain kelembutannya
Dua rasa
Ramah...
Amarah hanyalah bentuk lain keramahannya
Tiga rasa
Tulus...
Licik hanyalah bentuk lain ketulusannya
Cinta adalah kemurnian didalam HATI.
Tuhan melihat hati, karenga DIA melihat cinta."
BILLY CHIEN : "Cewek cantik vs cewek jelek
Ku tak akan menyerah
Walau ada chengbeng
Minuman Dewa Mabok
Karena aku sudah tidak perjaka
Jadi jangan banyak BA.....hahaha....."
PENONTON : "Dikirain aku ndak bisa bikin puisi ya? Nih puisiku :
Sepasang mata tajam
Menunggu dengan resah
Menghadapi sesuatu
Sesosok pendekar muda
Sebilah pedang
Pena kuas bulu bergagang perak
Coba tegak mendongak
Melihat Dewa Racun mabok
Mewariskan kepandaiannya
Angsa putih terbang bersamaan
Sepasang pendekar ada diantaranya
Ada Croot....Ada Creet.....Ada Crut.....
Aku bener-bener tersentuh
Ketika ada yang menggaruk pantat menggunakan hidung!"
DEBU TANAH : "Ada AC
Ada terang dan gelap
Ada emosi
Ada Kopdar dan Split Personality
Ada Yesus Only
Tujuan hidup adalah Rahasia hubungan Suami Istri
Pujian adalah Teror
Itulah Filosofi Debu Tanah."
PNIEL : "HIDUP ARGUMENTUM AD HOMINEM !!
HIDUP RED HERRING !!
HIDUP KESESATAN !!
HIDUP HAI HAI YANG MENEGAKKAN SEMUANYA ITU !!!!!!
Acungan jempol (ke bawah) untuk anda !!!
ALVAZEZ : "PNIEL, saya rasa anda akhir2 ini udah lebih macho dari sebelumnya tapi.... walaupun masih kurang jantan... namanya juga masih dalam usaha ya ? gimana kalo kamu kurangi makian yg membuat kamu terlihat gimana gitu, soalnya kamu akhir2 ini diskusi dengan didasari rasa sakit hati karena segala kesalahan dan kesesatan bos kamu ketahuan, kamu justru harus berterima kasih dan memberitahu kesalahan pemahamannya, kalo ngga gimana dia bisa tahu ? Jangan mendewakan orang / sesama manusia, sampai-sampai kamu harus membela mati-matian dan menutupi segala kesalahannya yg mana berarti kamu ikut menanggung juga kesalahannya karena tidak memberitahu, malah kamu ikuti dengan membabi buta ngga karuan.
PNIEL : "Alvazez, anda bukanlah orang yang saya perhitungkan disini. Saya tahu bhw anda bergantung MUTLAK pada Hai Hai. Bagi anda Hai Hai adalah infallible and innerant. Hai Hai adalah hidup anda di SS ini. Anda tidak punya pendirian! Saya tidak bergairah menghadapi anda. PERCUMA. Mending saya gempur Hai Hai habis2an...kalau Hai Hai sudah keok paling2 pengikut2 setianya spt anda ini pasti bisanya cuma mengkaing-kaing aja. Udahlah...sono anda minggir dengan teratur! Anda bukan lawan seimbang saya!"
ALVAZEZ : "Ya gapapa lah kalo loe ngga memperhitungkan aq, tp loe udah keliru banget kalo nganggap gua bergantung sama si hai2 gondrong itu, jangan suka berbuat gitu lah, murid siapa kek, pengikut dll, kamu sadar ngga sih kalo itu fitnah. Percuma kalo kamu belajar papan gilesan versi thelog terkenal kalo akhirnya papan gilesannya loe pake buat nggebukin anak kencur kaya aku ini, lebih baik loe belajar buku2 mengenai bagaimana loe bisa mengembangkan kepribadian lo supaya menjadi lebih baik dari pada sia2 belajar agama tp ngga kamu lakukan ajarannya,
JOLI : "Kok malah pada ngobrol nggak karu-karuan tuh gimana sih? Ini kethoprak dalam episode BERPACU dalam SYAIR, kok malah ngobrol nggak jelas konteksnya. Kalo pada JATUH CINTA, noh diluar panggung sono, ada tempat gelap!"
(Bersambung)
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat
