Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace
Malam Tergelap
Itu kata Charles Spurgeon dan kita bukan bicara tentang kesulitan hidup sehari-hari yang harus dijalani, dimana meskipun sulit tetapi masih “bisa ditangani”. Kita semua punya hal-hal seperti itu, anak Tuhan atau bukan. Itu hanyalah realita hidup di dunia yang sudah jatuh. Dunia ini bahkan punya berbagai cara dan metode yang sangat ampuh untuk menghadapi itu semua, meskipun penyelesaian dunia tidak pernah tuntas karena tidak menyentuh realita dosa, tetapi hal-hal seperti itu masih bisa ditanggung setiap orang, anak Tuhan atau bukan.
Tetapi setiap anak Tuhan tahu satu malam tergelap bagi jiwanya dimana kegelapan yang meliputi begitu pekat dan tanpa belas kasihan menantang keberadaan iman yang dikaruniakan Tuhan kepadanya. Malam yang menggoncangkan seluruh sendi-sendi kehidupannya dan dengan kejam melumpuhkan seluruh akal budi dan jiwanya.
Tumit Achilles
Kita tahu mitologi Yunani yang berkisah tentang Achilles, seorang pemuda gagah perkasa yang mampu menghadapi musuh terkuat sekalipun dengan kemenangan yang gemilang. Itu semua berkat pencelupan yang nyaris sempurna oleh ibunda tercinta di masa balita, agak mirip dengan Obelix bukan-gendut-hanya-montok yang tercebur dalam panci ramuan ajaib di kala bayi. Sayang, ibunda menyisakan bagian tumitnya. Dan itulah yang menjadi titik kelemahan Achilles satu-satunya. Dia mati saat sebatang panah melesat dan mendarat di tumitnya.
Kita semua punya “tumit Achilles” itu. Sekuat apapun kita, sehebat apapun kita, sesuci atau semulia apapun kita. Cukup satu bidikan telak pada “tumit Achilles” itu dan habislah semuanya tanpa tersisa. Meskipun “tumit Achilles” bagi tiap orang berbeda-beda, tapi semua punya itu, akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa. Sehingga sebetulnya tidak ada orang yang berhak meremehkan pergumulan orang lainnya hanya lantaran “tumit Achilles” orang lain berbeda dengan “tumit Achilles”-nya. God deals with each and everyone of us totally individually.
Bagaimana “tumit Achilles” bisa menjadi malam tergelap bagi jiwa anak-anak Tuhan?
Sebab Segala Sesuatu….
“…adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.”
Roma 11:36 LAI
"Ultimately, everything is between the LORD and myself..."
Tidak ada yang bisa melukai kita lebih dalam daripada orang-orang yang kepadanya kita percaya akan cintanya. Seorang musuh di medan pertempuran yang hendak menusukkan tombaknya yang tajam tidak akan menghancurkan kita. Justru tindakannya akan membuat kita semakin keras melawan. Semakin berani kita berjuang dan bertahan. Tetapi bayangkan jika yang kau lihat mengarahkan tombak itu kepadamu adalah sosok orang yang kau ketahui rela mati untukmu, orang yang begitu mengasihimu melebihi jiwanya sendiri. Sebelum tombaknya mencapai tubuhmu, jiwamu sudah hancur lebur terlebih dahulu. Engkau akan sudah mati sebelum itu. Begitulah tibanya malam-malam tergelap bagi jiwa anak-anak Tuhan…
Seorang musuh akan terasa wajar sekali membencimu. Kalau tidak begitu, dia bukanlah musuhmu. Tapi apa rasanya jika Pribadi kepada siapa satu-satunya kau gantungkan harapanmu, seluruh hidup dan sumber kekuatanmu tercatat: “Behold, he is in your power, only spare his life.” Job 2:6 NASB. Dia yang berkuasa memusnahkan si jahat dengan sempurna justru membiarkan kekejian si jahat memasuki kehidupanmu. Dia yang bisa mengatur pagi dan petang membiarkanmu di kegelapan pekat yang tak jua berakhir. Dia yang bisa menyembuhkan lukamu justru membiarkan tusukan-tusukan mematikan menghujam luka yang masih berdarah. Tidak ada malam segelap malam itu.
GOD is…
Diantara teriakan tanpa putusmu yang berseru, “Mengapa?!”, tak terdengar satupun jawaban atas pertanyaan. Tak terdengar satupun penjelasan. Yang ada hanya kebisuan. Kegelapan. Keputusasaan. Tak perlulah disebutkan dengan lengkap apalagi yang ada, hanya akan semakin mematikan, bukan?
Kau ingat saat orang Israel berteriak memohon pembebasan Tuhan dari kejamnya perbudakan Firaun, yang kemudian terjadi adalah perlakuan yang lebih kejam lagi akibat permintaan Musa kepada Firaun untuk membebaskan mereka. Kau ingat prajurit Narnia yang terakhir yang terluka parah di pertempuran terakhir. Seruan mereka pada Aslan dijawab dengan tibanya malam yang semakin memojokkan mereka di sudut kandang celaka itu. Kau ingat Kristus yang berada di Getsemani berdoa pada BapaNya, cawan itu tidak lalu dariNya.
Tetapi, hei… ada sesuatu yang begitu aneh disini! Semakin jauh kegelapan meliputimu, semakin dalam muncul hal ini dalam jiwamu, “GOD is good. GOD is so good. HE is good to you.” Seperti seekor nightingale yang bernyanyi di malam pekat sesuatu itu dengan lembutnya menembus kegelapan yang mengerikanmu. Dari semua hal yang pernah kau tahu tentangNya yang bisa kau ingat hanyalah yang satu itu. Bahwa Tuhan Allah itu baik kepadamu.
Ia tidak menjawab pertanyaanmu. Ia hanya berkata, “I have come to die for your sins. I have come to count you as righteous. I never forsake you,” dan diantara semua itu ini yang terindah, “I never abuse you, I delight in you. I know your Achilles’ heels but I never abuse it and instead delight in it for you, because I know what it will make you.” Itu saja yang perlu engkau tahu di dalam segala ketidakmengertianmu.
A Soldier of Narnia
Seorang prajurit Narnia. Dengan luka pada jantungnya. Berdiri dan memandang ke sekelilingnya. Melihat kematian dimana-mana. Dia menolak menjadi sama. Dengan mereka yang tergeletak di sana. Mati karena tidak percaya. Bahwa Aslan pasti tiba. Aslan yang selalu setia..
Seorang prajurit Narnia. Mengangkat kembali senjatanya. Ada Aslan di sana. Memimpin pertempuran terakhirnya. Menjejerkan semua prajurit terbaiknya. Terbaik bukan karena kehebatan mereka. Tetapi karena ada tanda Aslan pada jantung mereka. Tanda seorang prajurit Narnia.
“Therefore, those also who suffer according to the will of God shall entrust their souls to a faithful Creator in doing what is right.”
1 Peter 4:19 NASB
- xaris's blog
- 6540 reads
aku tunggu-tunggu
Xaris, Kamu Ketahuan ...!
Xaris, kayaknya saya mulai ragu dan curiga seperti Josua bahwa anda bukan perempuan. Cara anda mengungkapkan pikiran, cara anda memandang suatu hal, cara anda menulis. Kalau tidak memandang foto seorang gadis cantik yang kenes dalam blog anda, saya pasti akan menyangka anda adalah seorang lelaki dengan tubuh atletis dan sangat terlatih serta jail.
Nggak heran anda sulit menemukan seorang pangeran. Karena kebanyakan pangeran akan merasa minder untuk mengejar anda, sedangkan yang nekad mengejar juga akan anda kick of atau dia meninggalkan anda, sebab setiap kali naik panggung bersama anda, andalah yang menjadi pusat perhatian.Tetapi jangan kuatir, bila waktunya tiba, anda akan bertemu dengan seorang pengeran petarung (fighter) sejati. Dengan matanya yang tajam, pangeran itu akan melihat bahwa anda adalah seorang penolong sejati. Saat itu dia akan berkata, "Nah, inilah dia tulang dari tulangku, daging dari dagingku, dia kan kusapa Siti (perempuan) karena bersamanya aku akan menaklukkan dunia."
Xaris, Achilles cing! Itu Romawi, itu petarung sejati, itu dunianya lelaki. Lha kok sekonyong-konyong anda jauh lebih memahami kisah tersebut dibandingkan saya yang lelaki tua ini?
Kita semua punya “tumit Achilles” itu. Sekuat apapun kita, sehebat apapun kita, sesuci atau semulia apapun kita. Cukup satu bidikan telak pada “tumit Achilles” itu dan habislah semuanya tanpa tersisa.
Nona, please jujur pada saya, foto yang anda pasang itu foto 30 tahun yang lalu kan? Tanpa mengurangi rasa hormat, lebih mudah membayangkan anda rentah seperti nek Lampir dari pada membayangkan anda jelita seperti dalam foto. Tanpa mengurangi rasa hormat, lebih mudah membayangkan seorang nek Lampir yang sudah karatan karena kebanyakan makan asam dan garam yang menghajar KO saya dengan kata-katanya daripada membayangkan seorang nona Xaris seperti foto anda.
Sehingga sebetulnya tidak ada orang yang berhak meremehkan pergumulan orang lainnya hanya lantaran “tumit Achilles” orang lain berbeda dengan “tumit Achilles”-nya.
Anda sedang mengejek saya bukan?
Di antara teriakan tanpa putusmu yang berseru,“Mengapa?!”,tak terdengar satupun jawaban atas pertanyaan. Tak terdengar satupun penjelasan. Yang ada hanya kebisuan. Kegelapan. Keputusasaan. Tak perlulah disebutkan dengan lengkap apalagi yang ada, hanya akan semakin mematikan, bukan?
Anda sedang menceritakan pergumulan saya bukan?
Tetapi, hei… ada sesuatu yang begitu aneh disini! Semakin jauh kegelapan meliputimu, semakin dalam muncul hal ini dalam jiwamu, “GOD is good. GOD is so good. HE is good to you.” Seperti seekor nightingale yang bernyanyi di malam pekat sesuatu itu dengan lembutnya menembus kegelapan yang mengerikanmu. Dari semua hal yang pernah kau tahu tentangNya yang bisa kau ingat hanyalah yang satu itu. Bahwa Tuhan Allah itu baik kepadamu.
Nona Xaris, anda ketahuan! Anda menyembunyikan pusi bukan? Tiada dusta di antara kita, ini puisi anda.
Tetapi, hei…
ada sesuatu yang begitu aneh disini!
Semakin jauh kegelapan meliputimu,
semakin dalam muncul hal ini
dalam jiwamu,
“GOD is good.
GOD is so good.
HE is good to you.”
Seperti seekor nightingale yang bernyanyi
di malam pekat sesuatu itu
dengan lembutnya menembus kegelapan
yang mengerikanmu.
Dari semua hal yang pernah kau tahu
tentangNya yang bisa kau ingat
hanyalah yang satu itu.
Bahwa Tuhan Allah itu baik kepadamu.
Anda menulis puisi, namun tidak menampilkannya sebagai puisi. Yang anda tulis tersebut di atas adalah puisi bukan? Puisi yang ditulis khusus untukku, untuk para petarung, untuk para musafir. Nona, kenapa anda menyembunyikannya?
Seorang prajurit Narnia. Dengan luka pada jantungnya. Berdiri dan memandang ke sekelilingnya. Melihat kematian dimana-mana. Dia menolak menjadi sama. Dengan mereka yang tergeletak di sana. Mati karena tidak percaya. Bahwa Aslan pasti tiba. Aslan yang selalu setia..
Seorang prajurit Narnia. Mengangkat kembali senjatanya. Ada Aslan di sana. Memimpin pertempuran terakhirnya. Menjejerkan semua prajurit terbaiknya. Terbaik bukan karena kehebatan mereka. Tetapi karena ada tanda Aslan pada jantung mereka. Tanda seorang prajurit Narnia.
Anda kembali menyembunyikan puisi. Kenapa selalu melakukannya? Aku beruntung menemukannya.
Seorang prajurit Narnia.
Dengan luka pada jantungnya.
Berdiri dan memandang ke sekelilingnya.
Melihat kematian di mana-mana.
Dia menolak menjadi sama.
Dengan mereka yang tergeletak di sana.
Mati karena tidak percaya.
Bahwa Aslan pasti tiba.
Aslan yang selalu setia..
Seorang prajurit Narnia.
Mengangkat kembali senjatanya.
Ada Aslan di sana.
Memimpin pertempuran terakhirnya.
Menjejerkan semua prajurit terbaiknya.
Terbaik bukan karena kehebatan mereka.
Tetapi karena ada tanda Aslan pada jantung mereka.
Tanda seorang prajurit Narnia.
Mau bukti lain? Ini dia
Di antara teriakan tanpa putusmu yang berseru,“Mengapa?!”,tak terdengar satupun jawaban atas pertanyaan. Tak terdengar satupun penjelasan. Yang ada hanya kebisuan. Kegelapan. Keputusasaan. Tak perlulah disebutkan dengan lengkap apalagi yang ada, hanya akan semakin mematikan, bukan?
Anda yakin ini bukan puisi?
Di antara teriakan tanpa putusmu yang berseru,“Mengapa?!”
tak terdengar satupun jawaban atas pertanyaan.
Tak terdengar satupun penjelasan.
Yang ada hanya kebisuan.
Kegelapan.
Keputusasaan.
Tak perlulah disebutkan dengan lengkap
apalagi yang ada,
hanya akan semakin mematikan,
bukan?
Nona Xaris yang cantik, anda mau membantah sedang berpuisi? Sedikit sulit memahami tulisan anda selama ini hingga saya menyadari, anda sedang berpuisi dalam tulisan-tulisan anda. Aku beruntung, Tuhan buka mataku. Nona Xaris yang cantik, kamu ketahuaaaannnn …..
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
@ xaris
Lord, when I have a hammer like YOU, every problem becomes a nail. =)
Era digital
Ko Hai Hai, kamu ketahuan juga...!
Waktu kecil ada satu buku mitologi Yunani yang saya baca berkali2. Setelah agak gede baru sadar, isinya kebanyakan tragedi, untung itu cuma mitologi, bukan kisah sejati seperti Tuhan kita yang rela mati. Tiada dusta deh diantara kita buat cerita saya di sini =D
Man of All Seasons
Hi Hai,
Ternyata kamu ini pinter di segala bidang, ya Hai.
Aku perhatiin, kamu bisa jadi:
Usher - Suka nyapain orang-orang yang baru gabung SABDA Space, atau para pengguna yang lagi mampir,
Satpam/Polisi - Menjaga ketertiban Pasar Klewer, agar semua engga ada yang keluyuran tidak keruan, nyopet sana nyopet sini,
Hansip - Ronda keliling muter-muter di waktu malam,
dan ...
Inspector Clouseau - Tokoh dari The Pink Panther, menganalisa masalah-masalah!
Keep up the good work, mate!
Syalom,
John Adisubrata
Cassanova
Pak John, perlu ditambah satu ngga?
Cassanova - membantu para gadis muda untuk lebih berhati2 terhadap rayuan gombal (yang sebetulnya diingini) dari para pria dan memberikan contoh kepada para pria bagaimana seharusnya menyanjung pasangannya.
Setuju ngga Pak John?
Xaris Oncom ...
Xaris oncom... jangan menyebar fitness ya? Saya tidak ngegombal, tapi ngomong apa adanya. Kalau selama ini belum ada yang mengatakan kebenaran itu sama kamu, itu salah kamu sendiri, kenapa bergaul dengan lelaki yagn matanya pada buta dan lidahnya pada kelu?
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Toge aja gimana?
Oncom Lebih Marem
Xaris, oncom lebih marem waktu diucapin. Jadi saya pake oncom aja dech!
Kamu benar nona, wanita memang suka dipuji, tetapi wanita tidak suka digombalin. Memuji itu gratis, memuji tanpa alasan itu dusta namanya, harganya mahal, bisa masuk neraka. Lelaki yang tidak berani memuji, menyatakan kekagumannya pada wanita itu memang menyebalkan. Untuk hal-hal yang gratis aja pelit, gimana untuk yang harus bayar? Nah, kalau ketemu lelaki yang takut menyatakan kekagumannya pada kamu, hati hati, mereka pasti pelit setengah mati. Ha ha ha ...
Oncom itu indah. Pernah lihat oncom yang baru dikeluarkan dari tempat fermentasinya? Indah banget! Kalau oncom yang udah dijual di pasar itu jelek, karena jamurnya sudah pada ngelupas, apa lagi yang udah di goreng. Tapi rasanya nikmat. Jadi inget combro nich, dimakan panas-panas dengan cabe rawit. hmmmmm ....
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
OOT: toge goreng
Smooth Operator
Lagu tahun 80-an
Pak John,
Waktu saya masih SD/SMP kayaknya pernah ada lagu yang judulnya Smooth Operator? Apa bukan ya? Mungkin aja pendengaran anak SD/SMP sama bahasa Inggris yang dirasa asing ngga cocok sama yang sebenernya dimaksud ya? Waktu kecil saya sama adik saya yang cantik suka nyanyiin lagu Blue/White Christmas. Sampe sekarang saya masih inget karena kita berdua ketawa ngikik abis waktu sadar pengucapan kita waktu kecil dulu ancur banget.
Kalo soal merayu, kayaknya Ko Hai Hai memang pinter. Karena dia pinter merangkai kata2 dan pengamat yang tekun ditambah lagi pengetahuannya luas, doyan banget baca kayaknya. Jadi kalo merayu, pasti bukan rayuan kacangan yang ngga berisi.
Pak John juga pinter, abis ngeledekkin Ko Hai Hai sampe KO, penutupnya pake salam "Syalom, John Adisubrata", hahaha!
Suami Gila
Satu-satunya pacar yang pernah saya ajak ke rumah adalah yang akhirnya saya nikahi. Waktu mengajaknya yang kedua kali, aku mengajaknya ke halaman belakang rumah. Di sana dulu ada sebuah pondok yang enak buat pacaran. Di sana juga saya bisa membanggakan puluhan ekor anjing kami yang tinggi kekar, garang namun terlatih baik. Pada saat itu pacar saya tanya, berapa luas tanah kami.
Saya menatapnya mantap, lalu mengalihkan tatapanku ke cakrawala lalu berkata sambil menunjuk, "nona, kamu lihat deretan pohon kelapa nun jauh di sana? kamu lihat deretan pohon pinus di sana? Kamu lihat deretan pohon di sana? Seluas itulah tanah yang kami miliki dan akan terus bertambah."
Saya melihat, ada sorot kagum terpancar dari matanya. Saya membiarkannya untuk coba mengira-ngira berapa luas tanah yang kami miliki. Beberapa saat kemudian, dia bertanya sedikit ragu, "Kok banyak sekali rumah di dalam tanah kalian? Siapa yang tinggal di rumah-rumah itu?" Saya menyebutkan beberapa nama yang saya tahu sambil menunjukkan rumah yang ditinggali orang-orang itu. "Yang lainnya saya nggak kenal, mama saya kenal sebagian besar di antaranya." kataku menambahkan.
Setelah berpikir beberapa saat, kembali dia bertanya, "Kenapa kalian membiarkan orang-orang asing tinggal di tanah kalian? Bukankah akan menyulitkan nantinya?"
Saya memandangnya lalu berkata, "nggak ada masalah! Kalau memerlukannya nanti, kami tinggal membelinya. Karena belum memerlukannya maka kami biarkan orang lain memilikinya dulu. Saat ini 10.000M cukup untuk memenuhi kebutuhan kami"
Setelah memikirkannya beberapa saat dia ngakak. Mungkin itulah kali pertama dia tahu kalau menikahiku, maka dia akan memiliki seorang suami gila. Nah, kalau suatu hari kalian bertanya tentang luas tanah kami kepada istriku, maka dia dengan bangga akan menunjukkan batas-batas yang dulu kukatakan kepadanya.
Ha ha ha ... Itu namanya ngegombal ya xaris? Itu yang namanya Smooth operator pak john? Ha ha ha ...
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Takut di-Sue
Hi Xaris,
Betul, ada lagu 'Smooth Operator' tahun 80-an dari Sade. Bekas lagu kesayanganku dulu, waktu masih senang disco-an. Pingin denger kalo kamu yang nyanyi, nih!
Hi Hai,
Ati-ati, jaman sekarang jamannya sue-sue-an lho. Kalo di negaraku, jika tidak mengatakan yang sebenarnya (rayuan gombal), bisa di-sue milyunan dollar oleh pasangannya, ... punya duit ato tidak. Gila engga?!
Tapi kalau Hai Hai sih engga perlu kuatir, isterimu khan baik sekali, kelihatan banget di fotonya, sabar dan keibuan. Orang yang bersedia nikahin laki-laki yang mau 'ngaku 'suami gila' pasti punya hati yang luar biasa. Betul engga Hai?
Nih Xaris, aku tutup lagi dengan 'salam damai' ... habis ngeledekin! Biar ga digebukin. He He He!
Syalom,
John Adisubrata
Shalom nama anaknya Wulan Guritno?
Pak John,
Shalom itu kalo ngga salah nama anaknya artis Wulan Guritno. Cantik sekali dia, anaknya juga cantik. Pantesan Pak John ngga bosen2 sebut2 nama dia terus. Mau dijadiin calon menantu ya?
Ko Hai Hai,
Gini aja..., buat saya rayuan gombal itu ngga seperti komentar Ko Hai Hai di atas tentang tulisan saya. Saya merasakan pujian yang tulus dan penuh penghargaan dalam komentar itu, terlepas dari interpretasi yang berbeda dari masing2 pembaca lainnya. Soal apakah bener Ko Hai Hai pinter ngegombal atau ngga, yang tahu yah yang ngerasa digombalin tentu, so far saya sih belum berasa gitu, hahaha! But all in all, thanks Ko buat komentarnya yang bikin hati jadi hangat =)
Saya Kepala Bagian Pak John
Terima kasih untuk pujian dan doanya pak John!
Sejak kecil di dalam keluarga saya selalu jadi kepala bagian pak John. Waktu kerja juga selalu jadi kepala bagian. Biasanya jadi kepala bagian disuruh-suruh namun tidak jarang jadi kepala bagian dimarahin.
Sejak jadi orang Kristen saya selalu terobsesi, berapa talenta yang Tuhan berikan kepada saya? Saya takut suatu hari nanti Tuhan marah karena ada talenta yang dikubur. Suatu hari saya sadar, saya hanya diberi satu talenta. Sayapun lalu mengusahakannya. Sampai sekarang saya terobsesi, berapa talenta yang bisa di dapat dengan mengusahakan satu talenta dari Tuhan?
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
waduh, ada Shinici Kudo masuk sabda
jam 2 pagi haihai dapat pencerahan
xaris waria???
tapi xaris.... harus membuktikan dong....
xaris itu ... mau cewek keq, cowok keq, bencong keq, banci keq, waria keq, buat gue sih ga ada masalah. kenapa juga dia harus membuktikan? yang penting tulisannya, ga penting jati dirinya ;)
Buat dennis
Buat dennis sih iya ga penting, lha buat yang lain... Mungkin aja ada yang mau kenalan ma aslinya hehehehehehe
Makanya.. klo mo kenalan ma kak xaris pasti nanyain lah.. yeee
Satu lagi pendapat seorang anak kecil yang tersasar ke dunia orang dewasa dan memberanikan pendapat.
-anak kecil berpendapat, didengarkah?-
Mbak/Mas
Dennis! OK banget ngga sih jawaban si Babi Pink! Clap clap clap!
Gini Nis, waktu pertama disapa Mbak/Mas sama Garam Dunia, saya cuek. Namanya juga baru kenal atau ngga merhatiin lebih jauh style saya. Menurut saya, dia sopan di balik ketidaktahuan dia. Terakhir ini saya menangkap nada2 ketidakpastian yang berujung pada ketidaknyamanan pemilik kios lain tentang background si Xaris. Saya pikir, if I were in their shoes, I might feel the same. Some are like you who care less but some aren't. Interpretation might lead to misunderstanding. So I responded the best I am willing to at this moment =) I think their concern is legitimate at some point. But your response is as usual, unique!
Menyebalkan Semua
Satu lagi pendapat seorang anak kecil yang tersasar ke dunia orang dewasa dan memberanikan pendapat.
-anak kecil berpendapat, didengarkah?-
cayo tante Xaris
Masih minum susu
Cowok Jail
3 dari lima temen cw saya bilang saya ini tipe cowok misterius yang suka jail
mungkin sis Xaris masuk tipe 3 cw ini ya..ha..ha..
Wah Raissa sih seumuran adek bungsu saya,
ya udah saya panggil anda sis Xaris, ato gak ci Xaris, seep deh (padahal anda sempet nyebut diri anda golongan tante-tante muda loh):)
Shallom4Ever
Si misterius yang suka jahil
Hahaha, rupanya kamu mengacu sama tulisan saya di salah satu post yah? Saya lagi ngeledekkin yang lain, eh jadi kena diledekkin, hahaha...
Panggil nama aja kalo gitu tanpa embel2. Kan cuma Raissa yang boleh panggil kakak. Dia itu ade saya satu2nya di sini, biarpun diangkatnya juga terpaksa. Saya yang maksa maksudnya, makanya dia ngambek ngga maen ke Sabda sampe lama (ini ceritanya nyebarin fitness...). Okie dokie, NoSID =)
Segede Hello Kitty
Hola mis Familia y Amigos,
Membaca komentar Ko Hai Hai awalnya bikin kepala saya jadi segede kepalanya Hello Kitty. Tapi syukurlah bengkak cantik itu kempes segera. Waktu baca komentar2 lainnya rasanya seperti ngemut permen Nano2, sambil nyengir misterius ala Hercule Poirot =D Nah, daripada nyengir ngga ketahuan gitu saya ceritain aja begini...:
Saya tahu Sabda Space dari teman2 satu milis dan forum yang juga jadi member di sini. Sayang mereka kurang aktif di sini, sibuk berat ngurusin forum/milisnya yang memang rame banget sama pengunjung, sampai saya suka pusing main di sana. Setelah lihat2 rasanya pasar Klewer lebih nyaman dibanding pasar2 sebelumnya, meskipun ada beberapa hal tak terduga yang membuat saya harus berpikir lebih jauh mau beli kios apa ngga di sini. Lokasi sih enak tapi ngga mau dong jadi Kiosmart yang "mematikan" Warungmart2 yang lebih dulu eksis, hehehe... Tapi karena liat Warungmart2 itu juga pada ngga aktif kayak mau ditutup. Ya udah buka aja deh, meminjam kata Ko Hai Hai, "Hehehe, namanya juga usaha."
Awalnya pakai ID samaran selama semingguan karena ngga pingin dikenali orang. Dikenali itu ngga selalu enak. Tapi ternyata ngga nyaman bertopeng. Akhirnya pakai ID sendiri dan setelah lebih siap dikenali pasang foto deh. Rasanya nyaman karena I've got nothing to hide anymore. This is me just as I am. Di pasar Klewer yang makin naik daun begini, mungkin sekali bakal makin banyak orang buka kios. Mungkin makin banyak pemilik yang kenal saya cukup dengan liat foto dan mengamati tulisan saya. But it doesn't matter anymore =)
Xaris laki2 apa perempuan sih? Oom William Gurnall kasih nasehat begini, "Compare Scripture with Scripture. False doctrines, like false witnesses, agree not among themselves." It's all before your very eyes to see, I have nothing to say any further, hehehe...
Halo, Senang sekali bisa
Thank you, Princess