Tentang Lucifer: …
Hmm… saya sudah mendengar asal usul setan dari banyak orang, …banyak di sini maksudnya, benar-benar bukan hanya lebih dari satu, tetapi dari BANYAK orang, mulai dari orang tua saya, keluarga besar saya, tetangga saya, teman-teman saya, mulai dari teman-teman sebangku sekolah, teman-teman sebangku kuliah, baik itu kuliah satu jurusan, kuliah lain jurusan, teman-teman kuliah di universitas tempat saya bersekolah di negeri Kincir Angin, Belanda, teman-teman kantoran, teman-teman seprofesi dalam mencari uang, teman-teman artis, bahkan… dari para pendeta-pendeta, mulai dari pendeta-pendeta yang namanya sudah akrab di ‘kancah perkhotbahan Indonesia’ sampai pendeta yang maaf kata kaga terkenal dan kaga eksis, dari pemulung/ pemungut sampah di jalanan yang saya ajak ngobrol, juga pekerja-pekerja kantoran bonafid si sepanjang kawasan Sudirman-Thamrin Jakarta, lalu … BANYAK lagi deh … maksudnya BANYAK, mungkin puluhan, … bahkan ratusan … ribuan mungkin kalau saya mulai pikirikan satu per satu. BANYAK orang itu semua berbicara dengan ‘bahasa’ yang sama dan serempak bahwa setan itu bermuasal dari si Setan yang adalah ciptaan Sang Pencipta (TUHAN/ ALLAH) yang hendak melakukan upaya kudeta, lebih rinci lagi biasanya BANYAK orang itu menyebut si Setan dengan namanya si Lucifer, yang adalah Sang Malaikat Juru Musik yang sangat menawan, indah, cantik, dan mengagumkan akan tetapi hendak mengambil posisi dan hendak menyamai Sang Pencipta (TUHAN/ ALLAH). Mungkin di hatinya, si Lucifer itu bergumam, “… enak betul Sang Pencipta ini … setiap hari (pagi) mendapatkan Pujian dan Nyanyian-Nyanyian nan indah dari para sekumpulan Malaikat-Malaikat dan kekuasaanNya yang tak terbatas dan absolut.”
“Akulah yang seharusnya lebih pantas mendapatkan semua itu” (sampai pada saya mengetik di sini, saya mulai berpikir, bukankah dari yang saya dengar juga bahwa malaikat diciptakan oleh Sang Pencipta hanya untuk melaksanakan perintahNya? Lalu bagaimana mungkin bisa si Lucifer itu menjadi berbalik menentang Sang Penciptanya?…). Di akhir cerita, upaya si Lucifer melakukan kudeta sudah pasti jelas tertangkap basah oleh Sang Pencipta sehingga gagal malahan kemudian tindakannya tersebut menjadi asal muasal kejatuhannya sendiri, sehingga ia dibuang dari Surga (tempat yang dipercaya sebagai tempat tinggal Sang Pencipta) ke bumi atau firdaus atau neraka atau apalah tergantung dari siapa yang bercerita, yang jelas BANYAK orang itu berkata si Lucifer dibuang dari Surga. … Belumlah lagi cukup drama kecongkakan tersebut, tidak lupa si Lucifer melengkapi drama kudetanya terhadap kekuasaaan tak terbatas Sang Pencipta dengan memprovokasi atau mengajak pendukung baginya yaitu malaikat-malaikat lain sejumlah hampir 1/3 pasukan malaikat di Surga (lagi-lagi nalar saya membayangkan entah bagimana si Lucifer ini melancarkan provokasinya terhadap sesama para malaikat), yang pada akhirnya para 1/3 pasukan malaikat tersebut menjadi pendukungnya untuk menjadi antek-anteknya yang kemudian dikenal dengan setan-setan atau roh-roh jahat atau apalah yang lagi-lagi tergantung siapa yang bercerita tetapi yang jelas BANYAK orang yang bercerita kepada saya sepakat bahwa itulah asal usul terciptanya Si Setan (sebagai seorang tokoh sentral dan pimpinan dunia setan) dan antek-anteknya.
Tidak berhenti sampai di situ tentang cerita asal-usul setan yang saya dengar dari BANYAK orang, biasanya saya melanjutkannya dengan melontarkan pertanyaan darimana sumber mereka sehingga mereka dapat bercerita sebuah drama kudeta pertama yang mengerikan tadi. Tidak mungkin BANYAK orang tersebut menjadi saksi drama kudeta tersebut dan memang TIDAK ada satupun dari BANYAK orang tersebut yang menyaksikan secara langsung sebuah drama atau lebih tepat disebut sebuah tragedi terbesar sepanjang Penciptaan yang terjadi terhadap Sang Penciptanya yang mungkin telah terjadi ribuan tahun lalu atau mungkin puluhan ribu tahun yang lalu atau mungkin ratusan ribu tahun yang lalu atau … milyaran tahun yang lalu??? …
Merespon pertanyaan saya tadi akan sumber cerita asal usul setan yang dengan lancar mereka paparkan, hampir sebagian besar dari BANYAK orang tadi menjawab bahwa sumber mereka adalah dari pendeta. “Pendeta,?” tanya saya lagi membalas jawaban mereka. Hmm…., saya pun juga sangat yakin sebenarnya kalau pendeta-pendeta yang mereka maksud tersebut juga bukanlah saksi hidup tragedi kejatuhan si Lucifer yang mereka maksud. Biasanya BANYAK orang tersebut menyambung pertanyaan kegusaran saya dengan jawaban bahwa tragedi memilukan itu juga tertulis di Alkitab. Memang tidak semua dari BANYAK orang tersebut dapat menyebutkan dengan tepat rujukan kitab, pasal dan ayat yang mereka maksudkan tentang tragedi kejatuhan si Lucifer tersebut akan tetapi karena pertanyan-pertanyaan ini sudah saya ulang beratus-ratus kali … mungkin pula beribu-ribu kali, akhirnya tentunya bagi yang lupa akan rujukanya, saya sendiri menjadi sudah terbiasa dengan rujukannya dan menjadi tanggap kalau-kalau yang mereka maksud selalu adalah rujukan kepada kitab Perjanjian Lama dari Alkitab yaitu pada kitab Yesaya 14: 1-17, biasanya mereka merujuk pada kata Lucifer di sana. Dan satu lagi yang menjadi rujukan favorit BANYAK orang tersebut adalah Yehezkiel 28:13-15 yang biasanya mereka merujuk pada kata kesempurnaan dan kerub serta kata yang dibuang dari taman Eden. Bahkan akhirnya tidak jarang saya yang menyebutkan rujukannya kepada para sebagian BANYAK orang yang sempat lupa rujukan tepatnya di Alkitab.
Ya betul … jawaban-jawaban BANYAK orang itulah yang telah mewarnai pikiran saya sejak saya kecil walau entah dari siapa untuk yang pertama kalinya saya mendengar cerita asal usul setan tersebut, tetapi Alkitab dan ayat-ayat rujukan tersebutlah yang selalu menjadi ayat mujarab untuk mengakhiri pembicaraan dan mengakhiri nalar dan logika berpikir serta rasa keingintahuan saya akan pertanyaan mengenai asal muasal setan.
Tetapi… tidak pada hari itu. … yaitu pada suatu hari dimana saya berpikir saya perlu kembali kepada logika dan daya nalar yang paling mendasar dalam menjawab rasa keingintahuan seseorang serta membuktikan keabasahan dari suatu cerita turun temurun tentang asal muasal setan yang sudah beredar melalui BANYAK orang tersebut. Pada hari itu saya mengambil Alkitab usang saya yang bersampulkan kulit berwarna hijau versi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) (mungkin LAI adalah satu-satunya lembaga yang mengeluarkan Kitab Suci Alkitab di Indonesia dengan bahasa Indonesia), membukanya pada kitab pertama yang menjadi rujukan BANYAK orang itu yaitu kitab Yesaya pada pasalnya yang keempat belas. Saya membacanya perlahan-lahan dari ayat yang pertama bahkan menemukan Judul pasal tersebut yaitu Ejekan tentang raja Babel, alhasil saya tidak menemukan kata Lucifer pada Alkitab saya melainkan kata Bintang Timur, Putra Fajar.
Kemudian saya melanjutkan pembacaan saya pada kitab Yehezkiel pada pasalnya yang kedua puluh delapan mulai dari ayatnya yang pertama. Saya pun juga mulai membacanya dari paparan judul pasal tersebut yaitu Nubuatan melawan Raja Tirus. Hati saya mulai berdebar-debar seolah-olah saya berada dalam misi membongkar isi peti harta karun, … pada saat itu, kata Luciferlah yang bagi saya seperti isi peti harta karun tersebut dan saya terus berharap-harap menemukan kata tersebut. Alhasil, setelah saya sisiri kata demi kata dan membacanya hingga berulang-ulang, untuk kali ini lagi saya dikecewakan karena tidak juga tidak menemukan kata Lucifer.
Hari itu saya berusaha membaca rujukan-rujukan kitab, pasal dan ayat-ayatnya sebagaimana saya baru pertama kali membacanya, saya berusaha melepaskan pikiran dari prasangka dan niat untuk sekedar menjustifikasi sebuah pendapat melainkan benar-benar berangkat dari sebuah pemikiran sederhana bahwa saya hendak membaca untuk menyimak kisah apa yang sedang diungkap di sana. Jika mau membacanya secara proposional dan jujur tanpa alur pembuktian terbalik, sulit rasanya menangkap dengan logika bahwa rujukan-rujukan tersebut tengah berbicara tentang asal usul setan yang sudah turun temurun itu. Belum lagi ditambah dengan kutipan dari kitab Wahyu mengenai kudeta 1/3 pasukan malaikat itu yang dari BANYAK orang yang berbicara kepada saya selalu merujuknya kepada kitab Wahyu. Benar-benar sebuah puzzle yang terpencar dimana-mana dari sebuah teka-teki pertanyaan dasar yang seharusnya secara nalar diungkapkan pada kitab (buku) awal Alkitab yaitu Kejadian tetapi ini terpencar di Kitab Yesaya lalu Yehezkiel dan potongan puzzle yang terakhir ditemukan di kitab Wahyu.
Pada hari itu tidak terasa waktu sudah bergulir hampir setengah hari dan pada hari itu juga, tidak seperti hari-hari sebelumnya, saya tidak dapat atau mungkin tidak mau menghentikan perasaaan ingin tahu yang sudah menyusupi saya dari hari-hari sebelumnya untuk mencari tahu asal muasal setan langsung dari sumbernya tanpa harus lagi bertanya kepada BANYAK orang tersebut. Akan tetapi, mencari pada sumber rujukannya pada dua kitab tadi tidak memberikan jawaban atau paparan yang lugas. Sudah saya bolak-balik hampir puluhan kali kitab-kitab tersebut tetapi benar-benar tidak dapat memberikan jawaban atas pertanyaan saya di awal. Hmmm… “Jangan-jangan bukan dua kitab itu yang memuat rujukan untuk jawaban pertanyaan saya,”. Otak sayapun mulai bekerja berat dalam menggali memori yang mungkin terpendam bak sebuah komputer melakukan pencarian data yang tersimpan. Kembali otak saya mulai memaksa diri untuk mencari rujukan kitab apapun yang pernah didengarnya. Akan tetapi selama berpuluh-puluh tahun saya menjadi seorang Kristen, berpuluh-puluh tahun dari Sekolah Minggu dan duduk manis mendengarkan khotbah dan pengajaran pendeta, rasanya tidak juga ditemukan pada memori saya tentang rujukan asal usul setan yang lainnya. “Aaah… mungkin saja saya harus merujuk kepada kitab Kejadian pada pasalnya yang pertama, mungkin saja ada yang tertinggal dari yang selama ini saya pahami”, gumam kecil saya. Secepat kilat saya balikan Alkitab usang saya pada kitab pertama Kejadian, secepat itu pula saya temukan judul Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya. Saya membaca ulang isi kitab pertama ini entah untuk keseberapa banyak kalinya seperti seolah-olah saya belum pernah membacanya itu bahkan terus tanpa henti hingga tidak terasa sudah pada pasalnya yang kesepuluh dan terus berharap-harap saya menemukan pasal Lucifer di sana. Saya terus berlogika jika saja pasal-pasal tentang penciptaan matahari, binatang sampai manusia begitu jelas tertulis di kitab Kejadian tersebut masakan Alkitab tidak bisa juga menulis dengan jelas tentang asal muasal setan sehingga kita manusia dapat mengerti dengan jelas siapa itu setan dari sumbernya Alkitab secara langsung. Saya masih berkeyakinan pasti ada tertulis di salah satu kitab atau ayat dan terus masih dengan perasaan yang menggebu-gebu dan antusias untuk mengakhiri pertanyaan yang sudah merasuki saya ini saya tepat membalik-balik halaman demi halaman Alkitab saya.
Setelah terus membalik-balik lembaran Alkitab pada kitab Kejadian, saya secara sadar dan mendadak terinspirasi untuk melanjutkan pencarian ini dengan laptop saya yang tentunya terhubung dengan internet. Saya segera membuka halaman mesin pencari ulung yang sudah terkenal dalam pencarian internasional, Mr. Google. Dari sejak saat itu, saya berselancar menggunakan internet dan melanjutkan pencarian saya terhadap asal usul setan dengan bantuan mesin Google. Saya mulai mencari Alkitab online dan mulai memasukkan kata-kata seperti setan, Lucifer, malaikat, roh jahat dan sejenisnya dan selalu membaca tautan kitab dan ayat yang disarankan.
Kitab demi kitab, ayat demi ayat, menit demi menit, sampai jam demi jam bahkan hari itu pun berlalu dengan cepat tetapi tidak satu pun referensi saya temukan yang menjawab asal muasal setan dari Alkitab.
Di hari-hari berikutnya, pencarian ini masih terus berlanjut dan sama seperti pencarian di hari-hari sebelumnya, saya tidak pernah menemukan jawaban dari pertanyaan saya akan rujukan kitab dan ayat dari Alkitab. Mulailah saya berpikir apakah mungkin BANYAK orang itu, sebegitu BANYAK orang itu bisa salah secara masal. Mungkinkah BANYAK orang itu bisa salah seolah-olah menerima rujukan yang mereka sebutkan itu sebagai jawaban dari pertanyaan asal muasal setan padahal rujukannya tidak menjawab pertanyaannya. Atau masih mungkin juga, mungkinkah BANYAK orang itu tidak pernah memeriksanya bahkan membacanya langsung dari Alkitab. Masih juga mungkin, mungkinkah BANYAK orang itu sudah dimatikan nalar dan akalnya sehingga BANYAK orang tersebut hanya menerima saja bahwa seolah-olah rujukan kitab itu sudah menjadi jawaban atas pertanyaan asal muasal setan. Lalu bagaimana mungkin jika Alkitab atau sumbernya tidak berbicara tentang suatu peristiwa tetapi BANYAK orang tersebut berbicara seolah-olah Alkitab yang mengataknnya. Seketika itu juga, mendadak saya teringat akan sebuah tontonan zaman kecil saya di TV dari program TVRI yaitu tentang sebuah permainan atau kuis “Pesan Berantai” dimana Sang Pembawa Acara menunjukkan sebuah kertas berisi tulisan sebuah kalimat yang cukup panjang dan rumit sebagai pesan yang harus dibaca di dalam hati yang lalu harus diteruskan melalui bisikan oleh seseorang kepada seseorang di belakangnya yang adalah satu grupnya dan biasanya akan ada lima sampai enam orang yang berbaris dalam satu grupnya menunggu bisikan pesan tersebut mulai dari orang pertama yang membawa pesan langsung dari Sang Pembawa Acara hingga bergulir pada orang keenam yang biasanya orang terakhir. Adapun yang biasa terjadi adalah bahwa pesan yang harus dibacakan oleh orang terakhir yang menerima pesan berantai tersebut sudah tidak sama lagi seperti pesan yang pertama kali diminta oleh Sang Pembawa Acara dan biasanya malah menjadi lucu kalimatnya. Ada bagian-bagian kalimat yang tertukar, hilang bahkan muncul kalimat baru yang menghilangkan sama sekali arti pesan awal atau bahkan pernah terjadi pesan itu benar-benar hilang tidak berbekas satu kata pun.
Nurani dan nalar saya pun mulai terganggu. Secepat itu pun saya mulai berpikir jelek, jangan-jangan… berita tentang asal muasal setan tidak pernah ada di dalam Alkitab tetapi pesan tentang berita itu menjadi seolah-olah ada atau terkesan ada karena ada salah penyampaian pesan berantai bak Acara TV yang saya sebutkan tadi.
Rasa keingintahuan saya tidaklah pudar semenjak itu. Di hari-hari berikutnya, saya meneruskan pencarian saya kembali menggunakan laptop dan mesin google saya. Saya ketik semua kata-kata seperti asal muasal setan, Lucifer, roh jahat, the fallen angel, the history of satan, dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan pertanyaan saya di awal dan dengan setia juga saya membaca setiap tautan referensi yang muncul dari Mr. Google. Yang pasti tidak terlewatkan juga oleh saya untuk membuka tautan Wikipedia tentang Lucifer dan the fallen angel.
Yang cukup mengagetkan saya, bahwa tautan-tautan referensi itu yang jika menunjuk kepada Alkitab hampir pasti merujuk kepada kitab Yesaya dan Yehezkiel seperti apa yang dikatakan BANYAK orang itu kepada saya. Yang lebih menarik, saya mulai mendapatkan tautan-tautan baru, seperti karya terkenal abad ke-17 oleh John Milton seorang berkebangsaan Inggris melalui karya puisinya dalam buku berjudul Paradise Lost. Cukup lama saya terhenti dan menyelidiki karya buku ini melalui mesin Google. Banyak sekali tanggapan, ulasan serta rangkuman dari banyak orang tentang buku ini. Akan tetapi untuk ingin tidak hanya terjebak tentang apa kata orang tentang buku ini, saya pun menyempatkan memesan copy dari buku ini ke sumbernya penerbit buku ini melalui situs toko buku internasional amazon.com. Masih banyak tautan-tautan lain yang muncul hasil dari pencarian saya dan di hari itu, banyak pula referensi buku-buku sejenis yang saya pesan melalui situs amazon.com karena hampir sebagian besar pencarian saya berujung pada buku berbahasa Inggris, Perancis, Latin dan bahasa Belanda. Tidak heran bagi saya bahwa cukup banyak referensi buku berbahasa asing karena bangsa Eropa dan negara Barat termasuk orang-orang yang saat ini masih mempelajari asal muasal tentang sesuatu berdasarkan jejak sejarahnya dan juga mereka mempunyai universitas-universitas ternama dengan jurusan-jurusan literatur bahkan jurusan arkeologi atau mungkin jurusan mitologi yang tidak akan pernah ditemukan di Negara Indonesia tercinta.
Waktu pun terus bergulir, di hari-hari berikutnya bahkan sampai tahun-tahun berikutnya, pencarian saya tetap berlajut sampai kepada sumber-sumber buku bahasa Indonesia, juga sampai mengunjungi orang-orang ‘pintar’ dan orang-orang yang dituakan bahkan sampai kepada orang-orang yang masih memegang mitos dan kepercayaan untuk sekedar mendengar dan memahami bagaimana mereka memandang siapa itu setan.
Pencarian saya juga sampai pada sebagian dari BANYAK orang yang saya dengar pendapatnya dari referensi kitab lain yaitu melalui referensi mereka yang beragama Islam. Yang sangat mengejutkan saya, walaupun mereka yang adalah seorang Muslim yang menceritakan lebih rinci asal muasal setan pada versinya yang memang cukup berbeda akan tetapi pada kitab mereka, dengan membuka Surat Al Baqarah, saya dapat membaca dengan jelas mengenai asal muasal si setan yang tertulis jelas bahwa setan diciptakan oleh Sang Pencipta (Allah) dari unsur api. Pada suatu waktu setan diminta oleh Sang Pencipta untuk sujud menyembah kepada makhluk ciptaaan Sang Pencipta lainnya yang baru saja diciptakannya yang dinilainya sempurna yaitu Adam. Adapun permintaan untuk sujud menyembah itu berujung pada penolakan setan terhadap perintah Sang Penciptanya sehingga setan dimurkai oleh Sang Pencipta yang kemudian berbuntut pada pengusiran setan. Sungguh sangat menarik penemuan referensi dari Surat Al Baqarah ini.
Bertahun-tahun sudah sejak hari itu, sampai saya menulis Blog ini dan saya TIDAK pernah menemukan tautan dan referensi yang tepat sebagai bukti paparan jawaban dari pertanyaan saya yang bersumber langsung dari Alkitab. “Mungkinkah Alkitab menyembunyikannya dari saya?” “Atau mungkinkah sebenarnya jawaban itu ada di Alkitab tetapi tidak dapat dibaca secara gamblang dan perlu tafsiran atau persepsi untuk membacanya?” Akan tetapi setau saya, Alkitab sebagai Kitab Suci umat Kristiani yang merupakan kumpulan Kitab-Kitab Suci sejak zaman Musa ditulis dan didokumentasikan secara baik oleh Penulis terpercaya dan dijagai oleh Inspiratornya sehingga sampai dapat melalui proses pengumpulan kitab demi kitabnya serta melalui apa yang disebut kanonisasi sehingga sampai detik ini umat Kristiani dapat meyakininya seratus persen sebagai Buku pegangan yang ‘ditinggalkan’ Sang Pencipta sebagai panduan hidup umatNya.
Alkitab Perjanjian Lama memuat sejarah penciptaan, asal muasal dosa, panggilan Abram untuk melahirkan sebuah bangsa besar hingga menurunkan Sang Penyelamat yang semuanya dapat diverifikasi dan dipercayai yang bukan saja hanya dengan keyakinan buta atau dipercayai dengan iman tetapi fakta dan bukti-bukti sejarah yang dapat mendukungnya. Mulai dari peristiwa bahtera nabi Nuh, keberadaan Taman Firdaus atau Garden of Eden pun dapat dilacak berdasarkan informasi yang tertulis pada kitab Kejadian hingga peristiwa besar kelahiran Yesus Kristus di Kota Betlehem yang sudah dibicarakan ribuan tahun sejak zaman nabi-nabi pada perjalanan sebuah bangsa Israel pun dapat dinalar dan diverfikasi jelas. Jika menunjuk kepada bagaimana Alkitab selalu jelas dapat pemaparannya, masakan Alkitab tidak dapat mencatat secara jelas asal muasal setan secara gamblang.
Atau mungkinkah karena memang Alkitab tidak mencatatnya maka kita tidak boleh menyimpulkan atau membuat sebuah peristiwa yang tidak pernah dicatat Alkitab. Maksudnya mungkin saja bahwa setan, si Lucifer itu memang tidak ada sebagaimana Alkitab tidak pernah mencatat asal usulnya. Tetapi, jika setan memang tidak ada, lalu darimanakah datangnya hal-hal yang jahat. Selama ini kita meyakini dengan pasti bahwa hal-hal yang jahat datangnya dari setan. Masih lagi, jika setan memang tidak ada, mengapa ada tertulis kata setan dengan jelas di Alkitab. “Ya,” saya sendiri memang membacanya. Saya memang membaca ada kata malaikat, si jahat, iblis, setan dan lain-lain sejenisnya di Alkitab.
Mencoba membahasanya secara singkat, saya membuka sebuah kitab I Tawarikh 21:1. jika saya membacanya pada Alkitab LAI saya, maka saya menemukan kata iblis, dimana tertulis ‘Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung Israel.’ Pada Alkitab bahasa Inggris versi New International Version (NIV) tertulis dengan kata yang lain yaitu kata satan dimana tertulis lengkap ‘Satan rose up against Israel and incited David to take a census of Israel.’ Yang menariknya, saya mencoba terus membacanya dari Alkitab berbahasa Inggris versi lainnya dan menemukan kata yang berbeda untuk pasal yang sama. Juga tertulis, ‘An adversary opposed Israel, inciting David to count how many warriors Israel had.’ Perhatikan kata adversary, bahwa kata tersebut adalah kata berasal dari bahasa Ibrani yaitu kata satan yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai adversary atau resist atau memusuhi atau mendakwa atau setara dengan kata dari bahasa Yunani yaitu diabolos yang berarti devil atau false accuser atau slanderer atau iblis atau pemfitnah atau memfitnah. Yang lebih menariknya jika kita benar-benar mau menyimak isi Alkitab dan memahami gaya penulisan Alkitab maka pada Alkitab sering sekali tertulis kitab dan pasal tautan peristiwa yang sama. Kembali kepada kisah Daud dibujuk menghitung jumlah tentara Israel maka kita menemukan tautan kitabnya pada kitab II Samuel 24:1 pada Alkitab versi LAI tertulis, ‘Bangkitlah pula murka Tuhan terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firmanNya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.” Pada versinya yang lain NIV tetulis, ‘Again the anger of the Lord burned against Israel, and he incited David against them, saying, “Go and take a census of Israel and Judah.”
Dari hasil pembacaaan saya dan paparan saya akan sebuah peristiwa yang dicatat pada Alkitab melalui dua kitab yang berbeda, secara nalar dan nurani dapat kita pahami bahwa kata satan hanyalah berarti adversary atau memusuhi atau mendakwa bahkan Tuhan Sang Pencipta pun yang adalah sumber segala yang baik pun dapat bertindak sebagai “satan” atau mendakwa yang dalam peristiwa ini mendakwa Daud untuk menghitung orang Israel.
Sebenarnya, banyak temuan peristiwa dan tautan-tautannya setelah bertahun-tahun saya membacanya dengan nalar dan nurani di Alkitab tetang bagimana kata-kata serupa seperti setan, iblis dan lain-lain muncul. Berkaca dari paparan saya di atas, lebih mendekati nalar apabila iblis, si jahat, setan yang tertulis di Alkitab itu bukanlah iblis, si jahat atau setan yang sebagaimana kita selalu bayangkan dan sudah diyakini berabad-abad dan turun-temurun. Lalu saya teringat kepada apa kata BANYAK orang yang menceritakan asal usul setan kepada saya. Ingatan saya merujuk kepada ‘kesalahan umum’ yang sudah dianggap wajar yang telah diterima masyarakat secara umum yang sering kali sudah tidak dipermasalahkan jika seseorang bertanya untuk meminta atau membeli AQUA (air mineral) dan pada kenyataannya yang diberikan adalah ADES (atau PRIMA atau VIT atau 2Tang atau Club Aqua atau Oasis atau MQ atau FIRDAUS atau entalah) maka orang tersebut tidaklah pernah complain selagi yang diberikan adalah air mineral (air putih dalam kemasan). Maksud saya menarik analoginya kepada pertanyaan asal muasal setan itu ternyata BANYAK orang menjawab setan sebagai sosok makhluk yang dibuang oleh Sang Penciptanya hanya merupakan sebuah ‘kesalahan umum.’ Jawaban ini sudah menjadi umum jika sesorang mendengar kata setan padahal ternyata setan yang dimaksud dan tertulis di Alkitab BUKAN setan seperti pandangan umum BANYAK orang.
BANYAK orang membuat ‘kesalahan umum’ dengan meyakini setan berasal dari Taman Eden/ Surga sana yang diciptakan oleh Sang Pencipta sebagai sebuah makhluk yang kemudian berubah niat dan pikiran terhadap Penciptanya sehingga melakukan kudeta dengan membawa 1/3 pasukan malaikat penghuni Surga yang akhirnya dibuang tempatnya oleh Sang Penciptanya yang kemudian pada zaman penciptaan Adam menyesatkan Adam dan Hawa sampai keturunannya untuk juga menghianati Sang Penciptanya bahkan sampai-sampai Sang Penciptanyalah juga yang akhirnya harus mati karena ciptaanNya yang menghianatiNya. Sangat menyedihkan jika Sang Pencipta yang adalah Maha Pencipta yang mana kitab Kejadian pertama menyebutkan ciptaanNya adalah Sempurna ternyata gagal. Mungkin Alkitab berbohong jika berkata bahwa Sang Pencipta puas terhadap ciptaanNya karena apa yang diciptakan melalui firmanNya adalah Sempurna. Bahkan ciptaan Master Piece-Nya yang serupa dengan gambarNyapun dapat menghianatiNya karena bujuk rayu setan yang adalah ciptaanNya yang sudah menghianatiNya sejak awal. Sekali lagi, sangat menyedihkan. Lagipula, mengapa jika ada pengampunan dari Sang Pencipta untuk ciptaanNya, manusia tetapi tidak ada pengampunan untuk ciptaanNya, si Lucifer yang bersalah padaNya sejak awal.
Pertanyaan dan berbagai spekulasi jawaban, baik yang bersumber pada referensi Alkitab hingga tafsiran logis hingga sampai jawaban di luar akal sehat akan terus bergulir jika hanya jawaban asal muasal setan selalu berdasar hanya pada kesepakatan umum dan tidak berdasar pada sumbernya Alkitab secara langsung walaupun juga pasal-pasal pada Alkitab dijadikan dasar jawaban asal muasal setan hanya sebagai rujukan yang kemudian ditafsirkan semata.
Berusaha mengakhiri rasa keingintahuan saya dan pengembaraan saya selama bertahun-tahun akan jawaban yang bersumber dari Alkitab dan Alkitabiah tentang asal muasal setan, saya sempat membaca dan menemukan fakta ini yang saya percayai sebagai jawaban dari pertanyaan saya yaitu dari Kitab Yesaya 45. Saya membaca sepenuhnya isi ayat Kitab ini tanpa berusaha menafsirkan dan menempatkannya sebagai jawaban dari pertanyaan saya. Beberapa ayat saya sengaja kutip sebagai highlight yang menjadi petunjuk-petunjuk akan jawaban dari pertanyaan saya.
Yesaya 45
Tuhan memakai Koresh sebagai alat-Nya
45:5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, 45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, 45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.
Mulai dari ayatnya yang kesembilan dengan judul
Tuhan adalah Pencipta
45:9 Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: "Apakah yang kaubuat?" atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan!" 45:10 Celakalah orang yang berkata kepada ayahnya: "Apakah yang kauperanakkan?" dan kepada ibunya: "Apakah yang kaulahirkan?" 45:11 Beginilah firman TUHAN, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel: "Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepada-Ku mengenai anak-anak-Ku, atau memberi perintah kepada-Ku mengenai yang dibuat tangan-Ku? 45:12 Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya. 45:13 Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku dan yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran dan tanpa suap," firman TUHAN semesta alam. 45:14 Beginilah firman TUHAN: "Hasil tanah dari Mesir dan segala laba dari Etiopia dan orang-orang Syeba, orang-orang yang tinggi perawakannya, akan pindah kepadamu dan menjadi kepunyaanmu, mereka akan berjalan di belakangmu dengan dirantai; mereka akan sujud kepadamu dan akan membujuk engkau, katanya: Hanya di tengah-tengahmu ada Allah, dan tidak ada yang lain; di samping Dia tidak ada Allah! 45:15 Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juruselamat. 45:16 Tetapi tukang-tukang berhala harus mundur dengan penuh noda, semuanya akan mendapat malu dan kena noda juga. 45:17 Sedangkan Israel diselamatkan oleh TUHAN dengan keselamatan yang selama-lamanya; kamu tidak akan mendapat malu dan tidak akan kena noda sampai selamanya dan seterusnya." 45:18 Sebab beginilah firman TUHAN, yang menciptakan langit, --Dialah Allah--yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, --dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami--: "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain. 45:19 Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.
Lega saya menemukan sebuah pasal dalam Kitab Yesaya yang memberi petunjuk jelas bahwa Tuhanlah Sang Pencipta. Semua yang ada bersumber dari padaNya, terang-gelap, nasib mujur dan malang bahkan dinyatakan bahwa tidak ada yang lain di luar Tuhan Pencipta. Akhirnya lega saya karena Alkitab yang saya percayai menjawab pertanyaan saya langsung bahwa TIDAK ada yang lain di luar Tuhan Pencipta, terang-gelap, nasib mujur dan malang, artinya yang baik dan jahat (BUKAN dosa), SEMUA datang dari Tuhan, TIDAK ada kekuatan lain atau kekuatan yang mengkudetanya yang menjadi tandingannya. TIDAK ada si Lucifer yang mengkudetaNya pada awal-awal hari kejayaanNya menciptakan malaikat untuk tunduk kepadaNya, TIDAK ada si Lucifer atau setan yang dibuang dari SurgaNya Sang Pencipta lalu menggoda dan membujuk rayu makhluk manusia Adam dan Hawa sampai melanggar kekuasaan AbsolutNya. TIDAK ada si Lucifer atau si jahat atau setan yang membuat Sang Pencipta gagal terhadap ciptaanNya yang sempurna manusia sehingga Sang Pencipta sendiri harus mengutus AnakNya untuk mati bagi ciptaanNya sendiri. TIDAK ada itu semua. Sama sekali TIDAK ada.
Cerita tentang si Lucifer yang selama ini saya dengar dari BANYAK orang itu hanyalah kabar (dari) burung belaka bukanlah kabar (dari) Alkitab. Mungkin seperti ingatan saya akan tontonan masa kecil saya akan “Pesan Berantai’ di TVRI itu, ada orang-orang yang menyisipkan kata atau kalimat atau pesan yang salah sehingga berdampak pada saya tentang asal muasal setan sebelum saya menggalinya langsung dari pesan Sang Pembawa Acara yang asli yaitu pesan dari Sang Pencipta melalui Alkitab. Hanya John Milton melalui karyanya Paradise Lost itu yang dengan indah menceritakan rinci kisah tragedi kejatuhan si Lucifer ini. Kisahnya sangat apik, pendekatan Setan sebagai tokoh utama pada awal cerita dan idenya untuk membawa isu kemanusian dari cara pandang Sang Pencipta, alur ceritanya menambahkan tokoh-tokoh Adam dan Hawa yang kebetulan sama persis dengan tokoh dan nama yang tertulis pada Alkitablah yang menjadi sumber kabar burung asal muasal setan itu. Melalui karnyanya, John Milton mencoba menjual ide tentang predestinasi, keinginan bebas, keabsahan kekuasaan Sang Pencipta dan idenya menyajikan tokoh miris dan romantis serta patut dikasihani yang dimainkan oleh Setan yang menyebabkan karyanya mendapat tempat di hati masyarakat Eropa dan tersebar ke seluruh dunia. Sudah menjadi naturnya bahwa kita, manusia memuja karya seni karena kita diciptakan lengkap dengan penilaian seni. Pendekatan miris a la John Milton terhadap Setan bak pendekatan miris tragedi kapal Titanic yang difilimkan ulang oleh James Cameron. James memasukan tokoh fiktif yang diperankan Lenardo Dicaprio dan Kate Winslet untuk melakukan adegan-adegan cinta nan romantis sehingga menjadikan film Titanic garapannya menjadi film terbesar sepanjang masa dan film terindah tentang tragedi Titanic hingga mungkin kita sendiri tidak pernah mau tahu kejadian yang sebenarnya terjadi pada kapal Titanic pada tahun 1912 yang naas itu. Saya meyakini bahwa kisah tragedi 1912 itu tanpa percintaan tokoh fiktif Jack Dawson (Leonardo) dan Rose DeWitt Bukater (Kate).
Kembali kepada topik asal muasal setan, kabar yang Alkitab tuliskan adalah bahwa TIDAK ada yang lain selain kekuasaan Sang Pencipta. TIDAK pernah ada setan si Lucifer yang dibuang oleh Sang PenciptaNya. TIDAK pernah ada jika kita mendengarnya langsung dari Alkitab.