Lalu...
kapan kita ketemu lagi...
kataku...
aku tidak tahu...
katamu...
tunggu aku di batas waktu...
tapi sampai kapan...
aku tidak tahu...
aku juga tidak tahu...
kita sudah lama menunggu
tapi sang restu tak kunjung datang...
salam untuk ibunda...
yang tak kunjung seiya dengan kita
air mata kita sudah habis...
bersama derasnya hujan semalam
ternyata kita boleh berencana
tapi Bapa berkehendak...
bagaimana aku bisa hidup...
sedang jiwaku merasa mati...
setiap jalan...
setiap tempat...
setiap minggu...
membuat ku terdiam
tak akan pernah
dilalui lagi...
jarak dan waktu...
bahkan berbalik badan...
dan pergi...
adakah cara lain selain ini...
sungguh aku tidak mau...
aku juga tidak mau...
katamu
apakah ini kehendak-Mu...
kesedihan...
yang terasa sampai ke tulang
mengosongkan hati...
menghampakan pandangan...
kosong...
baik...
bukan kami jadi...
tapi kehendak-Mu saja...
Tuhan...
aku marah pada-Mu...